25 BAB III
‘METODOLOGI ‘PENELITIAN
‘Pada bab ‘ini merupakan tahap untuk ‘menjelaskan ‘langkah – langkah yang akan dgunakan untuk mengerjakan penelitian secara detail. Metode penelitian digunakan agar pengerjaan lebih terarah dan runtut sehingga tujuan penelitian dapat tercapai.
3.1.Jenis ‘Penelitian
‘Penelitian ini ‘merupakan jenis penelitian ‘deskriptif ‘dimana sebuah ‘penelitian yang ‘menjelaskan secara rinci tentang permasalahan yang dijadikan topik bahasan penelitian. Metode deskiptif berguna untuk memberikan solusi tentang permasalahan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan.
3.2.Tempat dan waktu pelaksanaan
‘Penelitian ini ‘dilaksanakan ‘di PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana Paint) yang ‘berlokasi ‘di Jl. Laksda Adi Sucipto 456, Malang Jawa Timur pada bulan Februari - Maret 2021.
26 3.3.Flow chart Tahapan Penelitian
Gambar 3. 1 Diagram 1 penelitian
27 Gambar 3. 2 Diagram 2 Penelitian
3.4.Deskripsi Metodologi Penelitian 3.4.1. Tahapan Pendahuluan
Pada tahap ini melakukan identifikasi permasalahan yang ada pada perusahaan. Dengan melakukan penetapan objek penelelitian yang akan digunakan untuk mengaplikasikan metode yang telah ditetapkan.
1. Studi Literatur
Studi literatur digunakan sebagai pendukung agar penelitian menjadi lebih terarah dikarenakan adanya acuan dalam menyelesaikan permasalahan. Studi ini berupa teori yang berkiatan langsung ‘dengan ‘permasalahan ‘yang akan ‘diteliti.
‘Sumber ‘literatur ‘berasal dari ‘tugas akhir, ‘buku dan ‘jurnal tentang penilaian Life Cycle Asessment dah Analitical Hierarchy Process.
2. Studi Lapangan
Studi ‘ini ‘merupakan ‘langkah ‘awal ‘untuk ‘melakukan ‘penelitian dengan
‘observasi secara langsung pada objek penelitian untuk mengetahui kondisi awal
28 PT Inti Daya Guna Aneka Warna. Studi lapangan sebagai gambaran untuk penulis atas objek penelitian. Studi ini dilakukan dengan wawancara kepada pihak terkait untuk menghasilkan gambaran tentang dampak yang ditimbulkan untuk setiap proses dan aktivitas lainnya.
3. Rumusan Masalah
Setelah dilakukan observasi awal, kemudian dilakukan perumusan masalah untuk menyelesaiakan masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Sehingga
‘didapatkan ‘rumusan ‘masalah ‘dalam ‘penelitian ini yaitu ‘‘‘Bagaimana penilaian keberlanjutan produksi cat dengan pendekatan Life Cycle Assessment’’.
4. Tujuan Penelitian
Langkah selanjutnya setelah perumusan masalah yaitu dilakukan penentuan tujuan penelitian agar tidak menyimpang dari batasan pembahasan.
3.4.2. Tahap Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk ‘pengumpulan ‘data yaitu sebagai berikut:
1. Data Primer
Tahap pengambilan ‘data primer yaitu ‘dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung di perusahaan. Pengambilan data primer terdapat 3 teknik pengambilan yaitu pengamatan (observasi), wawancara, dan penyebaran kuisioner. Pengamatan dilakukan dengan mengamati secara cermat untuk mendapatkan infomasi yang lengkap dan aktual. Penelitian ini dilakukan pada seluruh aktivitas di perusahaan dari aktivitas supply materials sampai distribusi produk jadi. Wawancara dilakukan kepada pihak perusahaan. Tahap wawancara dilakukan untuk memperkuat data – data yang telah didapatkan. Penyebaran kuisioner dilakukan untuk menentukan kriteria alternatif perbaikan. Kuisioner 1 responden pada setiap unit produksi. Hasil penyebaran kuisioner ‘akan ‘digunakan
‘untuk ‘menentukan ‘alternatif perbaikan untuk ‘pendekatan AHP.
2. Data Sekunder
Data ini yang bersumber dari perusahaan seperti profil perusahaan, arsip perusahaan. Pengambilan data ini dilakukan pada bulan Februari 2021. Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
29 1. Profil Perusahaan
2. Struktur organisasi perusahaan
3. ‘Data bahan ‘baku utama dan ‘tambahan yang ‘digunakan ‘selama ‘proses produksi cat PT Indana Paint Malang.
Tabel 3. 1 Keterangan data yang dibutuhkan
Data Keterangan Literatur Input 1. Bahan Adiktif
a. pengawet b. liquid c. antifoam d. pengontrol pH
(Hamonangan et al., 2011)
2. Powder 3. Pewarna 4. Lateks
5. Konsumsi Air (Muhammad ilhamdika et al., 2017) 6. Konsumsi Listrik (Muhammad ilhamdika et al., 2017) 7. Supplier Bahan Baku (Muhammad ilhamdika et al., 2017) 8. Alat transportasi
(supplier dan distribusi produk jadi)
Muhammad ilhamdika et al., 2017)
9. Jumlah tenaga kerja (Tartiarini et al., 2016)
10. Mesin produksi (Muhammad ilhamdika et al., 2017) 11. Biaya operasional (Tartiarini et al., 2016)
12. Kapasitas Produksi Muhammad ilhamdika et al., 2017) Output 1. Cat tembok
2. Scarp plastik 3. Limbah cair
(De Naddya et al., 2020) dan (Astuti, 2019)
30 3.4.3. ‘Tahap ‘Pengolahan ‘Data
‘Pada ‘tahap pengolahan ‘data’ menggunakan software simaPro 9.1 dan super decison. SimaPro merupakan software untuk menganalisis aspek lingkungan dari suatu produk. Berdasarkan data yang sudah didapatkan akan diinput dalam software SimaPro untuk dilakukan pengolahan data. Berikut merupakan langkah – langkah pengolahan data pada penelitian ini :
1. Mengidentifikasi aspek – aspek keberlanjutan pada produksi cat a. Menentukan goal and scope definition
Goal yang ingin dicapai dari penelitian yaitu mengidentifikasi dampak paling potensial pada proses produksi cat dan merumuskan dampak lingkungan dari permasalahan yang ada agar ‘menjadi ‘produk yang ‘ramah ‘lingkungan. Ruang lingkup pada ‘penelitian ini adalah aktivitas yang ‘dilakukan selama proses produksi cat dengan lingkup ‘cradle ‘to ‘gate yaitu penilaian ‘dari raw material hingga menjadi barang ‘jadi. Input yang dimaksud adalah material (bahan adiktif, kalsium,lateks) dan energi (air, listrik) ‘yang digunakan untuk memproduksi cat.
Sedangkan outputnya adalah waste scenario yang dihasilkan.
2. Melakukan penilaian keberlanjutan pada produksi cat ‘dengan ‘metode
‘Life ‘Cycle ‘Assessment
a. Melakukan ‘Life ‘Cycle ‘Inventory (LCI)
Tahap Life Cycle Inventory ‘merupakan ‘tahapan ‘yang membahasan mengenai inventory yang digunakan untuk produksi cat. Data yang digunakan pada tahapan
ini didapatkan dari pihak PT. Indana Paint yaitu jumlah material ‘(bahan baku),
‘energi dan ‘emisi yang digunakan ataupun dilepaskan ‘dari ‘setiap ‘produksi cat pada bulan januari. Berdasarkan ‘pengolahan ‘data’ menggunakan ‘LCI’ akan
‘menghasilkan sebuah ‘network ‘yang mana dapat menunjukkan dampak yang paling potensial terjadi. Setelah diketahui network keseluruhan, ‘maka akan
‘dilakukan ‘network ‘pada ‘satu proses ‘untuk ‘mengetahui ‘emisi yang ‘dihasilkan agar lebih jelas lagi pada setiap proses untuk mengetahui ‘kegiatan ‘mana ‘yang ‘memiliki
‘beban ‘lingkungan paling tinggi serta menjelaskan ‘penyebab ‘kegiatan ‘dengan
‘beban ‘emisi ‘terbesar. Untuk menyamakan kapasitas angkutan yang digunakan
31 oleh tranpsortasi menggunakan rumus pada persamaan (4) (Muhammad ilhamdika et al., 2017):
Kapasitas per functional unit = 𝐹𝑢𝑛𝑔𝑡𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙 𝑈𝑛𝑖𝑡
𝐷𝑎𝑦𝑎 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑢𝑡 𝑡𝑟𝑢𝑘 x total tkm (7) b. Menentukan ‘Life ‘Cycle Impact Assessmet (LCIA)
‘Pada ‘tahap ini ‘dilakukan evaluasi ‘dampak ‘lingkungan yang didapatkan ‘dari tahapan LCI. Pada penelitian ini menggunakan metode Eco-indikator 99.
Pemilihan ‘metode ini disesuaikan dengan kondisi pada perusahaan. Pada tahap input inventory didapatkan grafik network dari masing – masing proses yang mana pada grafik tersebut dapat diketahui ‘nilai ‘impact ‘assessment yang
‘menjadi ‘prioritas. Nilai impact assessment yang didapatkan akan dipilih sesuai besarnya dampak yang ditimbulkan oleh emisi yang dihasilkan. Sehingga dari 11 impact akan dipillih berdasarkan jumlah emisi terbesar yang dihasilkan.
Pada penentuan LCIA dilakukan 4 tahapan yaitu ‘characterization,
‘normalization, ‘weighting score dan ‘single score.
SJ = ∑CFji x mi (8)
Pada tahap normalization dilakukan pembagian nilai characterization dengan nilai reference ( normal). Seperti pada persamaan 9 yaitu :
Nilai normalisasi = nilai karakterisasi x nilai normal (9) Dari hasil perhitungan nilai normalisasi menggunakan software simaPro akan didapatkan damage category dari terbesar sampai terkecil. Selanjutnya pada tahap pembobotan (weighting) dilakukan perkalian nilai normalisasi dengan bobot pada metode eco – indikator 99 yang mana akan menghasilkan nilai relatif antar kategori.
Weighting score = impact category x score bobot (10) Setelah dilakukan pembobotan, selanjutnya tahap single score yang mana dampak category dikelompokkan dan dikonversikan berdasarkan dampak terbesar hingga terkecil.
32 c. Melakukan Interpretation
‘Pada ‘tahap ini akan ‘memberikan ‘alternatif pada ‘proses ‘produksi yang dimana pada tahap LCIA nilai impact terbesar sehingga dapat dimunculkan rekomendasi perbaikan untuk perusahaan. Rekomendasi teresebut didapatkan dari analisa literatur pada jurnal, permasalahn perusahaan dibidang yang sama, dan juga melalui diskusi dengan pihak perusahaan yang terkait. Dari setiap perbandingan skenario yang telah di interpretasikan ‘digunakan ‘untuk
‘menentukan ‘skenario ‘dampak ‘lingkungan yang terkecil yang kemudian akan ditentukan kriteria alternatif perbaikan dengan menggunakan metode AHP d. Perhitungan Biaya dengan Metode Eco- cost 2007
Berdasarkan ‘hasil ‘karakterisasi dikalikan ‘dengan ‘standar nilai ‘normalisasi
‘eco-’cost yang mana nanti akan menghasilkan nilai normalisasi LCIA. Setelah dilakukan tahap normalisasi selanjutnya dilakukan perhitungan metode eco –cost 2007 dengan mengalikan nilai reference pada normalisasi dengan eco cost. ‘Hasil
‘dari ‘perhitungan ‘tersebut merupakan biaya beban ‘lingkungan ‘yang ‘dihasilkan
‘oleh perusahaan dan kemudian dikalkulasikan antara normalisasi standar biaya pencegahan yang ada pada eco – cost 2007.
3. Menentukan alternatif perbaikan penilaian keberlanjutan dengan menggunakan metode AHP.
Untuk menentukan alternatif perbaikan menggunakan metode ‘focus ‘grup
‘discussion yang melibatkan karyawan dan pihak manajemen PT Inti Daya Guna Aneka Warna ‘dengan ‘mempertimbangkan ‘dampak ‘lingkungan,ekonomi dan sosial yang dihasilkan, pembobotan dilakukan bersama – sama dengan memberikan bobot pada elemen berpasangan.
a. Menentukan alternatif menggunakan metode AHP dan software super decision
Berdasarkan hasil interpretasi pada metode LCA telah didapatkan usulan alternatif perbaikan yang di peroleh melalui hasil FGD petinggi perusahaan. Hasil alternatif tersebut akan dievaluasi dengan menggunakan metode ahp agar lebih komprehensif agar mampu dieksekusi dan diimplemantikan pada perusahaan.
pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner. Alternatif terbaik
33 dipilih sesuai dengan kuisioner yang telah disebarkan kepada responden yang berada disetiap divisi produksi. Responden dipilih berdasarkan kemampuan dalam menentukan alternatif guna mengurangi dampak bagi perusahaan. Berdasarkan
‘pemilihan ‘alternatif, ‘akan dilakukan ‘perhitungan ‘beban ‘elemen ‘dengan software super decision.
Gambar 3. 3 Hierarki proses
Pada gambar 3.3 merupakan kerangka hierarki yang digunakan pada metode AHP. Pada tabel 3.3. menjelasan tentang kriteria dan sub kriteria yang dapat mendukung pengambilan keputusan dengan AHP.
Tabel 3. 2 Kriteria dan sub kriteria
No Kriteria Sub Kriteria
1 Perfomansi Lingkungan (Bartzas & Komnitsas, 2020)
Potensi Global warning (Bartzas & Komnitsas, 2020)
Potensi Pengasaman (Bartzas & Komnitsas, 2020)
Perubahan Iklim (Lijó et al., 2018)
Kualitas Ekosistem (Jayawickrama et al., 2017)
Konsumsi energi dan material (Bartzas &
Komnitsas, 2020)
34
Luas Lahan (Väisänen et al., 2016)
2 Pertumbuhan Ekonomi Biaya Operasi (Petrillo et al., 2016)
Kualitas produk (Jayawickrama et al., 2017)
Biaya Penurunan (Wrinarti, 2015)
3 Pertumbuhan Sosial Health and Safety (Jayawickrama et al., 2017)
Lingkungan Kerja (Dezhi et al., 2016)
Partisipasi dan Kontrol (Atanda & Öztürk, 2020)
Perfomansi Lingkungan
Indikator lingkungan merupakan satu keterhubungan nilai yang berasal dari data yang memiliki kualitas buruk (De Luca et al., 2017). Pemakaian bahan baku, emisi pencemaran udara, air tanah dihitung menggunakan pendekatan LCA lebih khusus lagi dengan sub kriteria sebagai berikut :
1. Potensi Pemanasan Global digunakan untuk menghitung efek rumah kaca dan membandingkan potensi rumah kaca yang berbeda CO2 (Bartzas &
Komnitsas, 2020). Sub kriteria ini untuk mengetahui apakah terdapat dampak pemanasan global dari poduksi cat.
2. Kualitas ekosistem digunakan untuk mengoptimalkan kelangsungan hidup manusia pada suatu wilayah. Sub kriteria ini untuk mengetahui kualitas ekosistem dari lingkungan sekitar apakah berdampak untuk masyarakat 3. Potensi Pengasaman sebagai indikator untuk menurunkan pH keasaman. Pada
proses produksi cat konsistensi pH sangat penting dari proses produksi, kadar air yang sudah diolah, dan hasil cat sangat dipehatikan
4. Perubahan Iklim sebagai jumlah emisi siklus hidup gas rumah kaca, terutama karbondioksida, metana dan dinitrogen oksida Pada proses produksi cat perubahan iklim ini sangat berpengaruh, pada saat musim hujan air limbah dari proses produksi bisa dialirkan ke resapan untuk segera diproses sehingga bisa digunakan untuk proses produksi ulang, karena kandungan pada air hujan sangat bagus untuk menghilangkan zak adiktif yang masih terkandung pada air..
35 5. Luas lahan sangat berpengaruh semakin luas lahan perusahaan dapat
membuat daya tampung resapan air limbah semakin bertambah.
6. Konsumsi Energi dan material dampak ini dihitung berdasarkan metode yang diusulkan oleh (Sauter et al., 2013) secara berurutan untuk menilai konsumsi energi yaitu listrik dan material apakah sudah sangat efisien dalam penggunaanya.
Pertumbuhan Ekonomi
Indikator ekonomi adalah faktor terpenting yang mencerminkan kelayakan finansial secara keseluruhan dan profitabilitas dalam sebuah perusahaan. sub kriteria yang berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yaitu : 1. Biaya Operasi merupakan perhitungan biaya perawatan dam operasional
setiap alternatif (Lijó et al., 2018). ‘Biaya yang ‘terkait ‘dengan biaya yang terkait dengan pengoperasian perangkat, komponen, bagian dari ‘peralatan
‘atau ‘fasilitas. Mereka adalah ‘biaya ‘sumber ‘daya yang ‘digunakan ‘oleh
‘organisasi ‘hanya ‘untuk ‘mempertahankan ‘keberadaannya
2. Kualitas Produk apabila produk yang dihasilkan bagus akan membuat konsumen untuk menggunakan cat tembok tersebut, maka kualitas produk harus sangat diperhatikan apakah sesuai dengan kebutuhan konsumen , dan harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi.
3. Biaya Penurunan yaitu di maksud adala biaya penghematan untuk meningkatkan keutungan perusahaan. seperti penurunan biaya pembuangan limbah,biaya pengolahan limbah, biaya energi, biaya recovery karena menjual limbah yang dapat di recycle, biaya untuk dapat memenuhi peraturan/
kebijakan pemerintah.
Pertumbuhan Sosial
1. Health and safety sebagai Kebijakan kesehatan dan keselamatan yang terkait dengan tindakan yang diambil oleh perusahaan terkait kondisi kerja yang ditujukan ‘menciptakan ‘lingkungan ‘yang sehat ‘dan aman ‘bagi karyawan. Sub kriteria ini digunakan untuk mengetahui apakah aktivitas di perusahaan sudah sesuai dengan SOP. Dampak kesehatan dari pilihan material, dampak kesehatan pilihan energi, dampak kesehatan dari konsumsi air,
36 mempromosikan keamanan pengguna akhir dan sementara(Atanda & Öztürk, 2020)
2. ‘Lingkungan ‘kerja ‘yang ‘nyaman mampu ‘meningkatkan ‘produktivitas ‘kerja sehingga membuat ‘karyawan semakin termotivasi dan memilik semangat untuk bekerja (Larastrini & Adnyani, 2019)
3. Partisipasi dan kontrol yaitu berpartisipasi dalam lingkungan untuk proses perencanaan, berartisipasi dalam program sosial dan pertemuan untuk mewujudkan industri yang ramah lingkungan (green product), berpeluang untuk karyawan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan(Atanda &
Öztürk, 2020)
b. Memilih kriteria dan Penentuan Alternatif dalam metode AHP
Menentukan Puposive sampling
Sampling yang dibutuhkan sebanyak 1 orang untuk masing- masing proses dikarenakan pada setiap divisi rata-ratanya jumlah pekerjanya 3-4 orang akibat dari pandemi covid-19 terjadinya pengurangan karyawan. Selain itu,1 responden dirasa cukup bagi peneliti untuk mewakili setiap prosesnya.
Sebelum mengisi kuisioner masing – masing respoden pada setiap divisi melakukan focus grub discussion untuk memilih alternatif terbaik sehingga menghasilkan suara alternatif yang sama.
Tabel 3. 3 Penyebaran kuisioner ke responden
No Divisi Jumlah
1 Tranportasi Bahan baku 1 orang
2 Proses produksi 1 orang
3 Quality Control 1 orang
4 Packaging 1 orang
5 Distribusi Produk Jadi 1 orang
3.4.4. Tahap Analisa Dan Pembahasan
Pada tahap ini dilakukannya pembahasan dan analisa dari pengolahan data sebelumnya. Pada analisa dan pembahasan dilakukan penentuan alternatif perbaikan yang sesuai dengan kondisi perusahaan. hasil dari analisa pembahasan
37 digunakan sebagai acuan untuk memberikan alternatif perbaikan agar bisa diimplementasikan diperusahaan.
3.4.5. Kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini berisi kesimpulan dari penelitian yang tela dilakukan.
Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan kemudian memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan juga bagi perusahaan.