PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA manusia. Maka tidak heran jika setiap warga negara di tuntut untuk menuntut ilmu di lingkungan sekolah. Baik dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, sampai ke perguruan tinggi sekalipun. Hal ini selaras dengan UUD 1945 pada alenia keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia(UUD, Republik Indonesia). Bahkan ayat yang paling pertama turun adalah tentang seruan untuk belajar. Allah Swt berfirman:
Terjemahan: bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (departeman Agama, 2007).
Ini menunjukan bahwa pendidikan sangatlah penting. Akan tetapi kualitas pendidikan di indonesia belum sebagus di negara-negara maju lainnya. Karena masih banyak penduduk indonesia yang belum bisa membaca, menulis dan berhitung dan sumber daya manusianya tidak berkualitas sehigga tidak dapat bersaing secara kompetitif. Ini dibuktikan dengan hasil riset dari lembaga Unite
Nations Development Programme menunjukan bahwa indonesia berada diurutan
Berdasarkan fakta di atas, yang menunjukankan rendahnya pendidikan di indonesia. Bagaimana cara kita untuk memperbaiki atau mengatasi maslah tersebut untuk menyelamatkan generasi saat ini dari kebodohan masal. Oleh karena itu saya akan membahasnya pada makalah dengan judul Peningkatan Kualitas Pendidikan Di Indonesia.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia terutama dalam mencapai tujuan dan fungsi pendidikan tersebut. Maka dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Pertama, pengoptimalan sistem desentralisai. Sistem desentralisasi di indonesia sudah di terapkan di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014. Akan tetapi kurang dioptimalkan dengan baik, sehingga pendidikan lebih di khususkan kepada wilayah perkotaan dari pada daerah pedesaan (Purwanto, 1987).
Kedua, peningkatan sarana dan prasarana di setiap sekolah. Sarana dan prasarana sangat penting bagi sebuah sekolah. Sarana yang di perlukan seperti ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. Sedangkan
prasarananya, yaitu: bangunan sekolah,lapangan olahraga, uang dan
sebagainya. Oleh karena itu harus ada penyetaraan sarana dan prasarana di
Ketiga, peningkatan pelayanan baik dari tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan. Tenaga pendidik harus menjalankan tugasnya
dengan baik yaitu bukan cuman menyalurkan ilmu tapi harus
mendidik dan membimbing anak didiknya agar mencapai tujuan
pendidikan nasional. Begitu pun dengan tenaga kependidikan harus
melayani setiap peserta didik dengan baik, sopan, ramah, dan
berakhlak. Sehingga peserta didik merasa nyaman dalam menuntut
ilmu (Daryanto, 1998).
Oleh karena itu, kita harus menerapan ketiga hal tersebut.
Karena tiga hal tersebut merupakan hal yang mendasar dalam ruang
lingkup pedidikan itu sendiri. Sehingga dapat meningkatkan kualitas
pendidikan yang ada di indonesia.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, H. M. (1998). Administrasi pendidikan. PT Rineka Cipta.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, (Jakarta: PT Sygma Examedia Arkanleema, 2007)
Indonesia, P. R. (2003). Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.