e-ISSN: 2807-8632
Published by: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SKI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA
SISWA KELAS XI MAN 1 KOTA PROBOLINGGO
Wily Furoida1, Abdullah2
1Mahasiswa IAIN Palangka Raya
2Dosen Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
E-mail: [email protected]1, [email protected]2 Abstrak
Dalam proses pembelajaran diharapkan guru menggunakan berbagai strategi, model dan media pembelajaran. Dengan adanya strategi tersebut apa yang disampaikan oleh guru pada siswa membawa hasil yang baik. Pembelajaran SKI selama ini hanya menggunakan ceramah, tanya jawab, atau penugasan hal ini membuat siswa kurang minat belajar sehingga hasil belajar tidak mencapai KKM yang ditetapkan sesuai kurikulum yang berlaku. Begitu juga hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang tetap sebagai hasil proses pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah Siswa Kelas XI MIPA 3 MAN 1 Kota Probolinggo. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif. Analisis ini digunakan untuk peneliti mengetahui keberhasilan peneliti, dengan membandingkan peningkatan aktifitas dan hasil belajar SKI. Hasil penelitian ini menunjukkan aktifitas siswa siklus I 61%, pada siklus II meningkat menjadi 75%. Perkembangan hasil belajar pada siklus I 70% dengan nilai rata-rata 68,5, sedangkan pada siklus II menjadi 85% dengan rata-rata 80,5.
Dengan demikian pembelajaran model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa.
Kata kunci: Hasil Belajar Siswa, Problem Based Learning, SKI
Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan.(Abdullah, 2013) Karena pendidikan akan berpengaruh terhadap perubahan prilaku manusia di dalam kehidupan untuk menjalani proses kehidupan ketahapan yang lebih baik. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan rencana untuk
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar Pendidikan merupakan sebuah jenjang dimana para peserta didik mulai diarahkan serta dibimbing peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Proses pembelajaran yang dilakukan di kelas dilakukan oleh guru dan siswa sangat berperan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru diharuskan memiliki kesabaran, keuletan, keramahan, dan sikap terbuka dalam proses belajar mengajar. Dengan berbagai model yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran, agar siswa yang mengikuti proses pembelajaran dapat aktif sehingga materi pelajaran yang disampaikan guru dapat dipahami dengan jelas, diterima dengan baik, dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Siswa kelas XI menganggap elemen terutama pada materi proses berdirinya Daulah Utsmani adalah pelajaran yang menjenuhkan. Indikasinya dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa adalah pembelajaran tematik yang kurang tepat sehingga dapat dikatakan proses kegiatan belajar mengajar kurang berhasil.
Selain itu guru juga belum pernah menggunakan variasi model pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selama ini pembelajaran masih bersifat konvensional yang berpusat pada guru sehingga siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif dalam memecahkan masalah, sehingga perlu adanya penggunaan model pembelajaran yang lebih mengedepankan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Salah satu model pembelajaran aktif yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yang dapat digunakan oleh guru adalah model problem based learning.
Kurikulum Merdeka menekankan pada sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Salah satu model yang disarankan dalam penerapan Kurikulum Merdeka adalah problem based learning.
Metode Penelitian
Tempat Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Kota Probolinggo tahun pelajaran 2023 / 2024. Waktu berlangsungnuya penelitian ini adalah pada bulan Juli Semester Ganjil 2023- 2024.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Kelas tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai sarana untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas itu. Karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
Kemmis dan Mc Taggart menjelaskan bahwa pengaitan istilah tindakan dan penelitian menonjolkan ciri inti metode penelitian tindakan dengan mencobakan gagasan- gagasan baru dalam praktik sebagai alat peningkatan dan juga sebagai alat menambah pengetahuan mengenai kurikulum, pengajaran dan pembelajaran. Hasilnya adalah peningkatan dalam pelaksanaan pelajaran di sekolah dan di kelas serta artikulasi dan pembenaran yang lebih baik terhadap alasan mengapa sesuatu berjalan. Penelitian tindakan menyediakan cara kerja yang mengaitkan teori dan praktik menjadi kesatuan utuh yaitu gagasan dalam tindakan.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan Kelas tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai sarana untuk memperbaiki proses belajar mengajar dikelas itu. Karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Kemmis dan Mc Taggart menjelaskan bahwa pengaitan istilah tindakan dan penelitian menonjolkan ciri inti metode penelitian tindakan dengan mencobakan gagasan- gagasan baru dalam praktik sebagai alat peningkatan dan juga sebagai alat menambah pengetahuan mengenai kurikulum, pengajaran dan pembelajaran. Hasilnya adalah peningkatan dalam pelaksanaan pelajaran di sekolah dan di kelas serta artikulasi dan pembenaran yang lebih baik terhadap alasan mengapa sesuatu berjalan. Penelitian tindakan menyediakan cara kerja yang mengaitkan teori dan praktik menjadi kesatuan utuh yaitu gagasan dalam tindakan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu:
Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting).
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada tahap perencanaan peneliti menganalisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL), membuat rencana pelaksanaan pembelajaran Problem Based Learning (PBL), membuat lembar kerja siswa, membuat instrumen yang digunakan dalam siklus PTK, dan menyusun alat evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari Senin, 24 Juli 2023, dan disini peneliti bertindak sebagai peneliti. Pada pendahuluan peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi Proses Lahirnya Daulah utsmani dan peneliti memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam pembelajaran. Pada bagian inti peneliti menyajikan materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani kemudian siswa
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
dalam pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibagi menjadi empat kelompok tiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 siswa yang heterogen agar dapat saling berdiskusi dan saling mengisi. Akan tetapi dalam berdiskusi untuk siklus I ini siswa belum antusias dalam berdiskusi. Karena masih ada beberapa siswa yang belum aktif, mereka masih senang untuk berdiam mendengarkan saja.
Siswa masih malu untuk maju mempresentasikan hasil diskusinya. Akan tetapi, kemudian peneliti memberi motivasi akhirnya ada salah satu dari kelompok untuk maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Rekapitulasi Keaktifan Siswa Siklus I
Pada sillus I ini setelah menerapkan Problem Based Learning (PBL), rata-rata kelas 68,5 dan persentase aktifitas 61% dan hasil belajar 70 %, ada 14 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan 6 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dipembelajaran pada siklus I Pelajaran SKI dengan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pokok pembahasan Proses Lahirnya Daulah Utsmani di kelas XI MIPA 3 MAN 1 Kota Probolinggo ini masih belum berhasil karena tingkat persentase keaktifan siswa masih 61%, belum mencapai yang diharapkan yaitu 75%. Maka Dari itu untuk memperbaiki hasil belajar siklus I dilanjutkan penelitian pada siklus II.
Pada pembelajaran siklus II dilaksanakan tetap menggunakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pelajaran SKI pada Proses Lahirnya Daulah Utsmani. Akan Tetapi pada siklus ini mengacu pada hasil refleksi siklus I. Yang mana kekurangan/kendala dalam siklus I tidak boleh terulang lagi dan harus diperbaiki pada siklus ini. Sedangkan kelebihan-kelebihan pada siklus I harus dipertahankan dan ditingkatkan.
Peneliti meninjau kembali rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa yang disusun dengan mengacu pada penggunaan pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Disini benar-benar disiapkan lebih terarah pada indikator pencapaian. Berkenaan pada kemampuan individual, karena pada akhirnya dilakukan evaluasi, untuk mengetahui hasil belajar yang telah dilakukan.
Kemudian peneliti membuat RPP, menyiapkan instrument tes akhir siklus II dan meninjau lebih detail tentang indikator penelitian. Siklus II dilaksanakan pada
Data Perolehan
Nilai Maksimal 85
Jumlah Siswa Yang Aktif 11
Jumlah Siswa Yang Tidak Aktif 9 Persentasi Siswa Yang Aktif 61%
Persenstasi Siswa Yang Tidak Aktif 39%
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
hari Kamis, 3 Agustus 2023, dan disini peneliti juga tetap bertindak sebagai guru.
Peneliti/Guru melaksanakan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama. Tahap pendahuluan guru menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani. Guru mengingatkan dan mempertegas materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani kepada siswa. Pada bagian inti guru menyajikan materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani. Kemudian Siswa dalam pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibagi menjadi empat kelompok tiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Siswa/kelompok diberi materi Proses Lahirnya Dauah Utsmani.
Dalam diskusi kelompok guru mengarahkan kelompok dengan cara membimbing siswa yang sedang melakukan diskusi dalam memecahkan permasalahan yang diberikan. Didalam diskusi sudah banyak siswa yang antusias untuk belajar dan semangat dalam diskusi.
Setelah itu salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Terutama kelompok yang belum pernah maju mempresentasikan hasil diskusinya. Disini siswa sudah ada banyak yang mengajukan pertanyaan, tanggapan, dan jawaban. Mereka sudah percaya diri untuk mengutarakan pendapatnya masing-masing. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa- siswa yang belum aktif dan memotifasinya.
Kemudian guru memberikan kuis atau pertanyaan yang ada kaitannya dengan materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani. Siswa diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan. Dan siswa-siswa sudah berani memberikan tanggapan ataupun menjawab pertanyaan dari guru.
Pada kegiatan akhir penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama. Guru memberikan tes akhir siklus II dengan memberikan butir soal/instrument soal berupa pilihan ganda 10 butir soal.
Rekapitulasi keaktifan Siswa Siklus II
Data Perolehan
Nilai Maksimal 85
Jumlah Siswa Yang Aktif 15
Jumlah Siswa Yang Tidak Aktif 5 Persentasi Siswa Yang Aktif 75%
Persenstasi Siswa Yang Tidak Aktif 25%
Siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 80,5 dan persentase aktifitas 75% dan hasil belajar 85%, ada 17 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan masih ada 3 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu Fandy Ardiyansyah, Saifullah, dan Yoga Yulio. Pada siklus ini masih sama menggunakan pembelajaran PBL, selama proses pembelajaran siswa melakukan diskusi dengan teman kelompoknya, siswa yang memiliki kemampuan rendah
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
808 dapat belajar dari siswa yang sudah memahami materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani, sehingga mereka dapat saling membantu dalam memahami materi dan hasil belajar dapat meningkat.
Tabel 1.
Daftar Nilai siswa
No Nama Siswa Jenis
Kelamin
Nilai Tes Akhir
Ketuntasan Tuntas Tidak
1 Adinda dwi Nur Mahni L 90 √
2 Ahmad Bahrullah L 80 √
3 Amalia Rachmah Dina P 80 √
4 Aminurrahman Gado
Hoka P 80 √
5 Axcess Shafa azzalia L 80 √
6 Erlinda L 80 √
7 Fandy Ardiyansyah L 60 √
8 M Noval Hidayatullah L 90 √
9 M Dinar Albarokah L 90 √
10 M Firman P 100 √
11 M Abdul Halim L 80 √
12 Saifullah L 60 √
13 Nadira Zahrah A L 90 √
14 Yoga Yulio L 60 √
15 Sriwahyuni Aprilia L 90 √
16 Sutila P 80 √
17 Syarifa Dwi Uzlah P 8o √
18 M yahya P 70 √
19 Sinta Zakia P 80 √
20 Sindy Triyunia L 90 √
Jumlah 1610
Rata-Rata Persentasi
80,5
85% 15%
Dari tabel diatas diketahui bahwa rata-rata aktifitas dan hasil belajar siswa 80,5 dari nilai maksimal 100. Sedangkan persentase siswa yang tuntas belajar adalah 85%, yang diperoleh dari :
P = x 100
= x 100
= 85%
Sedangkan persentasi siswa yang tidak tuntas belajar adalah : P = x 100
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
= x 100
= 15%
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dipembelajaran pada siklus II Pelajaran SKI dengan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Proses Lahirnya Dauah Utsmani di kelas XI MIPA 3 MAN 1 Kota Probolinggo ini sudah berhasil karena tingkat persentase aktifitas dan hasil belajar siswa yang tuntas belajar 85%, sudah sesuai yang diharapkan 85%.
Analisa pendahuluan ini menggunakan analisis statistika deskriptif. Analisis ini digunakan untuk peneliti mengetahui keberhasilan peneliti, yaitu dengan membandingkan peningkatan aktifitas dan hasil belajar SKI materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani di kelas XI MIPA 3 MAN 1 Kota Probolinggo tahun Pelajaran 2023/2024 yang telah dicapai pada Siklus I dan Siklus II.
Peningkatan Aktifitas
Tes Siklus I Siklus II
Rata-rata nilai aktifitas siswa 61 81,5
Jumlah siswa yang aktif 11 15
Persentase nilai aktifitas siswa 61% 75%
Peningkatan Hasil Belajar
Tes Siklus I Siklus II
Rata-rata nilai hasil belajar siswa 68,5 80,5 Jumlah siswa yang tuntas belajar 14 17 Persentase nilai dan hasil belajar
siswa
70% 85%
Dengan demikian hasil dari penelitian tindakan kelas ini meliputi: (1) Persentase aktifitas siswa pada pembelajaran siklus I adalah 61%.Sedangkan aktifitas siklus II meningkat menjadi 75%, maka terjadi peningkatan aktifitas siswa dari siklus I dan siklus II adalah 14%. (2) Hasil belajar pada pembelajaran siklus I adalah 70%. Sedangkan pada siklus II persentase hasil belajar siawa meningkat menjadi 85%, maka terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II adalah 15%. (3) Rata-rata hasil belajar siswa siklus I adalah 68,5,dan setelah diberikan tindakan siklus II naik sebesar 80,5 dan telah melampaui atau diatas KKM = 69.
Dari hasil penelitian antara siklus I dan siklus II terjadi peningkatan rata-rata kelas. Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), rata-rata kelas 68,5 dan persentase aktifitas 61% dan hasil belajar 70 %, ada 14 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan 6 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 80,5 dan persentase aktifitas 75% dan hasil belajar 85%, ada 17 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan masih ada 3 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu Fandy Ardiyansyah, Saifullah, dan M yahya. Pada siklus ini masih sama menggunakan pembelajaran M yahya, selama proses siswa melakukan diskusi dengan teman kelompoknya, siswa yang memiliki kemampuan rendah dapat belajar dari siswa yang sudah memahami materi Proses Lahirnya Daulah Utsmani, sehingga mereka dapat saling membantu dalam memahami materi dan hasil belajar dapat meningkat.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
Kesimpulan
Hasil penelitian diperoleh bahwa aktifitas siswa pada siklus I 61% dan pada siklus II meningkat menjadi 75%, dari 20 siswa, pada siklus I 11 siswa dan siklus II meningkat menjadi 15 siswa. Adapun Hasil belajar siswa pada siklus I 75% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%, dari 20 siswa, pada siklus I 14 siswa dan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa.
Referensi
Abdullah. (2013). Pandangan Orangtua Terhadap Pendidikan Anaknya (Studi Kasus Pada Petani Yang diduga Kurang Memperhatikan Pendidikan Anaknya di Desa Jejangkit Pasar Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala) (IAIN Antasari). IAIN Antasari. Retrieved from http://idr.uin-antasari.ac.id/30/
Amir dan Abdul Haling. 2018. “The Effect of Scientifik Approach at natural Science learning on Elementary Student’s Learning Outcomes”. Advance Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR). Volume 227, Tahun 2018 (halaman 13-15).
Arikunto, S.. 2015. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Fajrin, N. N., Retno, D., & Saputro, s. 2015. Eksperimentasi Model Problem Based Learning (PBL) dan Model Kooperatif Tipe Teams Game Tournamnet (TGT) pada Materi Tiga Dimensi Ditinja Dari Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa (KBK).
JEPM,1009-1020
Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar . Jakarta : Bumi Aksara.
S Abdurrozak., dkk. 2016. “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif”. Jurnal Pena Ilmiah. Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016 (halaman 876-878).
Aloysius. 2016. Potensi Strategi Problem Based-Learning (PBL) Terintegrasi Reading Questioning and Answering (RQA) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Berkemampuan Akademik Berbeda. Jurnal Pendidikan Sains, Volume 4, Nomor 2, Juni 2016, Halaman 49–59.
Esema. 2012. Problem-Based Learning. Jurnal Penelitian Pengembangan Kependidikan
Nafiah, Yunin Nurun dan Wardan Suyanto. 2017. “Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa”. Jurnal Pendidikan Vokasi. Vol. 4. No. 1, pp. 125–143.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.
Wulandari, B. dan Herman D. S. 2013. “Pengaruh Problem-Based Learning Terhadap Hasil Belajar Ditinjau Dari Motivasi Belajar PLC di SMK”. Jurnal Pendidikan Vokasi. Vol. 3. No.2, pp. 178–191.
Yuwono, Galih Rinekso dkk. 2020. “Pengaruh Kemampuan Berpikir Analitis Pada Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) Terhadap Hasil Belajar Ranah Pengetahuan”. Edusains. Vol.12. No. 1, pp. 106–112. Fakhrudin, A., dkk. 2019.
“Implementation of Augmented Reality Technology in
Natural Sciences Learning Of Elementary School to Optimize the Students’
Learning Result”. International Journal of Indonesian Education and Teaching Volume 3, Nomor 1, Tahun 2019 halaman (1-10).