UJI KUALITAS FISIK AIR PADA SARANA AIR BERSIH PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT
(PAMSIMAS) DI DESA ILOHUNGAYO KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO
SRI WAHYUNI R. TILOME 811409014
ABSTRAK
SRI WAHYUNI R. TILOME. 811409014. 2013. Uji Kualitas Fisik Air Pada Sarana Air Bersih Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Ilohungayo Kecamatan batudaa Kabupaten Gorontalo. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo
(Dibimbing oleh Dr.Hj Rama P. Hiola, Dra, M.Kes dan Lia Amalia,S.KM,M.Kes) Masyarakat di Desa Ilohungayo mengeluhkan mengenai kondisi air yang berasal dari Sumur Bor Pamsimas di Desa mereka, karena dilihat dari kondisi warna dan kekeruhan air tersebut meragukan untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gkualitas fisik air Program Pamsimas berdasarkan bau, warna, rasa, suhu, TDS, dan kekeruhan di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo.
Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif untuk memperoleh gambaran kualitas fisik air sarana air bersih Program Pamsimas di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling yaitu 1 unit sumur bor dan 14 unit sumur gali. Kualitas fisik air di sesuaikan dengan Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Bersih.
Berdasarkan hasil Penelitian diketahui bahwa untuk parameter fisik bau dan warna masing-masing terdapat 93,7% (14 unit sumur gali) yang memenuhi syarat dan 6,7% (1 unit sumur bor) yang tidak memenuhi syarat. Untuk parameter fisik rasa terdapat 60% (9 unit sumur gali) yang memenuhi syarat dan 40% (1 unit sumur bor dan 5 unit sumur gali) yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan untuk parameter fisik suhu, TDS, dan kekeruhan untuk semua sarana air bersih termasuk dalam kriteria memenuhi syarat.
Kualitas air yang berasal dari sumur bor tidak memenuhi syarat berdasarkan parameter fisik bau, warna, dan rasa, untuk 5 unit sumur gali Pamsimas tidak memenuhi syarat berdasarkan parameter rasa, sedangkan 9 unit sumur gali Pamsimas lainnya termasuk memenuhi syarat berdasarkan kualitas fisik air. Untuk itu perlu adanya perhatian dari masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait untuk dapat menetralisir pencemaran yang timbul akibat tidak sesuainya kadar maksimum yang diperbolehkan untuk parameter fisik kualitas air Pamsimas, terutama untuk sumur bor Pamsimas.
PHYSICAL QUALITY TEST OF WATER IN FRESH WATER FACILITY OF THE DRINKING WATER SYSTEM AND COMMUNITY-BASED SANITATION PROGRAM (PAMSIMAS) AT ILOHUNGAYO VILLAGE
BATUDAA SUBDISTRICT DISTRICT OF GORONTALO SRI WAHYUNI R. TILOME
811409014 ABSTRACT
Sri Wahyuni R. Tilome. 811409014. 2013. Physical Quality Test of Water in Fresh Water Facility of the Drinking Water System and
Community-Based Sanitation Program (PAMSIMAS) at Ilohungayo village, Batudaa Subdistrict, District of Gorontalo. Skripsi. Study Program of Public Health,
Faculty of Sports and Health Sciences, Gorontalo State Of University. (Supervisor was Dr. Hj. Rama P. Hiola, M.Kes and Lia Amalia, S.KM, M. Kes)
The community of Ilohungayo village complained about fresh water condition coming from artesian well (deep well) of PAMSIMAS on their village because of having unusual color and turbidity degree to be consumed. This research is aimed to identify physical quality of the water of PAMSIMAS program in terms of the scent, color, taste, temperature, TDS, and turbidity at Ilohungayo village, Batudaa Subdistrict, District of Gorontalo.
This research applied descriptive observational method in order to obtain the description of physical quality of the water in fresh water facility of PAMSIMAS. Sampling technique applied in this research was Total Sampling involving 1 unit of deep well and 14 units of traditional well. Physical quality indicators were adjusted to Permenkes RI (Rules of Health Minister) No.416/Menkes/Per/IX/1990 about Water Requisites and Quality Control.
The result of the research indicated that in terms of scent and color there were 93.3% (14 units of traditional well) qualified to consume and 6.7% (1 unit of deep well) was unqualified to consume. In terms of taste, there were 9 units of qualified traditional wells (60%) and 40% ( 1 unit deep well and 5 units traditional well) was unqualified to consume. Meanwhile, in terms of temperature, TDS, and turbidity, all water facilities were qualified to consume.
Water quality of deep was unqualified in terms of scent, color and taste. 5 units of traditional well of Pamsimas were unqualified in term of taste, while the other 9 units of traditional well were qualified to consume. Therefore, it is important for the community, local government, and the stake holder to neutralize the water contamination caused by inexpediency toward the maximum degree allowed for physical quality of the water of Pamsimas, especially for deep well of Pamsimas.
1. Pendahulun
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri. Menurut Notoatmodjo (2003), sekitar 55-60% berat badan orang dewasa terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65%, dan untuk bayi sekitar 80% (Ricky, 2005: 57).
Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65 % dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Beberapa organ tubuh manusia yang mengandung banyak air, antara lain otak 74%, tulang 22%, ginjal 82,7%, otot 75,6%, dan darah 83% (Chandra, 2007: 39).
Sebagian besar kebutuhan air manusia berasal dari berbagai sumber air seperti sungai, sumur gali, sumur bor, air PDAM, dan sebagainya, oleh karena itu kualitas sarana air bersih masyarakat harus selalu diperhatikan, sehingga masyarakat dapat memperoleh air bersih yang memenuhi syarat kesehatan bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Bagi penduduk yang hidup di wilayah pedesaan pada umumnya mereka memiliki sumber air bersih yang sangat terbatas, sehingga banyak penduduk yang kesulitan memperoleh air bersih. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen sangat kuat untuk
menurunkan jumlah penduduk yang belum mempunyai akses air minum melalui realisasi program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Program Pamsimas merupakan kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dilaksanakan atas dasar kerja sama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Dunia. Kegiatan ini di dukung oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Departemen Dalam Negeri dan Departemen Kesehatan. Selain pemerintah masyarakat juga secara aktif terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan
pembangunan hingga
pemeliharaannya (POKJA AMPL, 2012)
Salah satu Desa yang termasuk Desa Pamsimas (Desa yang menjadi target program Pamsimas) yaitu Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo yang menjadi objek dalam penelitian ini.
Masyarakat di Desa Ilohungayo mengeluhkan mengenai kondisi air yang berasal dari Sumur Bor Program Pamsimas di Desa mereka, karena dilihat dari kondisi fisiknya yaitu warna dan kekeruhan air tersebut meragukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
2. Metode Penelitian
Secara umum penelitian ini dilakukan di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo, dengan melakukan parameter fisik bau, warna, rasa, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan Kekeruhan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh gambaran kualitas air dari Sarana Air Bersih (SAB) Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi berbasis Mayarakat (PAMSIMAS) yang digunakan penduduk di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua sarana air bersih Program Pamsimas yang ada di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo yaitu 14 unit Sumur Gali dan 1 unit Sumur Bor.
Sampel dari penelitian ini diambil dengan menggunakan metode Total Sampling atau secara keseluruhan dari populasi yang ada. Sampel dalam penelitian ini yaitu 14 unit sumur gali dan 1 unit sumur bor.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1.Hasil Penelitian
Tabel 3.1
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas Berdasarkan Parameter Fisik Bau
Jenis Sarana Air Bersih Parameter Fisik Bau Jumlah Memen uhi Syarat (Tidak Berbau) Tidak Memen uhi Syarat (Berbau ) n % n % n % Sumur Bor 0 0,0 1 100 ,0 1 100 ,0 Sumur Gali 14 100 ,0 0 0,0 14 100 ,0 Jumlah 14 93, 3 1 6,7 15 100 ,0 Sumber : Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 3.1 dapat diketahui bahwa dari 15 Sarana Air
Bersih Pamsimas, kualitas air berdasarkan parameter fisik bau yang tidak memenuhi syarat adalah air yang berasal dari sumur bor (6,7%). Sedangkan 14 unit (93,3%) sumur gali termasuk dalam kriteria memenuhi syarat kesehatan karena air yang berasal dari sumur gali tidak berbau, sesuai dengan Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang persyaratan kualitas air bersih.
Tabel 3.2
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas
Berdasarkan Parameter Fisik Warna
Jenis Sarana
Air Bersih
Parameter Fisik Warna
Jumlah Memenuhi Syarat (Tidak berwarna) Tidak Memenuhi Syarat (Berwarna) n % n % n % Sumur Bor 0 0,0 1 100,0 1 100 ,0 Sumur Gali 14 100, 0 0 0,0 14 100 ,0 Jumlah 14 93,3 1 6,7 15 100 ,0 Sumber : Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 3.2 dapat diketahui bahwa dari 15 Sarana Air Bersih Pamsimas, kualitas air berdasarkan parameter fisik Warna yang tidak memenuhi syarat adalah air yang berasal dari sumur bor (6,7%) . Sedangkan 14 unit (93,3%) sumur gali termasuk dalam kriteria memenuhi syarat kesehatan karena air yang berasal dari sumur gali tidak berwarna, sesuai dengan Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang persyaratan kualitas air bersih.
Tabel 3.3
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas Berdasarkan Parameter Fisik Rasa
Jenis Sarana Air Bersih Parameter Fisik Rasa Jumlah Memen uhi Syarat (Tidak Berasa) Tidak Memen uhi Syarat (Berasa) n % n % n % Sumur Bor 0 0,0 1 100 ,0 1 100 ,0 Sumur Gali 9 64, 3 5 35, 7 14 100 ,0 Jumlah 9 60, 0 6 40, 0 15 100 ,0 Sumber : Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 3.3 dapat diketahui bahwa dari 15 Sarana Air Bersih Pamsimas, terdapat 1 unit sumur bor dan 5 unit (40,0%) yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan parameter fisik rasa. Sedangkan 9 unit (60,0%) sumur gali Pamsimas termasuk dalam kriteria memenuhi syarat, karena tidak berasa, sesuai dengan Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang persyaratan kualitas air bersih.
Tabel 3.4
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas Berdasarkan Parameter Fisik Suhu
Jenis Sarana Air Bersih Parameter Fisik Suhu Jumlah Memenuhi Syarat n % n % Sumur Bor 1 100,0 1 100,0 Sumur Gali 14 100,0 14 100,0 Jumlah 15 100,0 15 100,0 Sumber : Data Primer, 2013
Pemeriksaan parameter fisik suhu ini dilakukan dengan menggunakan Thermometer air dilapangan terhadap semua sarana air bersih Pamsimas yang terdiri dari 1 sumur bor dan 14 sumur gali.
Berdasarkan Tabel 3.4 dapat diketahui bahwa semua air yang berasal dari program Pamsimas, baik sumur gali maupun sumur bor termasuk dalam kriteria memenuhi syarat kesehatan ditinjau dalam parameter fisik suhu air.
Tabel 3.5
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas Berdasarkan Parameter Fisik Total
Dissolved Solid (TDS) Jenis Sarana Air Bersih Parameter Fisik TDS Jumlah Memenuhi Syarat n % n % Sumur Bor 1 100,0 1 100,0 Sumur Gali 14 100,0 14 100,0 Jumlah 15 100,0 15 100,0 Sumber : Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 3.5 dapat diketahui bahwa dari 15 sarana air bersih Program Pamsimas baik sumur bor maupun sumur gali termasuk dalam kriteria memenuhi syarat karena berdasarkan hasil pemeriksaan Total Dissolved Solid (TDS) air, masing-masing TDS sarana air bersih Pamsimas sesuai dengan kadar maksimum TDS yang diperbolehkan dalam Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih.
Tebel 3.6
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Air Program Pamsimas
Berdasarkan Parameter Fisik Kekeruhan yang digunakan Penduduk di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa kabupaten
Gorontalo Tahun 2013 Jenis Sarana Air Bersih Parameter Fisik Kekeruhan Jumlah Memenuhi Syarat n % n % Sumur Bor 1 100,0 1 100,0 Sumur Gali 14 100,0 14 100,0 Jumlah 15 100,0 15 100,0 Sumber : Data Primer, 2013
Berdasarkan Tabel 3.6 dapat diketahui bahwa dari 15 sarana air bersih Program Pamsimas baik sumur bor maupun sumur gali termasuk dalam kriteria memenuhi syarat karena berdasarkan hasil pemeriksaan Kekeruhan air, masing-masing kekeruhan sarana air bersih Pamsimas sesuai dengan kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan dalam Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih.
Tebel 3.7
Distribusi Hasil Pemeriksaan Kualitas Fisik Air Program
Pamsimas
Sampel
Hasil Pemeriksaan Parameter Fisik Air B a u W ar na R a s a Suhu (oC) TDS (mg/l) Keker uhan (NTU) Sumur Bor (A) + + + 30 458 18,0 Sumur Gali (B) - - - 30 365 1,50 Sumur Gali (C) - - + 30 411 0,85 Sumur Gali (D) - - - 29 257 2,50 Sumur Gali (E) - - - 29 365 1,50 Sumur Gali (F) - - + 30 368 4,80 Sumur Gali (G) - - + 30 353 1,70 Sumur Gali (H) - - + 29 374 3,60 Sumur Gali (I) - - - 30 323 2,10 Sumur Gali (J) - - - 30 364 0,90 Sumur Gali (K) - - - 29 319 1,40 Sumur Gali (L) - - - 30 378 1,10 Sumur Gali (M) - - - 30 271 1,40 Sumur Gali (N) - - + 30 412 1,50 Sumur Gali (O) - - - 30 415 1,30
Sumber : Data Primer, 2013
Keterangan :
+ : Parameter yang positif pada sampel
- : Parameter yang negatif pada sampel
Berdasarkan Tabel 3.7 diatas dapat diketahui bahwa dari 15 Sarana Air Bersih Pamsimas, kualitas fisik air yang tidak memenuhi syarat yaitu air yang berasal dari 1 unit sumur bor dan 5 unit (40,0%) sumur gali Pamsimas. Sedangkan 9 unit (60,0 %) sumur gali lainnya termasuk dalam kriteria memenuhi syarat ditinjau dari kualitas fisik air secara keseluruhan.
3.2. Pembahasan
Menurut Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih, kualitas fisik air bersih terdiri dari kondisi fisik air dan pada umumnya terdiri dari bau, warna, rasa, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan Kekeruhan.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai kualitas fisik air Pamsimas, di Desa Ilohungayo Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo, dapat diketahui bahwa air yang berasal dari sumur bor Pamsimas tidak memenuhi syarat berdasarkan Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih, hal ini dikarenakan sumur bor Pamsimas tidak memenuhi syarat ditinjau dari parameter fisik bau, warna, dan rasa. Sedangkan dari 14 sumur gali Pamsimas, terdapat 5 sumur gali yang tidak memenuhi syarat ditinjau dari parameter fisik rasa, sementara 9 sumur gali Pamsimas lainnya termasuk dalam kriteria memenuhi syarat, karena semua parameter fisik bau, warna, rasa, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan Kekeruhannya sesuai dengan
Permenkes No.
416/Menkes/Per/IX/1990 tentang
syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih.
4. Simpulan
Dari hasil pemeriksaan kualitas fisik air, dapat diketahui bahwa air yang berasal dari sumur bor Pamsimas tidak memenuhi syarat, karena dilihat dari parameter fisik bau, warna, dan rasa tidak sesuai
dengan Permenkes No.
416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih. Sementara untuk sumur gali Pamsimas terdapat 5 sumur gali yang tidak memenuhi syarat berdasarkan parameter rasa, dan 9 sumur gali lainnya termasuk dalam kritera memenuhi syarat berdasarkan parameter fisik bau, warna, rasa, suhu, TDS da Kekeruhan.
5. Saran
1. Perlu adanya pemantauan dan penyuluhan secara berkala dari petugas kesehatan khususnya untuk masyarakat yang tinggal disekitar lokasi pembangunan sumur bor Pamsimas, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahaya meminum air yang tidak memenuhi syarat kesehatan ditinjau dari parameter fisik kualitas air.
2. Perlu adanya kerja sama antara petugas kesehatan dan pemerintah setempat serta instansi terkait untuk dapat memperbaiki atau merenovasi sumur bor Pamsimas, sehingga masyarakat tidak ragu lagi dalam
menggunakan atau
mengkonsumsi air yang berasal dari sumur bor Pamsimas tersebut.
6. Daftar Pustaka
Chandra, Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Mulia, M. Ricky. 2005. Kesehatan
Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
POKJA AMPL, 2012. Program Nasional Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.
www.ampl.or.id/program/progr am-nasional-penyediaan-air- minum-dan-sanitasi-berbasis-masyarakat-pamsimas-/2, diakses tanggal 19 Februari 2013.