• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deddy Kurniawana Pembimbing I: Salmon, S.Kom., M.Kom Pembimbing II: Andi Yusika Rangan, S.Kom., M.Kom

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Deddy Kurniawana Pembimbing I: Salmon, S.Kom., M.Kom Pembimbing II: Andi Yusika Rangan, S.Kom., M.Kom"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUAN CALON

PENERIMAAN ZAKAT (STUDI KASUS LAZ DPU KALIMANTAN TIMUR CABANG SAMARINDA)

Deddy Kurniawana

Pembimbing I: Salmon, S.Kom., M.Kom Pembimbing II: Andi Yusika Rangan, S.Kom., M.Kom

Program Studi Teknik Informatika, STMIK Widya Cipta Dharma Jl. Batu Cermin Gg. SMP27 RT. 04 Blok. D No. 94, Samarinda, 75119

E-mail : [email protected]

ABSTRAK

Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Calon Penerima Zakat, merupakan sistem yang dibuat untuk membantu pengambilan keputusan dalam menentukan Calon Penerima Zakat pada LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda dengan menggunakan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Calon Penerima Zakat Menggunakan Metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) pada LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda dengan harapan bisa membantu dan mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam menentukan calon penerima zakat. Bahasa pemrograman yang digunakan Visual Basic.Net 2012 dan databasenya menggunakan MySql.

Hasil dari penelitian ini adalah dibuatnya sistem pendukung keputusan untuk mengetahui Calon Penerima Zakat yang layak dinyatakan untuk dapat menerima bantuan dana. Pengguna dapat menginputkan data mustahik (calon penerima zakat), data penilaian mustahik disetiap faktor, kemudian sistem akan mencari solusi dengan menggunakan metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP). Setelah keputusan didapatkan, maka sistem akan menampilkan keputusan tersebut.

Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan Metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP). Menentukan Calon Penerima Zakat.

1. PENDAHULUAN

Sistem pendukung keputusan merupakan salah satu produk perangkat lunak yang dikembangkan secara khusus untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan. Sesuai dengan namanya tujuan dari sistem ini adalah sebagai “Information sources” atau second opinion yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan tertentu, merupakan satu model yang fleksibel yang memungkinkan pribadi-pribadi atau kelompok- kelompok untuk membentuk gagasan-gagasan dan membatasi masalah dengan membuat asumsi mereka sendiri dan menghasilkan pemecahan yang diinginkan.

Sistem penunjang keputusan dengan metode MFEP (Multifactor Evaluation Process) ini dibuat untuk dapat membantu dan meningkatkan proses serta kualitas hasil pengambilan keputusan dengan memadukan data dan pengetahuan untuk meningkatkan efektivitas dalam proses pengambilan keputusan.

Proses penentuan calon penerima zakat untuk masing-masing kriteria pada Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat Kalimantan Timur cabang samarinda dalam hal ini masih kurang memadai dalam hal membuat

keputusan yang spesifik untuk memecahkan permasalahan, khususnya untuk menentuankan calon penerima zakat. Oleh karena itu sistem pendukung keputusan merupakan salah satu komponen yang cukup penting dalam sistem informasi yang dibuat sebagai suatu cara untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada.

Dengan permasalahan tersebut maka, perlu adanya sebuah solusi untuk membantu dalam proses pemecahan masalah yang ada dengan membuat suatu sistem pendukung keputusan. Tujuan utama dari sistem pendukung keputusan ini adalah membantu dalam proses pengambilan keputusan sehingga meningkatkan kemampuan dalam memutuskan masalah dan memberikan hasil berupa alternatif pilihan. Keputusan yang dihasilkan nantinya dapat memenuhi batasan yang ditentukan. Sistem penunjang keputusan dalam menentukan calon penerima zakat pada Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat Kalimantan Timur cabang Samarinda ini dirancang menggunakan metode MFEP (Multifactor Evaluation Proces) dengan konsep dasar mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut atau kriteria

(2)

penentuan calon penerima zakat. Sistem ini berusaha membantu mengatasi kendala-kendala yang terjadi diatas dan sistem ini lebih bersifat memberikan dukungan atau pertimbangan bagi pihak penyeleksi dalam pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi dari proses pengambilan keputusan itu sendiri.

2. RUANG LINGKUP PENELITIAN Permasalahan difokuskan pada :

1. Sistem pendukung keputusan ini bersifat Single User.

2. Metode yang digunakan adalah Multifactor Evaluation Process (MFEP).

3. Proses menentukan calon penerima zakat dihitung menggunakan metode MFEP berdasarkan bobot dari kriteria dan sub kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

4. Jumlah kriteria yang digunakan dalam penilaian adalah 21.

5. Kriteria yang digunakan dalam penentuan calon penerima zakat sebagai berikut:

1) Status pernikahan 2) Pekerjaan

3) Penghasilan per bulan

4) Pekerjaan istri/suami/orang tua 5) Pendapatan istri/suami/orang tua 6) Pendapatan lainnya istri/suami/orang tua 7) Jumlah anak

8) Total tanggungan 9) Kepemilikan rumah 10) Biaya kontrak per bulan 11) Biaya listrik per bulan 12) Biaya air per bulan 13) Biaya dapur per bulan 14) Biaya trasnportasi per bulan 15) Biaya kesehatan per bulan 16) Biaya pengeluaran lainnya 17) Merokok

18) Kepemilikan asset transportasi 19) Kepemilikan asset elektronik 20) Kepemilikan asset

21) Biaya pendidikan per bulan

6. Aplikasi hanya memberikan hasil output tiga (3) jenis laporan:

1) Laporan Daftar Mustahik 2) Laporan Data per Mustahik 3) Laporan Hasil Seleksi Mustahik

7. Bahasa Pemrograman yang digunakan dalam pembuatan sistem ini adalah Visual Basic .Net dan untuk database menggunakan MySQL.

8. Aplikasi ini hanya membantu dalam mendukung sebuah keputusan dalam menentukan calon penerima zakat pada LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda yang layak untuk di bantu sedangkan keputusan akhir diputuskan oleh Pimpinan kepala cabang dan Menejer departemen LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda.

3. BAHAN DAN METODE

Adapun bahan dan metode yang gunakan dalam membangun sitem pendukung keputusan ini yaitu:

3.1 Sistem

Sistem menurut McLeod yang dikutip (2010), dalam bukunya yang berjudul “Management Information System” adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan sama.

3.2 Keputusan

Menurut Kusrini (2007), keputusan merupakan kegiatan memilih suatu strategi atau tindakan dalam pemecahan masalah tersebut. Dan pengambilan keputusan didefinisikan sebagai tindakan memilih strategi atau aksi yang diyakini manager akan memberikan solusi terbaik atas sesuatu disebut pengambilan keputusan.

Tujuan dari keputusan adalah untuk mencapai target atau aksi tertentu yang harus dilakukan. Kriteria atau ciri-ciri pengambilan keputusan adalah :

1. Banyak pilihan atau alternatif.

2. Ada kendala atau syarat.

3. Mengikuti suatu pola atau model tingkah laku, baik yang terstruktur atau tidak terstruktur.

4. Banyak input atau variable.

5. Ada faktor resiko.

6. Dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan keakuratan.

3.3 Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)

Menurut Kusrini (2007), Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manipulasi data.

Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan sebuah keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

Kelas sistem informasi terkomputerisasi pada level yang lebih tinggi adalah Decission Support System (DSS). DSS hampir sama dengan SIM tradisional kerena keduanya sama-sama tergantung pada basis data sebagai sumber data. DSS berangkat dari SIM tradisional kerena menekankan pada fungsi mendukung pembuatan keputusan di seluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual masih wewenang eklusif pembuat keputusan. DSS lebih sesuai untuk orang-orang atau kelompok yang menggunakannya daripada SIM tradisional.

DSS lebih ditujukan untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analitis dalam situasi yang kurang terstruktur dan dengan kriteria yang kurang jelas. DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomatisasikan keputusan, tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambilan keputusan untuk melakukan berbagai analisa untuk melakukan analisa menggunakan model-model yang tersedia.

3.4 Metode Weighted Product (WP)

Heny Pratiwi (2016), Buku Ajar Sistem Pendukung Keputusan, STMIK Widya Cipta Dharma. MFEP adalah metode kuantitatif yang menggunakan Weighting Sistem.

Dalam pengambilan keputusan multifaktor, pengambil keputusan secara subjektif dan intuitif menimbang

(3)

berbagai faktor yang mempunyai pengaruh penting terhadap alternatif pilihan mereka. Untuk keputusan yang berpengaruh secara strategis, lebih dianjurkan menggunakan sebuah pendekatan kuantitatif seperti MFEP. Dalam MFEP pertama-tama seluruh kriteria yang menjadi faktor penting dalam melakukan pertimbangan diberikan nilai pembobotan (weighting) yang sesuai.

Langkah yang sama juga dilakukan terhadap alternatife – alternatife yang akan dipilih, yang kemudian dapat dievaluasi berkaitan dengan faktor–faktor pertimbangan tersebut. Metode MFEP menentukan bahwa alternatif dengan nilai tertinggi adalah solusi terbaik berdasarkan kriteria yang telah dipilih.

Langkah-langkah dalam perhitungan metode Weighted Product (WP) adalah sebagai berikut:

1. Melakukan proses normalisasi untuk atribut faktor yang telah di beri nilai berdasarkan tingkat kepentingannya, kemudian nilai setiap atribut faktor di bagi dengan jumlah keseluruhan nilai atribut yang ada untuk mendapatkan nilai bobot dari setiap fator yang ada.

2. Menentukan faktor dan nilai bobot faktor dimana nilai total pembobotan harus sama dengan 1 (∑

pembobotan = 1), yaitu factor weight.

3. Mengisikan nilai untuk setiap faktor yang mempengaruhi dalam setiap pengambilan keputusan dari data-data yang akan di proses, nilai yang dimasukkan dalam proses pengambilan keputusan merupakan nilai objektif, yaitu sudah pasti berupa faktor evaluasi yang dinilai antara 0-1.

4. Proses perhitungan weight evaluations yang merupakan proses perhitungan nilai bobot antara weight factor dan evaluation factor serta dengan serta penjumlah seluruh hasil wight evaluations untuk memperoleh total hasil evaluasi.

Preferensi untuk alternatif Ai diberikan sebagai berikut:

Dimana:

W : Menyatakan nilai bobot kriteria j : Menyatakan kriteria

n : Menyatakan nilai kriteria

3.5 Basis Data (Database)

Menurut Sutarman (2012), Database adalah sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya.

Menurut Ladjamudin (2013), Database adalah sekumpulan data store (bisa dalam jumlah yang sangat besar) yang tersimpan dalam magnetic disk, oftical disk, magnetic drum, atau media penyimpanan sekunder lainya.

Dari pengertian di atas penulis menyimpulkan Database adalah suatu kumpulan informasi yang disimpan dalam komputer secara sistematik sehingga diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem

manajemen basis data (Database Management System/DBMS).

3.6 MySQL

Menurut Ichwan (2011), MySQL adalah RDBMS yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License), dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. Karena sifatnya yang Open Source, sehingga komunitas umum dapat turut mengembangkan mesin basis data MySQL dan hal ini menyebabkan kemampuan dan performasinya berkembang dengan pesat.

3.7 Visual Basic.NET 2012

Menurut Winarno dan Zaki (2012), Microsoft Visual Basic 2012 salah satu bagian dari produk pemrograman yang di keluarkan oleh Microsoft, yaitu Microsoft Visual Studio 2012. Sebagai produk pengembangan atau Integrated Development Environment (IDE) yang di keluarkan oleh Microsoft, Microsoft Visual Studio 2012 berisi beberapa IDE seperti Visual Basic, Visual C++, Visual Web Developer, Visual C# dan Visual F#. Semua IDE tersebut sudah mendukung penuh implementasi .Net Framework terbaru, yaitu .Net Framework 4.5 yang merupakan pengembangan dari .Net Framework 4.0.

3.8 Crystal Report 8.5

Crystal Report merupakan program khusus untuk membuat laporan yang terpisah dengan Microsoft Visual Basic .NET 2012, tetapi keduanya dapat dihubungkan (lingkage). Mencetak dengan Crystal Report hasilnya lebih baik dan lebih mudah, karena Crystal Report banyak menyediakan objek-objek maupun komponen yang mudah untuk digunakan.

3.9 Metode Pengembangan Sistem

Menurut Kusrini (2007), pengembangan sistem saat melakukan pemodelan dalam pembangunan sistem pendukung keputusan dilakukan langkah-langkah yaitu sebagai berikut :

1. Fase Intelegensi

Pada langkah ini, sasaran ditentukan dan dilakukan pencarian prosedur, pengumpulan data, intentifikasi masalah, identifikasi kepemilikan masalah, klasifikasi masalah, hingga akhirnya terbentuk pernyataan masalah.

Kepemilikan masalah berkaitan dengan bagian yang akan dibangun oleh DSS dan apa tugas dari bagian tersebut sehingga model tersebut bisa relevan dangan kebutuhan si pemilik masalah.

2. Fase Desain

Pada tahap ini akan diformulasikan model yang akan digunakan dan kriteria-kriteria yang ditentukan. Setelah itu, diacari alternatif model yang bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah selanjutnya adalah memprediksi keluaran yang mungkin kemudian, ditentukan variabel-variabel model.

3. Pemilihan (Choice)

Setelah pada tahap design ditentukan berbagai alternatif model beserta variabel-variabelnya. Pada tahap

(4)

Login

Data Kriteria

Data Sub Kriteria

Kepala Program Pengguna

Mustahik Kriteria

Cetak Laporan Keluar

<<Include>>

<<Include>>

<<Include>>

<<Include>>

<<Include>>

<<Include>>

<<Include>>

Menu Utama

Hasil

<<Include>>

ini akan dilakukan pemilihan modelnya yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk solusi dari model tersebut.

Selanjutnya, dilakukan analisi sensitivitas, yakni mengganti beberapa variabel.

4. Fase Implementasi

Setelah menentukan modelnya, berikutnya adalah mengimplementasikannya dalam aplikasi DSS.

4. RANCANGAN SISTEM ATAU APLIKASI Perancangan aplikasi penentuan calon penerima zakat pada LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda dengan metode Multifactor Evaluation Process (MFEP) ini menggunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai salah satu cara untuk mempermudah dalam pembuatan aplikasi ini.

1. Use Case Diagram

Use Case Diagram Realisasi SPK penentuan calon penerima zakat pada LAZ DPU Kalimantan Timur cabang Samarinda

.

Prosedur rancangan sistem memiliki dua aktor yaitu pengguna dan kepala program. Langkah pertama yang akan dilakukan pengguna masuk ke form login, setelah login berhasil maka masuk ke form halaman menu utama. Di dalam menu utama sendiri terdapat form kriteria yang terdiri dari form data kriteria dan data sub kriteria, form mustahik, form hasil dan form laporan. Seperti yang terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Use Case Diagram Realisasi SPK Penentuan Calon Penerima Zakat pada LAZ DPU

Kalimantan Timur cabang Samarinda

5. IMPLEMENTASI

Hasil implementasi berdasarkan analisis dan perancangan adalah sebagai berikut :

1. Form Login

Gambar 2. Form Login

Pada gambar 2 adalah Form Login yang digunakan untuk pengguna melakukan login sebelum masuk kedalam aplikasi.

2. Form Menu Utama

Gambar 3. Form Menu Utama

Pada gambar 3 adalah Form Menu Utama aplikasi sistem pendukung keputusan dalam penentuaan calon mutahik. Di dalam menu utama terdapat menu untuk kriteria, mustahik, hasil dan laporan.

3. Form Data Kriteria

Gambar 4. Form Data Kriteria

Pada gambar 4 adalah Form Data Kriteria Pada gambar 4.18 adalah form data kriteria yang digunakan untuk mengelola data kriteria dari aplikasi sistem pendukung keputusan dalam penentuaan calon mutahik.

4. Form Penilaian Kriteria

Gambar 5. Form Data Sub Kriteria

Pada gambar 5 adalah Form Data Sub Kriteria Pada gambar 4.19 adalah form Data Sub kriteria yang digunakan untuk mengelola data sub kriteria dari aplikasi sistem pendukung keputusan dalam penentuaan calon mutahik

.

5. Form Mustahik

Gambar 6. Form Mustahik

(5)

Pada gambar 6 adalah Form Mustahik yang digunakan untuk mengelola data mustahik dan melakukan perhitungan data penilaian calon mustahik.

6. Form Hasil

Gambar 7. Form Hasil

Pada gambar 7 adalah Form Hasil yang digunakan untuk menampilkan data hasil penilaian calon mustahik dan melakukan pencarian data hasil perhitungan berdasarkan nama calon mustahik dan tanggal seleksi.

7. Form Laporan

Gambar 8. Form Laporan

Pada gambar 8 adalah Form Laporan yang digunakan untuk menampilkan laporan pada aplikasi, yaitu Laporan Daftar Mustahik, Laporan Data per Mustahik dan Laporan Hasil Seleksi Mustahik.

8. Laporan Daftar Mustahik

Gambar 9. Laporan Daftar Karyawan Pada gambar 9 adalah desain pada laporan daftar mustahik yang menampilkan keseluruhan data diri calon mustahik secara singkat ke dalam bentuk tabel

9. Laporan Data per Mustahik

Gambar 10. Laporan Data per Mustahik

Pada gambar 10 adalah desain pada laporan data per mustahik yang menampilkan data diri calon mustahik tertentu secara lengkap ke dalam bentuk formulir data diri.

10. Laporan Hasil Seleksi Mustahik

Gambar 11. Laporan Data per Mustahik Pada gambar 11 adalah adalah desain pada laporan hasil seleksi mustahik yang menampilkan keseluruhan data hasil penilaian diri calon mustahik secara singkat ke dalam bentuk tabel.

6. KESIMPULAN

Dengan adanya hasil penelitian yang dilaksanakan dan berdasarkan semua uraian yang telah dibahas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem pendukung keputusan ini dibuat dengan pemodelan yang memperhatikan berbagai faktor yang dipakai sebagai kriteria penilaian dan pemberian bobot.

2. Hasil penentuan calon mustahik yang diperoleh dari sistem yang terbentuk akan memberikan alternatif penentuan bagi para pengambil keputusan untuk menentukan calon mustahik.

3. Sistem tidak dapat berjalan efektif jika total nilai bobot maksimal tidak sama dengan satu (1).

7. SARAN

Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan diatas maka diberikan beberapa saran yang dapat membantu mengatasi beberapa kekurangan yang ada diantaranya :

1. Aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan calon penerima bantuan dana zakat pada Lembaga Amil Zakat yang penulis buat ini kiranya dapat dipertimbangkan perusahaan untuk dapat digunakan.

2. Sesering mungkin melakukan pemeliharaan terhadap aplikasi tersebut agar efektivitas aplikasi dapat berjalan dengan baik.

3. Sistem Pendukung Keputusan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi Sistem Pendukung Keputusan berbasis web.

8. DAFTAR PUSTAKA

Al-Bahra Bin Ladjamudin. 2013. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Haeda, Nur. 2015. Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Anak Asuh Pena Prestasi Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) Pada Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat Kalimantan Timur. Samarinda:

STMIK WIDYA CIPTA DHARMA

(6)

Ichwan, M. (2011). Pemograman Basis Data Delphi 7 &

MySQL. Bandung: Informatika Bandung.

Kusrini, 2008. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Andi Offset.

M. Shalahuddin. 2011. Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek). Bandung: Penerbit Modula.

McLeod, Raymon Jr dan Pressman,Ph.D. Roger S.

(2010). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta:

Indeks.

Pratiwi, Heny. 2016. Buku Ajar Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish.

Pressman, Ph. D. Roger S. 2010. Software Engineering (A Practitioner’s Approach) Seventh Edition.

Published by McGraw-Hill.

Rusmawan, Uus. 2014. Koleksi Program VB. NET untuk Tugas Akhir dan Skripsi (Edisi Revisi). Jakarta:

PT. Elex Media Komputindo.

Sabiq, Sayyid. 2016. FIQIH SUNAH. Diterjemahkan oleh: Zaenal Mutaqin. Bandung: Hilal

Saufi, Ahmad. 2015. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Multifactor Evaluation Process (MFEP) Pada PT. Tekno Solution Melak. Samarinda:

STMIK WIDYA CIPTA DHARMA

Susilo, Erwin. 2016. Sistem Pendukung Keputusan Penyeleksian Relawan Rumah Zakat Menggunakan Metode Multifactor Evaluation Process (MFEP) Pada kantor Rumah Zakat Cabang Samarinda. Samarinda: STMIK WIDYA CIPTA DHARMA

Winarno, Edy dan Zaki, Ali. 2012. Step by Step Visual Basic .NET. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Gambar

Gambar 1. Use Case Diagram Realisasi SPK  Penentuan Calon Penerima Zakat pada LAZ DPU
Gambar 7. Form Hasil

Referensi

Dokumen terkait

DEWAN REDAKSI Editorial Teams 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pujono, S T , M Eng (Politeknik Negeri Cilacap, Indonesia) Linda Perdana Wanti, S Kom , M Kom (Politeknik Negeri Cilacap,

Variabel penelitian tersebut adalah variabel Kualitas Hasil Kerja ( ), Kuantitas Hasil Kerja ( ), Ketepatan Waktu Penyelesaian Hasil Kerja ( ), sebagai variabel

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sekam padi sebagai adsorben zat warna reaktif Cibacron Red, yaitu dengan menentukan kondisi optimum dan jenis isoterm

Kelima, Hiponimi dapat diartikan sebagai suatu bahasa (kata, frasa, atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna satuan lingual yang lain.

Kualitas audit dalam artikel ini, dapat dilihat dari dua sudut pandang, sudut pandang yang pertama yaitu dilihat dari orang yang mengerjakan audit, auditing harus

Garis penghubung pusat massa dan pusat geometri adalah sebuah sumbu pada simetri inersial, dan garis ini berada pada bidang tegak lurus terhadap sumbu tensor

Tetapi kepastian disetujuinya baru akhir Mei 2009, tepatnya 29 Mei 2009, sehingga kegiatan baru bisa dilaksanakan bulan Juni 2009, di mana pada bulan itu hujan sudah tidak

hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa FBIR mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap ROA, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Riska Amalia Febriana,