• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. laporan keberlanjutan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dan Global Reporting

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. laporan keberlanjutan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dan Global Reporting"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

38 3.1.1 Objek Penelitian

Obyek penelitian adalah tempat melekatnya karakteristik yang akan diteliti pada suatu penelitian. Obyek penelitian pada penelitian ini adalah laporan tahunan dan laporan keberlanjutan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia dan Global Reporting Initiative dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 (Sekaran dan Bougie, 2016)

Ruang lingkup penelitian ini fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014-2018. Variabel dalam penelitian ini yaitu manajemen laba sebagai variabel dependen. Sedangkan asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, Corporate Social Responsibility dan political connection merupakan variabel independen.

3.1.2 Jenis Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau korelasi antar variabel, yaitu hubungan antara manajemen laba dengan asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, Coroprate Social Responsibility dan political connection.

Oleh karena itu, jenis penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian yang bersifat penelitian penjelasan (eksplanatori) yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel

(2)

dan merupakan penelitian prediktif yang dapat menjelaskan dampak perubahan besaran variabel tertentu terhadap besaran variabel lain (Christina, 2015).

3.2 Operasional Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang memiliki nilai yang berbeda-beda. Nilai tersebut dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek yang sama atau pada waktu yang sama untuk objek yang berbeda-beda (Sekaran dan Bougie, 2016).

Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel dependen dan variable independen.

3.2.1 Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel efek atau dampak yang menjadi fokus utama peneliti untuk menemukan variabel lain yang mempengaruhinya. Dengan melakukan analisis variabel dependen, berfungsi untuk menemukan jawaban atau solusi dari suatu permasalahan (Sekaran dan Bougie, 2016).

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan menyusun transaksi untuk mengubah laporan keuangan sehingga dapat menyesatkan stakeholder terkait kinerja ekonomis perusahaan atau mempengaruhi hasil kontraktual yang bergantung pada angka dalam pelaporan akuntansi (Wahlen, 1998).

Manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan Jones Modified Model yang diproksikan dengan discretionary accruals. Jones Modified Model digunakan untuk

(3)

menghindari hasil hitungan yang bias, artinya jika manajemen ternyata telah memanipulasi pendapatan maka hasil perhitungannya nol.

Nilai discretionary accruals (DAC) mengindikasikan tingkat akrual hasil praktik manajemen laba. Income increasing diindikasikan dengan nilai positif (DAC > 0), income decreasing diindikasikan dengan nilai negatif (DAC < 0) dan income smoothing diindikasikan dengan nilai nol (DAC = 0).

3.2.2 Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen baik secara positif maupun negatif. Varians dalam variabel dependen diperhitungkan oleh variabel independen. Terdapat empat kondisi untuk menetapkan bahwa perubahan dalam variabel independen menyebabkan perubahan dalam variabel dependen, yaitu variabel independen dan dependen harus kovari, variabel independen harus mendahului variabel dependen (penyebab harus terjadi sebelum efek), tidak ada faktor lain yang mungkin menjadi penyebab perubahan dalam variabel dependen dan memiliki teori yang logis mengapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen (Sekaran dan Bougie, 2016).

Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, corporate social responsibility dan political connection.

a. Asimetri informasi

Teori bid-ask spread merupakan teori yang mendasari perhitungan asimetri informasi. Dimana asimetri informasi dilihat dari selisih harga saat ask dengan harga

(4)

bid saham perusahaan atau selisih harga jual dan harga beli saham perusahaan selama satu tahun (Sari, 2016). Asimetri informasi pada penelitian ini diukur menggunakan Relative Bid-ask Spread, dimana asimetri informasi dilihat dari selisih harga saat ask dengan harga bid saham perusahaan atau selisih harga jual dan harga beli saham perusahaan selama satu tahun (Healy, 1999) dalam (Sari, 2016).

b. Free cash flow

Free cash flow merupakan arus kas surplus yang ada di dalam perusahaan, yang tersedia dan dapat digunakan untuk membiayai proyek yang memberikan net present value yang positif. Free cash flow inilah yang sering menjadi pemicu timbulnya perbedaan kepentingan antara pemegang saham dan manajer. Ketika free cash flow tersedia, manajer dapat menginvestasikan free cash flow tersebut dengan investasi yang bersifat menguntungkan atau investasi low return. Jika investasi tersebut berdampak negatif, maka manajer akan menerapkan prosedur akuntansi yang meningkatkan laba yang dilaporkan dengan melakukan manajemen laba (Jensen, 1986). Perhitungan free cash flow pada penelitian ini menggunakan metode yang dilakukan oleh Chi (2005) dalam (Rina Br Bukit, 2015), yaitu menambahkan laba sebelum pajak dengan depresiasi dan amortisasi.

c. Konservatisme akuntansi

Konservatisme adalah sikap atau aliran (mazhab) dalam menghadapi ketidakpastian untuk mengambil tindakan atau keputusan atas dasar muncul (outcome) yang terjelek dari ketidakpastian tersebut. Sikap konservatif juga mengandung makna

(5)

sikap berhati-hati dalam menghadapi risiko dengan cara bersedia mengorbankan sesuatu untuk mengurangi atau menghilangkan risiko (Suwardjono, 2014). Konservatisme dalam penelitian ini menggunakan proksi yang digunakan Givoly dan Hayn (2000).

d. Corporate Social Responsibility

Corporate Social Responsibility pada penelitian ini menggunakan panduan pelaporan standar Global Reporting Intiative (GRI) dan concent analysis. Concent Analysis dapat dilakukan dengan cara checklist.

e. Political connection

Political connection dalam penelitian ini menggunakan kriteria yang digunakan oleh Paul Chaney (2011). Perusahaan dinyatakan memiliki hubungan politik jika dalam salah satu pemegang saham besarnya baik secara individu maupun institusional, Dewan Direksi baik ketua maupun anggota serta Dewan Komisaris baik ketua maupun anggota merupakan anggota DPR, menteri atau wakil menteri, kepala daerah (Gubernur atau Bupati) atau berhubungan dekat dengan politisi atau partai.

f. Leverage

Leverage ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang (Kasmir, 2010). Rasio leverage digunakan oleh investor untuk melihat kemampuan dan risiko perusahaan.

Perusahaan yang memiliki hutang tinggi akan memiliki ekspektasi pengembalian yang

(6)

juga lebih tinggi ketika perekonomian berada pada kondisi yang normal, namun memiliki risiko kerugian ketika ekonomi mengalami resesi (Houston, 2010).

Leverage yang digunakan dalam penelitian ini adalah Debt to Assets Ratio, rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang dengan total aset pada suatu perusahaan. Perusahaan yang mempunyai rasio leverage tinggi cenderung akan melakukan earnings management karna perusahaan terancam default.

Tabel 3-1 Operasional Tabel

Variabel Konsep Variabel Indikator Skala

Manajemen Laba (Y)

Manajemen laba sebagai intervensi yang disengaja dalam proses pembuatan laporan keuangan dengan maksud mendapat keuntungan tertentu (Schipper, 1989)

𝐷𝐴𝐶𝑖,𝑡= 𝑇𝐴𝐶𝑖,𝑡

𝑇𝐴𝑖,𝑡−1− 𝑁𝐷𝐴𝑖,𝑡 Rasio

Asimetri Informasi

(X1)

Asimetri informasi merupakan suatu kedaan dimana manajer memiliki akses informasi atas prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan (Scott, 2003)

𝑎𝑠𝑘 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 − 𝑏𝑖𝑑 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒

(𝑎𝑠𝑘 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒 + 𝑏𝑖𝑑 𝑝𝑟𝑖𝑐𝑒)/2 𝑋 100% Rasio

Free Cash Flow (X2)

Free cash flow merupakan arus kas yang benar-benar tersedia untuk didistribusikan

kepada investor setelah perusahaan

𝐸𝐵𝐼𝑇 + 𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝐴𝑚𝑜𝑟𝑡𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝐴𝑤𝑎𝑙 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛

Rasio

(7)

menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk- produk baru dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan (Houston, 2010)

Konservatisme Akuntansi

(X3)

Konservatisme sering diungkapkan sebagai preferensi terhadap under statement dari pada over statement dari laba bersih dan aktiva bersih ketika berhadapan dengan ketidakpastian

pengukuran. Konsep konservatisme secara informal dinyatakan tidak mengantisipasi keuntungan tetapi mengantisipasi semua kerugian (Robert N Anthony, 2007)

𝑁𝐼 − 𝐷𝑒𝑝 − 𝐶𝐹𝑂

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 𝑋 − 1 Rasio

Corporate Social Responsibility

(X4)

Corporate Social Responbility

merupakan suatu komitmen

berkelanjutan dari dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan

kontribusi kepada pengembangan

ekonomi dan

komunitas setempat ataupun masyarakat luas (Untung, 2014)

𝐶𝑆𝑅𝐼𝑗= ∑𝑋𝑖𝑗 𝑁𝑗

Rasio

(8)

Political Connection

(X5)

Political Connection adalah istilah adanya hubungan antara perusahaan dan politik (Mara Faccio, 2006).

1 = Terkoneksi politik 0 = Tidak terkoneksi politik

Nominal

Leverage (X6)

Leverage merupakan perbandingan antara total hutang dengan asset yang dimiliki oleh perusahaan (Sujarweni, 2016)

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

Rasio

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung atau melalui media perantara (diperoleh dari pihak lain) yang umumnya berupa informasi catatan atau laporan yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan. Sifat dan nilai data sekunder harus dievaluasi dengan cermat sebelum digunakan (Sekaran dan Bougie, 2016).

Sumber data yang digunakan dalam penelitian berupa laporan tahunan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sumber data tersebut diperoleh dari berbagai sumber, yaitu website Bursa Efek Indonesia (BEI), Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan website resmi perusahaan. Data nama-nama anggota pemerintahan didapatkan dari website Departemen Dalam Negeri dan website Dewan Perwakilan Rakyat.

(9)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan penggunan metode yang telah disesuaikan dengan analisis data yang digunakan. Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis data sekunder. Analisis data sekunder adalah pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat dan menganalisis data yang tersedia baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan (Christina, 2015).

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan, karangan ilmiah yang terkait dengan penelitian ini. Serta data dokumentasi yaitu dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan yang telah diterbitkan oleh masing-masing perusahan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018.

3.5 Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi merupakan keseluruhan dari sekumpulan kelompok orang, kejadian atau hal minat yang ingin diteliti. Sedangkan sampel merupakan sebagian atau beberapa anggota dari populasi (Sekaran dan Bougie, 2016). Populasi yang digunakan dalam penelian ini adalah seluruh laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018 kecuali sektor keuangan dan investasi.

(10)

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan kriteria tertentu. Metode ini dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti (Sekaran dan Bougie, 2016). Kriteria-kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel ini antara lain:

1. Sampel yang dipilih adalah seluruh laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kecuali investasi dan jasa keuangan.

2. Menerbitkan laporan keberlanjutan (sustainability report) secara konsisten periode tahun 2014-2018.

3. Menerbitkan laporan tahunan secara konsisten tahun 2014-2018.

Tabel 3-2

Kriteria Pemilihan Sampel

Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Perusahaan Laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia periode 2014-2018

3450

Laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonseia periode 2014-2018 kecuali sektor investasi dan keuangan

2130

Menerbitkan laporan keberlanjutan secara konsisten periode tahun 2014-2018

115

Menerbitkan laporan tahunan secara konsisten periode tahun 2014-2018

115

Jumlah sampel penelitian 115

(11)

3.6 Metode Analisis 3.6.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk melakukan analisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan umum atau generalisasi terhadap populasi. Terdapat dua hal pokok yang digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik variabel penelitian.

Pertama yaitu ukuran tendensi sentral, yang berfungsi untuk menggambarkan kecenderungan data pada sampel yang digunakan. Kedua yaitu dispersi, merupakan nilai variasi data yang diteliti dari angka rata-ratanya (Christina, 2015).

Pengukuran penelitian ini menggunakan minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Minimum digunakan untuk mengetahui jumlah terkecil data yang berkaitan.

Maksimum digunakan untuk mengetahui jumlah terbesar data yang berkaitan. Mean digunakan untuk mengetahui rata-rata data yang berkaitan dalam penelitian ini. Standar deviasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar data yang berkaitan bervariasi dari rata-rata. Statistik deskriptif menyajikan ukuran-ukuran numerik yang sangat penting bagi data sampel. Uji statistik deskriptif tersebut dilakukan dengan program Microsoft Excel dan Eviews.

3.6.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk menilai terjadinya bias atas hasil analisis regresi yang telah dilakukan. Dengan melakukan uji asumsi klasik dapat diketahui sejauh mana hasil-hasil analisis regresi dapat dinilai tingkat keakuratannya (Ghozali,

(12)

2018). Uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolinieritas dan uji autokorelasi.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji regresi apakah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi secara normal atau tidak. Jika uji normaltas tidak terpenuhi, maka hasil menjadi tidak valid. Terdapat dua acara untuk melakukan uji normalitas, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas (asymtotik significant), yaitu jika probabilitas lebih dari 0,05 maka data terdistribusi normal. Jika probabilitas kurang dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (Ghozali, 2018).

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk melihat apakah memiliki varian residual yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Regresi yang memenuhi persyaratan yaitu regresi yang memiliki persamaan varian residual yang tetap (konstan) dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain atau disebut homoskedastisitas.

Heteroskedastisitas menyebabkan nilai t statistik dan f hitung menjadi bias (misleading), sehingga berdampak pada pengambilan kesimpulan dalam menguji hipotesis menjadi tidak valid (Ghozali, 2018).

Heteroskedastisitas dapat terdeteksi dengan metode grafik dan metode uji statistik (uji formal). Penelitian ini menggunakan uji formal model Glejser untuk mendeteksi heteroskedastisitas. Uji Glejser dilakukan dengan meregres nilai absolut residual

(13)

terhadap variabel independen. Jika variabel independen secara signifikan mempengaruhi variabel dependen maka ada indikasi heteroskedastisitas (Ghozali, 2018).

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi terjadi karena kesalahan pengganggu tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Untuk mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW Test) atau uji Lagrange Multiplier (LM Test) (Ghozali, 2018).

Pengujian autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin-Watson (DW Test). Uji Durbin-Watson digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya konstanta dalam model regresi, serta tidak ada lag diantara variabel bebas. DW test dilakukan dengan membuat hipotesis sebagai berikut:

H0: Tidak ada autokorelasi H1: Terjadi autokorelasi

Pengambilan keputusan dari hipotesis yang telah dibuat, untuk membuktikan terjadinya autokorelasi dilakukan dengan menentuan batas bawah Durbin-Watson (DL) dan batas atas Durbin-Watson (DU) dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Jika 0 < DW < DL, maka terjadi autokorelasi positif.

2. Jika DL ≤ DW ≤ DU, maka ragu-ragu terjadi autokorelasi.

(14)

3. Jika 4-DL < DW < 4, maka terjadi autokorelasi negatif.

4. Jika 4-DU ≤ DW ≤ 4-DL, maka ragu-ragu terjadi autokorelasi

5. Jika DU < DW < 4-DU, maka tidak terjadi autokorelasi negatif atau positif.

d. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antara variabel independen. Jika antar variabel independen terjadi multikolinearitas sempurna, maka koefisien regresi variabel indpenden tidak dapat ditentukan dan nilai standar eror menjadi tidak terhingga.

Jika antar variabel independen terjadi multikolinearitas tidak sempurna tetap tinggi, koefisien regresi variabel independen bisa ditentukan namun memiliki standar eror tinggi yang berarti nilai koefisien regresi tidak dapat diestimasi dengan tepat (Ghozali, 2018).

Uji multikolinearitas penelitian ini dilakukan dengan melihat tolerance value dan Variance Inflation Factor (VIF). Metode ini diajukan untuk mendeteksi variabel- variabel mana yang menyebabkan terjadinya multikolinearitas. Nilai cutoff yang umum digunakan menilai multikolinearitas adalah tolerance lebih kecil dari 0,10 atau sama dengan VIF lebih besar dari 10. Selain nilai dari VIF, untuk mendeteksi multikolinearitas dapat dilakukan dengan menilai korelasi dua variabel independen tidak melebihi 0,80 (Ghozali, 2018).

(15)

3.6.3 Regresi Data Panel

Regresi data panel adalah sebuah kumpulan data, dimana data tersebut mengamati perilaku unit yang berbeda dan diamati lebih dari satu periode. Data panel merupakan gabungan data dari time series dan cross section (Ghozali, 2018). Penggunaan data panel dapat memberikan gambaran mengenai suatu gejala yang diamati berulang pada objek atau responden yang sama dalam waktu yang berbeda (Martono, 2010).

Persamaan model regresi data panel dapat ditulis sebagai berikut:

𝑌𝑖𝑡 = 𝛽0 + 𝛽1𝑋1𝑖𝑡 + 𝛽2𝑋2𝑖𝑡 + 𝛽3𝑋3𝑖𝑡 + 𝛽4𝑋4𝑖𝑡 + 𝛽5𝑋5𝑖𝑡 + + 𝛽6𝑋6𝑖𝑡 𝑒 Keterangan:

β0 : Konstanta βx : Koefisien Slope

Y : Manajemen laba X1 : Asimetri informasi X2 : Free Cash Flow

X3 : Konservatisme Akuntansi X4 : Corporate Social Responsibility X5 : Political Connection

X6 : Leverage

i : Jenis perusahaan t : Waktu

e : Error

Estimasi parameter dalam pemilihan model data panel terdapat tiga teknik pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan kuadrat terkecil (Pooled Least Square), pendekatan efek tetap (Fixed Effect Model) dan pendekatan efek acak (Random Effect

(16)

Model) (Prawoto, 2016). Untuk memilih model yang paling tepat dalam mengelola data panel terdapat beberapa pengujian yang harus dilakukan, yaitu:

1. Chow Test

Chow test merupakan pengujian untuk menentukan Common Effects Model atau Fixed Effect Model yang paling tepat digunakan untuk mengestimasi data panel.

Hipotesis yang digunakan dalam uji chow adalah:

H0 : Common Effect Model H1 : Fixed Effect Model

a. Jika nilai probability Cross-section Chi-Square < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga yang digunakan Fixed Effect Model.

b. Jika nilai probability Cross-section Chi-Square > 0,05 maka H0 diterima sehingga yang digunakan Common Effect Model.

2. Hausman Test

Hausman test merupakan pengujian statistik untuk memilih apakah Fixed Effect Model atau Random Effect Model yang paling tepat digunakan untuk mengestimasi data panel. Pengujian ini dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:

H0 : Random Effect Model H1 : Fixed Effect Model

a. Jika nilai probability Cross-section random < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga yang digunakan Fixed Effect Model.

(17)

b. Jika nilai probability Cross-section random > 0,05 maka H0 diterima, sehingga yang digunakan Random Effect Model.

3. Langrange Multiplier (LM)

Langrange Multiplier (LM) digunakan untuk memilih antara Common Effect Model atau Random Effect Model. Uji LM didasarkan pada distribusi chi- squares dengan degree of freedom sebesar jumlah variabel independen.

Pengujian ini dilakukan dengan hipotesis sebagai berikut:

H0 : Common Effect Model H1 : Random Effect Model

a. Jika nilai LM statistik lebih besar daripada nilai kritis statistik chi-squares maka H0 diterima, yang artinya estimasi yang tepat untuk model regresi data panel adalah Common Effect Model.

b. Jika nilai LM statistik lebih kecil daripada nilai kritis statistik chi-squares maka H0 ditolak, yang artinya estimasi yang tepat untuk model regresi data panel adalah Random Effect Model.

3.7 Rancangan Uji Hipotesis 3.7.1 Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan nilai yang menunjukkan seberapa jauh variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol sampai dengan satu, jika hasil R2 mendekati angka nol maka semakin kecil kemampuan semua variabel independen dalam menjelaskan nilai variabel dependen.

(18)

Nilai koefisien determinasi yang mendekati angka satu menjelaskan bahwa variabel independen mampu memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan nilai variabel dependen (Ghozali, 2018).

3.7.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji f)

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

Pengujian hipotesis ini merupakan pengujian signifikansi keseluruhan terhadap garis regresi (Ghozali, 2018). Hipotesis yang dilakukan dalam uji statistik ini dirumuskan sebagai berikut:

1. H0 : 𝛃 1= 𝛃 2 = 𝛃 3 = 𝛃 4 = 𝛃 5 = 0

Asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, corporate social responsibility dan political connection tidak berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba.

2. H1 : 𝛃 1 ≠ 𝛃 2 ≠ 𝛃 3 ≠ 𝛃 4 ≠ 𝛃 5 ≠ 0

Asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, corporate social responsibility dan political connection berpengaruh secara simultan terhadap manajemen laba.

Hipotesis ini diuji dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Jika nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel maka hipotesis nol ditolak.

(19)

3.7.3 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Uji signifikansi parsial dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh masing-masing variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel independen lainnya konstan (Ghozali, 2018). Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi 5% untuk nilai t, maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai signifikansi t < 0,05 maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

2. Jika nilai signifikansi t > 0,05 maka H0 diterima, artinya tidak terdapat pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

3.8 Rancangan Implikasi Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang berhubungan dengan penelitian eksplanatori mengenai bagaimana pengaruh asimetri informasi, free cash flow, konservatisme akuntansi, corporate social responsibility dan political connection terhadap manajemen laba.

Penelitian ini secara teoritis berimplikasi untuk pengembangan teori akuntansi manajemen mengenai agency theory yang berindikasi manajemen laba. Hasil penelitian ini pun mendorong arah riset akuntansi manajemen untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai variabel lain yang berpengaruh terhadap manajemen laba sehingga dapat mengatasi manajemen laba yang mengarah pada perilaku oportunis.

Implikasi praktik pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang mekanisme manajemen laba yang dilakukan pihak manajemen dan hal-hal yang

(20)

mempengaruhinya, serta diharapkan dapat membantu dalam pembuatan peraturan baru atau perbaikan peraturan yang terkait dengan variabel yang diteliti.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan manual Penetapan Standar Pendanaan dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Medan Area adalah menghasilkan dokumen tertulis berisi petunjuk

Pada pelaksanaan tindakan I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, seperti yang telah direncanakan. Materi pada pelaksanaan tindakan I ini adalah komunikasi melalui

Hasil penelitian yang sudah dilakukan peneliti sebelumnya mengenai keterampilan berpikir kritis melalui model pembelajaran search solve create and share (SSCS) berbantu

Dalam kalimat bila ada kata kerja (verb), kata sifat (adjective), kata benda (noun), yang diikuti kata depan (preposition), maka kata kerja selanjutnya harus gerund.... object

Hasil penelitian menunjukkan hampir tidak ada perbedaan antara pengetahuan baik dengan pengetahuan cukup yaitu baik 50.0% dan cukup baik 48.5%, kualitas pelayanan KB

Ucapan beribu terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang berperan, melalui doa, bimbingan, dukungan serta terlibat langsung dalam memberikan informasi dan

For the case of Eastern Indonesia, the positive impact received by the rural household in the first simulation is relatively small as almost all types of

Animasi adalah pembentukan gerakan dari berbagai media atau objek yang divariasikan dengan gerakan transisi, efek-efek, juga suara yang selaras dengan gerakan animasi tersebut