BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif, karena fungsi dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan variabel dan pengujian hipotesis. Sementara dilihat dari jenis datanya, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, karena penelitian ini menggunakan data-data yang bersifat kuantitatif dimana data yang digunakan merupakan data yang dinumerikkan.
Alasan penulis menggunakan pendekatan kuantitatif adalah dengan mempertimbangkan teori yang telah dikemukakan oleh Arikunto (2006) tentang sifat umum penelitian kuantitatif, antara lain: (a) kejelasan unsur: tujuan, subjek, sumber data sudah mantap, dan rinci sejak awal, (b) dapat menggunakan sampel, (c) kejelasan desain penelitian, dan (d) analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul. Arikunto (2006) juga menambahkan, masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis pendekatan penelitian yaitu: waktu dan dana yang tersedia, serta minat peneliti. Hal-hal yang dikemukakan Arikunto tersebut yang melatar belakangi dipilihnya pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini.
3.2 Definisi Konseptual Variabel
Variabel untuk penelitian ini terbagi menjadi dua variabel, yaitu:
1. Identifikasi Variabel
Variabel untuk penelitian ini terbagi atas dua variabel, yaitu:
a. Variabel Independen (X), atau variabel bebas.
Variabel ini merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel lain (Sugiyono, 2003:21). Dari definisi tersebut maka variabel X dalam penelitian ini adalah: ilustrasi pada iklan Lifebuoy.
b. Variabel Dependen (Y) atau variabel terikat.
Selaras dengan definisi variabel independen di atas, variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi, atau menjadi akibat dari munculnya variabel independen. Dalam penelitian ini, yang berperan sebagai variabel terikat (Y) adalah minat beli ibu-ibu.
2. Definisi Konseptual Variabel a. Ilustrasi Pada Iklan Lifebuoy
Ilustrasi Pada Iklan Lifebuoy adalah sebuah gambaran (image) yang membuat siapapun yang melihat dapat mengerti, tanpa harus dijelaskan dengan kata-kata. Ilustrasi dapat menjelaskan sebuah peristiwa, kejadian, maupun sebuah konflik yang terjadi di masyarakat (Liliweri, 1994)
b. Minat Beli Ibu Rumah Tangga
Menurut Turney dan Litman pada Nasermoadeli et al (2013:129) menyatakan bahwa minat beli adalah prediksi konsumen mengenai akan pilihan konsumen mengenai perusahaan/toko mana yang akan mereka pilih untuk melakukan pembelian.
3.3 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel merupakan definisi dari ilustrasi iklan dan minat, beserta indikatornya, yang diuraikan sebagai berikut :
INDIKATOR ILUSTRASI IKLAN LIFEBUOY (X)
No Variabel Sub Variabel Indikator Skala Ukur
1 Ilustrasi Iklan Lifebuoy
Gestur /Bahasa Tubuh
- gerakan tangan yang menerima sabun setetes dan menunjukan rasa keheranan wajah sang anak
- ekspresi wajah yang heran
Likert Likert
Penokohan - Anak kecil usia di bawah 10 tahun
- Ibu yang mempunyai anak usia dibawah 10 tahun
Likert Likert Setting - Penataan kamar mandi sebagai
lokasi iklan
- Perlengkapan mandi yang digunakan dalam ilustrasi
Likert Likert
INDIKATOR MINAT KONSUMEN (Y)
No Variabel Sub Variabel Indikator Skala Ukur
1 Minat beli
Kognisi Awareness (Kesadaran)
o Kesadaran ibu rumah tangga akan pentingnya sabun mandi bagi anak-anak
Likert
Knowledge (Pengetahuan)
o Pengetahuan ibu rumah tangga akan kegunaan sabun mandi Afeksi Liking
(Menyukai), Preference (Pilihan atau memilih)
o Ibu rumah tangga memilih sabun Lifebuoy Clini-shield 10 Shower gel Concentrate Fresh o Ibu rumah tangga menyukai
sabun Lifebuoy Clini-shield 10 Shower gel Concentrate Fresh
Likert
Conviction (Keyakinan)
o Ibu rumah tangga yakin dengan sabun Lifebuoy Clini- shield Showergel Concentrate Fresh dan membelinya
Komponen perilaku
Keinginan membeli (Purchase)
o Setelah mengetahui kegunaan dari sabun Lifebuoy Clini- shield 10 Shower gel Concentrate Fresh akan mengadakan
o Mengajak orang lain untuk membelikan pembelian produk yang sama
Likert
3.4 Skala Pengukuran
Untuk memudahkan interpretasi data terhadap variabel yang diteliti, maka dalam penelitian ini digunakan Skala Likert yaitu digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social (Sugiyono.2012,93), dengan penilaian skala lima tingkat dengan jawaban berbeda.
Digunakan cara ini karena memberikan batasan ruang lingkup jawaban responden
mengenai pertanyaan yang disebarkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari jawaban responden yang tidak sesuai dengan kajian penelitian, karena dengan biasanya jawaban responden dapat mempersulit peneliti dalam mengambil kesimpulan. Sedangkan kelima penilaian yang digunakan dalam penelitian ini akan diberikan bobot nilai sebagai berikut:
a. Jawaban sangat tinggi mempunyai bobot nilai = 5 b. Jawaban tinggi mempunyai bobot nilai = 4 c. Jawaban cukup tinggi mempunyai bobot nilai = 3 d. Jawaban tidak tinggi mempunyai bobot nilai = 2 e. Jawaban sangat tidak tinggi mempunyai bobot nilai = 1
3.5 Populasi dan Teknik Sampel 3.5.1 Populasi
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu orang tua murid di Sekolah Palm Kids Perumahan Permata Jingga Kota Malang. Di sekolah Palm Kids terdapat 4 kelas yang masing-masing berisi 20 siswa. Terdapat 80 ibu-ibu wali murid di sekolah tersebut. Adapun populasinya dari hasil pra survey yang dilakukan pada tanggal 10 April 2018 adalah 45 ibu-ibu yang menonton iklan Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel sebanyak minimal 3 kali di televisi.
Teknisnya untuk mengetahui jumlah keseluruhan menggunakan kuisioner, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang pernah melihat iklan Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel di televisi sebanyak 45 orang. Dan, yang melihat iklan Lifebuoy 3 kali adalah 45 orang.
3.5.2 Teknik sampel
Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling.
Menurut Sugiyono (2009:124), pengertian Total Sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alasan mengambil total sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100 seluruh populasi dijadikan sampel peneliti semuanya. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 45 orang, yaitu ibu-ibu orangtua murid sekolah Palm Kids yang menonton iklan Lifebuoy versi Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel Konsentrat minimal 3 kali dalam sehari di televisi.
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data:
1. Kuisioner
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data melalui pembuatan daftar pertanyaan dengan jumlah pilihan jawaban yang telah ditetapkan oleh peneliti.
Teknik ini dipilih untuk penelitian kuantitatif (Hamidi, 2010:140). Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai minat terhadap menonton iklan Lifebuoy versi Lifebuoy Clini-shield 10 Shower Gel Konsentrat.
2. Dokumentasi
Yaitu untuk mendapatkan data tambahan berkaitan dengan permasalahan yang diteliti dari referensi buku maupun internet. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang jumlah ibu-ibu orang tua murid di Sekolah Palm Kids Perumahan Permata Jingga Kota Malang, teori yang berkaitan dengan minat beli konsumen.
3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian
Adapun lokasi yang diambil oleh peneliti untuk melakukan penelitian adalah di Sekolah Palm Kids. Alasan memilih lokasi ini karena peneliti menguasai lokasi penelitian, sehingga dapat mempermudah peneliti untuk pengambilan data.
Waktu dari penelitian ini adalah ketika ibu-ibu orang tua murid disekolah Palm Kids sedang menunggu putra putrinya selesai aktifitas belajar pada pukul 10.30 pada hari Jum’at tanggal 13 April 2018.
3.8. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan dan kesahan suatu instrumen. Semua instrumen dikatakan valid apabila mengukur yang diinginkan, serta dapat mengungkapkan kata dari variabel yang diteliti secara terpadu (Arikunto, 2002:114).
Uji validitas menunjukkan sejauh mana suatu pengukuran apa yang ingin diukurnya. Suatu instrumen dapat dikatakan memiliki validitas tinggi apabila instrumen tersebut dapat menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud digunakannya instrumen tersebut. Sisi lain yang paling penting adalah kecermatan pengukuran, yaitu kecermatan dalam mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada item yang diukurnya.
Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan metode korelasi product moment dengan cara mengkorelasikan antara skor pada masing-masing butir pertanyaan dengan skor total sebagai hasil penjumlahan semua skor butir
pertanyaan. Selanjutnya nilai korelasi masing-masing butir pertanyaaan dibandingkan dengan nilai korelasi tabel pada α = 0,05 jika nilai korelasi (r hitung) lebih besar dari nilai korelasi tabel (r tabel) maka butir pertanyaan dinyatakan valid.
Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment (r), dengan rumus:
r =
2 2 2 2
Y Y
N X
X N
Y X XY
N
Keterangan:
R: koefisien korelasi
X: variabel independen yang mengawali
Y: variabel dependen, yang dipengaruhi oleh variabel bebas N: jumlah data
2. Reliabilitas Instrumen
Menurut Arikunto (2002:154) uji ini digunakan untuk melihat apakah hasil dari pengukuran yang dilakukan konsisten yaitu apakah alat ukur yang ada dapat diterapkan pada obyek yang sama secara berulang-ulang dan menghasilkan ukuran yang mendekati ukuran sebelumnya (dapat diandalkan). Dalam penelitian ini penentuan tingkat reliabilitasnya digunakan teknik pengukuran ulang (test retest) dimana peneliti harus meminta responden yang sama agar menjawab semua pertanyaan dalam alat pengukur sebanyak dua kali.
Reliabilitas menunjukan sejauh mana alat ukur dapat diandalkan atau menunjukkan sejauh mana konsistensi alat ukur dalam pengukuran pengujian reliabilitas intrument dilakukan pada butir pertanyaan yang valid instrumen
dinyatakan reliabel jika harga reliabilitas yang diperoleh paling tidak 0,6.
pengukuran reliabilitas intrumen dengan menggunakan metode alpha cornbach (Arikunto, 2006) dengan rumus :
r = koefisien reliabilitas k = jumlah butir pertanyaan αi² = varian butir petanyaan α² = varian skor butir tes
3.9 Teknik Analisis Data
1. Teknik Analisis Regresi Sederhana
Berdasarkan data hasil kuesioner yang diperoleh atau angket maka akan diproses dan diolah data dengan menelaah semua data yang tersedia. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Menurut Priyatno (2012:117) bahwa analisis regresi linier sederhana adalah analisis untuk mengukur besarnya pengaruh antara satu variable independen dengan satu variable dependen dan memprediksi variabel dependen dengan menggunakan variabel independen.
2 2
στ 1 σb 1 k r k
Adapun model persamaan regresi linier sederhana yang dipergunakan dalam penelitian adalah:
Y = a + bX
Keterangan :
Y = Minat Beli
X = Ilustrasi pada iklan
b = Koefisien regresi variabel bebas
a = Konstanta
2. Pengujian Hipotesis Uji t
Uji t dimaksudkan untuk melihat signifikansi dari pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat, dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Rumus dari uji T ini adalah :
Sb t b
Keterangan :
b = Parameter estimasi Sb = Standard error
Untuk menarik kesimpulan apakah hipotesis 1 dan 2, diterima atau tidak, yaitu dengan cara membandingkan t hitung dengan t tabel dengan taraf signifikansi 0.05 atau 5%. Dari hasil perbandingan nilai t hitung dan t tabel tersebut, maka akan dapat disimpulkan apakah hipotesis 1 dan 2 diterima, atau ditolak.
Dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Jika t hitung < t tabel, maka hipotesis nol diterima.
2) Jika t hitung t tabel, maka hipotesis nol ditolak.
Adapun kriteria penerimaannya adalah :
1) Jika signifikansi t < 0,05, maka hipotesis nol akan ditolak.
2) Jika signifikansi t 0,05, maka hipotesis nol akan diterima.