• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANIS MUSTAGHFIRIN KUSUMA 21020113130120 BAB VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANIS MUSTAGHFIRIN KUSUMA 21020113130120 BAB VI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI

PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG

PERTUNJUKAN DAN GALERI SENI

6.1. Program Dasar Perencanaan 6.1.1. Konsep Arsitektural

Pendekatan arsitektur yang digunakan adalah arsitektur yang ramah lingkungan dan hemat energi. Singkatnya pendekatan arsitektur ini menitik beratkan pada efisiensi penggunaan energi dan dapat bermanfaat untuk lingkungan sikitar. Titik berat ini akan berpengaruh dalam segi arsitekturnya baik fasad, maupun denahnya.

6.1.2. Pelaku Kegiatan dan Aktifitas

Sesuai dengan uraian pada bab sebelumnya, pelaku adalah : 1. Pengunjung

2. Pengelola 3. Seniman 4. Penampil 5. Tentor 6. Siswa Kursus

6.1.3. Sistem Struktur Bangunan

Mengingat bangunan ini adalah bangunan berbentang lebar maka dipilih jenis struktur berbentang lebar, yang baik, cocok dengan lingkungan dan aspek kontekstualnya, untuk referensin struktur bentang lebarnya akan menggunakan konsep dari pierluigi nervi

(2)

6.1.4. Sistem Utilitas Bangunan

Sistem utilitas bangunan menerapkan utilitas pengkondisian udara ( AC ), utilitas transportasi verticalutilitas lampu / penerangan buatan, utilitas air bersih dan kotor, sistem keamanan, dan sistem penanggulangan kebakaran.

6.1.5. Karakter Bentuk Bangunan

Karakter bentuk akan terbentuk dari penerapan arsitektur ramah lingkungan dan hemat energi. Salah satu hasil dari penerapan arsitektur ramah lingkungan dan hemat energi adalah water treatment yang akan digunakan untuk menciptakan hujan buatan yang akan menyiram tanaman yang ada di site maupun fasat bangunan. Selain itu bak penampungan akan dirancang sedemikian rupa agar dapat ditutup dan dijadikan stage dan dapat dinikmati dari open teater.

Gambar 6.2 Fasad dan pemanfaatan Bak Penampungan di Rumah Turi (Dokumen Pribadi)

6.2. Program Dasar Perancangan 6.2.1. Program ruang

Dasar penyusunan program ruang adalah kumpulan dari pendekatan ruang yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, dengan kelengkapan detail dan pengelompokan ruang sebagai berikut.

Tabel 6.1 Program Ruang

No. Kebutuhan Ruang Total Luas (m2) KEGIATAN UTAMA

Gedung Pertunjukan

1 Ruang Pertunjukan 582,6 2 Penunjang Pertunjukan 725

GGaleri Seni 8 Ruang Kerja Anggota Dewan

Pembina

(3)

11 Bendahara + Wakil 14,4 12 Ruang Kerja Anggota Dewan

Pengurus

31,8 13 Ruang Ketua Dewan Pengawas. 15,5 14 Ruang Kerja Anggota Dewan

Pengurus

21 Lavatory Pengunjung Pria 29,26

22 Lavatory Pengunjung Wanita 28,9

23 Lavatory seniman/penampil 9

24 Lavatory pengelola 18,1

25 Mushola 58,6

Parkir Pnngelola 233

Parkir Pengunjung 1002

Ruang Parkir Loading 30

Parkir Seniman/Penampi 45

Sumber : (analisa)

Tabel 6.2 Luas Gedung Gedung Pertunjukan dan Galari Seni Semarang

Gedung Ekshibisi Magelang

Area Luas

Kegiatan utama 4101 m2

Kegiatan Pengelola 295 m2 Kegiatan Penunjang 862 m2

Kegiatan Servis 226 m2

Kegiatan Teknis 64 m2

Area Parkir 2620 m2

Jumlah Luas Bangunan 8168 M2

Sumber : (analisa)

(4)

6.2.2. Tapak Terpilih

Lokasi tapak terpilih sangat strategis karena selain mudah diakses juga memiliki beberapa faktor pendukung seperti dekat dengan banyak permukiman, perdagangan, penginapan dan perkantoran. Dekat dengan bangunan publik, dan berada di kawasan permukiman kepadatan yang cukup tinggi. Sehingga diharapkan Gedung Pertunjukan dan Galeri Seni ini dapat memfasilitasi peminat dan penikmatnya di sekitarnya, terutama pula se-kota Semarang.

Sedangkan untuk ketentuan-ketentuan mengenai peraturan bangunan setempat digunakan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Semarang yaitu sebagai berikut :

a. Tata Guna Lahan : Sebagai kawasan Permukiman, Perdagangan dan Jasa, Pelayanan, Umum, Pelestarian Kesenian dengan kepadatan cukup tinggi.

b. Luas tapak : 13.000 m2

c. KDB : 60%

d. KLB : 1.8

e. Ketinggian bangunan : 3 lantai

Berlokasi di BWK II, Kecamatan Candisari dan Kecamatan Gajahmungkur dengan batas tapak, sbb:

Utara : Permukiman, perdagangan Selatan : Perdagangan Barat : SPBU Timur : Perdagangan

Gambar 5.13 Lokasi Alternatif Tapak 3

Gambar 6.3 Tapak Terpilih (Google, 2015)

Peruntukan lahan sesuai RTRW ini adalah untuk kegiatan Pendidikan, Pelestarian kesenian dan lokasi strategis menghubungkan pusat kota dengan pinggiran kota. Sedangakan ketentuan bangunannya adalah sebagai berikut :

KDB : Maksimal 60%

(5)

Maka untuk memperoleh detail besar bangunan dan tinggi bangunan, digunanakan peraturan tersebut dengan perhitungan sebagai berikut.

KDB = 13.000 m2 x 60% =7800 m2 KDH = 13.000 m2 x 40% = 5200 m2

TLB= 8168 : 7800 = 1,1 dibulatkan menjadi 2 lantai

Maka desain bangunan Gedung Pertunjukan dan Galeri Seni didesain dengan tinggi 2 lantai / dengan sistem split level, dan dibangun diatas lahan 7800 m2 untuk perkerasan. Serta desain parkir yang sebagian masuk di bawah bangunan atau seluruhnya berada pada bawah bangunan, mengingat koefisien dasar hijau hanya 4800 m2.

Kriteria Pemilihan Tapak :

 Aksesbilitas : terletak di Jalan Gajahmungkur yang memiliki aksesibilitas tinggi dan dilewati kendaraan umum seperti bus dan angkot, juga kendaraan pribadi.

 Tingkat kebisingan : muka tapak terletak di sumber kebisingan yakni kendaraan bermotor dari jalan raya.

 Fisik Tapak : ukuran tapak melebihi kebutuhan ruang yang telah dihitung, bentuk tapak persegi panjang, kontur tapak lebih tinggi terhadap sekitarnya.

 Lingkungan Tapak : fungsi bangunan-bangunan di sekitar tapak adalah permukiman dan perkantoran dan perdagangan.

Gambar

Gambar 6.1 konsep struktur dari pierluigi nervi
Gambar 6.2 Fasad dan pemanfaatan Bak Penampungan di Rumah Turi
Tabel 6.2 Luas Gedung Gedung Pertunjukan dan Galari Seni Semarang
Gambar 5.13 Lokasi Alternatif Tapak 3

Referensi

Dokumen terkait

Pada bangunan ini material yang digunakan yaitu kermaik 40 cm x 40 cm, pasangan bata ½ bata, nama ruangan dan juga ketinggian, jenis material yang digunakan pas struktur

Sistem struktur yang dipilih untuk bangunan Aikido Training Center di Yogyakarta menggunakan rigid frame dengan rangka beton bertulang.. Sistem ini meneruskan gaya

Dari analisa kekurangan dan kelebihan bentuk-bentuk dasar bangunan maka bentuk persegi dipilih karena cocok dengan fungsi hotel yang membuntuhkan perancangan layout ruang

Tapak dipilih juga harus memperhitungkan konteks lingkungan setempat, ketinggian bangunan di sekitar atau skala yang dapat dibandingkan dengan lebar jalan utama tapak, selain

Mengingat kondisi tapak yang berada dekat dengan laut, maka struktur. bawah yang dapat digunakan adalah jenis pondasi tiang

Dari berbagi macam kriteria struktur bentang lebar diatas, maka struktur rangka batang merupakan struktur yang dipilih untuk digunakan dalam perancangan Gelanggang Olahraga

Dengan ketinggian bangunan dua lantai, serta memerlukan bentang yang lebar mengingat fungsi bangunan adalah sebagai ruang pameran dan teater bintang, maka sistem

Untuk mendapatkan penampila bangunan yang sesuai dengan karakter dan image yang cacak dengan ekspresi bangunan maka sistem struktur yang digunakan adalah gabungan