1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi yang begitu pesat sekarang digunakan oleh masyarakat sebagai sarana yang memberikan kemudahan dalam berbagai bidang kegiatan. Salah satunya sarana yang digunakan tersebut adalah internet. Hampir semua orang di dunia khususnya di Indonesia bisa memanfaatkan internet sebagai media untuk promosi dan perdagangan karena lewat internet orang dapat berkomunikasi tanpa mengenal ruang dan waktu. Berdasarkan survey yang di lakukan oleh Asosiasi Penyenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun 2012 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 62 juta jiwa dan akan mencapai 139 juta jiwa pada tahun 2015 sesuai dengan proyeksi APJII. Berdasarkan gambar statistik, bahwa pengguna internet di Indonesia sangatlah meningkat, hingga mencapai angka 34,9% di tahun 2014 dan mancapai angka 41% ditahun 2015 (tekno.liputan6.com :2015).
(Sumber: Asosiasi Penyenggara Jasa Internet Indonesia,2013) Gambar 1.1
Statistik Jumlah Pengguna Internet Setiap Tahunnya
Banyaknya Provider atau penyedia layanan internet membuat semakin mudah masyarakat untuk mendapatkan dan menggunakan jaringan internet. Mulai dari perseorangan sampai perusahaan dapat menggunakan internet sehingga memudahkan untuk memasarkan produk atau jasa yang mereka miliki melalui internet ke tempat- tempat yang lebih luas.
Setiap perusahaan dan toko-toko pasti memiliki strategi pemasaran dalam menjual produk dan meningkatkan penghasilan (omset) dagangannya. Dengan adanya kemudahan ber-internet tersebut maka baik produsen maupun penjual membuat toko online untuk meningkatkan jaringan pemasarannya. Menurut lembaga riset pasar e- Marketer dalam media tekno.kompas.com (2014) pengguna internet di Indonesia mencapai 83,7 juta orang dan menduduki peringkat ke 6 di dunia. Sehingga dengan metode pemasaran secara online ini di segala penjuru dunia dapat melakukan pembelian tanpa harus pergi ketoko secara langsung.
(Sumber: lembaga riset e-Marketer,2014)
Gambar 1.2
Statistik Jumlah Pengguna Internet di indonesia
Berdasarkan rilis tekno.liputan6.com (2016) tentang tantangan e-commerce di Indonesia bahwa electronic commerce atau e-commerce, merupakan bagian terpenting dari perkembangan teknologi dalam dunia internet dan e-commerce juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Indonesia. Pemakaian sistem e-commerce sangat menguntungkan banyak pihak baik konsumen, produsen maupun penjual. Salah satu produk yang dapat di pasarkan melalui internet adalah perlengkapan mendaki gunung (hiking).
Berdasarkan travel.kompas.com (2011) Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak dilingkaran cincin api. Terletaknya Indonesia di lingkaran cincin api ini mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung-gunung. Tercatat 127 gunung yang melingkari Indonesia yang tergolong aktif. selain terletak di lingkaran cincin api, Indonesia juga terletak pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan indo-Australia yang mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung dengan keindahan yang memukau. Untuk menikmati keindahan dan kemegahan gunung-gunung di Indonesia tersebut para pendaki harus memiliki pengetahuan keamanan dalam hal mendaki gunung agar tetap aman (travel.kompas.com:2015).
Dalam pendakian gunung hal yang terpenting adalah keselamatan, dalam buku mountaineering : The freedom of the hills (2010), ditulis “Sebuah strategi yang baik untuk pendakian yang aman dan memiliki tujuan pertama yaitu kembali ke rumah dengan selamat”. Dalam pendakian gunung sedikit banyak kecelakaan pasti terjadi, semua itu karena ada beberapa faktor-faktor kesalahan yang dilakukan oleh para pendaki dari kurangnya peralatan, teknik penggunaan alat, teknik pendakian dan
pengambilan keputusan dapat menjadi rekomendasi kecelakaan. Laporan ANAM (Accident In North American Mountain) pada tahun 2009 menyebutkan kecelakaan yang paling sering terjadi ketika mendaki gunung adalah jatuh atau terpeleset.
Dengan sering terjadinya kecelakaan dalam pendakian maka perlu dibutuhkan sebuah perlengkapan yang lengkap ketika mendaki sebuah gunung. Perlengkapan tersebut seperti: sepatu hiking, sandal hiking, jaket, celana, kemeja, jas hujan, sleeping bag, tenda, tali, dan perlengkapan mendaki lainnya yang sangat di butuhkan bagi para pecinta alam atau pendaki agar keamanan dalam mendaki gunung tejamin keselamatannya.
Selain itu salah satu dari banyak alasan mengapa hiking menjadi kegiatan rekreasi yang populer saat ini karena itu adalah sebuah tantangan, dan selain itu banyak orang menjadikan kegiatan mendaki gunung sebagai cara bersantai atau melarikan diri dari kehidupan sehari-hari atau rutinitas kerja mereka. Ditambah dengan udara segar dan pemandangan sebuah pegunungan yang tidak bisa dinikmati di kota-kota besar. Hiking juga merupakan kegiatan yang hemat biaya dan sangat cocok untuk melatih kebugaran tubuh. Karena banyak orang yang melakukan hiking bisa berjalan sejauh yang diinginkannya, menyusuri lembah atau pegunungan.
(dokumen.tips :2015.
Menurut data statistik pada Balai Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pada bulan Mei tahun 2016 mencapai 5.442 pendaki sebagaimana dikutip dari viva.co.id, hal itu menggambarkan bahwa peminat para pendaki gunung
di Indonesia semakin banyak, sehingga kebutuhan akan perlengkapan mendaki gunung (hiking) semakin tinggi.
Hanya saja jika mengandalkan penjualan perlengkapan mendaki gunung secara konvesional maka penjualan akan sulit berkembang. Untuk menghadapi persaingan bisnis penjualan perlengkapan mendaki gunung yang sudah mulai ramai dibutuhkan promosi dan penjualan lebih baik seperti halnya media internet. Dengan luasnya pemasaran yang bisa di lakukan di internet, maka membuat toko online di internet merupakan salah satu sarana terbaik untuk memasarkan dan menjual perlengkapan mendaki gunung (hiking).
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk menyusun Tugas Akhir dengan judul. “
Pembangunan Aplikasi Penjualan Perlengkapan Mendaki Gunung (Hiking) Berbasis Web Melalui Pendekatan Customer Loyalti
”1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud penulis menyusun tugas ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program Diploma Tiga (D.III) jurusan Manajemen Informatika pada Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika (AMIK BSI).
Sedangkam tujuan dari penulis dalam menyusun tugas akhir ini, adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya aplikasi website tentang penjualan perlengkapan mendaki Gunung (Hiking) dapat mempermudah para pecinta alam pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk mencari peralatan gunung dan memberikan informasi tentang perlengkapan mendaki gunung.
2. Dengan adanya aplikasi website tentang penjualan perlengkapan mendaki gunung dapat meningkatkan keuntungan (profit) dan mengurangi jumlah pengeluaran bagi penjual,contohnya pengeluaran sewa tempat.
3. Dengan adanya aplikasi website tentang penjualan perlengkapan mendaki gunung (Hiking) dapat memberikan kemudahan penjual untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi khususnya dalam memasarkan produknya (promosi).
4. Dengan adanya aplikasi website yang mendekatkan pada customer loyalty dapat memberikan kepuasan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada customer pada toko gunung.
1.2. Metode Penilitian
Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan model dan metode sebagai berikut :
A. Model Pengembangan Perangkat Lunak
SDLC (Software Development Life Cycle) air terjun (waterfall) menurut Shalahuddin dan Sukamto (2014:26) sering juga disebut model sekuensial linier
(sequential linier) alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut di mulai dari:
1. Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami seperti apa yang dibutuhkan oleh user, dan di tahap ini penulis menggunakan perangkat yang tepat untuk membangun dan menjalankan sistem e-commerce ini, diantaranya: Macromedia Dreamweaver 8, Adobe photoshop CS4,Xampp, media Firefox dan geogle chrome sebagai web browser.
2. Desain
Tahap ini adalah untuk menggambarkan tampilan program dan rancangan database, penulis menggunakan Macromedia Dreamweaver 8, Adobe Photoshop CS4 sebagai Desain programnya dan menggunakan tools ERD (Entity Relationship Diagram), LRS (logical Record Structure) sebagai rancangan databasenya.
3. Pembuatan Kode
Dalam tahap ini adalah pembuatan program dengan menggunakan kode (pengkodean) agar apliksi program bisa berjalan, dan penulis menggunakan jenis bahasa pemrograman seperti : PHP (Personal Home Page), CSS (Cascading Style sheet), dan phpMyAdmin sebagai databasenya.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak dari segi logic, fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan(error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Pada tahap ini penulis menggunakan metode Black Box Testing.
5. Pendukung atau Pemeliharaan
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika dikirimkan ke user. Perubahan terjadi karena ada kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru, maka dari itu pada tahap ini penulis melakukan kembali tahapan analisa kebutuhan perangkat lunak dengan menggunakan metode yang sudah ada.
B. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis melakukan berbagai metode pengumpulan data guna menunjang penyusunan tugas akhir ini,maka metode-metode pengumpulan data yang di pakai untuk penelitian sebagai berikut:
1. Metode Pengamatan (Observasi)
Penulis mendapatkan data dengan cara pengamatan ke website-website salah satu website tersebut adalah naikgunung.com, www.eigershop.com dan pengamatan secara langsung ke toko penjualan perlengkapan mendaki gunung (hiking) yang menjual dan memberikan info tentang perlengkapan mendaki gunung (hiking).
2. Metode Kepustakaan
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perancangan suatu website maka penulis mempelajari lebih lanjut mengenai ilmu perancangan website dari beberapa buku panduan dalam membuat website yang penulis dapatkan dari toko buku maupun perpustakaan guna menyelesaikan Tugas Akhir ini.
1.4. Ruang Lingkup
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, website yang dirancang penulis membuat batasan-batasan masalah yang berkaitan dengan perlengkapan mendaki gunung (hiking). Dalam website ini penulis menyajikan dua halaman yaitu halaman backend (halaman admin) dan halaman frontend (halaman user). Dengan menggunakan model pengembangan perangkat lunak dengan metode Waterfall, dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi dan kepustakaan.
1.5. Sistematika Penulisan
Dalam Penulisan Tugas akhir ini penulis membagi sistematika penulisan dalam empat bab, dimana setiap bab terdiri dari beberapa sub-sub yang secara terperinci menjelaskan isi dari masing-masing bab tersebut yang tersusun sebagai berikut :
Bab I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan secara umum mengenai latar belakang masalah, maksud dan tujuan, metode penelitian dan teknik
pengumpulan data yang di gunakan untuk penyusunan tugas akhir, ruang lingkup dari penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang landasan teori yang berhubungan dengan judul tugas akhir yang meliputi konsep dasar web dan teori pendukung.
Bab III PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang analisis kebutuhan, perancangan perangkat lunak yang terdiri dari (rancangan antarmuka, rancangan basis data, rancangan basis data, rancangan struktur navigasi), implementasi dan pengujian unit.
Bab IV PENUTUP
Bab ini adalah akhir dari penulisan yang mana berisi mengenai kesimpulan dari bab-bab yang telah di bahas sebelumnya, selain itu pada bab ini juga berisi saran permasalahan yang berhubungan dengan penulisan tugas akhir ini guna untuk mencapai hasil akhir yang lebih baik lagi.