1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara. Menurut Yoeti, Oka A (2008, p1), para pakar ekonomi memperkirakan sektor pariwisata akan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang penting pada abad ke-21. Dalam perekonomian suatu negara, bila dikembangkan secara berencana dan terpadu, peran sektor pariwisata akan melebihi sektor migas (minyak bumi dan gas alam) serta industri lainnya. Dengan demikian sektor pariwisata akan berfungsi sebagai katalisator pembangunan (agent of development) sekaligus akan mempercepat proses pembangunan itu sendiri, antara lain akan sangat berperan dalam:
a. Peningkatan perolehan devisa negara.
b. Memperluas dan mempercepat proses kesempatan berusaha. c. Memperluas kesempatan kerja.
d. Mempercepat pemerataan pendapatan.
e. Meningkatkan penerimaan pajak negara retribusi daerah. f. Meningkatkan pendapatan nasional.
g. Memperkuat posisi neraca pembayaran.
h. Mendorong pertumbuhan pembangunan wilayah yang memiliki potensi alam yang terbatas.
Kesadaran akan pentingnya sektor kepariwisataan sebagai salah satu pemasukan bagi pemerintah dari sektor non migas sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum krisis minyak di pasaran internasional pada tahun 1980-an, pemerintah Indonesia telah melihat potensi kurang lebih 17.000 pulau yang ada dengan berbagai adat istiadat dan kebudayaan yang mempunyai keunikan tersendiri yang mana Indonesia merupakan Negara kepulauan yaitu Republik Indonesia disingkat RI, sebagaimana juga menurut Forshee, Jill (2006) “Indonesia comprises more than 17,000 islands
pulau yang membentang di kedua sisi khatulistiwa. Dengan demikian Indonesia memiliki potensi dalam dunia bisnis pariwisata kepulauan.
Menurut Petrevska, B. (2012) “Tourism generates various economic effects,
which affect positively on the overall economy of the country. In one hand, it may have variety of microeconomic influences, like assisting in quality improvement of the employees in the industry, benefiting from the scale economies and developing new facilities according to the international standards for tourism demand and supply” yaitu Pariwisata menghasilkan berbagai efek ekonomi yang mempengaruhi
secara positif pada perekonomian secara keseluruhan Negara. Pada satu sisi, hal itu mungkin karena berbagai pengaruh ekonomi mikro, seperti membantu dalam peningkatan kualitas karyawan di industri, manfaat dari skala ekonomi dan mengembangkan fasilitas baru sesuai dengan standar internasional untuk permintaan dan penawaran pariwisata.
PT. Suarmanik Kencana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelayaran pariwisata. Tahun 1994 perusahaan ini didirikan yang memiliki kantor pusat di Lombok (Nusa Tenggara Barat). Perusahan ini berawal dengan tujuan ingin memperkenalkan pulau-pulau yang ada di Indonesia khususnya pulau-pulau yang berada di Lombok, Sumbawa dan Flores dengan berfokus kepada
ecotourism yaitu pulau komodo yang mana menurut Butarbutar, R. and Soemarno, S
(2013) “The ecotourism is global issues who most talked lately in Indonesia, it is one
of the activities special tourist interest which low impacts on natural tourism. Ecotourism activities were more oriented on the utilization of natural resources, the natural ecosystems and have not been polluted yet” yaitu Ekowisata adalah isu
global yang paling banyak dibicarakan akhir-akhir ini di Indonesia, itu adalah salah satu kegiatan khusus minat wisatawan yang berdampak rendah pada wisata alam. Kegiatan ekowisata yang lebih berorientasi pada pemanfaatan sumber daya alam, ekosistem alami dan belum tercemar. Dengan melihat kondisi keterbatasan akan transportasi yang tersedia, maka perusahaan ini mencoba memfasilitasi para wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing, untuk mengunjungi beberapa tempat dan pulau-pulau yang ada disekitarnya.
Visi dari PT. Suarmanik Kencana ialah menjadi perusahaan multinasional, untuk meningkatkan dan memperkenalkan industri pariwisata Indonesia yang mendukung program pemerintah “Indonesian Tourism”. Dengan misi yaitu:
1. Jangka pendek, memperkenalkan perusahaan secara luas di mulai dari dalam negeri, mengelola fasilitas yang ada dan terus meningkatkan pelayanan dan armada serta memberikan pelatihan karyawan sehingga mereka dapat memberikan layanan yang berstandar internasional.
2. Jangka panjang, perusahaan melakukan kerja sama dengan banyak perusahaan dari seluruh dunia dan juga memiliki cabang di berbagai Negara. Hal ini supaya sesuai target dari PT. Suarmanik Kencana untuk pencapaian visinya yaitu di tahun 2025.
Dalam pencapaian visi dan misinya, PT. Suarmanik Kencana perlu melakukan strategi bisnis yang mana menurut Johan, Suwinto (2011a, p23) setiap perusahaan sama dengan setiap manusia, keinginan untuk makin maju dan makin besar, hal tersebut yang melatarbelakangi perusahaan ingin mengembangkan usahanya. Perusahaan dalam mengembangkan usahanya bisa menempuh beberapa cara sebagai berikut ini:
a. Meluncurkan produk baru. b. Mendirikan unit usaha baru.
c. Mengakuisisi produk yang telah ada. d. Mengakuisisi perusahaan yang telah ada.
Multinational company (Perusahaan multinasional) adalah perusahaan yang
terlibat dalam suatu bisnis internasional dan berbasis usaha (mulai dari kegiatan produksi sampai dengan pemasaran) mencakup kegiatan ekonomi antar negara (ekonomi global) dan kepemilikan ekuitas di banyak Negara (Vera et al, 2005).
Saat ini PT. Suarmanik kencana masih belum memiliki kantor cabang di satu negarapun, sehingga untuk pencapaian visi dan misinya tersebut, sesuai dengan keempat bentuk pengembangan usaha perusahaan, PT. Suarmanik Kencana yang bergerak dibidang jasa pelayaran pariwisata mengambil keputusan pada tahap jangka pendek akan mendirikan unit usaha baru yaitu dengan pembukaan kantor cabang baru di Bali.
Sebagaimana menurut Badan Pusat Statistik, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia menurut pintu masuk ialah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Jumlah Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Menurut Pintu Masuk Tahun 2010-1014
Sumber: BPS (Badan Pusat Statistik), 2015
Berdasarkan data tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa Bali merupakan pintu utama para wisatawan mancanegara memasuki Negara Indonesia. Dengan demikian Bali merupakan tempat paling strategis dalam pembukaan kantor cabang baru untuk pengembangan usaha perusahaan. Dimana dengan adanya kantor cabang baru maka hubungan lini bisnis dengan usaha perusahaan yang ada sekarang, akan menghasilkan sinergi sehingga timbulnya integrasi vertikal dan horizontal terhadap keseluruhan bisnis dalam pencapaian visi dan misinya tersebut.
Untuk terselenggaranya pembukaan kantor cabang baru diperlukan adanya investasi, baik berupa penyertaan modal sendiri maupun modal dari pihak luar. Tujuan akhir dari sebuah investasi adalah meningkatkan laba perusahaan. Kajian studi kelayakan bisnis perlu dilakukan PT. Suarmanik Kencana untuk menghindari kerugian besar, dengan mengkaji aspek-aspek yang sangat mempengaruhi suatu bisnis layak atau tidak untuk dijalankan.
Ruang lingkup dalam analisis kelayakan bisnis ini dibatasi dengan merencanakan pembukaan kantor cabang baru di Kuta, Bali. Dimana waktu pengamatan penelitian di PT. Suarmanik Kencana dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai dengan Juni 2015. Dimana pembukaan kantor cabang baru akan dilakukan pada bulan Desember 2015. Data-data yang didapat dari perusahaan diasumsikan akurat untuk melakukan pengolahan dan analisis data.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Kelayakan Pembukaan Kantor Cabang Baru Pada PT. Suarmanik Kencana Di Kuta, Bali”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, dapat diambil suatu perumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menentukan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan PT. Suarmanik Kencana dalam rencana pembukaan kantor cabang baru?
2. Bagaimana identifikasi kelayakan rencana pembukaan kantor cabang baru ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis/operasi, aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek keuangan, aspek lingkungan industri, aspek lingkungan hidup (AMDAL) , aspek ekonomi, sosial, dan politik, dan aspek yuridis (legal)?
3. Bagaimana dengan dampak terhadap kinerja perusahaan atas pembukaan kantor cabang baru di Kuta, Bali?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang harus dipertimbangkan PT. Suarmanik Kencana dalam rencana pembukaan kantor cabang baru.
2. Untuk mengetahui kelayakan rencana pembukaan kantor cabang baru ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis/operasi, aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek keuangan, aspek lingkungan industri, aspek lingkungan hidup (AMDAL) , aspek ekonomi, sosial, dan politik, dan aspek yuridis (legal).
3. Untuk mengetahui dampak terhadap kinerja perusahaan atas pembukaan kantor cabang baru di Kuta, Bali.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain :
1. Bagi Perusahaan
• PT. Suarmanik Kencana akan mendapatkan pengetahuan yang cukup komprehensif tentang kajian studi kelayakan bisnis.
• PT. Suarmanik Kencana akan dapat menggunakan laporan studi kelayakan bisnis sebagai bahan referensi untuk melanjutkan pengembangan bisnis lainnya.
• PT. Suarmanik Kencana akan dapat mempelajari aspek-aspek studi kelayakan bisnis tidak hanya untuk pembukaan bisnis baru, tetapi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi perusahaan sekarang. • Bagi pihak manajemen PT. Suarmanik Kencana akan dapat menggunakan
laporan studi kelayakan bisnis ini dalam pengambilan keputusan untuk melanjutkan pembukaan kantor cabang baru dengan mengkaji ulang hasil laporan aspek-aspek studi kelayakan bisnis yang telah penulis teliti. 2. Bagi Penulis
• Penelitian ini menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis mengenai studi kelayakan bisnis pada bisnis pariwisata.
• Penelitian ini juga dapat digunakan bagi penulis sebagai bahan perbandingan sejauh mana teori-teori yang didapat selama perkuliahan dapat diterapkan dalam dunia nyata.
• Penelitian ini merupakan latihan bagi penulis untuk mendefinisikan masalah, menganalisa situasi serta mengadakan penyelidikan dan penelitian yang bersifat formal.
3. Bagi Pihak Lain
• Binus University mendapatkan bahan referensi dan kajian penelitian studi kelayakan bisnis untuk penelitian lebih lanjut bagi pihak yang bersangkutan.
• Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i Binus
University dalam menjalankan tugas akhir yang berhubungan dengan
penelitian ini, dan juga dapat bermanfaat dalam menambah wawasan dan pengetahuan bagi pihak-pihak yang tertarik dalam bidang ini.