• Tidak ada hasil yang ditemukan

POPULASI DAN SAMPEL. Metodologi Penelitian Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POPULASI DAN SAMPEL. Metodologi Penelitian Pendidikan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

POPULASI DAN

POPULASI DAN

SAMPEL

SAMPEL

Metodologi Penelitian Pendidikan

Metodologi Penelitian Pendidikan

(2)

Alasan menggunakan

Alasan menggunakan

sampel:

sampel:

Populasi demikian banyaknya sehingga dalamprakteknya Populasi demikian banyaknya sehingga dalamprakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti;

tidak mungkin seluruh elemen diteliti;

keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti

manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti

sebagian dari elemen penelitian;

sebagian dari elemen penelitian;

Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada populasi– misalnya, karena

bisa lebih reliabel daripada populasi– misalnya, karena

elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan

elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan

kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga

kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga

banyak terjadi kekeliruan. (UmaSekaran, 1992);

banyak terjadi kekeliruan. (UmaSekaran, 1992);

Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya

elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya

untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk

(3)

Pengertian-pengertian:

Pengertian-pengertian:

Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin

atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin

diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk

diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk

tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen

tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen

produk tersebut.

produk tersebut.

Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap

populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap

laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen

laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen

penelitian.

penelitian.

Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagaisampel.

(4)

Syarat sampel yang

Syarat sampel yang

baik

baik

Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias” Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias”

(kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit (kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalams ampel, makin akurat tingkat kekeliruan yang ada dalams ampel, makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan adalah populasi.

adalah populasi.

Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi,

sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).

populasi (Nan Lin, 1976).

Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita

dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara

baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya.

(5)

UkuranSampel

UkuranSampel

Pertimbangan-pertimbangannya: Pertimbangan-pertimbangannya: derajatkeseragaman, derajatkeseragaman, rencanaanalisis,rencanaanalisis,biaya, biaya, waktu, waktu,

dan tenaga yang tersedia. (Singarimbun dan Effendy, 1989). dan tenaga yang tersedia. (Singarimbun dan Effendy, 1989).

Batasan jumlah minimial:Batasan jumlah minimial:

Penelitian deskriptif : 10% dari populasi, Penelitian deskriptif : 10% dari populasi,

Penelitian korelasional : 30 elemen populasi,Penelitian korelasional : 30 elemen populasi,

Penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok,Penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok,

Penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay danDiehl, Penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay danDiehl, 1992).

(6)

Roscoe (1975) dalamUmaSekaran(1992) Roscoe (1975) dalamUmaSekaran(1992)

memberikanpedomanpenentuanjumlahsampel: memberikanpedomanpenentuanjumlahsampel:

..Sebaiknyaukuransampeldiantara30 s/d500 elemen..Sebaiknyaukuransampeldiantara30 s/d500 elemen

 ..Jikasampeldipecahlagikedalamsubsampel(laki/perempuan, SD?..Jikasampeldipecahlagikedalamsubsampel(laki/perempuan, SD? SLTP/SMU,

SLTP/SMU,

dsb), jumlahminimum subsampelharus30dsb), jumlahminimum subsampelharus30

..Padapenelitianmultivariate (termasukanalisisregresimultivariate) ..Padapenelitianmultivariate (termasukanalisisregresimultivariate)

ukuransampelharusbeberapakali lebihbesar(10 kali) ukuransampelharusbeberapakali lebihbesar(10 kali) darijumlahvariable yang akandianalisis.

darijumlahvariable yang akandianalisis.

..Untukpenelitianeksperimenyang ..Untukpenelitianeksperimenyang

sederhana, denganpengendalianyang ketat, sederhana, denganpengendalianyang ketat, ukuransampelbisaantara10 s/d20 elemen.ukuransampelbisaantara10 s/d20 elemen.

(7)

Teknik Pengambilan

Teknik Pengambilan

Sampel

Sampel

Random sampling / probability sampling adalah cara Random sampling / probability sampling adalah cara

pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang

pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang

sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.

sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.

Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan

dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut

mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi

sampel. sampel.

Nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap Nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama

elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama

untuk dijadikan sampel

(8)

Teknik Pengambilan

Teknik Pengambilan

Sampel

Sampel

Teknik sampling ada sampel acak (random sampling):Teknik sampling ada sampel acak (random sampling):

simple random sampling, simple random sampling, stratified random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, cluster sampling,

systematic sampling, systematic sampling, dan area sampling. dan area sampling.

Teknik sampling pada nonprobability sampling: Teknik sampling pada nonprobability sampling:

convenience sampling, convenience sampling, purposive sampling, purposive sampling, quota sampling, quota sampling,

(9)

Langkah-langkah Simple

Langkah-langkah Simple

Random Sampling

Random Sampling

atau Sampel Acak Sederhana

atau Sampel Acak Sederhana

Susun“sampling frame”

Susun“sampling frame”

Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil

Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil

Tentukan alat pemilihan sampel

Tentukan alat pemilihan sampel

(10)

Langkah-langkah Stratified

Langkah-langkah Stratified

Random Sampling

Random Sampling

Siapkan “sampling frame”Siapkan “sampling frame”

Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki

dikehendaki

Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratumTentukan jumlah sampel dalam setiap stratum

Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. Karena unsur Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. Karena unsur populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas

populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas

tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian

tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian

tujuan penelitian

(11)

Langkah-langkah Cluster

Langkah-langkah Cluster

Sampling

Sampling

Susun sampling frame berdasarkan gugusSusun sampling frame berdasarkan gugus

Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampelTentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampelPilih gugus sebagai sampel dengan cara acakPilih gugus sebagai sampel dengan cara acak

(12)

Langkah-langkah Systematic

Langkah-langkah Systematic

Sampling

Sampling

Susun sampling frameSusun sampling frame

Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambilTetapkan jumlah sampel yang ingin diambilTentukan K (kelas interval)Tentukan K (kelas interval)

Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval tersebut secara acak atau random –biasanya melalui cara

tersebut secara acak atau random –biasanya melalui cara

undian saja.

undian saja.

Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih.

awal yang terpilih.

Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval berikutnya

(13)

Langkah-langkah Area Sampling

Langkah-langkah Area Sampling

Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah (JawaBarat) – Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa.

(JawaBarat) – Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa.

Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten?, Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten?, Kotamadya?, Kecamatan?, Desa?)

Kotamadya?, Kecamatan?, Desa?)

Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya.

penelitiannya.

Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random.

acak atau random.

Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya, bagi lagi wilayah yang terpilih ke

harus diambil datanya, bagi lagi wilayah yang terpilih ke

dalam sub wilayah.

(14)

Convenience Sampling

Convenience Sampling

Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut.

tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut.

Beberapa penulis menggunakan istilah Beberapa penulis menggunakan istilah accidental accidental

sampling

sampling – tidak disengaja – atau juga – tidak disengaja – atau juga captive samplecaptive sample (man-on-the-street)

(man-on-the-street)

Jenis sampel ini baik jika dimanfaatkan untuk penelitian Jenis sampel ini baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan

penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan

yang sampelnya diambil secara acak (

(15)

Purposive Sampling

Purposive Sampling

sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.

sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.

Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena

Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena

peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut

peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut

memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya

(16)

Snowball Sampling

Snowball Sampling

Dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi Dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya.

penelitiannya.

Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel.

penilaiannya bisa dijadikan sampel.

Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia

minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain

minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain

yang kira-kira bisa dijadikan sampel

Referensi

Dokumen terkait

(2010) menyatakan penggunaan giberelin pada kurma dapat meningkatkan bobot dan jumlah buah pada tandan buah, meningkatkan panjang dan diameter buah, dan menurunkan

a) Buku karangan Muhammad Hasyim dan Muhammad Sholeh yang berjudul “Potret dan Teladan Syaikhina KH. Abdullah Faqih” yang dicetak pertama kali oleh Kakilangit Book tahun

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana dampak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) dalam pengembangan prasarana sosial dasar

Tidaklah diharapkan dari Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as (yang telah diutus di zaman akhir agar manusia mengenal Allah dan juga saling menghormati dan menghargai

Di dalamnya tercakup upaya membangun pengetahuan, kesadaran, serta aspek bisnis komunitas dalam bingkai industri kreatif bidang media. Inilah peran baru AJI sebagai

Tidak berkelebihan untuk mengatakan, — kalau ada pengkhianatan dalam sejarah Republik Indonesia, maka, tindakan perebutan kekuasaan negara oleh Jendral Suharto dengan

Namun jika kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) makna sabar memiliki konsep yang cukup serupa dengan teori sabar yang dihasilkan dari kajian tafsir

RINCIAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA TIDAK LANGSUNG SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. KODE REKENING URAIAN JUMLAH (Rp) RINCIAN PERHITUNGAN Satuan Harga Satuan Volume 1 2 3 4 5