PEMBELAJARAN PAI
MELALUI METODE USWAH DAN NASEHAT DI RA SABILUL MUTTAQIN BLITAR
Skripsi
Oleh:
NIKMATUL CHOIRIYAH NIM. 201510010311038
Progam Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang 2022
i
PEMBELAJARAN PAI
MELALUI METODE USWAH DAN NASEHAT DI RA SABILUL MUTTAQIN BLITAR
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang Untuk memenuhi salah satu persyaratan
Dalam menyelesaikan progam sarjana Starta Satu (S1)
Oleh:
NIKMATUL CHOIRIYAH NIM: 201510010311038
Progam Study Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang 2022
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
iii
LEMBAR PENGESAHAN
iv
SURAT PERNYATAAN
v MOTTO
“Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu”
Ali Bin Abi Thalib
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri”
( QS. Al-ra’d: 11)
vi ABSTRAK
Pembelajaran PAI melalui Metode Uswah dan Nasehat di RA Sabilul Muttaqin Blitar. Nikmatul Choiriyah (201510010311038). Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakutas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. Dosen pembimbing: (1) Dr. Romelah, M.Ag. (2) Drs. H.N. Taufiq, M.Ag.
Kata Kunci: Pembelajaran PAI, Metode Uswah, Nasehat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dalam pembelajaran PAI melalui metode uswah dan nasehat di RA Sabilul Muttaqin Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Pembelajaran PAI bertujuan untuk menanamkan dasar-dasar pendidikan agama Islam sebagai upaya dalam pembentukan akhlak dan pribadi peserta didik menjadi insan yang beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur (berakhlak mulia), memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar (pokok ajaran ) Islam yang luas dan mendalam sehingga mampu mengamalkannya dalam aktivitas sehari-hari. Perencanaan yang dibuat oleh guru sebelum pembelajaran dimulai adalah membuat RPP yang berbentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kegiatan membuka pembelajaran, kegiatan inti dan kegiatan menutup pembelajaran. Proses penilaian yang digunakan dalam pembelajaran PAI melalui metode uswah dan nasehat guru menggunakan catatan anekdok, catatan checklist, dan catatan hasil karya. Adapun pelaksanaan pembelajaran PAI melalui metode uswah guru lakukan dengan dua cara yaitu uswah yang di sengaja dan uswah yang tidak di sengaja, sedang penggunaan metode nasehat sendiri guru gunakan dalam bentuk penyampaian secara langsung baik sebagai teguran, memberikan arahan, memberikan pemahaman kepada peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan materi yang disampaikan dalam pembelajaran PAI dalam penggunaan metode uswah dan nasehat meliputi terbiasa berdo’a ketika masuk dan keluar masjid, mengenal tempat-tempat ibadah, memiliki rasa syukur, mampu menghafalkan surat pendek, bisa menghafalkan hadist-hadist berbuat baik, asmaul husna (al wahhab).
vii ABSTRACT
PAI Learning through Uswah and Advice Methods at RA Sabilul Muttaqin Blitar.
Nikmatul Choiriyah (201510010311038). Thesis, Department of Islamic Education, Faculty of Islamic Religion, University of Muhammadiyah Malang.
Supervisor: (1) Dr. Romelah, M.Ag. (2) Drs. H.N. Taufiq, M.Ag.
Keywords: PAI Learning, Uswah Method, Advice.
This study aims to find out about the planning, implementation and learning of PAI through the uswah method and advice at RA Sabilul Muttaqin Blitar. This research uses a case study approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis went through three stages, namely data reduction, data display and data leveraging. PAI learning aims to instill the basics of Islamic religious education as an effort in shaping the character and personality of students to become human beings who are faithful, devoted, have noble character, have broad and deep knowledge of the basics (main teachings) of Islam so that they are able to practice them in daily activities. The planning made by the teacher before learning begins is to make RPP in the form of Weekly Learning Implementation Plans (RPPM) and Daily Learning Implementation Plans (RPPH). Meanwhile, the implementation of learning is carried out through three stages, namely activities to open learning, core activities and activities to close learning. The assessment process used in PAI learning through the uswah method and teacher advice uses anecdotal notes, checklist notes, and notes of work. The implementation of PAI learning through the teacher's uswah method is carried out in two ways, namely intentional uswah and unintentional uswah, while the use of the teacher's own learning method is used in the form of direct delivery as a warning, providing understanding to students during the learning process. While the material delivered in PAI learning uses the uswah method and advice to get used to praying when entering and leaving the mosque, getting to know places of worship, having gratitude, being able to memorize short letters, being able to memorize the hadiths of doing good, Asmaul Husna (al Wahhab).
viii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
MOTTO ... v
ABSTRAK... vi
ABSTRACT ... vii
DAFTAR ISI ... viii
KATA PENGANTAR ... x
HALAMAN TRANSLITERASI... xiii
HALAMAN HASIL DETEKSI PLAGIASI ... xvii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah... 4
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penellitian ... 5
E. Batasan Istilah ... 6
F. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II ... 8
TINJAUAN PUSTAKA ... 8
A. Penelitian Terdahulu ... 8
B. Perencanaan Pembelajaran PAI Serta Ruang Lingkupnya. ... 10
1. Pengertian Pembelajaran PAI dan Ruang Lingkupnya . ... 11
2. Perencanaan pembelajaran PAI jenjang RA ... 14
3. Tujuan dan Fungsi Perencanaan ... 15
ix
C. Pelaksanaan pembelajaran PAI Melalui Metode Uswah dan Nasehat ... 16
1. Membuka Pelajaran ... 16
2. Kegiatan Inti ... 17
3. Kegiatan menutup pelajaran... 24
D. Penilaian Pembelajaran PAI Melalui Metode Uswah dan Nasehat... 27
1. Pengertian Penilaian ... 28
2. Teknik Penilaian ... 29
3. Tahap Penialaian Pembelajaran PAI Melalui Metode Uswah dan Nasehat ... 29
BAB III ... 32
METODE PENELITIAN ... 32
A. Pendekatan Penelitian ... 32
B. Jenis Penelitian ... 33
C. Lokasi Penelitian ... 33
D. Informan Penelitian ... 34
E. Teknik Pengumpulan Data ... 34
F. Teknik Analisa Data ... 37
BAB IV ... 40
HASIL PENELITIAN ... 40
A. Latar Belakang Tempat Penelitian ... 40
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 40
BAB V... 61
PENUTUP ... 61
A. Kesimpulan ... 61
B. Saran ... 62
DAFTAR PUSTAKA ... 63
LAMPIRAN ... 67
x
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahîm, puja dan puji syukur kehadirat Allah S.W.T atas
rahmat serta hidayatnya sampai saat ini senantiasa memberikan kesehatan serta kelancaran seorang peneliti dalam mencorehkan laporannya hingga selesai. Yang mana telah dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswi Progam Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang di RA Sabilul Muttaqin Blitar.
Sebagaiman kita ketahui bahwasannya penyusunan skipsi ini sebagai pemenuhan tugas akhir mahasiswi progam Studi Pendidikan Agama Islam. Tersusunnya laporan ini akibat dari kerja keras seorang penulis yang maksimal dengan bantuan berbagai pihak yang membantunya dalam menyelesaikannya baik berupa dorongan atau berupa materil. Maka penulis sangat mengucapkan terimakasih kepada:
1. Kedua orang tua saya Meseno dan Soni yang telah berjuang, berdoa, mengasuh, membesarkan , mendidik, dan membiayai penulis dalam proses pencarian ilmu.
2. Adik saya Zainul Abidin yang telah memberikan semangat dan dukungannya, serta sanak keluarga yang turut serta mendoakan.
3. Ibu Dr. Romelah, M.Ag dan bapak Drs. H.N. Taufiq, M.Aq selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan serta motivasi sejak awal penyusunan proposal hingga selesainya skripsi ini.
xi
4. Bapak Dr. Fauzan, M.Pd selaku rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
5. Bapak Dr. Khozin, M.Si selaku dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
6. Bapak Muhammad Kamaludin, M.Si selaku ketua Progam Studi Pendidikan Agama Islam. Beserta bapak Zulfikar Yusuf, M.Pd selaku sekertaris Progam Studi Pendidikan Agama Islam yang peduli sekali dan senantiasa memberikan dukungan dan pengarahan kepada mahasiswa- mahasiswinya.
7. Kepada seluruh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu yang telah tulus dan sabar membimbing dan menngajarkan banyak ilmu baru kepada seluruh mahasiswanya.
8. Teman-teman Tarbiyah yang pernah sekelas selama 4 tahun awal hingga yang setia membantu dan menyemangati hingga titik akhir ini.
9. Ibu Liya Astriani selaku kepala sekolah RA Sabilul Muttaqin Blitar yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian serta mendukung peneliti untuk menyelesai tugas akhir.
10. Ibu Rustiami selaku guru kelas RA Sabilul Muttaqin Blitar yang mana telah memberikan dukungan dan bantuan untuk menyelesaikan tugas akhir.
Dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa mengaharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak, segala saran dan kritikan tersebut
xii
sifatnya membangun karena penulis yakin bahwa suatu persoalan tidak akan berarti sama sekali tanpa adanya kritikan. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, terutama bagi diri pribadi, Aamiin.
Malang, 18 Agustus 2022
Nikmatul Choiriyah
xiii HALAMAN TRANSLITERASI
Transliterasi yang dipergunakan mengacu pada SKB antara Menteri Agama serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, masing-masing No. 158 Tahun 1987 dan No. 0543b/U/1987 dengan beberapa adaptasi.
1. Konsonan
Transliterasi huruf Arab ke dalam huruf Latin adalah sebagai berikut :
Aksara Arab Aksara Latin
Simbol Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)
ا Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan
ب Ba B Be
ت Ta T Te
ث Sa Ṡ Es dengan titik di atas
ج Ja J Je
ح Ha Ḥ Ha dengan titik di bawah
خ Kha Kh Ka dan Ha
د Dal D De
ذ Zal Ż Zet dengan titik di atas
ر Ra R Er
ز Zai Z Zet
س Sin S Es
ش Syin Sy Es dan Ye
ص Sad Ṣ Es dengan titik di bawah
ض Dad ḍ De dengan titik di bawah
ط Ta Ṭ Te dengan titik di bawah
ظ Za ẓ Zet dengan titik di bawah
ع ‘Ain ‘ Apostrof terbalik
غ Ga G Ge
ف Fa F Ef
ق Qaf Q Qi
ك Kaf K Ka
ل Lam L El
م Mim M Em
ن Nun N En
و Waw W We
ه Ham H Ha
ء Hamzah ‘ Apostrof
ي Ya Y Ye
Hamzah (ء) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda apapun. Jika terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda (‘).
2. Vokal
Vokal bahasa Arab seperti halnya vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Vokal tunggal
xiv
bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, maka transliterasinya adalah sebagai berikut :
Aksara Arab Aksara Latin
Simbol Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)
´ا Fathah A A
¸ا Kasrah I I
˚ا dhammah U U
Vokal rangkap bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya berupa gabungan huruf yang meliputi :
Aksara Arab Aksara Latin
Simbol Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)
ي´ fathah dan ya Ai a dan i
و´ kasrah dan waw Au a dan u
Contoh : ك ْ ي ف و ْ
´ه´ل
: kaifa bukan kayfa
: haula bukan hawla
3. Penulisan Alif Lam
Artikel atau kata sandang yang dilambangkan dengan huruf لا(alif lam ma’arifah) ditransliterasi seperti biasa, al-, baik ketika diikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariah. Kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya dan dihubungkan dengan garis mendatar (-).
Contoh :
سم ْ شل ْ ´ا : al-syamsu (bukan asy-syamsu)
˚ة´لز´ ل ْ ز ْ ْ ل´ا : al-zalzalah (bukan az-zalzalah) falsalah
- :al ْ ا´
لف ْ´ ل س ل´
˚ة
˚دل ْ´ ب¸ ل ْ ´ا : al-bilādu 4. Maddah
Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat dan huruf, maka transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu :
Aksara Arab Aksara Latin
Harakat Huruf Nama (Bunyi) Simbol Nama (Bunyi)
ا ْ´ ´
و fathah dan alif,
fathah dan waw
Ā a dan garis di atas
ي ْ¸ kasrah dan ya Ī i dan garis di atas
ي ْ˚ dhammah dan ya Ū u dan garis di atas
Garis datar di atas huruf a, i, u bisa juga diganti dengan garus lengkung seperti huruf v yang terbalik, sehingga menjadi â, î, û. Model ini sudah dibakukan dalam font semua sistem operasi.
Contoh :
تام : mâta
xv ´ر
ىم : ramâ
xvi تو ْ م˚ : yamûtu
5. Ta Marbûtah
Transliterasi untuk ta marbûtah ada dua, yaitu ta marbûtah yang hidup atau mendapat harakat fathah, kasrah dan dhammah, transliterasinya adalah (t). Sedangkan ta marbûtah yang mati atau mendapat harakat sukun, transliterasinya adalah (h). Kalau pada kata yang berakhir dengan ta marbûtah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al- serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta marbûtah itu ditransliterasikan dengan ha (h).
Contoh :
aṭfâl - ḍahal :rau ر ْ و ض
˚ة ا ْ´ ْ ل ط´ ف ا´ ل
fâḍilah -
al madânah -
:al ْ ا´
ل
¸د ´م ْ ي ة´ن ا˚ ْلف ا´ ض ل´
˚ة
hikmah -
:al ْا´
¸ل ْح ´ك
˚ةم
6. Syaddah (Tasydid)
Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda tasydid ( ْ’ ), maka dalam transliterasi ini dilambangkan dengan perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah.
Contoh : ر ْ ْ بن ا ´ ْ ين ا ’ج´
:rabbanâ
´ن : najjaânâ
ح ق
´ح ج
ل ْ ´ا : al-ḥaqq ل ْ ´ا : al-ḥajj م´ ع’¸ ˚ن : nu’ima و ˚دع : ‘aduwwun
Jika huruf ىbertasydid di akhir sebuah kata dan didahului oleh huruf kasrah (ى
Contoh :
س), maka ditransliterasikan seperti huruf maddah (â).
¸ل ي
¸س ي ع
ر ´ ع
:‘ali (bukan ‘aliyy atau ‘aly)
: ‘arabi (bukan ‘arabiyy atau ‘araby)
7. Hamzah
Aturan transliterasi huruf hamzah menjadi apostrof (‘) hanya berlaku bagi huruf hamzah yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila huruf hamzah terletak di awal kata, maka tidak dilambangkan karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.
Contoh : ت ا´
˚م ْ
˚ر و ْ
ن : ta’murūna
’ nau - :al ْ ا´
لن ْ´
˚ء و
ء يش : syai’un تر ْ م¸ ˚ا : umirtu
8. Penulisan Kata Arab Yang Lazim Digunakan Dalam Bahasa Indonesia Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau kalimat yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia. Kata,
xvii
istilah atau kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari pembendaharaan bahasa Indonesia tidak lagi ditulis menurut cara transliterasi di atas, misalnya kata hadis, sunnah, khusus dan umum. Namun bila kata-kata
xviii
tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab, maka harus ditransliterasi secara utuh.
Dikecualikan dari pembakuan kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kata al-Qur’an. Dalam KBBI digunakan kata Alquran, namun dalam penulisan naskah ilmiah dipergunakan sesuai asal teks Arabnya yaitu al-Qur’an, dengan huruf a setelah apostrof tanpa tanda panjang, kecuali jika merupakan bagian dari teks Arab.
Contoh :
Fi al-Qur’an al-Karîm Al-Sunnah qabl al-tadwîn 9. Lafz Aljalâlah (لاله)
Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau berkedudukan sebagai muḍâf ilaih (frasa nominal) ditransliterasi tanpa huruf hamzah.
Contoh : ن لاله ¸ب اه لل ْ
ي د
¸ dînullah billâh
Adapun ta marbûtah di akhir kata yang disandarkan kepada lafẓ al- jalâlah ditransliterasi dengan huruf (t).
Contoh :
rahmatillâh fî
hum ْ ه˚
م ي ´حر ¸م ة لاله¸ 10. Huruf Kapital
Walaupun dalam sistem alfabet Arab tidak mengenal huruf kapital, tetapi dalam transliterasinya huruf-huruf tersebut diberlakukan ketentuan tentang penggunaan huruf kapital berdasarkan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.
Huruf kapital antara lain digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri (orang,tempat, bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila mana diri didahului oleh kata sandang (al-), maka yang ditulis denga huruf kapital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital (Al-). Ketentuan yang sama juga berlaku untuk huruf awal dengan judul referensi yang didahului oleh kata sandang al-, baik ketika ditulis dalam teks maupun catatan rujukan.
xix
HALAMAN HASIL DETEKSI PLAGIASI
63
DAFTAR PUSTAKA
Ananda, Rizki, Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Implementasi Nilai-nilai Moral dan Agamapada Anak Usia Dini, Vol. I Issue I (2007).
Anitah, Media Pembelajaran, 2009, Surakarta: UNS Press.
Anggraini, Wardah, Penggunaan Metode Uswah Hasanah dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Moral dan Agama anak usia 5-6 Tahun di RA Al-Huda Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, , 2018, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.
Arief, Arman, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Cet. II, 2002, Jakarta: Ciputat Pers.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, 2006, Jakarta: Rineka Cipta.
Burhanuddin, Afid, Pengertian keterampilan menutup pelajaran, diakses pada
tanggal 22 Februari 2020 dari
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2017/07/16/pengertian- keterampilan-menutup-pelajaran/.
Darajat, Zakiyah, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, 1995, Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, 2010, Bandung: Hilal.
Darajat, Zakiyah, Metodeik Khusus Pengajaran Agama lslam, 1995, Jakarta:
Bumi Aksara.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 2, Cet. 4, 1995, Jakarta: Balai Pustaka,
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2005, hlm. 84
Farida, Yuli, Ajari Anakmu Bernang, Berkuda, dan Memanah: Mendidik Anak Islami ala Rasulullah saw, Cet. I, 2003, Yogyakarta: Mutiara Media Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Cet. 6, 2007, Jakarta: Bumi Aksara,
64
Hairun, Yahya, Evaluasi dan Penilaian dalam Pembelaja ran, Cet. I, 2020, Sleman: DEEPUBLISH.
Jalinus, Nizwardi & Ambiyar, Media dan Sumber Pembelajaran, 2016, Cet. I, Jakarta: Kencana,
Kasful Anwar Us., Perencanaan Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), 2010 , Bandung: Alfabeta.
Keputusan Direktur Jederal Pendidikan Islam Nomor2766 Tahun 2019 tentang Teknis Penilaian Perkembangan Anak di Radhatul Athfal.
Majid, Abdul dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004, Cet. I, 2004, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,.
Mansur, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam, Cet. I, 2005, Yogyakarta:
Pustaka pelajar.
https://kbbi.web.id/rencana. Online. Diakses pada tanggal 30 Januari 2020.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Cet. I, 2005, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Maryanti, Anisa Siti, Pelaksanaan Pembelajaran Nilai Agama Islam pada Anak Usia 5-6 Tahun di Bustanul Athfal (BA) dan Raudhatul Athfal (RA) di Kecamatan Klaten Tengah Kabupaten Klaten, Skripsi, 2015, Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Marno & Idris, Strategi & Metode Pengajaran, 2008, Jogjakarta: Ar-Ruz Media.
Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, 2008, Jakarta: PT. Rosda Karya.
Meleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, 2010, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, 2006, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya,
Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, 2013, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
65
M. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995, hlm. 95
Mandagi, Mieke O. & Ni Luh Putri, Asesmen Pembelajaran AUD dan TK, Cet.
I, 2018, Perpustakaan Nasional: Kataog dalam Terbitan.
Nafi, Muhammad, Pendidikan dalam Konsep Imam Al-Ghazali, 2017, Yogyakarta: Deepublish.
Prastowo, Andi, Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu, Cet. II, 2017, Jakarta: Kencana,
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 3. 2007, Jakarta: Balai Pustaka.
Rauhun, Siti, Penerapan Metode Cerita dan Nasehat dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Peelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IV SDN 3 Bayumulek Tahun Pelajaran 2016/2017, 2017, Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiah dan Kependidikan (FITK), Universitas Islam Negeri Mataram.
Rohani HM, Ahmadi, dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, 1995, Jakarta:
Rineka Cipta. Sanjaya, Wina, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2005, Jakarta: Kencana Subri, Teori Belajar Perspektif Pendidikan Islam, Jurnal Qarhruna Vol. 1 No.1.
periode Januari-Juni 2014Sugiyono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, 2015, Bandung: Alfabeta,
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, 2010, Jakarta: Prenada Media Group.
Silabus dan RPP: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Pedoman,Prinsip, Pengembangan, diakses pada tanggal 1 Februari 2020, https://www.silabus.web.id/teori- silabus-dan-rpp/
Sudarto, Metode Penelitian, Cet. III, 2002, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cet. XIX, 2014, Bandung : Alfabeta.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, 2016, Bandung: PT Alfabeta.
66
Sukmadinata, Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. XI, 2016, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, 2010, Bandung: Pt.
Remaja Rosdakarya.
Thobroni, Muhammad & Arif Mustofa, Belajar dan Pembelajaran:
Pengembangan wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional, Cet. II, 2013, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Thoha, Chabib, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Cet. I, 1996, Yogyakarta:
Pustaka Belajar.
Yusuf, Kadar M. Tafsir Tarbawi:Pesan-pesan Al-qur’an tentang Pendidikan, Cet.
II, 2011, Jakarta: Amzah.
Zuhairani, Metodik Khusus Pendidikan Agama, 1983, Surabaya: Usaha Nasional.