• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

6

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar 2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Fat mengemukakan bahwa “Sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif” (Hutahaean, 2015).

Sistem dikatakan bahwa suatu benda nyata maupun tidak nyata yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan dengan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu. Adapun menurut Richard F. Neuschel prosedur dapat diartikan sebagai “Suatu prosedur adalah suatu urutan operasi klerikal (tulis-menulis), yang melibatkan beberapa orang didalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi” (Hutahaean, 2015).

Penulis menyimpulkan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran tertentu.

(2)

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Richard F. Neuschel supaya sistem itu dikatakan sistem yang memiliki karakteristik yaitu sebagai berikut (Hutahaean, 2015):

1. Komponen

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugika yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

(3)

5. Masukan Sistem (Input)

Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input).

Maintenance iput adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi.

Sedangkan signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem komputer program adalah maintenance input, sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklarifikasi menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

7. Pengolah Sistem

Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Sistem produksi akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, sistem akuntansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.

8. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Menurut Richard F. Neuschel sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa sudut pandang yaitu sebagai berikut (Hutahaean, 2015):

(4)

1. Sistem Abstrak (Abstract System)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

2. Sistem Fisik (Physical System)

Sistem fisik adalah sistem yang secara fisik. 3. Sistem Alamiah (Natural System)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

4. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).

5. Sistem Tertentu (Deterministicl System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

6. Sistem Tidak Tentu (Probalistic System)

Sistem tidak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilistik.

7. Sistem tertutup (Close System)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system. 8. Sistem Terbuka (Open System)

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar

(5)

atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

2.1.4. Pengertian Informasi

Menurut Gordon B. Davis mengemukakan bahwa “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang” (Hutahaean, 2015).

Informasi dapat dikatakan bahwa informasi adalah data yang diolah sehingga mempunyai nilai nyata yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan.

Menurut Kadir mengemukakan bahwa “Informasi merupakan data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut” (Hermawan, Hidayat, & Utomo, 2016).

Penulis menyimpulkan dari beberapa pengertian tersebut bahwa informasi adalah data yang nyata yang telah diproses menjadi bentuk penting dan mempunyai nilai sehingga data tersebut dapat dipakai sebagai pengetahuan yang dibutuhkan dalam sebuah keputusan-keputusan sekarang maupun yang akan datang.

2.1.5. Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto menjelaskan bahwa “Sistem informasi sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasasi, dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” (Hermawan et al., 2016).

(6)

Menurut James A. Hall mengemukakan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai” (Fauzi, 2017).

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block) yaitu (Fauzi, 2017):

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media yang digunakan untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang sudah diinginkan. 3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technologi Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian diri secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari unsur utama:

a. Teknisi (human ware atau brain ware) b. Perangkat Lunak (software)

(7)

5. Blok Basis Data (Database Block)

Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (Control Block)

Banyak faktor yang dapat merusak sistem informasi, misalnya bencana alam, api, temperatur tinggi, air, debu, kecurangan-kecurangan, kejanggalan sistem itu sendiri, kesalahan-kesalahan ketidakefisienan, sabotase dan sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut penulis menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai komponen-komponen yang saling bersatu untuk mencapai suatu tujuan yakni menyediakan sebuah informasi yang telah diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai yang membutuhkan.

2.1.6. Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Mardi menjelaskan bahwa “Sistem Informasi Akuntansi dapat diartikan sebagai kegiatan yang berintegrasi yang menghasilkan laporan dibentuk data transaksi bisnis yang diolah dan disajikan sehingga menjadi sebuah laporan keuangan yang memiliki arti bagi pihak yang membutuhkannya” (Nurahman, H, & Agustina, 2018).

(8)

Kegiatan yang berintegrasi tersebut dapat dikatakan kegiatan yang melalukan pembaruan teradap sistem yang kemudian bersatu untuk menjadi kesatuan untuk menghasilkan sebuah tujuan tertentu.

Menurut (Nafiudin, 2019) mengemukakan bahwa “Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan”.

Penulis megambil kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari transaksi, dan mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan.

2.1.7. Pengertian Akuntansi

Menurut Priyati menjelaskan bahwa “Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian secara sistematis dari transaksi-transaksi keuangan suatu badan usaha, beserta penafsiran terhadap hasilnya” (Nurahman et al., 2018).

Hasil yang didapatkan berupa pelaporan dan hasil dari transaksi-transaksi yang akan dibuat untuk pembuatan laporan akuntansinya.

Menurut American Institute of Certified Public Accounting atau AICPA mengemukakan bahwa “Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan

(9)

kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya” (Naim & Asma, 2019).

Berdasarkan pengertian akuntansi secara umum penulis menyimpulkan bahwa akuntansi adalah proses pencatatan atau penyajian secara sistematis dari transaksi-transaksi di dalam sistem bisnis yang membahas tentang keuangan dan bagaimana uang itu masuk dan digunakan serta menafsirkan hasil dari transaksi-transaksi tersebut. 2.1.8. Siklus Akuntansi

Menurut Soemarso mengatakan bahwa “Siklus akuntansi adalah tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan” (Hidayati, 2015).

Menurut Rudianto tahapan-tahapan dalam penerapan siklus akuntansi (Hidayati, 2015) tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tahap Pencatatan

a. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi Bukti transaksi yang dijadikan dasar seperti: faktur, nota penjualan, invoice, dan lain-lain.

b. Pencatatan dalam jurnal

Jurnal adalah aktivitas meringkas dan mencatat transaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar. Tempat untuk mencatat dan meringkas transaksi tersebut disebut dengan buku jurnal.

c. Pemindah bukuan (posting) ke buku besar (pengelompokan)

Posting adalah aktivitas memindahkan catatan di buku jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan jenis transaksi dan nama perkiraan masing-masing. Sedangkan buku besar adalah kumpulan dari semua akun/perkiraan yang

(10)

dimiliki suatu perusaan yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan merupakan suatu kesatuan.

2. Tahap pengihktisaran (Peringkasan) a. Pembuatan Neraca Saldo

b. Pembuatan Neraca Lajur dan jurnal Penyesuaian c. Penyusuan Laporan Keuangan

Penulis dapat menyimpulkan bahwa siklus akuntansi adalah tahapan-tahapan pencatatan secara rinci bagaimana transaksi masuk mulai dari tahap pencatatan dimana ada pembuatan atau penerimaan bukti transaksi, pencatatan dalam jurnal, pemindah bukuan ke buku besar dan kemudian masuk ke tahap pengihktisaran dan sampai ke tahapan penyusuan laporan keuangan.

2.1.9. Pengertian Jurnal

Menurut Warren mengemukakan bahwa “Jurnal atau journal artinya harian, yakni catatan yang dilakukan secara harian. Dengan menggunakan aturan debet kredit, transaksi pertama masuk dalam catatan yang disebut jurnal” (Sochib, 2018).

Menurut Haryano menyatakan bahwa “Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang di lakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing” (Sochib, 2018).

Menurut (Astuty, 2015) jurnal yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ada dua macam, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.

(11)

1. Jurnal Umum

Jurnal umum merupakan media/buku yang digunakan untuk mencatat semua transksi yang terjadi selama satu periode waktu tertentu (satu bulan) tanpa membedakan jenis transaksi.

2. Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi sejenis. Misalanya untuk transaksi pembelian dengan kredit akan dicatat dalam jurnal pembelian. Jurnal khusus ini terdiri dari: jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas. Adapun bentuk dari masing-masing jurnal tersebut adalah:

a. Jurnal Pembelian adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagangan maupun pembelian aktiva lainnya secara kredit (memungkinkan pembelian tunai juga dapat dicatat dalam jurnal ini).

b. Jurnal Penjualan adalah jurnal yang khusus diguanakan untuk mencatat penjualan barang dagangan secara kredit (memungkinkan pembelian tunai juga dapat dicatat dalam jurnal ini).

c. Jurnal Penerimaan Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terkait dengan penerimaan kas baik berupa uang, cek atau bilyet giro. Transaksi yang berkaitan dengan jurnal ini antara lain: penerimaan dari pelunasan / pembayaran, penjualan barang dagangan, dan penerimaan pendapatan lain-lain.

d. Jurnal Pengeluaran Kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang diterbitkan atau pembayaran melalui kas, cek atau bilyet giro. Transaksi yang terkait dengan jurnal pengeluaran kas ini di pembelian

(12)

pembelian barang dagangan dengan uang tunai, pembayaran utang, pembelian barang lain dengan uang tunai, pembayaran uang tunai, uang pembelian oleh pemilik (prive).

Karena itu, jurnal mempunyai fungsi sebagai catatan saat transaksi keuangan terjadi. Jurnal merupakan media pencatatan pertama kali terhadap dokumen transaksi atau bukti-bukti pembukuan secara kronologis (urut waktu).

Kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis bahwa pengertian jurnal merupakan pencatatan pertama bukti transaksi keuangan secara kronologis dengan mendebet dan mengkredit suatu akun dengan nilai transaksisnya.

2.1.10. Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Harahap mengemukakan bahwa “Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dari hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu” (Pujiyanti, 2015).

Menurut Harahap mengemukakan bahwa “Laporan keuangan merupakan output dan hasil akhir dari proses akuntansi” (Hidayati, 2015).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan oleh penulis bahwa laporan keuangan adalah laporan keluaran hasil akhir dari transaksi-transaksi akuntansi yang terjadi pada jangka waktu tertentu untuk kemudian dipakai sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan.

2.1.11. Pengertian Pendapatan

PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 23 tentang pendapatan sebagaimana diketahui dalam paragraf 07 disebutkan “Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomik yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu

(13)

periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan entitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.

Arus masuk bruto sendiri adalah pengahasilan yang masuk yang didapatkan tanpa penanamban modal atau penghasilan yang didapatkan dari pelanggan ataupun yang tidak terikat dengan modal.

Menurut Nordiawan mengemukakan bahwa “Pendapatan dapat didefinisikan sebagai penjualan barang dan penyerahan jasa, serta diukur dengan pembebanan yang dikenakan kepada pelanggan, klien, atau penyewa untuk barang jasa yang disediakan bagi mereka” (Ashari & Rofiudin, 2017).

Dari pengertian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pendapatan adalah kas masuk yang didapatkan dari hasil penjualan barang dan penyerahan jasa, serta diukur dengan pembebanan yang dikenakan kepada pelanggan dari periode tertentu yang kemudian menjadi sebuah kenaikan entitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

2.1.12. Basis Data (Database)

Menurut (Tristianto, 2018) mengemukakan bahwa “Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi”. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang

(14)

tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit. Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis. DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien.

Menurut (Tristianto, 2018) Tujuan utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada user (pengguna). Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya.

Menurut (Tristianto, 2018) Pembagian database menurut jenisnya:

a. Basis data flat-file. Basis data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.

b. Basis data relasional. Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata "relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang berada di basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data

(15)

relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris dan kolom (attribute). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan karena keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi dan proses pencarian informasi yang lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel.

Menurut (Tristianto, 2018) mengemukakan bahwa “MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia”. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomastis.

Menurut (Tristianto, 2018) MySQL juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

a. Portability MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti windows, Linux, FreeBSD, Solaris dan lain-lain.

b. Open Source MySQL didistribusikan secara gratis (open source).

c. Multi User MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.

(16)

d. Performance Tuning MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.

e. Coloumn Types MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti

integer, double, char, text, date dan lain-lain.

f. Command and Function MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam query.

g. Security MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses pengguna dengan sistem perizinan yang mendetail serta password terenkripsi.

h. Scability and Limits MySQL mampu menangani database dalam skala besar, dengan jumlah records lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

i. Connectivity MySQL dapat melakukan koneksi dengan client menggunakan protokol TCP/IP, Unix socket (UNIX) atau Named Pipes (NT).

j. Localisation MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada client dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk didalamnya.

k. Interface MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemograman dengan menggunakan fungsi API (Aplication

Programming Interface).

l. Clients and Tools MySQL dilengkapi dengan berbagai alat-alat yang dapat digunakan untuk administrasi basis data dan pada setiap tool yang ada disertakan petunjuk online.

(17)

m. Struktur Tabel MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PosgreeSQL ataupun Oracle.

Menurut (Tristianto, 2018) kelemahan MySQL adalah feature-creep artinya MySQL berusaha kompatibel dengan beberapa standar serta berusaha memenuhinya namun jika itu diungkapkan kenyataannya bahwa fitur-fitur tersebut belum lengkap dan belum berperilaku sesuai standar. Contoh fitur SUBSELECT (nesting SELECT dalam SELECT) yang tidak optimal dan sering salah parsing query SQL dan jalan keluarnya dengan memecah menjadi beberapa query.

Penulis mengambil kesimpulan bahwa basis data adalah sekumpulan data yang saling terkait yang bisa mencari secara menyeluruh agar mempermudah aktivitas untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

2.1.13. Java

Menurut Sun mengemukakan bahwa “Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada computer standalone ataupun pada lingkungan jaringan” (Haqi, 2019).

Menurut (Barri, Lumenta, & Wowor, 2015) mengemukakan bahwa “Java adalah bahasa pemrograman yang multi platform dan multi device”.

Yang dimaksud multi platfrom dan multi device adalah sekali anda menuliskan sebuah program dengan menggunakkan java, anda dapat menjalankan hampir di semua komputer dan perangkat lain yang mendukung java, dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan sama sekali dalam kodenya.

(18)

Kita lebih menyukai java sebagai sebuah teknologi dibanding hanya sebuah bahasa pemrograman, karena java lebih lengkap dibandingkan sebuah bahasa pemrograman konvensional. Teknologi Java memiliki tiga komponen penting (Haqi, 2019) yaitu:

1. Java Development Kit

Java Development Kit merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk

melakukan proses kompilasi dari kode Java menjadi bytecode yang dapat dimengerti dan dapat dijalankan oleh Java Runtime Environtment. Java

Development Kit wajib terpasang pada komputer yang akan melakukan proses

pembuatan aplikasi berbasis Java. 2. Java Runtime Environtment

Java Runtime Environtment merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk

menjalankan aplikasi yang dibangun menggunakan java. 3. NetBeans IDE

NetBeans IDE merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun

perangkat lunak yang lain.

Penulis dapat menyimpulkan bahwa java adalah bahasa pemrograman atau nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak. 2.1.14. Waterfall

Menurut (Tristianto, 2018) mengemukakan bahwa “Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian”.

(19)

Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang runtut: requirement (analisis kebutuhan), desain sistem (system design), Coding &

Testing, Penerapan Program, pemeliharaan sebagai berikut:

1. Requirement (analisis kebutuhan)

Dalam langakah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem. Pengumpulan data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur. Seseorang sistem analisis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari pengguna sehingga akan tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh pengguna tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan pengguna dalam pembuatan sistem. Dokumen inilah yang akan menjadi acuan sistem analisis untuk menterjemahkan kedalam bahasa pemrograman.

2. Desain System (design sistem)

Proses desain akan menterjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat koding. Proses ini berfokus pada : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

3. Coding & Testing (penulisan sinkode program/implementasi)

Coding merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh

komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh pengguna. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan

(20)

dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.

4. Penerapan atau Pengujian Program (Integration & Testing) Tahapan ini bisa dikatakan akhir dalam pembuatan sebuah sistem. Setelah melakukan analisa, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadikan digunakan oleh pengguna.

5. Pemeliharaan (Operation & Maintenance) Perangkat lunak yang susah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Menurut (Tristianto, 2018) keuntungan menggunakan metode waterfall sebagai berikut:

a. Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu. b. Dokumen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.

Menurut (Tristianto, 2018) kelemahan menggunakan metode waterfall sebagai berikut:

a. Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.

(21)

b. Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal pengembangan.

c. Pengguna sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidakpastian pada saat awal pengembangan.

Penulis dapat diambil kesimpulan bahwa waterfall adalah proses pengembangan perangkat lunak secara berurutan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2.2. Peralatan Pendukung (Tool System) 2.2.1. UML (Unified Modeling Language)

Menurut Windu dan Grace mengemukakan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membanngun perangkat lunak, UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem” (Suendri, 2018).

UML juga merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem.

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin mengemukakan bahwa “UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung” (Nurahman et al., 2018).

Penulis menyimpulkan bahwa UML adalah bahasa visual untuk pemodelan untuk membangun perangkat lunak dan juga untuk mendukung pengembangan sistem menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.

(22)

Alat yang digunakan dalam perancangan berorientasi objek berbasiskan UML adalah sebagai berikut:

1. Diagram Use Case (Use Case Diagram)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin mengemukakan bahwa “Use case

diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi

yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat” (Nurahman et al., 2018)

Dapat disimpulkan oleh penulis bahwa use case diagram adalah pemodelan interaksi antara aktor terhadap sistem yang dibuat. Berikut contoh Use Case Diagram:

Sumber: (Fridayanthie & Aliyandi, 2019)

Gambar II.1

Contoh Use Case Diagram Halaman Manager 2. Diagram Aktivitas (Activity Diagram)

Menurut Suendri mengemukakan bahwa “Diagram aktivitas menunjukkan aktivitas sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi, bagaimana masing-masing aksi tersebut dimulai, keputusan yang mungkin terjadi hingga berakhirnya aksi. Activity

uc Contoh Use Case Halaman Manager

Manager

Login Melihat data master Costumer

Melihat info agenda kegiatan Keberangkatan

Melihat info agenda kegiatan Kepulangan Melihat Laporan Pendapatan Melihat About Logout Laporan Perhari Laporan Per Costumer Laporan Perperiode Laporan Keseluruhan Tampilkan Form Cetak «extend» «extend» «include» «include» «include» «extend» «include» «include» «include» «extend» «extend» «include» «include» «extend» «include»

(23)

diagram juga dapat menggambarkan proses lebih dari satu aksi salam waktu

bersamaan” (Suendri, 2018).

Menurut Haviluddin mengemukakan bahwa “Diagram aktivitas adalah aktifitas-aktifitas, objek, keadaan, transisi keadaan dan peristiwa. Dengan kata lain kegiatan diagram alur kerja menggambarkan perilaku sistem untuk aktivitas” (Suendri, 2018).

Dapat disimpulkan oleh penulis bahwa activity diagram adalah pemodelan aktivitas sistem yang berinteraksi terhadapat aktor. Berikut contoh Activity Diagram:

Sumber: (Nurahman et al., 2018)

Gambar II.2

Contoh Activity Diagram Submenu Transaksi Rincian Pembayaran

act Contoh Activity Diagram Submenu Transaksi Pembayaran

Sistem Bagian Administrasi

Mengklik Menu Transaksi Rincian Pembayaran

Menampilkan Form Input Rincian Pembayaran

Tambah Cari

Kode RP, Tanggal, Kode Pasien, Total, Pembayaran, Kode KO

Menampilkan Kode RP yang benar dan sudah

terdaftar

Menampilkan data sesuai pencarian Menampilkan field

yang akan diubah

Ubah Hapus

Simpan Batal

Simpan Batal

Keluar dari form submenu Transaksi Rincian

Pembayaran

(24)

3. Diagram Kelas (Class Diagram)

Menurut (Hendini, 2016) mengemukakan bahwa “Diagram Kelas merupakan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model desain dari suatu sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab entitas yang menentukan perilaku sistem”.

Penulis dapat menyimpulkan bahwa Diagram Kelas (Class Diagram) adalah hubungan antar kelas dengan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model desain dari suatu sistem yang telah dibuat untuk mengetahui atribut-atribut dan operasi-operasi dari sebuah kelas yang berhubungan dengan objek yang dikoneksikan. Berikut Contoh Class Diagram:

Sumber: (Ariyati, 2016)

Gambar II.3 Contoh Class Diagram

4. Sequence Diagram

Menurut Haviluddin mengemukakan bahwa “Secara mudahnya sequence

(25)

secara logis yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use

case diagram” (Suendri, 2018).

Penulis dapat menyimpulkan bahwa Sequence Diagram adalah perilaku atau gambaran tahap demi tahap dari objek yang dikirimkan dan diterima antar objek pada use case diagram. Berikut contoh Sequence Diagram:

Sumber: (Ariyati, 2016)

Gambar II.4

Contoh Sequence Diagram Data Member

5. Component Diagram

Menurut Yurinda mengemukakan bahwa “Component Diagram

menggambarkan modul software yang bersama-sama membangun sistem, komponen-komponen dipetakkan ke masing-masing class sesuai dengan bahasa untuk implementasi dan source code-nya” (Yurindra, 2017).

sd Contoh Sequence Diagram Daftar Member

Ca lon Member Form Member Baru CTRL_Form Member Member Admin Tambah()

Simpan Data Member() Input tempat kerja()

Input alamat kerja() Input no KTP()

Batal Data Member() Input alamat member()

Simpan()

Input password member()

Batal()

Input email member()

Input telepon kerja() Open()

Batal Data Member() Simpan Data Member()

Input nama member()

Batal() Simpan() Input telepon member()

(26)

Menurut (Yurindra, 2017) tujuan dari komponen diagram adalah: a. Memvisualisasikan komponen dari suatu sistem.

b. Membangun file-file yang dapat dieksekusi dengan menggunakan teknik

forrward dan reverse engineering.

c. Diagram komponen ini sangat penting karena jika diagram komponen dilewatkan maka aplikasi tidak dapat dilaksanakan secara efisien. Diagram komponen yang dipersiapkan dengan baik juga sangat penting untuk aspek-aspek lain dalam aplikasi misalnya kinerja (performance), perawatan (maintenace) dan lain-lain.

Penulis menyimpulkan bahwa Component Diagram adalah diagram yang menggambarkan struktur fisik dari sebuah sistem dan digunakan untuk mengilustrasikan bagaimana kode program dibagi menjadi beberapa komponen, dan mendeksripsikan hubungan antar komponen. Berikut contoh Component Diagram:

Sumber: (Fridayanthie & Aliyandi, 2019)

Gambar II.5

Contoh Component Diagram

cmp Contoh Component Diagram

ProntPage Application

Database

Java script

Ca sca cling Style Street

XAMPP Server

MySQL Database

(27)

6. Deployment Diagram

Menurut Sukamto dan M. mengemukakan bahwa “Deployment Diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi” (Nurahman et al., 2018).

Eksekusi aplikasi itu sendiri adalah pelaksanaan pengambilan keputusan pada aplikasi yang akan dijalankan sesuai dengan komponen-komponennya.

Penulis menyimpulkan bahwa Deployment Diagram adalah diagram yang menggambarkan detail bagaimana komponen disusun untuk menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Berikut contoh Deployment Diagram:

Sumber: (Nurahman et al., 2018)

Gambar II.6

Contoh Deployment Diagram Aplikasi Akuntansi Pendapatan Jasa

2.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin mengemukakan bahwa “ERD (Entity

(28)

matematika dan ERD digunakan untuk pemodelan basis data relasional” (Nurahman et al., 2018).

Basis data relasional disini adalah basis data yang memberikan gambaran atau bagaimana urutan yang menjelaskan tentang hubungan antar tabel bisa dilakuan di dalam sebuah database atau basis data.

Menurut Faizal dan Putri mengemukakan bahwa “ERD (Entity Relationship

Diagram) merupakan sebuah teknik untuk menggambarkan informasi yang

dibutuhkan dalam sistem, dan hubungan antara data-data tersebut” (Faizal & Putri, 2017).

Penulis menyimpulkan bahwa ERD (Entity Relationship Diagram) adalah pemodelan yang menggambarkan informasi yang dibutuhkan untuk pemodelan basis data relasional. Berikut contoh Entity Relationship Diagram:

Sumber: (Nurahman et al., 2018)

Gambar II.7

(29)

2.2.3. LRS (Logical Relational Structure)

Menurut Junaidi mengatakan bahwa “LRS (Logical record structure ) merupakan hasil dari pemodelan ER (Entity Relationship) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan- hubungan antar entitas” (Nurmalasari & Wahyu, 2019).

Penulis dapat menyimpulkan bahwa LRS (Logical Record Structure) merupakan hasil dari struktur pemodelan record-record pada tabel-tabel. Berikut contoh Logical Relational Structure:

Sumber: (Nurahman et al., 2018)

Gambar II.8

Contoh Logical Relational Structure 2.2.4. User Interface

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin mengemukakan bahwa “User interface sangat mirip dengan kelas, tapi tanpa atribut kelas dan memiliki metode yang dideklarasikan tanpa isi” (Nurahman et al., 2018).

(30)

Penulis menyimpulkan bahwa User Interface adalah tampilan pertama dalam suatu perangkat lunak untuk pengguna, User Interface ini merupakan bagian yang penting dalam sebuah sistem atau aplikasi.

2.2.5. Blackbox Testing

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin menjelaskan bahwa “Blackbox Testing (pengujian kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan” (Nurahman et al., 2018).

Tabel II.1

Contoh Blackbox Testing Rincian Pembayaran

(31)

Menurut (Tristianto, 2018) Salah satu tipe pengujian Blackbox yang sering digunakan adalah fungtional testing. Functional testing memastikan bahwa fungsi yang ditentukan dalam spesifikasi persyaratan dapat bekerja.

Hal yang diuji pada functional testing yaitu: a. Stress testing

Pengujian dilakukan untuk mengevalusi sistem atau komponen yang melampaui batas-batas spesifikasi atau persyaratan.

b. Performance testing

Pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi kepatuhan sistem atau komponen dengan persyaratan kinerja yang ditentukan.

c. Usability testing

Pengujian yang dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana pengguna dapat belajar mengoperasikan sistem, menyiapkan input dan penginterprestasikan output dari suatu sistem atau komponen. Sementara stress testing dan

usability testing dapat dan sering dilakukan oleh spesialis interaksi

manusia-komputer yang mengamati manusia berinterkasi dengan sistem.

Penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa Blackbox Testing adalah sebuah pengujian yang dilakukan pada perangkat lunak yang telah dibuat dapat berjalan sesuai spesifikasi atau ketentuan yang dibutuhkan atau tidak dengan kata lain prangkat lunak bisa berjalan lancar atau ada hambatan atau salah (error).

Gambar

Gambar II.1
diagram  juga  dapat  menggambarkan  proses  lebih  dari  satu  aksi  salam  waktu  bersamaan” (Suendri, 2018)
Gambar II.3  Contoh Class Diagram  4.  Sequence Diagram
Gambar II.4
+6

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan bahan ajar yang berbasis integrasi Islam dengan hasil produk media cetak buku ajar pada pembelajaran tematik tema 3 subtema 2

Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi persediaan bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian kembali apabila persediaan telah mencapai titik minimum persediaan yang

Peneliti meminta kelompok | Peneliti meminta kelompok tersebut tersebut untuk mengerjakan | untuk mengerjakan persoalan yang persoalan yang diberikan | diberikan

Respon yang selayaknya diberikan Dicky adalah berterima kasih atas pujian itu.Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan di atas dapat dilihat dari pilihan jawaban yang

Selain hambatan dalam komunikasi ketua dengan pengurus, hambatan komunikasi juga terjadi kepada para kader diantaranya adalah kurangnya waktu PC IPPNU untuk

berbahasa (language behavior) yang disepakati oleh komunitas pemakai bahasa tertentu dalam rangka saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain. Misal kesopanan

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti temukan di Sekolah Luar Biasa Negeri Tolitoli tingkat Sekolah Dasar kelas 6 bahwa : (1) Keterampilan membuka dan menurtup pelajaran

118 / 1996 yang diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi dan Subdin Dikdas dibandingkan dengan informasi yang sama yang diperoleh