• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA SAMBUTAN BUPATI ROKAN HILIR. Remark by Rokan Hilir Regent

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA SAMBUTAN BUPATI ROKAN HILIR. Remark by Rokan Hilir Regent"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Thanks to our God, Allah SWT, for His blessing and mercy, this book "Profile of Rokan Hilir Regency" can be successfully published.

Rokan Hilir Regency is a strategic region which is located in the eastern part of Sumatra Island. Its formation is based on the Law No. 53, 1999 as the separation of Bengkalis regency. It has various potentialities that can be exploited to accelerate the local development.

Together with the rapid advancement of technology as well as the expeditious development in several areas, it is an inevita-ble necessity to accurately develop and take the advantages of most recent information.

That's why we heartily welcome the issue of the book "Profile of Rokan Hilir Regency", which comprises wide range of information regarding the government, development and social life. This information surely will contribute to a great advantage for the next development. For those who have take part in publishing this "Profile of Rokan Hilir Regency", We sin-cerely deliver our thanks.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya, buku Profil Kabupaten Rokan Hilir ini dapat diterbitkan.

Kabupaten Rokan Hilir merupakan daerah strategis yang terletak pada bagian timur Pulau Sumatera, terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999 merupakan pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, memiliki potensi-potensi yang dapat dikembangkan dalam rangka percepatan pembangunan.

Seiring dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi dan semakin pesatnya pembangunan di segala bidang, sehingga menuntut pengembangan dan pemanfaatan informasi terbaru secara cepat dan akurat.

Untuk itu kami menyambut baik atas terbitnya “Buku Profil Kabupaten Rokan Hilir“ ini, yang memuat informasi-informasi berkaitan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Informasi tersebut tentunya akan memberi manfaat yang sangat besar dalam rangka pembangunan selanjutnya. Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam menyusun Profil Kabupaten Rokan Hilir, secara tulus ikhlas diucapkan terima kasih.

KATA SAMBUTAN BUPATI ROKAN HILIR

Remark by Rokan Hilir Regent

Bagansiapiapi, 2014 BUPATI ROKAN HILIR

(4)

H. ANNAS MAAMUN

BUPATI ROKAN HILIR

(5)

H. SUYATNO

WAKIL BUPATI ROKAN HILIR

(6)

PETA

(7)

Halaman / Page

Kata Sambutan Bupati Rokan Hilir / Remark by Rokan Hilir Regent i

Foto Bupati Rokan Hilir / Picture of Rokan Hilir Regent ii

Foto Wakil Bupati Rokan Hilir / Picture of Rokan Hilir Vice Regent iii

Peta Kabupaten Rokan Hilir / Map of Rokan Hilir Regency iv

Daftar Isi / List of Contents v

Makna Lambang Daerah Kabupaten Rokan Hilir / The Meaning of The Local Symbol of Rokan Hilir Regency 1

Gambaran Umum Kabupaten Rokan Hilir / General Description of Rokan Hilir Regency 3

A. Sejarah Rokan Hilir / The History Rokan Hilir 3

B. Letak Geografis, Luas Wilayah dan Iklim / Geographical Site, Width and Climate 4

C. Penduduk / Population 5

D. Agama / Religion 6

E. Lapangan Usaha / Business 7

Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir / The Vision and Mission of Rokan Hilir Development 8

- Visi Pembangunan Daerah / The Vision of Local Development 8

- Misi Pembangunan Daerah / The Mission of Local Development 9

DAFTAR ISI

(8)

Potensi Kabupaten Rokan Hilir / The Potentialities of Rokan Hilir Regency 18

A. Pertanian Tanaman Pangan / Food Plants Agriculture 19

B. Peternakan / Animal Breeding 23

C. Perikanan / Fishery 24

D. Industri dan Perdagangan / Industry and Trade 25

E. Perkebunan / Plantation 26

F. Kehutanan / Forestry 27

G. Koperasi / Cooperation 28

H. Pariwisata / Tourism 29

- Pulau Jemur / Jemur Island 31

- Pulau Tilan / Tilan Island 32

- Danau Napangga / Napangga Lake 33

- Desa Rantau Bais / Rantau Bais Village 34

- Upacara Bakar Tongkang / Boat Burning Festival 36

- Bono Sungai Rokan / The Bono of Rokan River 37

I. Perhubungan / Transportation 38

Pemerintahan / Government 10

A. Administrasi Pemerintahan / Public Administration 10

B. Pemerintahan Daerah / Local Government 14

(9)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pendapatan Per Kapita / Domestic Regional Gross Product and Regional Income Per Capita

50

A. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) / Domestic Regional Gross Product 50

B. Pendapatan Per Kapita / Regional Income Per Capita 51

Program Strategis / Strategic Program 52

1. Ekonomi Kerakyatan / People's Economy 52

2. Infrastruktur Jalan / Road Infrastructure 53

3. Jembatan Pedamaran / Pedamaran Bridge 54

4. Infrastruktur Air Bersih / Water Supply Infrastructure 55

5. Sarana Pendidikan / Education Faciity 56

6. Sarana Kesehatan / Medical Facility 57

7. Sarana Pemerintahan / Government Facility 58

8. Sarana Sosial, Budaya dan Olahraga / Social, Cultural and Sport Facility 59

Sosial Budaya / Sosial and Culture 39

A. Bidang Agama / Religion 39

B. Bidang Kesehatan / Health 40

C. Bidang Transmigrasi / Transmigration 42

D. Bidang Pendidikan / Education 43

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah / Local Budget and Revenue 47

A. Pendapatan / Revenue 47

(10)
(11)

PROFIL KABUPATEN ROKAN HILIR

Profile of Rokan Hilir Regency

(12)

1. Perisai, melambangkan keamanan, perlindungan dan pengayom, mengandung ar bahwa masyarakat Kabupaten Rokan Hilir sebagai masyarakat yang menginginkan keamanan;

2. Rantai, melambangkan pemersatu, mengandung ar bahwa terjalinnya kerjasama dan kesatuan pandangan antara pemerintah, ulama dan tokoh masyarakat dalam membangun negeri dengan dak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan serta menjaga keutuhan dan tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945; 3. Bintang Persegi Lima, bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, persegi lima melambangkan Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah negara yang senan asa dijunjung nggi dan selalu menjiwai se ap perilaku masyarakat Kabupaten Rokan Hilir khususnya jiwa religius;

4. Tombak, melambangkan kepahlawanan;

5. Lima Tiang Kayu, melambangkan potensi besar di bidang kehutanan dan juga mengandung ar bahwa terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir merupakan buah perjuangan seluruh masyarakat yang pada saat berdirinya terdiri dari 5 (lima) kecamatan;

6. Tangki Minyak, melambangkan daerah perindustrian dan pertambangan, mengandung ar bahwa di daerah Kabupaten Rokan Hilir terdapat ladang-ladang minyak yang cukup banyak, serta sebagai daerah perindustrian dan per-tambangan yang potensial. Potensi ini dapat memberikan kontribusi bagi

kese-1. The Shield, symbolizes the safety and protection. It means that the people of Rokan Hilir Regency want to live securely;

2. The Chain, symbolizes the unanimity. It means that there is a good networking and a unanimous vision among the government, religious and social leaders in developing the country without discriminating the ethnic, race, religion, and group, as well as to maintain the unity of our country the Republic of Indonesia which is proclaimed in 1945;

3. The Five-Sided Star, symbolizes the Only One God. The five sides sym-bolizes Pancasila (Five Principles), i.e. this country's foundation and philosophy which is highly respected and inspires every conduct of Rokan Hilir people, especially by its religious spirit;

4. The Lance, symbolizes the heroism;

5. The Five Wooden Pillars, symbolizes the big potentiality in the forestry. It also means that the Rokan Hilir Regency is formed by the struggle of whole community that initially spread out in 5 (five) districts;

6. The Oil Tank, symbolizes the industry and mining area. It means that in Rokan Hilir Regency there are a lot of oil mine workings as a poten-tial industry and mining area. These potenpoten-tialities contribute a lot to the local prosperity and the development of Rokan Hilir development

MAKNA LAMBANG DAERAH KABUPATEN ROKAN HILIR

(13)

jahteraan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Rokan Hilir;

7. Biduk, dengan haluan menuju ke depan, melambangkan arah pembangunan Kabu-paten Rokan Hilir menuju kepada kemakmuran dan kejayaan seluruh masyara-katnya. Jumlah 4 (empat) keping papan melambangkan bahwa tanggal 4 adalah tanggal berdirinya Kabupaten Rokan Hilir;

8. Riak (Gelombang Air), melambangkan wilayah Kabupaten Rokan Hilir dialiri oleh Sungai Rokan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Gelombang air ini terdiri dari 10 (sepuluh) riak, mengandung ar bahwa bulan Oktober tahun 1999 resmi terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir;

9. Dua Ekor Ikan, melambangkan bahwa Kabupaten Rokan Hilir dikenal sebagai dae-rah penghasil ikan baik di darat maupun di laut;

10. Padi dan Daun Sawit, melambangkan kemakmuran, menggambarkan wilayah Ka-bupaten Rokan Hilir sebagai daerah yang subur di bidang pertanian dan perke-bunan, suatu potensi yang cukup besar sehingga dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Jumlah 53 (lima puluh ga) melambangkan bahwa Kabupaten Rokan Hilir terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 53 tahun 1999;

11. Tepak, melambangkan keramah-tamahan, kekeluargaan dan persahabatan, mengandung ar bahwa masyarakat Kabupaten Rokan Hilir dapat menerima siapa saja tanpa membedakan suku, ras, agama dan golongan demi pembangunan Rokan Hilir ke depan;

12. Pita dengan Tulisan Rokan Hilir, menunjukkan sebagai lambang Daerah Kabupaten Rokan Hilir;

7. The Boat, with the prow ahead, symbolizes the direction of Rokan Hilir's development toward the prosperity and the greatness of the whole society. The four pieces of board symbolizes the date of first establishment of Rokan Hilir Regency;

8. The Ripples (Water Wave), symbolizes the Rokan Hilir Regency which is flowed through by Rokan River that gives a lot of benefits to the people. This water wave has ten ripples symbolizes the tenth month (October) of year 1999 which is the date of Rokan Hilir's first official establishment;

9. The Two Fish, symbolizes the Rokan Hilir Regency as it is famous of f ish source both on the land and sea.

10. The Rice and the Palm Oil Leaves, symbolize the prosperity. It means that Rokan Hilir Regency is a fertile land for agriculture and planta tion, a great potentiality to bring about prosperity for its people. The 53 rice and leaves mean that the Rokan Hilir Regency is established on the basis of the Law No. 53 year 1999.

11. The Betel Case, symbolize the hospitality, familiarity, and friendship. It means that Rokan Hilir people welcome everybody regardless their ethnic, race, religion, and group, to build up the coming Rokan Hilir development.

12. The ribbon with Rokan Hilir phrase, is the symbol Rokan Hilir Regency; 13. The Green Color is the traditional color of Malay community

symbol-izing the hope of prosperity to achieve.

(14)

A. SEJARAH ROKAN HILIR

Rokan Hilir dibentuk dari ga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Pu h. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak.

Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Pu h pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1890. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap di kota Bagansi-apiapi guna mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Pu h, Kubu dan Bangko serta Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Kabupaten baru di Provinsi Riau sesuai dengan undang Nomor 53 tahun 1999. Selanjutnya dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 ditetapkan Bagansiapiapi sebagai Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

A. The History Rokan Hilir

Rokan Hilir consists of three districts: Kubu, Bangko, and Tanah Putih. These districts are head by a chief of district who is responsible to the Sultan of Siak Kingdom.

The first district was established by the Dutch in Tanah Putih when they occupied this area in 1890. After the Chinese residents opened and developed Bagansiapiapi, the Dutch moved the administration to Bagansi-apiapi in 1901. This city rapidly developed after the Dutch established a modern and complete port in Bagansiapiapi in order to compete other ports in Malaka Strait until the end of World War I. After Indonesian inde-pendence, Rokan Hilir was a part of Bengkalis Regency, Riau Province.

This previous Bagansiapiapi regency, which consists of Tanah Putih, Kubu and Bangko Districts, in addition to Rimba Melintang and Bagan Sinembah Districts, on October 1999 was determined to be a new regency in Riau province by Indonesian government based on the Law No. 53 year 1999, and then the Law No. 34 year 2008 decided Bagansiapiapi as the capital of Rokan Hilir Regency.

GAMBARAN UMUM KABUPATEN ROKAN HILIR

(15)

13. Warna Hijau, warna tradisional masyarakat Melayu yang melambangkan harapan kemakmuran yang akan dicapai;

14. Warna Kuning, melambangkan kedaulatan, keagun-gan dan kemuliaan;

B. LETAK GEOGRAFIS, LUAS WILAYAH DAN IKLIM Kabupaten Rokan Hilir memiliki luas wilayah 8.881,59 km2 atau 888.159 hektar, terletak pada koordinat 1°14' sampai 2°45' Lintang Utara dan 100°17' hingga 101° 21' Bujur Timur. Batas Kabupaten Rokan Hilir:

 Sebelah Utara dengan Selat Malaka

 Sebelah Selatan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Bengkalis  Sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Utara

 Sebelah Timur dengan Kota Dumai

Kondisi wilayah Kabupaten Rokan Hilir terdiri beberapa sungai dan pulau. Sungai Rokan merupakan sungai terbesar yang melintas sejauh 350 kilometer dari muaranya di Rokan Hilir hingga ke hulunya di Rokan Hulu. Sebagai sungai terbesar, Sungai Rokan memainkan peranan pen ng sebagai lalu lintas penduduk dan sumber ekonomi masyarakat. Sungai-sungai lainnya adalah Sungai Kubu, Sungai Daun, Sungai Bangko, Sungai Sinaboi, Sungai Mesjid, Sungai Siakap, Sungai Ular dan lainnya.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa, terutama di sepanjang Sungai Rokan hingga ke muaranya. Wilayah ini memiliki tanah yang sangat subur dan menjadi lahan persawahan padi terkemuka di Provinsi

B. Geographical Site, Width and Climate

Rokan Hilir Regency has the total area of 8.881,59 km2 or 888.159 hectares, located at 1°14' to 2°45' North Latitude and 100°17' to 101°21' East Longitude. The borderline of Rokan Hilir Regency:  To the North with Malaka Strait

 To the South with Rokan Hulu dan Bengkalis Regencies  To the West with North Sumatera Province

 To the East with Dumai City

The area of Rokan Hilir Regency has some rivers and islands. Rokan River is the biggest river here which is 350 km away from its river mouth in Rokan Hilir to its upper course in Rokan Hulu Regency. As the biggest river, Rokan River plays important role of people's transportation and economy source. The other rivers are Kubu River, Daun River, Bangko River, Sinaboi River, Mesjid River, Siakap River, Ular River, etc.

Most area of Rokan Hilir Regency comprises low land and swamps, especially along Rokan River to its mouth. This area has very fertile soil and becomes the outstanding rice field areas in Riau Prov-ince.

(16)

Riau.

C. PENDUDUK

Jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hilir menurut Dinas Kependudukan dan

1. KUBU 24,924 2. BANGKO 83,991 3. TANAH PUT IH 68,902 4. RIMBA MELINTANG 39,572 5. BAGAN SINEMBAH 150,821 6. PASIR LIMAU KAPAS 45,510 7. SINABOI 17,019 8. PUJUD 89,373 9. TANAH PUT IH T ANJUNG MELAWAN 16,219 10. BANGKO PUSAKO 65,607 11. SIMPANG KANAN 28,778 12. BATU HAMPAR 9,132 13. RANT AU KOPAR 7,592 14. PEKAITAN 16,641 15. KUBU BABUSSALAM 22845 Jumlah Total 686,926

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir (September 2014) Source : Demography and Civil Administration Agency of Rokan Hilir Regency (September 2014)

No. Kecamatan

District Jumlah Penduduk Population

T ABE L 1. JUM LAH PE N DU DU K KABU PAT E N ROKAN HI LI R TAH UN 2014 Table 1. The total population of Rokan Hilir Regency

C. Population

The total population of Rokan Hilir Regency, according to De-mography Agency and Civil Administration of Rokan Hilir Regency in 2013 , is 689.926 people. The densest population is in Bagan Sinembah District with 150.821 people, and the lowest population is in Rantau Kopar District with 7.592 people.

(17)

Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2014 sebanyak 689.926 jiwa. Penduduk Kecamatan Bagan Sinembah menempa urutan ter nggi yaitu 150.821 jiwa, sedangkan kecamatan Rantau Kopar memiliki jumlah penduduk yang terendah yaitu 7.592 jiwa.

D. AGAMA

Mayoritas penduduk Kabupaten Rokan Hilir adalah pemeluk Agama Islam, dengan komposisi yang terdapat pada tabel 2 :

Dari tabel tersebut terdapat informasi bahwa penduduk Kabupaten Rokan Hilir beragama Islam sebanyak 590.492 orang atau 85,96 %, beragama Kristen

D. Religion

The majority of Rokan Hilir people is Moslems, but the religion distribution in Rokan Hilir Regency can be seen in Table 2 as follows:

From the table, there is information that the Moslem population in Rokan Hilir Regency is 654.433 people (85,78 %), Christian population is 74.115 people (9,71 %), the Catholic population is 5.559 (0,73 %), the Buddhism population is 28.568 (3,74 %), the Hindus population is 182 (0,02 %), the Confucian population is 53 (0, 01%) and beliefs population is 84 (0,01%).

T ABE L 2. JUM LAH PE NDUDUK PE M E LUK AGAM A KABU PAT E N ROKAN HI LI R T AH UN 2014

1. Islam / I slam 590,492 85.96% 2. Hindu / Hinduism 139 0.02% 3. Kristen Katolik / Catholic 5,190 0.76% 4. Kristen Protestan / Christian 67,204 9.78% 5. Budha / Buddhism 23,750 3.46% 6. Khonghucu / Khonghucu 67 0.01% 7. Kepercayaan 84 0.01% 686,926 100.00% Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir (September 2014)

Source : Demography and Civil Administration Agency of Rokan Hilir Regency (September 2014)

No. Agama Religion Jumlah Penduduk Population Persentase Percentage

Table 2. The Total Population based on Religion in Rokan Hilir Regency

(18)

Protestan sebanyak 67.204 orang atau 9,78 %, beragama Kristen Katolik sebanyak 5.190 orang atau 0,76 %, beragama Budha sebanyak 23.750 orang atau 3,46 %, be-ragama Hindu sebanyak 139 orang atau 0,02 %, bebe-ragama Khonghucu sebanyak 67 atau 0,01 % dan kepercayaan sebanyak 84 atau 0,01%.

No. Lapangan Kerja

Business Distribution Persentase Percentage 1. Pertanian Agriculture 23.00%

2. Pertambangan dan Penggalian

Mining and Quarrying

45.78%

3. Industri Pengolahan

Manufacture

18.79%

4. Listrik, Gas dan Air Bersih

Electricity, Gas and Water Supply

0.11%

5. Bangunan

Construction

0.87%

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran

Trade, Hotels and Restaurants

8.95%

7. Pengangkutan dan Komunikasi

Transportation and Communications

0.47%

8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

Finance, Leasing and Business Services

0.70%

9. Jasa-jasa

Services

1.33%

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2013

Source : Central Statistic Agency of Rokan Hilir Regency in 2013

T ABE L 3. LAPAN GAN USAH A D I K ABU PAT E N ROK AN HI LI R DE NGAN M I GAS

Table 3. Business Distribution in Rokan Hilir Regency With Oil and Gas E. Business

(19)

E. LAPANGAN USAHA

Komposisi Lapangan Usaha di Kabupaten Rokan Hilir adalah sebagai berikut:

VISI PEMBANGUNAN DAERAH

“TERWUJUDNYA ROKAN HILIR YANG MAJU DAN SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING TAHUN 2016 ”

Maju, Sejahtera Dan Berdaya Saing Diukur Melalui Indikator :  Tingkat Kemakmuran Yang Tercermin Pada Tingkat Pendapatan  Infrastruktur Yang Maju

 Tingginya Tingkat Pendidikan Penduduk  Tingginya Derajat Kesehatan Masyarakat  Laju Pertumbuhan Penduduk Yang Kecil  Angka Harapan Hidup Yang Lebih Tinggi  Kualitas Pelayanan Sosial Yang Lebih Baik

 Adanya Peran Serta Rakyat Secara Nyata dan Efek f Dalam Segala Aspek

THE VISION OF LOCAL DEVELOPMENT

TO ACHIEVE A PROGRESSIVE, PROSPEROUS AND COMPETITIVE ROKAN HILIR IN 2016”

The progress, prosperity and competitiviness is measured by the follow-ing indicators:

 The level of prosperity which is projected in the level of income  The advanced infrastructures

 The high level of people's education  The high level of people's health  The low increase of population  The high living expectation

 The better quality of social services

 The existence of People’s Participation in Real And Effective In All Aspect of Life, Good Economic, Social, Political, Defense Demand and Security.

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KABUPATEN ROKAN HILIR

(20)

Kehidupan, Baik Ekonomi, Sosial, Poli k, Maupun Pertahanan Keamanan.

MISI PEMBANGUNAN DAERAH

 Memperkuat Ekonomi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Berkelanjutan

 Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur untuk Meningkatkan Pelayanan pada Masyarakat, Memajukan Sektor Pertanian, Industri dan Jasa

 Memperkuat Sumberdaya Manusia yang Berkualitas dan Meningkatkan Derajat

The Mission of Local Development

 Strengthening people’s economy trough People’s Economy

Empower-ing and Continual Natural Resources Management

 Continuing the infrastructure in order to improve Public Service, Ag-riculture, Industry and Service sector

 Strengthening high quality of Human Resource and to improve the level of people’s health

 To achieve a dependable, clean and authoritative government  Strengthen a Malay community based on Faith and Piety

(21)

PEMERINTAHAN

A. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Secara Administrasi Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari 16 (enam belas) Kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Bangko terdiri dari 5 Kelurahan, 10 Kepenghuluan, yaitu : Kelurahan : Bagan Kota, Bagan Hulu, Bagan Barat, Bagan Punak dan Bagan Timur.

Kepenghuluan : Labuhan Tangga Besar, Labuhan Tangga Kecil, Bagan Jawa, Parit Aman, Labuhan Tangga Baru, Bagan Jawa Pesisir, Serusa, Labuhan Tangga Hilir, Bagan Punak Meran dan Bagan Punak Pesisir.

2 Kecamatan Sinaboi terdiri dari 5 Kepenghuluan, yaitu :

Kepenghuluan : Sinaboi, Sungai Bakau, Raja Bejamu, Sungai Nyamuk dan Raja Bejamu.

3. Kecamatan Rimba Melintang terdiri dari 1 Kelurahan, 11 Kepenghuluan, yaitu :

Kelurahan : Rimba Melintang

Kepenghuluan : Jumrah, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hulu, Lenggadai Hulu, Lenggadai Hilir, Muk Jaya, Karya Muk , Harapan Jaya, Seremban Jaya, Pematang Botam dan Pematang Sikek.

GOVERNMENT

A. Public Administration

Administratively, Rokan Hilir Regency consists of 15 (fifteen) dis-tricts, they are:

1. Bangko District consist of 5 political districts administered by the lu-rah and 10 territories of a penghulu, they are :

Political districts administered by the lurah : Bagan Kota, Bagan Hulu, bagan Barat, Bagan Punak and Bagan Timur.

Territories of a penghulu : Labuhan Tangga Besar, Labuhan Tangga Kecil, Bagan Jawa, Parit Aman, Labuhan Tangga Baru, Bagan Jawa Pesisir, Serusa, Labuhan Tangga Hilir, Bagan Punak Meranti and Bagan Punak Pesisir.

2. Sinaboi District consist of 5 territories of a penghulu, they are :

Sinaboi, Sungai Bakau, Raja Bejamu, Sungai Nyamuk and Raja Bejamu 3. Rimba Melintang District consist of 1 political district and 11

territo-ries of a penghulu, they are :

Political districts administered by the lurah : Rimba Melintang. Territories of a penghulu : Jumrah, Teluk Pulau Hilir, Teluk Pulau Hu-lu, Lenggadai HuHu-lu, Lenggadai Hilir, Mukti Jaya, Karya Mukti, Hara-pan Jaya, Seremban Jaya, Pematang Botam and Pematang Sikek.

(22)

4. Kecamatan Bangko Pusako terdiri dari 16 Kepenghuluan, yaitu :

Kepenghuluan : Bangko Kanan, Bangko Jaya, Bangko Sempurna, Bangko Bak , Bangko Pusaka, Bangko Kiri, Sungai Manasib, Teluk Bano I, Bangko Makmur, Pematang Damar, Pematang Ibul, Bangko Permata,Bangko Muk , Bangko Lestari, Bangko Balam dan Bangko Mas Raya.

5. Kecamatan Tanah Pu h Tanjung Melawan terdiri dari 5 Kepenghuluan, yaitu : Kepenghuluan : Melayu Besar, Melayu Tengah, Batu Hampar, Mesah dan Labuhan Papan.

6. Kecamatan Tanah Pu h terdiri dari 2 Kelurahan, 15 Kepenghuluan, yaitu : Kelurahan : Sedinginan dan Banjar XII.

Kepenghuluan : Ujung Tanjung, Rantau Bais, Sekeladi, Teluk Mega, Putat, Sin-tong, Mumugo, Teluk Berembun, Sekeladi Hilir, Menggala Sak , Manggala Sem-purna, Sintong Pusaka, Sintong Bak , Sintong Makmur dan Pers. Menggala Teladan.

7. Kecamatan Kubu terdiri dari 1 Kelurahan, 9 Kepenghuluan, yaitu : Kelurahan Teluk Merbau.

Kepenghuluan : Tanjung Leban, Sungai Kubu, Rantau Panjang Kanan, Teluk Piyai, Sungai Segajah, Sungai Segajah Makmur, Teluk Piyai Pesisir, Sungai Kubu Hulu dan Sungai Segajah Jaya.

4. Bangko Pusako District consist of 16 territories of a penghulu, they are :

Bangko Kanan, Bangko Jaya, Bangko Sempurna, Bangko Bakti, Bangko Pusaka, Bangko Kiri, Sungai Manasib, Teluk Bano I, Bangko Makmur, Pematang Damar, Pematang Ibul, Bangko Per-mata,Bangko Mukti, Bangko Lestari, Bangko Balam dan Bangko Mas Raya.

5. Tanah Putih Tanjung Melawan District consist of 5 territories of a penghulu, they are : Melayu Besar, Melayu Tengah, Batu Hampar, Mesah dan Labuhan Papan.

6. Tanah Putih District consist of 2 political districts adminis-tered by the lurah and 15 territories of a penghulu, they are : Political districts administered by the lurah : Sedinginan dan Banjar XII.

Territories of a penghulu : Ujung Tanjung, Rantau Bais, Seke-ladi, Teluk Mega, Putat, Sintong, Mumugo, Teluk Berembun, Sekeladi Hilir, Menggala Sakti, Manggala Sempurna, Sintong Pusaka, Sintong Bakti, Sintong Makmur dan Pers. Menggala Teladan.

7. Kubu District consist of 1 political district administered by the lurah and 9 territories of a penghulu, they are :

Political districts administered by the lurah : Sedinginan. Territories of a penghulu : Tanjung Leban, Sungai Kubu, Rantau Panjang Kanan, Teluk Piyai, Sungai Segajah, Sungai Segajah Makmur, Teluk Piyai Pesisir, Sungai Kubu Hulu and Sungai Segajah Jaya.

(23)

8. Kecamatan Bagan Sinembah terdiri dari 5 Kelurahan, 29 Kepenghuluan, yaitu : Kelurahan : Bagan Batu Kota, Bahtera Makmur Kota, Balai Jaya Kota, Balam Sempurna Kota dan Bagan Sinembah Kota.

Kepenghuluan : Bagan Sinembah, Bagan Batu, Bahtera Makmur, Pasir Pu h, Balai Jaya, Balam Sempurna, Pelita, Gelora, Kencana, Bagan Bhak , Lubuk Jawi, Panca Muk , Harapan Makmur, Salak, Suka Maju, Bagan Manunggal, Bagan Sapta Permai, Bagan Sinembah Utara, Bagan Sinembah Barat, Bak Makmur, Makmur Jaya, Pasir Pu h Utara, Jaya Agung, Harapan Makmur Se-latan, Meran Makmur, Bhayangkara Jaya, Pasir Pu h Barat, Bagan Sinembah Timur, dan Balam Jaya

9. Kecamatan Pujud terdiri dari 1 Kelurahan, 15 Kepenghuluan, yaitu : Kelurahan : Pujud Selatan

Kepenghuluan : Teluk Nayang, Pujud, Air Hitam, Kasang Bangsawan, Sungai Pinang, Siarang-Arang, Suka Jadi, Pujud Utara, Babussalam Rokan, Perkebunan Siarang-Arang, Siarang-Arang Rokan, Ulak Kembahang, Pematang Gen ng, Suka Mulya, Kasang bangsawan Muda

10. Kecamatan Simpang Kanan terdiri dari 6 Kepenghuluan, yaitu :

Kepenghuluan : Simpang Kanan, Kota Parit, Bagan Nibung, Bukit Damar, Bukit Selamat dan Bukit Mas.

8. Bagan Sinembah District consist of 5 political districts adminis tered by the lurah and 29 territories of a penghulu, they are :

Political districts administered by the lurah : bagan batu Kota, ban-tera Makmur Kota, Balai Jaya Kota, balam Sempurna Kota and Bagan Sinembah Kota

Territories of a penghulu : Bagan Sinembah, Bagan Batu, Bahtera Makmur, Pasir Putih, Balai Jaya, Balam Sempurna, Pelita, Gelora, Kencana, Bagan Bhakti, Lubuk Jawi, Panca Mukti, Harapan Makmur, Salak, Suka Maju, Bagan Manunggal, Bagan Sapta Permai, Bagan Sinembah Utara, Bagan Sinembah Barat, Bakti Makmur, Makmur Jaya, Pasir Putih Utara ,Jaya Agung, Harapan Makmur Selatan, Me-ranti Makmur, Bhayangkara Jaya, Pasir Putih Barat, Bagan Sinembah Timur and Balam Jaya.

9. Pujud District consist of 1 political district administered by the lurah and 15 territories of a penghulu, they are :

Political district administered by the lurah : Pujud Selatan Territo-ries of a penghulu : Teluk Nayang, Pujud, Air Hitam, Kasang Bangsawan, Sungai Pinang, Siarang-Arang, Suka Jadi, Pujud Utara, Babussalam Rokan, Perkebunan Siarang-Arang, Siarang-Arang Rokan, Ulak Kembahang, Pematang Genting, Suka Mulya, Kasang bangsawan Muda

10. Simpang Kanan District consist of 6 territories of a penghulu, they are :

Simpang Kanan, Kota Parit, Bagan Nibung, Bukit Damar, Bukit Selamat dan Bukit Mas.

(24)

11. Kecamatan Pasir Limau Kapas terdiri dari 7 Kepenghuluan, yaitu: Panipahan, Teluk Pulai, Pasir Limau Kapas, Sungai Daun, Panipahan Darat, Panipahan Laut dan Pulau Jemur.

12. Kecamatan Batu Hampar terdiri dari 5 Kepenghuluan, yaitu :

Kepenghuluan : Bantaian, Sungai Sialang, Sungai Sialang Hulu, Bantaian Hilir dan Bantaian Baru.

13. Kecamatan Rantau Kopar terdiri dari 4 Kepenghuluan, yaitu : Kepenghuluan : Rantau Kopar, Sekapas, Sungai Rangau dan Bagan Cempedak.

14. Kecamatan Pekaitan terdiri dari 10 Kepenghuluan, yaitu :

Kepenghuluan : Sungai Besar, Pekaitan, Teluk Bano II, Suak Temenggung, Pedamaran, Suak Air Hitam, Rokan Baru, Kubu I, Karya Mulyo Sari dan Rokan Baru Pesisir.

15. Kecamatan Kubu Babussalam terdiri dari 12 Kepenghuluan, yaitu:

Kepenghuluan: Pulau Halang Muka, Pulau Halang Belakang, Sungai Panji-Panji, Sungai Pinang, Rantau Panjang Kiri, Sungai Majo, Teluk Nilap, Jojol, Pulau Ha-lang Hulu, Rantau Panjang Kiri Hilir, Sungai Majo Pusako, Teluk Nilap Jaya. 16. Kecamtan Tanjung Medan terdiri dari 13 Kepenghuluan, yaitu:

Kepenghuluan: Sri Kayangan, Tanjung Medan, Tanjung Sari, Sungai Tapah, Pondok Kresek, Perkebunan Tanjung Medan, Tanjung Medan Utara, Tanjung Medan Barat, Tangga Batu, Sei. Meran Sei. Meran Darussalam, Akar Beling-kar, Bagan Nenas

11. Pasir Limau Kapas District consist of 7 territories of a penghulu, they are : Panipahan, Teluk Pulai, Pasir Limau Kapas, Sungai Daun, Panipahan Darat, Panipahan Laut and Pulau Jemur.

12. Batu Hampar District consist of 5 territories of a penghulu, they are :

Bantaian, Sei Sialang, Sei Sialang Hulu, Bantaian Hilir and Ban-taian Baru.

13. Rantau Kopar District consist of 4 territories of a penghulu, they are :

Rantau Kopar, Sekapas, Sei Rangau dan Bagan Cempedak. 14. Pekaitan District consist of 10 territories of a penghulu, they

are :

Sungai Besar, Pekaitan, Teluk Bano II, suak Temenggung, Pedamaran, Suak Air Hitam,Rokan Baru, Kubu I, Karya Mulyo Sari and Rokan Baru Pesisir.

15. Kubu Babussalam District consist of 12 territories of a penghulu, they are:

Pulau Halang Muka, Pulau Halang Belakang, Sungai Panji-Panji, Sungai Pinang, Rantau Panjang Kiri, Sungai Majo, Teluk Nilap, Jojol, Pulau Halang Hulu, Rantau Panjang Kiri Hilir, Sungai Majo Pusako.

16. Tanjung Medan District consist of 13 territories of a penghulu, they are:

Sri Kayangan, Tanjung Medan, Tanjung Sari, Sungai Tapah, Pon-dok Kresek, Perkebunan Tanjung Medan, Tanjung Medan Utara, Tanjung Medan Barat, Tangga Batu, Sei. Meranti Sei. Meranti Darussalam, Akar Belingkar, Bagan Nenas

(25)

B. PEMERINTAH DAERAH

Perangkat Daerah Kabupaten adalah Organisasi/Lembaga Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir yang bertanggung jawab kepada Bupa dalam rangka penyelenggaraan tugas Pemerintahan yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan, Kelurahan sesuai dengan kebutuhan daerah;

1. Sekretariat Daerah terdiri dari : a. Sekretaris Daerah; b. Staf Ahli;

c. Asisten; d. Bagian.

2. Sekretarat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terdiri dari : a. Bagian Umum;

b. Bagian Persidangan dan Risalah; c. Bagian Perundangan-undangan; d. Bagian Keuangan.

3. Dinas Daerah adalah unsur pelaksana otonomi daerah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang terdiri dari :

a. Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir; b. Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir;

c. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informa ka Kabupaten Rokan Hilir; d. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir;

e. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rokan Hilir;

B. Local Government

Local regency administration is the local governmental organiza-tion/institution of Rokan Hilir Regency who is responsible to the Regent in running governmental duties. It consists of local secretary, the secretary of Local People's House of Representatives (DPRD), Local Agencies and Local Technical Institution, Districts, and Villages, according to local needs. 1. The Local Secretary, consists of :

a. Local Secretary; b. Expert Staffs; c. Assistant; d. Division.

2. The Secretary of People's House of Representative consists of: a. General Division;

b. Court and Meeting Division; c. Regulation Division;

d. Finance Division.

3. Local Agency is in charge of local autonomy implementation of Rokan Hilir Regency, which consists of:

a. Education Agency of Rokan Hilir Regency; b. Health Agency of Rokan Hilir Regency;

c. Transportation, Communication and Information Agency of Rokan Hilir Regency;

d. Demography and Civil Administration Agency of Rokan Hilir Re-gency;

(26)

f. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Rokan Hilir; g. Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Rokan Hilir;

h. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Rokan Hilir; i. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rokan Hilir;

j. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir; k. Dinas Pendapatan Kabupaten Rokan Hilir;

l. Dinas Kehutanan Kabupaten Rokan Hilir; m. Dinas Pekebunan Kabupaten Rokan Hilir; n. Dinas Sosial Kabupaten Rokan Hilir;

o. Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pasar Kabupaten Rokan Hilir; p. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rokan Hilir; q. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hilir. 4. Lembaga Teknis Daerah terdiri dari :

a. Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir; b. Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir;

c. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Rokan Hilir;

d. Badan Kesatuan Bangsa, Poli k dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir;

e. Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir; f. Badan Kepegawaian Kabupaten Rokan Hilir;

g. Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Rokan Hilir; h. Badan Penanaman Modal Kabupaten Rokan Hilir;

i. Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Rokan Hilir; j. Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rokan Hilir;

f. Construction Plan and Spatial Management Agency of Rokan Hilir Regency;

g. Construction Maintenance and Irrigation Agency of Rokan Hilir Re-gency;

h. Cooperation and Small-Middle Business Agency of Rokan Hilir Re-gency;

i. Agriculture and Animal Breeding Agency of Rokan Hilir Regency; j. Fishery and Nautical Agency of Rokan Hilir Regency;

k. Revenue Agency of Rokan Hilir Regency; l. Forestry Agency of Rokan Hilir Regency; m. Plantation Agency of Rokan Hilir Regency; n. Social Agency of Rokan Hilir Regency;

o. Sanitation, Park, and Market Agency of Rokan Hilir Regency; p. Workforce and Transmigration Agency of Rokan Hilir Regency; q. Industry and Trade Agency of Rokan Hilir Regency.

4. Local Technical Institution consists of:

a. Development Planning Institution of Rokan Hilir Regency; b. Inspectorate of Rokan Hilir Regency;

c. Institution of Environment Impact Controlling of Rokan Hilir Regen-cy;

d. Institution of Nation Unity, Politic, and People Protection of Rokan Hilir Regency;

e. People Empowerment Institution of Rokan Hilir Regency; f. Human Resources Institution;

g. Foodstuff Endurance Institution of Rokan Hilir Regency; h. Investment Institution of Rokan Hilir Regency;

i. Library and Archives Office or Rokan Hilir Regency;

(27)

k. Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rokan Hilir;

l. Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Rokan Hilir; m. Rumah Sakit Umum Kelas C Kabupaten Rokan Hilir. 5. Kecamatan yang terdiri dari :

a. Kecamatan Bangko; b. Kecamatan Sinaboi; c. Kecamatan Batu Hampar; d. Kecamatan Rimba Melintang; e. Kecamatan Bangko Pusako;

f. Kecamatan Tanah Pu h Tanjung Melawan; g. Kecamantan Rantau Kopar;

h. Kecamatan Tanah Pu h; i. Kecamatan Pujud;

j. Kecamatan Bagan Sinembah; k. Kecamatan Simpang Kanan; l. Kecamatan Pasir Limau Kapas; m. Kecamatan Kubu

n. Kecamatan Pekaitan

o. Kecamatan Kubu Babussalam p. Kecamatan Tanjung Medan

6. Kelurahan yang terdiri dari : 16 Kelurahan.

k. Women's Empowerment and Family Planning Office of Rokan Hilir Regency

l. Integrated Service Office of Rokan Hilir Regency; m. General Hospital Class C of Rokan Hilir Regency. 5. Districts consist of:

a. Bangko District; b. Sinaboi District; c. Batu Hampar District; d. Rimba Melintang District; e. Bangko Pusako District;

f. Tanah Putih Tanjung Melawan District; g. Rantau Kopar District;

h. Tanah Putih District; i. Pujud District;

j. Bagan Sinembah District; k. Simpang Kanan District; l. Pasir Limau Kapas District; m. Kubu District

n. Pekaitan District

o. Kubu Babussalam District p. Tanjung Medan District 6. Village consists of 16 villages.

(28)

7. Kepenghuluan yang terdiri dari : 186 Kepenghuluan.

C. KEPEGAWAIAN

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2013 sebanyak 6.478 orang. Jika di ama menurut golongan kepangkatan, jumlah pega-wai golongan II paling banyak yaitu sebesar 3.170 orang, menyusul golongan III sebesar 2.668 orang dan golongan IV sebanyak 538 orang sedangkan sisanya 102 orang adalah

No. Eselon Echelon Jumlah Number Percentase Percentage 1. I 102 1.57% 2. II 3,170 48.93% 3. III 2,668 41.19% 4. IV 538 8.31% Jumlah Total 6,478 100%

Sumber : Badan Kepegawaian Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2013 Source : Human Resource Agency of Rokan Hilir Regency in 2013

T ABE L 4. JU M LAH PE GAWAI N E GE RI SI PI L M E N URUT GOLON GAN Table 4. The Number of Government Employee Based on Rank

C. Human Resource

The total number of civil servants in local government of Rokan Hilir Regency in 2013 is 6.478 employees. In view of ranks, the level II has the most employees (3.170 employees), followed by the level III (2.668 employees) and level IV (538 employees), and the rest are 102 employees in the level I.

T ABE L 5. JU M LAH PE GAWAI N E GE RI SI PI L M E NU RU T E SE LON

Table 5. The Number of Government Employee Based on Echelon No. Golongan Rank Jumlah Number Persentase Percentage 1. I - - 2. II 34 4.87% 3. III 184 26.36% 4. IV 480 68.77% Jumlah Total 698 100%

Sumber : Badan Kepegawaian Kabupaten Rokan Hilir T ahun 2013 Source : Human Resource Agency of Rokan Hilir Regency in 2013

(29)

The Potentialities of Rokan Hilir Regency

P

O

T

E

N

S

I

K

A

B

U

P

A

T

E

N

R

O

K

A

N

H

I

L

I

R

(30)

A. PERTANIAN TANAMAN PANGAN

Melalui berbagai program dan kegiatan usaha tani yang telah di lakukan, maka secara bertahap pada umumnya telah terjadi peningkatan luas lahan dan produksi dari berbagai komoditas yang untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel berikut ini :

No. Penggunaan Utilization Luas Width (Ha) Persentase Percentage (%) 1. Pekarangan / House yard 353,183.00 39.77 2. Tegal, Kebun, Ladang HUMA / Dry field, Garden, HUMA Plantation 64,427.00 7.25 3. Padang rumput / Grass field 128.00 0.01 4. Tambak / Embankment - -5. Kolam, Tebat, Empang / Pond, Fishpond, Dam - -6. Lahan yang sem entara tidak diusahakan / Tem porarily-Unutilized Area 18,496.00 2.08 7. Lahan untuk tanam an Kayu-kayuan / Wooden Plants Area 13,566.00 1.53 8. Perkebunan / Plantation 381,298.00 42.93

9. Sawah / Ricefield 29,236.00 3.29

10. Rawa-rawa yang tidak diusahakan / Unutilized Swamp - -11. Hutan Negara / National Forest -

-12. Lain-lain / Others 27,825.00 3.13

Jumlah

Total 888,159.00 100

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir Source : Central Statistic Agency of Rokan Hilir Regency

TABEL 6. Penggunaan Lahan di Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2013 Table 6. Land Utilization in Rokan Hilir Regency

A. Food Plants Agriculture

Through on-going various programs and farming activities, in general there has been gradual area extension as well as production intensifica-tion of several commodities. To be clearer, it can be seen in the following table:

(31)

Luas Panen Harvested Area

(Ha)

Produksi Production (Ton) 1. Padi Sawah / Irrigated Rice 12,836 49,291.00 2. Padi Ladang / Nonirrigated Rice 14 30.00 3. Jagung / Corn 523 782.00 4. Ketela Pohon / Cassava 341 7,956.00 5. Ketela Rambat / Sweet Potato 321 584.00 6. Kacang Tanah / Peanut 72 69.00 7. Kacang Kedele / Soybean 73 1,059.00 8. Kacang Hijau / Grean Beans 930 46.00 9. Sawi / Cabbage 48 284.00 10. Bayam / Spinach 85 144.00 11. Kangkung / Kangkung 96 306.00 12. Terong / Eggplant 118 128.00 13. Kacang Panjang / Long Beans 143 331.00 14. Cabe / Chili 173 259.00 15. Ketimun / Cucum ber 118 118.00 Sum ber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir

Source : Central Statistic Agency of Rokan Hilir Regency 2013

TABEL 7. LUAS DAN PRODUKSI PADI, PALAWIJA, TANAMAN SAYURAN Table 7. Total Area and The Production of Rice, Crops and Vegetables

No. Komoditi Comm odity

(32)

No. Komoditas

Commodity 2013

1. Mangga / Mango 407.22 2. Rambutan / Rambutan 8,868.16 3. Dukuh, Langsat / Duku, Langsat 13.66 4. Jeruk / Orange 194.18 5. Jambu Biji / Guava 48.76 6. Durian / Durian 796.85 7. Pepaya / Papaya 264.45 8. Pisang / Banana 669.97 9. Nenas / Pineapple 484.53 10. Belimbing / Starfruit 36.23 11. Manggis / Mangosteen 22.84 12. Nangka / Jackfruit 1,239.47 13. Sawo / Sapodilla 195.00 14. Alpukat / Avocado 274.00 Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir

Source : Central Statistic Agency of Rokan Hilir Regency TABEL 8. PRODUKSI TANAMAN BUAH-BUAHAN (Ton)

(33)

Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawijah dan hor kultura. Peningkatan produksi perkebunan lainnya melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman pangan.

Pada tahun 2013 luas lahan di Kabupaten Rokan Hilir tercatat 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk pekarangan 353.183 ha (39,77 %), tegal/kebun/ ladang huma 64.427 ha (7,025 %), padang rumput 128 ha (0,01 %), lahan yang sementara dak diusahakan 18.496 ha (2,08 %), lahan untuk tanaman kayu-kayuan 13.566 ha (1,53 %), perkebunan 381.298 ha (42,93 %), sawah 29.236 ha (3,29%), dan sisanya seluas 27.825 ha (3,13%) digunakan untuk lain-lain.

The development of Agricultural sector is directed to improve food production, i.e.: rice, crops, and horticulture. Other production increase is by extensive and intensification, and food plants rehabilitation.

In 2013, the total area in Rokan Hilir Regency is 888.159 ha. The area used for house yard is 353.183 ha (39,77 %), dry land/estate/field HUMA 64.427 ha (7,025 %), for grass field is 128 ha (0,01 %), for temporarily-unutilized area is 18.496 ha (2,08 %), for wooden plants is 13.566 ha (1,53%), for plantation is 381.298 ha (42,93 %), for rice field is 29.236 ha (3,29 %), and the rest is 27.825 ha (3,13%) used for other utilization.

(34)

B. PETERNAKAN

Pembangunan sub sektor peternakan dak hanya untuk meningkatkan pop-ulasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarkat tetapi juga un-tuk meningkatkan pendapatan peternak. Adapun permasalahan dalam hal pem-bangunan dalam sub sektor peternakan adalah rela f rendahnya kualitas sumber daya manusia, belum berkembangnya pembibitan hewan ternak, usaha peternakan rakyat masih belum di kelola secara profesional dan minimnya sarana dan prasara-na penunjang usaha peterprasara-nakan rakyat.

No. Komoditas Commodity Jumlah Total (Ekor) 1. Sapi / Cow 18,192 2. Kerbau / Buffalo 122 3. Kambing /Goat 14,118 4. Domba / Sheep 1,628 4. Babi / Pig 7,785 5. Ayam / Chiken 170,368 Sumber : Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rokan Hilir

Source : Agriculture and Animal BreedingAgency of Rokan Hilir Regency TABE L 9. KOM ODI TAS TE RN AK TAH U N 2013

Table 9. Livestock Commodity

B. Animal Breeding

The development of sub sector animal breeding is not only to improve the livestock population and production for the sake of peo-ple's nutrient but also to improve the breeders' income. The main problems to improve the animal breeding sub sector are the low quality of human resources, developed livestock breeding, less-managed and less-professional of public animal breeding, and less supporting superstructure and infrastructure for public animal breeding.

(35)

C. PERIKANAN

Pengembangan sub sektor perikanan di Kabupaten Rokan Hilir diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi sehingga secara dak langsung akan menaikkan kesejahteraan yang tercermin dari pendapatan rumah tangga perikanan pertahun.

Produksi Ikan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2013 adalah 50.354,46 ton yang terdiri dari 47.438,70 ton perikanan laut, 1.826 ton perikanan umum, 1.053,93 ton budidaya kolam, dan 35,80 ton budidaya kerambah.

C. Fishery

The development of fishery sub sector in Rokan Hilir Regency is expected to enhance the production and indirectly will improve people's prosperity which is indicated by their annual fishery income.

Fish production of Rokan Hilir Regency in 2013 is 50.354,46 tons which consists of 47.438,70 tons of marine fishery, 1.826 tons of public fishery, 1.053,93 tons of fishpond cultivation and 35,80 tons of river cultivation. No. Kecamatan District Perikanan Laut Marine Fishery Perikanan Um um

Public Fishery (ton)

Budidaya Kolam Fishpond Cultivation

Budidaya Kerambah

River Cultivation (ton)

Jumlah Total

1. Tanah Putih - 318.00 18.23 7.60 343.83 2. Pujud - 505.00 118.15 14.20 637.35 3. Tanah Putih Tanjung Melawan - 153.00 4.72 9.20 166.92 4. Bagan Sinembah - - 256.11 - 256.11 5. Simpang Kanan - - 4.53 - 4.53 6. Kubu 419.00 124.00 26.03 - 569.03 7. Pasir Lim au Kapas 17,602.70 - 35.52 - 17,638.22 8. Bangko 7,131.00 32.00 45.85 - 7,208.85 9. Sinaboi 5,541.00 17.00 48.38 - 5,606.38 10. Batu Hampar - 35.00 12.04 - 47.04 11. Rim ba Melintang - 138.00 303.75 - 441.75 12. Bangko Pusako - 67.00 132.48 4.80 204.28 13. Rantau Kopar - 437.00 2.53 - 439.53 14. Pekaitan 238.00 - 45.64 - 283.64 15. Kubu Babussalam 16,507.00 - - - 16,507.00 Jum lah / Total 47,438.70 1,826.00 1,053.96 35.80 50,354.46 Sum ber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokan Hilir

TABE L 10. PROD U KSI I KAN KABUP ATE N ROKAN H I LI R Table 10. Fish production of Rokan Hilir Regency

(36)

D. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

Jumlah Industri dan Perdagangan di Kabupaten Rokan Hilir

No. Kecamatan District Perusahaan Industri Industry Company Perusahaan Dagang Trading Com pany

1. Tanah Putih 58 11

2. Pujud 45 5

3. Tanah Putih Tanjung Melawan 7 2

4. Bangko 161 11

5. Sinaboi 41 0

6. Kubu 117 2

7. Pasir Limau Kapas 57 1

8. Rimba Melintang 30 6

9. Rantau Kopar 24 0

10. Batu Hampar 5 0

11. Bangko Pusako 60 8

12. Bagan Sinem bah 183 57

13. Sim pang Kanan 20 5

14 Pekaitan 1 2

Jumlah

Total 809 110

Sum ber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hilir Source: Industry and Trade Agency of Rokan Hilir Regency

TABEL 11. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN DI KABUPATEN ROKAN HIILIR Table11. Industry and Trade in Rokan Hilir Regency

D. Industry and Trade

The number of Industry and Trade in Rokan Hilir Regency is as fol-lows:

(37)

E. PERKEBUNAN

Pada tahun 2013 luas lahan perkebunan adalah 303.402,95 ha dengan produksi 778.918,19 ton, yang terdiri dari 24.714.74 ton karet, 4.665,21 ton kelapa, 749.406,47 ton kelapa sawit, 115,48 ton cokelat, dan 16,29 ton pinang.

No. Jenis Tanaman Plants Luas Lahan Total Area (Ha) Produksi Production (Ton) 1. Karet / Rubber 26,389.50 24,714.74 2. Kelapa / Coconut 5,468.90 4,665.21 3. Kelapa Sawit / Palm Oil 271,169.72 749,406.47 4. Kopi /Coffee 19,50 - 5. Cengkeh / Clove - - 6. Cokelat /Chocolate 259.00 115.48 7. Pinang / Areca Nut 115.83 16.29

Jumlah

Total 303,402.95 778,918.19

Sum ber : Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir Source : Plantation Agency of Rokan Hilir Regency

TABEL 12. LUAS LAHAN PRODUKSI PERKEBUNAN TAHUN 2013 Table 12. Plantation Total Area and Production

E. Plantation

In 2013, the total plantation area is 303.402,95 ha with the total production 778.918,19 tons, which consist of 24.714.74 tons of rubber, 4.665,21 tons of coconut, 749.406,47 tons of palm oil, 115,48 tons of chocolate, and 16,29 tons of areca nut.

(38)

F. KEHUTANAN

Kawasan Hutan menurut Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) di Kabupaten Rokan Hilir seluas 735.760 Ha. Sedangkan kawasan Bukan Hutan menurut Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) di Kabupaten Rokan Hilir seluas 187.446 Ha.

No. Fungsi Kawasan Hutan

Forest Area Function

Luas

Total Area (Ha)

Persentase

Percentage

1. Hutan Produksi / Production Forest 723,110.00

- Hutan Produksi Tetap (HP) / Perm anent Production Forest 261,973.00 35.61

- Hutan Produksi Terbatas (HPT) / Lim ited Production Forest 155,411.00 21.12

- Hutan Produksi Konversi (HPK) / Conversion Production Forest 305,726.00 41.55

2. Hutan Lindung / Concervation Forest 12,085.00 1.64 3. Hutan Suaka Alam dan Wisata (HSAW) / Natural Preservation and Tourism

Forest

565.00

0.08 Jum lah / Total 735,760.00 1.72 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Rokan Hilir

Source : Foresty Agency of Rokan Hilir Regency

TABEL 13. Kawasan Hutan Menurut Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) di Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2014 Table 13. The Total Forest Area in Rokan Hilir Regency According to TGHK

No. Fungsi Kawasan Hutan Forest Area Function

Luas Total Area (Ha)

Persentase Percentage

1. Areal Penggunaan Lain (APL) / Other Utilization Area 169,393.00 90.37 2. Perairan 18,053.00 9.63 Jumlah / Total 187,446.00 100.00 Sumber : Dinas Kehutanan Kabupaten Rokan Hilir

Source : Forestry Agency of Rokan Hilir Regency

T A B EL 14 . Ka wa s a n B uk a n H uta n M e nurut T a t a G una H ut a n Ke s e pa k a t a n ( T GH K) di Ka bupa t e n R o k a n H ilir T a hun 2 0 14 Table 14. Non Forest Area in Rokan Hilir Regency According to a TGHK

F. Forestry

According to Agreement on Forest Management (TGHK), The total for-est area in Rokan Hilir Regency, is 735.760 Ha, and the non-forfor-est area is 187.446 Ha.

(39)

No. Kecamatan

District

Jum lah Koperasi

Number of Cooperation 1. Tanah Putih 15 2. Bagan Sinembah 24 3. Kubu 9 4. Bangko 19 5. Rimba Melintang 7

6. Tanah Putih Tanjung Melaw an

-7. Pujud 11

8. Simpang Kanan

-9. Pasir Limau Kapas 8

10. Batu Hampar 2 11. Rantau Kopar 2 12. Sinaboi 2 13. Bangko Pusako 10 14 Pekaitan 4 Jumlah / Total 113

Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rokan Hilir

Tabel 15. B anyak nya K operasi m enurut K ecam atan T ahun 2013 Table 15. The Number of Cooperation in Each District in 2013

G. KOPERASI

Pembangunan bidang koperasi yang dilaksanakan selama ini masih belum mewujudkan hasil yang memuaskan karena menghadapi berbagai permasalahan baik yang bersifat internal maupun eksternal, meskipun demikian koperasi di Kabupaten Rokan Hilir masih bisa tumbuh dan berkembang. Pada tahun 2013 jumlah koperasi yang ak f di Kabupaten Rokan Hilir berjumlah 113 unit yang tersebar di 14 Kecamatan.

G. Cooperation

The development of cooperation, which has been implement-ed so far, doesn't give a satisfactory upshot due to many issues both internally and externally. Nevertheless, the cooperation is still able to grow and develop. In 2012, the number of active cooperation in Rokan Hilir Regency is 86 which spread out in 14 districts.

(40)

H. PARIWISATA

Sebagai kabupaten baru yang masih terus berbenah, pembangunan di bidang kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir terus di ngkatkan, walaupun arus kunjungan wisatawan ke daerah ini belum signifikan jumlahnya. Untuk itu pemerintah daerah terus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seper perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiap-kan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpang antar pulau dan antar negara yang menghubungi pelabuhan-pelabuhan laut terdekat di negara tetangga Malaysia seper Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya.

Beberapa kota dan tempat-tempat menarik di Kabupaten Rokan Hilir terus ber-benah untuk dijadikan tujuan yang menarik bagi wisatawan seper kota nelayan Pani-pahan, Pulau Halang dan Sinaboi serta Bandar lama Bagansiapiapi. Selain itu, juga dikembangkan kawasan baru pengembangan Kota Bagansiapiapi di Batu 6 Bagansiapi-api. Di lokasi ini direncanakan pembangunan pusat pemerintah dengan arsitektur bernuansa “Kubah” pada se ap bangunannya dengan menghadap muara sungai Rokan. Adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seper Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Pu h menyuguhkan unsur budaya sebagai ciri wilayahnya. Selain itu, situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainnya yang dapat dikunjungi adalah wisata bahari di Pulau Jemur. Daerah ini menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat ikan Arwana serta komunitas suku aslinya.

H. Tourism

As a newly-developing regency, Rokan Hilir Regency keeps im-proving its tourism sector even though the total tourists who visit it remains insignificant. The government thus keeps providing more sup-porting superstructure and infrastructure, such as to plan and develop Bagansiapiapi, Panipahan and Sinaboi ports, which are prepared to be the gates for local and international passengers and also to be the in-termediary ports connecting to nearest countries’ ports, such as Port Klang and Port Dikson in Malaysia, etc.

Some towns and interesting sites in Rokan Hilir Regency, like Pulau Halang, Sinaboi, and old port Bagansiapiapi, keep prepare them-selves to become the tourists’ destination. In addition, some new areas are also developed, such as the development of Bagansiapiapi in Batu 6. In this area, a government center will be established with “dome” archicetectural style on each building as well as facing the Rokan River. There are also towns with agro-tourism background, such as Bagan Batu, Pujud, and Sedinginan. The districts of Kubu and Tanah Putih demonstrate cultural facet as their specialization. There are also some historical sites and other places to visit, such as marine tourism in Jemur Island. This area offers the beauty of seashore, sea park and extinct turtle habitat, nature tourism object Laut Napangga Lake with its dragon fish habitat and original native community.

(41)

Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi menjanjikan nuansa tersendiri bagi pengunjung, seper menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelom-bang bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya. Pemerintah Kabu-paten Rokan Hilir meyakini adanya keikutsertaan pihak swasta menggelu sektor ini, bisnis kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir akan maju dan dapat menjadi salah satu sektor primadona di kemudian hari. Untuk wisata budaya, primadonan-ya adalah “Ritual Bakar Tongkang“ primadonan-yang merupakan acara tradisional masprimadonan-yarakat Tionghoa di Bagansiapiapi.

For adventure tourism, some sites promise their own uniqeness for the visitors, like witnessing and playing with natural attraction of Bono waves in Rokan River, hiking into the tropical deep woods of Rokan Hilir Regency, beholding crocodile habitat in Pedamaran etc. The government of Rokan Hilir Regency believe that the private's participation in this sector will improve tourism busi-ness in Rokan Hilir Regency and make it one of primary sectors in the future. The primary cultural tourism now is "Tongkang Burning Rite", i.e. one of Tionghoa traditional festival in Bagansiapiapi.

(42)

Pulau Jemur terletak lebih ku-rang 45 mil dari Ibukota Kabupaten Rokan Hilir Bagansiapiapi, dan 45 mil dari Negara Tetangga yakni, Malaysia, dan Provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya. Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang indah. Selain itu, Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, di samping itu Pulau Jemur dihuni oleh spe-sies penyu, dimana pada musim tertentu penyu-penyu itu naik ke pantai untuk berte-lur. Satwa langka ini dapat bertelur sebanyak 100 sampai 150 bu r se ap ekornya.

Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut, dan pantai berpasir kuning emas.

Bila dilihat dari potensi, letak dan posisi Pulau Jemur sangat cocok di kem-bangkan menjadi kawasan Resort, dimana berbagai kegiatan wisata sangat banyak untuk dapat dikembangkan di Pulau Jemur ini, diantaranya, berselancar, menyelam, dayung dan sebagainya.

Jemur Island is located more or less 45 miles away from the capital city of Rokan Hilir Regency, or 45 miles from the neighbor country, Malaysia. North Sumatera Province is the nearest province to Jemur Island. This island is actually an islands constellation con-sisting of several islands, among others, Tekong Emas Island, Tekong Simbang Island, Labuhan Bilik Island and other smaller islands.

Jemur Island has a stunning view and panorama and also rich with its marine products. Besides, this island is inhabited by a kind of turtles that, in particular seasons climb up to the shore to lay eggs. Each female of this extinct species can lay 100 to 150 eggs.

In addition, in Jemur Island there are also several other tour-ism potentialities, such as Japan Cave, Lighthouse, ancient foot-prints, bone spring, the ruins of Japan fortification, Panglima Layar Stone, Sea Park, and golden-sand seashores.

Regarding its potentiality, the location and position of Pu-lau Jemur is suitable for resort area in which various tourism activ-ities can be developed here, such as surfing, diving, rowing, etc

PULAU JEMUR

Gambar

TABEL 7. LUAS DAN PRODUKSI PADI, PALAWIJA, TANAMAN SAYURAN Table 7. Total Area and The Production of Rice, Crops and Vegetables
TABEL 8. PRODUKSI TANAMAN BUAH-BUAHAN (Ton)
Table 9. Livestock Commodity
TABEL 11. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN DI KABUPATEN ROKAN HIILIR Table11. Industry and Trade in Rokan Hilir Regency
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam organisasi koperasi Rapat Anggota yang merupakan rapat dari orang-orang yang memiliki koperasi tersebut, para anggota akan menentukan kebijaksanaan kegiatan koperasi

Hasil observasi saat pelaksanaan IMD diketahui bahwa bidan sudah melaksanakan tahap-tahap IMD namun belum mengarahkan dan membimbing ibu dalam pelaksanaan IMD yang benar, hal ini

Ternyata masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan kurang tepat dalam menemukan nilai kehidupan dari sebuah cerpen, pernyataan tersebut didukung oleh penelitian

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-nya, sehingga tugas akhir dengan judul ‘Desain Bracket Body Alat Ukur Tekanan Filter Bahan Bakar Pada Mesin Tipe J08E

penyambungan paip perkhidmatan, injap bebola, paip agihan, paip limpah dan paip cuci. 5.1.3 Menyediakan peralatan, mesin dan bahan yang betul untuk kerja pemasangan paip

a. sesuai dengan definisi, himpunan pasangan terurut ini merupakan fungsi sebab setiap unsur di A dipasangkan tepat satu unsur di B... b. b yang digambar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi pada lahan yang terbuka tanpa tutupan kanopi labu siam menunjukkan angka erosi dengan nilai yang lebih tinggi, yang

Hasil penelitian untuk prespektif pelanggan dinilai memuaskan berarti pelayanan yang diterima dengan yang diharapkan oleh pengunjung, perspektif keuangan dinilai dari