• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAGOEJOEBAN MOELAT SARIRA DI PRAJA MANGKUNEGARAN TAHUN 1935-1942.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PAGOEJOEBAN MOELAT SARIRA DI PRAJA MANGKUNEGARAN TAHUN 1935-1942."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) keadaan Politik dan Ekonomi Praja Mangkunegaran sebelum masa Pemerintahan Mangkunegara VI, (2) Peran Mangkunegara VI dalam

LEGIUN MANGKUNEGARAN TAHUN 1916-1942 DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI

Penelitian ini dilakukan di Surakarta yaitu di Praja Mangkunegaran yang merupakan sebuah pemerintahan kecil yang masuk kedalam wilayah negara kesatuan republik

Pada penelitian selanjutnya akan mengetahui peran budaya tepa sarira dalam membangun empati dan kepedulian yang dapat menurunkan tingkat bullying dan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) Perkembangan pasar di praja Mangkunegaran pada masa Mangkunegara VII (2) Sistem pengelolaan pasar di praja

Kalimantan Selatan adalah organisasi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) yang berfusi dengan Budi Utomo dan organisasi lainnya di Pulau Jawa menjadi Partai Indonesia Raya

Dari latar belakang masalah tersebut di atas hasil penelitian dapat ditulis dengan judul “Kabupaten Martanimpoena di Praja Mangkunegaran tahun 1942 – 1947”, karena pada

Mangkunegoro VI merupakan raja yang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang, terbukti dengan adanya pemisah antara keuangan kerajaan dan keuangan pribadi raja