• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu proses mengubah sikap dan perilaku individu maupun masyarakat dengan cara pengajaran, pelatihan dan mendidik (Yusuf, 2018). Maksudnya yaitu bahwa pendidikan merupakan suatu usaha manusia yang dibangun dan terencana untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan setiap individu, seperti halnya dapat meningkatkan kemampuan dalam hal pengetahuan, sikap ataupun perilaku, dan keterampilan. Apabila pendidikan ditekuni dengan sunguh-sungguh maka individu maupun masyarakat dapat mencapai kesejahteraan, keselamatan dan kebahagiaan dengan sebaik-baiknya.

Pendidikan juga memiliki beberapa komponen meliputi, pendidik, siswa, tujuan pendidikan, alat atau bahan pendidikan, dan lingkungan pendidikan. Pada setiap komponen tersebut memiliki fungsi yang berbeda- beda yaitu untuk mencapai suatu tujuan pendidikan (Saat, 2015: 1). Apabila pendidikan dilakukan sesuai komponen-komponen tersebut maka pendidikan akan berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Berdasarkan pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan sangat penting bagi setiap manusia. Apabila pendidikan ditekuni dengan baik dan sungguh-sungguh maka dapat mengubah kemampuan menjadi lebih baik lagi, dan mendapatkan keselamatan maupun kesejahteraan. Dalam pendidikan memiliki beberapa komponen, meliputi, pendidik, siswa, tujuan pendidikan, alat atau bahan pendidikan, dan lingkungan pndidikan. Apabila pendidikan dilaksanakan sesuai komponen tersebut, maka pendidikan akan berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diharapkan.

Dalam setiap pendidikan di sekolah pasti adanya proses pembelajaran.

Pembelajaran sendiri merupakan proses interaksi antar siswa dengan pendidik dan sumber belajar di suatu lingkungan belajar, dengan adanya pembelajaran

(2)

dapat membantu siswa belajar dengan baik (Djamaluddin & Wardana, 2019:

13). Proses pembelajaran terjadi karena adanya interaksi antara guru dengan siswa. Dan apabila dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan baik pada proses pembelajaran maka akan lebih menarik lagi dan membuat siswa semangat belajar. Media pembelajaran ini digunakan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan pembelajaran. Guru harus mempersiapkan media pembelajaran semaksimal mungkin, agar materi yang disampaikan dapat dipahami dan selalu diingat dengan baik oleh siswa. Hal ini dijelaskan dalam surat Al – Maidah ayat 16 yang berbunyi:

ىَلِا ِت ٰمُلُّظلا َنِِّم ْمُهُج ِرْخُي َو ِمٰلَّسلا َلُبُس ٗهَنا َوْض ِر َعَبَّتا ِنَم ُهّٰللا ِهِب ْيِدْهَّي ِر ْوُّنلا

ٍمْيِقَتْسُّم ٍطا َر ِص ىٰلِا ْمِهْيِدْهَي َو ٖهِنْذِاِب -

٦١ Artinya:

“Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan ke jalan yang lurus”.

Maksud dari surat Al – Maidah ayat 16 yaitu, bahwa Allah SWT menyebutkan tiga macam kegunaan dari Al – Qur’an. Hal ini dapat dikaitkan dengan penggunaan media dalam pendidikan maka dapat diketahui bahwa media berupa alat maupun benda yang benar-benar digunakan sebagai media pembelajaran. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan seorang guru, agar media yang digunakan dapat tersampaikan dengan baik dan dapat mudah dipahami oleh siswa.

Dengan demikian, media pembelajaran dapat membantu tugas seorang guru dan siswa untuk mencapai kompetensi dasar. Sehingga guru dalam menggunakan media pembelajaran harus sesuai relevansi, kompetensi dasar, materi maupun karakteristik siswa (Karo-Karo & Rohani, 2018: 91). Maksud dari hal tersebut, berharap bahwa dalam menyampaikan mata pelajaran seperti pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan

(3)

menggunakan media pembelajaran dapat merangsang pikiran, perasaan dan mendorong kemauan pada diri siswa untuk semangat belajar. Selain itu juga, dengan adanya media pembelajaran dapat mempengaruhi aktivitas belajar seperti keaktifan, serta tidak cepat merasa bosan pada saat pembelajaran berlangsung.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ataupun sains adalah pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan pada tingkat MI/SD karena merupakan mata pelajaran pokok yang harus dikuasai siswa dalam semua aspek baik teoritis maupun praktik. Seperti, pada proses pembelajaran IPA yaitu menekankan pada pengalaman langsung atau membahas mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan nyata sehari- hari siswa (Silalahi, 2018: 121). Pembelajaran IPA di MI/SD diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mempelajari maupun mengenali dirinya sendiri maupun lingkunganya. Selain itu juga siswa diharapkan pada pembelajaran IPA dapat menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran IPA di MI/SD menekankan pada pengalaman secara langsung, seperti mempraktikkan materi yang sedang di pelajari sesuai yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan hal itu, siswa dapat mengembangkan dan memahami materi pelajaran sains ataupun IPA yang sedang di pelajarinya.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan tahun 2021 di MI Assalafiyah Bodelor pada siswa kelas I C dan I D. Penelitian dilakukan ketika pembelajaran sedang berlangsung, yang dimana pada pembelajaran sains guru masih cenderung hanya menggunakan buku LKS, buku tema maupun buku yang lainnya. Sehingga siswa merasa bosan karena hanya mendengarkan dan mengerjakan soal-soal latihan yang ada di buku cetak siswa. Hanya beberapa siswa yang mau mengerjakan, dan siswa yang lainnya enggan untuk mengerjakan. Hal tersebut, karena kurangnya guru dalam berinteraksi dengan siswa ketika menyampaikan materi pembelajaran dan guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik perhatian dan semangat

(4)

siswa. Sehingga siswa kurang fokus pada saat pembelajaran dan ada 15 siswa sibuk dengan kegitan masing-masing tanpa memperhatikan guru pada saat pembelajaran. Sehingga keaktifan belajar pada pembelajaran sains semakin menurun.

Aktivitas belajar seperti keaktifan siswa merupakan hal yang terpenting dalam mencapai keberhasilan pada proses pembelajaran. Sudjana menjelaskan dalam (Kanza et al., 2020: 72) bahwa keaktifan belajar adalah proses kegiatan pembelajaran yang dimana subjek didiknya yaitu kecerdasan dan emosional (antusias). Dalam hal ini, siswa mengharapkan keaktifan belajar yang terbaik. Bagitu juga guru berusaha semaksimal mungkin pada proses belajar mengajar dan berharap agar aktivitas ataupun keaktifan belajar siswanya baik dan selalu meningkat.

Salah satu media pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan di atas adalah menggunakan media pembelajaran busy book. Media busy book merupakan media yang di populerkan oleh Tresita Diana (dalam Ilyas et al., 2021) bahwa media busy book berupa buku kain yang memiliki halaman- halaman yang berisi mengenai berbagai kegiatan yang akan disampaikan seorang guru sesuai dengan materi pembelajaran. Media busy book di buat sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Seperti pada pembelajaran sains yaitu menggunakan media busy book agar pembelajaran menjadi menarik dan mudah untuk di pahami. Dengan menggunakan media busy book pada pembelajaran sains diharapkan mampu memberikan aktivitas dalam belajar yang lebih baik dan lebih aktif serta media tersebut efektif untuk proses pembelajaran.

Berdasarkan penelitian terdahulu dari Suwatra (2019: 185) menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan problem solving antara anak yang distimulasi menggunakan media busy book dengan anak yang distimulasi dengan metode konvensional kelompok A Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2018/2019. Dengan demikian media busy book berpengaruh terhadap kemampuan problem solving anak kelompok

(5)

A Taman Kanak-kanak Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2018/2019. Sedangkan menurut penelitian terdahulu oleh Khumairoh et al (2021: 99) media kartu domino tersebut memperoleh angka (1) dari ahli media yaitu 3,8, (2) dari ahli materi mendapat skor 4, (3) dan dari ahli praktisi mendapatkan skor 4,2. Adapun dari ketiga angka tersebut memperoleh nilai rata-rata 4. Maka hasil penilaian dari validasi tersebut dikategorikan “Sangat Valid”. Berdasarkan perolehan skor tersebut, dapat menunjukkan bahwa media pembelajaran kartu domino yang dikembangkan sudah layak digunakan untuk uji coba sebagai pengembangan dari media pembelajaran konvensional berupa media kartu.

Dengan demikian, untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran sains yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan menarik. Artinya apabila seorang guru menggunakan media pembelajaran yang baik dan tepat diharapkan mampu meningkatkan keaktifan belajar siswanya. Berdasarkan permasalahan yang peneliti temukan di MI Assalafiyah Bodelor, maka peneliti tertarik hendak melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Busy Book terhadap Aktivitas Belajar Sains Kelas I MI Assalafiyah Bodelor.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada latar belakang tentang Pengaruh Penggunaan Media Busy Book terhadap Aktivitas Belajar Sains Kelas I MI Assalafiyah Bodelor maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:

1. Kurangnya guru dalam penggunaan media pembelajaran khususnya pembelajaran sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor.

2. Proses pembelajaran sains di kelas I MI Assalafiyah Bodelor masih berpusat pada guru sehingga aktivitas belajar sains siswa masih kurang.

3. Siswa kurang semangat dalam belajar dikelas

4. Pembelajaran sains masih menggunakan metode ceramah sehingga siswa cepat merasa bosan pada saat proses pembelajaran

5. Siswa kurang aktif dalam belajar

(6)

C. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan media busy book yang dimaksud adalah media yang digunakan guru untuk memudahkan dalam penyampaian materi yang disampaikan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

2. Aktivitas belajar sains yang dimaksud adalah aktivitas belajar siswa mata pelajaran sains cenderung menurun. Seperti halnya ketika pembelajaran sedang berlangsung di kelas masih ada siswa yang tidak aktif ataupun belum memahami materi yang disampaikan, siswa masih enggan untuk bertanya ketika belum memahmi, siswa tidak mau mencatat/menulis, dan lainnya.

3. Siswa yang dimaksud adalah siswa kelas I MI Assalafiyah Bodelor Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi yang dikemukakan di atas, maka pertanyaan penelitian ini diantaranya sebagai berikut:

1. Bagaimana penggunaan media busy book pada pembelajaran sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor?

2. Bagaimana aktivitas siswa dalam belajar sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor?

3. Seberapa besar pengaruh penggunaan media busy book terhadap aktivitas belajar sains kelas I di MI Assalafiyah Bodelor?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian yang dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh data perihal penggunaan media busy book pada pembelajaran sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor.

2. Untuk memperoleh data perihal aktivitas belajar sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor.

(7)

3. Untuk memperoleh data perihal seberapa besar pengaruh penggunaan media busy book terhadap aktivitas belajar sains kelas I MI Assalafiyah Bodelor.

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Menambah wawasan dan pemahaman mengenai penggunaan media busy book pada pembelajaran bagi seorang guru dan diharapkan dengan menggunakan media busy book dapat mempengaruhi terhadap aktivitas belajar sains.

2. Manfaat Praktis

Berdasarkan penelitian ini, manfaat praktis yang bisa diperoleh guru yaitu:

a. Guru dapat menggunakan media pembelajaran lebih baik lagi

b. Guru dapat meningkatkat variasi media pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikanya

c. Guru dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa d. Guru dapat membantu siswa menjadi lebih aktif

Adapun manfaat praktis yang bisa diperoleh oleh peserta didik adalah sebagai berikut:

a. Siswa merasa nyaman dan tidak bosan ketika belajar b. Siswa menjadi lebih aktif pada saat pembelajaran c. Siswa semakin segan saat belajar dengan guru

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kenaikan angle of attack maka drag dan lift juga akan naik namun kenaikan dari wing dengan penambahan winglet tidak menunjukkan kenaikan secara

Pengembangan buku cerita bergambar berbasis lingkungan hidup pada pembelajaran tematik kelas II SD/MI pada tema merawat hewan dan tumbuhan menggunakan Research and

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan: (a) langkah pembelajaran dengan metode inkuiri pada pokok bahasan aturan perkalian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur laut cair dan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di tanah gambut dan

Penganggaran berbasis kinerja di yakini menjadi solusi untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih baik (good government governance) dengan cara penghindaran salah

Klaten 15031022010073 754 SUHARI SMK (STM) YAYASAN PENDIDIKAN DELANGGU Pendidikan Jasmani dan Kesehatan PENJAS.04 MENGULANG KE-1 OBJEKTIF, URAIAN.. AZIZ SMP ISLAM INTEGRAL LUQMAN

Antara berikut, yang manakah makanan semulajadi ikan yang diternak di dalam kolam tanah. A Ikan hancur B Zooplankton C Hampas kelapa D

Mahasiswa dapat mengetahui, memahami, menguasai dan mampu mengaplikasikan teknik- teknik behavioristik dalam pengubahan perilaku baik dalam level individu maupun kelompok..