- .
KINETIKA
KRISTALISASI
LARUTAN KALIDM SULFATIr. Arif Jumari,
M.Sc.·>,
Goemarang Moertanto .. >dan SriNugroho Nursigit
··>·>
Stap Pengajar
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS··> Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNS
Abstract :
Crystallization
is oneof
the most importantseparation
processes. To able todesign crystallization
processcrystallization
kinetic data must be available. These kinetic data can be obtainedfrom
either literature orerperimentt.
The
objectives of
experiment was to determine the valuesof crystallization
kinetic parameters, i.e.,frequency factor (Kg.a),
activation energy(Eg)
andcrystallization order(g) for potassium sulphate
in solventof
water. The variableswere temperature
(10,
20 and3ll°C)
andagitator speed (200
and ./00rpm).
Theexperiments
were caried out usingagitated
batchcrystallizer.
The result of the experiment indicated that frequency factor(Kg_a)
was affected by agitatorspeed
and the others wereindependent from agitator speed
and temperatur. The valueof Kg.o for
200 and ./00 rpmwere 24.5662
minute"
and 28.1357minute", respetively.
The valueof Eg
and g were 1-1.-1529 k.Jmol'
and 1.2-191.Keywords
:crystallization, crystalization
kinetic,potassium sulphate, frequency factor,
activation energy,crystallization
orderPENDAHULUAN
Kalium sulfat
merupakan
senyawa yang sangatpenting
yangdigunakan
dalambidang pertanian. Sering digunakan
dalampemupukan, khususnya
untuktanaman-tanaman
seperti
tembakau,semangka,
buahanggur,
jeruk,
dankentang (Tsui, 2004).
Kalium sulfat
(K2S04)
atauSulphate of
Potash(SOP)
adalahpupuk
rendah kJorida yangpaling populer
di dunia. Kombinasi dari kalium
(50%K20)
danbelerang (18%) menjadikan
SOPsebagai
nutrien yang berkonsentrasitinggi,
yang sangatberguna bagi
tanaman.
Sulphate of
Potash memiliki indeks kadargaram yang rendah,
sehingga
sangat amanbagi
lahanyang memiliki resiko kerusakan akibat penggaraman.
SOP
dapat
memberikanpeningkatan
hasil panen danmutu. Dan
juga dapat
membuat tanaman lebih tahanterhadap kekeringan,
hama danpenyakit (Tessenderlogroup, 2004).
Kristalisasi dari larutan sangat
penting
dalamindustri karena
banyaknya
ragam bahan yangdipasarkan
dalam bentuk kristal. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: kristal yang terbentuk dari larutan yang tak- murni selalu mumi
(kecuali jika terjadi pembentukan
kristal
campuran),
dan kristalisasimerupakan
metodeyang
praktis
untukmendapatkan
bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat pengemasan danpenyimpanan (Mc
Cabeet.al., 1993).
Di dalam proses
kristalisasi,
data-data kinetik kristalisasimerupakan
ha! yangpenting
untukmendesain alat
pengkristal (crystallizer)
yangoptimal,
atau
mengevaluasi unjuk kerja (performance)
daricrystallizer
yang ada. Data-data kinetika kristalisasi tersebuthanya dapat diperoleh
melaluipenelitian.
Selanjutnya
data-data kinetik kristalisasi inidapat dipergunakan
untuk menentukanlaju pembentukan
danpertumbuhan
kristal yangpada gilirannya dapat
menentukan desain dan kondisi
operasi crystallizer.
Kinetika kristalisasi ini
dipengaruhi
konsentrasikesetimbangan
dari larutan(solubility)
yangdipengaruhi
oleh temperatur dan konsentrasi larutan. Dalam
penelitian
ini kedua variabel tersebut akan dievaluasiuntuk
mendapatkan
data-data kinetika kristalisasi larutan kalium sulfatpada berbagai
temperatur dan putaranpengadukan.
DASARTEORI
Kristalisasi ialah
peristiwa pembentukan partikel- partikel
zatpadat
di dalam suatu fasehomogen.
Kristalisasi
dapat terjadi sebagai pembentukan partikel padat
di dalam uap,seperti
dalam halpembentukan salju; sebagai pembekuan (solidification)
di dalamlelehan cair
sebagaimana
dalampembuatan
kristaltunggal
yangbesar;
atausebagai
kristalisasi dari larutan cair(Mc
Cabe et.al.,1993).
Menurut
Nyvilt (1985),
proses kristalisasidapat dibagi menjadi tahap-tahap
dasarsebagai
berikut :Perpindahan
zat dari larutan kelapisan
difusi.Difusi zat melewati
lapisan
difusi.Penggabungan partikel
zat ke kristal.Pembuangan
panas yangterjadi
selamapertumbuhan
kristal dari kristal ke larutan induk.Kecepatan pertumbuhan
kristal total ditentukanoleh
kecepatan
terendah darimasing-masing
proses di atas.Yang sering terjadi kecepatan pertumbuhan
kristaltotal ditentukan oleh
kecepatan
difusi zat melaluilapisan
difusi atau
kecepatan penggabungan partikel
zat kekristal.
Kecepatan pertambahan
massa kristaldapat
disamakan
dengan kecepatan
difusi melaluilapisan
difusi
dengan
persamaan :-
dm
c
= D. A
de
( 1)
dt C dx
dimana:
D :Koefisien difusi
Ac : Luas
permukaan
kristalUntuk kasus satu dirnensi,
ketergantungan
konsentrasiterhadap jarak
daripermukaan
kristal olehNyvilt ( 1985) digambarkan
secara skematikpada gambar
1,sebagai
berikut :Gambar 1. Profil
hubungan
koosentrasidengan pertumbuban
kristal.Hubungan
konsentrasi danposisi
di dalamlapisan
difusidapat
dituliskansebagai
berikut :dC C - Ck
-=
(2)
dx 8
Ck
:Konsentrasi zatpada permukaan
kristalC Konsentrasi zat
pada
larutansupersaturasi
<5
:Ketebalanlapisan
difusisubstitusi persamaan
(2)
ke persamaan(I) diperoleh:
-
d:
C =kdAc(c
- Ck)···(3)
dimana ej=
%
Kecepatan penggabungan partikel
zat kepermukaan
kristaldapat
didekati oleh persamaan:-
'";t'
= kIA,(C k - C ,q ); ...•...•••...•••(4)
untuk i = 1 kombinasi persamaan
(3)
dan(4)
menghasilkan
Metode yang biasa
digunakan
:•
Menggunakan mikroskop (pada
awal dan akhireksperimen).
•
Menggunakan travelling
microscope,dengan
pengamatan secara kontinu selamaeksperimen.
•
Pengukuran menggunakan
screw micrometer.• Metode lain dimana
laju pertumbuhan
kristal linierdihitung
daripengukuran
kenaikan massa atauvolume.
b)
Metodepengukuran
tidaklangsung
berdasarkan data eksperimen selain lajupertumbuhan.
Misalnya:•
Pengukuran pada agitated
batchcrystallizer,
dimana kenaikan massa
suspensi
kristal diukur.•
Pengukuran pada
continuous MSMPR(Mixed Suspension,
Mixed ProductRemoval) crystallizer.
•
Pengukuran
penurunansupersaturasi pada
sistemisotermal yang terisolasi.
PELAKSANAAN PENELITIAN
Bahan baku yang
digunakan
dalampenelitian
iniadalah Kalium Sulfat dan bibit kristal
gula
sertaaquades sebagai pelarut
.Alat-alat yang
digunakan
dan susunannyadapat
dilihatpada gambar
2Beda konsentrasi larutan
dengan
konsentrasijenuhnya
Waktu kristalisasi Faktor frekuensi
Energi
aktivasiTetapan
gasTemperatur
kristalisasi Orde kristalisasit
Kg,O
EG R
T g
Metode Penentuan Kinetika Kristalisasi Secara Tidak
Langsung
Penentuan secara tidak
langsung
didasarkanpada pengukuran
konsentrasiterhadap
waktu kristalisasi di dalameksperimen.
Masadeposit
akibat kelahiran kristalbaru diabaikan.
Dengan
demikian kinetika kelahiran kristal baru tidakdapat diperkirakan
danpertumbuhan
kristaldianggap sebagai
proses yang dominan dalam kristalisasi. Makaperubahan supersaturasi
samadengan perubahan
massa kristal dandapat
dituliskan :dm
, d6.C
-=--
(10)
dt dt
persamaan
(10)
ke persamaan(9) diperoleh
-
dt,,.C
= K
o
exp(- Ea )t,,.Cg (11)
dt g, RT
dimana:
sc
-
dm
'
= k A 6.C
(5)
d! G
• c:
dengan _I_
=_I_+ _1_
k0 kd
k,Bila kdlebih besar dari k,
kecepatan pertumbuhan
kristal ditentukan oleh
kecepatan difusi, sebaliknya
bilakd
lebih kecilk, kecepatan pertumbuhan
kristalditentukan oleh
kecepatan penggabungan partikel
zat kepermukaan
kristal.Untuk i = 2, kombinasi persamaan
(3)
dan(4) menghasilkan
:dm
, l
(
2k1(4kJ )i, (6)
--= A
--ll+-l!.C-
-l!.C+IJ
dt
'k1/1
kJ kl/».
dimana:
me Massa kristal
kl Konstanta
kecepatan penggabungan
partikel
zat kepermukaan
kristalkd Konstanta
kecepatan
difusikG Konstanta
kecepatan gabungan
Persamaan
(6) dapat
didekati oleh persamaan yang sederhana(Nyvlt, 1985) sebagai
berikut :-
dm
c
= K .t:,.C g
dt g
...
(7)
dengan
konstantaKg
=kn A;Konstanta
Kg
tergantungpada
temperatur dankonstanta tersebut sesuai
dengan
persamaan Arrheniusuntuk
memperoleh
persamaan umumkecepatan
pertumbuhan
kristalsebagai fungsi
temperatur.Kg
= K g,o exp(
-!; )
...
(8)
Substitusi persamaan
(8)
ke persamaan(7) diperoleh:
-
d:
c = K g,o exp(- !; )t:,.c
8...
(9)
Metode
Pengukuran Laju
Pertumbuhan KristalPada pnnsrpnya, metode
pengukuran laju
pertumbuhan
kristaldapat dibagi menjadi
dua cara,yaitu
secara
langsung (direct method)
dan tidaklangsung
(indirect method) (Nyvilt et.al, 1985)
:a) Pengukuran langsung laju pertumbuhan
kristallinier.
HASlL DAN PEMBAHASAN
Graftk Standar Konsentrasl Kallum Sulfat
Terhadap Konduktlvltas HASlL PENELITIAN
Pada
gambar
3ditunjukkan
kurvahubungan
antara konduktivitas dan konsentrasi larutan kalium sulfat dalam aironsentrast renu arutao mm su
Temperatur (°C) Konsentrasi (l?!L)
10 92.2
20 111.l
30 129.7
Untuk
pengolahan
data,diperlukan
data bedakonsentrasi
(
?C), yaitu
selisih konsentrasidengan
konsentrasijenuhnya pada
temperatur tertentu. Dari tabel 1 dan 2diperoleh
? C yangdapat
dilihatpada
tabel 3.
Tabel 3. Beda Konsentrasi larutan kalium sulfat
pada berbagai
temperatur daokecepatao
putarpeogadukan
Wak Beda Konsentrasi Larutan Kalium Sulfat
(g/L)
tu untuk Ternperatur:
(me 200rpm 400mm
nit) 10°c 20°c 30°c 10°c 20°c 30°c
0 5.0000 5.0000 5.0000 5.0000 5.0000 5.0000
5 2.7832 3.0153 3.3598 2.5019 2.9215 3.1722
10 1.7516 1.8899 2.3281 1.5640 1.7023 2.2344
15 1.0951 1.3271 1.5779 0.9075 1.3271 1.4841
20 0.7199 0.9520 1.3903 0.6262 0.9520 1.3903
25 0.5324 0.6707 1.0152 0.5324 0.5769 0.8276
30 0.4386 0.5769 0.8276 0.3448 0.4831 0.7338
35 0.3448 0.4831 0.6400 0.2510 0.3893 0.5462
40 0.2510 0.3893 0.5462 0.1572 0.2955 0.3587
Konsentrasi
jenuh
larutan kalium sulfatpada
temperatur antara IOsampai
30°C menurut Dean(1973) dapat
dilihatpada
tabel 2.Tabel 2 K h I kali lfat
penaaduk,
Wak Konsentrasi Larutan Kalium Sulfat (g/L)
tu 200 rpm 400mm
(me 10°c 20°C 30°c 10°c 20°c 30°c
nit)
0 97.20 116.10 134.70 97.20 116.10 134.70
5 94.98 114.12 133.06 94.70 114.02 132.87
10 93.95 112.99 132.03 93.76 112.80 13 l.93
15 93.29 112.43 131.28 93.11 112.43 131.18
20 92.92 112.05 131.09 92.83 112.05 131.09
25 92.73 111.77 130.72 92.73 111.68 130.53
30 92.64 ll l.68 130.53 92.54 l l l.58 130.43
35 92.54 111.58 130.34 92.45 111.49 130.25
40 92.45 111.49 130.25 92.36 111.39 130.06
Data yang
diperoleh
selamaeksperiment dapat
dilihat
pada
tabel 1.Tabet l.Konsentrasi larutao kalium sulfat
pada berbagai
temperatur dao kecepatao putarGambar.3. Hubuogan antara kooduktivitas dao
Konsentrasi Kalium Sulfat (I)
Keterangan gambar
:1. Motor
pengaduk
2. Termometer 3. Labu leher
tiga
4.
Kompor
listrik5. Statif
Gambar.2. Gambar
rangkaian
alat untuk proseskristalisasi
Penelitian dilakukan
dengan
membuat larutankalium suJfat lewat
jenuh. Caranya dengan
memanaskanlarutan
sampai
suhu tertentusampai
semua solut larutsemua kemudian
didinginkan sampai
suhu tertentu.Larutan kemudian dimasukkan ke dalam reaktor .
Kristalisasi dimulai
dengan
memasukkan bibit kristal kalium sulfat.Setiap selang
waktu tertentusampel
larutan diambil dan ditentukan
konsentrasinya.
Penentuan konsentrasi larutan dilakukan
dengan
caramengukur konduktivitasnya
dandibandingan dengan
kurva standar yang telah dibuat
sebelumnya
..Dari data konsentrasi dan waktu
pada
temperatur dankecepatan
putarpengadukan
tertentu, makadengan menggunakan
bantuan programkomputer
MATLABdapat diperoleh
konstanta-konstanta faktor frekuensi(Kg.a), energi
aktivasi(Er),
dan orde kristalisasi(g) pada
proses kristalisasi larutan kalium sulfat.
(5)
14 -
konHn1rasl (g/100g H20)
02 0.4 0.6
y= 11.707x +0.4517
R'=0.997
0.8 1.2
Dari hasil
pengukuran
konsentrasitiap-tiap sampel
untukmasing-masing
temperatur,diperoleh
databeda konsentrasi larutan dan waktu kristalisasi. Dari data-data tersebut
harga
konstanta-konstanta dalam persamaan(12) dapat
ditentukan untukmasing-masing
temperaturpercobaan.
Untuk
memperoleh
persamaan umum kinetika kristalisasisebagai fungsi
temperatur kristalisasi, konstanta-konstanta yangdiperoleh
diolah sedemikianrupa
sehingga diperoleh
persamaan kinetika kristalisasi kalium sulfatsebagai fungsi
temperatur.waktu, menit
, ...
-....:-...::...-.
I
·:'....::..:.
-:..z. ?- ..._. I
10 15 20 25 30 35
: I
I
I
- - Delta Chitung 10C
'--?---?--·-De?1ta-c_h_itu_n_g_2oc?----'I
-- Delta Chitung30C .\
5
4 ..J
Cl cJ 3i
? :J
I
D
D 5
Gambar 5. Grafik
perbandingan
dChltung terhadap
waktu
pada masing-masing
temperaturpada kecepatan
putar 200 rpm.(a)
15 20 25 30 35 40
waktu, mentt
0 5 10
• Delta C data 10C
- - Delta Chttung 1DC
Dengan menggunakan
bantuan programkomputer
MATLAB,dapat
diketahuiperbandingan
antara d C data
dengan
d C hasilperhitungan pada
masing-masing
temperaturseperti
yang terlihatpada grafik-grafik
berikut ini :• Delta C data 20C
: r
'. - • - • Defta Chttung2DC..J •
?
3i
..(b)
?
C21
".t•1-
.
il • .
" .
...
- ... -·
D
,
D 5 10 15 20 25 30 35 40
waktu, menit
5,
a41
\0 3.
s 2
i
GI
0 1 1
DI
0
• Delta Cdata 10C
- - Delta Ch?ung 10C
(a)
5 10 15 20 25 30 35 40
waktu, menit
(c)
• Delta C data 30C
-·- Delta CMung 3DC
"' Delta C data 30C
-- Delta Chitung30C
(c) (b)
15 20 25 30 35 40
waktu, menit 10
• Delta C data 20C
- - - - Delta CMung 2DC
5
5 5
\
\\
..J 4
'\.
?
3 ....,
(.)
"·,-.._
S 2 '•,
.•
?
_1
---·•.._
•• ?...
I
o?l??????----?40·\I
D 5 10 15 20 25 30 35
waktu, menit
I
Gambar 4. Grafik
perbandingan
dChltung terbadap
waktu
pada kecepatan
putar 200 rpmdan temperatur: :
(a) 10°C; (b)
20°c dan (c) 30°C.D 5 10 15 20 25 30 35 40
waktu, menit
Gambar 4. Grafik
perbandingan
dChitunz terhadap
waktu
pada kecepatan
putar 400 rpm dan temperatur: :(a) 10°C; (b)
20°C dao(c)
30°C.5
:2
41
'ti)
cJ 3 i :!! 2 J
? :i
0 5
- - Defta Chttung10C
• • • • Delta Chihmg20C
-- Delta Chttung30C
10 15 20 25 30 35 40
waktu, menit
Dari
optimasi
parameter kinetikdiperoleh
hasilseperti
terlihatpada
tabel 4 dan tabel 5 berikutTabel 5.
Barga
parameter k.inetik kristalisasipada kecepatan
putar 200 rpmTemperatur Ko.o(
menit")
e, (KJ/mon K10 25.6337 13.6467 1.2951
20 24.6607 14.2837 1.2534
30 23.4043 15.2628 1.2255
Tabel 6. Barga parameter kinetik kristalisasi pada kecepatan putar 400 rpm
Gambar 7. Grafik
perbandingan
dChit>int: terhadap
waktu
pada masing-masing
temperaturpada kecepatan
putar 400 rpm.Temoeratur
Ko0(menif1)
Ea (Kl/mol) K10 29.0194 13.6124 1.2843
20 27.5403 14.5671 1.2682
30 27.8472 15.3447 1.1682
5
..J 4
?3
(.) jll 2
?
0 0
··· ·· ·· ·· Delta Chttung 200rpm
-- Delta Chttung 400rpm
(a)
5 10 15 20 25 30 35 40
waktu, menit
Dari tabel 5 dan tabel 6
dapat dihitung
konstantakinetika kristalisasi
sebagai
berikut:•
Kg.o
rata-ratapada
200 rpm :24.5662menit"
•
Kg.o
rata-ratapada
400 rpm :28.357 menit'•
Eg
rata-rata : 14,4529 KJ/mol• g rata-rata : 1.2491
Dari konstanta-konstanta kinetika kristalisasi tersebut maka
dapat
disusun persamaan kinetika kristalisasisebagai
berikut :• Pada
kecepatan
putar 200 rpm-
ddC
=
24.5662exp(- 14.4529)dc1.2491
dt RT
PEMBAHASAN
Kristalisasi dilakukan
pada
konsentrasi lewatjenuh.
Selama proses kristalisasiterjadi
penurunan konsentrasi. Hal inimenunjukkan
semakinbanyaknya jumlah
kristal yang terbentukdengan berkurangnya
konsentrasi larutan kalium sulfat.Penurunan konsentrasi larutan kalium sulfat ini
akan mendekati konsentrasi
jenuhnya
dan tidakmelampaui
konsentrasijenuhnya hingga
proses kristalisasi berakhir.Pada
gambar (5)
dan(7) tampak
bahwadengan
d C awal yang sama, temperatur
tinggi
memberikanpenurunan d C yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena kelarutan kalium sulfat semakin besar
terhadap
kenaikan temperatur dan semakin kecil
dengan
penurunan temperatur.
Sehingga pada
temperatur yang lebihtinggi
akanmemberikan penurunan d C yang lebih
rendah,
demikian
pula sebaliknya, pada
temperatur yang lebih rendah akan memberikan penurunan d C yang lebihtinggi. Dengan
demikian kalium sulfat lebih mudah terkristalisasipada
suhu yang lebih rendah.Dari
gambar (8)
diketahui bahwa d Cpada kecepatan
putar 200 rpm lebih besardaripada pada
• Pada
kecepatan
putar 400 rpmssc
( 14.4529)12491
-
dt
= 28.1357exl\
- RTsc
35
-- -- -- - Delta Chitung 200rpm
-- Delta Chitung 400rpm
10 15 20 25 30
waktu, menit
5 5
4 ..J
?3
(.)
!!!2
?
0 0
- - - - Delta Chttung 200rpm
5 -- Delta Chttung 400rpm
4
I
..J
?3 (b)
0
:!! 2
I
s
0 '
i
0 5 10 15 20 25 30 35 40
I
waktu, menit
Gambar 8. Grafik
perbandingan
d Cdata dand
Chltung pada masing-masing
kecepatan putarpada
temperatur :(a) 10°C; (b)
20°c dan(c)
30°C.. ,,
kecepatan
putar 400 rpm untuk temperatur yang sama.Hal ini
ditunjukkan
olehharga Kg.a
yang lebih besarpada kecepatan
putarpengadukan
yang lebih besar. Hal inidapat terjadi
karenadengan pengadukan, partikel- partikel
kristal yang sudah terbentuk akan terdistribusisecara merata
(homogen)
ke seluruhbagian
kristalisatormembentuk
suspensi.
Bilakecepatan pengadukan
lebihtinggi,
makasuspensi
yang terbentuk lebihhomogen
danpartikelnya
lebih merata.Dengan tersebamya partikel
kristal ke seluruhbagian
larutan kalium sulfat, akan lebihmempermudah
transfer massa dari larutan ke kristal karenapermukaan
antar
fase-nya
lebih luas. Makin luaspermukaan
antarfase maka makin cepat proses kristalisasi.
Kg.o
adalah faktor frekuensi tumbukan antarmolekul zat terlarut.
Kg.a merupakan
suatu konstantayang
dipengaruhi
olehkecepatan pengadukan
dan tidakdipengaruhi
oleh temperatur.Pada
penelitian
iniKg.a pada kecepatan
putarpengadukan
400 rpm Jebih besar darikecepatan
putarpengadukan
200 rpm.Penyebabnya
adalahpada pengadukan
yang lebih cepat,gerak
molekul zat terlarutlebih cepat,
sehingga
frekuensitumbukannya
lebihbesar.
Orde kristalisasi, g,
besarnya
0,5sampai
2,5(Nyvilt, 1985).
Orde kristalisasipenelitian
ini sudahtennasuk dalam
harga
kisaran tersebut. Orde kristalisasi tidakdipengaruhi
oleh temperatur dangerak
molekul.Orde kristalisasi
hanya dipengaruhi
oleh karakteristik zat terlarut danpelarutnya.
Oleh karena ituharga
ordekristalisasi antara
kecepatan
putarpengadukan
200 rpm dan 400 rpmdapat
disamakan dan diambil rata-ratanya.Eg
adalahenergi
aktivasi,yaitu jumlah energi
minimal yang
diperlukan
untukterjadinya
proses kristalisasi.Harga Eg dipengaruhi
oleh sifat intrinsikyang dimiliki suatu zat dan tidak
dipengaruhi
oleh temperatur sertakecepatan
putarpengadukan.
SARAN
Untuk
mendapatkan
data kinetika kristalisasi yang Iebih akurat,penelitian
kinetika kristalisasidengan
metodelangsung perlu
dilakukan.DAFfAR LAMBANG
D :Koefisien difusi
Ac :Luas
permukaan
kristalCk
:Konsentrasi zatpada permukaan
kristalC :Konsentrasi zat pada larutan
supersaturasi 8
: Ketebalanlapisan
difusime :Massa kristal
kl : Konstanta
kecepatan penggabungan partikel
zat ke
permukaan
kristalkd :Konstanta
kecepatan
difusikG :Konstanta
kecepatan gabungan
!!.C : Beda konsentrasi larutan
dengan
konsentrasijenuhnya
t Waktu kristalisasi
Kg,O
Faktor frekuensiEG
Energi
aktivasiR
Tetapan
gasT
Temperatur
kristalisasig Orde kristalisasi
DAFfAR PUSTAKA
Dean, John A.,
1973, Lange's
Handbookof Chemistry.
11th
edition. McGraw-Hill, New York.McCabe, W., Smith,
J.,and
Harriot, P., 1993, UnitOperation of
ChemicalEngineering, 5tl'ed,
McGraw-Hill, Inc., New York.
Nyvilt,
J.,Sohnel, 0., Matuchova, M.,and Broul,
M.,1985 The Kinetics
of
IndustrialCrystallization,
Elsevier, Amsterdam.KESIMPULAN
Dari hasil
penelitian dapat
ditarikkesimpulan sebagai
berikut:
a.
b.
C.
d.
Besarnya faktor frekuensi
(Kg.a)
dalam proses kristalisasi larutan kalium sulfatdipengaruhi
olehkecepatan
putarpengadukan
dan tidakdipengaruhi
oleh temperatur.
Besarnya
kebutuhanenergi
aktivasi(Eg)
dalamproses kristalisasi larutan kalium sulfat tidak
dipengaruhi
olehkecepatan
putarpengadukan
dantemperatur.
Besarnya
orde kristalisasi(g)
dalam proses kristalisasi Iarutan kalium sulfat tidakdipengaruhi
oleh temperatur dan
kecepatan
putarpengadukan.
Persamaan
kecepatan
kristalisasiyaitu
:• Pada
kecepatan
putarpengadukan
200 rpm:.u«:
( 14.4529)
- -- = 24.5662 exp -
!),.C1.2491
dt RT
• Pada
kecepatan
putarpengadukan
400 rpm:d!),.C
( 14.4529)
- -- = 28.1357 exp -
!),.C1.2491
dt RT
Part-Enander,
E.,Sjonberg,
A.,Melin,
B., andIsaksson,
P.,1996, The MatlabHandbook,
Addison-Wesley,
Harlow.Tsui, C M., 2004, Potassium
Sulphate, http://
www.gzchemweek.com/
lfchem/products/
k2so4.htm