• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Fisika merupakan cabang ilmu pengetahuan yang berfokus mempelajari fenomena-fenomena alam melalui serangkaian kegiatan ilmiah yang dilandasi sikap ilmiah, sehingga terwujud kumpulan pengetahuan yang berlaku secara umum. Tujuan dari pembelajaran Fisika adalah untuk membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, memiliki sifat objektif, jujur, dan disiplin dalam memecahkan suatu permasalahan baik dalam bidang Fisika, bidang ilmu lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari (Suroso, 2016: 8). Keikutsertaan aktif peserta didik dalam belajar Fisika menjadi bagian penting dari pembelajaran fisika, sehingga diperlukan kegiatan agar peserta didik aktif belajar mandiri yaitu salah satunya melalui kegiatan eksperimen.

Tujuan kegiatan pembelajaran yang menerapkan metode eksperimen yaitu agar peserta didik mendapat kesempatan untuk mengujicoba dan menerapkan teori dengan menggunakan sarana dan prasarana di dalam maupun di luar laboratorium (Khamidah & Aprilia, 2014 : 5). Informasi yang diperoleh dari kegiatan eksperimen akan mudah dimengerti dan bertahan dalam ingatan, oleh karena itu peserta didik dapat lebih mudah dalam menerima dan menyerap informasi yang disajikan dalam materi. Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan Prapti (2012 : 89-92) dan Darmawan (2014:26-28) bahwa kegiatan eksperimen inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep suatu materi serta unjuk kerja peserta didik. Selain itu, hasil belajar peserta didik dapat meningkat melalui kegiatan eksperimen dengan pendekatan ilmiah (Amanatie dkk, 2010:90; Mayangsari dkk, 2014:103).

Agar kegiatan eksperimen dapat terlaksana sesuai tujuan yang diharapkan, maka faktor penunjang dalam kegiatan eksperimen harus terpenuhi. Salah satu faktor penunjang tersebut berupa bahan ajar yang

1 commit to user

(2)

digunakan sebagai panduan yang dapat mengarahkan peserta didik melakukan percobaan dengan tepat yang disebut modul eksperimen. Modul merupakan bentuk bahan ajar yang dirancang dengan dilengkapi petunjuk belajar sendiri agar peserta didik dapat belajar secara mandiri (Asyhar, 2011 : 29). Selain itu ketersediaan modul sebagai bahan ajar juga terbukti efektivitasnya dapat meningkatkan hasil belajar (Badawi & Qaddafi, 2015:110-114), meningkatkan kemampuan berpikir kritis (Pratama dkk, 2017:155), dan keterampilan proses (Dewi dkk, 2017:107) daripada yang tidak menggunakan modul.

Berdasarkan hasil analisis angket terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret angkatan 2016, 2017, 2018, diperoleh hasil bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan buku teks pegangan Fisika untuk mempelajari materi pada kegiatan eksperimen Mekanika Newton, Fluida, dan Kalor. Seluruh mahasiswa juga menyatakan memerlukan sumber belajar berupa modul untuk membantu mahasiswa dalam memahami materi serta panduan pelaksanaan kegiatan eksperimen Mekanika Newton, Fluida, dan Kalor. Selain bentuk fisik, modul eksperimen yang dibutuhkan mahasiswa adalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dan aktivitasnya berpusat pada peserta didik (student centered learning).

Selain analisis kebutuhan, penyusunan modul eksperimen yang dikembangkan juga dilakukan analisis dokumen terhadap modul eksperimen yang sebelumnya sudah ada. Beberapa hasil analisis kekurangan modul yang sebelumnya antara lain seperti modul yang sudah ada memuat semua materi sehingga modul belum menjangkau semua kegiatan eksprimen yang spesifik pada materi Kinematika dan Dinamika partikel. Selain itu modul yang sudah ada belum diketahui menggunakan model pembelajaran yang seperti apa, sehingga dalam penggunaannya masih bebas menggunakan model pembelajaran apapun dan tidak terfokus pada model pembelajaran tertentu.

Hasil wawancara yang dilakukan kepada mahasiswa diperoleh data bahwa perlu dikembangkan modul eksperimen berbasis guided inquiry commit to user

(3)

(inkuiri terbimbing). Hal itu karena dalam pelaksanaannya, model inkuiri memberi kebebasan mahasiswa dalam melakukan eksperimen, selain itu dapat menemukan konsep yang dibelajarkan melalui proses trial dan error.

Modul eksperimen juga perlu disajikan secara kontekstual, artinya ada korelasi antara pokok bahasan eksperimen dengan contoh peristiwa yang ada dengan kehidupan sehari-hari. Pada praktiknya, penggunaan modul pada kegiatan eksperimen Mekanika Newton, Fluida, dan Kalor belum maksimal. Selain itu modul yang tersedia berupa modul cookbook (buku resep) yang memuat instruksi untuk melakukan langkah demi langkah percobaan, sehingga mahasiswa sepenuhnya mengikuti instruksi yang ada.

Selain itu, modul yang tersedia juga belum diuji validitasnya oleh ahli sehingga belum memenuuhi kriteria baik agar dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran.

Keberhasilan proses pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, ditentukan oleh aspek penting salah satunya adalah modul eksperimen. Penelitian yang dilakukan oleh Ulandari, Wahyuni, &Bachtiar (2018 : 173 – 179) menyatakan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik salah satunya disebabkan penggunaan modul eksperimen dalam proses pembelajaran. Hal ini juga diperkuat penelitian yang dilakukan Furqan, Yusrizal, & Saminan (2016:129) yang menyatakan bahwa pengaplikasian modul eksperimen menggunakan model inkuiri dapat meningkatkan ketrampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik.

Keberhasilan suatu proses pembelajaran juga dipengaruhi penerapan model pembelajaran yang tepat. Penerapan guided inquiry laboratory untuk kegiatan eksperimen selain dapat mengkonstruksi pengetahuan mahasiswa melalui penyelidikan ilmiah secara aktif, juga dapat meningkatkan literasi sains yang ditandai dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis oleh peserta didik (Natalia, dkk, 2016 : 52-63). Penelitian serupa juga dilakukan Pertiwi, Yulianti, & Qohar (2018 : 24) kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diberi perlakuan inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang diberi pembelajaran kooperatif. Dalam penelitian yang commit to user

(4)

dilakukan oleh Arianto, dkk (2018 : 94-102), penerapan pembelajaran yang berbasis inquiry laboratory terbukti dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan meningkatkan ketrampilan proses ilmiah peserta didik.

Kinematika dan dinamika partikel adalah salah satu materi yang dipelajari pada mata kuliah Mekanika Newton, Fluida, dan Kalor yang memuat konsep dasar yang sangat penting ditanamkan kepada mahasiswa sebagai calon guru fisika. Pokok bahasan mengenai materi kinematika dan dinamika partikel mencakup materi tentang gerak lurus dan hukum-hukum newton tentang gerak. Dalam penelitian yang dilakukan Sari & Wiyatmo (2017 : 60) menyatakan bahwa materi tentang Hukum Newton tentang gerak dianggap sulit oleh peserta didik, karena sulit diaplikasikan dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. Selain Hukum Newton, materi tentang gerak lurus juga masih banyak menimbulkan miskonsepsi. Dalam tataran mahasiswa, materi kinematika dan dinamika partikel masih menjadi salah satu materi yang sulit. Haizah, Misbah & Annur (2018 : 73) mengutip pernyataan Zemansky dan Sears yang menyatakan bahwa materi kinematika dan dinamika partikel mudah dalam penyampaiannya akan tetapi sulit dalam memahami materi tersebut. Hal itu juga didukung penelitian Arslan & Devecioglu (2010 : 12), mahasiswa lebih sering mengalami miskonsepsi pada hukum dua Newton dibandingkan hukum satu Newton dan hukum tiga Newton. Selain itu, karakteristik materi kinematika dan dinamika partikel juga merupakan materi yang dapat diamati oleh peserta didik secara langsung salah satunya melalui kegiatan eksperimen.

Berdasarkan paparan latar belakang, maka perlu dikembangkan sebuah modul eksperimen yang dapat mendukung ketercapaian kompetensi dasar pembelajaran Fisika khususnya pada materi kinematika dan dinamika partikel dengan pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan, Gerak Lurus Berubah Beraturan dan Hukum II Newton. Selain itu, modul eksperimen yang dibuat diharapkan mampu untuk membuat peserta didik dapat belajar secara mandiri namun tetap terstruktur dan sistematis. Sehingga, perlu dilakukan penelitian dengan judul, “Pengembangan Modul Eksperimen Kinematika commit to user

(5)

dan Dinamika Partikel Untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika Berbasis Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah umum sebagai berikut :

1. Bagaimana mengembangkan modul eksperimen agar memenuhi kriteria baik?

2. Bagaimana karakteristik modul eksperimen Kinematika dan Dinamika Partikel berbasis guided inquiry yang akan dikembangkan?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian berdasarkan perumusan masalah tersebut, adalah sebagai berikut :

1. Menjelaskan cara mengembangkan modul eksperimen pada materi Kinematika dan Dinamika Partikel berbasis guided inquiry agar memenuhi kriteria baik.

2. Menjelaskan karakteristik modul eksperimen pada materi Kinematika dan Dinamika Partikel berbasis guided inquiry yang dikembangkan.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Modul yang dikembangkan merupakan draft modul eksperimen cetak untuk mata kuliah Mekanika Newton Fluida dan Kalor. Modul dikembangkan menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE. Namun, penelitian ini hanya sampai pada tahap development. Pengembangan dan penyusunan modul eksperimen ini didasarkan pada hasil analisis kebutuhan dan analisis modul sebelumnya yang telah ada. Selanjutnya, modul didesain sesuai hasil analisis kemudian dilakukan validasi dan uji coba yang terdiri atas tiga tahapan kepada mahasiswa. Uji coba pertama adalah uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan yang melibatkan keseluruhan 87 mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret. Draft modul eksperimen cetak ini akan digunakan sebagai bahan ajar utama untuk commit to user

(6)

menyampaikan materi pembelajaran pada pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan, Gerak Lurus Berubah Beraturan, dan Hukum II Newton dalam proses belajar mengajar di perkuliahan Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret.

E. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis

a. Bagi peneliti lainnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian dan bahan rujukan dalam pengembangan bahan ajar selanjutnya, baik untuk materi pokok yang sama maupun berbeda.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi dosen pengampu mata kuliah, dapat memberikan masukan dan sumbangsih pemikiran mengenai bahan ajar berupa modul eksperimen untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

b. Bagi mahasiswa (peserta didik), modul eksperimen yang dikembangkan dapat dijadikan penunjang saat kegiatan eksperimen.

F. Asumsi Pengembangan

Produk modul eksperimen cetak berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan dalam penelitian ini berdasarkan pada beberapa asumsi pengembangan sebagai berikut :

1. Modul eksperimen Kinematika dan Dinamika Partikel disusun dan dikembangkan berdasarkan pada prosedur penelitian dan pengembangan yang dikembangkan dengan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate).

2. Ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa yang melakukan validasi produk modul eksperimen adalah dua orang dosen pembimbing skripsi yang memiliki pengetahuan di bidang fisika, media pembelajaran, dan kebahasaan.

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Setyawan (2018) menyatakan bahwa komite audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan karena

Seringkali apabila tunggakan sewa berlaku ianya dikaitkan dengan masalah kemampuan yang dihadapi penyewa dan juga disebabkan faktor pengurusan yang lemah. Ada pula

Jika lima kelompok unsur kehidupan merupakan suatu cara memahami kelahiran kembali menjadi berbagai keadaan makhluk, ini hanya akan lebih jelas untuk menyatakan

Proses ini akan menghasilkan hasil dari sebuah klasifikasi pada dokumen rekam medis untuk digunakan proses informasi ekstraksi teks kedalam database yang akan

(RESPIRATORY INSUFFICIENCY) Gangguan napas hebat, mengganggu kegiatan harian, dapat diukur dari mekanik pernapasan dan atau pertukaran gas (Respiratory disturbance, strong enough

(2) Bank Indonesia mencabut status BDP apabila Bank Indonesia telah menerima surat penetapan dari BPPN yang menyatakan program penyehatan terhadap Bank yang bersangkutan telah