PT BATULICIN NUSANTARA MARITIM Tbk LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2021 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31, 2021 AND FOR THE YEAR THEN ENDED AND INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Daftar Isi
Halaman/
Pages
AND FOR THE YEAR THEN ENDED AND INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
Table of Contents
Surat Pernyataan Direksi Directors‟ Statement Letter
Laporan Auditor Independen Independent Auditor‟s Report
Laporan Posisi Keuangan 1 - 2 Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain 3
Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 4 - 5 Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 6 Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan 7 - 74 Notes to the Financial Statements
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
Catatan/
Notes 2021 2020
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan bank 2d,2e,4,24 40.757.452.370 44.586.893.073 Cash on hand and in banks
Piutang usaha - neto 2e,21,24 Trade receivables - net
Pihak ketiga 5,13 92.325.671.559 47.559.244.445 Third parties
Pihak berelasi 2g,6a - 6.003.571.122 Related parties
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2e,24 172.213.389 65.068.000 Other receivables - third parties Beban dibayar di muka dan
uang muka 2h,7 4.220.020.969 1.719.910.458
Prepaid expenses and advances
Total Aset Lancar 137.475.358.287 99.934.687.098 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang muka pembelian
aset tetap 2h,8 77.658.007.193 40.118.400.000
Advances for purchase of property and equipment Aset tetap - neto
2k,2l,9,
13,20,21 447.967.641.770 480.354.446.236 Property and equipment – net
Aset pajak tangguhan 2i,12d 4.307.008.104 - Deferred tax assets
Total Aset Tidak Lancar 529.932.657.067 520.472.846.236 Total Non-current Assets
TOTAL ASET 667.408.015.354 620.407.533.334 TOTAL ASSETS
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan The accompanying notes form an integral part of these
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha 2e,10,24 Trade payables
Pihak ketiga 25.726.553.591 17.660.138.731 Third parties
Pihak berelasi 2g,6b 1.537.930.725 2.397.973.404 Related parties
Utang lain-lain - pihak berelasi 2e,2g,6c,24 816.797.760 2.360.905.316 Other payables - related parties Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
2e,2m,
15,21,24 1.903.712.247 1.524.050.541
Short-term employee benefits liabilities
Utang pajak 2i,12a 4.517.860.920 2.689.117.779 Taxes payable
Beban akrual 2e,11,24 188.180.000 227.795.835 Accrued expenses
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: 2e,2g, 24
Current maturities of long-term liabilities:
Utang bank 5,6g,9,13,28 75.527.757.444 75.527.757.444 Bank loans
Liabilitas sewa
2o,6d,14,20,
21,22 665.094.481 386.916.617 Lease liabilities
Total Liabilitas Jangka Pendek 110.883.887.168 102.774.655.667 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun: 2e,2g, 24
Long-term liabilities - net of current maturities:
Utang bank 5,6g,9,13, 115.108.219.849 190.635.977.293 Bank loans
Liabilitas sewa
2o,6d,14,20,
21,22 2.685.497.557 3.122.618.862 Lease liabilities Liabilitas imbalan kerja jangka
panjang 2m,15,21 7.539.084.157 6.978.283.051
Long-term employee benefits liabilities
Total Liabilitas Jangka Panjang 125.332.801.563 200.736.879.206 Total Non-current Liabilities
TOTAL LIABILITAS 236.216.688.731 303.511.534.873 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal
Rp 50 per saham
Share capital - par value Rp 50 per share Modal dasar -
10.800.000.000 saham
Authorized capital - 10,800,000,000
shares Modal ditempatkan
dan disetor penuh - 3.412.457.110 saham
pada tanggal 31 Desember 2021 dan 3.402.436.702 saham pada tanggal
31 Desember 2020 16 170.622.855.500 170.121.835.100
Issued and fully paid capital - 3,412,457,110 shares as of December 31,2021 and 3,402,436,702
shares as of December 31, 2020 Tambahan modal disetor 17 37.026.225.160 35.703.689.352 Additional paid-in capital
Saldo laba Retained earnings
Dicadangkan 18 22.406.937.716 22.306.937.716 Appropriated
Belum dicadangkan 201.135.308.247 88.763.536.293 Unappropriated
TOTAL EKUITAS 431.191.326.623 316.895.998.461 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS
DAN EKUITAS 667.408.015.354 620.407.533.334
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
31 Desember 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
December 31, 2021
(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
Notes 2021 2020
PENDAPATAN 2p,14,19,25 404.097.297.862 295.532.059.811 REVENUES
BEBAN POKOK PENDAPATAN
2g,2p,6e,9,
20,25 241.218.999.832 195.281.541.071 COST OF REVENUES
LABA BRUTO 162.878.298.030 100.250.518.740 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA
2g,2p,6f,9,
15,21,28 45.834.381.986 33.554.462.183 OPERATING EXPENSES
LABA USAHA 117.043.916.044 66.696.056.557
INCOME FROM OPERATIONS
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN 2p,22,14
OTHER INCOME (EXPENSES) Pendapatan jasa manajemen 25 24.322.243.230 13.830.391.569 Management fee income
Penghasilan keuangan 988.105.448 563.702.664 Finance income
Beban keuangan 2n,2o (27.362.002.407 ) (33.308.084.524 ) Finance expense
Pendapatan klaim asuransi 9 - 2.100.472.800 Gain from insurance claim
Lain-lain - neto 539.630.599 1.312.305.008 Others - net
Beban lain-lain - neto (1.512.023.130 ) (15.501.212.483 ) Other expense - net
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 115.531.892.914 51.194.844.074
INCOME BEFORE INCOME TAX EXPENSE
MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN 2i
INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE)
Kini 12c (7.375.425.590 ) - Current
Tangguhan 12d 4.308.833.340 - Deferred
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN - NETO (3.066.592.250 ) -
INCOME TAX EXPENSE - NET
LABA TAHUN BERJALAN 112.465.300.664 51.194.844.074 INCOME FOR THE YEAR
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi pada
periode berikutnya:
Items that will not be reclassified to profit or
loss insubsequent period:
Pengukuran kembali
liabilitas imbalan kerja 2m,15 8.296.526 (794.180.446 )
Remeasurement of employee benefits
liabilities
Beban pajak penghasilan terkait 2i,12d (1.825.236 ) -
Related income tax expense
TOTAL PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN 6.471.290 (794.180.446 )
TOTAL OTHER COMPREHENSIVE
INCOME (LOSS)
TOTAL LABA
KOMPREHENSIF 112.471.771.954 50.400.663.628
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
LABA PER SAHAM
DASAR 2q,23
BASIC EARNINGS PER SHARE
Dasar 33,00 22,93 Basic
Dilusian 30,40 21,34 Diluted
Catatan/
Notes
Modal Saham/
Share Capital
Additional Paid-in Capital
Dicadangkan/
Appropriated
Dicadangkan/
Unappropriated
Total Ekuitas/
Total Equity Saldo
1 Januari 2020 135.000.000.000 27.500.000 22.306.937.716 42.023.872.665 199.358.310.381
Balance as of January 1, 2020
Dampak penerapan PSAK 71 5 - - - (3.661.000.000 ) (3.661.000.000 ) Effect of adoption of PSAK 71
Saldo 1 Januari 2020
(setelah penyesuaian) 135.000.000.000 27.500.000 22.306.937.716 38.362.872.665 195.697.310.381
Balance as of January 1, 2020
(as adjusted)
Laba tahun berjalan - - 51.194.844.074 51.194.844.074 Income for the year
Penerbitan saham melalui
penawaran umum perdana 16,17 35.000.000.000 38.500.000.000 - - 73.500.000.000
Issuance of shares through initial public offering Penerbitan saham melalui
pelaksanaan waran 16,17 121.835.100 185.189.352 - - 307.024.452
Issuance of shares through warrants exercised
Biaya penerbitan saham 17 - (3.009.000.000 ) - - (3.009.000.000 ) Share issuance cost
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain:
Other comprehensive income(loss):
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja
jangka panjang 2m,15 - - - (794.180.446 ) (794.180.446 )
Remeasurement of long-term employee
benefits liabilities Saldo
31 Desember 2020 170.121.835.100 35.703.689.352 22.306.937.716 88.763.536.293 316.895.998.461
Balance as of December 31, 2020
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Saldo Laba/
Retained Earnings
Catatan/
Notes
Modal Saham/
Share Capital
Tambahan Modal Disetor/
Additional Paid-in Capital
Dicadangkan/
Appropriated
Belum Dicadangkan/
Unappropriated
Total Ekuitas/
Total Equity Saldo
1 Januari 2021 170.121.835.100 35.703.689.352 22.306.937.716 88.763.536.293 316.895.998.461
Balance as of January 1, 2021
Laba tahun berjalan - - - 112.465.300.664 112.465.300.664 Income for the year
Pencadangan laba ditahan - - 100.000.000 (100.000.000 ) -
Retained earnings appropriation Penerbitan saham melalui
pelaksanaan waran 16,17 501.020.400 1.322.535.808 - - 1.823.556.208
Issuance of shares through warrants exercised Penghasilan (rugi)
komprehensif lain: 18
Other comprehensive income(loss):
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja
jangka panjang 2m,15 - - - 8.296.526 8.296.526
Remeasurement of long-term employee
benefits liabilities Beban pajak penghasilan
terkait 2i,12d - - - (1.825.236 ) (1.825.236 )
Related income tax expense Saldo
31 Desember 2021 170.622.855.500 37.026.225.160 22.406.937.716 201.135.308.247 431.191.326.623
Balance as of December 31, 2021
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan The accompanying notes form an integral part of these
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 382.387.275.758 237.402.460.503 Receipts from customers
Pendapatan keuangan 988.105.448 563.702.664 Finance income received
Pembayaran kepada: Payment to:
Pemasok (180.188.746.294 ) (137.918.264.447 ) Suppliers
Karyawan (27.753.047.257 ) (25.281.085.240 ) Employees
Pembayaran beban keuangan 22 (27.357.348.296 ) (33.308.084.524 ) Payment of finance expenses Pembayaran beban usaha (34.882.214.216 ) (18.182.150.740 ) Payment for operating expenses Pembayaran pajak penghasilan (5.544.857.213 ) (3.537.043.694 ) Payment of income taxes Penerimaan dari klaim asuransi 9 - 2.100.472.800 Receipts from insurance claim Penerimaan dari kegiatan
operasional lainnya 449.988.181 15.724.736.462
Receipts from other operating activities
Kas Neto yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 108.099.156.111 37.564.743.784
Net Cash Obtained from Operating Activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Penambahan uang muka pembelian
aset tetap 8 (37.539.607.193 ) (1.025.300.000 )
Additions to advances for purchase of property and
equipment
Perolehan aset tetap 9 (227.444.000 ) (684.253.000 )
Acquisition of property and equipment
Kas Neto yang Digunakan
untuk Aktivitas Investasi (37.767.051.193 ) (1.709.553.000 )
Net Cash Used in Investing Activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerbitan saham melalui
pelaksanaan waran 16 1.823.556.208 307.024.452
Proceeds from issuance of shares through warrants
exercised
Pembayaran utang bank (75.527.757.444 ) (27.946.968.198 ) Payment of bank loan
Pembayaran porsi pokok
liabilitas sewa 14 (457.344.385 ) (420.408.783 )
Payment of principal portion of lease liabilities Penerbitan saham melalui
penawaran umum perdana 17 - 73.500.000.000
Proceeds from issuance of shares through initial public
offering
Pembayaran utang pihak berelasi - (42.628.660.067 ) Payment to related parties
Pembayaran biaya emisi
saham perdana 17 - (2.768.781.113 )
Payment of initial public offering shares issuance
cost
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan (74.161.545.621 ) 42.206.291
Net Cash Obtained from (Used in) Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN BANK (3.829.440.703 ) 35.897.397.075
NET INCREASE (DECREASE) IN CASH ON HAND AND
IN BANKS
KAS DAN BANK PADA
AWAL TAHUN 44.586.893.073 8.689.495.998
CASH ON HAND AND IN BANKS AT BEGINNING
OF THE YEAR
KAS DAN BANK PADA
AKHIR TAHUN 4 40.757.452.370 44.586.893.073
CASH ON HAND AND IN BANKS AT END OF
THE YEAR
Pengungkapan tambahan laporan arus kas disajikan pada Catatan 27.
Supplementary information for cash flows is presented in Note 27.
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (“Perusahaan”)
didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 53 tanggal 25 Mei 2011 dari Muhammad Faried Zain, S.H., M.H., notaris di Banjarmasin. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-28173.AH.01.01.TAHUN 2011 tanggal 6 Juni 2011 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 74 tanggal 14 September 2012, Tambahan No. 49118.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 66 tanggal 10 Agustus 2020 dari Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., notaris di Jakarta, terkait perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka dan POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik. Perubahan ini telah disampaikan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03- 0381388.TAHUN 2020 tanggal 2 September 2020.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan, Berita Negara terkait perubahan ini masih dalam proses penyelesaian.
PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (the
“Company”) was established based on Notarial Deed No. 53 dated May 25, 2011 of Muhammad Faried Zain, S.H., M.H., notary in Banjarmasin. The Deed of Establishment has been approved by the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision letter No. AHU- 28173.AH.01.01.TAHUN 2011 dated June 6, 2011, and was published in State Gazette No. 74 dated September 14, 2012, Supplement No. 49118.
The Company‟s Articles of Association has been amended several times, most recently through Notarial Deed No. 66, dated August 10, 2020, of Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notary in Jakarta, regarding the revision of the Company‟s Articles of Association to conform with Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 15/POJK.04/2020 concerning Planning and Conducting of General Meeting of Shareholders of Public Companies and POJK No. 16/POJK.04/2020 concerning the Planning and Conducting of General Meeting of Shareholders of Public Companies Electronically. The amendment have been received and recorded by the Ministry of Law and Human Rights in its letter No. AHU-AH.01.03- 0381388.TAHUN 2020 dated September 2, 2020.
As of the date of the financial statements, the State Gazette in relation to these changes is still in process.
Berdasarkan pernyataan keputusan pemegang saham yang diaktakan di depan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., No. 37 pada tanggal 7 Agustus 2019, yang berisi perubahan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan yang menjadi ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang jasa angkutan laut dalam negeri tramper untuk barang.
Based on the Statement of Shareholders‟ decision which was notarized by Notarial Deed No. 37 of Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., dated August 7, 2019, in accordance with Article 3 of the Company‟s Articles of Association, the scope of its activities is to engage in tramper domestic sea freight for goods service.
Perusahaan berdomisili di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan kantor pusat beralamat di Jalan Pelabuhan Ferry, RT 005/RW 001, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
The Company is domiciled in Batulicin, Tanah Bumbu District, and its office is located at Jalan Pelabuhan Ferry, RT 005/RW 001, Batulicin, Tanah Bumbu, South Kalimantan.
Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2012.
The Company started its commercial operations in 2012.
Entitas induk langsung Perusahaan adalah PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi, sedangkan entitas induk utama Perusahaan adalah PT Batulicin Enam Sembilan, keduanya beroperasi dan berdomisili di Indonesia.
The Company‟s immediate parent company is PT Batulicin Enam Sembilan Transportasi, and its ultimate parent company is PT Batulicin Enam Sembilan, both incorporated and domiciled in Indonesia.
Berdasarkan Akta Notaris No. 39 dari Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., tanggal 10 Februari 2020, para pemegang saham menyetujui rencana Penawaran Umum Saham Perdana Biasa kepada masyarakat melalui pasar modal serta melakukan pencatatan saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
Based on Notarial Deed No. 39 dated February 10, 2020 of Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., the shareholders approved the Initial Public Offering of Ordinary Shares through capital market and listing of the Company‟s shares on the Indonesia Stock Exchange.
Perusahaan telah menerima Surat Pernyataan Efektif dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan surat No. S-84/D.04/2020 tanggal 28 Februari 2020 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 700.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 50 per saham dengan harga penawaran Rp 105 per saham dan 350.000.000 Waran Seri I dengan nilai nominal Rp 50 per saham dengan harga penawaran Rp 126 per saham. Saham-saham tersebut seluruhnya telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia tanggal 9 Maret 2020.
The Company has received the Notice of Effectivity from Executive Head of Capital Market Supervisory on behalf of the Board of Commissioners of Financial Service Authority (OJK) No. S-84/D.04/2020 dated February 28, 2020 to conduct initial public offering of 700,000,000 ordinary shares with par value of Rp 50 per share, at an offering price of Rp 105 per share and 350,000,000 Series I warrants with par value of Rp 50 per share, at an offering price of Rp 126 per share. The shares were listed in the Indonesia Stock Exchange on March 9, 2020.
Dana yang diperoleh Perusahaan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham, setelah dikurangi dengan beban-beban emisi sebesar Rp 70.491.000.000 akan dipergunakan untuk meningkatkan modal kerja, membayar utang Perusahaan, membayar utang bank dan pengembangan dan pembelian kapal baru.
Proceeds received by the Company from Initial Public Offering, net of stock issuance cost amounting to Rp 70,491,000,000 will be used to increase working capital, pay the Company's debts, pay bank loans and purchase new vessels.
Pada tanggal 31 Desember 2020, semua saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
As of December 31, 2020, all of the Company‟s shares are listed in the Indonesia Stock Exchange.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Commitee, and Employees
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, susunan Dewan Komisaris berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham No. 5 tanggal 2 Desember 2019 dari Christina Dwi Utami S.H., M. Hum., M.Kn., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2021 and 2020, the composition of the Company‟s Board of Commissioners based on the Company‟s Shareholders Decision Statement No. 5 dated December 2, 2019 of Christina Dwi Utami S.H., M. Hum., M.Kn., notary in Jakarta, are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Sarman Simanjorang President Commissioner
Komisaris Muhammad Bahruddin Commissioner
Komisaris Independen Sumarwoto Independent Commissioner
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, susunan Direksi berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham No. 132 tanggal 14 Oktober 2019 dari Christina Dwi Utami S.H., M. Hum., M.Kn., notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2021, and 2020, the composition of the Company‟s Board of Directors based on the Company‟s Shareholders Decision Statement No. 132 dated October 14, 2019 of Christina Dwi Utami S.H., M. Hum., M.Kn., notary in Jakarta, are as follows:
Direksi Directors
Direktur Utama Wisnu Wahyudin Pettalolo President Director
Direktur Yuliana Director
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan (lanjutan)
c. Boards of Commissioners and Directors, Audit Commitee, and Employees (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2021 and 2020, the composition of the Company‟s Audit Committee are as follows:
Ketua Sumarwoto Chairman
Anggota Arifin M. Sibarani Member
Anggota David Member
Pada tanggal 31 Desember 2021, berdasarkan Surat Keputusan Tentang Pengangkatan Sekretaris Perusahaan No. 096/BNM-PST/IV/2021, Sekretaris Perusahaan adalah Puti Aurelia Diandra.
As of December 31, 2021, based on the Statement of Appointment of Corporate Secretary No. 096/BNM-PST/IV/2021, the Company‟s Coporate Secretary is Puti Aurelia Diandra.
Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Perusahaan memiliki 259 dan 224 karyawan tetap (tidak diaudit).
As of December 31, 2021, and 2020, the Company has 259 and 224 permanent employees, respectively (unaudited).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan d. Completion of the Financial Statements Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2021 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direktur Perusahaan pada tanggal 26 April 2022.
Direktur Perusahaan yang menandatangani Surat Pernyataan Direktur bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut.
The financial statements as of December 31, 2021 and for the year ended are completed and authorized for issuance by the Company‟s Board of Directors on April 26, 2022. The Company‟s Directors who signed the Directors„ Statement is responsible for the fair preparation and presentation of such financial statements.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan a. Basis of Preparation of Financial Statements
Laporan keuangan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk disusun disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
The financial statements of PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk have been prepared in accordance with financial accounting standards in Indonesia that is
“Standar Akuntansi Keuangan” (SAK), which comprise the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Statement of Financial Accounting Standard (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (DSAK-IAI) and regulations of capital market regulator for entities under its control.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan- catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2021.
The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those made in the preparation of the Company‟s financial statements for the year ended December 31, 2020, except for the adoption of several amended SAKs.
As disclosed further in the relevant succeeding Notes, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, 2021.
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan) a. Basis of Preparation of Financial Statements (continued)
Laporan keuangan kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep harga historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
The financial statements, except for statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies for those accounts.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statement of cash flows is prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing, and financing activities.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
The presentation currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah, which is the Company‟s functional currency.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah.
In order to provide further understanding of the financial performance of the Compay, due to the significance of their nature or amount, several items of income or expense have been shown separately.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi.
Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.
The preparation of financial statements in conformity with financial accounting standards in Indonesia requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires management to exercise its judgment in the process of applying the Company‟s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3.
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
b. Standards, Amendments/Improvements and Interpretations to Standards Issued not yet Adopted
Standar dan interpretasi standar akuntansi baru tertentu telah dikeluarkan tetapi tidak wajib diterapkan pada tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan. Perusahaan telah mengkaji dampak dari standar dan interpretasi tersebut sebagaimana dijabarkan di bawah ini:
Certain new accounting standards and interpretations have been published that are not mandatory for the year ended December 31, 2021 and have not been early adopted by the Company.The Company has assessed the impact of these new standards and interpretations as set out below:
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”
- Amendments to PSAK 1, “Presentation of Financial Statements”
Amendemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa kewajiban diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1 perihal 'penyelesaian' liabilitas.
The narrow-scope amendments to PSAK 1 clarify that liabilities are classified as either current or non-current, depending on the rights that exist at the end of the reporting period.
Classification is unaffected by the expectations of the entity or events after the reporting date (i.e. the receipt of a waiver or a breach of covenant). The amendments also clarify what PSAK 1 means when it refers to the „settlement‟
of a liability.
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG
SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan (lanjutan)
b. Standards, Amendments/Improvements and Interpretations to Standards Issued not yet Adopted (continued)
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan
Keuangan” (lanjutan) - Amendments to PSAK 1, “Presentation of
Financial Statements” (continued) Amendemen tersebut dapat memengaruhi
klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk beberapa liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.
The amendments could affect the classification of liabilities, particularly for entities that previously considered management‟s intentions to determine classification and for some liabilities that can be converted into equity.
Standar ini harus diterapkan secara retrospektif sesuai dengan persyaratan normal dalam PSAK 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”.
Amendemen tersebut akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan penerapan lebih awal diizinkan.
They must be applied retrospectively in accordance with the normal requirements in PSAK 25, “Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors”.
The amendments will become effective on January 1, 2023 and earlier application is permitted.
- Amendemen PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi: Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak”
- Amendments to PSAK 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets:
Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the Contracts”
Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.
These amendments clarify the cost of fulfilling a contract when assessing whether a contract is onerous.
Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri dari:
1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut; dan
2. Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.
The amendments to PSAK 57 specify that the cost of fulfilling a contract comprises the costs that relate directly to the contract. Costs that relate directly to a contract consist of:
1. Incremental costs of fulfilling that contract;
and
2. Allocation of other costs that relate directly to fulfilling contracts.
Amendemen PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi:
Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak” akan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan.
The amendments to PSAK 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets:
Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the Contracts” will become effective on January 1, 2022 and earlier application is permitted.
- Penyesuaian Tahunan 2020 (efektif pada tanggal 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan)
• PSAK 71, “Instrumen Keuangan”
• PSAK 73, “Sewa”
- 2020 Annual Improvements (effective on January 1, 2022 and earlier application is permitted)
• PSAK 71, “Financial Instruments”
• PSAK 73, “Leases
Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan (lanjutan)
Interpretations to Standards Issued not yet Adopted (continued)
- PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan (efektif pada tanggal 1 Januari 2023)
- PSAK 16 (Amendment) Property, Plant and Equipment: Proceeds before Intended Use (effective on January 1, 2023)
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari penerimaan dari penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan. Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena itu harus diakui dalam laba rugi.
The amendments prohibit an entity from deducting from the cost of a property, plant and equipment the proceeds received from selling items produced by the property, plant and equipment before it is ready for its intended use.
The sales proceeds would have met the revenue definition and therefore should be recognized in profit or loss.
Perusahaan sedang menganalisa dampak penerapan standar akuntansi dan interpretasi tersebut di atas terhadap laporan keuangan Perusahaan.
The Company is still assessing the impact of these accounting standards and interpretations on the Company‟s financial statements.
c. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
c. Current and Non-current classification
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. Suatu aset disajikan lancar bila:
The Company presents assets and liabilities in the statement of financial position based on current/non-current classification. An asset is current when it is:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
i) expected to be realized or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle, ii) held primarily for the purpose of trading, iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
iii) expected to be realized within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
All other assets are classified as non-current.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila: A liability is current when it is:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal, ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
i) expected to be settled in the normal operating cycle,
ii) held primarily for the purpose of trading, iii) due to be settled within 12 months after the
reporting period, or
iv) there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting period.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
All other liabilities are classified as non-current.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.
Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.
d. Kas dan Bank d. Cash on Hand and in Banks
Kas dan bank dalam laporan posisi keuangan terdiri dari kas yang tidak dijaminkan atau dibatasi penggunaannya dan memiliki risiko tidak signifikan terhadap perubahan nilai.
Cash on hand and in banks in the statement of financial position consist of cash which are neither pledged as collateral nor restricted for use and are subject to an insignificant risk of changes in value.
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
e. Instrumen Keuangan e. Financial Instruments
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
The Company classifies financial instruments into financial assets and financial liabilities. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity.
Klasifikasi Classification
(i) Aset Keuangan (i) Financial Assets
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (FVOCI), dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Financial assets are classified, at initial recognition, and subsequently measured at (i) amortized cost, (ii) fair value through other comprehensive income (FVOCI) and (iii) fair value through profit or loss (FVTPL).
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
The Company measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(a) The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows; and
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
(b) The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen utang pada FVOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
The Company classifies debt instruments at FVOCI if both of the following conditions are met:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan;
dan
(a) The financial asset is held within a business model with the objective of both holding to collect contractual cash flows and selling; and
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
(b) The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.
Pada saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
At initial recognition, the Company may make an irrevocable choice to present equity instruments that are not held for trading at fair value through other comprehensive income.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Other financial assets that do not meet the requirements to be classified as financial assets measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income, are classified as measured at fair value through profit or loss.
e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued)
Klasifikasi (lanjutan) Classification (continued)
(i) Aset Keuangan (lanjutan) (i) Financial Assets (continued)
Saat pengakuan awal Perusahaan dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”.
At initial recognition, the Company can make an irrevocable determination to measure assets that meet the requirements to be measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income at fair value profit or loss, if the determination eliminates or significantly reduces the measurement or recognition inconsistencies (sometimes referred to as “accounting mismatch”.
Aset keuangan Perusahan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
The Company‟s financial assets consist of cash on hand and in banks, trade receivables and other receivables classified as financial assets at amortized cost.
The Company has no financial assets measured at fair value through profit or loss and other comprehensive income.
(ii) Liabilitas Keuangan (ii) Financial Liabilities
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
The Company classifies its financial liabilities, at initial recognition, as: (i) financial liabilities at fair value through profit or loss (FVTPL) or (ii) financial liabilities measured at amortized cost.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank dan liabilitas sewa yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
The Company‟s financial liabilities consist of trade payables, other payables, accrued expenses, short-term employee benefits liabilities, bank loan and lease liabilities, that are classified as financial liabilities measured at amortized cost. The Company has no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.
Pengakuan dan Pengukuran Recognition and Measurement
(i) Aset Keuangan (i) Financial Assets
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
The classification of financial assets at initial recognition depends on the financial asset‟s contractual cash flow characteristics and the Company‟s business model for managing them. With the exception of trade receivables that do not contain a significant financing component of for which the Company has applied the practical expedient, the Company initially measures a financial asset at its fair value plus transactions costs.
Trade receivables that do not contain a significant financing component or which the Company has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72.
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan) Recognition and Measurement (continued)
(i) Aset Keuangan (lanjutan) (i) Financial Assets (continued)
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or FVOCI, it needs to give rise to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding.
This assessment is referred to as the solely payments of principal and interest (SPPI) testing and it is performed at instrument level.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
The Company‟s business model for managing financial assets refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Company commits to buy or sell the asset.
Pengukuran aset keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
The measurement of financial assets depends on their classification as follows:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Financial assets at amortized cost (debt instruments)
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan.
This category is the most relevant to the Company.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate (EIR) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired.
(ii) Liabilitas Keuangan (ii) Financial Liabilities
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Issued financial instruments or their components, which are not classified as financial liabilities at FVTPL are classified as other financial liabilities, where the substance of the contractual arrangements results in the Company having an obligation either to deliver cash or another financial asset to the holder, or to satisfy the obligation other by the exchange of a fixed amount of cash or another financial asset for a fixed number of own equity shares.
e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan) Recognition and Measurement (continued) (ii) Liabilitas Keuangan (lanjutan) (ii) Financial Liabilities (continued)
Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
The measurement of financial liabilities depends on their classification as follows:
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
a. Financial liabilities at amortized cost
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE.
Amortisasi metode SBE diakui sebagai biaya pendanaan pada laba rugi.
This is the category most relevant to the Company. After initial recognition, loans and borrowings are subsequently measured at cost using the EIR method. Gains and losses are recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the amortization process using the EIR method. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included as finance costs in profit or loss.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan Offsetting of Financial Instruments Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus
dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount reported in the statement of financial position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.
The fair values of financial instruments that are actively traded in organized financial markets, if any, are determined by reference to quoted market bid or ask prices at the close of business at the end of the reporting period.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm‟s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama;
analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
For financial instruments where there is no active market, fair value is determined using valuation techniques. Such techniques may include using recent arm‟s length market transactions; reference to the current fair value of another instrument that is substantially the same; discounted cash flow analysis; or other valuation models.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
When the fair value of the financial instruments not traded in an active market cannot be reliably determined, such financial assets are recognized and measured at their carrying amounts.