• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

4 2.1. Definisi website

BAB II

LANDASAN TEORI

Website merupakan kumpulan halaman untuk menampilkan informasi teks, gambar diam dan bergerak, animasi, suara , atau gabungan dari semuanya baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk suatu halaman yang saling terkait yang masing-masing dihubungkan dengan halaman-halaman [9]. Website terbagi menjadi dua jenis yaitu website statis dan website dinamis.

2.1.1. Website Statis

Website statis merupakan website yang berisi informasi yang ada didalamnya tidak dimaksud untuk diupdate secara berkala, biasa website jenis ini di-maintain secara manual oleh beberapa orang editor menggunakan software editor.

2.1.2. Website Dinamis

Website dinamis merupakan suatu website yang informasi didalamnya berubah secara berkala. Dapat berhubungan langsung dengan pengguna dengan berbagai cara atau metode, atau bisa juga berinteraksi langsung menggunakan form dan pergerakan mouse. Jika web server mendapat perintah dari pengguna untuk membuka suatu halaman tertentu maka halaman tersebut secara otomatis akan diambil dari media penyimpanan sebagai respon dari permintaan dari pengguna.

Website Persuratan Pengadilan Agama Waingapu termasuk website dinamis dimana website bisa berinteraksi langsung dengan para pegawai.

2.2. Website Persuratan Pengadilan Agama Waingapu

Website persuratan ini berfungsi membantu mengelolah setiap surat masuk dan keluar di kantor Pengadilan Agama Waingapu. Pada gambar 2.1 merupakan halaman utama dari website persuratan Pengadilan Agama Waingapu.

(2)

5

Gambar 2. 1 Halaman Utama Website

Terlihat pada gambar 2.1 ada 9 menu pada halaman utama website yang terdiri dari menu home, surat keluar, penomoran, belum dikirim, register surat masuk, register surat keluar, laporan , pengaturan, dan keluar. Setiap menu memiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu :

a. Menu Home berfungsi sebagai menu yang menampilkan disposisi surat yaitu surat tergolong biasa, surat tergolong penting, surat rahasia, dan surat segera.

b. Menu Surat Masuk berfungsi untuk menyimpan setiap surat yang masuk.

c. Menu Penomoran Berfungsi untuk menunjukkan adanya surat masuk atau surat keluar yang perlu diinput nomor suratnya. Yang berhak atau yang bisa mengakses menu penomoran hanya admin.

d. Menu Belum Dikirim berfungsi untuk menyimpan setiap surat yang telah di upload tetapi belum kirim ke tujuan.

e. Menu Register Surat Masuk berfungsi mendaftarkan surat masuk yang tidak masuk di dalam aplikasi sehingga harus diinput secara manual.

f. Menu Laporan berfungsi untuk pengaturan nama dan satker, pendaftaran pengguna, dan setting nama surat arsip.

g. Menu keluar berfungsi untuk menu keluar dari akun pengguna ataupun admin.

2.3. Pengukuran Kualitas Website

Pengukuran merupakan proses sistematis untuk mendapatkan besaran kuantitatif dari suatu objek dengan bantuan alat ukur yang baku [4]. Beberapa

(3)

6

peneliti mengatakan dengan mengetahui faktor-faktor yang mendasari suatu pengukuran maka dapat menjadi acuan untuk mendapatkan gab. pengukuran kualitas pada situs dapat dievaluasi dengan menilai kriteria dari situs tersebut.

Terdapat lima kriteria penilaian terhadap suatu situs yaitu ketepatan, sumber, tujuan, peredaran, dan ulasan berita [10]. Untuk mengukur suatu situs ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu [10]:

2.3.1. Servqual

Servqual merupakan metode pengukuran kualitas yang telah banyak digunakan di banyak situs web. Servqual dikembangkan oleh Zeithaml, Parasuraman, dan Berry pada tahun 1980-an. Telah dikenal sejak tahun 1980-an berfungsi untuk mengukur kualitas jasa. Servqual memiliki 22 atribut dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu responsivitas, jaminan, reliability, emphaty, dan tangibles. Reliability merupakan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang terpercaya, jaminan yaitu kemampuan memberikan rasa percaya pengguna terhadap layanan yang diberikan. Responsivitas yaitu memberikan bantuan kepada pengguna secara cepat dan tepat. Emphaty merupakan bentuk perhatian dan peduli kepada pengguna. Tangibles merupakan gambaran fasilitas, fisik, tampilan personalia serta kehadiran para pengguna. Pengukuran kualitas servqual dilakukan dengan melihat kesenjangan atau GAP antara persepsi dan pandangan pengguna. Pengukuran kesenjangan dilakukan untuk proses perbaikan layanan dari sebuah situs.

2.3.2. Webqual

Webqual merupakan suatu metode yang mengukur kualitas sebuah website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Webqual dikembangkan berdasarkan Quality Function Development (QFD) dan dikembangkan oleh Stuart J. Barnes dan Richard T. Vidgen. Webqual sudah mengalami banyak perkembangan hingga webqual sekarang telah mencapai versi webqual 4.0 terdiri dari tiga dimensi yaitu kualitas informasi ( information quality), kualitas kegunaan (usability), kualitas interaksi dan kualitas layanan ( service interaction quality) [11]. Barnes dan Vidgen telah menyempurnakan kualitas metode webqual dalam empat versi (webqual 1.0 , webqual 2.0 , webqual 3.0 , dan webqual 4.0). Yang akan dipakai pada penelitian ini yaitu webqual 4.0 yang memiliki 22 atribut yang dapat dibagi menjadi dua jenis

(4)

7

yaitu kualitas yang saat ini dirasakan atau aktual terjadi yang disebut Performance dan kualitas yang diharapkan dan dianggap penting untuk dikembangkan yang disebut Importance [12]. Penjelasan lebih dalam mengenai dimensi-dimensi yang ada pada webqual 4.0 [11] :

a. Usability

Usability atau kegunaan berhubungan dengan rancangan dari website itu sendiri, contohnya tampilan website, kemudahan dalam penggunaannya, navigasi dan gambaran website yang sampai ke pengguna. Usability meliputi kemudahan untuk mempelajari dan menjelajahi cara menggunakan website sejak pertama menggunakan website tersebut.

b. Information Quality

Kualitas informasi merupakan prestasi atau mutu konten yang ada pada website, yang mengatakan pantas atau tidak suatu informasi yang ada pada website tersebut. Dimensi ini fokus pada kualitas konten pada suatu website.

Biasanya diukur berdasarkan relevansi informasi ketepatan waktu dan akurasi.

c. Service Interaction Quality

Kualitas kinerja suatu layanan merupakan interaksi yang terjadi pada suatu layanan dan pengguna ketika menjelajahi website lebih nyaman [8]. Pada dimensi ini berfokus pada kualitas layanan website ketika pengguna menjelajahi lebih lanjut tentang website tersebut.

Tabel 2. 1 Dimensi Dan Atribut Webqual 4.0

Kategori Pertanyaan webqual 4.0 Usability situs ini mudah dioperasikan

interaksi dengan situs jelas dan mudah dimengerti

situs memiliki petunjuk yang jelas situs mudah digunakan

Situs memiliki tampilan yang menarik

desain pada website sudah sesuai dengan tipe situsnya

situs itu meningkatkan kompetensi anda tentang layanan pengaduan.

(5)

8

situs ini memberikan dampak positif kepada anda Information Quality situs ini menyediakan informasi yang akurat

situs ini menyediakan informasi yang dapat dipercaya

situs ini menyediakan informasi yang sesuai.

situs ini menyediakan informasi yang relevan berkaitan dengan layanan pengaduhan.

situs menyediakan informasi yang mudah dimengerti

situs menyediakan informasi secara detail

situs memberikan informasi yang sesuai dengan layanan pengaduan

Service Interaction Quality

situs ini memiliki reputasi yang baik

situs memberikan rasa aman saat bertransaksi situs ini memiliki reputasi yang baik

informasi pribadi anda tersimpan dengan aman pada situs ini

situs ini memiliki kesan personal situs ini memiliki komunitas

aplikasi ini mempermudah anda dalam berkomunikasi dengan organisasi

anda merasa yakin dengan informasi yang diberikan website ini.

Terlihat pada tabel 2.1 terdapat tiga dimensi yang setiap dimensi memiliki atribut-atribut yang pendukung untuk mengetahui secara detail atribut pendukung dan atribut yang harus diperbaiki pada penelitian kali ini peneliti memilih menggunakan metode webqual karena dianggap lebih cocok dalam pengukuran kualitas suatu website. Webqual selangkah lebih maju dari servqual [13]. Webqual dan Servqual memiliki titik fokus yang berbeda. Servqual lebih fokus pada layanan sistem informasi, webqual fokus pada kualitas website. Webqual merupakan pengembangan dari Servqual dapat dilihat beberapa komponen yang ada pada Servqual sudah masuk ke dalam dimensi yang ada pada Webqual [11].

2.3.3. Importance Performance Analysis (IPA)

Metode IPA merupakan teknik sederhana dan berfungsi untuk mencari atribut pelayanan yang harus diperbaiki maupun atribut yang harus dipertahankan

(6)

9

kualitasnya [4]. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh Martilla dan James pada tahun 1997 ketika metode ini telah mampu untuk menyediakan manajerial dengan informasi untuk mengukur kepuasan dan alokasikan sumber daya efisien yang sesuai dengan formatnya [13].

Fungsi utama dari metode IPA adalah untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor pelayanan yang menurut pengguna perlu diperbaiki dan pelayanan yang menurut pengguna mempengaruhi loyalitas kepuasan mereka.

IPA menggabungkan pengukuran tingkat persepsi dan tingkat kepuasan dalam grafik dua dimensi.

Pada penelitian ini menggunakan metode IPA sebagai teknik analisis karena penelitian ini mengambil penilaian berdasarkan dua perspektif yaitu persepsi dan harapan dari masing-masing pelayanan atau atribut. Oleh karena itu IPA digunakan untuk memahami lebih dalam persepsi pengguna terhadap kualitas yang diberikan dan menunjukkan atribut tersebut menurut para pengguna. Webqual memiliki hasil akhir yaitu nilai persentase per kategori saja sehingga peneliti tidak mengetahui secara detail atribut di setiap kategori yang memuaskan pengguna atau yang harus diperbaiki sesuai dengan harapan pengguna. Hal ini dapat dilihat dari penelitian [2] pengukuran kualitas website pemerintah Desa Jayalempengi menggunakan metode Webqual 4.0 yang hanya fokus pada persepsi konsumen terhadap kualitas yang diberikan tanpa memperhatikan atribut pendukung dari kualitas yang didapat.

Hasil dari metode IPA akan memberitahu kepada Pengadilan Agama Waingapu bahwa atribut-atribut webqual 4.0 apa saja yang berkualitas dan yang harus diperbaiki dengan melihat pada kuadran yang ada pada metode IPA. Metode IPA memiliki 4 kuadran [4] yaitu :

▪ Kuadran I

Pada kuadran ini menggambarkan atribut-atribut yang perlu perbaikan dan membutuhkan perhatian lebih karena belum dapat sesuai dengan keinginan dari pengguna. Maka perlu diperhatikan lebih pada atribut-atribut yang ada pada kuadran ini.

▪ Kuadran II

Pada kuadran ini menggambarkan bahwa atribut-atribut yang sudah sesuai

(7)

10

dengan keinginan pengguna karena dapat memberikan pelayanan yang memuaskan pengguna. Sehingga atribut yang ada pada kuadran ini harus dipertahankan.

▪ Kuadran III

Pada kuadran ini menggambarkan atribut-atribut yang ini tidak membutuhkan perhatian lebih karena pengguna tidak memiliki harapan yang tinggi pada atribut tersebut. Maka keberadaannya tidak memiliki dampak pada kinerja keseluruhan.

▪ Kuadran IV

Pada kuadran ini menggambarkan atribut-atribut yang tidak terlalu penting tetapi memiliki performa yang baik.

2.4. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematis untuk mendapatkan data yang diperlukan [14].

2.4.1. Kuesioner

Menurut churchill, Gilbert A menyatakan bahwa kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang digunakan oleh peneliti untuk menanyakan secara langsung kepada responden [14]. Pada penelitian kali ini kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner bersifat tertutup, langsung ,dan terstruktur. Tertutup yaitu responden tidak diberi kebebasan dalam memberi jawaban karena jawabannya sudah ditentukan oleh peneliti. Kuesioner langsung yaitu yang dibagikan secara langsung kepada responden. Kuesioner terstruktur yaitu kuesioner yang , kuesioner memuat secara tepat semua pertanyaan dan urut-urutan penyampaian pertanyaan. Ada beberapa pertanyaan yang sudah ditentukan jawabannya, dan sedikit ruang gerak responden untuk menyimpang dari jawaban-jawaban yang sudah tersedia.

Kuesioner terstruktur merupakan dasar dari survei kuantitatif yang luas.

2.4.2. Sampling.

Menurut Sugiarto sampling merupakan proses untuk memilih dan mengambil sampel secara benar dari populasi sehingga dapat mewakili dari populasi tersebut [15]. Pada penelitian kali ini metode sampling purposive

(8)

11

merupakan teknik penentuan sampel dengan mempertimbangan tertentu. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif. Sampling purposive termasuk kategori dalam non probability sampling yaitu sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota untuk bisa menjadi wakil dari suatu populasi.

2.4.3. Skala Likert

Skala Likert merupakan skala pengukuran yang dikembangkan oleh Likert pada tahun 1932 [14]. Skala likert memiliki empat unsur atau lebih butir-butir pertanyaan yang dikombinasikan sehingga membentuk sebuah skor/nilai yang merepresentasikan setiap individu, seperti pengetahuan, sikap, dan perilaku. Skala likert adalah skala psikometrik yang umum digunakan di kuesioner dan merupakan skala yang sering digunakan dalam riset berupa survei nama skala likert diambil dari nama Rensis Likert yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya. Responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pertanyaan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia .

Tabel 2. 2 Kriteria Pengukuran Skala Likert Skor Kriteria Jawaban

5 Sangat Setuju (SS) 4 Setuju (S)

3 Cukup Setuju (CS) 2 Tidak Setuju (TS)

1 Sangat tidak setuju (STS)

Terlihat pada tabel 2.2. bahwa terdapat 5 kriteria penilaian yaitu skor 5 untuk responden yang sangat setuju, skor 4 untuk jawaban Setuju, skor 3 untuk jawaban tidak setuju, kemudian skor 2 untuk jawaban Tidak Setuju, dan skor 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju. Dalam penelitian ini, responden akan diberi empat alternatif jawaban dengan skala pengukuran likert untuk keperluan analisis kuantitatif.

2.5. Uji Kelayakan Kuesioner

Uji kelayakan kuesioner sangat dibutuhkan untuk menyakinkan bahwa kuesioner yang disusun baik dalam menganalisa dan menghasilkan data yang valid

(9)

12

sehingga layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji kelayakan kuesioner pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu :

2.5.1. Uji Validitas

Menurut Sandu Siyoto validitas memiliki arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu pengukuran memiliki validitas yang tinggi ketika alat tersebut menjalankan fungsi ukur secara tepat atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan pengukuran yang telah dilakukan [16]. Uji validitas dilakukan untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur kualitas website valid atau tidak. Karakteristik validasi pertanyaan dapat ditentukan jika r hitung > r tabel, maka pertanyaan yang diajukan valid, kemudian jika r hitung < r tabel , maka pernyataan yang diajukan tidak valid.

Untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu instrumen dapat dilihat dari nilai korelasinya. Jika nilai instrumen tersebut > 0,30 maka dapat dikatakan instrument tersebut valid [15]. Koefisien korelasi dalam uji validitas dapat dilakukan dengan angka kasar sebagai berikut :

𝑵 ∑ 𝑿𝒀 − ∑ 𝑿 ∑ 𝒀

𝒓𝒙𝒚 =

√𝑵 ∑ 𝑿𝟐 − (∑ 𝑿)𝟐 . √𝑵 ∑ 𝒀 − (∑ 𝒀)𝟐

(1)

Keterangan :

𝒓𝒙𝒚 = koefisien korelasi 𝑿 = Skor item

𝒀 = Skor total

𝑵 = banyaknya responden

2.5.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi dari alat ukur bisa diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut dilakukan secara berulang- ulang atau tidak. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrument dapat dipercaya sebagai alat ukur data penelitian [17]. Untuk menemukan koefisien reliabel yaitu dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha. Sebuah instrumen dapat dikatakan reliabel ketika memenuhi standar koefisien Cronbach Alpha yaitu

(10)

13

nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,6 [17]. Kriteria reliabilitas menurut Guilford bisa dilihat pada tabel 2.3.

Tabel 2. 3 Kriteria Reliabilitas

Kriteria Koefisien Reliabilitas

Sangat Reliabel > 0,9

Reliabel 0,7 – 0,9

Cukup Reliabel 0,4 – 0,7

Kurang Reliabel 0,2 – 0,4

Tidak Reliabel < 0,2

2.6. Penelitian terdahulu

Pada kajian penelitian terdahulu menjelaskan beberapa literatur dan hal penelitian sebelumnya secara singkat. Berikut beberapa penelitian terdahulu :

a. Pengukuran kualitas website pemerintahan Desa Jagalempeni menggunakan metode Webqual. Pengukuran dilakukan karena untuk mencapai cita-cita pemerintahan menuju good governance harus memiliki standar kualitas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa usability, information quality, visual quality memiliki hubungan yang berpengaruh pada kepuasan pengguna. Sedangkan service interaction quality tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pengguna website Desa Jagalempeni [2].

b. Pengukuran kualitas website Kementerian Kominfo menggunakan metode webqual. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dan memperoleh timbal balik. Hasil penelitian membuktikan bahwa kualitas informasi pada website ini sangat rendah [6].

c. Pengukuran kualitas pada website pemerintah menggunakan metode webqual dan IPA (studi kasus kecamatan lowokwaru-Malang). Pengukuran kualitas website dilakukan untuk mendapatkan website yang profesional dan berkualitas yang berdasarkan persepsi dari pengguna. Hasil penelitian membuktikan didapatkan 1 atribut dibagian pertama kuadran, 12 atribut pada kuadran kedua, 8 atribut pada kuadran ketiga, 1 atribut pada kuadran keempat [5].

d. Pengukuran kualitas website Dinas Pendidikan Kota Malang dengan

(11)

14

menggunakan metode webqual 4.0 dan IPA. Pengukuran kualitas website dilakukan karena belum pernah dilakukan pengukuran dan ada keluhan dari pengguna tentang tampilan yang tidak menarik. Hasil dari penelitian ini bahwa tingkat kualitas website Dinas Pendidikan Kota Malang 9443 % yang artinya belum sesuai dengan harapan pengguna [7].

e. Pengukuran kualitas website universitas XYZ. Pengukuran dilakukan untuk mengevaluasi kualitas website tersebut. Hasil dari pengukuran kualitas mendapatkan 3 atribut di kuadran pertama, 9 atribut di kuadran kedua, 7 atribut di kuadran ketiga, dan 3 atribut di kuadran keempat. dan hasil penelitian membuktikan adanya keterkaitan yang sangat kuat antara variabel independen dan dependen dalam penelitian ini [8].

Penelitian yang telah disebutkan akan menjadi tolak ukur peneliti untuk menggunakan webqual dan IPA sebagai metode yang akan digunakan dalam penelitian. Karena dapat dilihat bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan webqual 4.0 dan IPA dapat mengukur kualitas suatu website. Perbedaan dengan penelitian yang lalu yaitu objek dan langkah-langkah yang ada pada analisis IPA bukan hanya uji GAP dan uji kuadran saja tetapi ditambahkan dengan uji kesesuaian untuk memperkaya hasil penelitian.

Gambar

Gambar 2. 1 Halaman Utama Website
Tabel 2. 1 Dimensi Dan Atribut Webqual 4.0
Tabel 2. 2 Kriteria Pengukuran Skala Likert  Skor  Kriteria Jawaban
Tabel 2. 3 Kriteria Reliabilitas

Referensi

Dokumen terkait

Suatu relasi disebut sebagai DKNF jika setiap batasan dapat disimpulkan secara sederhana dengan mengetahui sekumpulan nama atribut dan domainnya selama menggunakan

Dalam konteks bahasa SQL, pada umunya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi yang terdiri atas baris-baris data

a) mampu membahas permasalah kompleks dan tidak terstuktur secara detail. b) Memadukan intuisi, berpikiran, perasaan dan penginderaan dalam mengambil sebuah keputusan. c)

Menurut Fathansyah (2015:44) Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam tabel secara unik artinya,

Sebagai contoh, fonem f dan v memiliki atribut level 1 yang sama (keduanya merupakan fonem konsonan), tapi nilai atribut level 2 mereka secara berturut-turut

Organisasi dikatakan memiliki dimensi Profesional Interest yang tinggi ketika di dalam organisasi tersebut para pengajar merasa terdapat kesempatan untuk mengikuti

Menurut Shimp (2003;10) citra merek memiliki dimensi dalam tiga bagian yaitu , atribut, manfaat dan evaluasi sikap konsumen terhadap merek tersebut. 1)

Unity Game Engine adalah software yang digunakan untuk membuat video Game berbasis dua atau tiga dimensi dan dapat digunakan secara gratis, selain untuk membuat Game,