Ekuivalen: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Minat
dan Prestasi Belajar Matematika 219
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING(PBL) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Muh. Najib Fikriyawan
Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan 3 metode, yaitu metode observasi, tes dan dokumentasi.Data dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata (mean) dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat dan prestasi belajar matematika. Persentase rata-rata hasil observasi minat belajar siswa pada pra siklus sebesar 54,38% meningkat menjadi 65,94% pada siklus I dan 73,75% pada siklus II.
Nilai rata-rata siswa dari 62,90 pada pra siklus menjadi 67,89 pada siklus I dan 74,33 pada siklus II dengan ketuntasan belajar klasikal siswa dari 36,67% pada pra siklus menjadi 46,67% pada siklus I dan 76,67% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwapenerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno tahun ajaran 2015/2016.
Kata kunci: minat belajar, prestasi belajar, Problem BasedLearning (PBL)
PENDAHULUAN
Matematika merupakan ilmu dasar yang memiliki peranan penting dalam proses kehidupan manusia. Dapat dikatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini dilandasi oleh matematika. Matematika juga berguna untuk kepentingan hidup dan sebagai dasar dari ilmu-ilmu yang lain. Guru mempunyai peran dalam proses belajar mengajar, salah satu tugas guru di kelas adalah memberikan pengarahan terhadap siswa sehingga dapat menguasai materi pelajaran. Motivasi dari guru juga diperlukan supaya siswa senang dengan pelajaran matematika. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk selalu memperhatikan perkembangan siswanya dalam menerima pelajaran yang diberikan. Hal ini dikarenakan tingkat pemahaman dan kecerdasan siswa berbeda-beda.Berdasarkan hasil pengamatan peneliti pada saat observasi di kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno bahwa setiap berlangsungnya
proses pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional atau ceramah.
Kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru, guru hanya menjelaskan materi- materi saja dan siswa hanya datang, duduk dan mendengarkan sehingga siswa merasa jenuh dan kurang termotivasi untuk belajar. Keadaan tersebut akan membuat siswa jadi malas untuk belajar matematika. Hal ini bisa dilihat saat peneliti observasi yaitu siswa yang berpendapat, bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru hanya beberapa siswa saja. Pada saat siswa dikasih pekerjaan rumah banyak siswa yang tidak mengerjakan dan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung banyak juga siswa yang membolos.
Penelitianinididukungolehpenelitianyangdilakukan Ratna Dwi Pratiwi (2013) bahwa model PBL dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswakelas V Sekolah Dasar Negeri Randugunting 4 Kota Tegal. Hal tersebut terbukti dari persentase minat belajar siswa pra tindakan yaitu 43,06%, meningkat pasca tindakan menjadi 62,89%
pada siklus I, dan 83,47% pada siklus II. Nilai rata-rata kelas saat pelaksanaan pretest 47,44 dengan tuntas belajar klasikal (TBK) 16,67%. Nilai rata-rata kelas pada hasil evaluasi akhir pembelajaran siklus I mencapai 77,23 dengan TBK 86,11%, meningkat pada siklus II menjadi 81,78 dengan TBK 90,28%. Nilai rata-rata kelas hasil tes formatif I mencapai 73,14 dengan TBK 80,56%, kemudian hasil tes formatif II meningkat menjadi 78,31 dengan TBK 86,11%.
Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkanminat dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno tahun ajaran 2015/2016.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut Suharsimi Arikunto (2013: 130) penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan, dan terjadi dalam sebuah kelas.
Dalampenelitianinimenggunakan model Actoon Research Spiral yang dikembangkanolehKemmisdanMc Taggart seperti yang dikutipolehSuharsimiArikunto (2013: 137). Secara garis besar terdapat empat tahapan dalam siklus penelitian
Ekuivalen: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Minat
dan Prestasi Belajar Matematika 221
tindakan kelas, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi. Siklus dilakukan sampai indikator keberhasilan tercapai. Namun dalam penelitian ini dilakukan sampai siklus II. Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus 2015 sampai Januari 2016 dan penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam Sudirman Bruno pada akhir semester gasal tahun ajaran 2015/2016 dengan menyesuaikan jadwal pelajaran matematika kelas VIII A. Teknik pengumpulan data adalah metode observasi, metode tes prestasi belajar, dan dokumentasi. Instrumen penelitiannya yaitu lembar observasi, dan tes prestasi belajar.Data dianalisis dengan menggunakan rumus rata-rata (mean) dan persentase.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data dalam penelitian ini diambil menggunakan instrumen yang terdiri dari lembar observasi dan tes prestasi belajar tiap siklusnya. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap Siklus terdiri dari 2 pertemuan menyampaikan materi dan 1 pertemuan tes akhir siklus. Berikut disajikan data minat belajar, nilai rata- rata dan ketuntasan belajar klasikal berupa diagram yang diperoleh pada setiap siklus.
Pra siklus minat belajar siswa dilakukan pada saat kegiatan proses pembelajaran berlangsung, lembar observasi minat belajar siswa pada pra siklus diisi langsung oleh peneliti. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata observasi minat belajar siswa yang masih menggunakan model konvensional atau ceramah pada pra siklus sebesar 54,38%. Pada siklus I lembar observasi minat belajar siswa diisi oleh guru matematika SMP Islam Sudirman Bruno. Dari hasil pengamatan dengan
54.38
65.94 73.75
62.9 67.89 73.33
36.67
46.67
76.67
0 20 40 60 80 100
Pra siklus Siklus I Siklus II
Minat belajar Nilai rata-rata Ketuntasan belajar klasikal
menggunakan model pembelajaran PBL menunjukkan bahwa minat belajar siswa meningkat menjadi 65,94%. Pembelajaran pada siklus I belum berjalan dengan baik masih banyak siswa yang keluar dari kelompoknya dan bermain dikelompok lain.
masih banyak siswa yang belum dapat bekerja dengan baik terhadap kelompoknya mereka cenderung mengandalkan temannya untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan tidak berani mengeluarkan pendapat atau bertanya jika mengalami kesulitan. Maka dari itu minat belajar siswa belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Kelemahan pada siklus I diperbaiki pada siklus II agar minat belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.Pada siklus II peneliti memberi pengarahan kepada siswa agar dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya dan memotivasi siswa untuk berani mengeluarkan pendapat dan bertanya pada saat diskusi kelompok.Persentase rata-rata hasil observasi minat belajar siswa pada siklus II dengan model pembelajaran PBL mengalami peningkatan menjadi 73,75% dan sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan.
Pra siklus prestasi belajar matematika diperoleh dari nilai ulangan harian. Data hasil ulangan harian menunjukan rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 62,90 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 36,67%. Peningkatan minat belajar siswa melalui model pembelajaran PBL juga diikuti dengan prestasi belajar siswa yang meningkat.
Pada siklus I prestasi belajar siswa menjadi 67,89 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 46,67% dan pada siklus II prestasi belajar siswa meningkat menjadi 73,33 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 76,67%, dan sudah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan.
Pada siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan siswa sudah berani bertanya mengeluarkan pendapatnya. Siswa mulai percaya diri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang diberikan guru, siswa sudah ada dalam kelompoknya masing- masing, siswa dapat bekerja sama dengan kelompoknya serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang diberikan oleh guru. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan sudah cukup baik sehingga dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
Ekuivalen: Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Minat
dan Prestasi Belajar Matematika 223
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkanpembahasan hasilpenelitian,(1)Penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno tahun ajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase rata-rata hasil observasi minat belajar siswa 51,47% pada pra siklus menjadi 65,94% pada siklus I dan 73,75% pada siklus II.(2) Penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII A SMP Islam Sudirman Bruno tahun ajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa dan ketuntasan belajar klasikal siswa yaitu nilai rata-rata siswa dari 62,90 pada pra siklus menjadi 67,89 pada siklus I dan 74,33 pada siklus II dengan ketuntasan belajar klasikal siswa dari 36,67% pada pra siklus menjadi 46,67% pada siklus I dan 76,67% pada siklus II. Dari simpulan di atas, model pembelajaran PBL dapatdigunakansebagaialternatifpembelajaranuntukmeningkatkanminatdanprestasibe lajarmatematika.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Bahri Syaiful. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Purwanto, Ngalim. 2009. Prinsip – Prinsip Dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Pratiwi, Ratna Dwi. (2013). Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pecahan Melalui Model PBL Di Kelas V SD N Randugunting 4 Kota Tegal. Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. http://lib.unnes.ac.id/17060