POPULASI DAN
POPULASI DAN
SAMPEL
SAMPEL
Metodologi Penelitian Pendidikan
Metodologi Penelitian Pendidikan
Alasan menggunakan
Alasan menggunakan
sampel:
sampel:
Populasi demikian banyaknya sehingga dalamprakteknya Populasi demikian banyaknya sehingga dalamprakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti;
tidak mungkin seluruh elemen diteliti;
keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti
manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti
sebagian dari elemen penelitian;
sebagian dari elemen penelitian;
Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada populasi– misalnya, karena
bisa lebih reliabel daripada populasi– misalnya, karena
elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan
elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan
kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga
kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga
banyak terjadi kekeliruan. (UmaSekaran, 1992);
banyak terjadi kekeliruan. (UmaSekaran, 1992);
Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya
elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya
untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk
Pengertian-pengertian:
Pengertian-pengertian:
Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, Populasi atau universe adalah sekelompok orang, kejadian, atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin
atau benda, yang dijadikan obyek penelitian. Jika yang ingin
diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk
diteliti adalah sikap konsumen terhadap satu produk
tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen
tertentu, maka populasinya adalah seluruh konsumen
produk tersebut.
produk tersebut.
Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam Elemen/unsur adalah setiap satuan populasi. Kalau dalam populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap
populasi terdapat 30 laporan keuangan, maka setiap
laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen
laporan keuangan tersebut adalah unsur atau elemen
penelitian.
penelitian.
Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagaisampel.
Syarat sampel yang
Syarat sampel yang
baik
baik
Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias” Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan “bias”
(kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit (kekeliruan) dalam sample. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalams ampel, makin akurat tingkat kekeliruan yang ada dalams ampel, makin akurat sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan sampel tersebut. Tolok ukur adanya “bias” atau kekeliruan adalah populasi.
adalah populasi.
Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi,
sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).
populasi (Nan Lin, 1976).
Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita
dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara
baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya.
UkuranSampel
UkuranSampel
Pertimbangan-pertimbangannya: Pertimbangan-pertimbangannya: derajatkeseragaman, derajatkeseragaman, rencanaanalisis,rencanaanalisis, biaya, biaya, waktu, waktu, dan tenaga yang tersedia. (Singarimbun dan Effendy, 1989). dan tenaga yang tersedia. (Singarimbun dan Effendy, 1989).
Batasan jumlah minimial:Batasan jumlah minimial:
Penelitian deskriptif : 10% dari populasi, Penelitian deskriptif : 10% dari populasi,
Penelitian korelasional : 30 elemen populasi,Penelitian korelasional : 30 elemen populasi,
Penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok,Penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok,
Penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay danDiehl, Penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay danDiehl, 1992).
Roscoe (1975) dalamUmaSekaran(1992) Roscoe (1975) dalamUmaSekaran(1992)
memberikanpedomanpenentuanjumlahsampel: memberikanpedomanpenentuanjumlahsampel:
..Sebaiknyaukuransampeldiantara30 s/d500 elemen..Sebaiknyaukuransampeldiantara30 s/d500 elemen
..Jikasampeldipecahlagikedalamsubsampel(laki/perempuan, SD?..Jikasampeldipecahlagikedalamsubsampel(laki/perempuan, SD? SLTP/SMU,
SLTP/SMU,
dsb), jumlahminimum subsampelharus30dsb), jumlahminimum subsampelharus30
..Padapenelitianmultivariate (termasukanalisisregresimultivariate) ..Padapenelitianmultivariate (termasukanalisisregresimultivariate)
ukuransampelharusbeberapakali lebihbesar(10 kali) ukuransampelharusbeberapakali lebihbesar(10 kali) darijumlahvariable yang akandianalisis.
darijumlahvariable yang akandianalisis.
..Untukpenelitianeksperimenyang ..Untukpenelitianeksperimenyang
sederhana, denganpengendalianyang ketat, sederhana, denganpengendalianyang ketat, ukuransampelbisaantara10 s/d20 elemen.ukuransampelbisaantara10 s/d20 elemen.
Teknik Pengambilan
Teknik Pengambilan
Sampel
Sampel
Random sampling / probability sampling adalah cara Random sampling / probability sampling adalah cara
pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang
pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang
sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.
sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi.
Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan Artinya jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan
dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut
mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi
sampel. sampel.
Nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap Nonrandom sampling atau nonprobability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama
elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama
untuk dijadikan sampel
Teknik Pengambilan
Teknik Pengambilan
Sampel
Sampel
Teknik sampling ada sampel acak (random sampling):Teknik sampling ada sampel acak (random sampling):
simple random sampling, simple random sampling, stratified random sampling, stratified random sampling, cluster sampling, cluster sampling,
systematic sampling, systematic sampling, dan area sampling. dan area sampling.
Teknik sampling pada nonprobability sampling: Teknik sampling pada nonprobability sampling:
convenience sampling, convenience sampling, purposive sampling, purposive sampling, quota sampling, quota sampling,
Langkah-langkah Simple
Langkah-langkah Simple
Random Sampling
Random Sampling
atau Sampel Acak Sederhana
atau Sampel Acak Sederhana
Susun“sampling frame”
Susun“sampling frame”
Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
Tentukan alat pemilihan sampel
Tentukan alat pemilihan sampel
Langkah-langkah Stratified
Langkah-langkah Stratified
Random Sampling
Random Sampling
Siapkan “sampling frame”Siapkan “sampling frame”
Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki
dikehendaki
Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratumTentukan jumlah sampel dalam setiap stratum
Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. Karena unsur Pilih sampel dari setiap stratum secara acak. Karena unsur populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas
populasi berkarakteristik heterogen, dan heterogenitas
tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian
tersebut mempunyai arti yang signifikan pada pencapaian
tujuan penelitian
Langkah-langkah Cluster
Langkah-langkah Cluster
Sampling
Sampling
Susun sampling frame berdasarkan gugusSusun sampling frame berdasarkan gugus
Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampelTentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acakPilih gugus sebagai sampel dengan cara acak
Langkah-langkah Systematic
Langkah-langkah Systematic
Sampling
Sampling
Susun sampling frameSusun sampling frame
Tetapkan jumlah sampel yang ingin diambilTetapkan jumlah sampel yang ingin diambil Tentukan K (kelas interval)Tentukan K (kelas interval)
Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval Tentukan angka atau nomor awal diantara kelas interval tersebut secara acak atau random –biasanya melalui cara
tersebut secara acak atau random –biasanya melalui cara
undian saja.
undian saja.
Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor Mulailah mengambil sampel dimulai dari angka atau nomor awal yang terpilih.
awal yang terpilih.
Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval Pilihlah sebagai sampel angka atau nomor interval berikutnya
Langkah-langkah Area Sampling
Langkah-langkah Area Sampling
Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah (JawaBarat) – Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa.
(JawaBarat) – Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa.
Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten?, Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten?, Kotamadya?, Kecamatan?, Desa?)
Kotamadya?, Kecamatan?, Desa?)
Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya.
penelitiannya.
Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random.
acak atau random.
Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya, bagi lagi wilayah yang terpilih ke
harus diambil datanya, bagi lagi wilayah yang terpilih ke
dalam sub wilayah.
Convenience Sampling
Convenience Sampling
Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut.
tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut.
Beberapa penulis menggunakan istilah Beberapa penulis menggunakan istilah accidental accidental
sampling
sampling – tidak disengaja – atau juga – tidak disengaja – atau juga captive samplecaptive sample (man-on-the-street)
(man-on-the-street)
Jenis sampel ini baik jika dimanfaatkan untuk penelitian Jenis sampel ini baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan
penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan
yang sampelnya diambil secara acak (
Purposive Sampling
Purposive Sampling
sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.
sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu.
Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena
Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena
peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut
peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut
memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya
Snowball Sampling
Snowball Sampling
Dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi Dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya.
penelitiannya.
Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel.
penilaiannya bisa dijadikan sampel.
Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia
minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain
minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain
yang kira-kira bisa dijadikan sampel