• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. GAMBARAN PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "III. GAMBARAN PERUSAHAAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

III. GAMBARAN PERUSAHAAN

Adapun perusahaan - perusahaan yang dianalisa oleh penulis adalah : 1. PT BAKRIE FINANCE CORPORATION

2. PT LIPPO PACIFIC FINANCE 3. PT CLIP AN FINANCE INDONESIA 4. PT GAJAH SURYA MULTI FINANCE 5. PT BUNAS FINANCE INDONESIA 6. PT BBL DHARMALA FINANCE

Yang secara garis besar dijabarkan sebagai berikut.

1. PT BAKRIE FINANCE CORPORATION

PT BAKRIE FINANCE CORPORATION ( d/h PT METROPOLITAN FINANCE CORPORATION ) selanjutnya disebut “Perusahaan “ didirikan berdasarkan Akte No. 15 tanggal 11 November 1983 dari Notaris Sudamo S.H., dengan nama P.T ANEKA GUNA METRO LEASING . Akte tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat Keputusan No. C2.7999- HT 01.01. Th 83 tanggal 12 Desember 1983 dan

(2)

diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No 4 tanggal 13 Januari 1984 , tambahan No. 35. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akte No. 63 tanggal 24 Juni 1994 dari Notaris Raharti Sudjardjati S.H. tentang memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No C2-

11 376.HT.01.04.TH. 94 tanggal 25 Juli 1994.

Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perusahaan dan PT BAKRIE NUSANTARA MULTI FINANCE COMPANY ( Rapat Gabungan) tanggal 19 Desember 1994 sebagaimana tercantum dalam akte No. 92 tanggal 19 Desember 1994 sebagaimana tercantum dalam akte No. 92 tanggal 19 Desember 1994 dari Notaris Raharti Sudjardjati S.H., para pemegang saham telah menyetujui dan memutuskan, antara lain :

Penggabungan usaha sesuai dengan ketentuan dalam peijanjian Merger, penggabungan usaha tersebut berlaku hingga terhitung sejak tanggal 31 Desember 1994 , dan kepada direksi perusahaan diberi wewenang guna melakukan semua tindakan yang disyaratkan untuk menyelesaikan penggabungan usaha.

Perubahan anggaran dasar Perusahaan sehubungan dengan Merger.

Perusahaan memperoleh ijin usaha lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.295/ KMK. 013/ 1990 tanggal 3 Maret 1990.

Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasarnya , ruang lingkup kegiatan utama usaha perusahaan adalah sebagai berikut:

(3)

1. Sewa Guna Usaha 2. Modal Ventura 3. Anjak Piutang 4. Kartu Kredit

5. Pembiayaan Konsumen

Sampai saat ini perusahaan belum melakukan kegiatan usaha modal ventura dan kartu kredit.

Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan kantor cabang di Surabaya.

Pada saat ini , jumlah saham perusahaan yang telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya berjumlah 49.497.450 saham, yang berasal d a ri:

• Penawaran Umum kepada masyarakat sejumlah 2 juta saham dengan harga penawaran Rp 3.500 per saham, sesuai dengan Surat Ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia No. SI-083/ SHM/ MK. 10/ 1990 tanggal 20 Februari

1990.

• Pencatatan sejumlah 8 juta sahamnya ( company listing ) sesuai dengan Surat dari Badan Pengawas Pasar Modal ( Bapepam ) No. S -l839/ PM/1991 tanggal

1 November 1991.

• Penawaran umum terbatas kepada pemegang saham sejumlah 17 juta saham dengan harga penawaran Rp 2.100 per saham , sesuai dengan Surat dari Ketua Bapepam No. S- 191/ PM/ 1994 tanggal 3 Februari 1994

(4)

48

Pembagian saham bonus sejumlah 22 497.450 saham yang berasal dari agio saham yang timbul dari penawaran umum, sesuai dengan Surat Persetujuan Pencatatan Saham dan PT BURSA EFEK JAKARTA dan PT BURSA EFEK SURABAYA.

2 PT LIPPO PACIFIC FINANCE

PT Lippo Pacific ( Induk Perusahaan ), yang berdomisili di Jakarta, didirikan pada tanggal 1 April 1982 berdasarkan akte Notaris Misahardi Wilamarta, S.H.No. 2. Akte pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-2611- HT01- 01.TH.82 tanggal 18 November 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 4 Tambahan No.58 tanggal 14 Januari 1983.

Anggaran Dasar lnduk perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan , terakhir dengan akte Notaris Ny.Poerbaningsih Adiwarsito, S.H No 371 tanggal 30 Juni 1994 mengenai penurunan modal dasar dan akte Notaris Ny. Siti Pratiwi Henny Shidki, S.H. No 124 tanggal 16 november 1994 mengenai perubahan nama dan lingkup aktivitas Induk Perusahaan. Perubahan mengenai penurunan modal dasar telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2- 435.HT.01.04.TH.95 tanggal 11 Januari 1995. Perubahan mengenai nama menjadi PT Lippo Pacific Finance dan ruang lingkup aktivitas Induk Perusahaan masih menunggu pengesahan Menteri Kehakiman

Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasar Induk Perusahaan, ruang lingkup aktivitas Induk Perusahaan adalah sebagai berikut.

(5)

49

- Menyediakan dana atau barang modal kepada masyarakat yang meliputi aktivitas Induk Perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Sewa Guna Usaha 2. Anjak Piutang

3. Pembiayaan Konsumen 4. Modal Ventura

5. Usaha Kartu Kredit

- Mendirikan atau turut mendirikan atau turut serta dalam badan- badan usaha lain.

Induk Perusahaan telah mendapat ijin operasi sebagai suatu lembaga pendanaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan no. 1194/

KMK.013/1989 tanggal 24 Oktober 1989.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.S-938/MK. 13/1992 tanggal 22 Juni 1992 dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman No.C2- 6023.HT.01.04.TH.92 tanggal 28 juli 1992, Induk perusahaan mendapat persetujuan untuk perubahan ruang lingkup aktivitas dari suatu lembaga pendanaan menjadi suatu induk perusahaan.Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham Induk Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 16 November 1994, seperti tertera dalam akte Notaris Ny. Siti Pratiwi Henny Shidki, S.H.No. 124 pemegang saham menyetujui perubahaan ruang lingkup aktivitas dari suatu induk perusahaan kembali menjadi suatu lembaga pendanaan. Perubahan dalam ruang lingkup aktivitas Induk Perusahaan masih menunggu pengesahan Menteri Keuangan dan Menteri Kehakiman.

(6)

50

Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham Induk Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 30 Juni 1994 , seperti tertera dalam akte Notaris Ny.

Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No 369, Induk Perusahaan meningkatkan modal saham sebesar 5.140.800 lembar saham dengan mengeluarkan deviden saham.

3. PT CLIP AN FINANCE INDONESIA

PT CLIP AN FINANCE INDONESIA (perusahaan ) didirikan berdasarkan akta Notaris Kartini Muljadi S.H. No. 47 tanggal 15 Januari 1982. Akte pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman tanggal 2 Agustus 1982. Sebelum melakukan penawaran sahamnya seperti yang dijelaskan di bawah, Anggaran Dasar Perusahaan telah diubah dengan akta Notaris Kartini Muljadi S.H. No. 56 tanggal 17 Mei 1990 yaitu mengenai perubahan nama Perusahaan, penambahan modal dasar, perubahan nilai nominal saham Perusahaan, penawaran sebagian saham perusahaan kepada masyarakat dan perluasan ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan- perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2- 3318.HT.01.04.TH.90 tanggal 5 Juni 1990 serta diumumkan dalam Lembaran Negara No. 63 tanggal 7 Agustus 1990.

Perusahaan telah memperoleh ijin operasinya yang terbaru sebagai pembiayaan dari Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No.l402/KMK.013/1990 tanggal 3 November 1990.

(7)

51

Sesuai dengan pasal 2 anggaran dasar Perusahaan yang terbaru, ruang lingkup usaha Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembiayaan kepada perusahaan- perusahaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang- barang modal yang meliputi bidang- bidang usaha ssebagai berikut:

1. Sewa Guna Usaha 2. Modal Ventura 3. Anjak piutang 4. Usaha Kartu Kredit 5. Pembiayaan Konsumen

Sampai dengan tanggal 31 Desember 1994, Perusahaan hanya bergerak di bidang sewa guna usaha, pembiayaan konsumen.

Sesuai dengan Surat Ijin dari Menteri Keuangan No.SI- 122/SHM/KMK. 10/1990 tanggal 26 Juni 1990, Perusahaan telah memperoleh persetujuan untuk melakukan penawaran sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 1992, sejumlah 1.500.000 saham dengan jumlah nominal Rp 1.500.000.000 yang merupakan 20,27 % dari saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh sejumlah Rp 7.400.000.000 telah didaftarkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

4. PT GAJAH SURYA MULTI FINANCE

PT GAJAH SURYA MULTI FINANCE ( perusahaan ) berkedudukan di Jakarta, didirikan pada tanggal 1 November 1982 berdasarkan akta Notaris Didi

(8)

Sudjadi S.H. No. 1, dengan nama PT GAJAH SURYA ARTA LEASING.

Berdasarkan akta Notaris Rachmat Santoso S H. No 1 tanggal 1 Agustus 1989 dan akta No. 104 tanggal 16 Agustus 1989, Perusahaan telah mengubah namanya menjadi PT GAJAH SURYA MULTI FINANCE Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-7676.Ht.01.04.TH.89 tanggal 22 Agustus 1989.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir adalah dengan akta Notaris Mudofir Hadi S.H. No. 23 tanggal 3 Maret 1994 mengenai mengubahan keseluruhan anggaran dasar Perusahaan , termasuk peningkatan modal dasar dari Rp 100.000 000.000 yang terdiri dari

100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham menjadi Rp 800.000 000 000 ( terdiri dari 800.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham ). Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2- 4513.HT.01.04.TH.94 tanggal 11 Maret 1994.

Berdasarkan ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia No.033/082/MK. 10/1989 tanggal 12 juni 1989, Perusahaan menawarkan obligasi kepada masyarakat sebesar Rp 7.500.000 Obligasi tersebut dicatatkan di Bursa Efek di Indonesia pada tanggal 7 agustus 1989.

Pada tahun 1989 Perusahaan juga menawarkan saham kepada masyarakat berdasarkan ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia No.SI- 047/SHM/MK10/1989 tanggal 1 September 1989. Saham yang ditawarkan

(9)

53

sebesar 2.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham , menghasilkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar

Rp 2.000.000.000 dan agio saham sebesar Rp 15.000.000.000. Saham tersebut dicatat di Bursa Efek di Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1989.

Pada tahun 1990, perusahaan melakukan penawaran terbatas kepada pemegang saham sebanyak 4.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dengan ketentuan setiap 5 saham berhak membeli 2 saham yang ditawarkan.

Penawaran tersebut menghasilkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Rp 4.000.000 dan agio saham sebesar Rp 12.000.000.000. Saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 11 Juli 1990.

Saham pendiri beijumlah 8.000.000 saham telah dicatatkan di Bursa Efak Jakarta dan Bursa Efek Surabaya berdasarkan surat BAPEPAM No.S.739/PM/1991 dab No.302/D-53/BES/VI/91 masing- masing tertanggal 17 Juni 1991. Dengan demikian sejak tanggal tersebut semua saham Perusahaan yang beredar telah dicatat dan dapat diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Sesuai dengan pasal 2 anggaran dasar Perusahaan yang terakhir, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang usaha pembiayaan dalam bentuk sewa guna usaha, pembiayaan konsumen, anjak piutang , kartu kredit dan modal ventura.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 1993, perusahaan hanya menjalankan kegiatan dalam bidang sewa guna usaha,pembiayaan konsumen dan anjak piutang

(10)

54

sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.

1257/KMK.013/1989 tanggal 20 November 1989.

5. PT BUNAS FINANCE INDONESIA

PT BUNAS FINANCE INDONESIA ( Perusahaan) didirikan berdasarkan akta Notaris kartine Muljadi S.H. No. 57 tanggal 7 April 1982. Akta pendirian tersebut disahakan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan No. C2- 2091.HT.01.01-TH. 82 tanggal 28 Oktober 1982 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 102 tanggal 21 Desember 1982. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir dengan akta Notaris Sutjipto S.H. No. 1 tanggal 1 Desember 1993 sehubungan dengan peningkatan modal dasar Perusahaan.

Sesuai dengan pasal 2 Anggaran Dasar Perusahaan yang terakhir, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang- barang modal mencakup sebagai berikut.:

1. Sewa Guna Usaha 2. Modal Ventura 3. Anjak Piutang 4. Usaha Kartu Kredit 5. Pembiayaan konsumen

Sampai saat ini, Perusahaan sudah menjalankan kegiatan dalam bidang sewa guna usaha, pembiayaan konsumen dan anjak piutang.

(11)

Berdasarkan Surat Ijin dari Menteri Keuangan No.SI- 092/SHM/MK. 10/1990 tanggal 26 Maret 1990, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sebanyak 2.125.000 lembar dengan jumlah nominal Rp 2.125.000.000, seharga Rp 5.750 per saham.

Sesuai dengan surat persetujuan No.S-303/BEJ.I. l/XI/1993 tanggal 30 November 1993 dan No 177/EMT/LIST/BES/XI/93 tanggal 19 November 1993, PT Bursa Efek Jakarta dan PT Bursa Efek Surabaya telah menyetujui untuk mencatatkan tambahan 8.500.000 saham biasa Perusahaan dengan jumlah nominal RP 8.500.000. Denean demikian seluruh saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabava.

Badan Peneawas Pasar Modal ( BAPEPAM) dalam suratnva No.S- 639/PM/1994 taneeal 18 Aoril 1994 menvetuiui Denawaran umum terbatas dalam raneka Denerbitan hak memesan efek terlebih dahulu Perusahaan sebanvak 28 829.558 saham denean haraa Denawaran Rd 1.500. dimana setiac 1 saham vane dimiliki berhak atas 1 saham baru.

6. PT BBL DH ARM ALA FINANCE

PT BBL Dharmala Finance dahulu bemama PT BBL Dharmala Leasine didirikan berdasarkan Akte Notaris Kartini Muliadi SH No 74 taneeal 7 Juni 1982 vane telah diubah dan ditambah terakhir denean Akte Notaris Adam Kasdarmadii SH No 25. taneeal 8 Oktober 1990 Perubahan nama Derusahaan meniaai v i b b l

(12)

Dharmala Finance dilakukan melalui Akte Notaris Poerbaningsih adi Warsito SH No301 tanggal 26 September 1989. Akte Pendirian dan Akte- akte Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan C2- 1677- HT. 01. 01. Th. 82 tanggal 8 Oktober 1982, C2- 8359- HT.

01. 04. TH. 89 tanggal 6 September 1989 dan C2- 802. HT. 01. 04. TH. 90 tanggal 17 Februari 1990.

PT BBL Dharmala Finance merupakan perusahaan patungan antara Bangkok Bank Limited, perusahaan yang didirikan berdasarkan ketentuan yang berlaku di Kerajaan Thailand dengan PT Dharmala Sakti Sejahtera, perusahaan yang didirikan berdasarkan ketentuan yang berlaku di Republik Indonesia.

Sesuai dengan pasal 2 anggaran dasar perusahaan yang terakhir, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah menjalankan usaha pembiayaan kepada perusahaan- perusahaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang- barang modal sebagai berikut :

• sewa guna usaha

• pembiayaan konsumen

• anjak piutang

• modal ventura

• usaha kartu kredit

Perusahaan memperoleh izin usaha dalam bidang sewa usaha dari Menteri Keuangan Republlik Indonesia dalam Surat Keputusan No. KEP- 049/KMK.

11/1982 tanggal 19 Oktober 1982 dan persetujuan perluasan usaha dalam bidang

(13)

57

usaha Lembaga Pembiayaan yang meliputi kegiatan sewa guna usaha, anjak piutang, usaha kartu kredit, modal ventura dan pembiayaan kondumen melalui Surata Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 725/KMK. 013/1990 pada tanggal 16Juni 1990.

Sampai saat ini , perusahaan menjalankan kegiatan dalam bidang sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen.

Berdasarkan SuratLzin Emisi Saham yang dikeluarkan oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM) atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia No Sl-088/

SHM/MK. 10/1990 tanggal 19 Maret 1990, perusahaan menawarkan dan menjual sebagian modal saham kepada masyarakat dengan jumlaj nominal Rp 2.500.000.000,00 yang terbagi dalam 2.500.000 saham.

Referensi

Dokumen terkait

Semua piutang yang berasal dari kegiatan utama perusahaan pembiayaan yang meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, kartu kredit, dan pembiayaan konsumen dicatat sebesar nilai

Menurut Pasal 1 butir 5 Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRA adalah mendirikan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan dan pengembangan perumahan (real estat),

Dalam transaksi jenis ini penyewa guna usaha tidak memiliki barang modal yang menjadi obyek sewa guna usaha, sehingga atas permintaannya perusahaan sewa guna usaha membeli

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MBSS terutama menjalankan usaha dalam bidang pelayaran, angkutan laut, baik barang maupun penumpang,

• Sewa guna usaha berasal dari kata lease yang memiliki arti sewa menyewa, prisnip sewa guna usaha adalah pembiayaan perusahaan yang tidak hanya untuk kegiatan usaha, penyediaan

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PTBA adalah bergerak dalam bidang industri tambang batubara, meliputi kegiatan penyelidikan umum,

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MBSS terutama menjalankan usaha dalam bidang pelayaran, angkutan laut, baik barang maupun penumpang,