• Tidak ada hasil yang ditemukan

AJARAN PAULUS TENTANG KEBANGKITAN ORANG PERCAYA. DALAM I Korintus 15 : 1 58

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AJARAN PAULUS TENTANG KEBANGKITAN ORANG PERCAYA. DALAM I Korintus 15 : 1 58"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

50

AJARAN PAULUS TENTANG KEBANGKITAN ORANG PERCAYA DALAM I Korintus 15 : 1 – 58

Bert Haniko

Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado Email:[email protected]

Abstract

The way of the cross is for the Lord Jesus Christ to atone for human sins. This is clearly the expression “Christ died for our sins” (I Cor. 15:3). Next Paul

emphasizes His resurrection on the third day (v. 4).

This explanation gives an understanding that the cross and the resurrection of Jesus Christ cannot be separated from one another. Both are part of God's great act with the goal of human salvation. Morris (1994: 116) quotes Walther Kunneth's view as

follows: Jesus' death provided atonement and atonement, the "Lamb of God" became a punishment, a sacrifice, was crucified, an act in the place of another.

PENDAHULUAN

Jalan salib di tempu Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Hal ini jelas ungkapan “ Kristus telah mati karena dosa – dosa kita” ( I Kor 15 : 3 ). Selanjutnya Paulus memberikan penekanan tentang kebangkitan-Nya pada hari yang ke tiga (ay 4).

Penjelasan ini memberikan pengertian bahwa salib dan kebangkitan Yesus Kristus tak dapat di pisahkan satu dengan lain. Keduanya merupakan bagian dari tindakan agung Allah dengan tujuan keselamatan manusia. Morris ( 1994: 116 ) mengutip pandangan Walther Kunneth demikian: kematian Yesus mengadakan penebusan dan pendamaian,

“Anak Domba Allah” menjadi hukuman, korban, yang di salibkan, suatu tindakan menggantikan orang lain.

Di dalam I Korintus 15 : 20 Berkata: “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah di bangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang – orang yang meninggal.” Ayat ini dengan tegas menjelaskan adanya kebangkitan. Sehingga tak dapat di sangkal apabila kebangkitan menjadi harapan atau kerinduan setiap orang percaya. Dalam hal inilah penjelasan tentang kebangkitan amat penting dan sangat di butuhkan, sebagai bagian dari rencana Allah yang mulia di masa yang akan datang.

Permasalahannya adalah: Umumnya masyarakat Korintus tidak percaya adanya kebangkitan Tubuh. Itulah sebabnya dalam batu nisan mereka tertulis, “no hope after death” tak ada peng harapan setelah kematian ( Warouw, 1997 ).” Pandangan yang

(2)

51

sama masih berlangsung hingga kini. Ungkapan “sekali hidup sekali mati,” masih ditemukan dalam masyarakat kita ( tidak semuanya karena banyak yang telah menjadi percaya ). Hal ini pun menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kebangkitan tubuh di masa mendatang. Dengan melihat setuasi ini, sebagai seorang yang telag menjadi percaya, bagaimanakah menjelaskan ajara Rasul Paulus tentang kebngkitan ? Sehingga permasalahan ketidakpercayaan terhadap kebangkitan dapat di selesaikan. Pembahasan dalam I Korintus 15 : 1 – 58 mengenai ajaran Rasul Paulus tentang kebangkitan orang percaya adalah langkah yang di ambil untuk menemukan keterangan yang jelas tentang pemahaman kebangkitan orang percaya.

AJARAN PAULUS TENTANG KEBANGKITAN ORANG PERCAYA DALAM I KORINTUS 15 : 1- 58

Jalan salib di tempuh Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Hal ini jelas dari ungkapan “Kristus telah mati kareena dosa – dosa kita” ( I Kor 15 : 3 ).

Selanjutnya Paulus memberikan penekanan tentang kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga ( ayat 4 ). Penjelasan ini memberikan pengertian bahwa salib dan kebangkitan Yesus tak dapat di pisahkan satu dengan yang lain. Keduanya merupakan bagian dari tindakan dari Agung Allah dengan tujuan keselamatan dari manusia. Morris (1994 : 116 ) mengutik pandangan Walther Kunneth demikian: “Kematian Kristus mengadakan penebusan dan pendamain, Anak Domba Allah” menjadi hukuman, korban, yang di salibkan, adalah suatu tindakan menggantikan orang lain. Semuanya ini karena di dalam kebangkitan, Allah membuktikan fakta salib karya – Ny, melaluinya Dia menyediakan keselamatasn dunia.”1 Dengan demikian dapat dimengerti bahwa kematian dan kebangkitan Kristus adalah sangat berarti. Itulah sebabnya Injil yang di jelaskan dalam I Kor 15 : 2 – 3 memiliki dasar yang paling penting yaitu Kristus telah mati dan Ia telah di bangkitkan. Hal ini menujukkan bahwa kebangkitan orang percaya dalam I Korintus 15 memiliki kesatuan yang erat dengan kebangkitan Kristus dan salib, di mana nama Anak Domba Allah menjadi hukuman, korban, yang di salibkan, karena dosa – dosa manusia.

Pokok ajaran kebangkitan di dalam I Korintus 15 adalah pembahasan tentang apa yang akan terjadi dalam kebangkita akhir zaman yang terlengkap di seluruh Perjanjian Baru.

Bahkan menurut Chapman ( 1980 : 69 ) adalah “sesuatu pelajaran tentang kebangkitan pada akhir zaman yang terlengkap dari seluruh Alkitab.” Secara umum I Korintus 15 menguraikan tentang kebangkita berfokus pada kebangkitan orang percaya. Sebab tujuan uraian pasal ini oleh Paulus adalah untuk menjelaskan dan menyelesaikan ketidakpercayaan kebangkitan orang percaya yabg ada di Korintus. Secara hhusus inti

1 Leon Morris, Salib Yesus, diterjemahkan oleh S. Himtoro (Malang: Siminari Alkitab Asia Tenggara, 1994, hal.116.

(3)

52

pembahasannya bagi Dennett ( 1969 : 22 ) “ pokok dari I Korintus 15 adalah kebangkita tubuh, tetapi hanya orang – orang percaya. 2 “ Perlu di ingat bahwa kebangkitan di perjanjian Baru mendapat tempat yang terpenting. Sehingga mustahil apabila hal itu di tiadakan. Sejauh mana kepentingannya, di uraikan Choan – Seng Song ( 1993 : 138 ) di Bawah ini:

Kebangkitan adalah jangkar, demikian kita katakana, daRI Perjanjian Baru.

Sebuah Perjanjian Baru tanpa kebangkitan adalah bagaika kapal yang terlepas dari jangkarnya. Tanpa kebangkitan kisah Yesus telah berakhir di Golgota. Ia hanya terjadi sebuah tragedi tambahan dalam sejarah perjuangan manusia demi penggenapan diri kebanggaan dan politis. 3

Itulah sebabnya kebangkitan sebenarnya mengandung implikasi yang bersifat doktrin dan amat praktis bagi kehidupan, serta sangat penting dan tidak boleh di abaikan.

Namun perlu di simak tentang keterbatasan Paulus dalam menguraiakan peristiwa kenabangkitan di dalam suratnya. Weber (1993 : 281 ) menjelaskan :

Bahkan Paulus benar – benar tidak mampu menerangkan misteri kebangkitan Kristus dan kebangkita kita. Seseorang akan bertanya apakah argument – argument tersebut memang benar – benar lebih meyakinkan di masanya dari pada di masa kita. Rasanya seperti seakan – akan Paulus menyadari kekurangan dari bahasanya.4

Kalau demikian, kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya adalah peristiwa yang jauh lebih istimewa dan mulia bila di banding dengan penjelasan kata – kata, sekalipun di terangkan dengan bahasa yang sempurna.

A. Dasar Kebangkitan

Bila kebangkitan orang percaya tidak memiliki dasar yang kokoh, dapatkah iman kristiani sanggup bertahan? Paulus sendiri berkata: “Jika orang mati tidak di bangkitkan, Maka marilah kita makan dan minum, sebab besok kita akan mati” I Korintur 15 : 32 ). Pada dasarnya ungkapan Paulus sebelumnya telah memberikan penegasan : “ Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah di bangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang – orang yang telah meninggal” ( I Korintus 15 : 20 ). Jelas disini bahwa kebangkitan Kristuslah yang menjadi dasar kebangkitan orang percaya. Kebangkitan Tuhan Yesus bukan hanya penting, karena segalka sesuatu yang kita percayai bergantung pada kepada kebangkitan – Nya. Paulus dan penafsiran agam

2 Edward Dennett, The Blessed Hope ( n.p. : Wilson Foundation, 1969, p. 22

3 Choan – Seng Song, Allah yang Turut Menderita, diterjemahkan olej Stephen Soleeman ( Jakarta: Gunung Mulia, 1993, hlm. 138.

4 Hans – Reudi Weber, Kuasa, di terjemahkan oleh Samuel M. H. Siahaan ( Jakarta: Gunung Mulia, hlm. 281.

(4)

53

Kristen yang hidup sezaman dengan dia, mendasarkan doktrin kenbagkitannya pada kebangkitan Yesus. Yesus dibangkitkan dari anatara orang mati, tepat pada waktu yang di tetapkanoleh Tuhan dan sesuai dengan rencana agung – Nya.Pengalaman semacam itu juga akan dialami orang – orang percaya.

Kebangkitan Kristus merupakan jamainan bahwa suatu kelak tubuh kitapun akan di bangkitkan dari antara orang mati ( bnd Yoh 5 : 28, 29; 6 : 40; Kisah 4 : 2; Roma 4 : 2; 8 : 11; I Kor 15 : 20 – 23; II Kor 4 : 14; I Tes 4 : 14; I Tes 4 : 14 ), Di sisi lain Haan ( 1997 : 14 ) meninjau dari sudut pandang keselamatan : “ bagai sebuah bangunan, kebangkitan Yesus Kristus dari kematian adalah dasar dari kurban keselamatan. Jika dasar ini di pindah, niscaya seluruh bangunan rencana keleselamatan akan roboh dan hancur menjadi debu. “5 Itulah sebabnya dasar kebangkitan otrang percaya adalah kebangkitan Kristus sebagai bukti keselamatan yang akan di alami kemudian.

B. Kebangkitan Kristus

Sesungguhnya kebangkitan Kristus dapat di buktikan, terutama melalui penampakan – penampakan – Nya setelah kebangkitan. Jumlah dan macam – macam orang dalam berbagai situasi yang melihat Tuhan setelah kebangkitan – Nya, yang memberikan bukti yang menakjubkan terhadap kenyataan bahwa Ia sudah bangkit dari antara orang mati. Pembuktian yang di jelaskan Brill ( 1996 : 133 – 134 ) amat spesifik dengan menambah argument – argument yang layak di terima :

Kebangkitan Tuhan Yesus di saksikan oleh lebih dari lima ratus orang pada satu waktu ( I Korintus 15 : 3 – 9 dan orang – orang lain juga. Di dalam pengadilan, dua atau tiga orang saksi sudah cukup untuk mengesahkan sesuatu. Kesaksian orang banyak itu tidak dapat di tolak.

Suatu kesaksian akan lebih kuat kalau sifat orang yang memberikan kesaksian itu baik. Kalau sifat kesaksian itu jahat tentu kesaksiannya kurang dapat di percaya. Taka da orang yang dapat menyalahkan kehidupan rasul – rasul dan murid – murid Tuhan yang menyaksikan kebangkitan – Nya. Kesucian mereka itu sudah menarik hati beribu – ribu orang dan mereka telah menjadi teladan yang baik bagi semua orang selama hamper du ribu Tahun. 6

Bahkan bila di tinjau dari keyakinan dari orang – orang yang mula – mula bertobat, pembuktian ini akan lebih jelas dan kokoh. Bagi Horton ( 1978 : 76 ) hal ini di karenakan “tak seorangpun di Palestina meragukan kebenaran kebangkitan – Nya.”7 Bukti terhadap kebangkitan itu tak tak dapat di sangsikan.

Pembuktian kebangkitan memang tak dapat di halangi. Jemaat Kristen atas kepercayaan kepada kebangkitan Kristus ( Kisah 4 : 33 ). Pada waktu itu orang

5 M. R. De Haan, Renungan Harian April 1997, di terjemahkan oleh O. Handoyo ( Yogyakarta : Yayasan Gloria, 1997, hlm. 14

6 Wesley Brill, Dasar Yang Teguh ( Bandung: Kalam Hidup, 1996 ), hlm. 133 – 134.

7 Stanley M. Horton, Nubuat Dalam Alkitab ( Malang: Gandum Mas, 1978, hlm. 76.

(5)

54

– orang percaya yang turut serta menyaksikan kebenaran itu menderita banyak aniaya. Walaupun demikian Brill ( 1996 : 131 ) menkankan waktu jemaat Kristus mulai berdiri tidaka orang yang dapat membuktikan bahwa Tuhan Yesus tidak bangkit, meskipun bukti – bukti itu di cari.”8

Dengan demikian salah satu dari peristiwa zaman dulu yang paling terbukti kebenarannya ialah kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Dengan pembuktian seperti ini bagaiman mungkin kebenaran kebangkitan Yesus dapat di tutupi?Mustahil. Lebih sukar dan tak mungkin di sangkal karena pembuktian kebangkitan Kristus, penampakkan – Nyamemiliki maksud yang khusus.

Misalnya dalam penjelasan Verkuyl ( 1996 : 165 ) berikut ini :

Maksusd pertama – tama ialah untuk meyakinkan murid – murid bahwa Ia menyuruh murid –murid melihat tanda – tanda dan bekas – bekas paku dan tombak pada tubuh – Nya. Ia ikut makan dan minum dengan mereka. Mereka di minta – Nya meraba bekas kas itu pada tangan dan kaki – Nya, agar mereka yakinbetul bahwa Ia bukan hantu atau badan halus atau suatu penglihatan, … Kedua, maksud dari penampakkan diri itu ialah untuk mempersiapkan murid – murid buat masa depan.9

Perubahan yang di alami rasul – rasul adalah hal yang tak dapat di pisahkan dan amat erat hubungan dengan bukti kebangkitan Yesus. Sesudah Tuhan di kuburkan mereka menjadi takut, kecewa, tidak percaya, dan muram. Tetapi sesudah kebangkitan Tuhan Yesus mereka tiba – tiba berubah menjadi orang – orang yang percaya dan bersukacita.Bukti lain yang tersebar atas kebangkita Tuha Yesus yaitu karunia Roh Kudus kepda rasul – rasul dan murid – murid, dan oleh karunia itu mereka menjadi penginjil – penginjil yang giat dan berani, memiliki kuasa yang besar dala pemberitaan firman Tuhan. ( bnd Kisah 4 : 33;

5 : 32; 10 : 4; Ibr 2 : 4 ).

Dalam sepanjang sejarah manusia tidak ada mujizat yang lebih banyak di sertai bukti nyata selain dari pada bukti kebangkitan Yesus Kristus. Kebangkita Tuhan Yesus terbukti merupakan hal yang pasti dalam sejarah dunia dan patut di percayai umat manusia. Karena kebangkitan Kristus dapat di buktikan oleh sejarah sehingga pengaruh kebangkitan Kristus berjalan menyebar, meluas akhirnya dapat terasa oleh umat percaya masa kini. Denganpenuh kepastia menatap masa depan yang di janjikan Kristus karena kebangkitan – Nya.

Walaupun tak boleh di lupakan, karena bagi murid – murid Yesus bukan hanya pengharapan masa depan tetapi terciptanya semangat penginjilanseperti pernyataan Wise ( 1983 : 97 ) : “Pertumbuhan gereja dan kemauan murid – murid Yesus untuk mati dalam tugasnya … karena kepercayaan mereka pada

8 Wesley Brill, Dasar Yang Teguh, hlm. 131

9 J. Verkuyl, Aku Percaya ( Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1996, hlm. 165

(6)

55

kebangkitan – Nya.” 10 Dengan demikian Kristus benar telah di bangkitkan dan kebangkitan – Nya telah menjadi dasar yang menjamin kebangkitan orang percaya dan semangat penginjilan masa kini.

C. Pada Waktu Kedatangan Kristus

Kedatangan Kristus pada kali yang kedua adalah tanda tibahnya harapan yang di nanti – nantikan, yaitu kebangkita orang percaya. Dengan jelas dan pasti Alkitab menjelaskan bahwa kebangkita orang percaya akan terjadi. Akan tetapi sekalipun kebangkitan orang percaya akan direalisasikan pada wakktu kedatangan Yesus, hal ini harus diadakan penyelidikan yang cermat dan terarah. Karena menurut penelitian yang akurat membuktikan bahwa kedatangan Yesus di masa depan terdiri dari dua bagian. Misalnya Brill ( 1996 : 304 ), ia mengemukakan “kalau semua ayat tentang ke datangan Tuhan yang kedua kali itu diselidiki dengan teliti, maka nyatalah bahwa kedatangan Tuhan yang kedua kali itu terdiri atas dua bagian.” Jafray ( 1995 : 42 ) sependapat bahwa kedatangan – Nya terdiri dari dua tahap. Uraiannya memperjelas pandangan ini. Ia mengatakan “ yang pertama, di angkasa. Sebelum masa kesukaran besar untuk menyambut orang kudus – Nya agar mereka terlepas dari aniaya. Yang kedua, di bumi. Sesudah kesukaran besar dengan segala orang kudus – Nya untuk memerintah dalam kerajaan Seribu tahun.”11 Dengan demikian pendapat ini dapat di terima. Apalagi karena dukungan ayat – ayat Alkitab yang jelas dan telah di teliti kebenarannya. Misalnya, kedatangan Kristus nanti pada tahap pertama dan kedua, yang mana di catat Brill ( 1996 : 305, 306 ) di bawah ini :

Bagian pertama dari kedatangan Tuhan Yesus : I Tesalonika 4 : 16, 17 Filip 3 : 20, 21 ; Ibrani 9 : 28; Yoh 14 : 3 ; Titus 2 : 13 ; I Yohanes 3 : 2 ; Kolose 3 : 4 ; II Tesalonika 2 : 1 – 3 ; I Korintus 15 : 51 – 53 ; I Tesalonika 5 : 1 -5 ; Wahyu 3 : 3 Lukas 12 : 38, 39 ; Matius 24 : 42 – 44 ; … Bagia kedua dari Kedatangan Tuhan Yesus : Matius 25 : 31 – 32 ; Zakaria 14 : 4, 5 ; Kisah 1 : 11; Wahyu 1 : 7 ; Matius 24 : 26, 27, 30 ; Yesaya 25 : 9 ;Yeremia 23 : 5, 5, 6; Kisah 15 : 16, 17; Mazmur 72 : 8 -11 ; Wahyu 20 : 10 ; 19 : 11 -12 ; 20 : 4 ; 16 :15 ; II Petrus 3 : 10, 12.12

Ungkapan Paulus tentang kebangkitan orang percaya dalam I Kor 15 : 23

“Tetapi tiap – tiap orang menurut urutannya : Kristus sebagai buah sulung;

sesudah itu mereka yang menjadi milik - Nya pada waktu kedatangan-Nya.”

Ayat ini memberi makna tentang kedatangan Kristus kedua kali pada bagian pertama. Lebih jelas lagi apabila dibandingkan dengan I Tesalonika 4 : 16 – 17.

10 Philip Wise, A Dctionary of Doctrinal Terms ( Nashville, Tennessee: Broadman Press, 1983, p.

97.

11 J. Wesley Brill, Dasar Yang Teguh, hlm. 304.

12 R. A. Jaffray, Kristus Akan Datang …, hlm.42

(7)

56

Dari penjelasan di ayat – ayat dan keterangan di dalamnya membentuk suatu pemahaman yang jelas, bahwa kedatangan Kristus kedua kali di masa yang akan datang terdiri dari dua bagian. Dan apabila di hubungkan dengan kebangkitan orang percaya, maka hal tersebut di fokuskan pada ke datangan Kristus bagian pertama. Hillyer ( 1996 : 3 : 513 ) menggunakan penggunaan istialh kedatangan – Nya ( Kedua Kali ) pada bagian pertama : “pada waktu kedatangan – Ny, bh Yunani parousia ( dalam papiri umumnya berarti kunjungan raja) pakai oleh orang Kristen sebagai istilah teknis bagi kedatangan Krstus. Brill ( 1996 : 304, 305 ) menambahkan penjelasan yang mana tidak jauh berbedah dengan penjelasan sebelumnya : “ Biasanya perkataan “parousia”

di pakai untuk menjelaskan bagia yang pertama ( pelantikan jemaat ), bukan untuk kedatangan Tuhan yang kedua kali. Akan tetapi sekali atau du kali perkataan itu di pakai juga dalam menemukan bagia yang kedua. Bagaimana caranya Paulus menggunakan istilah ini untuk kedatangan Kristus.

D. Keadaan Tubuh Yang di Bangkitkan

Keadaan tubuh sekarang ini dan tubuh kebangkitan amat berbedah. Bahkan perbedaan yang amat menyolok. Dalam ungkapan Tanya jawab yang di paparkan Roels ( 1982 : 55 ) “ Apakah orang – orang percaya akan memiliki tubuh yang sama dengan tubuh yang dimilki sekarang ini? Tidak, tubuh mereka akan di ubah sehingga menjadi tubuh mulia dan tidak bibasa. Tak dapat di samakan dengan tubuh masa kini, Keadaan tubuh di bangkitkan adalah istimewa dan unik. pentingnya pengubahan tubuh ini di jelaskan Summers ( 1994 : 22 ) sebagai berikut: “ Dalam surat Korintus 15 : 50 – 53 ia menyatakan bahwa jenis tubuh yang di miliki itu tidak sesuai untuk kehidupan kekal, oleh karena sifatnya fana. Tubuh itu harus di ubah, apabila hendak di jadikan tempat bersemayamnya sang roh selama – selamanya. Erat kaitannya dengan ungkapan

“ darah dan daging tak dapat mewarisi kerajaan Allah” ( ayat 50 ). Sehingga pengubahan tubuh yang di samakan dengan keadaan kekekalan menjadi satu – satunya cara untuk mencapai tujuan Allah yang mulia.

E. Tubuh Yang Mulia Dan Kuat

Tubuh yang mulia adalah tubuh yang di tandai dengan ketidakegoisan, sperti di katak Scott ( 1989 : 59 ) “ tubuh itu akan ‘di bangkitkan dalam kemulian’ ( semua ) nafsu egois kita telah di singkirkan. kita akan memiliki metabolisme yang berbeda dan tidak akan lagi terkena keterbatasan – keterbatasan waktu dan ruang seperti … tubuh kebangkitan Yesus ). Suatu kekuatan luar biasa yang takungkin di miliki dalam tubuh yang fana.Kekuatan yang benar – benar samatubuh kebangkiata Tuahn kita Yesus Kristus. Demikian pula halnya dengan tubuh kemuliaan. Tubuh kebangkiatan orang percaya akan menjadi mulia sama dengan tubuh Tuhan kita yang bangkit.

(8)

57 F. Tubuh Yang Rohani

Sebelum di ubahkan atau di bangkitkan tubuh itu merupakan tubuh jasmani.

Tetapi ketika di bangki tkan tubuh itu menjadi tubuh rohani. Artinya, adalah adanya perbedaan tubuh sekarang ini dan tubuh kebangkitan nanti. ( bnd I Kor 15 : 44 – 46 ). Van Gennep ( 1996 :6 ) juga setuju akan hal ini dengan menguraikan pendapatnya sebagai berikut :

Dalam kelanjutan dari I Kor 15 Paulus menceritakan perbedaan anatara tubuh alamia dan tubuh kenamgkitan yang Ia sebut tubuh rohani.

Mungkin dalam istilah tubuh rohani itu Paulus juga mempunyai suatu gambaran kongkret tersebut, tetapi bagaimanapun kongkretnya tubuh rohani dalam bayangan Paulus, hal itu berbeda, dengan tubuh alami dalam nama Yesus telah berada di dunia bersama dengan murid – murid- Nya.

Dengan demikian menjadi jelas perbedaan antara tubuh alami dengan tubuh rohani. Misalnya, tentang keninginan Roh, Orang percaya dalam tubuh yang fana masih dapat melakukann dosa karena keterbatasan, walaupun penyelesaian selalu ada ( bnd I Yoh 2 : 1, 2). Tatapi lain halnya dengan tubuh rohani ( Tubuh kebangkitan ). Ball ( 1987 : 51 )

Menyatakan: “ semua keinginannya Roh Allah. Karena tubuh ini akan di ubah dan di sesuaikan untuk keadaan di Sorga, tempat kita yang baka. Keinginan Roh dalam tubuh rohani tak akan dapat di halangi atau di batsi. Bahkan terlebih dengan rencangan Allah sendiri, tubuh rohani orang percaya di sesuaikan dengan keadaan Sorga. Brill ( t. th : 320 ) juga memberi penekanan yang sama;

Tubuh rohani sesuai dengan kehidupan sorgawi dan tubuh itu tidak menhalangi tubuh kita. Tubuh rohani disediakan untuk menjadi pesuruh sempurna bagi Roh.

Jika kita menyelidiki kehidupan Tuhan Yesus sesudah Ia bangkit, kita akan mengerti sedikit tentang tubuh rohani kita.

Dapat di mengerti apabila keinginan tubuh rohani tak dapat di batasi. Karena kesempurnaan dari Allah yang telah di limpahkan kepada orang percaya sehingga tubuh kebangkitan juga tentang penekanan yang rohani ini dapat melakukan banyak perkara dan semuannya selaras dengan kehendak Allah yang mulia. Lihatlah juga tentang penekanan Summers ( 1994 : 96 ) saat menjelaskan tubuh rohani dari bahasa aslinya : yang di taburkan adalah tubuh jasmani ( psychikon ), dan yang di bangkitkan adalah tubuh rohani ( pneumatikon ).

Dalam bahasa Yunani akhiran ikon dibubuhkan pada kedua kata yang di bubuhi dengan akhiran seperti itu sanggup memenuhi segala keperluan. Tubuh jasmani manusia telah disesuaikan secara sempurna dengan keperluan kehidupan di

(9)

58

dunia ini. Tubuh rohani juga akan disesuaikan secara sempurna dengan sempurna dengan keperluan kehidupan rohani.13

Tubuh yang sanggup memenuhi segala keperluan. Tidak heran apabila tubuh rohani dapat melakukan kehendak Allah, tak di batasi ruang dan waktu. Bebas dari kecemaran dan dosa. Kudus dan mulia. Prince ( 1993 : 129 ) memperjelas pengertian di atas. Uraiannya: Tubuh yang rohani itu akan sempurna sekali untuk mengekspresikan dan memenuhi aspirasi tertinggi dari roh manusia kembali akan memegang kendali dan seluruh kepribadian orang percaya yang telah di bangkitkan itu akan berfungsi secara harmonis dan sempurna di bawah kendali roh. Akan tercipta keselarasan antara keinginan manusia dan kehendak Allah. Pertentangan tak akan terjadi lagi karena kesempurnaan tubuh rohani yang di miliki orang percaya. Di pihak lain tubuh rohani adalah tubuh yang berdaulat atas ruang dan waktu. Scheuneman ( t. th. : 83 ) mengatakan “tubuh jasmani terikat oleh materi , ruang dan waktu, sedang tubuh rohani berdaulat di atasnya. Dengan tubuh ke bangkitannya jemaat memperoleh suatu kebebasan yang luar biasa dari materi, ruang dan waktu, sekligus wewenang atasnya.

Tubuh Yang Sama Dengan Dia Yang Berasal dari Sorga. “Kumau sepeerti – Mu Yesus” merupakan ungkapan kerinduan yang di lakukan orang – orang percaya masa kini. Bila waktu yang di tentukan Allah telah tibah, kerinduan ini akan terwujud. Khususnya tubuh kebangkitan orang percaya akan menjadi sama tubuh kebangkitan Kristus. Ball ( 1987 : 39 ) menjelaskan : “ Tubuh Kristusn yang bangkit merupakan polanya bagi kita. Di dalam kebangkitannya Kristus menjadi yang ‘sulung dari orang – orang yang telah meninggal’ ( I Kor 15 : 20 ).Ia adalah nubuat dan contoh bagi tuaian besar yang akan tiba pada hari bahagia itu.”

G. Tubuh Yang Bebas Dari Maut

Sampai kini kematian terjadi di mana – mana. Tubuh jasmani tak dapat bertahan untuk tetap hidup, itulah alasannya. Sehingga suatu sast manusia pasti mengalami kematian. Lain halnya dengan tubuh kebangkitan nanti. Bril ( t. th : 305 ) menguraikan sebagai berikut: Karena sama dsperti semua orang akan mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan di hidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus ( ayat 22 ). Di sini Paulus membicarakan tentang kematian dan kebangkitan jasmani. Ia hendak menerangkan bahwa kebangkitan Yesus melenyapkan upah dosa, yaitu kematian tubuh yang berasal dari dosa Adam.

Kematian tubuh akan lenyap apabila tubuh kebangkitan telah di miliki orang percaya. Kebangkitan Kristuslah yang telah melenyapkan kematian dan maut.

13 Ray Summers, Kehidupan di Balik Kubur (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1994) hlm.21

(10)

59

Lebih jelas lagi penekanan yang di tuturkan Hunt ( 1987 : 42 ) 14“ Mereka akan di beri tubuh baru, … Yang dapat binasa harus di buat supaya tidak dapat binasa dan kekuatan kematian di kalahkan. Tentu saja yang maksud Hunt adalah bagi mereka yang percaya. Sehingga janji ini dapat menghibur dan menguatkan, bahwa tak ada lagi kematian kedua.bagi orang percaya ( Why 2 : 11 0 ) karena maut telah di kalahkan. Dengan demikian tubuh kebangkitan tubuh kengkitan adalah tubuh yang tak dapat mati atau tak dapat lagi mengalami maut.

Kematian sekarang yang dialami orang percaya ternyata merupakan bagia dari tujuan yang mulia, di mana hidup sebenarnya akan di alami, yaitu saat maut di binasakan. Sehingga tubuh kebangkitan akan bebas dari amu atau kematian.

Suatu berita yang mengagumkan dan mengembirakan karena bagi Verkuyl ( 1987 : 264 ) “ maut akan di telan habis dalam ke unggulan.” Berita yang akan terjadi sesuai dengan ungkapan firman Allah. Orang percaya pun dengan keyakinan tinggal menunggu waktu tatkala maut di tiadakan dang anti dengan kehidupan yang tak berkesudahan. Penting untuk disimak juga bahwa tubuh yang dapat bebas dari amaut tak dapat di pisahkan dengan kebangkitan Yesus.

Kebangkitan Yesus menyebabkan orang percaya juga akan di bangkitkan.Sehingga dengan demikian maut atau kematian dapat di atasi. Hal ini berarti tanpa kebangkitan Kristus Yesus tak mungkin orang percaya di bangkitkan dan maut juga tak dapat di kalahkan. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata: “ Sebab jika benar orang mati tidak di bangkitkan, maka Kristus juga tidak di bangkitkan. Dan jika Kristus tidak di bangkitkan maka sia – sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa orang – orang yang mati dalam Kristus” ( I Kor 15 : 16 -18 ).

PENUTUP

Sebagaimana penulis uraikan bahwa, Kota Korintus adalah satu kota yang terbesar, termakmur, dan terpenting di dalam ke Kaisaran Romawi. Letaknya strategis dan menjadi kota perdagangan ( bahkan pusat perdagangan Yunani ) menyebakan Kota Korintus menjadi kota yang ramai. Situasi inilah yang mengakibatkan hadirnya orang – orang dari latar belakang bangs ayang berbeda dan pada akhirnyapergaulan hidup yang bebas tanpa batas terjadi di sana.Kota Korintus pun menjadi terkenal sebagai kota maksiat karena kejahatan dan tingka laku yang tidak setia terhadap pemujaan berhala.

Tetapi semuanya bertolak belakang dengan iman Kristen. Dalam situasi seperti inilah rasul Paulus menyampaikan beritakan Injil keselamatan di sana ( Kota Korintus ).

Khususnya pandangan kebangkitan, semuanya bertolak belakang dengan ajaran iman Kristen. Tujuan Paulus menulis psal ini ( I Korintus 15 ) adalah untuk menjawab

14 100 Gladys Hunt, Pandangan Kristen Tentang Kematian (Jakarta: Gunung Mulia. 1987), hlm.42

(11)

60

ketidakpercayaan terhadap kebangkitan orang mati. Ajaran Paulus tentang kebangkitan orang percaya dalam I Korintus 15 di bagi dalam tiga bagian.

Pertama, “ Dasar Kebangkitan.” Kebangkita orang percaya di masa depan hanya bias terjadi karena memiliki dasar yang kokoh, yaitu kebangkitan Kristus. Tanpa kebangkitan – Nyaorang tak mungkin di bangkitkan. Tetapi Kristus bangkit dari antara orang mati dan menjadi harapan tibanya kebangkitan orang percaya di masa yang datang. Kebangkitan Kristus adalah sebagai yang paling sulung atau buah sulung dan memberi pengertian kebangkitan yang pertama dan terutama, serta menjamin denga kepastian kebangkitan yang akan menyusul kemudian, yaitu kebangkitan orang percaya. Kebangkitan Kristus juga merupakan kebangkitan – Nya menglahkan maut.

Tatpi juga kebangkitan orang percaya adalah Injil Keselamatan. Karena di dalamnya tergambar lengkap kematian dan kebangkitan Kristus yang menyelamatkan. Itulah sebabnya Injil keselamatan harus di terima karena bagi mereka yang telah menerimanya akan di bangkitkan pada masa yang dating.Orang percaya pun harus teguh di dalam Injil, karena Injil menyelamatkan serta di dalamnya di jelaskan tentang dasar kebangkitan orang yang percayay yaitu kebangkita Tuhan Yesus Kristus.

Kedua, “ Saat kebangkitan orang percaya.” Saat kebangkitan orang percaya akan terjadi pada waktu kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya. Dari penjelasan ayat – ayat dan keterangan di dalamnya membentuk suatu pemahaman yang jelas bahwa kedatangan Kristus di masa ayang akan datang terdiri dari dua bagian. Dan apabila di hubungkan dengan kebangkitan orang percaya, maka hal tersebut di fokuskan pada kedatangan Yeus Kristus ( Kedua kali ) pada bagian yang pertama. Yang mana kedatangan Kristus untuk mengangkat gereja – Nyadengan tidak mengnjakkan kakinya di bumi. Tetapi dari angksa menyongsong umat percaya. Saat kebangkitan orang percaya akan di tandai dengan bunyi nafiri yang terakhir. Dan bunyi nafiri yang terakhir memberi penekanan Tk aka nada lagi bunyi nafiri yang lain bila dihubungkan dengan kebangkitan orang percaya.Kalaupun sesudahnya ada bunyi sangkakala yang lain, pasti memiliki maksud dan tujuan yang berbeda.

Ketiga, Keadaan Tubuh Yang di bangkitkan. Bahkan memiliki perbedaan amat menyolok. Tak dapat di sejajarkan dengan tubuh masa kini. Keadaan tubuh yang bangkitkan adalah istimewa dan unik. Merupakan tubuh mulia yang di tandai dengan ketidakegoisan, tidak adanya pementingan diri sendiri. Tidak demikian dengan tubuh kebangkitan. Kekuatan akan menetap. Tubuh kebangkitan adalah tubuh rohani.

Sehingga sarana pengetahuan tentang kebangkitan orang percaya sebagai jembatan untuk mengabarkan Injil keselamatan.

(12)

61 KEPUSTAKAAN

Alkita Leon Morris, Salib Yesus, diterjemahkan oleh S. Himtoro (Malang: Siminari Alkitab Asia Tenggara, 1994, hal.116b Penuntun Berkelimpahan. Malang: Gandum Mas dan Lenbaga Alkitab Indonesia, 1996.

Ball, Charles Ferguson. S o r g a. Di terjemahkan oleh Lili Rustandi. Bandung: Kalam Hidup, 1987.

Bauckham, R. J. “ Eskatologi. “ di terjemahkan oleh M. H. Simanungkalit. Dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini – 2 jilid. Editor J. D. Douglas, dkk. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/Omf, 1992

Baxter, Sidlow. Mengali isi Alkitab – 4 jilid. Di terjemahkan oleh Sastro Soedirdjo.

Jakarta: Yayasan Kominikasi Bina Kasih / Omf, 1992.

Berquist, Millard J. Penyelidikan Surat Korintus Yang Pertama.

Di terjemahkan oleh Billy Mathias. Bandung: Gereja – Gereja Baptis, t. th.

Beyer, Ulrich. Garis – Garis Besar Eskatologi Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980.

Blaklock, E. M. “Main, Permainan. “ Di terjemahkan oleh J. M. Pattiasina. Dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini – 2 jilid.. Editor J. D. Douglas, dkk. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/Omf, 1996.

Brill, J. Wesley. Dasar Yang Teguh. Bandung: Kalam Hidup, 1996.

---. Tafsiran Surat Korintus Pertama. Bandung Kalam Hidup, t.th.

Brownlee, Malcolm. Pengambilan Keputusan Etis Dan Faktor – Faktor Di dalamnya.

Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1987.

Cannistraci, David. Karunia Rasul. Di terjemahkan oleh Peter Rondeel. Jakarta: Nafiri Gabriel, 1997.

Chapman, Adina. Pengantar Perjanjian Baru. Bandung: Kalam Hidup, 1980.

(13)

62

Hunt, Gladys. Pandangan Kristen Tentang Kematian. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1987.

Morris, L. L Salib Yesus, diterjemahkan oleh S. Himtoro (Malang: Siminari Alkitab Asia Tenggara, 1994, hal.116

Morris, L. L. Bangkit, Kebangkitan. “ Di Terjemahkan Oleh Broto Sumedi. Dalam Enciklopedi Alkitab Masa Kini – 2 jilid. Editor J. D. Douglas, dkk. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih / Omf, 1997.

_____. Mati, Kematian, Maut.” Di Terjemahkan Oleh: M. H. Simanungkalit. Dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini – 2Jilid. Editor J. D. Douglas, dkk. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih / Omf, 1997.

_____. Salib Yesus. Di terjemahkan Oleh S. Himtoro. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1994.

Price, Derek. Kebangkitan Orang Mati. Diterjemahkan Oleh Peter Rondeel. Jakarta:

Pekabaran Injil “ Immanuel,” 1993.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pre-test menyimpulkan semua peserta dari Forum Anak Surakarta pernah mendapatkan pelatihan pendidikan sebaya, namun pelaksanaaannya kurang intens (12 anak);

Seluruh sahabatku mahasiswa-mahasiswi Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Angkatan tahun 2011 Prodi Pendidikan Agama Islam, yang selalu

Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) ukuran KAP tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching, (2) ukuran klien tidak berpengaruh signifikan terhadap

Penelitian dan pengembangan modul pembelajaran berbasis inkuiri ini menggunakan model pengembangan Plomp (2009) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) penelitian

Apabila dalam hal perjalanan Anggota Pengurus Komnas Pendidikan Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pimpinan organisasi menganggap perjalanan

Judul penelitian Persepsi remaja desa Masalle terhadap berita kriminal di televisi Motivasi dan persepsi khalayak tentang program Talk Show”Hitam Putih” Trans7 pada

SIG merupakan suatu kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh,

Desain penelitian ini menggunakan descriptive non-eksperimen dengan metode survei dan mengumpulkan data dengan kuesioner yang melibatkan 32 responden menunjukan bahwa