• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N Nomor 60-K/PM.III-12/AD/II/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "P U T U S A N Nomor 60-K/PM.III-12/AD/II/2018 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N Nomor 60-K/PM.III-12/AD/II/2018

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : WAHYU IRNA IWAN Pangkat / NRP : Serma/21010153251081 Jabatan : Danunit I/Intel

Kesatuan : Korem 083/Bdj

Tempat, tanggal lahir : Malang, 12 Oktober 1981 Kewarganegaraan : Indonesia.

Jenis kelamin : Laki-laki.

A g a m a : Islam.

Alamat : Ds. Parangargo Wagir Rt. 02 Rw. 05 Kec. Wagir Kab.

Malang Terdakwa dalam perkara ini ditahan oleh :

1. Danrem 083/Bdj selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 5 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 25 Agustus 2017 berdasarkan Keputusan Penahanan Sementara Nomor : Kep/12/VIII/2017 tanggal 4 Agustus 2017.

2. Kemudian diperpanjang berdasarkan :

a. Perpanjangan Penahanan ke-l dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 25 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 23 September 2017 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/16/VIII/2017 tanggal 19 Agustus 2017.

b. Perpanjangan Penahanan Ke-II dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 24 September 2017 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2017 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/23/IX/2017 tanggal 28 September 2017.

c. Perpanjangan Penahanan Ke-III dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 22 Nopember 2017 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/29/X/2017 tanggal 23 Oktober 2017

d. Perpanjangan Penahanan Ke-IV dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 23 Nopember 2017 sampai dengan tanggal 22 Desember 2017 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/35/XI/2017 tanggal 30 Nopember 2017.

e. Perpanjangan Penahanan Ke-V dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 23 Desember 2017 sampai dengan tanggal 21 Januari 2018 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/39/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017.

(2)

f. Perpanjangan Penahanan Ke-VI dari Danrem 083/Bdj selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 22 Januari 2018 sampai dengan tanggal 20 Pebruari 2018 berdasarkan Keputusan Nomor : Kep/10/ll/2018 tanggal 1 Pebruari 2018.

3. Kemudian Penahanan Terdakwa diperpanjang oleh Hakim Ketua Pengadilan Militer III-12 Surabaya selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai tanggal 15 Pebruari 2018 sampai dengan tanggal 16 Maret 2018 berdasarkan Penetapan Penahanan Nomor : TAP/03/PM.III-12/AD/II/2018 tanggal 15 Februari 2018.

4. Perpanjangan Penahanan oleh Kepala Pengadilan Militer III-12 Surabaya selama 60 (enam puluh) hari terhitung mulai tanggal 17 Maret sampai dengan tanggal 15 Mei 2018 berdasarkan Penetapan Perpanjangan Penahanan Nomor : TAP/08/PM.III- 12/AD/III/2018 tanggal 14 Maret 2018.

Pengadilan Militer III-12 Surabaya tersebut diatas :

Membaca : Bekas Perkara dari Denpom V/3 Malang Nomor : BP-77/A- 77/XI/2017 tanggal Desember 2017 atas nama Wahyu Irna Iwan Serma NRP 21010153251081.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danrem 083/Bdj selaku Papera Nomor Kep/13/II/2017 tanggal 12 Februari 2017.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/30/K/AD/II/2018 tanggal 14 Februari 2018.

3. Kepala Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor : Tapkim 60- K / PM.III-12 / AD / II / 2018 tanggal 14 Februari 2018 tentang Penunjukan Hakim.

4. Panitera Nomor : Taptera / 60- K / PM.III-12 / AD / II / 2018 tanggal 15 Februari 2018 tentang Penunjukan Panitera Pengganti.

5. Hakim Ketua Nomor : Tapsid / 60- K / PM.III-12 / AD / II / 2018 tanggal 15 Februari 2018 tentang Penetapan Hari sidang.

6. Surat Kaotmil III-11 Surabaya perihal untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/30/K/AD/II/2018 tanggal 14 Februari 2018, didepan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya isinya sebagai berikut :

a. Oditur Militer berpendapat bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

Kesatu :

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menyimpan, Narkotika golongan I bukan tanaman”.

(3)

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan Kedua :

“Barangsiapa tanpa hak menyimpan munisi”.

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 195 tentang Senjata Api.

b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi pidana :

Pidana pokok : Penjara selama 5 (lima) tahun

dikurangi selama Terdakwa menjalani penahanan sementara.

Pidana Denda : Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Subsidair Pidana kurungan selama 3(tiga) bulan.

Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer Cq TNI AD.

c. Menetapkan barang-barang bukti berupa :

1) Berupa surat-surat:

a) 1 (satu) lembar Berita Acara Pemeriksaan Urine dari BNN Kota Malang Nomor : BA/32A/III/2017/BNNKO-MLG tanggal 04 Agustus 2017 atas nama Serma Wahyu Irna Iwan,

b) 5 (lima) lembar Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No LAB 6947/NNF/2017 tanggal 11 Agustus 2017 dengan surat pengantar No. R/7665A/111/2017 tanggal 14 Agustus 2017 atas nama Serma Wahyu Irna Iwan

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

2) Berupa barang-barang

a) 1 (satu) buah Tespec merk Multi Drug hasil positif dari Korem 083/Bdj

b) 3 (tiga) buah Tespec merk Sensor dari BNN kota Malang

c) 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai d) 2 (dua) buah korek gas

e) 1 (satu) buah bong bekas dipakai f) 2 (dua) buah botol berisi urine

g) 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif.

h) 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa.

i) 15 (lima) butir peluru karet kal 9 mm.

j) 1 (satu) buah testpeck urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas

(4)

dengan hasil positif Amp, 1 (satu) kaleng minuman nestle bear brand dan satu bungkus benda Kristal putih seberat kurang lebih 0,60 gram.

k) 1 (satu) bungkus plastik besar berisi bubuk Kristal putih.

l) 1 (satu) bungkus plastik kecil berisi bubuk Kristal putih.

m) 3 (tiga) korek api berwarna biru, kuning dan hijau.

n) 1 (satu) buah gunting kecil berwarna hitam.

o) 4 (empat) buah sedotan plastik bekas warna putih.

p) 1 (satu) kaleng bekas susu brear brand.

q) 1 (satu) botol bekas larutan cap kaki tiga r) 1 (satu) botol bekas lasegar

s) 1 (satu) pecahan kaca.

Mohon agar barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan.

a) 1 (satu) buah dompet milik Terdakwa berisi surat-surat.

b) 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi unang sebesar Rp 4.907.800,00 (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350.5., 1 (satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree, 3 (tiga) Surat pernyataan.

c) 1 (satu) Celana pendek warna abu-abu.

Mohon agar barang bukti tersebut dikembalikan kepada yang berhak.

Mohon Terdakwa tetap ditahan.

d. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

2. Pembelaan (Pledooi) yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya sebagai berikut :

Bahwa penasehat Hukum Terdakwa sependapat dengan Saudara Oditur Militer, telah membuat Dakwaan kumulatif yakni bahwa Dakwaan Pertama Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Dakwaan Kedua menggar Pasal 1 Ayat (1) Undang- undang Darurat Tahun 1951 tentang Senjata Api.

(5)

Dakwaan Pertama Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selanjutnya akan kami buktikan unsur demi unsur sebagai berikut :

Unsur ke-1 “Setiap orang”.

Dalam Perkara ini, “Setiap orang identik dengan Barangsiapa” menunjuk pada diri Terdakwa, sesuai fakta persidangan atas perkara ini telah jelas merupakan Subjek Hukum, yang menyandang Hak dan kewajiban serta dapat dimintai pertanggungan jawab secara hukum, maka menurut hemat kami Penasehat Hukum Terdakwa unsur ini tidak perlu diuraikan secara lebih terperinci, singkatnya setiap orang yang tunduk pada perundang-undangan RI (dhi. Psal 2, 5,7, dan 8 KUHP) termasuk diri Terdakwa, sebagai pondasi dakwaan atas tindak pidana Narkotika yang ditujukan kepada Terdakwa pada pembuktian unsur ke-1 “Setiap Orang”.

Bahwa Penasehat Hukum sependapat dengan Oditur Militer, yang brkesimpulan bahwa unsur” Setiap orang” memang ditujukan kepada Subjek yaitu Terdakwa telah terbukti.

Unsur ke-2 “tanpa hak atau melawan hukum”

Bahwa Oditur Militer, telah menguraikan unsur tanpa hak melawan hukum terhadap Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP 2101053251081 sebagaimana dikutip bahwa yang dimaksud dengan “tanpa hak” berarti diri sendiri (si pelaku/Terdakwa) tidak ada kekuasaan, kewenangan,

pemilikan,kepunyaan atau sesuatu (dalam hal ini narkotika).

Dengan demikian bahwa kekuasaan, kewenangan, pemilikan kepunyaan itu baru ada pada diri seseorang(si

Pelaku/Terdakwa) setelah ada ijin sesuai Undang-undang yang membolehkan untuk itu. Dan yang dimaksud dengan

“Melawan Hukum” berarti si pelaku(Terdakwa) telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan kewajiban hukumnya, menyerang kepentingan yang dilindumgi oleh hukum. Serta guna mengukuhkan pembuktian unsur ke-2

“tanpa hak atau melawan hukum” Oditur Militer telah mendasari dari fakta- fakta yang diperoleh dalam persidangan sebagaimana dituangkan pada halaman 15 angka 1 s/d 5 dalam

tuntutannya (Requisitoir).

Oditur berkesimpulan pembuktian unsur “tanpa hak atau melawan hukum” telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Setelah penasehat mencermati dan mempelajari hal ihwal perkara ini sekalian pembuktian kebenaran meteriil yang terungkap dalam persidangan penasehat hukum berpendapat :

a. Bahwa Terdakwa mengakui mengkonsumsi nerkotika jenis shabu-shabu, hal ini diperkuat dengan hasil tes urine yang dilakukan di Kantor BNN Kota malang pada tanggal 4

(6)

Agustus sekira pukul 22.00 Wib diperoleh hasil urine Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP 21010153251081 positif mengandung zat Methamfetamina sebagaimana didokumentasikan dalam Berita Acara Pemeriksaan Urine Nomor : BA/32/VIII/2017/BNNKo-MLG tertanggal 4 Agustus 2017.

b. Bahwa Terkait dilakukan penggeledahan rumah dan di dalam kamar Terdakwa ditemukan antara lain :

1) Tanggal 4 agustus 2017 sekira pukul 10.00 Wib ketika dilakukan pemeriksaan/penggeledahan di atas lemari ditemukan sebuah pecahan pipet kaca alat pembakar shabu-shabu, di bawah tempat tidur ditemukan 2 (dua) buah botol sedotan plastik pada tutup botol yang dilubangi; dan

2) Tanggal 6 Agustus 2017 pada saat Kasi Intel korem 083/Bdj bersama penyidik POM sekira pukul 07.30 Wib melakukan penggeledahan ulang di dalam kamar rumah Terdakwa dan ditemukan shabu-shabu seberat 70 gram, satu tas di dalamnya berisi satu paket shabu-shabu yang disimpan dalam buku tabungan BRI atas nama Serma Wahyu Irna Iwan, uang pecahan seratus ribuan sebanyak Rp 4.900.000,- power beng, minuman kaleng merk beruang dan dua lembar surat pernyataan hutang piutang Terdakwa.

Terdakwa menolak dan menyangkal tentang barang berupa pecahan pipet kaca alat pembakar shabu-shabu, 2 (dua) buah botol lasegar yang salah satunya pada bagian tutup terdapat dua lubang dab berselib dua sedotan plastic pada tutup botol yang ditemukan bukan miliknya.

Bahwa Penasehat hukum berkesimpulan bahwa pembuktian unsur ke-2 “Tanpa hak atau melawan hukum” terhadap diri Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP 21010153251081 memang terbukti tetapi sepenuhnya tidak benar-benar terbukti. Menurut logika hukum memang Terdakwa besalah telah mengkonsumsi narkotika jenis shabu-shabu, namun terkait penggeledahan sepenuhnya tidak benar-benar terbukti dan hal ini didasarkan pada waktu-waktu dan pada tempat-tempat pada saat dilakukannya penggeledahan Terdakwa tidak ada di tempat dilakukannya penggeledahan atau berada ditempat lain.

Unsur ke-3 “memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman.”

Bahwa Oditur Militer, telah menguraikan unsur”

“memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman.” Sebagaimana dikutip bahwa yang dimaksud dengan “ menyimpan” adalah menempatkan sesuatu (Narkotika/Psikotropika)sedemikian rupa pada suatu tempat tertentu, dimana sesuai dengan maksud si pelaku supaya dilihat oleh orang lain. Guna mengukuhkan pembuktian unsur ke-3 “menyimpan” Oditur

(7)

Militer juga mendasari dari fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan sebagaimana dituangkan pada halaman 17 angka 1 s/d 4. Dalam tuntunnya (Requisitoir).

Oditur Militer berkesimpulan pembuktian unsur ke-3

“menyimpan narkotika golongan I bukan tanaman” telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Bahwa Penasehat hukum berpendapat bahwa pembuktian unsur ke-3 “menyimpan Narkotika golongan I bukan tanaman” mendasarkan pada barang bukti berupa satu kantong plastik berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 69,904 gram, satu kantong plastik berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 3, 650 gram, satu kantong plastik berisikan Kristal warna putih dengan berat 0,376 gram dan berupa enam buah pipet kaca masih terdapat sisa Kristal warna putih dengan berat netto 0,082 gram menurut hasil penggeledahan tanggal 4 Agustus 2017 dan tanggal 6 Agustus 2017 telah ditemukan dirumah Terdakwa di Jl.

Parangargo Ds. Wagir Rt.02 Rw.05 Kec. Wagir Kab.

Malang, kemudian dimintakan uji di Laboratoris Kriminalistik dari Puslabfor Polri Cabang Surabaya Nomor : No.LAB, : 6947/NNF/2017 tanggal 11 Agustus 2017. Kendatipun demikian, fakta persidangan Terdakwa menyatakan tidak pernah menyimpan dan memiliki barang dimaksudkan, oleh karenanya mencuatkan pada suatu penafsiran hukum yang berbalik, barang itu milik siapa ? dan adakah faktor eksternal yang dengan sengaja melakukan cipta fakta yang demikian

? hal ini bertolak pada waktu-waktu dan tempat-tempat dilakukan penggeledahan tanpa adanya Terdakwa dan Terdakwa berada ditempat lain.

Bahwa oleh karena itu Penasehat Hukum kurang sependapat dengan Oditur Militer, menurut hasil penggeledahan memang benar ditemukan barang bukti tersebut, namun kebenaran tentang barang bukti tersebut belum tentu benar-benar milik Terdakwa.

Dakwaan Kedua Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api.

Bahwa Penasehat Hukum Terdakwa sependapat dengan Oditur Militer, yang berkesimpulan bahwa suluruh unsur- unsur Pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ditujukan kepada Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP 21010153251081 terbukti secara sah dan meyakinkan, hal ini pun dikuatkan dengan :

Bahwa pada tanggal 4 Agustus 2017 sekira pukul 10.00 Wib ketika dilakukan pameriksaan / penggeledahan di dalam kamar Terdakwa ditemukan munisi dalam kaleng terdiri dari : 13 (tiga belas) munisi aktif kaliber 9 mm, 5(lima) butir munisi hampa caliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm,

Bahwa munisi tersebut telah diakuinya sendiri oleh Terdakwa.

(8)

Oleh karena itu Penasehat Hukum Terdakwa mohon kepada Majelis Hakim sebagai berikut :

a. Menyatakan Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP 21010153251081 Danunit 1 Intel korem 083/Bdj secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri sebagaimana dikuatkan dalam Berita Acara Pemeiksaan test urine dari Kantor BNN Kota Malang Nomor : BA/32/VIII/2017/BNNKo-MLG tertanggal 4 Agustus 2017.

b. Menyatakan Terdakwa Serma Wahyu Irna Iwan NRP21010153251081 Danunit 1 Intel Korem 083/Bdj secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah “ Barangsiapa tanpa hak menyimpan munisi”.

c. Menjatuhkan hukuman yang seringan-ringannya kepada Terdakwa Serma Wahyu Irna Irwan NRP 21010153251081, Terdakwa menyesali perbuatannya dan Terdakwa masih menginginkan menjadi prajurit yang lebih baik serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

d. Mebebankan biaya perkara kepada Terdakwa.

3. Bahwa atas pledoi (Pembelaan) Penasihat Hukum tersebut, Oditur Militer tidak mengajukan Replik dan menyatakan secara lisan tetap pada tuntutannya.

4. Bahwa Penasihat Hukum tidak mengajukan Duplik dan menyatakan tetap pada Pledoinya.

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :

Kesatu :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal Empat dan Enam bulan Agustus tahun 2000 tujuh belas atau setidak- tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Agustus tahun 2000 tujuh belas, setidak- tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 tujuh belas di Rumah Saksi-3 Jalan Raya Parangargo Rt. 5 Rw. 2 Ds. Wagir Kec. Wagir Kab. Malang atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI-AD pada tahun 2000 melalui pendidikan Secaba PK VIII di Kodam V/Brawijaya kemudian pendidikan dasar di Pusdik Pusdik Secaba Jember, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda, dilanjutkan Susjur di Pusintelad di Bogor kemudian ditempatkan di Pusintelad di jalan Cokroaminoto Jakarta Pusat, pada tahun 2004 pindah ke Deninteldam Kodam IM di Banda Aceh, pada tahun 2007 pindah ke Kodam V/Brw di satuan Intel Korem 083/Bdj Malang sampai dengan pada saat melakukan perbuatan yang menjadikan perkara

(9)

ini dengan pangkat Serma NRP 21010153251081.

b. Bahwa Terdakwa menikah dengan Saksi-3 (Serma (K) Viria Ningsih) pada bulan Mei 2004 dan sejak tahun 2014 tingkah laku Terdakwa terhadap Saksi-3 berubah, Terdakwa sering marah- marah dan terkadang melakukan pemukulan terhadap Saksi-3, kemudian pada tanggal 4 Agustus 2017 Saksi-3 menemukan sedotan minuman plastik berwarna putih dirumah Saksi-3 di Jalan Raya Parangargo Rt. 5 Rw. 2 Ds. Wagir Kec. Wagir Kab. Malang yang terletak di kamar mandi dan botol kecil di ruang tamu lalu Saksi-3 menanyakan kepada Terdakwa tetapi Terdakwa malah marah-marah dan memukul Saksi- 3, sehingga dengan adanya kejadian tersebut Saksi-3 melaporkan Terdakwa ke kesatuan Korem 083/Bdj selanjutnya Tim Intel 083/Bdj sebanyak 5 (lima) orang diantaranya Saksi-2 (Kapten Arm Sayed Syahrial, S. Sos) dan Saksi-1 (Serma Edi Siswanto) menindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah Saksi-3 dan hasilnya ditemukan sedotan plastik yang sudah dirangkai dan dimasukkan ke dalam botol kecil yang berisi air, barang tersebut ditemukan di kamar mandi kamar Terdakwa tepatnya di closed duduk, lalu di atas almari ditemukan sebuah pecahan pipet kaca alat pembakar sabu-sabu, dibawah tempat tidur ditemukan 2 (dua) buah korek gas, di dalam almari kecil di ruang tamu ditemukan sebuah klip plastik bekas bungkus sabu-sabu serta barang tersebut adalah milik Terdakwa.

c. Bahwa petugas Intel Korem 083/Bdj ketika melakukan penggeledahan di rumah Terdakwa pada tanggal 4 Agustus 2017 di dapatkan barang bukti berupa :

1) 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai 2) 2 (dua) buah korek gas

3) 1 (satu) buah bong bekas dipakai

4) 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif 5) 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa 6) 15 (lima belas) butir peluru karet kal 9 mm

7) 1 (satu) dompet milik Terdakwa berisi surat-surat

8) 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350.5., 1 (satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree,1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP, 3 (tiga) lembar surat pernyataan,1(satu) kaleng minuman nestle bear brand dan satu bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 0.60 gram adalah milik Terdakwa.

d. Bahwa selanjutnya sekira pukul 17.20 Wib di kantor Tim Intel Korem 083/Bdj dilakukan pemeriksaan sample urine terhadap Terdakwa dengan disaksikan oleh Kasi l/lntel Mayor Inf Teguh Sumarsono (sekarang berpangkat Letkol Inf), Pakumrem Mayor

(10)

Chk Itwiaji, SH, dan Lettu Inf Buyung, kemudian dari hasil pemeriksaan dinyatakan oleh Kasi I urine Terdakwa positif menggunakan psikotropika jenis sabu-sabu, kemudian sekira pukul 22.00 Wib Terdakwa dibawa ke BNN Kota Malang oleh Kasi I, Lettu Inf Buyung bersama Serma Edi dan Sertu Refi untuk dilakukan tes urine, setelah dilakukan pemeriksaan tes urine di BNN Kota Malang hasilnya dinyatakan Terdakwa Positif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu selanjutnya sekira pukul 04.30 Wib Terdakwa dibawa ke Denpom V/3 untuk dilakukan penahanan

e. Bahwa pemeriksaan sampel Urine milik Terdakwa yang dilakukan oleh Saksi-4 (Sdr. Widhi Hariyadi) dan Sdr. M. Imam Rofi’I, A. Md dengan menggunakan alat Teskit (Narkoba Tes) 6 parameter merk Sensor (AMP, MET, THC, BZO, MOR) dan merk Valid dengan cara yang pertama alat yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan Urine tersebut dipastikan masih tersegel/tertutup kemudian dengan disaksikan oleh petugas dari Kesatuan Intel Korem 083/Bdj dan Staf BNN Kota Malang, Terdakwa disuruh kencing dikamar mandi yang dijaga oleh Staf Intel Korem 083/Bdj selanjutnya Urine Terdakwa diberikan kepada Saksi-4 dan dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Teskit (Narkoba Tes) 6 parameter merk Sensor (AMP, MET, THC, BZO, MOR) dengan dicelupkan ke dalam Urine Terdakwa, kurang lebih 3 s/d 5 menit ditunggu hasilnya sudah diketahui ternyata hasilnya meragukan atau tidak bisa terbaca, kemudian Saksi-4 melakukan tes yang kedua dan hasilnya juga meragukan serta tidak dapat terbaca selanjutnya Terdakwa diperintahkan oleh Staf Intel Korem 083/Bdj untuk kencing di depan Staf Intel Korem 083/Bdj dan mendapatkan hasilnya jika urine Terdakwa tersebut Positif mengandung Zat Methamphetamine dan telah disahkan oleh Berita Acara Pemeriksaan Urine Nomor : BA/32/VII1/2017/BNNKo-MLG tanggal 4 Agustus 2017.

f. Bahwa menurut Saksi-4, kandungan zat Methamphetamine melalui pemeriksaan urine bisa hilang dalam tubuh seseorang yang mengkonsumsi Narkotika jenis sabu-sabu kurang lebih sekitar 7 (tujuh) hari

g. Bahwa dengan adanya hasil tes urine yang dilakukan di kantor Tim Intel Korem 083/Bdj dengan hasil urine Terdakwa positif mengandung methapethamine dan hasil pemeriksaan urine Terdakwa yang dilakukan di kantor BNN Kota Malang yang hasilnya juga positif mengandung zat Methamphetamine, maka masalah Terdakwa tersebut dilimpahkan ke Denpom V/3 Malang h. Bahwa pada hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2017 Terdakwa dibawa oleh Pelda Togap Sihombing (anggota Denpom V/3) bersama Sertu Yusuf dan Praka Zainul Akso untuk dilakukan pengambilan urine dan darah, kemudian urine dan darah milik Terdakwa tersebut dibawa ke Labfor Polda Jatim

i. Bahwa pada tanggal 6 Agustus 2017 sekira pukul 05.30 Wib saat Saksi-3 menyiapkan baju kaos dan celana pendek Terdakwa untuk ganti Terdakwa, Saksi-3 telah menemukan 2 (dua) bungkus plastik kecil yang berisi serbuk berwarna putih bening di saku celana pendek warna abu-abu milik Terdakwa yang disimpan di almari kamar Terdakwa, kemudian sekira pukul 10.00 Wib anggota Denpom V/3 dan anggota Intel Korem 083/Bdj melakukan

(11)

penggeledahan lagi di rumah Saksi-3 dan saat itu Saksi-3 menyerahkan sabu-sabu tersebut kepada petugas Denpom V/3 j. Bahwa saat anggota Intel Korem 083/Bdj melakukan penggeledahan di rumah Terdakwa pada tanggal 6 Agustus 2017 di dapatkan barang bukti berupa

1. 1 (satu) celana pendek warna abu-abu 2. 1(satu) bks plastik berisi bubuk kristal putih 3. 1 (satu) bks plastik kecil berisi bubuk kristal putih 4. 3 (tiga) korek api berwarna biru, kuning dan hijau 5. 1 (satu) buah gunting kecil berwarna hitam

6. 4 (empat) buah sedotan plastik bekas warna putih, pipet bekas

7. 1 (satu) kaleng bekas susu brear brand 8. 1 (satu) botol bekas larutan cap kaki tiga 9. 1 (satu) pecahan kaca

k. Bahwa Terdakwa tidak tahu berapa banyak Narkotika jenis sabu sabu yang telah Terdakwa konsumsi baik didalam mobil trevel milik Sdr Rudi maupun di dalam kamarmandi rumah Terdakwa namun setiap kali mengkonsumsinya kurang lebih sekitar 10 (sepuluh) sampai dengan 15 (lima belas) kali hisapan dan selanjutnya sisa hisapan di dalam mobil Terdakwa bawa pulang untuk Terdakwa konsumsi sendiri di dalam kamar mandi rumah Terdakwa

l. Bahwa alat yang digunakan untuk menghisap Narkotika jenis sabu sabu di dalam mobil Trevel milik Sdr Rudi adalah milik Sdr Rudi karena yang membuat dan merangkai adalah Sdr Rudi sendiri namun alat yang Terdakwa gunakan di dalam kamar mandi rumah Terdakwa seperti bekas botol larutan cap kaki tiga dan sedotan serta korek api adalah milik Terdakwa karena yang membuat dan merangkai adalah Terdakwa sendiri sedangkan tutup botol larutan yang sudah ada lubangnya dan pipet yang terbuat dari kaca Terdakwa dapat dari Sdr Rudi

m. Bahwa alat yang ditemukan oleh petugas Intel Korem 083/Bdj di dalam Kloset kamar mandi rumah Terdakwa pada hari Jum’at tanggal 4 Agustus 2017 adalah milik Terdakwa dan telah digunakan untuk mengkonsumsi Narkotika jenis sabu sabu diantaranya bekas botol larutan penyegar cap kaki tiga, sedotan yang terbuat dari plastik, Pipet yang terbuat dari kaca yang sudah pecah dan 2 (dua) buah korek api warna biru dan warna kuning dan Testpac

n. Bahwa dampak yang Terdakwa rasakan setelah mengkonsumsi/menghisap Narkotika jenis sabu sabu selama ini adalah beban yang ada didalam pikiran Terdakwa menjadi ringan dan hilang, badan menjadi ringan serta napsu makan semakin banyak.

o. Bahwa dari hasil uji laboratorium forensik Cabang Surabaya barang bukti berupa 1 (satu) kantong plastik berisikan kristal warna putih berat netto 69,904 gram. 1 (satu) kantong plastik

(12)

berisikan kristal warna putih berat netto 3,650 gram, 1 (satu) kantong plastik berisikan kristal warna putih berat netto 0,376 gram, enam buah pipet kaca masih terdapat sisa kristal warna putih bersat netto 0,082 gram positif mengandung Metamfetamine terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 lampiran I Undang- undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan : Kedua :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal Empat bulan Agustus tahun 2000 tujuh belas atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Agustus tahun 2000 tujuh belas, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 tujuh belas di Rumah Saksi- 3 Jalan Raya Parangargo Rt. 5 Rw. 2 Ds. Wagir Kec. Wagir Kab. Malang atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer 111-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana

“Barangsiapa tanpa hak memasukan ke Indonesia membuat, menerima mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam memilikinya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, menggunakan sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI-AD pada tahun 2000 melalui pendidikan Secaba PK VIII di Kodam V/Brawijaya kemudian pendidikan dasar di Pusdik Pusdik Secaba Jember, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda, dilanjutkan Susjur di Pusintelad di Bogor kemudian ditempatkan di Pusintelad di jalan Cokroaminoto Jakarta Pusat, pada tahun 2004 pindah ke Deninteldam Kodam IM di Banda Aceh, pada tahun 2007 pindah ke Kodam V/Brw di satuan Intel Korem 083/Bdj Malang sampai dengan pada saat melakukan perbuatan yang menjadikan perkara ini dengan pangkat Serma NRP 21010153251081.

b. Bahwa Terdakwa menikah dengan Saksi-3 (Serma (K) Viria Ningsih) pada bulan Mei 2004 dan sejak tahun 2014 tingkah laku Terdakwa terhadap Saksi-3 berubah, Terdakwa sering marah- marah dan terkadang melakukan pemukulan terhadap Saksi-3, kemudian pada tanggal 4 Agustus 2017 Saksi-3 menemukan sedotan minuman plastik berwarna putih dirumah Saksi-3 di Jalan Raya Parangargo Rt. 5 Rw. 2 Ds. Wagir Kec. Wagir Kab.

Malang yang terletak di kamar mandi dan botol kecil di ruang tamu lalu Saksi-3 menanyakan kepada Terdakwa tetapi Terdakwa malah marah-marah dan memukul Saksi-3, sehingga dengan adanya kejadian tersebut Saksi-3 melaporkan Terdakwa ke kesatuan Korem 083/Bdj selanjutnya Tim Intel 083/Bdj sebanyak 5 (lima) orang diantaranya Saksi-2 (Kapten Arm Sayed Syahrial, S.

Sos) dan Saksi-1 (Serma Edi Siswanto) menindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah Saksi-3 dan hasilnya ditemukan sedotan plastik yang sudah dirangkai dan dimasukkan ke dalam botol kecil yang berisi air, barang tersebut ditemukan di kamar mandi kamar Terdakwa tepatnya di closed duduk, lalu di atas almari ditemukan sebuah pecahan pipet kaca alat pembakar sabu-sabu, dibawah tempat tidur ditemukan 2 (dua) buah korek gas, di dalam almari kecil di ruang tamu ditemukan sebuah klip

(13)

plastik bekas bungkus sabu-sabu serta barang tersebut adalah milik Terdakwa.

c. Bahwa ketika petugas Intel Korem 083/Bdj melakukan penggeledahan di rumah Terdakwa pada tanggal 4 Agustus 2017 di dapatkan barang bukti berupa :

1) 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai 2) 2 (dua) buah korek gas

3) 1 (satu) buah bong bekas dipakai

4) 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif 5) 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa 6) 15 (lima belas) butir peluru karet kal 9 mm

7) 1 (satu) dompet milik Terdakwa berisi surat-surat

8) 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350 5 , 1(satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree,1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP, 3 (tiga) lembar surat pernyataan, 1 (satu) kaleng minuman nestle bear brand dan satu bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 0.60 gram adalah milik Terdakwa,

d. Bahwa Terdakwa mengakui 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif, 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa dan15 (lima belas) butir peluru karet kal 9 mm yang ditemuakan dirumahnya adalah milik Terdakwa yang didapat pada saat dinas Deninteldam IM Banda Aceh pada saat itu Terdakwa dibekali senpi P1 dan 2 magasen munisi berisikan munisi 9 butir permagasen namun senpi P1 dan 2 magasen munisi berisikan munisi 9 butir permagasen saat ini sudah Terdakwa serahkan ke Kesatuan lama Denintel IM pada tahun 2007 sedangkan munisinya Terdakwa simpan.

e. Bahwa Terdakwa mendapatkan munisi yang terdiri dari 13 (tiga belas) aktif kaliber 9 mm, 5 (lima) butir munisi hampa kaliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm diperoleh Terdakwa saat menjadi Walpri Pangdam IM tahun 2004 s/d 2005 karena dari kantor Denintel IM dibekali senpi P1 dan 2 magazen munisi yang berisikan 9 butir per magazen.

f. Bahwa Terdakwa menyimpan atau memiliki sejumlah munisi tersebut pada saat pindah dari Kodam Iskandar Muda Banda Aceh ke Kodam V/Brw tahun 2007, munisi tersebut dimasukkan ke dalam ransel warna hijau kemudian Terdakwa mengirim beserta perabotan rumah tangga dan baju-baju melalui kantor pos.

g. Bahwa Terdakwa pada saat menyimpan dan memiliki 13 (tiga belas) aktif kaliber 9 mm, 5 (lima) butir munisi hampa kaliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm tersebut tidak memiliki ijin yang sah dari kesatuan.

Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur

(14)

tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal :

Kesatu : Pasal 112 ayat(1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan :

Kedua : Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api.

Menimbang : Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa atas Dakwaan Oditur Militer tersebut, Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan keberatan atau Eksepsi.

Menimbang : Bahwa dipersidangan Terdakwa didampingi oleh Penasihat yaitu Mayor Chk Intwiaji, S.H., NRP 547970 dan Kapten Chk Juremi K, S.H., NRP 21930017611072 berdasarkan Surat Perintah dari Danrem 083/Bhaladhika Jaya Nomor : Sprint/330//II/2018 tanggal 22 Februari 2018 dan Surat Kuasa Khusus tertanggal 22 Februari 2018 dari Terdakwa kepada Penasihat Hukum Terdakwa.

Menimbang : Bahwa para Saksi yang dihadapkan di persidangan menerangkan di bawah sumpah, yaitu :

Saksi-1.

Nama lengkap : Widhi Hariyadi

Pangkat / NRP : PNS BNN Kota Malang Penata Muda Gol III/A / 196602022001121005.

Jabatan : Staf P2M Pencegahan dan

Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Malang.

Tempat, tanggal lahir : Malang, 02 Pebruari 1966

Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

A g a m a : Islam.

Tempat tinggal : Jl Kalpataru No. 53 A Rt 4 Rw 1 Kel Jatimulyo Kec Laowokwaru Kota Malang.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa namun Saksi pemah bertemu di kantor BNN Kota Malang saat Saksi akan melakukan pemeriksaan sample urine milik Terdakwa, dan antara Saksi dengan Terdakwa tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengerti dipanggil dalam persidangan ini yaitu mengenai perkara Terdakwa mengenahi tes urine yang dilakukan di BNN.

3. Bahwa pada hari Jum’at tanggal 4 Agustus 2017 sekira pukul 22.00 Wib s/d pikul 24.00 Wib Saksi melakukan pemeriksaan di kantor BNN Kota Malang bersama Sdr. M. Imam Rofi’l, A. Md. Kepala Staf Rehabilitasi beserta lima orang anggota Intel Korem 083/Bdj untuk memeriksa sample urine milik Terdakwa atas permintaan dari Komandan

(15)

satuan Korem 083/Bdj yang yang sebelumnya sudah di tes oleh kesatuannya sendiri.

4. Bahwa setelah sampai di BNN Terdakwa langsung diambil urine yang dilakukan di kamar mandi BNN yang disaksikan oleh Staf Intel Korem 083/Bdj namun awalnya urinenya meragukan dan tidak bisa dibaca lalu Saksi mengambil urine Terdakwa lagi dan juga hasilnya meragukan dan tidak bisa dibaca lalu yang ketiga Terdakwa diambil urinenya di depan Staf Intel korem 083/Bdj dan Staf BNN Kota Malang dan mendapatkan hasil positif mengandung zat Methamfetamina dan telah disahkan oleh Berita Acara Pemeriksaan Urine Nomor : BA/32/VIII/2017/BNNKO-MLG tanggal 4 Agustus 2017.

5. Bahwa alat yang digunakan untuk mengetes urine Terdakwa tersebut dipastikan masih tersegal/tertutup.

6. Bahwa sewaktu dilakukan pengetesan urine Terdakwa disaksikan oleh petugas dari Kesatuan Intel Korem 083/Bdj dan Staf BNN Kota Malang.

7. Bahwa yang menyebabkan meragukan dan tidak terbaca sehingga Saksi melakukan tes Urine sebanyak tiga kati karena bisa jadi Urine milik Terdakwa dicampur dengan air.

8. Bahwa menurut Saksi zat Methamphetamine yang terkandung dalam urine Terdakwa tersebut adalah karena seseorang telah menggunakan atau mengkonsumsi Narkotika jenis sabu-sabu.

9. namun Saksi tidak tahu kadar zat Methamphetamine yang terkandung dalam urine Terdakwa dan yang Saksi tahu hanya kapan penggunaan terakhir pada saat dikonsumsinya untuk alat Teskit 6 parameter terdeteksi kurang lebih 6 (enam) hari.

10. Bahwa keakuratan tes yang dipakai untuk mengetes urine Terdakwa adalah 90 %.

11. Bahwa lama waktu seseorang netral setelah menggunakan shabu- shabu adalah 6 sampai 7 hari.

12. Saksi tidak mengetahui kapan terakhir Terdakwa mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu tetapi ketika Terdakwa ditanya oleh Sdr M. Imam Rofi'I, A. Md.Kepala Staf Rehabilitasi, Tersangkla mengaku memakaii Narkotika jenis sabu- sabu tiga hari sebelum pemeriksaan Urine yang Saksi lakukan.

Atas keterangan Saksi tersebut diatas, ada sebagian yang disangkal oleh Terdakwa yaitu :

Bahwa Terdakwa tidak pernah ketemu dan diambil urine oleh Saksi, atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi tetap pada keterangan.

Saksi- 2

Nama lengkap : Viria Ningsih

Pangkat / NRP : Serma (K) / 21020145820882 Jabatan : Turestitusi dan Ransum Penderita

Sijangum.

Kesatuan : RST. Dr. Soepraoen Kesdam V/Brw Tempat, tanggal lahir : Malang, 12 Agustus 1982.

Jenis kelamin : Perempuan.

Kewarganegaraan : Indonesia.

A g a m a : Islam.

(16)

Tempat tinggal : Jalan raya Parangargo Rt. 5 Rw. 2 Ds.

Wagir Kec. Wagir Kab. Malang.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada awal tahun 2002 kemudian pada bulan Mei 2004 menikah sehingga antara Saksi dengan Terdakwa mempunyai hubungan sebagai suami istri.

2. Bahwa Saksi mengetahui dihadirkan Saksi dalam perkara Terdakwa yaitu mengenahi penyalahguna narkotika.

3. Bahwa sejak tahun 2014 tingkah laku Terdakwa terhadap Saksi berubah, Terdakwa sering marah-marah dan terkadang melakukan pemukulan terhadap Saksi kemudian Saksi pernah menemukan sedotan minuman plastik berwarna putih di kamar mandi dan botol kecil di ruang tamu lalu Saksi menanyakan kepada Terdakwa tetapi Terdakwa malah marah- marah dan memukul Saksi

4. Bahwa pada tanggal 4 Agustus 2017 Saksi melaporkan Terdakwa ke kesatuan Korem 083/Bdj selanjutnya Tim Intel 083/Bdj sebanyak 5 (lima) orang yang Saksi kenal diantaranya Kapten Arm Sayed Syahrial, S. Sps dan Serma Edi Siswanto kemudian menindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah saksi dan ditemukan sedotan plastik yang sudah dirangkai dan dimasukkan ke dalam botol kecil yang berisi air dan ditemukan di kamar mandi kamar Terdakwa tepatnya di closed duduk serta barang tersebut adalah milik Terdakwa.

5. Bahwa pada tanggal 4 Agustus 2017 sekira pukul 16.30 Wib dilakukan penangkapan oleh Tim Intel Korem 083/Bdj terhadap Terdakwa di rumah Saksi kemudian dilakukan tes urine terhadap Terdakwa dan atas keterangan Tim Intel Korem 083/Bdj kepada Saksi hasil tes urine Terdakwa tersebut hasilnya positif selanjutnya dilakukan pemeriksaan urine terhadap Terdakwa di BNN Kota Malang dan atas keterangan Tim Intel Korem 083/Bdj ternyata hasilnya juga positif sehingga masalah tersebut dilimpahkan ke Denpom V/3 Malang.

6. Bahwa pada tanggal 6 Agustus 2017 sekira pukul 05.30 Wib pada waktu Saksi menyiapkan baju kaos dan celana pendek untuk ganti Terdakwa, Saksi telah menemukan 2 (dua) bungkus plastik kecil disaku celana tersebut yang berisi serbuk berwarna putih bening.

7. Bahwa Saksi pemah melihat di medsos dan dikaitkan dengan hasil tes urine Terdakwa yang positif sehingga Saksi menduga jika serbuk tersebut adalah shabu-shabu namun Saksi tidak mengetahui berapa banyak sabu-sabu tersebut karena Saksi tidak menimbangnya.

8. Bahwa serbuk putih yang diduga sabu-sabu tersebut Saksi temukan didalam saku celana pendek wama abu-abu milik Terdakwa yang disimpan di almari kamar Terdakwa, kemudian sekira pukul 10.00 Wib petugas Denpom V/3 dan petugas Intel Korem 083/Bdj melakukan penggeledahan di rumah Saksi dan saat itu Saksi menyerahkan sabu- sabu tersebut kepada petugas Denpom V/3.

9. Bahwa barang bukti lainnya yang Saksi Temukan adalah korek api, pipet, keca kecil bening dan sedotan minuman plastik yang ditemukan Saksi di kamar Terdakwa dan semuanya sudah Saksi serahkan ke petugas Tim Intel Korem 083/Bdj.

10. Bahwa Saksi tidak tahu kapan, dimana dan dari mana Terdakwa mendapatkan Narkotika jenis sabu-sabu serta bersama siapa dan dengan cara bagaimana Terdakwa mengkonsumsi / menggunakan

(17)

Narkotika jenis sabu-sabu.

11. Bahwa selain barang bukti tersebut dalam penggeledahan juga ditemukan munisi jenis pistol milik Terdakwa yang ditemukan di bawah lemari di kamar Terdakwa sebanyak 1 (satu) biji.

12. Bahwa selain Saksi dan anak-anak saksi tidak ada orang lain yang masuk rumah Saksi.

13. Bahwa perbuatan Terdakwa diduga telah mengkonsumsi Narkotika jenis sabu-sabu tersebut agar diproses secara hukum supaya cepat selesai perkaranya

Atas keterangan Saksi tersebut diatas, ada sebagian di sangkal oleh Terdakwa yaitu :

- Bahwa yang ditemukan Saksi berupa bungkusan di celana bukan milik Terdakwa.

- Atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi tetap pada keterangannya.

Saksi-3 :

Nama lengkap : Edi Siswanto

Pangkat, NRP : Serma / 3910246350472 Jabatan : Bati Ops Tim Intel

Kesatuan : Korem 083/Bdj

Tempat, tanggal lahir : Malang, 30 April 1972 Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

A g a m a : Islam.

Tempat tinggal : Jl Kebonsari II No. 45 Rt 09 Rw 02 Ds Ngebruk Kec Sumber Pucung Kab Malang

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 2014 di Korem 083/Bdj saat Terdakwa pindah jabatan sebagai Tim Intel Korem 083/Bdj, namun tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengerti dipanggil dipersidangan ini yaitu sebagai Saksi dalam perkara Terdakwa yaitu masalah penyalahgunaan Narkotika.

3. Bahwa pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2017 sekira pukul 10.00 Wib istri Terdakwa yang bernama Sdri. Virianingsih menghubungi Pasi Intel (Kapten Anton) karena ada penganiayaan terhadap Saksi bertujuan memohon untuk datang ke rumahnya.

4. Kemudian Saksi diperintahkan Pasi Intel untuk berangkat ke rumah terdakwa setelah sampai dirumah terdakwa pintu rumah terdakwa dalam keadaan tertutup setelah itu Saksi laporan kepada Dantim dan perintah Dantim Saksi diperintahkan untuk nunggu di depan rumah Terdakwa.

5. Bahwa karena terdakwa sudah keluar rumah sekitar jam 09.00 Wib. Kemudian saksi dan Saksi 2 Serma (K) Viria Ningsih (isteri Terdakwa) nunggu di RST Soepraoen namun terdakwa tidak ada kunjung datang ke Rumah Sakit Tentara Soepraoen.

6. Bahwa setelah sholat jumat Saksi ketemu dengan Terdakwa di

(18)

daerah Klayatan dan waktu itu Terdakwa dipanggil dan dibilang oleh Saksi Terdakwa disuruh Saksi untuk datang ke kantor dan dijawab oleh Terdakwa akan datang sendiri ke kantor.

7. Bahwa Dantim Kapten Arm Sayed waktu datang ke rumah Terdakwa bersama Provost Serda Dodik dan satu orang anggota intel.

8. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa ditangkap di rumah terdakwa sekitar pukul 16.30 Wib dan langsung dibawah ke Kantor Intel Korem 083/Bdj, kemudian Saksi tidak mengetahui kapan dilaksanakan pengambilan urine Terdakwa namun Saksi Cuma mengetahui hasil pengambilan urine Terdakwa yaitu positif methamfitamina.

9. Bahwa sekitar pukul 20.00 Wib setelah itu Saksi diperintahkan untuk mengantarkan Terdakwa ke BNN untuk diambil Tes urine, setelah sampai di Kantor BNN diterima oleh Sdr. Imam dari petugas BNN, kemudian di tes urine yang dibawah dari kantor Intel dan hasilnya positif Methamfitamine.

10. Bahwa kemudian Terdakwa diambil urinenya lagi yang yang dilakukan di kamar mandi BNN dan hasilnya meragukan, karena hasil urine terdakwa meragukan, kemudian terdakwa diperintahkan untuk diambil urinenya kembali di Aula BNN yang disaksikan oleh Pak Imam dari BNN, Dantim Intel, Sertu Refi, Serka Rudi, dan Saksi sendiri dan setelah itu Terdakwa diserahkan ke Denpom V/3 Malang untuk di proses lebih lanjut.

11. Bahwa cara mengetes urine tersebut alat dicelupkan di urine Terdakwa kira kira 5 menit kemudian alat diangkat dan hasilnya positif Methamfithamina dan setelah itu Terdakwa diserahkan ke Denpom V/3 Malang untuk di proses lebih lanjut.

12. Bahwa saksi pernah ikut menggeledah di rumah terdakwa pada hari jumat pada tanggal 4 Agustus 2017 bersama 6 orang yaitu Dantim Intel, Pelda Ahmad, Serka Rudi, Provost Serda Sumarsono yang satu Saksi lupa namanya.

13. Bahwa pada waktu dilakukan penggeledahan di rumah Terdakwa ditemukan bungkus plastic berisi serbuk warna putih yang diserahkan oleh isteri Terdakwa, selain itu ditemukan bong di kamar mandi di kamar Terdakwa yang menemukan Provost.

14. Bahwa pada tanggal 6 Agustus 2017 Saksi diperintahkan Dantim Intel ikut mendampingi petugas Pom untuk penggeledahan di rumah Terdakwa atas laporan Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih (isteri Terdakwa) terkait ada ditemukan bungkusan dalam plastik sebesar 1(satu) genggaman (benda yang diduga Shabu-shabu) yang ditemukan disaku celana pendek Terdakwa dan pengakuan dari Saksi 2 Serma . Viria Ningsih adalah milik Terdakwa.

15. Bahwa selain ditemukan barang-barang tersebut diatas ada juga ditemukan dalam celengan kaleng munisi pistol kurang lebih 20 (dua puluh) butir munisi tajam ada juga munisi hampa.

16. Bahwa Saksi mengetahui barang bukti yang ditemukan tersebut hanya pada waktu didata/digelar oleh Petugas Pom antara lain :

a. 2 (dua) botol bekas larutan cap larutan cap kaki tiga dan botol bekas minuman lasegar dalam keadaan tertutup.

b. 6 (enam) buah Pipet kaca.

c. 1 (satu) buah dompet milik Serda Sudibjo.

d. Kurang lebih 20 (dua puluh) buah munisi dicelengan kaleng.

(19)

e. 1 (satu) buah kaleng bekas susu brear brand.

f. 1 (satu) buah celana Terdakwa yang ditunjukkan Saksi 2 Viria Ningsih (isteri Terdakwa) di saku celana ada bungkusan berisi serbuk warna putih seperti tawas yang diduga shabu-shabu.

g. 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350.5., 1 (satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree,1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP, 3 (tiga) lembar surat pernyataan, 1 (satu) kaleng minuman nestle bear brand dan satu bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 0.60 gram adalah milik Terdakwa.

h. 3 (tiga) buah korek api gas ada di gelas.

17. Bahwa Saksi tidak tahu kapan, dimana dan darimana Terdakwa mendapatkan Narkotika jenis sabu-sabu serta bersama siapa dan dengan cara bagaimana Terdakwa mengkonsumsi / menggunakan Narkotika jenis sabu-sabu.

18. Bahwa Saksi tidak mengetahui sejak kapan Terdakwa menyimpan dan memiliki munisi tersebut, kemudian Saksi juga tidak mengetahui di dapat darimana dan akan dipergunakan untuk apa munisi tersebut oleh Terdakwa.

19. Bahwa sepengetahuan Saksi, dalam menyimpan dan memiliki munisi tersebut Terdakwa tidak melalui prosedur

20. Bahwa Terdakwa dalam kegitan saehari-hari jarang di kantor dan dalam kegiatan kurang aktif dalam menjalankan tugas, kemudian dengan adanya hasil tes urine terhadap Terdakwa yang menyatakan positif mengandung Metta Methamin sehingga Terdakwa diduga telah mengkonsumsi Narkotika jenis sabu-sabu tersebut, perbuatan Terdakwa telah melanggar instruksi Presiden dan ST Panglima TNI untuk memerangi Narkotika sehingga perbuatan Terdakwa tidak bisa di tolelir lagi dan harus diberikan sanksi yang seberat - beratnya

Atas keterangan Saksi tersebut diatas, ada sebagaian yang di sangkal oleh Terdakwa yaitu :

- Bahwa barang yang diduga Shabu yang ditemukan di celana di rumah Terdakwa bukan milik Terdakwa.

- Bahwa Bong dan alat untuk menghisap shabu-shabu bukan milik Terdakwa.

atas sangkalan Terdakwa tersebut Saksi tetap pada keterangannya.

Menimbang : Bahwa Saksi 4 Kapten Arm Sayet Syahrial, S, Sos tidak dapat hadir kepersidangan karena sedang melaksanakan tugas khusus pengamanan VIP RI 1 di Kota Malang, dan sudah dipanggil secara patut dan sesuai ketentuan Undang-undang dan telah memberikan jawaban tertulis, bahwa Saksi telah memberikan keterangannya di bawah sumpah dalam berita acara pemeriksaan, untuk itu dengan mendasari pasal 155 Undang- undang Nomor : 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer Oditur Militer mohon agar keterangan Saksi yang ada dalam berkas

(20)

acara pemeriksaan dibacakan, atas persetujuan dari Terdakwa dan Penasihat hukumnya maka keterangan Saksi dalam berkas acara pemeriksaan tersebut dibacakan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Saksi-4.

Nama lengkap : Sayed Syahrial, S, Sos Pangkat / NRP : Kapten Arm /11080121450686 Jabatan : Dan Tim Intel

Kesatuan : Korem 083/Bdj Tempat, tanggal lahir : Bireuen, 02 Juni 1986 Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

A g a m a : Islam.

Tempat tinggal : Asrama Korem 083/Bdj Jl. Bandulan Gg. 8 No. G 1 Kota Malang.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi baru kenal dengan Terdakwa pada saat penangkapan terhadap Terdakwa pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2017 di rumah Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2017 sekira pukul 08.00 Wib Saksi mendapat perintah dari Kasi Intel 083/Bdj untuk mengamankan Terdakwa karena Terdakwa mengancam istrinya akan dibunuh, kemudian Saksi bersama tim 5 (lima) orang datang ke rumah Terdakwa dan sesampai di rumah Terdakwa sekira pukul 10.30 Wib bertemu dengan istri Terdakwa dan saat itu istri Terdakwa bercerita jika istri Terdakwa pemah melihat Terdakwa memakai Narkotika jenis sabu-sabu.

3. Bahwa setelah mendengar cerita dari istri Terdakwa tersebut, Saksi meminta ijin kepada istri Terdakwa untuk melakukan pemeriksaan / penggeledahan di kamar, tas, lemari dan tempat tidur serta kamar mandi dan hasilnya didapatkan alat penghisap di cloused dan pecahan alat pipet ditemukan di tong sampah, kemudian pada saat setelah memeriksa keluar kamar mandi Saksi melihat di depan lemari ada sebuah kaleng dan ternyata pada kaleng tersebut berisikan munisi yang terdiri dari 13 (tiga belas) aktif kaliber 9 mm, 5 (lima) butir munisi hampa kaliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm selanjutnya kami kembali ke kesatuan dan melaporkan hasil penggeledahan beserta barang bukti yang ditemukan, setelah itu Pasi Intel menghubungi Terdakwa namun selalu ditolak sehingga dari satuan berusaha menghubungi istri Terdakwa agar membujuk Terdakwa pulang.

4. Bahwa sekira pukul 17.00 Wib Terdakwa kembali ke rumahnya yang mana Saksi bersama tim sudah memantaunya kemudian Saksi mendekati Terdakwa dan mengajak ke kantor Tim Intel Korem 083/Bdj selanjutnya sekira pukul 20.00 Wib dilakukan tes urine di ruang piket Tim Intel Korem 083/Bdj dengan menggunakan alat tespek 5 parameter yang mana Terdakwa diperintahkan untuk kencing ditempatkan di gelas plastik kecil lalu alat tespek tersebut dicelupkan ke air kencing Terdakwa dan hasilnya satu strip yang bertuliskan methavitamina dengan hasil positif, saat itu yang menyaksikan yaitu Saksi 3 Serma Edi dan 2 (dua) orang anggota dari Tim Intel.

5. Bahwa sekira pukul 20.00 Wib Terdakwa dibawa ke BNN Kota

(21)

Malang untuk dilakukan tes urine lagi dan sesampainya di BNN Kota Malang langsung dilakukan pengetesan terhadap urine Terdakwa sebanyak 3 (tiga) kali yang pertama hasilnya negatif sedangkan yang kedua hasilnya positif dan yang ketiga hasilnya juga positif.

6. Bahwa Saksi melakukan pengambilan urine terhadap Terdakwa atas dasar perintah lisan dari Kasi Intel Korem 083/Bdj dan atas penemuan bong atau alat hisap yang ditemukan di rumah Terdakwa.

7. Bahwa pada tanggal 4 Agustus 2017 saat Saksi menggeledah rumah Terdakwa telah menemukan bong atau alat hisap sabu-sabu, sisa sabu-sabu yang ada di pecahan kaca, dompet atas nama Serda Sudibyo dan beberapa munisi serta tespek bekas milik Terdakwa, sedangkan pada tanggal 6 Agustus 2017 sekira pukul 07.30 Wib saat Kasi Intel Korem 083/Bdj menggeledah kembali rumah Terdakwa didapatkan sabu-sabu seberat 70 Gram, tas milik Terdakwa yang didalamnya berisi satu paket sabu-sabu yang disimpan di dalam buku tabungan BRI atas nama Serma Wahyu, uang pecahan seratus ribuan sebanyak Rp.

4.900.000,- (empat juta sembilan ratus ribu rupiah), uang recehan, power beng, minuman kaleng merk beruang, dua lembar surat pernyataan hutang piutang Terdakwa.

8. Bahwa Saksi tidak tahu kapan, dimana dan darimana Terdakwa mendapatkan Narkotika jenis sabu-sabu serta bersama siapa dan dengan cara bagaimana Terdakwa mengkonsumsi / menggunakan Narkotika jenis sabu-sabu.

9. Bahwa Saksi tidak mengetahui sejak kapan Terdakwa menyimpan dan memiliki munisi tersebut, kemudian Saksi juga tidak mengetahui di dapat darimana dan akan dipergunakan untuk apa munisi tersebut oleh Terdakwa.

10. Bahwa sepengetahuan Saksi, dalam menyimpan dan memiliki munisi tersebut Terdakwa tidak melalui prosedur.

11. Bahwa Terdakwa dalam kegitan saehari-hari kurang aktif dalam menjalankan tugas, kemudian dengan adanya hasil tes urine terhadap Terdakwa yang menyatakan positif mengandung Methamfetamina sehingga Terdakwa diduga telah mengkonsumsi Narkotika jenis sabu- sabu tersebut, perbuatan Terdakwa telah melanggar instruksi Presiden dan ST Panglima TNI untuk memerangi Narkotika.

Atas keterangan Saksi tersebut diatas, ada sebagaian yang di sangkal oleh Terdakwa yaitu :

- Terdakwa tidak pernah menyimpan shabu-shabu seberat 70 gram dan kaca yang berisi sisa shabu-shabu.

- Terdakwa tidak pernah diketahui oleh keluarga di rumah dan Terdakwa tidak pernah mengisap shabu-shabu.

- Terdakwa tidak pernah menyatakan 2 (dua) minggu sebelumnya menggunakan/mengkonsumsi shabu-shabu kepada Saksi.

Atas sangkalan Terdakwa tersebut tidak bisa dikonfirmasi karena Saksi tidak hadir dalam persidangan.

Menimbang : Bahwa didalam sidang Terdakwa menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI-AD pada tahun 2000 melalui pendidikan Secaba PK VIII di Rindam V Malang Kodam V/Brw kemudian pendidikan dasar di Pusdik Secaba Jember, setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda, dilanjutkan Susjur Infanteri di Asembagus

(22)

Situbondo dan sebelum pelantikan Terdakwa ditempatkan di Pusintelad di Bogor pada tahun 2001, setelah itu Terdakwa mengikuti kursus Susba Intelad di Pusdik Intel di Siomas Bogor lalu ditempatkan di Pusintelad di jalan Cokroaminoto Jakarta Pusat, pada tahun 2004 pindah ke Deninteldam Kodam IM di Banda Aceh, pada tahun 2007 pindah ke Kodam V/Brw di satuan Intel Korem 083/Bdj Malang sampai dengan pada saat melakukan perbuatan yang menjadikan perkara ini dengan pangkat Serma NRP 21010153251081.

2. Bahwa Terdakwa pernah tugas Operasi Militer Tugas Damai di Nangro Aceh Darussalam pada tahun 2002, Darurat Militer di Lousumawe di Nangro Aceh Darussalam pada tahun 2003, Tugas Darurat Sipil di Sabang Nangro Aceh Darussalam pada tahun 2004. Dan Tanda Jasa Terdakwa miliki berupa Satya Lencana VIII Tahun dan Satya Lencana Dharma Nusa.

3. Bahwa Terdakwa kenal dengan Saksi 2 Serma (K). ViriaNingsih pada tahun 2002 pada saat sama-sama dinas di Kodam IM Aceh, dari perkenalan tersebut kemudian pada tahun 2004 Terdakwa dan Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih melaksanakan pernikahan secara dinas dan atas pernikahan tersebut Terdakwa dikaruniai 2 (dua) orang anak yang pertama bernama Ananda Alvariski Wahyudha umur 12 tahun dan yang kedua perempuan bernama Adinda Danesia Vriantika umur 7 tahun.

4. Bahwa Terdakwa kenal dengan Sdr. Rudi pada tahun 2016 kenal di Daerah Batu malang dan pekerjaan Sdr. Rudi adalah seorang sopir Mobil Travel.

5. Bahwa pada awalnya pada tanggal 4 Agustus 2017 sekira subuh Terdakwa dibangunkan Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih (isteri Tedakwa) untuk supaya diambilkan pakaian olahraga karena Saksi 2 mau persiapan olahraga dengan marah-marah, kemudian Terdakwa membalas dengan marah-marah juga akhirnya Terdakwa melakukan pengancaman dan pemukulan terhadap Saksi 2 Serma (K) Virna Ningsih.

6. Bahwa sekitar jam 10.00 Wib. Saksi 2 Serma (K) VirnaNingsih Telphone ke Kantor Intel Korem 083/Bdj. melaporkan bahwa Terdakwa sering marah-marah dan melakukan pemukulan terhadap Sakai 2 Serma (K) ViriaNingsih hal tersebut dilakukan sejak tahun 2014.

7. Bahwa sekira jam 17.00 Wib Terdakwa di jemput oleh Dantim Intel Korem 083/Bdj bersama 2 orang anggota Provost dan 1 orang anggota Intel kemudian Terdakwa dibawa ke kantor Intel Korem 083/Bdj selanjutnya sekitar jam 20.00Wib. Terdakwa dilakukan tes urine di diruang piket Tim Intel dengan cara Terdakwa diperintahkan untuk kencing kemudian ditempatkan di gelas plastk kemudian alat tespek 6 para meter dicelupkan kurang lebih 1 (menit) keluar hasilnya satu strep yang bertuliskan Methamvetamine dan yang menyaksikan pada saat itu Terdakwa sendiri, 2 (dua) orang anggota provost Saksi 3 Serma Edy Siswanto dan 2 (dua) orang anggota Tim Intel Rem 083/Bdj.

8. Bahwa setelah Urine Terdakwa dinyatakan positif Methamfetamine kemudian sekitar jam 20.30 Wib. Terdakwa dibawa ke BNN Kota Malang yang diantar oleh Saksi 4 Kapten Sayet Syahrial, S.sos,Serka Rudi, Sertu Revi Saksi 3 Serma Edy Siswanto dan sekitar jam 21.00 Wib Terdakwa baru dilaksanakan tes urine yang dilakukan oleh petugas BNN atas nama Sdr. Imam dan Saksi 1 Sdr. Widhi Haryadi dengan menggunakan alat Teskit 6 Para Meter Merk Teskip dengan cara Terdakwa disuruh kencing di kamar mandi BNN yang dijaga oleh Saksi 3 Serma Edy Siswanto dan Sertu Refi. Kemudian urine di serahkan

(23)

kepada Saksi 1 Sdr. Widi Haryadi selanjutnya alat Teskit tersebut dimasukkan kedalam urine Terdakwa lalu kurang lebih 3 sampai dengan 5 menit dan hasilnya meragukan.

9. Bahwa oleh karena pemeriksaan urine pertama hasilnya meragukan kemudian Terdakwa diambil urine lagi dalam ruangan aula BNN dan hasilnya masih meragukan, kemudian yang ketiga diambil lagi di Aula BNN urine langsung ditaruh pipet langsung diteteskan di tespek hasilnya positif Methamfetamine.

10. Bahwa kemudian setelah diketahui urine Terdakwa positif lalu Terdakwa oleh Saksi 4 Kapten Sayet Syahrial, S.sos dibawah ke Denpom V/3 Malang untuk diperiksa lebih lanjut.

11. Bahwa pada tanggal 5 Agustus 2017 sekira pukul 08.00 Wib Terdakwa dilakukan pemeriksaan sementara oleh penyidik Polisi Militer V/3 Malang untuk persyaratan pengiriman test urine dan darah ke Labfor Polda Cabang Surabaya dan selanjutnya Terdakwa dibawa ke Denkesyah Malang untuk mengambilan urine dan darah.

12. Bahwa pada waktu penggeledahan tanggal 4 Agustus 2017 yang dilakukan di rumah Terdakwa alamat Desa Parangargo RT.2/RW.5 Kec.

Wagir Kab. Malang telah ditemukan barang bukti yang ditunjukkan oleh penyidik kepada Terdakwa sebagai berikut :.

a. 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai b. 2 (dua) buah korek gas

c. 1 (satu) buah bong bekas dipakai

d. 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif e. 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa f. 15 (lima belas) butir peluru karet kal 9 mm g. 1 (satu) dompet milik Terdakwa berisi surat-surat

h. 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350.5., 1(satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree,1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP, 3 (tiga) lembar surat pernyataan, 1 (satu) kaleng minuman nestle bear brand dan satu bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 0.60 gram.

Namun barang bukti berupa :

a. 1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru),

b. 1 (satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP c. 1 (satu) bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 0.60 gram

d. 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai e. 1 (satu) buah bong bekas dipakai f. 1 (satu) buah korek gas warna kuning.

bukan milik Terdakwa.

13. Bahwa petugas Intel Korem 083/Bdj ketika melakukan penyelidikan di rumah Terdakwa pada tanggal 6 Agustus 2017 di dapatkan barang bukti berupa:

(24)

a. 1 (satu) celana pendek wama abu-abu b. 1 (satu) bks plastik berisi bubuk krital putih c. 1 (satu) bks plastik kecil berisi bubuk krital putih d. 3 (tiga) korek api berwarna biru, kuning dan hijau e. 1 (satu) buah gunting kecil berwarna hitam

f. 4 (empat) buah sedotan plastik bekas wama putih, pipet bekas g. 1 (satu) kaleng bekas susu brear brand

h. 1 (satu) botol bekas larutan cap kaki tiga i. 1 (satu) pecahan kaca .

namun barang bukti berupa :

j. (satu) celana pendek wama abu-abu dani (satu) buah gunting kecil berwarna hitam adalah milik Terdakwa.

Sedangkan barang bukti berupa :

a. 1 (satu) bks plastik besar berisi bubuk krital putih b. 1 (satu) bks plastik kecil berisi bubuk krital putih c. 3 (tiga) korek api berwarna biru, kuning dan hijau

d. 4 (empat) buah sedotan plastik bekas wama putih, pipet bekas e. 1 (satu) kaleng bekas susu brear brand

f. 1 (satu) botol bekas larutan cap kaki tiga g. 1 (satu) botol bekas lasegar

h. 1(satu) pecahan kaca.

Bukan milik Terdakwa.

14. Bahwa pada tahun 2006 Terdakwa pernah mengkonsumsi Shabu-shabu pada tahun 2006 waktu dinas di Aceh bersama bersama Sertu Nurhadi (alm).

15. Bahwa pada tahun 2016 Terdakwa pernah mengkonsumsi Shabu- shabu di Kota Batu Malang bersama temannya Sdr. Rudy seorang sopir travel di dalam mobil dengan 10 (sepuluh) sampai dengan 15 (lima belas) hisapan.

16. Bahwa pada saat Terdakwa dilaksanakan test urine di BNN Terdakwa telah mengakui kepada petugas BNN Sdr. M. Imam pernah mengkonsumsi shabu-shabu 3 (tiga) hari sebelum dilaksanakan test urine.

17. Bahwa pada saat pemeriksaan pada tanggal 5 Agustus 2017 oleh Petugas penyidik Polisi Militer V/3 Terdakwa telah mengakui menggunakan Shabu-shabu di dalam kamar mandi rumah Terdakwa di Ds. Prangargo Wagir Kab. Malang yang dilakukan sendirian.

18. Bahwa Terdakwa mengatakan tidak mungkin Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih isteri Terdakwa menaruh bungkusan yang berisi Kristal warna putih di dalam saku celana warna abu-abu yang ditemukan oleh saksi 2 Serma ViriaNingsih sewaktu Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih mengambil celana tersebut dalam almari terdakwa yang akan di antar Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih untuk ganti Terdakwa waktu ditahan di Denpom V/3 malang.

19. Bahwa selama ini tidak ada orang lain yang masuk kerumah Terdakwa kecuali keponakan Terdakwa pada waktu ikut daftar polisi

(25)

itupun pada tahun 2016 dan keponakan Terdakwa sudah lulus menjadi polisi.

20. Bahwa alasan Terdakwa mengkonsumsi Shabu-shabu pada waktu di Aceh tahun 2006 karena terpengaruh dari teman, sedangkan alasan terdakwa menggunakan shabu-shabu karena masalah keluarga yaitu kalau ada masalah Saksi 2 Serma (K) ViriaNingsih mengikut- ikutkan orang tua Terdakwa.

21. Bahwa berkaitan dengan masalah munisi, Terdakwa mendapatkan munisi yang terdiri dari 13 (tiga belas) munisi aktif kaliber 9 mm, 5 (lima) butir munisi hampa kaliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm diperoleh Terdakwa saat menjadi Walpri Pangdam IM tahun 2004 s/d 2005 karena dari kantor Denintel IM dibekali senpi P1 dan 2 magazen yang masing-masing magasen berisikan 9 butir munisi per magazen.

22. Bahwa pada saat setelah sunami kemudian munisi yang ada di dalam magasen dikeluarkan oleh Terdakwa untuk dibersihkan dan dijemur karena kondisi magasen dan munisi dalam keadaan kotor, lalu setelah dibersihkan munisi tersebut yang 9(Sembilan) butir Terdakwa masukkan dalam magasen dan dikembalikan ke Kantor Denintel Dam IM Aceh beserta Pistolnya, lalu yang 9 (Sembilan) lagi disimpan oleh Terdakwa.

23. Bahwa pada tahun 2007 saat Terdakwa pindah ke Kodam V/Brw, munisi tersebut dimasukkan ke dalam ransel wama hijau kemudian Terdakwa mengirim beserta perabotan rumah tangga lainnya dan baju- baju melalui kantor pos.

24. Bahwa pada saat menyimpan dan memiliki 13 (tiga belas) aktif kaliber 9 mm, 5 (lima) butir munisi hampa kaliber 9 mm, 15 (lima belas) butir munisi karet kaliber 9 mm tersebut, Terdakwa tidak melalui prosedur yang sesuai baik penerimaan maupun perijinan satuan

25. Bahwa munisi tersebut belum pernah digunakan oleh Terdakwa dan hanya untuk disimpan saja di rumah.

Menimbang : Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer kepada Majelis Hakim dalam sidang berupa :

1. Berupa barang-barang

a. 1 (satu) buah Tespec merk Multi Drug hasil positif dari Korem 083/Bdj

b. 3 (tiga) buah Tespec merk Sensor dari BNN kota Malang c. 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai masih terdapat sisa Kristal warna putih dengan berat netto 0,082 gram.

d. 2 (dua) buah korek gas

e. 1 (satu) buah bong bekas dipakai f. 2 (dua) buah botol berisi urine.

g. 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi : uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), adalah merupakan uang gaji Terdakwa dan bukan merupakan hasil kejahatan 1 (satu) buah buku rekening BRI Norek 1230.0100018350.5., 1(satu) buah Power bank merk ramoss, 1 (satu) buah Hansfree.1 (satu) buah testpack urine merk answer (baru), 1(satu) buah testpack urine bekas dengan hasil positif AMP, 3 (tiga) lembar surat pernyataan, 1 (satu) kaleng minuman nestle bear brand

(26)

dan satu bungkus benda kristal putih seberat kurang lebih 69,904 gram.

1 (satu) celana pendek warna abu-abu

h. 1 (satu) bks plastik besar berisi bubuk krital putih dengan berat netto 3,650 gram.

i. 1 (satu) bks plastik kecil berisi bubuk krital putih dengan berat netto 0,376 gram.

j. 3 (tiga) korek api berwarna biru, kuning dan hijau k. 1 (satu) buah gunting kecil berwarna hitam

l. 4 (empat) buah sedotan plastik bekas warna putih m. 1 (satu) kaleng bekas susu brear brand

n. 1 (satu) botol bekas larutan cap kaki tiga o. 1 (satu) botol bekas lasegar

p. 1 (satu) pecahan kaca

q. 1 (satu) dompet milik Terdakwa berisi surat-surat r. 13 (tiga belas) butir munisi kal 9 mm aktif

s. 5 (lima) butir peluru kal 9 mm hampa t. 15 (lima belas) butir peluru karet kal 9 mm 2. Berupa surat-surat:

a. 1 (satu) lembar Berita Acara Pemeriksaan Urine dari BNN Kota Malang Nomor : BA/32A/III/2017/BNNKO-MLG tanggal 04 Agustus 2017 atas nama Serma Wahyu Irna Iwan,

b. 5 (lima) lembar Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No LAB 6947/NNF/2017 tanggal 11 Agustus 2017 dengan surat pengantar No. R/7665A/111/2017 tanggal 14 Agustus 2017 atas nama Serma Wahyu Irna Iwan

Menimbang : Bahwa terhadap barang bukti berupa barang-barang dan surat- surat yang diajukan oleh Oditur Militer di persidangan, Majelis Hakim memberikan pendapatnya sebagai berikut : 1. 1 (satu) buah Tespec merk Multi Drug hasil positif dari Korem 083/Bdj

2. 3 (tiga) buah Tespec merk Sensor dari BNN kota Malang 3. 6 (enam) buah kaca pipet bekas dipakai masih terdapat sisa Kristal warna putih dengan berat netto 0,082 gram.

4. 2 (dua) buah korek gas

5. 1 (satu) buah bong bekas dipakai 6. 2 (dua) buah botol berisi urine.

Majelis Hakim telah menelitinya dan barang bukti tersebut benar merupakan alat untuk menghisap shabu yang didapatkan di rumah Terdakwa pada saat dilakukan penggeledahan di rumah Terdakwa pada tanggal 4 Agustus 2017 dan ada kaitannya dengan perkara Terdakwa oleh karenanya dapat dijadikan sebagai barang bukti barang dalam perkara ini.

7. 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi :

- 1 (satu) buah tas pinggang loreng coklat yang berisi Uang sebesar Rp 4.907.800,- (empat juta sembilan ratus tujuh ribu delapan ratus rupiah), Majelis Hakim telah menelitinya

Referensi

Dokumen terkait

Pendapatan Daerah sebagai sumber pembiayaan daerah yang utama Tingkat penerimaan retribusi daerah 33,385,235,000.00 Pendataan Potensi Wajib Retribusi Daerah

Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol, di bagian selatan serta di bagian timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan liat..

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan aset dan liabilitas pada akhir periode pelaporan dan hasil usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut dari

Senada dengan pendapat Trowbridge, Amien (1987) dan Roestiyah (1998) mengatakan bahwa inkuiri adalah suatu perluasan proses discovery yang digunakan dalam cara yang lebih

Definisi: Sebuah hasil (outcome) dalam game matriks (dengan payoff untuk para pemain baris) disebut titik pelana jika entri pada hasil adalah lebih kecil dari atau sama dengan

Од рачунарског дизајна са Технички искусним тимом наша Иновативна TURBINA VAWT технологија тестирана у Вјетротунелу и природним

a) Supermarket, minimarket, pasar, toko, atau tempat penjualan obat-obatan dan peralatan medis kebutuhan pangan, barang kebutuhan pokok, barang penting, bahan bakar

Mencermati ketentuan di atas dapat diketahui bahwa partai politik mempunyai posisi dan peranan yang sangat penting dalam sistem demokrasi. Partai politik memainkan