• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini, kehidupan manusia telah banyak mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari pendidikan, teknologi, maupun dunia interior.

Perkembangan tersebut akan menuntut kepraktisan bagi manusia dalam melakukan aktivitas hidupnya. Kepraktisan tersebut bertujuan agar manusia memperoleh kemudahan dan kecepatan dalam melakukan atau mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan. Maka dari itu, dunia desain interior juga dituntut agar dapat mendukung kehidupan manusia yang serba praktis dan mudah, khususnya di perkotaan kota Surabaya.

Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia.

Banyak perusahaan interior yang lahir di kota pahlawan ini, baik perusahaan konsultan interior maupun retail interior. Perusahan konsultan interior umumnya masih belum dikenal oleh masyarakat awam, dikarenakan beberapa konsultan yang tidak memiliki showroom. Masyarakat lebih mengenal dan mengetahui keberadaan retail interior di Surabaya. Umumnya konsultan dan retail interior ini tidak bergerak secara bersama, terutama dari lokasi kedua bidang ini. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi para desainer maupun klien untuk memenuhi kebutuhannya yang berhubungan dengan interior.

Oleh karena itu, diperlukan suatu tempat yang dapat mewadahi segala kebutuhan yang berhubungan dengan dunia interior, yang dapat disebut sebagai Interior World Center. Dengan adanya tempat tersebut maka aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih mudah dan praktis. Dalam Interior World Center ini terdapat beberapa jenis dan aktivitas ruang yang beragam, namun masih memiliki keterikatan dengan dunia interior. Jenis dan aktivitas ruang yang dihadirkan adalah retail furniture, gallery interior, kantor konsultan interior, ruang pelatihan dan bermain anak, dan cafe. Pada ruang retail furniture menjual perabot-perabot interior hingga aksesoris interior. Sedangkan ruang galeri interior ini digunakan untuk memamerkan

(2)

karya furniture para desainer Indonesia. Pada galeri interior juga terdapat pula area galeri sementara yang digunakan untuk memamerkan karya furnitur desainer luar.

Selain itu, terdapat pula kantor konsultan interior yang berfungsi sebagai sarana untuk membantu klien dalam merencanakan interior sebuah ruang. Untuk mendukung ruang-ruang yang berhubungan dengan interior tadi, maka dihadirkan ruang-ruang tambahan guna mendukung aktivitas serta keramaian dari tempat ini. Ruang tersebut adalah ruang bermain dan pelatihan anak, serta cafe. Ruang bermain anak ini sangat membantu pengunjung / orang tua dalam beraktivitas (berbelanja atau berkonsultasi).

Selain itu, pada ruang ini juga akan dimanfaatkan sebagai ruang pengenalan mengenai green design kepada anak-anak, seperti desain ruang bermain yang menggunakan bahan bekas, pelatihan membuat aksesoris ruang menggunakan bahan bekas, dan lain-lain. Sedangkan cafe akan dijadikan sebagai tempat beristirahat pada pengunjung. Interior dari cafe ini akan dibuat unik dan berbeda dengan interior lainnya, yang dijadikan sebagai media untuk mengaplikasikan desain interior dari tempat ini.

Fungsi Interior World Center ini masih belum ada di Surabaya. Pada umumnya, jenis dan aktivitas ruang yang berhubungan dengan dunia interior di Surabaya masih bergerak secara individual dan berada dalam banyak kepemilikan.

Dengan adanya Interior World Center ini diharapkan dapat menjawab segala kebutuhan masyarakat akan dunia interior dan menjadikan tempat ini sebagai icon interior, serta sebagai tempat rekreasi dan menggali inspirasi bagi orang awam.

1.2 Rumusan Masalah

Dari penjelasan diatas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pokok yang akan dipecahkan untuk mendukung proses perancangan. Adapun masalah yang timbul sebagai berikut:

- Bagaimana merancang sebuah Interior World Center yang menyatukan beberapa gaya desain?

- Bagaimana merancang sebuah Interior World Center yang menerapkan green

(3)

1.3 Tujuan, Manfaat, dan Target 1.3.1 Tujuan

Tujuan dari perancangan interior Interior World Center adalah untuk merancang suatu commercial space yang mana dapat memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan interior, dengan cara menjadikan beberapa aktivitas ruang interior menjadi satu lokasi. Selain itu, Interior World Center dapat menjadi tempat hiburan sehingga tempat ini dapat didatangi oleh orang awam yang hanya ingin melihat dan menikmati tempat ini yang dilakukan dengan cara mendesain interior yang unik dan berbeda dengan tempat lainnya. Tujuan lain dari perancangan ini adalah ingin mengenalkan pengertian interior kepada masyarakat awam secara lebih mendalam, serta sebagai tempat menggali inspirasi bagi desainer atau orang awam.

1.3.2 Manfaat

Perancangan ini akan menambah manfaat-manfaat tersendiri bagi pihak:

a Penulis

- Perancangan interior ini akan menambah pengetahuan penulis tentang bagaimana merancang suatu ruang komersial berupa Interior World Center.

- Menambah pengetahuan penulis tentang pengertian dan hal-hal lain mengenai retail, kantor konsultan interior, cafe, galeri, dan green design.

- Penulis dapat mengaplikasikan semua materi kuliah Desain Interior yang telah didapatkan, seperti mendesain retail, kantor, dan galeri / museum.

b Masyarakat

- Perancangan ini memberikan fasilitas kepada pengunjung agar dapat memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan dunia interior dengan mudah dan praktis.

- Memberikan inspirasi desain agar pemikiran pengunjung (orang awam maupun desainer interior) dapat terbuka mengenai desain interior.

- Mengenalkan kepada masyarakat mengenai green design secara umum.

(4)

1.3.3 Target

Target yang ingin dicapai dari perancangan interior ini adalah menghasilkan suatu desain interior “Interior World Center” yang menerapkan gaya desain interior dari beberapa negara serta menerapkan green design, dimana ruang ini akan mewadahi segala aktivitas manusia yang berhubungan dengan dunia interior, yaitu retail interior, kantor konsultan interior, cafe dengan konsep interior tertentu, galeri karya desainer interior, serta ruang pelatihan mengenai produk green design. Dengan adanya ruang tersebut diharapkan dapat memudahkan manusia dalam mencapai keinginan dan kebutuhannya. Selain itu, dari perancangan ini akan menghasilkan programming, skematik desain, gambar kerja, serta perspektif render ruang.

1.4 Metode Perancangan

Dalam melakukan perancangan interior ini, terdapat beberapa tahapan yang akan dilakukan dari awal perancangan hingga didapatkannya hasil perancangan.

Metode perancangan yang dipilih menerapkan tahapan-tahapan Mark Karlen dalam bukunya yang berjudul “Dasar-Dasar Perencanaan Ruang” dan “Space Planning For Commercial and Residential Interiors” oleh Sam Kubba.

1.4.1 Survey / Observasi

Proses awal yang dilakukan adalah melakukan observasi / survey lokasi sejenis, baik observasi langsung maupun tidak langsung. Observasi langsung dilakukan pada 1 obyek (AJBS yang berlokasi di Surabaya) dan obsevasi tidak langsung yang dilakukan pada 2 obyek (JDC yang berlokasi di Jakarta dan IKEA yang ada di Singapura). Pada observasi ini akan diamati dan dianalisis mengenai obyek yang terkait, sehingga sapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan, serta kelebihan dan kekurangan dari obyek tersebut, yang mana akan dijadikan sebagai pedoman dalam merancang Interior World Center. Hal-hal yang diamati antara lain jenis ruang yang ada, sirkulasi ruang, besaran ruang, gaya desain yang diangkat, sistem pelayanan, jenis barang yang dijual, lokasi / site bangunan, sistem pencahayaan dan

(5)

1.4.2 Eksplorasi Data

Setelah melakukan survey / observasi, maka tahap selanjutnya adalah mengumpulan data-data yang diperlukan untuk perancangan interior ini. Data-data tersebut berupa :

- Data literatur

Data literatur yang diperlukan adalah segala data mengenai interior yang berhubungan dengan perancangan akhir, baik secara umum hingga yang lebih spesifik, termasuk data mengenai retail, cafe, kantor, galeri, green design, dan ruang bermain. Selain itu diperlukan pula data lain seperti data aktivitas pengguna dan pengunjung, data antropometri manusia, data mengenai besaran ruang, data mengenai organisasi ruang dan sirkulasi ruang, gaya desain, dan data-data lain yang terkait dengan perancangan.

- Data lapangan

Data lapangan berupa lokasi / site pemilihan tempat / exsisting bangunan dan data pendukung lainnya, seperti layout, tampak dan potongan, mekanikal elektrikal, sistem utilitas, konstruksi bangunan, dan data lain yang terkait dengan perancangan. Dalam hal ini, digunakan site yang terletak di Jl. MERR (Middle Eastern Ring Road) Surabaya Timur dengan beberapa pertimbangan yang mendukung pemilihan site. Bangunan yang digunakan merupakan bangunan fiktif karya Louisa Siska, mahasiswi Universitas Kristen Petra.

- Data tipologi

Data tipologi didapat dari hasil observasi mengenai obyek sejenis, yaitu AJBS, JDC, dan IKEA. Tipologi pada AJBS (Anak Jaya Bapak sejahtera) dilakukan secara langsung, dengan mengamati serta menganalisis tempat tersebut.

Sedangkan tipologi pada JDC dan IKEA dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui media internet, yang diamatai dan kemudian dianalisis. Ketiga obyek ini akan dibandingkan dari segi kesamaan, kekurangan, dan kelebihan sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang dapat mendukung perancangan Interior World Center ini.

(6)

1.4.3 Programming

Setelah memperoleh semua data-data yang terkait dengan perancangan, tahap selanjutnya adalah programming. Pada tahap ini data-data akan diolah dan diorganisasikan secara berurutan dalam format yang paling efektif untuk perencanaan. Pengolahan data ini akan menghasilkan besaran ruang, sirkulasi ruang, zoning grouping, analisa lokasi / site, kebutuhan ruang, aktivitas pengguna, hubungan antar ruang, karakteristik ruang, framework, serta gambaran kasar mengenai perancangan desain yang akan dilakukan. Pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan diagram sehingga lebih memudahkan dalam penyimpulkan data. Proses akhir dari programming adalah diperolehnya kesimpulan mengenai kelebihan, kelemahan, serta kebutuhan ruang yang akan dirancang.

1.4.4 Konsep Perancangan

Konsep akan muncul setelah tahap programming selesai dan diperolehnya kesimpulan. Pada tahap ini akan menghasilkan konsep perancangan yang berdasar dari kelemahan, kelebihan, serta kebutuhan dari ruang yang dirancang. Konsep perancangan yang akan melahirkan ide-ide desain akan dituangkan melalui sketsa- sketsa yang akan dianalisis dan dikembangkan lagi untuk mencapai hasil yang tepat dan menjawab permasalahan dan kebutuhan.

1.4.5 Desain Akhir

Tahap akhir dari perancangan ini adalah desain akhir yang dilakukan secara komputerasi, mulai dari layout, pola lantai, pola plafon, mekanikal elektrikal, potongan, potongan spesifik, main entrance, detail elemen interior, detail perabot, site di sekitar bangunan, perspektif render, serta maket akhir dengan skala 1 : 50.

Setelah desain akhir selesai, maka diperlukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan jika merealisasikan perancangan interior ini. Selain itu, diperlukan pula skema bahan yang berhubungan dengan perancangan akhir ini. Skema bahan berisikan beberapa material nyata (dalam ukuran

(7)

yang kecil) yang digunakan dalam perancangan, serta color palette yang diaplikasikan.

Tahapan diatas didasari oleh tahapan proses desain John F. Pile, yaitu:

Gambar 1.1. Proses Desain dan Realisasi Sumber : Pile (2003, p. 467-475)

Tahapan-tahapan lain yang mendasari adalah tahapan metodologi dan analisis data oleh Sam Kubba, yaitu:

Gambar 1.2. Proses Metodologi dan Analisis Data Sumber : Kubba (2003, p. 66)

Gambar

Gambar 1.2. Proses Metodologi dan Analisis Data  Sumber : Kubba (2003, p. 66)

Referensi

Dokumen terkait

Kuadran kedua (B) adalah daerah faktor‐ faktor yang dianggap penting oleh penumpang dan faktor‐faktor yang dianggap oleh penumpang sudah sesuai sehingga kepuasannya

Dalam mengatasi persoalan yang sulit, individu yang memiliki self efficacy tinggi akan menganggap kegagalan terjadi karena kurangnya usaha yang dilakukan, sedang yang memiliki

[r]

Agar lebih memahami tentang penjumlahan bilangan bulat dengan garis bilangan, kerjakanlah penjumlahan bilangan bulat berikut dengan menggunakan alat

Demikian pula ilmu linguistik lazimnya dibagi menj adi bidang bawahan yang bermacam- macam, misalnya saja, ada linguistik antropogis, yang cara penyelidikan linguistik yang

[r]

Metode ini digunakan untuk memodelkan alternatif dengan lebih dari dua kategori dengan cara mengelompokkan alternatif tersebut berdasarkan kesamaan sifat ke dalam kelompok

Kebijakan pada area ini bertujuan untuk melindungi perangkat lunak dari serangan virus komputer dengan memastikan perangkat lunak anti-virus telah terinstal, digunakan dan