• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PERANCANGAN Perletakan dan orientasi massa bangunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI HASIL PERANCANGAN Perletakan dan orientasi massa bangunan"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

60

BAB VI

HASIL PERANCANGAN

6.1 Penjelasan Rencana tapak

6.1.1 Perletakan dan orientasi massa bangunan

Gambar 21. Siteplan

Peletakan dan orientasi bangunan keseluruhan menghadap ke arah laut atau ke arah Selatan dan Barat Daya dan juga terdapat beberapa bangunan yang menghadap ke arah barat laut sebagai orientasi depan bangunan. Secara keseluruhan bangunan bisa langsung melihat pemandangan laut. Selain itu matahari juga tidak langsung terpancarkan kemata sehingga ketika kerada di area terbuka seperti kolam renang dan juga pantai pengunjung masih dapat menikmatinya. Terutama untuk bangunan yang di gunakan sebagai tempat menginap semua didesain menghadap langung ke arah pantai atau selatan. Di

(2)

61 resort ini dibagi menjadi 2 orientasi berdasarkan analisis perancang yang diantaranya sebagai berikut :

a. Menghadap View Alami

Hal ini diimplementasikan dimana massa bangunan yang langsung menghadap kearah pantai/laut, mengenai hal ini dimana terdapat kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kelebihannya yaitu untuj bangunan yang memiliki orientasi menghadap langsung akan mendapatkan sebuah pemandangan yang sangat bagus atau best view sehingga desain ruang dapat buat lebih terbuka, akan tetapi terdaapat kelemahan, yang mana kelemahannya juga ketika pada malam hari angin laut cenderung lebih kencang dan akan langsung masuk kebangunan jika tidak didesain sebaik mungkin dan sedemikian rupa, oleh karena itu harus dan perlunya diperhatikan dalam membuat bentuk bangunan. Kemudian adapun bangunan yang berorientasikan laut yaitu bangunan café, cottage, bangunan utama, restoran, serta pada ruang serba guna dan hingga kolam renang.

b. Menghadap View Buatan

Pada Orientasi bangunan yang menghadap ke hutan yaitu dimana massa bangunan langsung menghadap ke arah hutan atau pepohonan di area luar resort. Sejatinya hal ini tidak begitu menjadi permasalahan besar akan tetapi untuk beberapa bangunan yang langsung menghadap kea rah hutan ini hanya tidak dapat menikmati pemandangan laut langsung. Oleh karena itu bangunan yang akan diletakkan pada lokasi yang berorientasi seperti ini yaitu seperti bangunan usaha resort, tempat penangkaran kuda, ruang teknisi hingga pos satpam.

(3)

62 6.1.2 Sirkulasi manusia dan kendaraan

Gambar 22. Akses dalam Lahan

Pada perancangan sirkulasi konfigurasi jalur yang digunakan yaitu organik dimana bentuk ini terlihat natural dan lebih alami. Dari gambar di atas juga dapat dijelaskan bahwa perancangan sirkulasi ini di buat organik bertujuan untuk membuat kesan kepada pengunjung agar pengunjung dapat menikmati susana resort. Selain itu terdapat pembagian jalan berdasarkan penggunannya yaitu pengguna kendaraan dan pejalan kaki atau disabiliitas. Yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Jalur Kendaraan

Jalur ini berada di area depan dimana kendaraan hanya dapat lewat di jalur tersebut dan dapat masuk untuk bagian servis pada bagian samping di sebelah barat.

b. Jalur Pejalan Kaki atau Disabilitas

Jalur ini terletah di bagian samping jalan kendaraan dan juga di bagian dalam resort, untuk dibagian dalam jalur

(4)

63 pejalan kaki di buat lebih luar dengan harapan dapat digunakan juga untuk kendaraan khusu untuk mengangkut barang. Serta jalur pejalan kaki di jadikan satu dengan disabilitas karena menerapkan konsep universal desain. c. Jalur Servis

Jalur servis berada di dekat parkiran untuk mempemudah kendaraan berat memindahkan barang dari bangunan utama.

6.1.3 Ruang terbuka hijau

Gambar 23. Analisis Vegetasi

Ruang terbuka hijau yaitu diambil dari konsep utama yaitu organic tropis. Dimana konsep tersebut diaplikasikan pada bentuk jalan, furniture atau properti lanskap serta besaran ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau pada resort ini kurang lebih mencapai 60%, selain itu untuk mempertahankan kondisi eksisting bangunan menyesuaikan dengan kontur yang ada.

konsep lanskap berusaha untuk mempertahankan pepohonan yang ada juga, selain lanskap yang menarik tetapi

(5)

64 juga harus dapat membuat pengunjung nyaman. Maka dari itu pepohonan akan dipertahankan selain untuk menahan panas juga sebagai sirkulasi udara.

6.2 Rancangan Bangunan 6.2.1 Bentuk Bangunan

Gambar 24. Perspektif mata burung bangunan utama

Gambar 25. Perspektif Mata Burung Restoran

Gambar 26. Perspektif Mata Burung Café

Pada dasarnya, bentuk bangunan yang diimplementasikan pada perancangan desain hotel resort ini dibuat dengan pengaplikasian serta penyesuaian terhadap aliran sirkulasi di

(6)

65 dalam tapak yang sudah terbentuk dimana sirkulasi dibuat secara organik sehingga menghasilakn bentuk dinamis dengan banyak lengkungan, begitu juga yang teraplikasi pada bangunan yang tercipta membuat bentuk dasar bangunan menjadi bangunan yang geometris dengan bentuk persegi dan lingkaran.

6.2.2 Tata Letak dan Bentuk Ruang

Gambar 27. Groundplan

Pada penataan letak dan bantuk ruang di dalam tapak, Bangunan utama digunakan sebagai bangunan pemisah aktivtias antara pengunjung yang menginap dengan yang tak menginap. Serta penempatan yang tidak di tepi pantai mengharuskan bangunan tersebut memiliki view buatan dengan perwujudan kolam renang. Sedangkan untuk bangunan café ditempatkan di area depan dengan pembagian dua fungsi ruang di dalamnya sebagai akses untuk menuju ke pantai bagi pengunjung yang tidak menginap. Untuk cottage persis berada di dekat pantai untuk memaksimalkan view dengan konsep ruang in between. Kemudian restoran berada diantara hotel dan cottage untuk memudahkan akses dari dan ke restoran bagi para tamu hotel dan cottage, serta diberi view buatan karena lokasi yang berada di tengah lahan. Dan yang terakhir, bangunan servis diletakkan di bagian belakang serta terluar tapak untuk mempermudah akses serta menjaga kenyamanan dari tamu dan pengunjung.

(7)

66 6. 2.3.Sirkulasi dalam Bangunan

a. Cottage Standart

Gambar 28.Denah Cottage Standar

Bangunan cottage standar memiliki sirkulasi yang tidak langsung masuk ke dalam kamar, tetapi tamu harus melalui pintu gebyok sebagai pembatas area jalan dan area kamar. Selain itu pengunjung juga disajikan dengan tanaman tanaman di taman outdoor yang bersifat privat utuk menuju ke area kamar untuk memberikan pengalaman sensasi ruang yang berbeda. Setelah mendapatkan pengalaman ruang tamu baru dapat masuk kedalam kamar dengan satu tempat tidur, satu kamar mandi dan satu teras.

b. Cottage Suite

Cottage suite juga memiliki konsep sirkulasi yang sama dengan cottage standar dimana tamu harus masuk ke melalui pintu gebyok terlebih dahulu dengan taman, bedanya dengan cottage standar, cottage ini terdapat living room, dapur, kolam renang, kamar mandi, teras dan satu kamar, dan akses menuju pantai.

(8)

67

Gambar 29. Denah Cottage Suite

c. Cottage VIP

Gambar 30. Denah Cottage VIP

Sama halnya dengan dua cottage sebelumnya, cottage vip juga memiliki pintu gebyok, tetapi bedanya bentuk dari bangunan ini yaitu lingkaran sehingga pengalaman ruangan yang akan tamu dapatkan jauh lebih banyak terlebih bangunan vip memiliki dua lantai dengan fasilitas antara lain yaitu kolam renang, kamar mandi, dapur, living room, satu kamar, dan juga balkon, serta akses menuju pantai dan danau.

(9)

68

Gambar 31. Denah Cottage VIP Lt.2

d. Bangunan Utama

Gambar 32. Denah Bangunan Utama Lt.1

Pada bangunan utama terdapat tiga lantai dimana setiap lantainya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk lantai satu pada bangunan utama memiliki fungsi yaitu area kantor dan penyambutan serta hiburan (kolam renang). Dimana pada lantai ini terdapat lobby, ruang-ruang staf, servis, restoran, ruang tunggu, musolah, welcome drink dan juga inner core.

(10)

69

Gambar 33. Denah Bangunan Utama Lt.2

Untuk lantai dua merupakan ini terdapat dua pembagian area yaitu area private dan semi privete dimana pada area ini pengunjung yang dapat naik yaitu pengunjung yang menginap dan member dari sarana olahraga dari hotel resort ini. Dimana ruang-ruang dilantai dua terdapat hotel dengan jenis ruang standar, gym, area santai dan kooridor.

Gambar 34. Denah Bangunan Utama Lt.3

Sedangkan lantai tiga digunakan sebagai ruang multifungsi. Terdapat ballroom dan juga convention hall yang dapat digunakan untuk acara-acara besar seperti pernikahan, acara dinas, dan sebagainya, serta pada bagian yang lainnya terdapat hotel dengan jenis kamar suite. Dengan akses dari kedua bagian tersebut berbeda, sehigga kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

(11)

70 e. Restoran

Gambar 35. Denah Restoran

Untuk sirkulasi pada bangunan restoran dimana terdapat dua akses pengujung dan satu akses untuk pelayan atau chef, sistem restoran ini yaitu perasmanan dimana pengunjung dapat melihat langsung pembuatan makanan yang disajikan, terdapat empat ruang dengan suasana yang berbeda dari setiap posisinya. Terdapat pula jembatan yang menghubungkan ruang satu dengan ruang lainnya untuk memberikan pengalaman ruang.

f. Café

Pada bangunan café terdapat dua fungsi sebagai café dan juga sebagai kolam renang dimana akses untuk pengunjung pantai juga harus melalui café ini. Dimana pada bangunan ini juga terdapat musolah, kamar mandi, ruang bilas, penyimpanan dan café.

(12)

71

Gambar 36. Denah Cafe

g. Gallery

Gambar 37. Denah Gallery

Bangunan gallery memiliki sirkulasi memutar dimana rak disusun agar tamu dapat mutar sehingga setiap bagian yang di sajukan dapat dilihat oleh tamu. Selain itu pada bangunan ini terdapat juga kasir serta toilet.

(13)

72 h. Servis

Gambar 38. Denah Servis

Bangunan servis ini memiliki sirkulasi linier dengan satu koridor untuk memudahkan akses penyimapanan dan pengambilan barang, pada bangunan ini terdapat satu genset, ruang staff, dan ruang penyimpanan serta ruang laundry untuk area resort.

6.2.4 Rancangan Fasad dan Atap

(14)

73 Perancangan fasad pada bangunan utama disesuaikan dengan fungsi dan estetika bangunan, dimana bentuk fasad mengambil bentuk garis berulang serta penambahan vertical garden. Terdapat tiga bentuk secondaryskin dengan pembagian dua menggunakan kayu buatan dan satu vertical garden sebagai unsur yang dapat hidup. Sedangkan untuk fasad dari bangunan yang lain lebih kepada penerapan unsur alam dan warna alam seperti batu dan kayu serta warna coklat dan putih yang dijadikan sebagai elemt pada bangunan.

6.2.5 Sistem Struktur dan Konstruksi a. Cottage Standart

Gambar 40. Potongan Cottage

Sistem struktur pada bangunan cottage standar yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar, Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah, kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

(15)

74

Gambar 41. Potongan Cottage Suite

Sistem struktur pada bangunan cottage suite yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar sama halnya dengan sistem struktur dan kontruksi pada banguan sebelumnya, Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah, kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

c. Cottage VIP

Gambar 42. Potongan Cottage VIP

Sistem struktur pada bangunan cottage vip yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar sama halnya dengan sistem struktur dan kontruksi

(16)

75 pada banguan sebelumnya tetapi pada bangunan ini lebar kolom lebih besar karena memiliki dua lantai bangunan, Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah, kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

d. Bangunan Utama

Gambar 43. Potongan Bangunan Utama

Pada bangunan utama sistem struktur dan kontruksi yang digunakan tidak sederhana karena luas lantai dan bentang bangunan yang lebar, sehingga kontruksi yang digunakan yaitu pada struktur bawah dengan menggunakan tiang pancang, untuk struktur tengah dengan kolom dan balok precast, dan untuk truktur atap yaitu dengan kontruksi baja ringan untuk bagian atas dan beton ferosemen untuk bagian depan dan belakang pada atap yang melengkung.

e. Restoran

Pada bangunan restoran kontruksi yang digunakan secara keseluruhan yaitu kayu dengan sistem struktur rakit dimaka jumlah kayu yang digunakan lebih dari satu untuk setiap kolom dan kuda-kudanya, kuda-kuda disatukan dengan ring baja.

(17)

76

Gambar 44. Potongan Restoran

f. Café

Gambar 45. Potongan Cafe

Sistem struktur pada bangunan café yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar sama halnya dengan sistem struktur dan kontruksi pada banguan lainnya, Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah, kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

(18)

77 g. Gallery

Gambar 46. Potongan Gallery

Sistem struktur pada bangunan gallery yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar sama halnya dengan sistem struktur dan kontruksi pada banguan sebelumnya, Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah, kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

h. Servis

(19)

78 Sistem struktur pada bangunan servis yaitu dengan sistem bangunan sederhana yang memiliki bentang tidak terlalu lebar sama halnya dengan sistem struktur dan kontruksi pada banguan sebelumnya. Adapun pembagiannya sebagai berikut dengan menggunakan kontruksi pondasi batu kali untuk struktur bawah. kontruksi beton bertulang untuk struktur tengah dan kontruksi kayu untuk struktur atap.

6.2.6 Sistem Utilitas

a. Air Kotor dan Air Bersih

Pada perencanaan sistem penyediaan air bersih pada hotel dan resort ini menggunakan dua sumber air baku. Pada sistem supply, air pdam akan bergabung dengan air tanah yang telah diolah menggunakan sistem GWT (groundwater treatment

plant) yang mana kemudian dialirkan dengan pipa arteri untuk

lalu ditampung ditangki penanpungan air yang berada diatas bangunan. Kemudian air akan disalurkan ke setiap kamar dan keran output di seluruh bagian bangunan hotel resort.

b. Pembagian Zonasi Genset

(20)

79 Pada hotel resort ini dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik cadangan yang disitribusikan menjadi empat zona penyediaan. Pada setiap zona akan dilayani dengan pembangkit listrik dengan tenaga bangkit sebesar 50 KVa (50.000 Watt) dan 40 KVa (40.000) . Dimana setiap zona diperkirakan akan membutuhkan listrik sebesar 30 KVa hingga 47 KVa. Pembangkit listrik cadangan ini menggunakan genset jenis

silent untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan hotel resort.

c. Sistem AC

Gambar 49. Sistem AC

(Sumber : https://www.fujitsu-general.com/g-eu/products/multi/8rooms/index.html )

Sistem instalasi penyejuk ruangan dan ventilasi

(Ventilating and Air Conditioning) hotel dan resor ini

menggunakan sistem central ducted unit untuk bangunan café dan bagian lobby pada bangunan hotel. Pemilihan sistem ini dikarenakan untuk mendukung efisiensi penggunaan ruang dan material serta menjaga desain interior dari ruangan tetap terjaga keindahannya. Kemudian untuk ruangan kamar hotel serta

cottage akan digunakan sistem multi split ductless unit dimana

sistem ini memanfaatkan satu unit kondensasi (luar ruangan) dengan lebih dari satu unit evaporasi (dalam ruangan).

(21)

80 Pengimplementasian sistem ini dikarenakan untuk menjaga estetika eksterior bangunan agar tidak terganggu dengan keberadaan unit kondensasi (luar ruangan) dari ac, namun tetap menjaga kenyamanan agar tiap ruangan dapat mengatur suhu yang diinginkan masing masing serta dapat mati dan menyala tidak dalam waktu bersamaan.

d. Sistem Kebakaran

Gambar 50. Sistem Hydrant (Sumber : Pinters, Hydrant system)

Sistem pemadam kebakaran atau yang biasa dikenal dengan nama Hydrant di setiap bangunan di hotel resort ini menggunakan sistem fire hydrant yang ada di beberapa sudut bangunan untuk mempermudah akses penyediaan sumber air dalam keadaan kebakaran. Di setiap Gedung air dialiri dengan pipa Hydrant melalui atap dan di distribusikan ke setiap sudut ruangan termasuk bagian luar ruangan untuk mencegah resiko kerugian yang lebih besar. Pada setiap titik diberikan roof

water sprinkler yang akan merespon saat terkena panas di

Gambar

Gambar 21. Siteplan

Referensi

Dokumen terkait

Secara teori menurut Rangkut, promosi penjualan adalah keinginan menawarkan insentif dalam periode tertentu untuk mendorong keinginan calon konsumen, para penjual

Berdasarkan permasalahan tentang strategi promosi oleh peneliti di atas maka kajian kali ini peneliti melakukan penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya,

Adapun hasil analisis penelitian, penulis menarik kesimpulan bahwa akad musyarakah mutaqisah (MMQ) pada pembiayaan modal kerja pihak BPRS Mandiri Mitra

tahapan pertama yang akan dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan.. Jangka Menengah Daerah ( RPJMD )

Dampak yang paling sering timbul adalah penyakit kardiovaskular dihubungkan dengan komposisi lemak tubuh yang berlebih (dislipidemia) sehingga dapat menyebabkan

Pada Minggu Adven II dalam rangka menyambut Natal, Majelis Jemaat mengundang Bapak/Ibu yang anggota keluarganya telah dimuliakan Tuhan selama tahun 2015 serta Koordinator

Pada tahapan ini yang dilakukan adalah menentukan nama LKS, pemilihan orien- tasi yang sesuai dengan materi larutan elektrolit dan larutan elektrolit yang dekat dengan

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengarun tween 80, propilenglikol dan VCO dalam menghasilkan formula sediaan hair tonic nanoemulsi ekstrak daun mangkokan dan