BAB I PENDAHULAN
A. LatarBelakangPenelitian
Keterampilan berbicara merupakan satu dari empat aspek keterampilan berbahasa yaitu menyimak/mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dimana keterampilan berbahasa tersebut berkaitan secara fungsional antara satu dengan yang lainnya. Pengembangan kemampuan berbahasa yang baik pada siswa akan berpengaruh juga terhadap perkembangan kognitif lainnya dan juga berpengaruh terhadap sifat sosial siswa. Berdasarkan aspek keterampilan berbahasa tersebut penulis mengambil pembahasan mengenai keterampilan berbahasa dalam hal berbicara. Penulis menilai keterampilan berbicara memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Manusia dalam menjalankan kehidupan kesehariannya selalu berhubungan dengan berbicara. Penguasaan keterampilan berbicara juga membantu atau mempermudah siswa untuk belajar dalam mata pelajaran yang lainnya. Meningkatnya kemampuan keterampilan berbicara tidak terlepas dari proses belajar yang dialami siswa baik yang didapat dari lingkungan rumah, masyarakat maupun lingkungan sekolah.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di sekolah dasar, khususnya di SDN Penggung Kec. Taktakan Kota Serang Propinsi Banten.Kemampuan berbicara siswa masih kurang, halinibisadisebabkanolehbeberapafaktor yang diantaranya adalah kurang percaya diri pada siswa menyebabkan siswa cenderung malu-malu. Dan juga guru dalam pelaksanaan pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional yang sering digunakan yaitu ceramah, guru menyampaikan pelajaran dan siswa duduk manis mendengar penjelasan guru. Praktik yang umumnya digunakan biasanya pembelajaran berbicara dilakukan dengan menyuruh siswa untuk maju dan berdiri di depan kelas untuk berbicara, misalnya dalam bentuk bercerita, berpuisi, maupun berpidato. Kemudian siswa yang lain menunggu giliran untuk menunjukkan keterampilan berbicara dan
diminta untuk mendengarkan dan tidak mengganggu siswa yang sedang berbicara di depan kelas. Hal ini mengakibatkan kegiatan pembelajaran kurang menarik karena siswa yang mendapat giriran sering kali merasa tertekan untuk mempersiapkan bahan dan sementara siswa yang belum mendapat giliran tidak merasa terikat dengan pembelajaran tersebut.
Untuk menunjang keterampilan tersebut diperlukan suatu metode yang dapat mendongkrak keberanian siswa untuk mengungkap berbagai macam ide atau pandangan maupun gagasan terkait mata pelajaran yang sedang dipelajari maupun hal yang sering ditemui siswa dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian diperlukan keterampilan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Metode tersebut harus didesain semenarik mungkin untuk menarik minat siswa dan tidak terlepas dari pembelajaran yang efektif dan efesien.
Terkait kenyataan yang terjadi dilapangan penulis mempunyai sebuah pertimbangan bahwa metode diskusi sesuai untuk mengembangkan keterampilan bicara dibanding metode konvensional yang umumnya dilakukan. Karena dengan metode diskusi siswa akan lebih aktif dan cenderung mengeluarkan ide-ide, gagasan, serta pendapatnya dengan melalui bahasa lisan, sehingga secara tidak langsung siswa nyata berlatih keterampilan dalam berbicara. Atas dasar tersebut penulis merasa perlu melakukan suatu perubahan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi, penggunaan metode diskusi ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa di kelas dalam pembelajaran. Yakni, metode diskusi merupakan sarana yang ampuh untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mengembangkan keterampilan berbicara.
Pelaksanaan diskusi di sekolah dasar ini yang pertama siswa memiliki pengetahuan tentang topik yang selanjutnya seorang guru mengelola jalannya diskusi dengan cara mengatur pertanyaan dan memdorong semua siswa ikut
berpartisipasi, didalam kegiatan diskusi siswa diberikan cukup waktu untuk berfikir, menganalisa maupun menyusun rangkaian informasi sebelum menyampaikannya secara lisan. Untuk lebih banyak keterlibatan siswa dalam kegiatan diskusi agar efektif maka diskusi ini dibuat kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai lima siswa tiap kelompok untuk mendorong kemampuan berbicara siswa.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul ”Penerapan Metode Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Siswa Kelas V SDN Pengung.
B. RumusanMasalahPenelitian
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka ada beberapa pertanyaan penelitian yaitu:
1. Bagaimanakah aktivitas siswa didalam penerapan metode diskusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Penggung.
2. Bagaimana peningkatan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Penggung setelah menggunakan metode diskusi.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mendeskripsikan aktifitas siswa dalam penerapan metode diskusi dalam meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V SDN Penggung.
2. Untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Penggung setelah menggunakan metode diskusi.
D. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi Siswa, guru, dan peneliti selanjutnya.
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti sendiri diantaranya dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi peneliti untuk dikembangkan lebih lanjut dalam menciptakan metode pembelajaran metode yang kreatif dan fungsional khususnya penerapan metode diskusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara.
2. BagiSiswa
Dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
3. Bagi Guru
Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan, pengalaman, dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi siswa dan khususnya dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa, Dapat menjadikan masukan kepada rekan guru sehingga termotivasi dalam menigkatkan kreativitas dalam pembelajaran.
4. Bagi Sekolah
a. Suasana pembelajaran di sekolah menjadi lebih kondusif terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran bahasa Indonesia.
b. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan yang dapat dipergunakan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
E. DefinisiOperasional
Untuk menghindari penafsiran yang salah dan pemahaman yang berbeda pada judul tersebut diatas, maka penulis perlu menjelaskan berbagai istilah yang sekaligus batasan penelitian.Adapun istilah-istilah tersebut adalah:
1. Metode Diskusi
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia „Diskusi merupakan perundingan untuk bertukar pikiran (bahas-membahas) tentang suatu masalah. Di dalam diskusi terjadi pertukaran pendapat karena adanya pertanyaan-pertanyaan dengan ide-ide beserta pendapat dari masing-masing pengaju ide tersebut kemudian diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalah yang sedang dibahas.
Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas suatu masalah. Hasibuan dan Moedjiono.(dalamTaniredja, Faridhi, Harmianto, 2013 hal.23)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode diskusi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memdapatkan jawaban dari berbagaipandangan atau ide dari setiap anggota kelompok, dimana setiap anggota kelompok menyampaikan pandangannya terhadap suatu masalah.
2. Keterampilan Berbicara
Tarigan.(dalamCahyani&hodijah, 2007, hlm. 60) mengemukakan bahwa “Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan”. Bahwa berbicara lebih daripada mengucapkan bunyi dan artikulasi yang jelas, lebihdariituberbicara digunakan untuk menyampaikan gagasan dan ide yang disesuaikan dengan kemampuan menyimak pendengar, yang termasuk kedalam keterampilan berbicara diantaranya memperkenalkan diri sendiri dengan teman perorangan maupun didepan kelas, bercerita tentang diri sendiri, teman, orangtua, kakak, adik, dan, anggota keluarga lainnya, mengumumkan suatu berita, berdialog,
menyampaikan ide dan gagasan. Menyampaikan kesukaan, ketidaksukaan, kegiatan yang berhubungan dengan melisankan misalnya menceritakan dongeng, cerpen, membacakan puisi, drama, berbalas pantun dll.
Dari pengertian di atasdapatdisimpulkan bahwa keterampilan berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan ide, gagasan maupun perasaan.