RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA NEGERI 9 BATANGHARI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : X / Genap
Materi Pokok : Puisi
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (1 Pertemuan)
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
5.
B. Kompetensi Dasar dan IndikatorPencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.16. Mengidentifikasi
suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca [C1].
3.16.1. Menentukan suasana dalam puisi yang didengar atau dibaca dari sebuah antologi [C3].
3.16.2. Menentukan tema dalam puisi yang didengar atau dibaca dari sebuah antologi [C3].
3.16.3. Menentukan makna dalam puisi yang didengar atau dibaca dari sebuah antologi [C3].
4.16. Mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan
4.16.1. Membacakan puisi dengan memperhatikan vocal, ekspresi dan intonasi yang baik [P6].
4.16.2. Memusikalisasi puisi dengan memperhatikan makna puisi [P6].
vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo) [P6].
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikut proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menganalisis tema, suasana dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan.
2. Menganalisis tema, suasana dan makna puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang dibaca.
3. Membacakan satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo).
4. Memusikalisasi satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo).
D. Materi pembelajaran 1. Regular
a. Faktual : Teks Puisi (Pengertian, ciri-ciri, jenis).
b. Konseptual : Tema, suasana dan makna teks puisi.
c. Prosedural :
1) Langkah-langkah menganalisis tema, suasana, dan makna puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
2) Langkah-langkah mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo).
2. Perbaikan (Remidial)
a. Memperbaiki hasil analisis tema, suasana, dan makna puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
b. Memperbaiki cara mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo).
3. Pengayaan
a. Menganalisis tema, suasana, dan makna puisi yang terkandung dalam antologi puisi dengan judul berbeda yang diperdengarkan atau dibaca dari sumber lain dan atau internet.
b. Membuat video pembacaan dan musikalisasi puisi dan mengunggahnya di media social (facebook, youtube, whatsapp, atau Instagram).
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning.
Model
Pembelajaran
: Discovery Learning dengan metode KWL (Know, Want and Learn).
F. Alat dan Media Pembelajaran
1. Alat : Penggaris, spidol, papan tulis
Laptop & infocus
Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.
Objek fisik: Benda nyata, model, dan spesimen.
Komputer/Laptop
Gawai
Jaringan internet
2. Media : Powerpoint, teks puisi, dan video pembacaan/musikalisasi puisi di youtube
G. Sumber Belajar
Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kelas X, Kemendikbud, tahun 2017
Pengalaman peserta didik dan Pendidik
Internet
H. Kegiatan/ Langkah-Langkah Pembelajaran (135 menit/1 Pertemuan)
Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Persiapan Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran.
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
2. Motivasi Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Apabila materi/tema/projek ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menentukan suasana, tema, dan makna dalam puisi.
Menyampaikan tujuan pembelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung pada pertemuan yang berlangsung.
Mengajukan pertanyaan.
3. Apersepsi Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu : Unsur-unsur dan Kebahasaan Biografi.
Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
4. Informasi Peserta didik menyimak cakupan materi dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai serta langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan melalui tayangan powerpoint.
Kegiatan Inti 105menit
1. Stimulation
(stimullasi/ Pemberian rangsangan)
Dalam kelompok yang berjumlah 4-5 orang, peserta didik mencermati/membaca teks puisi yang yang diberikan oleh pendidik dan atau buku paket yang dimiliki peserta didik.
Peserta didik di arahkan membaca materi melalui link atau tautan yang dibagikan oleh Pendidik sebelumnya melalui grup messenger/whatsapp yang berkaitan dengan materi pembelajaran, yakni tema, makna, dan suasana dalam teks puisi untuk mengarahkan peserta didik dalam menemukan maksud yang harus ditemukan.
2. Problem statement (pertanyaan/identifikasi masalah)
Pendidik meminta peserta didik berdiskusi dan bertanya jawab di dalam kelompok untuk menyampaikan pemahamannya masing- masing tentang puisi yang telah dibacanya.
3. Data collection (pengumpulan data)
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan mengamati obyek (puisi) dan membaca berbagai sumber referensi lain untuk menambah pengetahuan dan pemahaman materi.
Peserta didik melakukan diskusi dan saling bertukar informasi tentang hasil temuannya kepada anggota kelompok.
4. Data Processing (pengolahan data)
Peserta didik bersama kelompoknya melakukan diskusi dan mengolah informasi yang ada untuk menentukan tema, makna, dan suasana dalam teks puisi yang dibacanya.
5. Verification (pembuktian)
Peserta didik bersama kelompoknya memverifikasi kembali hasil kerja kelompoknya dengan menambah data dan teori dari sumber lain yang dapat memperkuat kedalaman dan keluasan pemahaman tema, makna, dan suasana dalam teks puisi yang dibacanya.
6. Generalization (menarik kesimpulan)
Peserta didik bersama anggota kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya yang akan ditanggapi oleh kelompok lainnya.
Penutup 15 menit
1. Simpulan Peserta didik bersama Pendidik menyimpulkan pembelajaran dengan sikap disiplin dan tanggung jawab.
2. Refleksi Peserta didik bersama Pendidik melakukan refleksi terhadap kegiatan menganalisis suasana, tema, dan makna puisi dan hambatan yang dialami dengan sikap disiplin dan tanggung jawab.
3. Umpan Balik dan Penguatan
Peserta didik mendengarkan umpan balik dan penguatan dari Pendidik dengan sikap disiplin dan tangung jawab.
4. Tindak lanjut Peserta didik menyimak informasi mengenai tindak lanjut pembelajaran, yaitu memperbaiki hasil analisis suasana, tema dan makna teks puisi dengan sikap disiplin dan tanggung jawab.
I. Penilaian
No Aspek yang dinilai Teknik Bentuk Waktu
1.
Sikap Spiritual
a. Berdoa dengan khidmat
b. Menjawab salam dengan semangat c. Menjaga perkataan dan perbuatannya
Observasi Lembar Observasi
Selama Pembelajaran
2. Sikap Sosial
a. Disiplin mengikuti pembelajaran Observasi Lembar Observasi
Selama Pembelajaran
b. Tanggung jawab dalam aktivitas/tugas
3.
Pengetahuan
a. Menganalisis suasana puisi[C4]
b. Menganalisis tema puisi[C4]
c. Menganalisis makna puisi[C4]
Tes
Tertulis Tes Uraian Pertemuan 1
4.
Remidial
a. Memperbaiki hasil analisis suasana, tema dan makna puisi
Uraian
5.
Pengayaan
a. Menganalisis tema, suasana dan makna puisi yang terkandung dalam antologi puisi dengan judul berbeda yang diperdengarkan atau dibaca dari sumber lain dan atau internet
Uraian
Mengetahui, Kepala Sekolah,
Musmulyadi, S.Pd.
NIP. 198009062005011006
Terentang Baru, April 2022
Guru Mata Pelajaran,
Yohana Ita Kustiawati, S.Pd.
NIP. 198702152019032009
Lampiran 1
MATERI AJAR
1. PENGERTIAN PUISI
Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, mantra, rima, baris, dan bait. Puisi juga dapat dikatakan sebagai ungkapan emosi, imajinasi, ide, pemikiran, irama, nada, susunan kata, kata-kata kiasan, kesan pancaindra, dan perasaan. Puisi adalah ungkapan yang memperhitungkan aspek-aspek bunyi di dalamnya, serta berupa pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya. Puisi diungkapkan dengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembaca atau pendengarnya. Beberapa ahli juga mendefinisikan puisi sebagai berikut:
Menurut H. B. Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung suatu pikiran-pikiran dan sebuah tanggapan- tanggapan.
Menurut Herman Waluyo, puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memfokuskan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.
Menurut James Reevas, puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
2. JENIS DAN CIRI-CIRI PUISI
Puisi terdiri atas puisi lama dan puisi modern. Puisi lama umumnya anonim atau tidak diketahui penyairnya. Puisi lama memiliki ciri terikat pada beberapa kiteria, seperti jumlah baris tiap bait, jumlah kata tiap baris, rima atau persamaan bunyi, dan irama. Puisi lama dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain pantun, syair, talibun, mantera, dan gurindam.
1) Mantera merupakan jenis puisi paling lama yang diciptakan dalam kepercayaan animisme untuk dibacakan dalam acara atau ritual kebudayaan. Mantera memiliki ciri yaitu menggunakan pemilihan kata dengan bunyi yang diusahakan berulang, menggunakan kata-kata yang tidak umum dalam kehidupan sehari-hari, dan menimbulkan efek bunyi yang bersifat magis.
2) Pantun memiliki ciri bersajak a b a b, dengan tiap baris terdiri atas empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi.
3) Talibun terdiri atas sampiran dan isi yang lebih dari empat, serta selalu genap, seperti enam, delapan, sepuluh, dan dua belas.
4) Syair merupakan puisi yang berlarik empat bait dan bersajak a a a a yang mengisahkan suatu hal.
5) Gurindam terdiri atas dua baris, berirama sama a a. Baris pertama merupakan sebab dan baris kedua merupakan akibat.
Puisi modern adalah bentuk puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan jumlah baris, rima atau ikatan lain yang umumnya digunakan dalam puisi lama. Puisi modern atau puisi bebas muncul pada angkatan 45, yang dipelopri oleh Chairil Anwar. Puisi modern tidak
mengutamakan bentuk atau banyak baris dalam satu bait dan irama atau persajakan, tetapi lebih mengutamakan pada isi puisi itu sendiri. Puisi modern memiliki ciri sebagai berikut.
Mempunyai unsur humanisme universal atau sudah terbuka untuk menerima pengaruh dari segala penjuru dunia.
Realis dan terimbas unsur naturalis
Menyampaikan maksud dengan penghematan kata serta menghadirkan perbandingan- perbandingan membayang dan berkesan.
Menggunakan perbandingan visual secara jelas sampai pada bagian-bagian di balik kenyataan.
Menunjukan sinisme dan sarkasme terhadap kepincangan dalam masyarakat akibat pergolakan.
Menggunakan kata dalam percakapan sehari-hari
Tidak mengutamakan tipografi bahkan tidak lagi memperhatikan bunyi (rima) dalam baris dan baitnya.
Unsur utama yang harus selalu diperhatikan dalam pembacaan puisi modern adalah lafal, intonasi, dan ekspresi.
Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan, puisi dibedakan menjadi puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.
Puisi naratif adalah puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita. Puisi ini dibedakan menjadi epik, romansa, dan balada.
a. Epic atau epos adalah puisi naratif yang menceritakan kepahlawanan tokoh.
Contohnya puisi “Ramayana” yang menggambarkan kepahlawanan Rama Wijaya dalam melawan Rahwana.
b. Romansa menggunakan bahasa romantik yang berisi kisah percintaan tokoh kesatria yang penuh rintangan. Contohnya puisi yang mengisahkan kisah cinta antara Damarwulan dengan Anjasmara dalam puisi “Asmaradana”.
c. Balada adalah ragam puisi yang menceritakan kehidupan manusia dengan berbagai macam sifatnya, seperti pengasih, cemburu, dengki, takut, sedih, ataupun riang.
Contohnya puisi karya WS Rendra yang berjudul ” Balada Terbunuhnya Atmo Karpo”.
Puisi lirik adalah puisi yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan pribadi penyair.
Puisi ini dibedakan menjadi elegi, serenada, dan ode.
a. Elegi merupakan puisi yang mengungkapkan perasaan duka penyair atau aku lirik.
Contohnya puisi karya Goenawan Mohamad (1974:9) b. Serenade merupakan puisi lirik yang bersuasana senang.
c. Ode merupakan puisi lirik yang berisi pujian terhadap seseorang, pada umumnya pahlawan. Contohnya puisi “Teratai” yang ditulis untuk Ki Hajar Dewantara oleh Sanusi Pane.
Puisi deskriptif adalah puisi yang mengemukakan tanggapan atau kesan penyair terhadap suatu hal atau keadaan. Tanggapan atau kesan tersebut dapat berupa kritik ataupun sindiran, sehingga disebut juga sebagai puisi ironi dan satire (kritik)
Berdasarkan penggunaan kata (diksi) dan macam bahasanya, ada yang disebut puisi mbeling dan puisi multilingualisme. Mbeling dalam kosa kata bahasa Jawa bermakna nakal, sukar diatur, dan suka memberontak. Dasar lahirnya puisi ini merurut salah satu tokohnya, yaitu Remy Silado, adalah pernyataan akan apa adanya. Kemudian, puisi multilingualisme menggunakan berbagai macam bahasa sebagai sarana ekspresinya.
Berdasarkan wujud visualnya, ada yang disebut puisi tipografi dan puisi konkret. Puisi tipografi tampak pada puisi “Tragedi Winka & Sihka” karya Sutardji Calzoum Bachri yang berbentuk zigzag. Kemudian, puisi konkret tidak menggunakan kata-kata hanya berupa gambar, seperti gambar kotak sembilan karya Danarto.
3. STRUKTUR PUISI
Struktur karya sastra puisi mencakup struktur fisik dan struktur batin.
1) Struktur Fisik
Struktur fisik puisi adalah media untuk mengungkapkan makna yang hendak disampaikan penyair. Struktur fisik meliputi hal-hal berikut.
Diksi, adalah pilihan kata yang digunakan agar memiliki kesan indah dan dapat menyampaikan maksud penyair.
Pencitraan, adalah susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi.
Hal ini membuat pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.
Majas, adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau hal lain. Majas atau bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatik atau memiliki banyak makna.
Rima, adalah persamaan atau pengulangan bunyi. Persamaan bunyi memberikan kesan merdu, indah, dan mendorong suasana yang dikehendaki oleh penyair. Rima tersebut dapat berupa pengulangan bunyi konsonan dari kata-kata yang berurutan (aliterasi), persamaan bunyi vokal dalam deretan kata (asonansi), dan persamaan bunyi yang terdapat di setiap akhir baris.
Ritma, berkaitan dengan rima, bunyi, kata, frasa, dan kalimat pada puisi. Dalam ritma mucul bunyi tinggi rendah, panjang pendek, keras lemah, yang mengalir secara teratur dan berulang sehingga membentuk keindahan.
Tipografi puisi berbentuk bait-bait yang bermula dari tepi kiri dan berakhir ke tepi kanan baris.
2) Struktur Batin
Ada empat unsur batin puisi, yaitu tema, perasaan, nada atau sikap, dan amanat.
Tema
Sebuah puisi tentunya memiliki tema yang melingkupi keseluruhan puisi.
Menurut Herman J. Waluyo (1987: 106) tema merupakan pokok atau subject-matter yang dikemukakan oleh penyair. Ungkapan tersebut menjelaskan bahwa tema merupakan sebuah atmosfer dari sebuah puisi. Oleh sebab itu, untuk menafsirkan tema dalam sebuah puisi haruslah ditafsirkan secara utuh.
Perasaan
Perasaan penyair dalam menciptakan puisi ikut diekspresikan dan dihayati pembaca. Hal ini karena tema yang sama dapat dituturkan penyair secara berbeda dan hasil puisi yang diciptakan pun berbeda.
Nada dan suasana
Nada dalam puisi disesuaikan dengan isi yang hendak disampaikan, baik itu berupa nasihat, kritik, sindiran, ungkapan perasaan, atau hanya berupa cerita. Sering kali puisi bernada santai seperti dalam puisi-puisi mbeling. Kemudian, suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi tersebut atau psikologis yang ditimbulkan terhadap pembaca. Nada dan suasana saling berhubungan karena nada puisi menimbulkan suasana terhadap pembacanya. Misalnya, nada duka dapat menimbulkan suasana iba bagi pembaca.
Amanat (pesan)
Kita dapat menelaah amanat dalam suatu puisi jika telah memahami tema, rasa, dan nada pada puisi tersebut. Amanat atau pesan merupakan kesan yang ditangkap pembaca atau pendengar puisi. Amanat tersirat dibalik kata-kata yang disusun dan berada di balik tema yang digunakan.