• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Juli, penjualan mobil turun terdalam.

 PTPP cari dana segar Rp 8 triliun.

 Bumi Tolak Status Default yang Diberikan S&P.

 INDF jual saham Nissinmas US$ 5,43 juta.

DAILY RESEARCH

Statistics Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

A ksi terutama asing kembali beli pemodal mendorong IHSG ke level tertinggi sejak perdagangan 30 Mei 2013 yakni di 5190,167 atau menguat 24,099 poin (0,484%). Arus dana asing kembali mengalir ke pasar saham dengan pembelian bersih mencapai Rp515,55 miliar. Penguatan IHSG kemarin terutama didorong aksi beli atas sejumlah saham unggulan yang bergerak di sektor perbankan yang dipicu spekulasi rencana konsolidasi perbankan nasional.

Penguatan IHSG kemarin menandai penguatan dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut menyusul tren bullish di pasar saham global terutama dipicu redahnya kekhawatiran atas konflik Ukraina-Rusia dan respon positif pemulihan ekonomi AS yang didukung pertumbuhan sektor perumahannya.Tadi malam Wall Street kembali bergerak di teritori positif merespon rilis catatan pertemuan The Fed bulan lalu. Indeks DJIA dan S&P masing- masing menguat 0,35% dan 0,25% ditutup di 16979,13 dan 1986,51. Namun bursa saham Zona Euro ditutup terkoreksi.

Pada perdagangan hari ini pergerakan IHSG diperkirakan bervariasi berpeluang melanjutkan penguatan. Sentimen pasar akan dipengaruhi faktor domestik terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas PHPU gugatan tim Prabowo-Hatta dan sentimen perekonomian China berupa data aktivitas manufaktur China Agustus yang diperkirakan turun ke 51,5 dari bulan sebelumnya di 51,7. IHSG berpeluang menembus level 5200 dengan resisten di 5210 dan support di 5170.

IHSG : S1 5170 S2 5150 R1 5210 R2 5230

Index Last Chg % DJIA  16979.13  59.54   0.35   S&P 500  1986.51  4.91   0.25   FTSE 100  6775.48  (3.83)  (0.06)  CAC 40  4240.79  (13.66)  (0.32)  DAX  9314.57  (19.71)  (0.21)  NIKKEI 225  15530.92  81.13   0.53   HANGSENG  25159.76  36.81   0.15  

STI  3323.65  7.22   0.22  

SHENZHEN  1222.12  (0.97)  (0.08)  SHANGHAI  2240.21  (5.12)  (0.23)  Commodities Price Chg %

Oil (US$/barrel)  93.52  0.65   0.70   CPO (RM/M.T)  2049.00  (39.00)  (1.87)  Gold (USD/T.oz)  1291.20  (5.30)  (0.41)  Nikel (USD/M.T  18580.00  130.00   0.70   Timah (USD/M.T)  22375.00  (25.00)  (0.11)  Coal (USD/M.T)  70.10  (0.30)  (0.43) 

Exchange Rates Chg % IDR/USD  11748.00  20.00   0.17   USD/EUR  1.325  (0.01)  (0.53)  JPY/USD  103.79  0.87   0.84   IDR/SGD  9388.17  (12.65)  (0.13)  IDR/AUD  10899.91  (9.24)  (0.08)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  46.71  2744  0.27   0.58   Top Gainers IDR % Chg

INDX  280  25   56 

FREN‐W  59  23   11 

SMDR  5,000  16   690 

APII  310  13   35 

TMPO  135  13   15 

Top Losers IDR % Chg

PTSN  105  (9.50)  (11) 

INPP  200  (9.10)  (20) 

PWON  439  (7.60)  (36) 

BTON  480  (6.80)  (35) 

MCOR‐W  14  (6.70)  (1) 

Top Value IDR % (miliar)

BBRI  11,025  1.60   975 B 

TLKM  2,725  0.90   571 B 

BMRI  10,550  0.20   437 B 

BBNI  5,300  0.00   272 B 

KLBF  1,680  2.40   251 B 

Top Volume IDR % (juta)

PWON  439  (7.60)  534.054 

META  213  1.40   305.699 

CPGT  100  (4.80)  221.270 

TLKM  2,725  0.90   210.919 

BBTN  1,205  3.00   176.997 

IHSG 5,190.17

Change 25.00

Change (%) 0.48

Change (%/ytd) 20.23

Total Value (IDR triliun) 5.748 Total Volume (miliar saham) 6.852 Net Foreign Buy (IDR miliar) 470.000 Up: 181 Down: 268 Unchange: 100

(2)

News Update

2



Juli, penjualan mobil turun terdalam. Penjualan mobil secara nasional secara bulanan atawa month on month pada Juli 2014 turun 17,34% dibandingkan dengan Juni 2014. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo penjualan mobil Juli mencapai 91.393 unit atau terendah dalam 11 bulan terakhir. Penjualan terendah tercatat pada Agustus 2013 sebanyak 77.964 unit.

Meskipun demikian, penjualan Januari-Juli 2014 sebanyak 733.736 unit masih naik 2,7% dibandingkan periode yang sama 2013. Jongkie D. Sugiharto, Ketua I Gaikindo menyebut hari kerja yang pendek alias banyak libur di bulan Juli yang jadi biang kerok hasil penjualan mobil tak menggairahkan. Pendapat serupa meluncur dari mulut Jonfis Fandy, Marketing and Aftersales Service Director PT Honda Pros- pect Motor. Menurut pemantauan Gaikindo, Honda Prospect mencatatkan penjualan mobil 12.984 unit mobil. Capaian ini melorot 24,58% dibandingkan penjualan Juni sebanyak 17.215 unit mobil. Nasib penurunan penjualan juga menimpa PT Krama Yudha Tiga Ber- lian Motor, distributor merek Mitsubishi. Pada Juli, Mitsubishi cuma laku 9.443 unit mobil. Padahal pada Juni masih terserap pasar hingga 11.398 unit mobil. Menurut Duljatmono, General Manager Operasional Krama Yudha Berlian Motor, yang membikin penjualan mobil lesu tak cuma faktor hari kerja yang pendek. Melainkan, ada pula efek dari pemilihan umum (pemilu). Lantaran penyelenggaraan pemilu telah berlalu, Duljatmono menaruh prediksi sekaligus harapan yang sama dengan Jonfis, bahwa penjualan mobil akan kembali bergairah pada Agustus nanti. Jika kembali mengintip data penjualan yang dikeluarkan Gaikindo per Juli 2014, mayoritas penjualan mobil di luar penjualan mobil taksi, dari berbagai merek memang minus. Dari 41 merek mobil, 31 merek mobil mencatatkan penurunan penjualan.

Sisanya, penjualan empat merek mobil tercatat stagnan. Empat merek mobil ini Audi, Peugeot, Landrover dan Jaguar. Lalu, hanya enam merek mobil yang masih mencetak pertumbuhan penjualan pada Juli dibandingkan Juni. (Kontan Online)



PTPP cari dana segar Rp 8 triliun. PT PP Tbk (PTPP) mencari pendanaan sekitar Rp 8,05 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membangun proyek properti terbarunya. Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP mengatakan, total investasi pembangunan apartemen Grand Kemala Lagoon di Bekasi, Jawa Barat mencapai Rp 11,5 triliun. Sumber dana eksternal, lanjut dia, bisa dari bank, obli- gasi atau kombinasi antara keduanya. Perseroan akan memilih mana yang lebih efisien. Yang jelas, saat ini PTPP masih memiliki kesem- patan untuk menerbitkan obligasi senlai Rp 300 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari penjaringan dana melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi. Selain itu, emiten pelat merah ini juga masih memiliki fasilitas pinjaman yang bisa ditarik sebesar Rp 4,5 triliun. Sementara, untuk kebutuhan internal, Tumiyana yakin kas internal masih cukup. Mengutip laporan keuangan PTPP per Juni 2014, saldo kas dan setara kas masih Rp 1,02 triliun. Perseroan pun masih memiliki sisa dana penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp 70 miliar. (Kontan Online)



Bumi Tolak Status Default yang Diberikan S&P. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendapatkan penurunan rating obligasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's CreditWire (S&P). Penurunan rating tersebut, lantaran Bumi tidak mampu membayar nilai pokok obligasi konversi senilai USD375 juta. Menanggapi hal tersebut, Direktur and corporate secretary BUMI, Dileep Srivastava, menga- takan tindakan S&P tersebut lebih bersifat spekulatif. Menurutnya, kriteria yang digunakan S&P adalah kriteria yang ditentukan sendiri dan bersifat subjektif. Namun, dia membenarkan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh obligasi konversi yang diterbitkan oleh Enercoal Resources Pte. Ltd senilai USD375 juta. "Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya kepada bursa, perseroan telah mencapai kesepakatan secara prinsip dengan perwakilan pemegang obligasi (bondholders) untuk memperpanjang tenor surat utang konversi menjadi 7 April 2018," tulis Dileep dalam keterbukaan informasinya. "Perseroan berharap dapat memperoleh persetujuan atas usulan restrukturisasi pada rapat pemegang obligasi yang akan diselenggarakan minggu depan," tambah dia. Sekadar informasi, Peringkat (rating) utang jangka panjang emiten batu bara Grup Bakrie itu dipangkas S&P dari "CC" menjadi "SD" alias Selective Default. S&P juga memangkas ASEAN regional scale rating BUMI dari "axCC" menjadi "SD". Analis S&P, Vishal Kulkarni, menilai kegagalan BUMI melunasi pokok obligasi tepat pada jatuh tempo, yaitu 5 Agustus 2014, dianggap sebagai gagal bayar (default). Pasalnya, BUMI juga tidak mampu melunasi pokok obligasi yang senilai USD375 juta itu hingga berakhirnya masa tenggang (grace periode) pada 12 Agustus 2014 kemarin.

(Okezone)



Mau IPO, PT PP Properti incar investor global. PT PP Tbk (PTPP) tengah menyiapkan anak usahanya, PT PP Properti, untuk menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menargetkan, di triwulan pertama 2015, PP Properti sudah bisa mejeng di papan pencatatan BEI. Galih Prahananto, Direktur Utama PP Properti mengatakan, rencananya, pihaknya akan melepas 20% hingga 23% saham baru. Kebutuhan dana yang diperlukan sekitar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Tumiyana, Direktur Keuangan PTPP menambahkan, PP Properti akan menggunakan laporan keuangan September 2014 sebagai dasar valuasi. Tender penjamin emisi (underwritter) akan mulai dilakukan di kuartal IV-2014. Rencananya, saham IPO PP Properti tidak hanya ditawarkan di dalam negeri, melainkan juga ke luar negeri alias global offering. "Ya kami akan tawarkan sampai Hong Kong," kata Tumiyana. Aset PP Properti ketika IPO, lanjut dia, akan mencapai Rp 10 triliun. Saat ini, aset PP Properti masih Rp 1,8 triliun. Peningkatan yang signifikan ini diperoleh dari sejumlah proyek-proyek properi yang kini sedang digarap. Proyek-proyek itu antara lain Grand Kemala Lagoon di Bekasi, Gran Sungkono Lagoon di Surabaya, dan apar- temen Gunung Putri Square di Bogor. Sedangkan untuk ekuitas, ditaksir akan mencapai Rp 2,4 triliun. Saat ini, Kepemiilkan PTPP di PP Properti mencapai 99,9%. (Kontan Online)



INDF jual saham Nissinmas US$ 5,43 juta. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan menjual seluruh saham PT Nissinmas, yang bergerak di lini bisnis mi ramen. Saham Nissinmas ini akan didivestasi kepada Nissin Foods Holdings Co.Ltd. Werianty Setiawan, Direktur dan Sekretaris Perusahaan INDF mengatakan, perseroan sudah menandatangani conditional sale and purchase agreement dengan Nissin Foods Holdings Co. Ltd. Dalam perjanjian itu, INDF akan menjual sebanyak 11,72 juta saham atau 49% saham Nissinmas yang dimilikinya.

"Transaksi itu dilakukan pada harga yang disepakati, yakni US$ 5,43 juta," ujar Werianty. Jika dikonversi dalam rupiah, INDF akan men- gantongi dana sebesar Rp 63,65 miliar dari divestasi ini. Transaksi ini akan selesai setelah persyaratan dipenuhi, seperti diperolehnya persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham PT Nissinmas.

Sayangnya, Werianty tidak menjelaskan alasan divestasi saham Nissinmas tersebut. INDF sendiri memiliki lima kelompok usaha strategis, diantaranya produk konsumen bermerek, Bogasari, Agribisnis, Distribusi, dan Budidaya Pengolahan Sayuran. Grup konsumen bermerek memberi kontribusi 44% terhadap pendapatan INDF Semester I 2014 yang sebesar Rp 34,07 triliun. (Kontan Online)

Kamis, 22 Agustus 2014

(3)

Stock Picks

3

BBTN 1190-1230. Harga saham Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kemarin melanjutkan tren

penguatannya setelah bergerak konsolidasi di level support Rp1170. Saat ini peluang penguatan kembali menuju resisten di Rp1230. Penguatan saham BBTN kembali dipicu rencana konsolidasi perbankan dimana BBTN berpeluang menjadi target akuisisi. Sebelumnya wacana akuisisi BBTN oleh Bank Mandiri pernah mengangkat harga sahamnya hingga level Rp1500 (16/4). Terlepas dari isu rencana konsolidasi perbankan, kinerja perbankan tahun ini masih menghadapi tantangan yang berat di tengah kebijakan pengetatan likuiditas Bank Indonesia (BI). Tahun depan juga diperkirakan otoritas moneter masih akan menerapkan kebijakan uang ketat seiring antisipasi kebijakan moneter di AS yang mulai menaikkan tingkat bunganya.

Kebijakan uang ketat yang berlangsung saat ini telah menekan pertumbuhan laba perbankan. Hal ini juga dialami oleh BBTN dimana laba 1H14 turun 20% mencapai Rp539 miliar. Penurunan laba pada 1H14 terutama disebabkan meningkatnya biaya dana perseroan dan biaya operasional. Porsi ‘dana mahal’ di komposisi DPK perseroan mencapai 53,32%. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat beban bunga perseroan naik 48% (1H14) sedangkan pendapatan bunga hanya tumbuh 25% (1H14). Akibatnya rasio net interest margin (NIM) perseroan turun menjadi 4,53% dari 5,35% (1H13). Sedangkan biaya operasional naik tercermin dari rasio BOPO yang mencapai 89,17% naik dari 83,31% (1H13). Sepanjang 1H14 perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit 16,61% mencapai Rp106,58 triliun. Porsi kredit perseroan ke sektor properti meningkat mencapai 87%. EPS 1H14 turun menjadi Rp51 dari periode yang sama 2013 Rp64.

Kemarin di harga Rp1205 BBTN ditransaksikan di PBV 0,9x dan PE 11,8x (E/14) relatif masih murah dibandingkan rata-rata emiten perbankan yang saat ini ditransaksikan dengan PBV di atas 2x dan PE 13x.

Secara technical level support saat ini di Rp1170 hingga Rp1190 dengan resisten sederhana di Rp1230

hingga Rp1250. Trading Buy, SL 1150

(4)

Stock Picks

4

CPIN 3970-4070. Harga saham Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) kemarin berhasil rebound setelah terkoreksi ke Rp3940 (19/8) ditutup di Rp4005. Peluang penguatan harganya akan kembali menguji resisten sederhana di Rp4070. Sedangkan level support di Rp3970. Pergerakan harga sahamnya kemarin membentuk pola bullish reversal. Resiko pergerakan harga sahamnya adalah fluktuasi nilai tukar rupiah atas dolar AS.

Tahun ini kami perkirakan penjualan bersih berpotensi tumbuh 20% mencapai Rp30,79 triliun. Target penjualan bersih ini diperkirakan bisa tercapai karena hingga paruh pertama 2014 (1H14) penjualan bersih sudah mencapai Rp14,42 triliun atau 46,8% dari proyeksi penjualan bersih tahun ini. Penjualan bersih 1H14 tumbuh 20,36% (yoy). Namun pencapaian laba bersih 1H14 dibawah target hanya Rp1,25 triliun atau baru mencerminkan 33,87% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang mencapai Rp3,69 triliun atau tumbuh 46%

(yoy). Kami perkirakan proyeksi laba tahun ini hanya Rp2,86 triliun atau tumbuh 11,6% (yoy). EPS tahun ini diproyeksikan menjadi Rp174,65. Penurunan laba perseroan lebih dipicu kenaikan sejumlah biaya seperti biaya pokok penjualan, operasional keuangan dan rugi kurs. Kemarin harga saham CPIN ditutup di Rp4005 atau ditransaksikan dengan PE 22,9x (E/14). Harga saham perseroan tersebut relatif lebih mahal ketimbang rata-rata emiten pakan ternak saat ini yang ditransaksikan dengan PE 21x. Namun dalam jangka pendek, secara technical peluang penguatan akan menguji resisten di Rp4070. Trading Buy, SL 3950

Kamis, 22 Agustus 2014

(5)

INDF 7000-7200. Saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) setelah terkoreksi ke level Rp7000 kemarin

5

kembali menguat ditutup di Rp7075. Pelemahan harga CPO dunia telah membuat peluang penguatan lanjutan atas saham INDF menjadi tertahan. Saat ini level support di Rp6950 hingga Rp7000 dan resisten di Rp7150 hingga Rp7200. Pelaku pasar bisa melakukan pembelian di kisaran support mengingat pertumbuhan laba yang kuat tahun ini. Sepanjang paruh pertama 2014 (1H14) INDF berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 34,4% mencapai Rp2,29 triliun dengan penjualan neto tumbuh 26,5% mencapai Rp34,07 triliun.

Penjualan neto perseroan terutama dikontribusikan dari anak usaha yang bergerak di bisnis produk konsumen bermerek (CBP) yang mencapai 44% terhadap total penjualan neto. Dari divisi CBP penjualan naik 23,8% terutama disebabkan kenaikan harga jual rata-rata. Pencapaian penjualan neto perseroan hingga 1H14 mencerminkan 49% dari proyeksi penjualan neto perseroan tahun ini yang mencapai Rp69,28 triliun.

Sedangkan pencapaian laba bersih hingga 1H14 sebesar Rp2,29 triliun mencerminkan pencapaian 47% dari proyeksi laba bersih tahun ini sebesar Rp4,85 triliun. Pada harga saat ini di Rp7075 saham INDF ditransaksikan dengan PE 12,7x (E/14). Saham INDF berpeluang ditransaksikan dengan PE 14,5x atau mencapai Rp8000 atau punya ruang penguatan 13%. Maintain Buy, SL 6900

Stock Picks

Kamis, 22 Agustus 2014

Saham Pilihan

BBRI 10900-11400 Buy, SL 10400

TLKM 2710-2760 TB, SL 2680

CTRA 1210-1250 TB, SL 1170

BMTR 1980-2070 TB, SL 1930

JPFA 1260-1300 TB, SL 1240

MAIN 3215-3280 TB, SL 3170

INCO 3900-4050 Buy, SL 3870

(6)

Stock View

6

Kamis, 22 Agustus 2014

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5190.17  5198.44  5206.72  5174.38  5158.60 

              

PERKEBUNAN

AALI  26350  26,508.33  26,666.67  26,258.33  26,166.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  13.57 

BWPT  1065  1,075.00  1,085.00  1,060.00  1,055.00               

LSIP  2045  2,056.67  2,068.33  2,036.67  2,028.33  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  15.60 

SGRO  2165  2,181.67  2,198.33  2,146.67  2,128.33  649,627.93  10.94  29.32  141.04  18.46 

SIMP  905  910.00  915.00  895.00  885.00  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  18.63 

UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1320  1,335.00  1,350.00  1,310.00  1,300.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  7.22 

BORN  97  97.00  97.00  97.00  97.00               

BRAU  111  112.67  114.33  108.67  106.33               

BUMI  181  183.67  186.33  179.67  178.33  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.24 

DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93 

HRUM  2260  2,268.33  2,276.67  2,248.33  2,236.67  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  12.41 

ITMG  29250  29,341.67  29,433.33  29,166.67  29,083.33  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  7.55  PTBA  13650  13,733.33  13,816.67  13,583.33  13,516.67  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  14.66 

PTRO  1235  1,245.00  1,255.00  1,230.00  1,225.00  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  13.00 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  119  121.33  123.67  117.33  115.67  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  6.77 

ELSA  665  695.00  725.00  650.00  635.00  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  22.40 

ENRG  88  89.00  90.00  87.00  86.00  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  4.52 

ESSA  3070  3,126.67  3,183.33  2,956.67  2,843.33  126,590.83  22.89  42.71  28.12  17.97 

MEDC  3480  3,493.33  3,506.67  3,463.33  3,446.67  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  7.08 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  1235  1,243.33  1,251.67  1,228.33  1,221.67               

INCO  3955  3,986.67  4,018.33  3,911.67  3,868.33  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  47.96 

TINS  1455  1,463.33  1,471.67  1,448.33  1,441.67               

SEMEN

INTP  24550  24,700.00  24,850.00  24,350.00  24,150.00  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  21.20 

SMCB  3010  3,028.33  3,046.67  2,983.33  2,956.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  17.82 

SMGR  16600  16,666.67  16,733.33  16,541.67  16,483.33  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  18.89  LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  87  87.67  88.33  85.67  84.33  333,609.60  28.88  2.97  59.01  7.32 

JPRS  252  253.00  254.00  251.00  250.00  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  9.69 

KRAS  515  521.67  528.33  506.67  498.33  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.84 

PAKAN TERNAK

CPIN  4005  4,038.33  4,071.67  3,953.33  3,901.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  24.82 

JPFA  1270  1,285.00  1,300.00  1,250.00  1,230.00  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  63.93 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7725  7,758.33  7,791.67  7,658.33  7,591.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  16.54 

GJTL  1795  1,828.33  1,861.67  1,778.33  1,761.67  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  4.66 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  10275  10,333.33  10,391.67  10,208.33  10,141.67  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94 

INDF  7075  7,100.00  7,125.00  7,025.00  6,975.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  11.31 

MYOR  29700  29,966.67  30,233.33  29,366.67  29,033.33  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  55.54 

ROTI  1215  1,226.67  1,238.33  1,206.67  1,198.33  464,595.48  27.03  12.10  9.45  25.10 

GGRM  55000  55,233.34  55,466.67  54,533.34  54,066.67  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  18.67 

INAF  180  181.33  182.67  179.33  178.67  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐3.63 

KAEF  1325  1,350.00  1,375.00  1,310.00  1,295.00  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  78.73 

KLBF  1680  1,693.33  1,706.67  1,653.33  1,626.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  39.93 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

UNVR  31900  32,075.00  32,250.00  31,600.00  31,300.00  8,725,116.00  15.17  178.37  ‐4.96  44.71 

(7)

7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  366  369.33  372.67  360.33  354.67  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  6.34 

ASRI  550  558.33  566.67  543.33  536.67  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  8.72 

BKSL  123  125.00  127.00  122.00  121.00               

BSDE  1630  1,638.33  1,646.67  1,618.33  1,606.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  14.59 

COWL  565  571.67  578.33  561.67  558.33  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  88.60 

CTRA  1225  1,238.33  1,251.67  1,208.33  1,191.67  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  20.40 

CTRP  790  800.00  810.00  785.00  780.00  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  40.38 

CTRS  2405  2,420.00  2,435.00  2,395.00  2,385.00  347,893.21  27.73  66.20  25.74  9.08 

ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

KIJA  280  284.00  288.00  277.00  274.00  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.66 

MDLN  460  464.33  468.67  456.33  452.67               

KONSTRUKSI BANGUNAN

ADHI  3145  3,176.67  3,208.33  3,111.67  3,078.33  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  87.23 

DGIK  162  163.33  164.67  159.33  156.67  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  22.38 

PTPP  2460  2,483.33  2,506.67  2,423.33  2,386.67  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  48.48 

SSIA  815  826.67  838.33  801.67  788.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  77.23 

TOTL  825  836.67  848.33  816.67  808.33  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  18.54 

WIKA  2895  2,911.67  2,928.33  2,866.67  2,838.33  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  26.53 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  5900  5,916.67  5,933.33  5,866.67  5,833.33               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  4260  4,281.67  4,303.33  4,216.67  4,173.33  262,850.17  17.13  53.83  8.63  19.78 

JSMR  6250  6,316.67  6,383.33  6,216.67  6,183.33  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  28.25 

TELEKOMUNIKASI

BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81 

EXCL  5725  5,783.33  5,841.67  5,683.33  5,641.67  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  32.23 

ISAT  3845  3,850.00  3,855.00  3,840.00  3,835.00  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.53 

TLKM  2725  2,740.00  2,755.00  2,700.00  2,675.00  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  18.82 

TRANSPORTASI

GIAA  433  435.67  438.33  431.67  430.33  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.31 

MBSS  1205  1,215.00  1,225.00  1,200.00  1,195.00  435,871.55  21.78  59.94  3.87  5.03 

WINS  1325  1,356.67  1,388.33  1,296.67  1,268.33  518,942.64  36.32  23.63  53.05  14.02 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  720  735.00  750.00  710.00  700.00  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  10.20 

BANK

BBCA  11775  11,808.33  11,841.67  11,708.33  11,641.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  19.80 

BBKP  760  765.00  770.00  755.00  750.00  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.95 

BBNI  5300  5,350.00  5,400.00  5,250.00  5,200.00  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  10.33 

BBRI  11025  11,091.67  11,158.33  10,916.67  10,808.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  11.46 

BBTN  1205  1,221.67  1,238.33  1,181.67  1,158.33  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  9.33 

BDMN  3900  3,920.00  3,940.00  3,865.00  3,830.00  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  10.69 

BJBR  850  856.67  863.33  841.67  833.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.33 

BMRI  10550  10,575.00  10,600.00  10,525.00  10,500.00  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.50 

BNGA  1020  1,040.00  1,060.00  1,000.00  980.00  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  5.83 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  4845  4,938.33  5,031.67  4,793.33  4,741.67  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  26.08 

INTA  307  308.67  310.33  304.67  302.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  2.06 

UNTR  24400  24,500.00  24,600.00  24,200.00  24,000.00  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  144.34  PERDAGANGAN ECERAN

MAPI  5850  6,008.33  6,166.67  5,633.33  5,416.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  53.34 

RALS  1060  1,071.67  1,083.33  1,051.67  1,043.33  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  46.28 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2930  2,963.33  2,996.67  2,903.33  2,876.67  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  26.53 

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  269  270.33  271.67  267.33  265.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐11.45 

BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

RUPS EMITEN JENIS TANGGAL TEMPAT

BBNI   Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   06/03/2014   The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN   Capitalinc Investment Tbk.   EGM   10/03/2014     

SRIL   Sri Rejeki Isman Tbk   EGM   10/03/2014   Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392  Solo   

BNII   Bank Internasional Indonesia 

Tbk.   EGM   12/03/2014   Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No. 

8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270    ADHI   Adhi Karya (Persero) Tbk.   AGM   14/03/2014   Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA   Arwana Citramulia Tbk.   AGM   14/03/2014   Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004  RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT   Waskita Karya (Persero) Tbk   AGM   18/03/2014   Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10  Jakarta   

CNKO   Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk   EGM   19/03/2014   Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA   Berlian Laju Tanker Tbk   AGM   19/03/2014   Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend. 

Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta    BTPN   Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.   AGM   20/03/2014     

GIAA   Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk   EGM   24/03/2014     

MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   24/03/2014   Ruang Serbaguna BEI    BBRM   Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk   AGM   25/03/2014     

BBRM   Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk   EGM   25/03/2014     

BJBR   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B   AGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung   

BJBR   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B   EGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung   

BJTM   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk   AGM   26/03/2014   Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya    BBRI   Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   26/03/2014     

INAF   Indofarma Tbk.   AGM   26/03/2014     

ITMA   Sumber Energi Andalan Tbk   EGM   27/03/2014     

WIKA   Wijaya Karya (Persero) Tbk.   AGM   27/03/2014   Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9  Jakarta Timur   

BNGA   Bank CIMB Niaga Tbk   AGM   27/03/2014   Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman  Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO   Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk   AGM   27/03/2014     

DEWA   Darma Henwa Tbk   AGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

DEWA   Darma Henwa Tbk   EGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940    IGAR   Champion Pacific Indonesia 

Tbk   AGM   28/03/2014   Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Kamis, 22 Agustus 2014

(9)

Corporate Action

9

EMITEN JUMLAH

DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN

DIVIDEN KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014    

ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014    

JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014    

RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014    

DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014    

RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014    

KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014    

SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014    

TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014    

GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014    

BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014 

1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐

sikan pada saat Recording Date 

TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014    

ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014    

PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014    

ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014    

ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014    

ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014    

CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018 

GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014    

INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014    

MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014    

DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014    

AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014    

KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu.

Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32 Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730 Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496 Pantai Indah Kapuk The Centro Metro Broadway

Blok A No. 28 Lt. 2 Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460 Phone : +62 21 3001 0315

Serpong:

Ruko Golden 8 Blok F No.6 Jl. Ki Hadjar Dewantara Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810 Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944

Solo:

Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q Surakarta 57141 Phone : +62 271 743 498

Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122

Sampit : Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992 Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 726 3969 Fax : +62 21 571 0895 CS : +62 21 726 2757

Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])

10

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 1 merupakan Hirarki perancangan sistem pakar penentu kecerdasan jamak pada anak berbasis web, aplikasi sistem pakar ini dimulai dengan Tampilan Awal berupa Layar

a. Pengasuhan fisik, yaitu mencakup semua aktivitas yang bertujuan agar anak dapat bertahan hidup dengan baik dengan menyediakan kebutuhan dasarnya seperti makan,

di Desa Konda Maloba dapat berperan dalam peningkatan populasi nyamuk selain itu kepadatan larva dan nyamuk dewasa yang ditemukan dipengaruhi oleh lingkungan biotik,

Hasil penelitian menggunakan ekstrak kelenjar saliva An.sundaicus menunjukkan bahwa mencit perlakuan yang divaksinasi model vaksin pellet dan supernatan kelenjar saliva

dewasa berbentuk silindris seperti kumparan dan berwarna putih keabu-abuan atau kemerah-merahan tergantung banyaknya darah yang dihirap (Soulsby, 1982), Ujung anterior

Spesies nyamuk vektor tertentu mempunyai kaitan erat dengan aktivitas kehidupan manusia dari mulai pengelolaan lahan sawah, tambak ikan, perkebunan, peternakan, menampung

Survei cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tikus inang definitif schistosomiasis, menentukan infection rate schistosomiasis pada tikus dan

1) Meningkatnya pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, serta kualitas pendidikan. 2) Meningkatnya cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan, serta derajat