• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
yunk

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik, pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan, dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat (UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2003).

Pada era globalisasi di Indonesia, ada banyak kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dinikmati oleh masyarakat, salah satunya pada aspek pendidikan. Dalam dunia pendidikan di Indonesia telah terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan memiliki peran dalam pembangunan peradaban manusia berkualitas tinggi. Pendidikan juga merupakan bekal untuk menghadapi perkembangan kebutuhan dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk menghadapi perkembangan pendidikan maka perlu adanya perubahan berupa peningkatan pelaksaan Pendidikan(Reino Ananta &

Reino, n.d. 2016).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat dewasa ini menciptakan mendorong upaya penyampaian informasi yang cepat dan akurat. Dalam dunia pendidikan perkembangan seperti ini merupakan suatu inovasi yang dapat meningkatkan keefektifan dalam kegiatan belajar mengajar.Hal ini sejalan dengan era revolusi industri 4.0 atau disebut juga Era Disrupsi (Denirian R.R

& Prihantono, 2020).

Adapun ciri-ciri pada proses pembelajaran di Era Disrupsi yang dikemukakan Risdianto (2019) adalah sebagai berikut : self-directed (proses pembelajaran karena kebutuhan pelajar), multi-sources (menggunakan berbagai sumber media), long-life learning (pembelajaran seumur hidup), self-motivated

(2)

(motivasi peserta didik yang kuat), adaptive (mampu beradaptasi), attitude (tanggap terhadap perubahan), growth-mindset (pemikiran yang terus berkembang) dan ICT Based (pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan internet).

Pendidikan Teknik Bangunan merupakan salah satu program studi di Universitas Negeri Makassar dengan kompetensi lulusan sebagai pendidik di bidang vokasi konstruksi bangunan yang dibekali dengan berbagai ilmu konstruksi salah satunya pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I. Mata kuliah ini membahas tentang pengukuran jarak, pengukuran sudut atau arah, pengukuran beda tinggi, pengukuran topografi serta menghitung luas permukaan tanah, kemudian dari data tersebut dilanjutkan pengolahan data untuk penggambaran peta (Frick, 1984).

Salah satu teknologi yang dibutuhkan tenaga pendidik di era globalisasi ini yaitu media pembelajaran berbassis video animasi adobe flash untuk memudahkan tenaga pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran . Menurut Sadiman dkk.

(2010) media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, minat, perasaan dan perhatian peserta didik sehingga proses belajar terjadi.

Dalam rangka memperluas paradigma mengajar, perlu dikembangkan media dan metode pembelajaran baru. Pikiran, perasaan, dan kemampuan mahasiswa dapat dirangsang dengan media pembelajaran, yang berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan pesan dan mendorong proses pembelajaran yang efisien. Untuk membantu pencapaian tujuan pembelajaran, digabungkan berbagai media dan desain pembelajaran, termasuk media multimedia.

Pengembangan media pembelajaran dengan kemasan penyajian yang menarik yang dapat membangkitkan semangat belajar, menarik minat, membantu mahasiswa dalam lebih memahami dan menguasai materi, serta mempermudah mahasiswa melakukan praktik di lapangan. Dengan adanya pengembangan media pembelajaran

(3)

berbasis video animasi Adobe flash kebutuhan mahasiswa terpenuhi khususnya mahasiswa pada semester pertama mata kuliah praktikum.

Penggunaan media video animasi adobe flash dalam perkuliahan memiliki kelebihan-kelebihan, antara lain kemampuan untuk menghindari kendala yang disebabkan oleh jarak dan waktu, kemampuan untuk mengulang video jika diperlukan untuk meningkatkan kejelasan, kecepatan penyampaian pesan, perkembangan pemikiran dan pendapat siswa, pengembangan imajinasi mahasiswa, memperjelas hal-hal abstrak dan pemberian gambaran yang lebih realistis, kemampuan mendemonstrasikan rangsangan yang sesuai dengan tujuan dan tanggapan yang diharapkan dari mahasiswa, dan menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa

Menurut Unaisah (2018), Pembuatan media pembelajaran berbasis komputer dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dengan berbagai software.Misalnya Java Script, PHP, Microsoft Power Point, Adobe Premier dan Adobe Flash. Kelima software ini pun memiliki beberapa kelemahan dan keunggulan masing-masing. Namun, software yang lebih efektif digunakan untuk pembuatan media pembelajaran ialah Adobe Flash. hal ini dikarenakan Adobe Flash mampu menghasilkan presentasi, CD interaktif, maupun CD pembelajaran yang berupa video, teks, gambar, desain, audio, soal evaluasi interaktif, dan animasi.

Berdasarkan paparan diatas penulis bermaksud ingin membuat penelitian berupa pengembangan media pembelajaran dengan judul : ” Pengembangan Media Pembelajaran Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah I Berbasis Video Animasi Adobe Flash Di PTSP UNM’’

B. Rumusan Masalah

Berdaasarkan latar belakang diatas, dapat diambil bebrapa rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana desain media pembelajaran berbasis Video Animasi Adobe Flash untuk mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I ?

(4)

2. Bagaimana kelayakan, praktikalitas dan efektifitas media pembelajaran berbasis Video Animasi Adobe Flash pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penilitian tersebut yaitu : 1. Mengembangkan media pembelajaran berbasis Video Animasi Adobe Flash

untuk mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I.

2. Mengetahui kelayakan, praktikalitas dan efektifitas media pembelajaran berbasis Video Animasi Adobe Flash pada mata kuliah Ilmu Ukur Tanah I.

D. Spesifikasi Produk Yang Diharapkan

Spesisfikasi dari produk penyusunan media pembelajaran berbasis video animasi adobe flash Jurusan Pendidikan Teknik Sipil Dan Perencanaan Universitas Negeri Makassar.

1. Media pembelajaran berupa video animasi adobe flash pada pembelajaran praktikum Ilmu Ukur Tanah I.

2. Media pembelajaran berupa video animasi adobe flash mempunyai komponen yang kompleks untuk pembelajaran praktikum Ilmu Ukur Tanah I.

3. Media pembelajaran bisa digunakan dosen dan mahasiswa E. Manfaat Penelitian

Berdasarkandari tujuan penelitian yang akan dicapai, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam Pendidikan baik secara lansung maupun tidak lansung. Adapun manfaat penelitian sebagai berikut:

1. Bagi pesertadidik

a. Video animasi adobe flash sebagai sarana dalam meningkatkan pemahaman konsep mengukur di lapangan dengan kemampuan perkembangan teknologi yang semakin memudahkan dunia Pendidikan.

(5)

b. Mahasiswa dapat belajar sendiri dengan memiliki file video animasi adobe flash di computer masing-masing.

2. Bagi tenaga pengajar

a. Media pembelajaran ini memudahkan dalam proses mengajar mahasiswa dalam menambah pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu ukur tanah b. Meningkatkan motivasi tenaga pengajar untuk memanfaatkan media

pembelajaran ilmu ukur tanah I berbasis adobe flash 3. Bagi peniliti

Memberikan ilmu baru bagi peneliti terkait pengembangan media berbasis video animasi Adobe Flash dalam proses pembelajaran.

(6)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori

1. Media pembelajaran

a. Pengertian media pembelajaran

` kata media berasal dari Bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari si pengirim (komunikator atau sumber/source) kepada si penerima (komunikan atau audience/receiver).

Menurut Arsyad, A (2013: 2), media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan dalam sebuah proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah.

Pembelajaran menurut Rusman,dkk (2012: 60) adalah sebuah komunikasi antara peserta didik, guru, danbahan dan bahan ajar. Pembelajaran menunjukkan pada usaha peserta didik mempelajari pelajaran sebagai akibat perlakuan guru atau pengajar.

Oleh karena itu, batasan yang diberikan media pembelajaran mempunyai pengertian bahwa segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima (peserta

(7)

didik) dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran terjadi secara efektif dan efisien.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Media pembelajaran dapat diartikan sebagai alat bantu yang digunakan dalam proses interaksi yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik untuk mendorong terjadinya proses belajar mengajar dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan serta memantapkan apa yang dipelajari dan membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas.

b. Fungsi media pembelajaran

Menurut Levie & Lentz (1982) mengemukakkan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual sebagai berikut :

 Fungsi AtensiFungsi atensi media visual dapat dikatakan sebagai inti, yaitu, menarik dan mengarahkan perhatian untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang menampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

 Fungsi Afektif Fungi ini dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.

Gambar atau visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras.

 Funsi KognitifFungsi ini terlihat pada saat peneliti mengungkap bahwa lambang visual atau gambar dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

 Fungsi KompensatorisFungsi komensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual dapat membantu siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.

c. Manfaat media pembelajara

(8)

Sebelum membahas manfaat dari media pembelajaran ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa kriteria untuk menilai multimedia interaktif, menurut Thorn (1995) ada beberapa kriteria penilaian, yaitu :

 Kemudahan navigasi

 Kandungan kognisi

 Pengetahuan dan presentasi informasi

 Integrasi media

 Mempunyai tampilan yang artistic

 Fungsi secara keseluruhan.

Menurut Kemp dan Dayton dalam bukunya Azhar Arsyad (2002:21) manfaat Media Pembelajaran adalah :

Penyampain pelajaran menjadi lebih baku.

Pembelajaran bisa lebih menarik.

Pembelajaran menjadi lebih interaktif.

Waktu pembelajaran menjadi lebih singkat, karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu yang singkat untuk mengantarkan pesan dalam pelajaran dalam jumlah yang banyak yang kemungkinan dapat diserap oleh siswa.

Bila diolah secara tepat akan meningkatkan kualitas hasil belajar.

Pembelajaran dapat diberikan dimana dan kapan saja jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.

Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.

(9)

Efensiasi bagi guru , dimana beban guru untuk mengulang-ulang isi pelajaran akan lebih dipermudah atau bahkan nantinya guru tidak perlu lagi untuk mengulang isi pelajaran.

2. Adobe flash a.

(10)

Rusman, dkk. 2012. Pembelajaran Berbasisi Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Professionalitas Guru. Jakarta: Rajawali Press

Arsyad, Azhar. 2014. Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali PersDepdiknas, 2006 .Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah RI. Jakarta: Depdiknas

Referensi

Dokumen terkait

dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau untuk menyempurnakan produk yang telah ada dan dapat

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat direkomendasikan untuk perusahaan yaitu sebaiknya perusahaan memproduksi bibit tanaman hias pada kondisi

Satu atau dua buah lampu pijar dengan watt yang sesuai juga harus dipasang pada bagian atas atau sisi kandang untuk menyediakan tempat berjemur.. Menyediakan lampu dengan watt

Penelitian ini dilakukan pada ibu pasca salin normal pada bulan September 2013 sampai Maret 2014 di Dusun Sono Desa Ketanen Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik,

Hadits ini menjelaskan bahwasanya siapa saja yang menempuh suatu jalan untuk kepentingan menuntut ilmu maka Allah SWT menjanjikan kepada ummatnya akan memudahkan bagi

konsep dan generalisasi mengenai gejala sosial masa lampau dan saat ini dalam berbagai tempat. Pendekatan Pendidikan Hukum untuk mengajarkan materi perundang- undangan

a. Sudinkes memiliki keterbatasan sumber daya manusia untuk merekapitulasi dan mengolah datapelaporan penggunaan narkotika dan psikotropika. Tingkat kepatuhan UPK

Di dalam inti pesan al-Qur’an terdapat ajaran yang utuh dan lengkap mengenai Allah yang bersifat transenden dan imanen, yang Maha Kuasa dan Maha indah, Yang Esa, dan