• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA MI YATPI GETASREJO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA MI YATPI GETASREJO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH

AKHLAK SISWA MI YATPI GETASREJO

Karsono

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran akidah akhlak materi kalimat thayyibah dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan di kelas IV MI YATPI Getasrejo Grobogan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian tindakan kelas, dilakukan dengan teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskrisptif. Sebagai subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV MI Yatpi Getasrejo sejumlah 21 siswa. sedangkan sebagai observernya adalah guru mata pelajaran fiqih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini terbukti bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Yatpi Getasrejo materi kalimat thayyibah. Hal ini dapat dilihat pada hasil nilai siklus I siswa yang memperoleh nilai <75 sebanyak 13 siswa (62%) dan siswa yang memperoleh nilai >75 sebanyak 8 siswa (38%) dengan rata-rata kelas 70. Sedangkan hasil nilai pada siklus II siswa yang memperoleh nilai <75 sebanyak 3 siswa (14%) dan siswa yang memperoleh nilai >75 sebanyak 18 siswa dengan rata-rata kelas 78,33. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat dengan presentase ketuntasan 86%. Hal ini berdasarkan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang telah terpenuhi yaitu 75.

Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil belajar

PENDAHULUAN

Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada.

Pendidikan tidak hanya mencakup pengembangan intelektualitas saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses pembinaan kepribadian anak didik secara

(2)

menyeluruh sehingga anak menjadi lebih dewasa. Pada dasarnya pendidikan adalah usaha manusia (pendidik) untuk dengan penuh tanggung jawab membimbing anak-anak didik menjadi dewasa (Syaiful Sagala 2011).

Secara substansial mata pelajaran Akidah-Akhlak memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempelajari dan mempraktikkan akidahnya dalam bentuk pembiasaan untuk melakukan akhlak terpuji dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. Al-Akhlak al-karimah ini sangat penting untuk dipraktikkan dan dibiasakan oleh peserta didik dalam kehidupan individu, bermasyarakat dan berbangsa, terutama dalam rangka mengantisipasi dampak negatif dari era globalisasi dan krisis multidimensional yang melanda bangsa dan Negara Indonesia.

Proses pembelajaran yang kurang bervariatif, belum menerapkan model- model pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa, seperti diskusi dan lain sebagainya, yang membuat siswa belajar mengemukakan ide-idenya kepada teman sejawat, mendengarkan pendapat orang lain, bekerjasama dalam kelompok, serta berani mempresentasikan hasil diskusi yang di peroleh. Hal tersebut membuat siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

Dari sinilah dengan digunakannya model pembelajaran Problem Based Leraning, diharapkan pembelajaran Akidah Akhlak akan lebih bermakna dan lebih membuat siswa aktif mengikuti pembelajaran didalam kelas, sebab seorang guru dalam mengajar seharusnya hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator. Dengan diterapkannya model ini selain dapat meningkatkatkan hasil belajar siswa juga diharapkan siswa memiliki kemampuan untuk berpikir kritis serta dapat memecahkan masalah dan secara aktif siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan pengalaman masing-masing siswa.

Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang menantang siswa untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat siswa pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yanag dimaksud. Masalah diberikan sebelum siswa mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang harus dipecahkan.

Abidin (2014). Dengan penerapan model ini, siswa menjadi terampil dalam memcahkan masalah, baik yang berkitan dengan masalah akademik ataupun kehidupan mereka sehari-hari. Mereka pun dapat diharapkan menjadi solusi dari berbagai masalah yang mungkin dihadapi di lingkungan dan masyarakat (Kosasih 2016).

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan model problem based learning meningkatkan hasil belajar siswa, sementara sudah ada hasil penelitian oleh Efin

(3)

Setiabudi (2020) bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih, berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu meneliti pada mata pelajaran akidah akhlak. Karenanya penting dilakukan dengan mengangkat judul “Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajara Akidah Akhlak Siswa MI Yatpi Getasrejo”.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki mutu perbaikan pembelajaran di kelasnya (Arikunto 2010). Ciri dari PTK adalah perbaikan terus menerus sehingga tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu tindakan yang diberikan,kemudian setelah tindakan dilakukan, selanjutnya diadakan evaluasi hasil tindakan penelitian kelas.

Penelitian tindakan dilakukan di kelas IV MI Yatpi Getasrejo Grobogan. Untuk mata pelajaran Akidah Akhlak dan dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Penentuan penelitian ini mengacu pada kalender akademik madrasah. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek adalah peserta didik kelas IV dengan jumlah 21 orang yang terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.

Peneliti menggunakan beberapa model untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Model yang dipakai oleh peneliti untuk mendapatkan informasi adalah tes, pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Model tes adalah

“serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok” (Suharsimi 2002).

Model tes oleh peneliti digunakan untuk mendapatkan hasil belajar peserta didik yang telah melakukan pembelajaran akidah akhlak materi kalimat thayyibah Subhanallah melalui Model Problem Based Learning sebagai evaluasi setelah proses pembelajaran. Untuk menjaga objektifitas soal, peneliti menggunakan instrumen tes yang sudah diuji validitasnya, sehingga soal-soal yang akan diberikan kepada responden sudah memenuhi standar penelitian atau valid untuk digunakan.

Sebagai model ilmiah, observasi dapat diartikan sebagai ”pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena atau kejadian yang diselidiki” (Sutrisno 2002). Yang ketiga, model dokumentasi digunakan peneliti untuk mengetahui berbagai data yang ada di MI Yatpi Getasrejo, seperti data

(4)

nama peserta didik, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan foto kegiatan proses belajar mengajar di kelas.

Penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus, yang didalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan yaitu: a) Perencanaan, b) Tindakan, c) Pengamatan dan d) Refleksi. Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan ide yang disarankan oleh data.

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif.

Analisis statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu statistik hasil penelitian, tetapi tidak untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (generalisasi/inferensi) (Sugiyono 2014). Statistik deskriptif untuk mengolah karakteristik data yang berkaitan dengan menjumlah, merata-rata, mencari prosentase serta menyajikan data yang menarik, mudah dibaca, dan diikuti alur berpikirnya misalnya bentuk grafik dan tabel.

HASIL PENELITIAN Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Akidah Akhlak pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2022, dengan materi pokok Kalimat Thayyibah Subhanallah. Proses pembelajaran diawali dengan kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

1) Perencanaan

a. Menyiapkan RPP pada mata pelajaran akidah akhlak dengan materi pokok kalimat thayyibah Subhanallah

b. Dalam RPP menjelaskan materi Akidah Akhlak yaitu membiasakan akhlak terpuji

c. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi aktifitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran yang diamati oleh obeserver atau teman sejawat/kolaborator

d. Merancang alat evaluasi (post test) untuk mengetahui siswa dalam memahami dan menguasai materi yang telah diberikan

2) Pelaksanaan

a. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang mengenal Allah melalui kalimat thayyibah Subhanallah dalam kehidupan sehari-hari sebagai apersepsi

b. Guru memberikan penjelasan tentang materi kalimat thayyibah Subhanallah

(5)

c. Guru membentuk kelompok diskusi dan siswa diberi tugas untuk mengerjakan secara kelompok

d. Dengan bimbingan guru siwa mengadakan tugas kelompok e. Laporan hasil kelompok dan kelompok yang menanggapi

f. Guru memberi umpan balik untuk menarik kesimpulan dari kerja kelompok

g. Guru memberikan pemantapan materi

h. Siswa mencatat hasil rangkuman diskusi dan pemantapan materi

Hasil pembelajaran pra siklus dan siklus I dapat dilidat dari analisa post test, tabel daftar nilai sebagai berikut :

Tabel 1.1

Hasil Belajar Siswa Siklus I

No Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas 1 Aisha Nailah Ramadhani 80 ✓

2 Almira Fuziah Ghassani 70 ✓

3 Dwi Indah Novitasari 80 ✓

4 Muhammad Nizam L 70 ✓

5 Muhammad Ababillah 75 ✓

6 MuhamadAkbar M 60 ✓

7 Muhamad Andika D 70 ✓

8 Muhammad Fatqur A 60 ✓

9 Muhamad Firnas El Mai 75 ✓

10 Muhamad Haidar Aziz 60 ✓

11 Muhamad Masykur M A 60 ✓

12 Nailul Munna 80 ✓

13 Najwa Fitrotul Maulidiya 75 ✓

14 Rohmatul Hidayah 60 ✓

15 Sandi Dafa Maulana 60 ✓

16 Septiana Sapitri 60 ✓

17 Siti Naviatun Naimah 75 ✓

18 Syakila Ayatul Khusna 70 ✓

19 Teti Ana Emila Nur H 75 ✓

20 Tisan Ardiansah 85 ✓

21 Zidan Khitmatal Maula 70 ✓

Jumlah 1470 Rata-Rata 70 Persentase Ketuntasan

Belajar 38%

KKM 75

(6)

Hasil diatas menunjukkan dalam siklus I ini, dengan dasar KKM 75 maka banyak siswa yang belum tuntas dalam materi kalimat thayyibah Subhanallah, jika dilihat dari tingkat ketuntasannya hanya 8 siswa yang terdiri dari 5 siswa memperoleh 80-89 dan 3 siswa memperoleh 75-79. Hal ini menunjukkan perlu adanya tindakan penelitian kelas siklus II.

Siklus II

Pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak pada siklus II dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2022. Berdasarkan refleksi pada kegiatan pelaksanaan pembelajaran siklus I, dan diskusi dengan teman sejawat, maka peneliti mengembangkan rencana kegiatan pelaksanaan pembelajaran siklus II.

1. Perencanaan

a. Menyiapkan RPP pada mata pelajaran akidah akhlak dengan materi pokok kalimat thayyibah Subhanallah

b. Menggunakan media atau alat bantu yang menarik untuk pembelajaran c. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi aktifitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran yang diamati oleh obeserver atau teman sejawat/kolaborator untuk mengetahui perubahan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II.

d. Merancang alat evaluasi (post test) untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam materi yang telah diberikan.

2. Pelaksanaan

a. Guru memberikan apersepsi melalui tanya jawab.

b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

c. Guru memotivasi siswa melalui kegiatan tanya jawab.

d. Guru memberikan penjelasan tentang materi.

e. Siswa mengamati gambar dalam video bahan ajar.

f. Guru membentuk kelompok diskusi dan siswa diberi tugas untuk mengerjakan secara kelompok.

g. Dengan bimbingan guru siwa mengadakan tugas kelompok.

h. Laporan hasil kelompok dan kelompok yang menanggapi.

i. Guru memberi umpan balik untuk menarik kesimpulan dari kerja kelompok.

j. Guru melakukan pemantapan materi.

k. Siswa bersama dengan guru menyimpulkan materi pembelajaran yang telah diberikan.

l. Guru mengadakan post test.

m. Guru menilai dan menganalisa hasil post test.

Hasil pelaksanaan pembelajaran siklus II dapat dilihat dari tabel daftar nilai sebagai berikut:

(7)

Tabel 1.2

Hasil Belajar Siswa Siklus II

No Nama Nilai Keterangan

Tuntas Tidak Tuntas 1 Aisha Nailah Ramadhani 90 ✓

2 Almira Fuziah Ghassani 80 ✓ 3 Dwi Indah Novitasari 80 ✓ 4 Muhammad Nizam Lubis 75 ✓

5 Muhammad Ababillah 75 ✓

6 MuhamadAkbar Maulana 70 ✓

7 Muhamad Andika Dahlan 75 ✓

8 Muhammad Fatqur A 70 ✓

9 Muhamad Firnas El Mai M 75 ✓ 10 Muhamad Haidar Aziz 75 ✓

11 Muhamad Masykur M A 75 ✓

12 Nailul Munna 90 ✓

13 Najwa Fitrotul Maulidiya 80 ✓

14 Rohmatul Hidayah 75 ✓

15 Sandi Dafa Maulana 70 ✓

16 Septiana Sapitri 80 ✓

17 Siti Naviatun Naimah 80 ✓ 18 Syakila Ayatul Khusna 75 ✓ 19 Teti Ana Emila Nur H 90 ✓

20 Tisan Ardiansah 90 ✓

21 Zidan Khitmatal Maula 75 ✓ Jumlah 1645

Rata-Rata 78,33 Persentase Ketuntasan

Belajar 86%

KKM 75

Hasil penelitian siklus II menunjukan peningkatan kemampuan siswa dalam mempelajari pelajaran akidah akhlak di kelas IV terhadap materi akhlak terpuji. Hal ini dapat ditunjukan dari hasil tes yang telah dilaksanakan dimana siswa yang tuntas, meningkat menjadi 18 orang atau 86%. Ini sebuah peningkatan yang sangat menggembirakan, Karena dibandingkan dengan yang belum tuntas, Jumlah menjadi lebih sedikit yaitu 3 orang atau 14%.

Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II selain menggunakan model problem based learning juga media yang membuat siswa aktif dan tertarik dalam

(8)

mengikuti proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi serta memperoleh hasil belajar yang memuaskan.

Analisis Data

Melihat hasil tindakan pada siklus I dan II sebagaimana di jelaskan di atas dapat peneliti gambarkan hasil per siklus. Hasil belajar siswa meningkat tiap siklusnya dimana pada pra siklus nilai ketuntasan hanya 7 siswa atau 34%

dengan rata-rata nilai 64.76 setelah menggunakan model problem based learning pada siklus I menjadi 8 siswa atau 38% dengan rata-rata nilai 70 dan diperbaiki lagi pada siklus II ketuntasan sudah mencapai 18 siswa atau 86% dengan rata- rata nilai 78.33 lebih jelasnya dapat di lihat dalam tabel berikut:

Tabel 1.3

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pra siklus, Siklus I dan Siklus II Nilai Pra Siklus Siklus I Siklus II

Siswa % Siswa % Siswa %

90 - 100 0 0% 0 0% 4 19%

80 - 89 2 10% 5 24% 5 22%

75 – 79 5 24% 3 14% 9 45%

< 75 14 66% 13 62% 3 14%

Hasil ini menunjukkan apa yang dilakukan guru pada pelaksanaan pembelajaran model problem based learning pada mata pelajaran akidah akhlak materi kalimat thayyibah di kelas IV MI Yatpi Getasrejo tahun pelajaran 2022/2023 pada tingkat ketuntasan yang diinginkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebagaimana yang telah direncanakan.

Hal ini berarti sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Efin Setiabudi (2020) yang meneliti tentang penerapan model problem based learning pada pembelajaran dengan diketahui bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hanya saja perbedaannya pada mata pelajaran fiqih sedangkan pada peneltian ini pada mata pelajaran akidah akhlak. Dengan demikian, berarti penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak materi kalimat thayyibah Subhanallah.

KESIMPULAN

Dari hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas IV MI Yatpi Getasrejo, pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi kalimat thayyibah Subhanallah. Hal ini ditunjukan dari hasil belajar peserta didik pada Siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan dengan

(9)

jumlah ketuntasan belajar siswa serta prosentase ketuntasan yang telah tercapai.

Pada siklus I siswa yang tuntas 8 siswa dengan presentase 38% dengan rata-rata nilai 70. Dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 18 siswa dengan presentase 86% dengan rata-rata nilai 78,33.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013, (Bandung:

Refika Aditama, 2014)

Achmad Hufad, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta, Juni 2009)

Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, (Jogyakarta: Ar-Ruzz Media,2014)

Efin Setiabudi, “Penerapan Model Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fiqih di Kelas V MI Sabilun Najah Penataran 02”, SALIMIYA : Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 2020)

Kosasih, Model Belajar dan Pembelajaran Implementasi K-13, Bandung: Yrama Widya, 2016)

Rusmono, Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu. (Bogor:

Ghalia Indonesia, 2014)

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003)

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta:

Rhineka Cipta, 2002)

Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Andi, 2002)

Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Penerbit Alfabeta, 2011)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar program linear melalui penerapan model problem based learning

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar program linear melalui penerapan model problem based learning

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Surakarta dengan menggunakan model Problem Based Learning untuk meningkatkan

Setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi siswaa kelas IV SD pelajaran muatan Ilmu Pengaetahuan Sosial (IPS) dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa (a) data tentang keterlaksanaan pembelajaran menerapkan model Problem Based Learning , berisi indikator pelaksanaan

Berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan pembelajaran dengan model problem-based learning pada materi operasi hitung campuran secara umum berjalan dengan lancar, baik pada siklus I

Tujuan dari penelitian tindakan kelas PTK ini yaitu untuk menggambarkan “Peningakatan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Problem Based Learning pada Kegiatan Pembelajaran

Laporan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengkaji penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan bahan ajar elektronik untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPS siswa kelas VI SD No 4 Bongkasa pada tahun pelajaran