• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produk Hukum • Info Hukum 24 kepmen kp 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Produk Hukum • Info Hukum 24 kepmen kp 2015"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24/KEPMEN-KP/2015

TENTANG

PELEPASAN IKAN MAS MANTAP

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa guna lebih memperkaya jenis dan varietas Ikan Mas yang beredar di masyarakat, telah dihasilkan Ikan Mas Mantap sebagai jenis ikan baru yang merupakan hasil seleksi berdasarkan marka molekuler yang dilakukan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;

b. bahwa dalam rangka memperkenalkan Ikan Mas Mantap sebagai komoditas unggul baru dalam perikanan budidaya guna menunjang peningkatan produksi perikanan budidaya serta peningkatan produksi Ikan Mas nasional, pendapatan, dan kesejahteraan pembudidaya ikan, perlu melepas Ikan Mas Mantap;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Pelepasan Ikan Mas Mantap;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419);

2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3482);

3. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);

(2)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PELEPASAN IKAN MAS MANTAP.

KESATU : Melepas varietas Ikan Mas Mantap dengan deskripsi dan gambar sebagaimana tersebut dalam Lampiran I dan Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

KEDUA : Pelepasan Ikan Mas Mantap sebagaimana dimaksud diktum KESATU apabila dalam perkembangannya ternyata mengakibatkan dampak negatif terhadap manusia, pembudidaya ikan, dan/atau ekosistem perairan, maka Direktur Jenderal Perikanan Budidaya berkewajiban untuk menarik kembali Ikan Mas Mantap tersebut dari peredaran.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4840);

5. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 189);

6. Peraturan Presiden Nomor 165 Tahun 2014 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 339); 7. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang

Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

8. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pembentukan Kabinet Kerja 2014-2019;

9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;

10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.25/MEN/2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1);

11. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 25/PERMEN-KP/2014 tentang Jenis Ikan Baru yang Akan Dibudidayakan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 816);

(3)

- 3 -

KETIGA : Penyediaan dan pemantauan terhadap perkembangan serta peredaran Ikan Mas Mantap sebagaimana dimaksud diktum KESATU diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya.

KEEMPAT : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 16 April 2015

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

(4)

DESKRIPSI KUANTITATIF IKAN MAS MANTAP

NO. DESKRIPSI KETERANGAN/NILAI

1. Informasi Sumber Ikan

1.1. Waktu Awal BBPBAT Sukabumi 1.2. Daerah Asal Majalaya, Bandung 1.3. Keunggulan Jenis

dan/atau Varietas

Tahan KHV, Aeromonas hydrophyla, cepat tumbuh dan KP rendah

2. Metode Seleksi

2.1. Metode Seleksi berbasis marka Cyca DAB1*05 2.2. Protokol Protokol nomor 1, 2, dan 3

2.3. Lokasi Pelaksanaan BBPBAT Sukabumi, dan Cirata 2.4. Waktu Pelaksanaan Desember 2009 – September 2015

3. Klasifikasi

3.1. Famili Cyprinidae

3.2. Nama Latin Cyprinus carpio, Linn. 3.3. Nama Dagang Ikan mas

3.4. Nama Indonesia Ikan mas

4. Uji Fenotipe

4.1. Morfometrik

4.2. Meristik

4.3. Warna Abu-abu

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 24/KEPMEN-KP/2015 TENTANG

PELEPASAN IKAN MAS MANTAP

(5)

- 2 -

NO. DESKRIPSI KETERANGAN/NILAI

4.4. Pertumbuhan Pertumbuhan mutlak di pembesaran 2,2 gram/hari. Pertumbuhan ikan kontrol 1,0 gram/hari

4.5. Toleransi Lingkungan

4.6. Kualitas Daging

4.7. Jenis Pakan dan Kebiasaan Makan

Pakan alami: terutama Moina, Daphnia Pakan buatan:

protein 35 – 40% (pendederan 1);

protein 30 – 35% (pendederan 2 dan 3); 26– 30% (pembesaran).

Kebiasan makan: siang hari, pada semua ruang air wadah budidaya.

4.8. Reproduksi

4.9 Ketahanan Penyakit KHV: 100%

Aeromonas hyrophila: 74,44% 5. Uji Genotipe

5.1. Stabilitas Pewarisan Marka

F0: 50,00%, F1: 70,00%, F2: 83,33%

6. Ketersediaan Induk (ekor)

6.1. Induk F2 MHC+ 600

6.2. Calon induk turunan

F2 MHC+ 16.000 @ 150 – 200 gram 6.3. Benih calon induk

turunan F2 MHC+

7.000 @ 10 gram

7. Manfaat

7.1 Aspek Teknologi Mudah diterapkan

7.2. Aspek Ekonomi Memberikan keuntungan yang optimal 7.3. Aspek Sosial Dapat diterima oleh masyarakat

7.4. Aspek Lingkungan Memberikan kontribusi terhadap kelestarian alam

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

SUSI PUDJIASTUTI

No. Kriteria Jenis Kelamin

Jantan Betina

1. Umur pertama matang kelamin (bulan) 8 18

2. Panjang standar (cm) 22 35

3. Berat tubuh pertama matang gonad (g/ekor) 500 2.000

4. Fekunditas (butir/kg) - 85.000-125.000

(6)

GAMBAR IKAN MAS MANTAP

Ikan Mas Mantap Jantan

Ikan Mas Mantap Jantan

Ikan Mas Mantap Betina

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

SUSI PUDJIASTUTI

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 24/KEPMEN-KP/2015 TENTANG

Gambar

GAMBAR IKAN MAS MANTAP

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan pembentukan APBN yang dinyatakan dalam huruf b bagian menimbang Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2017.

menggunakan penilaian antropometri dengan mengetahui berat badan pasien sebelum dilakukan operasi definitif dikonfirmasikan dengan umur dari pasien. Evaluasi dari

Dalam perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dilakukan oleh MPR sesuai dengan kewenangannya yang diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 37

Bentuk negara Republik Indonesia sudah ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 alinea IV yakni “maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam

nomor : 11/PPBJ-SPAM/V/2013, tanggal 12 Mei 2013 maka dengan ini diumumkan peringkat teknis pekerjaan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air minum Kabupaten. Nunukan

Juga akan dilakukan benchmark terhadap HipHop for PHP dengan menggunakan Apache Benchmark untuk mengetahui performansi HipHop for PHP dalam menangani request

dalam mata uang negara lain yang harus di tukar dengan mata uang.. negara

Sehubungan dengan Pelelangan melalui Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi yang di laksanakan oleh Panitia Pengadaan barang/Jasa Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk