1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan di dunia usaha yang sangat pesat disebabkan oleh persaingan antar pengusaha yang semakin ketat sehingga agar perusahaannya mampu bersaing di tengah – tengah banyaknya produk yang sama. Pemasaran modern saat ini tidak lagi menunjukan bagaimana produk itu hanya dapat laku kepada konsumen tetapi juga mampu memberikan nilai yg berkualitas terhadap produk yang dikeluarkan . Sebagai salah satu Negara terbesar di asia tenggara, Indonesia, dengan populasi sebesar 250 juta penduduk, dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 932,2 milyar pada tahun 2016, angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 5,02% dibandingkan tahun 2015. Tingkat PDB di Indonesia lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lainnya di wilayah Asia Tenggara seperti singapura (2%), Thailand (3,23%), Malaysia (4,24).
Perkembangan teknologi yang semakin meningkat kini semakin memudahkan seseorang dalam menjalakan aktivitas sehari-hari, salah satunya dalam membersihkan pakaian dan alat-alat rumah tangga seperti mencuci pakaian dan piring kotor. Dan pada saat ini, beberapa produsen perlengkapan rumah tangga menawarkan beberapa pilihan sabun cuci pakaian dengan beraneka macam.
Sabun cuci merupakan produk kimia yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari . Didalam suatu kehidupan rumah tangga tidak bisa lepas dari sabun cuci setiap hari sesuai kebutuhan masing-masing. Keberadaan yang nyata pada produk sabun cuci mengalami perubahan pada masa ke masa. Dahulu merek sabun cuci yang banyak dikenal pada kalangan masyarakat umum hanya beberapa saja, namun seiring perkembangan waktu banyak muncul merek-merek baru yang tentunya semakin memanaskan persaingan diantara merek yang ada baik lama ataupun baru. Keanekaragaman produk sabun cuci yang ada sekarang ini mendorong adanya proses identifikasi para konsumen untuk menentukan
salah satu merek yang menurut pandangan mereka memenuhi kriteria sebuah produk sabun cuci yang ideal. Melalui proses identifikasi tersebut, dapat dilihat bahwa kekuatan merek terletak pada kemampuan untuk mempengaruhi perilaku pembelian (Arif Rahman,2010).
Menurut (Kotler, Armstrong, 2006) perilaku pembelian konsumen mengacu pada perilaku pembelian dari konsumen final yaitu individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Seluruh konsumen akhir ini berpadu membentuk pasar konsumen. Dalam melakukan keputusan pembelian semua kalangan mempengaruhi perilaku belanja masyarakat sebagai konsumen. Dimana sekarang konsumen semakin pandai dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu konsumen juga menyesuaikan harga barang dengan kualitasnya. Maka dari itu, konsumen ditempatkan sebagai titik sentral yang diperhatihan oleh pemasar.
Menurut (Kotler, Armstrong, 2006) perilaku pembelian konsumen mengacu pada perilaku pembelian dari konsumen final yaitu individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Seluruh konsumen akhir ini berpadu membentuk pasar konsumen. Dalam melakukan keputusan pembelian semua kalangan mempengaruhi perilaku belanja masyarakat sebagai konsumen. Dimana sekarang konsumen semakin pandai dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu konsumen juga menyesuaikan harga barang dengan kualitasnya. Maka dari itu, konsumen ditempatkan sebagai titik sentral yang diperhatihan oleh pemasar.
Keanekaragaman produk sabun cuci yang ada sekarang ini mendorong adanya proses identifikasi para konsumen untuk menentukan salah satu merek yang menurut pandangan mereka memenuhi kriteria sebuah produk sabun cuci yang ideal. Melalui proses identifikasi tersebut, dapat dilihat bahwa kekuatan merek terletak pada kemampuan untuk mempengaruhi perilaku pembelian (Arif Rahman,2010). Fenomena ini dapat dilihat keberadaan yang nyata pada produk sabun cuci. Dahulu merek sabun cuci yang kita kenal hanya beberapa saja, namun
seiring perkembangan waktu banyak muncul merek – merek baru yang tentunya semakin memanaskan persaingan diantara merek yang ada baik lama ataupun baru.
Dalam penelitian ini, akan dibahas ke dalam satu kasus yang terjadi pada suatu produk yang ada di pasaran. Sabun cuci mungkin untuk beberapa orang menganggap bukanlah termasuk ke dalam kategori produk pilihan utamanya.
Namun pada saat seiring perkembangan zaman yang orang ingin fresh dan sehat terhindar dari bakteri menjadikan sabun cuci produk yang sering dibutuhkan orang. Mengingat kondisi persaingan yang semakin ketat dan tidak ada habisnya dalam upaya memperkenalkan produk – produknya.
Raiska clean merupakan merek produk sabun cuci yang memang saat ini belum dikenal luas dari pada pesaing – pesaingnya. Lebih lanjut bahwa konsumen mungkin akan menggunakan aturan dalam keputusan pembeliannya hanya untuk yang terkenal saja,merek yang dibangun secara baik (Keller dalam Radder dan Huang). Sabun cuci Raiska Clean merupakan suatu produk home industri yang berada di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan dimana itu merupakan produk baru yang diciptakan dari inovasi dan kreatifitas warga di Kp.
Nagrak RT: 003/002. Walaupun produk ini terbilang produk baru tapi banyak masyarakat yang berminat menggunakan produk ini. Apalagi salah satu kegiatan masyarakat saat ini tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan rumahtangga seperti mencuci perkakas dapur, ditambah dengan sejumlah warung dan rumah makan yang faktanya juga menggunakan sabun cuci piring baik itu yang bermerk maupun tanpa merk. Kehadiran sabun cuci raiska clean saat ini tidak hanya digunakan sebagai pembersih perkakas dapur, tetapi juga difungsikan sebagai untuk mencuci tangan serta pembersih lantai. Selain itu, sabun cuci raiska clean menambahkan ekstrak jeruk nipis yang mampu menghilangkan bau amis diperalatan makan dan masak.
Bagi beberapa konsumen, keberadaan beberapa merek sabun cuci itu bisa jadi merupakan suatu hal yang biasa saja. Namun juga terdapat konsumen dalam memutuskan pembelian dan penggunaan sabun cuci biasanya lebih melihat pada aspek kelebihan yang dimiliki oleh merek sabun cuci seperti aroma wangi yang ditawarkan, kemudahan dalam penggunaan, dan kekuatan dari sabun cuci itu untuk menghilangkan berbagai noda. Selain itu, konsumen akan memutuskan membeli sabun cuci dikarenakan aspek-aspek lain seperti harga yang murah, adanya promosi yang tersebar dalam media iklan, kemasan yang menarik, dan lain sebagainya.
Faktanya warga di Kp. Nagrak lebih memilih merk sabun cuci lain yang sudah terkenal seperti sabun cuci merk sunlight. Perbandingan harga antara merk raiska clean dan sunlight sebenarnya cukup jauh. Harga sabun cuci merk sunlight sebesar 2.000 rupiah untuk 105 ml, 5.000 rupiah untuk 210 ml dan 11.000 rupiah untuk 400 ml, sedangkan harga merk raiska clean hanya 5.000 untuk 550 ml.
Dan fakta yang terjadi pada warga Kp. Nagrak adalah mereka lebih memilih produk bermerk terkenal dari pada produk sabun cuci raiska clean yang merupakan produk baru. Hal tersebut bisa dilihat dari laporan hasil survey top brand Indonesia pada tahun 2020 pada tabel dibawah ini.
Tabel 1.1 Top Brand Index Sabun Pencuci Piring
No Nama Produk Top Brand Index
1 Sunlight 72,90%
2 Mama Lemon 12,80%
3 Mama Lime 4,10%
4 Merek lain ….. %
Sumber : www.topbrand-award.com, 2021
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, indikasi yang menyebabkan rendahnya keputusan pembelian sabun cuci merk raiska clean pada warga Kp. Nagrak diduga melalui beberapa faktor diantaranya harga, kualitas
produk dan promosi. Kegiatan pemasaran bertujuan untuk mempengaruhi konsumen dalam pembelian suatu produk. Dalam melakukan pembelian, konsumen membutuhkan informasi tentang produk yang akan dibeli. Untuk menginformasikan produk yang telah dihasilakn perlu adanya dilakukan suatu kegiatan pengenalan produk atau biasa disebut dengan promosi. Promosi adalah arus informasi atau persuasi searah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran (Swasta,1997:349). Promosi yang baik diharapkan akan terjalin komunikasi antara produsen dan konsumen. Begitu juga konsumen ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sabun cuci.
Harga salah satu faktor utama konsumen dalam mempertimbangkan keputusan belinya. Harga suatu produk sangat signifikan dalam pemberian value kepada konsumen untuk membeli suatu produk. Harga yang sesuai dengan kualitas produknya makan konsumen akan tertarik untuk membeli produk tersebut karena konsumen tidak selalu terpaku dengan harga yang rendah (Rambat Lupiyadi,2001). Kewajaran harga didefinisikan sebagai suatu penilaian untuk suatu hasil dan proses agar mencapai hasil yang masuk akal dan dapat diterima. Aspek kognitif definisi ini menunjukkan bahwa kewajaran harga melibatkan perbandingan prosedur harga yang terkait dengan standar, referensi, atau norma (Consuegra et al,2007).
Kualitas produk sabun cuci merk Raiska Clean hasil olahan rumahan masyarakat desa sukadami tidak kalah baik dengan sabun cuci beberapa perusahaan lain. Karena masyarakat mengolah sabun cuci ini selalu mengutamakan kualitas produknya demi kepuasan pemakainya, maka dengan menjaga kualitas produk tersebut pelanggan tidak akan pindah ke lain produk dan tetap menggunakan sabun cuci Raiska Clean hasil olahan masyarakat desa sukadami. Maka dari itu jika konsumen puas dengan harga maupun kualitas produk yang ditawarkan beberapa competitor sabun cuci Raiska Clean yang ada di Desa sukadami. Kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam
memperagakan fungsi-fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan perbaikan produk juga atribut produk lainnya. Bila suatu produk telah dapat menjalankan fungsi- fumgsinya dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas yang baik.
Dari pengamatan dan beberapa faktor yang dijelaskan pada latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Kewajaran Harga, Promosi dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Sabun Cuci Raiska Clean Di Kp. Nagrak Desa Sukadami”.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penelitian ini, sesuai latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, secara sistematis penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1) Apakah persepsi kewajaran harga mempengaruhi keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean ?
2) Apakah promosi mempengaruhi keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean ?
3) Apakah kualitas produk mempengaruhi keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1) Untuk mengetahui pengaruh persepsi kewajaran harga terhadap keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean di wilayah Kp.Nagrak Desa Sukadami, kecamatan Cikarang Selatan, Kab.Bekasi.
2) Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean di wilayah Kp.Nagrak Desa Sukadami, kecamatan Cikarang Selatan, Kab.Bekasi.
3) Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian sabun cuci merk Raiska Clean di wilayah Kp.Nagrak Desa Sukadami, kecamatan Cikarang Selatan Kab.Bekasi.
1.4 Manfaat Penelitian
Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi beberapa pihak baik untuk di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang, diantaranya :
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan dan masukan untuk home industry sabun cuci merk raiska clean khususnya sebagai pemasar produk agar lebih memperhatikan variabel persepsi kewajaran harga, promosi dan kualitas produk sehingga mendorong keputusan pembelian konsumen.
2. Manfaat Praktis
Dengan melakukan penelitian ini diharapkan masyarakat luas dapat membeli produk sabun cuci merk raiska clean.
1.5 Sistematis Penulisan
Adapun sistematika penulisan adalah untuk memperoleh pembahasan dalam penulisan. Sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bab I : Pendahuluan, dimana pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat atau kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.
2. Bab II : Tinjauan Pustaka, dimana pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori meliputi pengertian variable dan indikatornya, selanjutnya menjelaskan penelitian terdahulu yang relevan dan hipotesis.
3. Bab III : Metodologi Penelitian, dimana pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, kerangka konsep yang meliputi desain penelitian dan deskripsi operasional variable penelitian,, selanjutnya menjelaskan tentang populasi dan sampel, metode pengumpulan data, metode analisis data yang meliputi tahap pengolahan data kuantitatif dan tahap pengujian instrument penelitian.
4. Bab IV: Karakteristik responden, Hasil Penelitian dan Pembahasan, dimana pada bab ini menjelaskan tentang hasil analisis data meliputi uji validasi, uji reliabilitasi, uji asumsi klasik, uji regresi, dan uji hipotesis, dijelaskan pula interpretasi data atau pembahasan .
5. Bab V :. Penutup, dimana pada bab ini menjelaskan kesimpulan dan sarana bagi pihak-pihak yang terkait.