• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGEMBANGAN PRODUK CASING REMOTE CONTROL ALARM MOBIL BERBANTUAN 3D PRINTING PLASTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI PENGEMBANGAN PRODUK CASING REMOTE CONTROL ALARM MOBIL BERBANTUAN 3D PRINTING PLASTIK"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

PENGEMBANGAN PRODUK CASING REMOTE CONTROL ALARM MOBIL BERBANTUAN 3D PRINTING PLASTIK

Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Studi Jenjang Strata 1 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains &

Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Disusun Oleh : PUJI PRIYANTO

141.03.1123

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND

YOGYAKARTA

2020

(2)

ii THESIS

RE DESIGN A REMOTE CONTROL CASING BY USING 3D PRINTING

Arranged to fulfil the requitment for completing undergraduate degree Department of Mechanical Engineering,Faculty of Industrial Technology

Institute of science & Technology AKPRIND Yogyakarta.

Written by:

PUJI PRIYANTO 141.03.1123

STUDY PROGRAM STRATA 1

MAJORING IN MECHANICAL ENGINEERING FACULTY OF INDUSTRIAL ENGINEERING INSTITUTE OF SCIENCE & TECHOLOGY AKPRIND

YOGYAKARTA

2020

(3)

iii

HALAMAN PENGESAHAN

PENGEMBANGAN PRODUK CASING REMOTE CONTROL ALARM MOBIL BERBANTUAN 3D PRINTING PLASTIK

Disusun guna memenuhi syarat menyelesaikan studi Jenjang Strata 1 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains &

Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Disusun oleh:

Nama : Puji Priyanto NIM : 141.03.1123

Jurussan : Teknik Mesin (S1) Fakultas : Teknologi Industri

Yogyakarta, 05 Mei 2020 Menyetujui

Pembimbing I Pembimbing II

Mengetahui

Ketua Jurusan Teknik Mesin

Nidia Lestari, ST., M.Eng NIK.14.1187.705.E

Dr. Ir. Toto Rusianto., MT. Agus Duniawan., S.T.,M.Eng

NIK. 930166466 E NIK. 851156266 E

(4)

iv

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI

Skripsi ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan tim penguji dan dinyatakan lulus pada Skripsi tingkat Strata-1 Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin,Fakultas

Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta Disusun Oleh :

Nama : Puji Priyanto

Nim : 141031123

Fakultas : Teknologi Industri

Jenjang : Starata-1 (S-1)

Konsentrasi : Manufaktur

Telah Diujikan Pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 05 Mei 2020 No TIM PENGUJI TTD 1 Nidia Lestari, ST., M.Eng

2 Agus Duniawan., S.T.,M.Eng

3 Dr. Ir. Toto Rusianto., MT.

(5)

v

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR/ SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Tugas Akhir/Skripsi dengan judul:

PENGEMBANGAN PRODUK CASING REMOTE CONTROL ALARM MOBIL BERBANTUAN 3D PRINTING PLASTIK

Dibuat untuk melengkapi sebagaian persyaratan menjadi Sarjana Teknik pada program Strata-1, Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan atau pernah untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik di lingkungan Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta maupun di perguruan tinggi manapun, kecuali bagian sumber informasinya dicantumkan sebagai mestinya.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penyusun ucapkan atas segala nikmat, hidayah dan inayah yang Allah berikan kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “

Pengembangan

Produk Casing Remote Control Alarm Mobil Berbantuan 3D Printing Plastik” ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat wajib untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik (ST) pada jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

Penyusun juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan Skripsi ini. Tanpa bantuan dan dukungan pihak-pihak tersebut penyusun tidak dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik. Penyusun sampaikan terimakasih kepada:

1. Allah SWT. yang telah memberikan nikmat kesehatan dan lainnya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Skripsi ini.

2. Orang tua serta keluarga besar yang telah sabar memberikan bimbingan dan arahan sehingga bisa menyelesaikan amanah ini dengan baik.

3. Bapak Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., selaku Rektor Institut Sains &

Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

4. Ibu Nidia Lestari, ST., M.Eng., selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, dan juga selaku

(7)

vii

dosen wali yang selalu memberikan saran dan arahan kepada penyusun.

5. Bapak Dr. Ir. Toto Rusianto., MT. selaku dosen pembimbing satu yang selalu memberikan bimbingan, arahan, motivasi dan saran dalam penyelesaian skripsi ini.

6. Bapak Agus Duniawan., S.T.,M.Eng. selaku dosen pembimbing dua yang selalu memberikan bimbingan, arahan, dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

Demikianlah Skripsi ini disusun, oleh karena keterbatasan ilmu yang penyusun miliki, Skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran penyusun harapkan dari pembaca untuk memperbaiki Skripsi ini. Besar harapan penyusun supaya Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat memberikan acuan pustaka di perpustakaan Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Atas perhatiannya penyusun ucapkan terima kasih.

(8)

viii

HALAMAN MOTTO

“Janganlah Pernah Menyerah Ketika Anda Masih Mampu Berusaha Lagi. Tidak Ada Kata Berakhir Sampai Anda Berhenti Mencoba”.

(Brian Dyson)

“Jika Anda Menginginkan Sesuatu Yang Belum Pernah Dimiliki Dalam Hidupmu.

Anda Harus Melakukan Sesuatu Yang Belum Pernah Dilakukan Sebelumnya”.

(JD Houston)

“Saya Bukan Apa-apa Tapi Harus Menjadi Segalanya”

(Karl Marx)

(9)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………...i

HALAMAN PENGESAHAN……….………iii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI………..….………iv

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR/ SKRIPSI ………. .v

KATA PENGANTAR………...vi

HALAMAN MOTTO………..…..………viii

DAFTAR ISI………....…..ix

DAFTAR GAMBAR ………...xii

DAFTAR TABEL ………...…………..…...xiv

ABSTRAK………xv

BAB 1 PENDAHULUAN ………..1

1.1 Latar Belakang………...1

1.2 Perumusan Masalah………... 3

1.3 Batasan Masalah……… 3

1.4 Tujuan Penulisan Laporan………. 4

1.5 Manfaat Perancangan……… 4

1.6 Metode Pengumpulan Data……….……...5

BAB II LANDASAN TEORI………...6

2.1 Tinjauan Pustaka………....6

2.2 Pemilihan Material Plastik……….…....7

2.3 Definisi Plastik………... 7

2.3.1 Jenis Plastik………... 8

2.3.2 Penyusutan Material Plastik………10

2.4 CAD (Computer Aided Design)……….………..11

(10)

x

2.5 Definisi 3D Printing………. 11

2.6 Jenis-Jenis 3D printing………. 12

2.7 Rapid Prototype………...16

2.7.1 Tipe-tipe Prototype………...17

2.7.2 Pengelompokan Prototype………... 18

2.7.3 Kegunaan Prototype……….…20

BAB lll METODOLOGI PERANCANGAN ………22

3.1 Alur Perancangan……… 22

3.2 Pengamatan Produk Casing Remote Control Alarm Mobil…………... 23

3.2.1 Kriteria Prototipe Casing remote Control Alarm Mobil………. 23

3.2.2 Kriteria Desain Casing Remote Control Alarm Mobil……….23

3.2.3 Perencanaan Proses Pembuatan ……….24

3.2.4 Mesin 3D Printing……….…………....25

3.2.5 Nozzle………....27

3.3 Re Design………. 27

3.3.1 Proses Awal Pengukuran………. 27

3.3.2 Proses Pembuatan Desain Menggunakan Software AutooCAD…….. 28

3.3.3 Proses Pembuatan Prototipe Menggunakan Software Wanhao Makee.. 31

3.4 Design Final……….32

BAB IV PROSES PRODUKSI………33

4.1 Proses Produksi………... 33

4.2 Transfer Data AutoCAD ke Software Wanhao Maker………34

4.3 Pengaturan mesin 3D printing……….36

4.3.1 Menu Yang Terdapat Pada Aplikasi Wanhao Maker………...36

(11)

xi

4.3.2. Posisi Pada Wanhao Maker……….. 37

4.3.3 Cara Menghapus Desain……….……….………..38

4.3.4 Perintah Slicing Pada Wanhao Maker……….………..39

4.4 Proses Produksi Print 3D………42

4.4.1 Hasil 3D Printing………...……….……..45

4.4.2 Hasil 3D printing waktu pengerjaan………45

4.4.3 Hasil Penyusutan Benda Kerja……….45

BAB V PENUTUP……… 46

5.1. Kesimpulan……….. 46

5.2. Saran………47 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Mesin 3D Printing ... 12

Gambar 2.2 Printer 3D Direct ... 13

Gambar 2.3 Printer 3D Binder ... 14

Gambar 2.4 Printer 3D Potopoliymerization ... 15

Gambar 2.5 Printer 3D Sintering ... 16

Gambar 3.1 Diagram alir Desain Casing Remote Control Alarm Mobil ... 22

Gambar 3.2 Mesin 3D Printing Duplicator 5S Mini Wanhao Maker ... 25

Gambar 3.3 Nozzle Brass 3D Printer……….27

Gambar 3.4 Proses Pengukuran Casing Remote Control Alarm Mobil... 28

Gambar 3.5 Sketsa 2D Casting Drag Remot Control Alarm Mobil ... 29

Gambar 3.6 Sketsa 2D Casting Kup Remot Control Alarm Mobil ... 29

Gambar 3.7 Penentuan Material Pada Software Wanhao Maker ... 31

Gambar 3.8 Design AutoCAD 3D ... 32

Gambar 4.1 Diagram Alir Pembuatan Casing Remote Control Alarm Mobil ... 33

Gambar 4.2 Software Wanhao Maker ... 34

Gambar 4.3 Tranfer File Ke Software Wanhao maker ... 35

Gambar 4.4 Tampilan Hasil Tranfer Data... 36

Gambar 4.5 Menu Yang Terdapat Pada Software Wanhao maker ... 36

Gambar 4.6 Mengatur Posisi Pada Wanhao Maker ... 38

Gambar 4.7 Cara Menghapus Desain... 38

Gambar 4.8 Kotak Dialog Printah Selicing ... 39

Gambar 4.9 Kotak Dialog Printah Selicing ... 39

(13)

xiii

Gambar 4.10 Kotak Dialog Printah Selicing ... 40

Gambar 4.11 Save File Dari Format Stl Ke i File ... 41

Gambar 4.12 Proses Selincing Models ... 41

Gambar 4.13 Hasil Dari Proses Slincing Models ... 42

Gambar 4.14 Nafigasikan Monitor ... 42

Gambar 4.15 Nafigasikan Monitor pada Utilites ... 42

Gambar 4.16 Nafigasikan Monitor Load Nama ... 43

Gambar 4.17 Nafigasikan Monitor Pemanasan Nozzle ... 43

Gambar 4.18 Proses Pembuatan Raft Pada Wanhao Maker ... 43

Gambar 4.19 Proses Pembuatan Benda Kerja... 44

Gambar 4.20 Hasil Benda Kerja Menggunakan Mesin 3D Printing ... 44

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Nilai Penyusutan Material ... 10 Tabel 3.1 Tabel Parameter PLA ... 24 Tabel 3.2 Spesifikasi Mesin 3D Printing ... 25

(15)

xv

ABTRAK

Perkembangan dunia industri saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan perkembangan itu datanglah tuntutan dari konsumen akan produk-produk yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, produk dengan ketelitian tinggi tidak dapat lagi dikerjakan dengan cara manual karena akan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama sehingga perlu adanya penggunaan perangkat lunak (software) yang dapat membantu proses produksi khususnya di bidang industri manufaktur. Salah satu proses manufaktur adalah menggunakan mesin 3d printing untuk produk berbahan plastik. Pada perancangan ini digunakan perangkat lunak autoCAD, dan pendukung proses permesinannya menggunakan software wanhao maker. Bahan produk yang digunakan dalam perangcangan casing remote control ini adalah polactic acid (PLA). Dengan menggunakan software wanhao maker sebagai simulasinya ini telah didapatkan bahwa, saat pembuatan casing remote control membutuhkan material plastik 25 gr dan menggunakan nozzle berdiameter 0,4 mm. Hasil dari proses permesinan pada produk casing remote control ini adalah 1 jam 56 menit.

Kata kunci : Plastik, 3d printing, AutoCAD, Wanhao Maker.

(16)

1 BAB 1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dewasa ini plastik sudah begitu melekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kantong belanja, tempat makanan, peralatan elektronik, hingga peralatan rumah tangga lainnya terbuat dari bahan plastik. Hal ini disebabkan karena kelebihan dari kemasan plastik yaitu ringan, fleksibel, multiguna, kuat, tidak bereaksi, tidak karatan dan bersifat termoplastis (heat seal), dapat diberi warna, harganya yang murah dan dapat di daur ulang. Sehingga banyak berbagai macam industri mengalihkan penggunaan bahan logam menjadi bahan plastik.

Secara garis besar, plastik dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu thermosetting dan thermoplast. Thermosetting merupakan produk plastik yang tipis dan merupakan proses pengerjaan dingin, sehingga hasil produksinya dapat langsung digunakan saat dihasilkan. Contohnya kantong plastik.

Sedangkan untuk thermoplast, merupakan proses pengerjaan panas, sehingga produknya harus didinginkan terlebih dahulu baru bisa digunakan, misalnya kipas angin, dan barang elektronik lainnya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini yang semakin canggih salah satunya dibidang otomotif. Mendorong penulis untuk membuat sebuah casing remote control alarm mobil yang beda dari produk sebelumnya, seperti penambahan disetiap sudut-sudut casing remote control itu sendiri.

(17)

2

Pada zaman dahulu, membuat prototype diperlukan waktu yang lama dikarenakan dalam pembuatan prototype melalui beberapa tahapan dari sebuah design setelah selesai, dibuat di beberapa bengkel selanjutnya kembali ke bagian design untuk difinishing. Proses ini memerlukan banyak pekerja yang terlibat dan waktu yang lama dalam memproduksi prototype. Banyak kekurangan dalam pembuatan prototype tersebut maka para ilmuwan berpikir dan menemukan printer 3 dimensi, diharapkan dengan temuan teknologi baru yaitu printer 3 dimensi dapat menutupi kekurangan yang dikeluhkan para desiner.

Printer 3D di Indonesia mulai digemari di dalam dunia industri Indonesia, karena dengan meggunakan printer 3D pembuatan prototype yang biasanya memakan waktu yang lama dapat dibuat dalam waktu yang lebih singkat.

Pembuatan sebuah prototype dengan menggunakan sebuah mesin printer 3D diawali dengan membuat sebuah desain terlebih dahulu dengan menggunakan Software seperti autoCAD. Kemudian hasil desain dari Software yang digunakan tersebut dipindah kedalam Software wanhao maker printer 3D dalam bentuk file yang dapat digunakan didalam Software printer 3D adalah (STL) Stereo Lithography.

(18)

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah diatas mengenai proses manufaktur pengembangan produk casing remote control alarm mobil berbantuan 3D printing plastik dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :

1. Menggambar casing remote control alarm mobil menggunakan perangkat lunak AutoCAD.

2. Bagaimana cara seting mesin 3D printing untuk pembuatan benda kerja berupa casing remote control alarm mobil.

3. Bagaimana cara proses produksi pembuatan benda kerja berupa casing remote control alarm mobil.

1.3 Batasan Masalah

Mengingat banyaknya masalah yang tidak mungkin dibahas secara rinci dan menyeluruh, dan agar tidak terjadi penyimpangan dari pokok permasalahan maka perlu di buat batasan masalah untuk perancangan ini. Batasan masalahnya sebagai berikut :

1. Pembuatan desain gambar casing remote control alarm mobil dengan menggunakan aplikasi AutoCAD.

2. Penerapan benda kerja hanya bisa digunakan untuk mobil

3. Benda kerja yang dibuat berupa prototype menggunakan 3D printing 4. Tidak membahas mengenai pemilihan bahan dan menghitung kekuatan

bahan.

(19)

4

1.4 Tujuan Penulisan Laporan

Adapun tujuan dari sekripsi ini adalah:

1. Mendesain casing remote control alarm mobil dengan menggunakan perangkat lunak berbantuan aplikasi AutoCAD.

2. Proses produksi pembuatan casing remote control alarm mobil menggunakan mesin 3D printing.

3. Menghasilkan prototype berupa casing remote control alarm mobil sebelum di produksi masal.

1.5 Manfaat Perancangan

Manfaat dari penulisan laporan skripsi ini antara lain meliputi :

1. Bagi Mahasiswa

Perancangan ini dapat digunakan sebagai bukti penerapan ilmu pengetahuan (aplikasi) yang didapat selama berada di bangku kuliah, serta dapat menambah wawasan keilmuan dalam bidang keteknikan terutama dalam desain dan perancangan berbantuan komputer

2. Bagi Akademis

Hasil perancangan ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan sebagai bahan penelitian maupun perancangan selanjutnya.

3. Bagi Pembaca

Memberikan suatu informasi baru yang bermanfaat untuk memperluas wawasan dan pengetahuan.

(20)

1.6 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Studi Literatur

Langkah ini dilakukan dengan mempelajari referensi dari buku maupun internet yang berhubungan dengan desain produk casing remoe control alarm mobil dan berhubungan langsung dengan studi kasus tugas akhir.

2. Asistensi dan Konsultasi

Langkah ini dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing tugas akhir maupun dengan pembimbing di lapangan serta pihak-pihak yang berhubungan dengan studi kasus tugas akhir.

(21)

6 BAB II

LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

Sigit, 2009, Menyimpulkan bahwa pentingnya menentukan jenis material yang akan digunakan dan pada saat proses pembuatan cetakan dituntut untuk mendapatkan kepresisisan yang tinggi agar hasil produk sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

Nasiri, 2009, Menyimpulkan bahwa pada proses 3D printing material yang digunakan adalah PLA atau Polactic Acid. PLA adalah satu jenis polyester alifatik yang didapat dari asam laktat dari sumber yang terbarukan seperti gula, pati-patian, selulosa dan gliserin sisa biodiesel, Jenis polimer ini mempunyai potensi untuk dapat berkembang pada saat ini. Sifat mekanik, barier, fisik, dan kimia mempunyai kombinasi cocok untuk digunakan sebagai bahan sekali pakai atau sebagai pengemas makanan.

Kristianto, A. E. 2018. Menyimpulkan bahwa casing alarm mobil adalah bagian dari sebuah wadah atau tempat yang menyatukan semua komponen kunci mobil seperti PCB, baterai, tombol dan lain-lain, Casing umunya terbuat dari plastik.

Sepriansyah, M. F. 2018. Menyimpulkan bahwa master lensa yang halus, tidak cacat atau rusak pada bagiannya, dan memiliki kelengkungan yang bagus. Master lensa yang dibuat menggunakan mesin 3d printing tidak layak sebab untuk mesin 3d printing yang digunakan belum mampu untuk membuat

(22)

suatu produk dengan tingkat ketelitian yang tinggi dan produk yang dihasilkan tidak rapat dan halus.

Ruswandi, 2017. Untuk mendapatkan temperatur yang sesuai untuk melelehkan PLA dapat diatur dengan memperbesar diameter lubang penempatan element pemanas besar menjadi 6,599 mm ± 0,05 mm. Kemudian dari analisis gaya dorong dihasilkan besar gaya dorong yang diperlukan pada roller pendorong untuk mendapatkan kecepatanlelehan sebesar 25 mm/s adalah sebesar N.

2.2 Pemilihan Material Plastik

Pemakaian plastik sebagai bahan komponen semakin meningkat, contohnya sebagai bahan komponen kendaraan bermotor, kebutuhan rumah tangga, maupun industri yang sangat banyak menggunakan bahan dasar plastik. Hal ini tentunya dikarenakan karena plastik mempunyai karakteristik dan beberapa kelebihan, antara lain : mudah dicairkan dan dibentuk pada temperatur yang relatif tidak terlalu tinggi, mempunyai daya serap yang tinggi terhadap beban kejut (impact load) dan getaran (vibration), tahan karat, dan mempunyai harga bahan yang lebih murah dibandingkan dengan logam.

2.3 Definisi Plastik

Plastik adalah salah satu bahan baku yang diperoleh melalui proses sintesis dari berbagai bahan mentah, seperti minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.

Plastik juga disebut sebagai bahan organik, karena terdiri dari beberapa persenyawaan karbon, kecuali plastik silikon yang mengandung silicium sebagai bahan pengganti karbon namun secara kimiawi silicium mirip dengan

(23)

8

karbon. Plastik juga disebut sebagai bahan berstruktur makro molekul, karena bahan tersebut terdiri dari molekul-molekul yang besar.

2.3.1 Jenis Plastik 1. Thermosetting

Thermosetting merupakan kelompok plastik yang pada penggunaannya tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat dikombinasikan dengan material lainnya. Material-material yang termasuk jenis plastik ini antara lain : alkyd, diallyl, phthalates, epoxy, melamin, polyester, silicon, dan lain-lainThermoplastics 2. Thermoplastics

Thermoplastics mempunyai susunan molekul benang yang terkesan ruwet dan tanpa ikatan. Molekul-molekul makro bersatu karena adanya gaya yang berasal dari gesekan dan belitan antar molekul. Plastik jenis ini sangat mudah mengalami deformasi (perubahan bentuk) jika terkena gaya yang relatif kecil sekalipun, hal ini dikarenakan posisi molekul mudah bergeser. Susunan molekul yang awalnya berupa benang yang ruwet, apabila terkena gaya akan berubah secara teratur sesuai dengan arah gaya. Pada suhu ruangan, gaya lekat antar molekul ini cukup besar. Dengan naiknya temperatur, maka berkurang juga gaya lekat antar molekul. Belitan molekul mengendor dan mengakibatkan plastik menjadi elastis.

Apabila dipanaskan lebih lanjut, maka molekul-molekul makro akan mudah bergerak, artinya plastik menjadi lunak dan akhirnya mencair dan mudah untuk dicetak.

(24)

Untuk proses produksi casing remot control ini, material plastik yang digunakan sebagai material 3d printing adalah material plastik jenis thermoplastics. Thermoplastics memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis material plastik thermosetting, duroplast, maupun elastomer seperti diatas, dan pada proses pembuatannya dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan lebih aplikatif. Oleh karena itu, material plastik jenis ini banyak digunakan pada industri-industri manufaktur.

Thermoplastics merupakan kelompok plastik yang pada penggunaannya dapat didaur ulang dan dapat dikombinasikan dengan material lainnya sesama jenis thermoplastics menurut kebutuhan. Dalam pengolahannya, dapat juga ditambahkan zat pewarna serta material tambahan lainnya seperti : Zinc Streate dan Lubricant Oil. Material-material yang termasuk jenis thermoplastics antara lain : ABS, SAN, Acetat, acrylic, chlorinate pholyeter, nylon, dan lain-lain.

2.3.2 Penyusutan Material Plastik

Semua plastik akan mengalami penyusutan setelah keluar dari cetakan. Penyusutan ini akan menyebabkan ukuran produk yang dihasilkan akan berubah, dimana hal ini tidak diinginkan namun penyusutan pasti terjadi. Hal yang biasa dilakukan adalah memperbesar ukuran cetakan sehingga menghasilkan yang sesuai dengan yang diharapkan setelah mengalami penyusutan. Nilai penyusutan berbeda-beda, tergantung dari jenis materialnya,

(25)

10

sehingga untuk menentukan besarnya toleransi cetakan diharuskan mangetahui karakteristik material yang akan digunakan.

Tabel 2.1 Nilai penyusutan material (Mulyawan, Bagus ,(2018)

Material % Shrinkage Material % Shrinkage Nlyon 6 1 -1.5 Polycarbonate 0.8

Nlyon 6-GR 0.5 Acetal 2

Nlyon 6/6 1-2 PCV - Rigid 0.5 – 0.7 Nlyon 6/6-

0.5

PCV – Soft 1 – 3

GR

LDPE 1.5–3 ABS 0.4 – 0.6

HDPE PP 1.2–2

PLA 2 – 3 Cellulose acetate 0.5

Styrene

0.5 -0.7

Cellulose acete -

0.5 Acrylonitrile

butyrate

Acrylic 0.3 – 0.6

Cellulose

0.5 propinate

2.4 CAD (Computer Aided Design)

CAD adalah teknologi yang berhubungan dengan penggunaan sistem komputer untuk membantu dalam pembuatan desain, modifikasi produk,

(26)

analisis, dan mengoptimalkan desain. Setiap program pada komputer yang menggunakan grafis komputer dan program aplikasi yang memfasilitasi fungsi rekayasa dalam proses perancangan dapat dikategorikan sebagai perangkat lunak CAD. Peran mendasar dari CAD adalah mendefinisikan geometri desain, bagian mekanis, perakitan produk, struktur arsitektur, sirkuit elektronik dan lain-lain.

Berbagai macam perangkat lunak CAD yang sering kita gunakan adalah Solidwork, inventor, AutoCAD, Powershape, Catia, ArtCAM, dan Ansys.

Perangkat lunak ini digunakan di dunia manufaktur.

2.5 Definisi 3D Printing

Pada tahun 1984 Charles Hull menciptakan sebuah teori yaitu teori stereo lithography yaitu proses pencetakan yang memungkinkan membuat objek 3D yang akan dibuat dari data digital. Teori stereo lithography popular sampai akhir tahun 1980an. 3D printing adalah bentuk teknologi manufaktur aditif dimana mesin akan membuat benda berbentuk tiga dimensi dengan cara membuat dengan meletakan lapisan material secara berturut-turut

(27)

12

Gambar. 2.1. Mesin 3D Printing Wanhao Maker

2.6 Jenis-Jenis 3D printing

1. Printer 3D Direct

Printer 3D jenis direct memiliki mekanisme kerja menggunakan teknologi inkjet. Teknologi ini sudah ada sejak 1960 ketika digunakan pada printer 2D.

Meskipun teknologi inkjet digunakan ke dalam printer 3D cara kerjanya pun hampir mirip ketika digunakan ke dalam printer 2D. Dimana inkjet bergerak maju mundur sambil mengeluarkan cairan. Dan yang membedakan adalah rinter 2D inkjet hanya bergerak maju mundur atau horizontal, sedangkan printer 3D inkjet juga bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik.

(Nugroho (2018))

(28)

Gambar. 2.2. Printer 3D Direct Sumber (Nugroho (2018)

2. printer 3D Binder

untuk membentuk setiap lapisan. Tetapi memiliki perbedaan dengan jenis direct, dimana jenis binder untuk melakukan pencetakan menggunakan dua bahan yang terpisah yang berupa bubuk kering dan lem cair. Dengan mekanisme kerja, pertama bubuk kering dilakukan penuangan kemudian diberikan lem cair agar terjadi pengikatan. Begitu seterusnya hingga seluruh proses selesai. (Nugroho (2018)

(29)

14

Gambar. 2.3. Printer 3D Binder Sumber ,Nugroho (2018)

3. Printer 3D Potopoliymerization

Photopolymerization jika diamati dari penamaannya berasal dari kata Photo yang berati cahaya dan polymer yang memiliki arti senyawa kimia plastik. Jadi dapat dikatakan sebagai jenis printer 3D yang memiliki cara kerja dengan meneteskan cairan plastik kemudian diberikan penyinaran laser berupa ultraviolet. Dan selama proses penyinaran ini sanggup merubah cairan menjadi bentuk padat.

(30)

Gambar. 2.4. Printer 3D Potopoliymerization Sumber,Nugroho (2018)

4. Printer 3D Sintering

Sedangkan printer 3D jenis sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat yang diberikan penyinaran. Proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan cetak. Jenis sintering sangat kompatibel untuk mencetak benda-benda yang berasal dari logam. Karena proses manufaktur pada logam sering membutuhkan mekanisme dari bentuk padat kemudian cair lalu padat lagi. Keuntungan yang dihasilkan dari proses sintering adalah tingkat presisi yang tinggi.

(Nugroho (2018))

(31)

16

Gambar. 2.5. Printer 3D Sintering Sumber Nugroho ,(2018)).

2.7 Rapid Prototype

Prototype atau purwarupa adalah bentuk awal dari suatu entitas. Dalam bidang desain, sebuah prototype dibuat sebelum dikembangkan atau justru dibuat secara khusus untuk pengembangan sebelum dibuat dalam skala sebenarnya atau sebelum diproduksi secara masal.

Prototype atau bentuk dasar suatu produk bisa digunakan untuk menyampaikan berbagai macam informasi gambaran produk itu. Kalau untuk mendesain furniture misalnya, maka bentuk adalah hal penting yang perlu dimiliki oleh prototype itu. Tetapi untuk mendesain suatu aplikasi software atau website, penting untuk menggunakan prototype yang mampu mengkomunikasikan sistem interaksi antara pengguna dan teknologi produk tersebut.

(32)

Prototype bisa ditampilkan secara hi-fi (high fidelity), di mana programmer dan desainer visual sudah ikut bekerja menampilkan produk tersebut, dan pengguna bisa melakukan pengujian produk yang sudah hampir jadi. Namun, pengujian produk bisa dilakukan sebelum produk tersebut diimplementasikan, untuk melibatkan pengguna lebih awal di masa pengembangan produk. Di sinilah Prototype ditampilkan secara low-fi (low fidelity), dan desainer interaksi berperan.

2.7.1 Tipe-tipe Prototype

Prototype diklasifikasikan menjadi dua dimensi yaitu diantaranya dimensi yang pertama adalah tingkat dimana sebuah prototype merupakan bentuk fisik sebagai lawan dari analitik.

Prototype fisik merupakan benda nyata yang dibuat untuk memperkirakan produk. Aspek-aspek dari produk yang diminati secara nyata dibuat menjadi suatu benda untuk pengujian dan percobaan.

Beberapa contoh prototype fisik meliputi model yang tampilannya seperti produk, bukti bahwa prototype konsep digunakan untuk menguji sebuah pemikiran secara cepat, dan hardware percobaan digunakan untuk membenarkan fungsi dari sebuah produk. Sementara itu prototype analitik menampilkan produk tidak nyata, biasanya matematis. Aspek yang menarik adalah produk dianalisis daripada dibuat. Contoh prototype analitik meliputi simulasi komputer, sistem komputer, sistem persamaan penulisan pada kertas komputer, dan model geometrik tiga dimensi.

(33)

18

Sementara dimensi kedua adalah tingkatan dimana sebuah prototype merupakan prototype yang menyeluruh sebagai lawan dari terfokus.

Prototype yang menyeluruh mengimplementasikan sebagian besar atau semua atribut dari produk. Prototype yang menyeluruh diberikan kepada pelanggan untuk mengidentifikasi kekurangan dari desain sebelum memutuskan diproduksi. Berlawanan dengan prototype menyeluruh, prototype terfokus untuk mengimplementasi- kan satu atau sedikit sekali atribut produk. Contoh prototype terfokus meliputi model busa, untuk menggali bentuk dari prototype dan kabel melilit pada papan sirkuit untuk memeriksa tampilan elektronik dari sebuah rancangan produk.

Sebuah praktek umum dimaksudkan untuk menggunakan dua atau lebih prototype terfokus secara bersamaan untuk menyelidiki performasi produk secara keseluruhan. Satu dari prototype ini seringkali merupakan prototype yang mirip tampilannya dan yang satunya merupakan prototype yang mirip kerjanya. Dengan membuat dua prototype terfokus yang terpisah, produsen dapat menjawab pertanyaan lebih cepat daripada jika membuat satu prototype menyeluruh.

2.7.2 Pengelompokan Prototype

Prototype dapat dibagi dalam enam kelompok yaitu:

(34)

1. Prototype pembuktian konsep

Digunakan untuk menjawab kelayakan produk. Fokus pembahasan dalam prototype ini adalah komponen atau subsistem. Kegiatan ini dilakukan setelah pengembangan konsep atau dalam pemilihan konsep.

2. Prototype rancangan industry

Digunakan untuk memperlihatkan tampilan dan kesan dari produk. Biasanya prototype ini menggunakan bahan sederhana seperti strofoam sehingga dapat digunakan untuk memperlihatkan beberapa variasi dengan proses pembuatan prototipe yang tepat.

3. Prototype rancangan percobaan

Fokus prototype ini adalah untuk memodelkan suatu subsistem dari suatu produk dalam rangka mencapai terget performansi yang ditetapkan.

4. Alfa prototype

Proptotype yang dibuat untuk melihat komponendari produk yang diharapkan. Komponen memiliki bentuk geometri dan material yang identik dengan produk yang akan diproduksi.

Prototype ini merupakan sistem konstruksi pertama dari subsistem. Yang secara individual telah dibuktikan performansinya dalam prototype sebelumnya.

5. Beta prototype

Prototype yang dibuat sesuai dengan proses sesungguhnya, tetapi munkin tidak dirakit dengan proses perakitan

(35)

20

sesungguhnya. Tujuannya adalah untuk melihat performansi dan reliability dalam rangka mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk produk akhir.

6. Prototype praproduksi

Adalah percobaan produksi untuk kapasitas terbatas.

2.7.3 Kegunaan Prototype

Dalam proyek pembuatan dan pengembangan produk, prototype digunakan untuk empat tujuan yaitu:

1. Pembelajaran

Prototype sering dipertanyakan mengenai kemampuannya untuk dapat bekerja dengan baik atau tidak. Dan juga bisakah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan nantinya. Ini yang harusnya digunakan untuk pembelajaran sehingga prototype yang dihasilkan benar-benar produk yang dibutukan pelanggan guna mencapai kepuasan pelanggan.

2. Komunikasi

Prototype memperkaya komunikasi dengan manajemen puncak, penjual, mitra, keseluruhan anggota tim, pelanggan, investor. Hal ini benar karena sebuah gambaran, alat, tampilan tiga dimensi dari produk lebih mudah dimengerti daripada sebuah penggambaran verbal, bahkan sketsa produk sekalipun.

3. Penggabungan

Prototype digunakan untuk memastikan bahwa komponen- komponen dan subsistem-subsistem dari produk bekerja

(36)

bersamaan seperti yang diharapkan. Prototype juga membantu menggabungkan perspektif dari fungsi yang berbeda yang ditampilkan pada tim pengembangan produk.

4. Milestones

Dalam pengembangan produk berikutnya, prototype digunakan untuk mendemonstrasikan bahwa produk telah mencapai tingkat kegunaan yang diinginkan. Prototype milestone menyediakan hasil nyata, memperlihatkan kemajuan dan disiapkan untuk menjalankan produksi.

(37)

22

Selesai BAB lll

METODOLOGI PERANCANGAN

3.1 Alur Perancangan

Berikut bagian diagram alir dari beberapa tahapan yang dilakukan sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.1 di bawah ini:

Gambar. 3.1. Diagram alir perancangan desain casing remote control alarm mobil.

Mulai

Pengamatan produk

Re Design CAD

Design final

(38)

3.2 Pengamatan Produk Casing Remote Control Alarm Mobil

Pada proses awal penulis, menentukan desain yang akan di buat menjadi suatu keharusan. Untuk itu, penulis menentukan kriteria yang akan dibuat pada desain dengan memperhatikan kekurangan dari produk awal di bawah ini.

3.2.1 Kriteria Prototype Casing remote Control Alarm Mobil

Pada proses pembuatan prototype, penulis menentukan kriteria dari prototype yang akan di print harus melalui proses slicing yang baik dan posisi print yang sesuai dengan keinginan. Setelah itu mengetahui ketebalan dari lapisan layer prototype agar prototype lebih kuat dan permukaan prototype harus lebih halus karena tidak menggunakan finishing.

3.2.2 Kriteria Desain Casing Remote Control Alarm Mobil

Pada proses awal perancangan ini, menentukan kriteria dari desain yang akan di buat menjadi suatu benda. Untuk itu, penulis menentukan kriteria yang akan dibuat pada desain dengan memperhatikan kekurangan dari produk awal. Setelah itu, peneliti menambahkan ketahanan produk pada desain casing remote control alarm mobil yang baru serta keistimewaan berupa penebalan di setiap sudut casing dan gantungan casing remote control alarm mobil. Proses pembuatan dari casing remote control alarm mobil lebih singkat dengan menggunakan printer 3 dimensi dan bahan PLA yang lebih murah dibandingkan proses pembuatan secara konvensional.

(39)

24

3.2.3 Perencanaan Proses Pembuatan

Bahan yang digunakan untuk pembuatan Casing Remote Control Alarm Mobil ini adalah plastic PLA (Polactic Acid). Pemakaian plastik sebagai bahan komponen sebagai bahan komponen Casing Remote Control Alarm Mobil karena plastik mempunyai karakteristik dan beberapa kelebihan, antara lain : mudah dicairkan dan dibentuk pada temperatur yang relatif tidak terlalu tinggi, mempunyai daya serap yang tinggi terhadap beban kejut (impact load) dan getaran (vibration), tahan karat, dan mempunyai harga bahan yang lebih murah dibandingkan dengan logam.

Tabel. 3.1. Tabel Parameter PLA Sumber, Utama,G,P(2017).

(40)

3.2.4 Mesin 3D Printing

Mesin 3D Printing yang digunakan adalah Duplicator 5S Mini wanhao.

Gambar. 3.2. Mesin 3D Printing Duplicator 5S Mini wanhao.

Adapun spesifikasi mesin 3D Printing Duplicator 5S Mini wanhao yang digunakan dalam proses pembuatan Casing Remote Control Alarm Mobil dapat dilihat pada table 3.2.

Tabel. 3.2 Spesifikasi Mesin 3D Printing Duplicator 5S Mini wanhao.

3D Printer Umum Properti

Antarmuka SD atau USB2.0 printer

Max Printing Ukuran Objek 205*305*305mm

Extruder mk10 3D printer extruder

(41)

26

X, Y Axis Resolusi Positioning 0.01mm

ketebalan lapisan Minimal 0.1mm X, Y axis max kecepatan 5000mm/menit Z sumbu positioning resolusi 0.005mm Z sumbu kecepatan max 1000mm/menit

Software Replicator G atau Wanhao pembuat 2

Bahan cetak PLA 1.75mm

Input daya 110 V-220 V

Bingkai ekstrim XV Batu struktur Baja

Input format STL

Output format X3G

Kebisingan 48 desibel selama pencetakan Dimensi

Produk dimensi 46x53x48 cm

Packing dimensi 61x57x65 cm

Berat (bersih) 35 kg

Bahan Dukungan PLA PVA

Bahan Ukuran 3 mm filamen

Bahan ukuran kebutuhan 3 +-0.1mm

Suhu Sensor sensor suhu thermocouple

(42)

3.2.5 Nozzle

Nozzle yang digunakan pada mesin 3D Printer ini adalah nozzle brass lubang 0.4 filament 1.75mm

Gambar. 3.3. Nozzle brass 3D Printer. Sumber,Utama,G,P,(2017)

3.3 Re Design

3.3.1 Proses Awal Pengukuran

Pada proses awal ini, penulis akan mengukur produk awal dan hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan desain adalah ukuran dalam dari casing bawah dan atas serta ukuran lubang untuk tempat menekan tombol.

(43)

28

Gambar. 3.4. Proses Pengukuran Casing Remote Control Alarm Mobil.

3.3.2 Proses Pembuatan Desain Menggunakan Software AutooCAD 1. Desain Casing Remote Control Alarm Mobil Bagian Awal 2D

Menggunakan Sofware AutoCAD

Pada proses ini penulis membuat desain awal 2D menggunakan software autoCAD. Setlah mendapatkan ukuran dan dimensi dari pengukuran yang dilalakukan di awal,penulis juga membuat gambar kerja sesuai ukuran yang telah di ukur untuk Casing Remote Control Alarm Mobil yang dibuat dengan menggunakan Software autoCAD.

(44)

Gambar. 3.5. Sketsa 2D Casting Drag Remote Control Alarm Mobil.

Gambar. 3.6. Sketsa 2D Casting Kup Remote Control Alarm Mobil.

(45)

30

2. Proses Pembuatan Desain 3D dan Assembly Menggunakan Software AutoCAD

Pada proses ini kita membuat desain 3D lanjutan setelah proses pertama pembuatan sketsa 2D perpart menggunakan software autoCAD. Selanjutnya open file dwg atau dxf, yang akan dibuat bentuk 3D-nya. Setelah selesai mengikuti langkah–langkah, selanjutnya adalah mengaktifkan perintah 2D to 3D pada autoCAD. Kemudian kita akan menggolongkan 2 pandangan. Selanjutnya bisa kita buat pandangan yang lain dengan menggunakan cara yang sama untuk kontur sketsa yang lain. Lalu setelah ketiga kontur sketsa tersebut menjadi 2 pandangan yang berbeda, yaitu mengatur posisi dari 2 sketch tersebut menjadi sejajar. Setelah 2 Sketsa tersebut saling sejajar, kemudian kita bisa buat bentuk 3D menggunakan fitur–fitur di software autoCAD.

Selanjutanya proses Assembly dengan cara menggabungkan part yang sudah dirubah dari 2D ke 3D.

3. Proses Penentuan Material PLA Menggunakan Software Wanhao Maker.

Pada proses ini kita menentukan material yang digunakan dengan cara klik kanan pada part dan pilih apply material agar masuk ke dalam kotak penentuan material dengan ini material “PLA” terinput ke dalam

“Favorite Material”. Klik tutup untuk menutup kotak dialog

“Material”.

(46)

Gambar. 3.7. Penentuan Material Pada software wanhao maker 4. Proses CAD desain Menggunakan Software AutoCAD.

Pada proses ini kita akan melakukan penyimpanan file yang sudah tersimpan berbentuk AutoCAD diimport ke STL (Stereo Lithography) agar bisa terbuka di software Wanhao Maker untuk bisa selanjutnya untuk dibuat prototype.

3.3.3 Proses Pembuatan Prototype Menggunakan Software Wanhao Maker

Proses ini menerjemahkan object 3D ke printer untuk mencetak sesuai seting yang telah dibuat setelah itu proses slicing juga memiliki 3 langkah :

1. Add object.

Menambahkan object 3 dimensi dengan format stl atau objek ke software Wanhao Maker. Susun bagaimana posisi objek yang akan dicetak

(47)

32

dengan mengatur posisi skala (jika diperlukan) dan rotasi benda.

Penempatan posisi ini sangat berpengaruh terhadap kemudahan printer dalam mencetak. Posisikan sehingga tidak ada bagian yang menggantung (overhang) sehingga tidak perlu menggunakan support.

2. SLICE

Secara otomatis menerjemahkan benda 3D yang dikenali oleh mesin printer.

3. Save to SD Card

Menyimpan perintah dalam SD Card. Perintah inilah yang akan dikenali oleh mesin printer, sehingga bisa mencetak sesuai seting awal.

3.4 Design Final

Setelah proses Design Casing Remote Control Alarm Mobil dengan menggunakan software autoCAD. Selanjutnya melakukan penyimpanan file yang sudah tersimpan berbentuk autocad diimport ke STL (Stereo Lithography). Kemudian Untuk menjalankan proses ini dengan menggunakan software wanhao maker. Proses slanjutnya memulai pencetakan pada mesin 3D Printing.

Gambar. 3.8. Design Autocad 3D

(48)

33 BAB IV

PROSES PRODUKSI 4.1 Proses Produksi

Pembuatan casing remote control alarm mobil berbantuan 3D Printing pada penulisan perancangan ini dapat dilihat pada diagram alir sebagai berikut:

Gambar. 4.1. Diagram alir pembuatan casing remote control alarm mobil.

Mulai

Transfer data dari softwere AutoCAD ke softwere Wanhao Maker

Pengaturan mesin Print 3D pada softwere Wanhao Maker

Proses Produksi Print 3D

Selesai

(49)

34

4.2 Transfer Data AutoCAD ke Software Wanhao Maker.

Langkah pertama dilakukan dengan transfer data ke software wanhao maker, harus memastikan bahwa file gambar CAD tersimpan dengan format file yang didukung oleh software wanhao maker. Dalam hal ini, program desain yang digunakan pada perancangan menggunakan software AutoCAD sehingga data diexport ke dalam bentuk file STL. Adapun langkah transfer data dari CAD ke software wanhao maker pada perancangan ini, sebagai berikut:

1. Membuka software wanhao maker.

Buka software wanhao maker pada komputer dengan cara: klik dua kali software wanhao maker dilayar monitor.

Gambar. 4.2. software wanhao maker.

(50)

2. Transfer data

Setelah software wanhao maker terbuka, selanjutnya untuk lakukan transfer data dengan pilih “file” > “open” > cari file (STL) yang akan dilakukan proses 3d printing, lalu > klik “open”.

Gambar. 4.3. Transfer file ke software wanhao maker.

3. Tampilan Hasil Transfer Data

Setelah file terbuka, maka transfer data dari CAD ke software wanhao maker selesai, dan tahap selanjutnya melakukan proses pengaturan 3D printing pembuatan casing remote control alarm mobil.

(51)

36

Gambar. 4.4. Tampilan hasil transfer data.

4.3 Pengaturan mesin 3D printing.

4.3.1 Menu Yang Terdapat Pada Aplikasi Wanhao Maker.

Gambar 4.5. Menu Yang Terdapat Pada Aplikasi Wanhao Maker.

1. Add : Digunakan untuk menambahkan file atau meletakan desain yang sudah dibuat dan dirubah ke format stl ke lembar kerja wanhao maker 2. Delete : untuk menghapus desain yang sudah dibuat dan dirubah ke format

stl ke lembar kerja wanhao maker

3. View : Untuk melihat desain dan memutarnya dari panangan atas, bawah, kiri, kanan atau dapat disimpulkan untuk melihat desain secara keseluruhan

(52)

4. Pan : untuk menggeser desain yang diletakan pada aera kerja wanhao maker 5. Move : Untuk memindahkan desain, pengunaan move dapat dilakukan dengan cara klik mve lalu pindahkan desain sesuai dengan tempat yang diinginkan sesuai dengan sumbu x dan y

6. Rotate : Untuk memutar desain sesuai dengan yang dikehendaki

7. Scale : untuk memuat skala antara gambar 3D yang ada sketsa dapat dibuat berdasarkan ketentuan

8. Slice : untuk melakukan slicing pada aplikasi wanhao maker

9. Duplicate : untuk melakukan pegandaan pada fie desain yang ada kalau kita menggunakan duplicate sama halnya dengan prinsip copy paste pada aplikasi lainya.

4.3.2 Posisi Pada Wanhao Maker.

Pada aplikasi wanhao maker terdapat sumbu x dan sumbu y, ketika kita menggeser sumbu tersebut maka posisi sumbu x dan sumbu y akan berpindah nilai pada posisi sumbu x dan y. Ikon center dan reset pada aplikasi wanhao maker berfungsi untuk mengembalikan posisi desain ke posisi semula.

Gambar. 4.6. Posisi Pada Wanhao Maker.

(53)

38

4.3.3 Cara Menghapus Desain.

1. Klik desain yang akan di hapus sampai berwarna biru

Gambar. 4.7. Cara Menghapus Desain

2. Kemudian klik delete maka desain yang diletakan pada lembar wanhao maker akan terhapus.

4.3.4 Perintah Slicing Pada Wanhao Maker.

Langkah- langkah proses slicing pada wanhao maker

1. Klik Slicing dan kemudian akan muncul kotak dialog sebagai berikut 2. Klik create maka akan muncul kotak dialog lagi sebagai berikut

(54)

Gambar. 4.8. kotak dialog perintah slicing.

Gambar. 4.9. kotak dialog perintah slicing.

Layer heigt : untuk menentukan tinggi dari layer

Wall thicknes : untuk menentukan tebal dari dinding yang ada

Fill desnity : untuk menentukan filament yang mengisi bagian 3d printing

(55)

40

Temperature : untuk menentukan suhu untuk memanaskan filament sebelum mesin 3d printing bekerja karena sebelum mesin bekerja maka filament harus dipanaskan, agar meleleh

Speed : digunakan untuk menentukan kecepatan mesin ketika beroperasi Bottom top thicknes : untuk menentukan ketebalan bagian atas dan bagian bawah dengan satuan mm.

3. Untuk melakukan pengaturan lebih lanjut klik advance maka akan muncul kotak dialog sebagai berikut:

Gambar. 4.10. kotak dialog perintah slicing.

4. Lalu klik OK

5. Setelah itu pada kotak dialog New Category klik OK juga

(56)

Gambar. 4.11. Save file dari format stl ke i.file.

Gambar. 4.12. Proses Slincing Models.

(57)

42

Gambar. 4.13. Hasil dari Proses Slincing Models.

4.4 Proses Produksi Print 3D

Pada aplikasi wanhao maker dilakukan guna melihat benda kerja pada proses Produksi mesin print 3D , dibawah ini merupakan proses Produksi pada mesin print 3D.

1. Navigasikan tombol putar dan tekan tombol.

Gambar. 4.14 Navigasikan monitor.

2. Navigasikan tombol Putar ke utilitas dan Tekan tombol.

Gambar. 4.15 Navigasikan monitor pada utilities.

(58)

3. Lalu ke nama yang mau di print

Gambar. 4.16. Navigasikan monitor load name.

4. Tunggu hingga ekstruder memanas mencapai 220 ℃. Kemudian nozzel akan mulai berjalan.

Gambar. 4.17. Navigasikan monitor Pemanasan nozzle.

5. Proses selanjutnya pembuatan raft dan support

Gambar 4.18. Proses pembuatan Raft dan support pada Wanhao Maker.

(59)

44

6. Proses pembuatan benda kerja pada 3D Printing

Gambar. 4.19. Proses pembuatan benda kerja pada Wanhao Maker.

7. Hasil benda kerja pada 3D Printing

Gambar. 4.20. Hasil benda kerja pada 3D Printing

4.4.1 Hasil 3D Printing

Setelah melakukan proses 3D printing yang ditentukan rancangan desain casing remote control alarm mobil menunjuk hasil dengan menambahkan fitur-fitur penunjang yang bertujuan agar casing

(60)

remote control alarm mobil lebih kuat saat terjatuh. Pada diskusi didapatkan sebuah hasil dan masukkan, seperti Penambahan di setiap sudut desain casing remote control alarm mobil dengan penebalan sudut seperti casing pelindung handphone.

4.4.2 Hasil 3D printing waktu pengerjaan

Pada proses print 3 dimensi hal pertama yang penting untuk ditentukan adalah proses slicing menggunakan software Wanhao Maker di mana ada beberapa fitur yang harus ditentukan yaitu quality, shell, infill, material, speed, travel, cooling, support, build plate adhesion, mesh fixes, special modes, dan experimental. Selain proses slicing, menentukan posisi print untuk alas meja harus dipastikan datar menggunakan waterpass.

Waktu pengerjaan satu produk casing remote control alarm mobil dengan mesin 3d printing, dengan posisi vertikal yang menggunakan software Wanhao Maker mendapatkan waktu 1 jam 56 menit sedangkan proses real mendaptakan waktu 2 jam.

4.4.3 Hasil Penyusutan Benda Kerja

Dari proses pembuatan casing remote control alarm mobil, terjadi penyusutan hanya 0,2 mm - 0,3 mm dengan menggunakan mesin 3D printing menggunakan software Wanhao Maker.

(61)

46 BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil perancangan dan proses manufaktur casing remote control alarm mobil yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa untuk menghasilkan suatu produk. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Untuk membuat desain casing remote control alarm mobil menggunakan aplikasi autocad, proses ini harus dilakukan secara teliti dan presisi karena akan berpengaruh kepada desain casing remote control alarm mobil yang akan dibuat.

2. Proses pembuatan benda kerja, pada rancangan ini digunakan bahan plastic tipe PLA diameter 1,75 mm dengan berat 25 gr, kemudian nozzle yang digunakan dengan diameter 0,4 mm, sedangkan mesin yang digunakan adalah mesin 3D printing.

3. Waktu pengerjaan satu produk casing remote control alarm mobil dengan mesin 3d printing, dengan posisi vertikal yang menggunakan software Wanhao Maker mendapatkan waktu 1 jam 56 menit sedangkan proses real mendaptakan waktu 2 jam. Dari proses pembuatan casing remote control alarm mobil, terjadi penyusutan hanya 0,2 mm - 0,3 mm.

(62)

5.2. Saran

1. Sebelum memulai melakukan proses print 3 dimensi pastikan desain yang dibuat sudah fix, setelah itu proses slicing menggunakan software wanhao maker harus detail, setelah itu menentukan nozzle yang digunakan. Begitu juga infill density, kecepatan print, suhu saat print, support dan terakhir untuk menentukan posisi print, alas meja harus dipastikan datar menggunakan waterpass.

2. Untuk pihak Institut hendaknya menyediakan lebih banyak referensi buku teknik, terutama yang menyangkut perangkat lunak, baik dibidang desain, 3D printing, maupun yang lain.

3. Pemodelan yang penulis susun dalam Tugas Akhir / Skripsi ini adalah pemodelan yang sangat sederhana, hendaknya kepada calon designer agar mengembangkan ilmunya yang lebih baik lagi.

(63)

DAFTAR PUSTAKA

Kristianto, A. E. (2018). Desain Ulang & Pembuatan Casing Remote Control Alarm Mobil Dengan Printer 3 Dimensi.

Mulyawan, Bagus, (2018) Perancangan Mould / Cetakan Injeksi Plastik Untuk Pembuatan Cover Speaker.Institut Sains Dan Teknologi Akprind, Yogyakarta.

Mulyadin, Kasna. (2018) Perancangan, Analisis Desain Cetakan Plastik Dan Simulasi Permesinan Cetakan Untuk Pembuatan Stop Kontak Institut Sains Dan Teknologi Akprind,Yogyakarta

Nasiri, S. J. A. (2009). HMTKTT FTI UII: Mengenal Polylactic Acid (PLA).

Nugroho, A., & Ardiansyah, R.(2018), Pembuatan Komponen LSU (Lapan Surveillance Uav) Dengan Menggunakan 3D Printer (Lapan Surveillance Uav (LSU) Part Manufacturing With 3D Printer). Berita Dirgantara,

Ruswandi, A., & Fauzan, M. A.(2017) Perancangan Extruder Mesin Rapid Prototyping Berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) Untuk Material Filament Polylactic Acid (PLA) Diameter 1,75 mm.

Sepriansyah, M. F. (2018). Proses Pembuatan Master Lensa Polimer Dengan 3d Printing.

Sigit, 2009, Pembuatan cetakan injeksi alat pemipil jagung perangkat lunak autocad 2006 dan simulasi mastercam versi 9.0. Institut Sains dan Teknologi AKPRIND,Yogyakarta.

(64)

Utama, G. P., Hakim, R., & Saputra, I.(2017) Studi Parameter Temperatur Nozzle Dan Base Plate Pada Material Pla (Glow In The Dark) Sebagai Bahan Baku 3d Printer Terhadap Hasil Kehalusan Permukaan.

(65)

LAMPIRAN

(66)
(67)
(68)

Referensi

Dokumen terkait

Jenis biochar dan volume air berpengaruh terhadap jumlah dan berat benih kacang merah Varietas Inerie Ngada di dataran rendah lahan kering beriklim kering, serta

Sistem penyusunan anggaran yang dilaksanakan oleh PT Vinayaka Abadi Palembang ( Otoriter ). Proses penyusunan anggaran penjualan dilakukan oleh pimpinan perusahaan. Pimpinan

Sehingga Pelayanan kebidanan komunitas pada hakekatnya adalah upaya yang dilakukan oleh bidan untuk pemecahan masalah kesehatan ibu dan anak balita di dalam

Anak mampu Menunjukkan karya dan aktivitas seni setelah membuat mahkota ayam dari bahan bekas dengan terampil 5. Anak mampu Mengenal keaksaraan awal melalui menghubungkan gambar

Berdasar kepada pertimbangan tersebut, dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983

Karena sifatnya, penelitian desain cocok diterapkan dalam praktik pendidikan karena bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah yang kompleks dalam. pendidikan

Judul Skripsi/Thesis/Disertasi Jenis Karya Tahun Keterangan 2 Dosen Pembimbing Skripsi Skripsi 2001 Pembimbing Utama 3 Anisa Wahyuni Skripsi 2002 Pembimbing Utama.. 4

Hampir semua guru tidak menyenangi tugas memeriksa pekerjaan (koreksi) dan membuat catatan tentang hasil atau prestasi siswa. Pekerjaan itu membutuhkan ketekunan dan ketelitian