• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Teknologi informasi berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dalam memasuki dunia globalisasi, masyarakat mengenal teknologi semakin maju untuk mempermudah melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan.(1) Kemajuan dibidang transportasi, komunikasi, kesehatan, pendidikan dan bidang lainnya merupakan contoh-contoh bahwa masyarakat semakin memerlukan teknologi dalam kehidupan ini khususnya komputer saat ini sangat diminati oleh semua kalangan masyarakat terutama dalam suatu organisasi atau instansi untuk membantu meringankan pekerjaan manusia dan mempermudah dalam pekerjaannya. Kemajuan teknologi yang begitu pesat mengakibatkan adanya tuntutan sebuah instansi untuk dapat mengelola suatu informasi yang tepat, cepat dan akurat sehingga bisa mempunyai dampak yang positif bagi keuntungan mereka baik dari segi materi maupun non materi.(2)

Terlebih lagi pada tahun ini dunia sedang dilanda wabah COVID-19 dimana teknologi sangat dibutuhkan pada masa pandemic ini. COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.

Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, dan mengembuskan nafas.

Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya. Seseorang dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika orang tersebut berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Seseorang juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung atau mulut. Dengan demikian pemerintah melarang adanya kerumunan

(2)

warga dan disarankan untuk semua intitusi ataupun restoran dapat dilakukan melalui online. Peraturan tersebut tertera pada KMK No HK 01 07-MENKES-381- 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan COVID-19 yang didalamnya menjelaskan bahwa rumah makan perlu meningkatkan pelayanan pemesanan makanan dan minuman secara online atau delivery service atau drive thru.

Dalam hal ini banyak sekali restoran ataupun warung makan yang memiliki dampak besar dengan diberlakukannya online sehingga menyebabkan turunnya penjualan secara drastis. Pemerintah menyikapi kebijakan tersebut dengan membatasi waktu makan di tempat membatasi kapasitas orang, memberi jarak di setiap meja dan mengurangi interaksi baik itu secara langsung maupun melalui barang-barang yang terdapat di restoran atau warung makan. Sama halnya dengan yang tertulis di artikel berita katadata.co.id dimana dijelaskan pengunjung di wilayah PPKM level 3 diperbolehkan makan di tempat dengan batas waktu makan maksimal 30 menit serta kapasitas pengunjung 25% sementara wilayah PPKM (Peberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4 diperbolehkan makan di tempat dengan waktu makan maksimal 20 menit. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas layanan jasa perusahaan atau restoran yang bergerak dalam bidang makanan atau minuman.

Berdasarkan observasi dan wawancara peneliti melihat adanya permasalahan yang terjadi pada warung makan sederhana Jape Methe dimana adanya kesulitan dalam penyajiannya karena terkadang pesanan pelanggan yang tidak sesuai dengan menu yang sudah di pesan karena adanya kesalahan dalam penulisan. Selain itu proses pemesanan yang lama dimana pelanggan menunggu pelayan datang untuk diberikan menu secara fisik yang dimana menu tersebut bisa menjadi sumber virus karena menu akan selalu berpindah tangan, kemudian pelayan menunggu pelanggan ketika memilih makanan yang akan dipesan, terlebih ketika terdapat beberapa pelanggan ada yang menanyakan ketersediaan dan informasi detail dari masing-masing menu. Setelah pesanan diberikan, pelayan akan menginfokan ke bagian dapur untuk di buatkan makanan sesuai pesanan yang ada. Jika pelanggan

(3)

sudah selesai maka proses pembayarannya pun masih manual dengan menggunakan kalkulator sehingga terkadang akan menimbulkan antrean.

Sedangkan, ruangan yang ada masih terlalu sempit jika terdapat kerumunan akibat dari adanya antrean tersebut.

Dengan demikian, melihat masalah tersebut serta mendukung pemerintah dalam mengurangi penularan COVID-19 suatu sistem yang bekerja secara terprogram akan mengurangi beban waktu yang di jalani warung makan tersebut.

Oleh karena itu penelitian ini akan membuat aplikasi pemesanan menu makanan warung makan sederhana Jape Methe berbasis web nantinnya pelanggan tidak diberi menu secara fisik melainkan diberikan link yang diarahkan ke website warung makan tersebut sehingga pemesanan dilakukan secara online dan pembeli tinggal menunggu pesanan datang, kemudian langsung membayar ke kasir sesuai dengan total pembelian yang sudah ditotalkan melalui website warung makan tersebut. Hal tersebut membuat para pelanggan mudah dalam melakukan pemesanan menu makanan dan mengurangi penyebaran virus COVID-19 melalui menu yang diberikan secara fisik maupun banyaknya interaksi antar pelanggan dan penjual yang terjadi. Sehingga penulis mengambil judul “PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN MAKANAN DI WARUNG MAKAN SEDERHANA JAPE METHE BERBASIS WEBSITE”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis melakukan identifikasi dengan wawancara dan observasi yang dilakukan di warung makan sederhana Jape Methe.

Adapun data permasalahan sebagai berikut:

1. Pelanggan harus menunggu pelayan datang untuk diberikan menu.

2. Pelayan menunggu pelanggan dalam memilih pesanan.

3. Menu yang diberikan dapat menjadi sumber virus karena menu diberikan secara fisik dan selalu berpindah tangan.

4. Proses pembayaran yang masih manual menggunakan kalkulator.

5. Tidak ada pelayanan fitur pesan antar.

(4)

6. Kesalahan input dalam menuliskan pesanan.

7. Tidak adanya informasi jumlah ketersediaan makanan yang ada.

8. Antrean yang panjang bisa menjadi rantai persebaran virus covid.

9. Belum memiliki fitur pembayaran cashless.

10. Ruangan yang masih terlalu sempit.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan masalah yang sudah di indentifikasi maka peneliti membatasi masalah-masalah yang akan di bahas adalah sebagai berikut:

1. Pelanggan harus menunggu pelayan datang untuk diberikan menu.

2. Menu yang diberikan dapat menjadi sumber virus karena menu diberikan secara fisik dan selalu berpindah tangan.

3. Proses pembayaran yang masih manual menggunakan kalkulator.

4. Tidak adanya informasi jumlah ketersediaan makanan yang ada.

5. Kesalahan input dalam menuliskan pesanan.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana mengurangi interaksi yang banyak antar pelanggan dan pembeli?

2. Bagaimana membuat sebuah aplikasi pemesanan makanan yang dapat mempercepat proses pemesanan makanan?

3. Bagaimana sebuah aplikasi dapat meminimalisir kesalahan dalam pengimputan data?

4. Bagaimana bentuk aplikasi menu yang diberikan secara digital?

5. Bagaimana membuat sebuah aplikasi yang dapat menampilkan total keseluruhan pemesanan makanan?

(5)

1.5 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah yang ada penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Memudahkan pelanggan dalam memilih daftar pesanan yang akan di pesan.

2. Membantu upaya pemerintah dalam megatasi covid dengan mengurangi interaksi antar pelanggan dan pembeli.

3. Mengefesienkan dan memaksimalkan waktu.

4. Mengurangi kesalahan dalam penginputan data.

5. Memudahkan pelayan dalam menghitung total keseluruhan pemesanan sehingga mempercepat proses pembayaran.

1.6 Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penulisan laporan skripsi ini antara lain adalah sebagai berikut:

a. Bagi Mahasiswa

1. Mengetahui alur proses pemesanan di warung makan sederhana Jape Methe sehingga dapat membantu dalam penyelesaian masalah untuk memperlancar proses pemesanan.

2. Melatih berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang ada.

3. Memberikan sumbangsih nyata bagi dunia akademis maupun masyarakat 4. Meningkatkan ketrampilan dalam mengembangkan system informasi yang bisa diaplikasikan di masa yang akan datang sesuai dengan program studi yang ditekuni

5. Mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja yang akan dituju sesuai dengan program sudi yang ditekuni.

b. Bagi Program Studi Teknik Informatika Universitas Pelita Bangsa 1. Memberikan wawasan serta pengalaman kepada mahasiswa peneliti

dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui oleh peneliti.

(6)

2. Mengetahui sampai mana kemampuan dan pemahaman mahasiswa dalam menerapkan teori dan pengetahuan yang telah diterima didalam perkuliahan.

3. Menambah referensi sebagai bahan penelitian lanjutan yang lebih mendalam pada masa yang akan dating.

4. Penelitian ini bisa menjadi sumbangan pengetahuan mengenai pengembangan sistem aplikasi yang dapat mempercepat proses pemesanan makanan.

5. Sebagai bahan masukan bagi Perguruan Tinggi untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran agar kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.

c. Bagi Warung Makan Sederhana Jape Methe

1. Dengan membuat aplikasi pemesanan makanan maka dapat memudahkan pembeli dalam memilih pesanan dalam menu.

2. Aplikasi pemesanan makanan dapat membantu mengefisiensikan waktu pembeli maupun penjual dalam melakukan proses pemesanan makanan.

3. Memudahkan warung makan sederhana Jape Methe dalam menghitung total pembelian.

4. Memudahkan warung makan dalam mendata pesanan yang ada sehingga meminimalisir kesalahan.

5. Membantu pemerintah dalam mengurangi risiko penularan covid 19.

Referensi

Dokumen terkait

Produk dalam penelitian ini adalah produk Tupperware, konsumen akan mempertimbangkan kelebihan produk yang dimiliki oleh produk Tupperware , baik dari segi

BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Sistem informasi merupakan elemen penting dari penyebaran informasi yang mendukung proses pengambilan keputusan yang paling tepat Oleh karena

dengan berat kurang dari 2500 gram diukur pada saat lahir atau sampai hari ke.. tujuh setelah lahir

Hasil penelitian diperoleh tipe kepribadian A dengan OR sebesar 12,571, CI 95% (3,434-46,018) setelah membandingkan dengan tipe kepribadian B yang artinya responden dengan tipe

Tanaman meniran (Phyllanthus niruri L.) telah banyak digunakan sebagai obat baik pada manusia maupun pada binatang ternak. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang efektivitas ekstrak

Kekeruhan: Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan anorganik dan organik yang terkandung dalam air seperti lumpur dan bahan yang dihasilkan oleh

Di MTsN 01 Ogan Ilir sangatlah penting untuk dikembangkan nilai-nilai agama sebagai budaya Agama di sekolah dengan tujuan untuk memupuk moral siswa-siswi kearah

Untuk mengetahui ketahanan isolat terhadap garam empedu, dilakukan dengan cara menumbuhkan isolat dari media cair pada jam ke-0 dan jam-24 ke media agar, dengan cara spread