Hubungan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus yang Mengalami Kandidiasis dengan Perubahan Jumlah Koloni Candida albicans Rongga Mulut

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

1. Hernawati S. Hubungan Kadar Glukosa Darah dengan Pertumbuhan Candida Albicans pada Penderita Diabetes Mellitus. Indonesian Journal of Dentistry

2007; 14(2): 123-6.

2. Fatimah RN. Diabetess Melitus Tipe 2. J Majority 2015; 4(5): 93-101.

3. American Diabetes Association. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care 2008; 31: 555-60.

4. Nasution M. Kandidiasis Rongga Mulut. Majalah Kedokteran Nusantara 2008; 41(3): 200-6.

5. Komariah, Sjam R. Kolonisasi Candida dalam Rongga Mulut. Majalah Kedokteran FK UKI 2012; 28(1): 39-47.

6. Hakim L, Ramadhian R. Kandidiasis Oral. Majority 2015; 4(8): 53-7.

7. Pallavan B, Ramesh V, Dhanasekaran BP, Oza N, Indu S, Govindarajan V. Comparison and Correlation of Candidal Colonization in Diabetic Patients and Normal Individuals. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders 2014; 13(66): 1-6.

8. Sumintarti, Rahman F. Korelasi kadar glukosa saliva dengan kadar glukosa darah terhadap terjadinya kandidiasis oral pada penderita diabetes melitus. Dentofasial 2015; 14(1): 29-31.

9. Saskia TI, Mutiara H. Infeksi Jamur pada Penderita Diabetes Mellitus. Majority 2015; 4(8): 69-74.

10.Marot-Leblond A, Grimaud L, Nail S, Bouterige S, Apaire-Marchais V, Sullivan DJ, et al. New Monoclonal Antibody Specific for Candida albicans

Germ Tube. Journal of Clinical Microbiology 2000; 38(1): 61-7.

11.Pulungan A, Herqutanto. Diabetes Melitus Tipe 1: “Penyakit Baru” yang akan Makin Akrab dengan Kita. Maj Kedokt Indon 2009; 59(10): 455-8.

12.Aji H. Gambaran Klinis dan Laboratoris Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak. Jurnal Kedokteran Brawijaya 2011; 24(4): 195-8.

(2)

13.Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus. Departemen Kesehatan RI 2005: 10-25.

14.Setiati S, Alwi I, Sudoyo A, Simadibrata M, Setiyahadi B, Fahrial A. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Interna Publishing, 2014: 2335.

15.Shahab A. Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Melitus.

16.Utomo MRS, Wungouw H, Marunduh S. Kadar HBA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm) 2015; 3(1): 1-9.

17.Eldarrat A. Diabetics’ Awareness of Oral Disorders Associated with Diabetes

Mellitus.

2. 2016)

18.Singh H. Manifestasi Oral.

19.Kurniawan I. Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Lanjut. Maj Kedokt Indon 2010; 60(12): 576-84.

20.Boel T. Manifestasi Rontgenografi Diabetes Melitus di Rongga Mulut. JKGUI 2003; 10(Edisi Khusus): 12-5.

21.Rachmawati N, Dyan NS. Gambaran Kontrol dan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jurnal Jurusan Keperawatan 2015; 1(1): 1-8.

22.Simatupang MM. Candida Albicans. Tesis. Medan: Departemen Mikrobiologi FK USU, 2009: 2-7.

23.Leepel LA, Hidayat R, Puspitawati R, Bachtiar BM. Efek Penambahan Glukosa pada Saburoud Dextrose Broth Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans (Uji IN VITRO). Indonesian Journal of Dentistry 2009;16(1): 58-63. 24.Hamrun N, Mahardhika A. Jumlah koloni Candida albicans pada pemakai

gigitiruan penuh berdasarkan lama pemakaian. Bagian Oral biologi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin: 1-4.

(3)

25.Lamichhane RS, Boaz K, Natarajan S, Shrestha M. Assesment of candida carriage in patients with type II diabetes mellitus. Journal of Pathologi of Nepal 2015; 5: 733-8.

26.Rahayu RP, Rahardjo MB. Prevalensi infeksi Candida pada penderita Diabetes Mellitus. Majalah Kedokteran Gigi (Dent J) 2005: 218-22.

27.Wijaya SM. Candida Albicans suatu jenis jamur penyebab penyakit Candidiasis pada Rongga Mulut. FKG Universitas Jember 2009: 1-3, 7-8. 28.Tjampakasari CR. Karakteristik candida albicans. Cermin Dunia Kedokteran

2006; 151: 33-6.

29.Kusumaningtyas E. Mekanisme infeksi candida albicans pada permukaan sel. Lokakarya Nasional Penyakit Zoonosis 2008; 304-7.

30.Suryaningsih A, Chumaeroh S, Benyamin B. Uji Efektifitas Ekstrak Anggur Merah (Vitis Vinivera) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro. Medali Jurnal ; 2(1): 5-8.

31.Miller CS, Susetyo B, Juwono L. eds. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut yang Lazim. Jakarta: Hipokrates., 2012: 68.

32.Musrati ASA. Oral immune defense against chronic hyperplastic candidosis. Dissertation. Helsinki : University of Helsinki, 2008: 18-9.

33.Wardani E. Manifestasi Penyakit Diabetes pada Rongga Mulut Diabetes Melitus. https://www.academia.edu/10200051/ipm_22 (Januari 27.2016) 34.Lamey PJ, Darwazeh AMG, Frier BM. Oral Disorders Associated with

Diabetes Mellitus. Diabetic Medicine 1992; 9: 410-6.

35.Wahyuni AS. Statistika Kedokteran. Jakarta: Bamboedea Communication., 2: 3-8, 74, 114-5, 114-21.

36.Hamadneh S. Dweiri A. Oral manifestations in controlled and uncontrolled diabetic patients-a study in jordan. PODJ 2012; 32(3): 456-9.

37.Suarez, Lynne B, Alvarez, Ines M, Matilde, Collazos, Andres. Candida

spesies and other yeast in the oral cavities of type 2 diabetic patients in Cali, Colombia. Colombia media 2013; 44(1): 26-30.

(4)

38.American diabetes association. Age, race, gender, and family history.

39.Seroja CS. Faktor risiko diabetes melitus.

40.Gupta S, Kumar AC. A comparative study on oral manifestations of controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus in south indian patients. JIAOMR 2011; 23(4): 521-6.

41.Andayani TM. Analisis biaya terapi diabetes melitus di rumah sakit Dr. sardjito Yogyakarta. Majalah Farmasi Indonesia 2006; 17(3): 130-1.

42.Zahtamal, Chandra F, Suyanto, Restuastuti T. Faktor-faktor risiko pasien diabetes melitus. Berita Kedokteran Masyarakat 2007; 23(3): 142-7.

43.Walukow WG. Gambaran xerostomia pada penderita diabetes melitus tipe 2 di poliklinik endokrin RSUP. Prof dr. R. Kandou Manado. Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi; 2013: 1-5. 44.Khovidhunkit SP, Chomkhakai U. Xerostomia, hyposalivation, and oral

micribiota in type 2 diabetic patients: a preliminary study. J Med Assoc Thai 2009; 92(9): 1220-8.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...