• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA : Studi Eksperimen Di Sekolah Sepakbola PSBUM FPOK UPI Kota Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA : Studi Eksperimen Di Sekolah Sepakbola PSBUM FPOK UPI Kota Bandung."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA

(Studi eksperimen di SSB PSBUM FPOK UPI Bandung)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan rekreasi

Oleh:

ASWIN FAUZAN RUKMANA 0800411

JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

PROGRAM PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

(2)

IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT

TERHADAP SPORTIVITAS SISWA DALAM

PERMAINAN SEPAKBOLA

(Studi eksperimen di SSB PSBUM FPOK UPI

Bandung)

Oleh

Aswin Fauzan Rukmana

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

© Aswin Fauzan Rukmana 2014 Universitas Pendidikan Indonesia

Februari 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

LEMBAR PENGESAHAN NAMA : ASWIN FAUZAN RUKMANA NIM : 0800411

JUDUL : IMPLEMENTASI REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA DI SSB PSBUM FPOK UPI BANDUNG

Disetujui dan Disahkan Oleh : Pembimbing I

Helmy Firmansyah, M.Pd NIP. 195803021985111002

Pembimbing II

Drs. SUCIPTO, M.Kes. NIP. 196106121987031002

Mengetahui

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Aswin Fauzan Rukmana (0800411). Skripsi Ini Berjudul “Implementasi

Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan

Sepakbola” (Studi Eksperimen Di Sekolah Sepakbola PSBUM FPOK UPI Kota

Bandung). Pembimbing I: Dr. H. Yudha M. Saputra, M.ed. Dan Pembimbing

II: Drs. SUCIPTO, M.Kes. Program Studi PJKR Jurusan Pendidikan Olahraga FPOK UPI.

(5)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT

Aswin Fauzan Rukmana (0800411). “Implementation of Reward and Punishment Against Sportsmanship Students In Football Game” (Study

Experimental Di SSB PSBUM FPOK UPI Kota Bandung). Mentor I: Dr. H. Yudha

M. Saputra, M.ed. And Mentor II: Drs. SUCIPTO, M.Kes. Physical Education Courses. Department Of Sports Education. FPOK-UPI.

The background of this research due to the lack of sportsmanship in the game of football student , is seen that when students learn to do a trial game , a lot of students who do not play sport, and the lack of appreciation for the player who got upholds the values of sportsmanship in the game of football, so in this study the authors implement reward and punishment on students when the game of football, it is the hope that fosters sportsmanship on students in the game of football. The purpose of this research is to know whether the application of rewards and punishments have an influence on students' sportsmanship in the game of football in SSB PSBUM FPOK UPI Bandung. The method used in this study is experimental. The study design used was a pretest and posttest control group design. As for the population in this study in SSB PSBUM FPOK UPI consisting of : ( 1 ) age group 8-10 years, ( 2 ) the age group 10-12 years ( 3 ) the age group 12-15 years ( 4 ) 16 age group -18 years. Researchers took samples of the age group of 10-12 years with a sample of 22 people. The instrument used in this

study is the observation. .

The results showed that t ( 4.15 ) > t table ( 2.721 ) which means that there is a significant effect of reward and punishment in the application of learning to the

level of sportsmanship student football.

(6)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ………...

C. Rumusan Masalah ………

D. Tujuan Penelitian ………..……….…... E. Manfaat Penelitian ………..………... F. Batasan Penelitian ………... BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN

(7)

vii

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Pengertian Fair Play ... b. Olahraga dan Etika Fair Play ... c. Kriteria Penilaian Fair Play ...

d. Indikator Fair Play ………

e. Kode Etik dan Fair Play Sepakbola Indonesia ……….. B. Kerangka Pemikiran ... C. Hipotesis Penelitian ... BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……….... A. Tempat dan Waktu Penelitian ……….

a. Tempat Penelitian ………..

b. Waktu Penelitian ………

c. Populasi dan Sampel………...

(8)

vii

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ………...

A. Kesimpulan ………...

B. Saran-saran ………...

DAFTAR PUSTAKA ………..

(9)

vii

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

2.1 Indikator Fair Play (Nuryadi (2008) dalam http://repository.upi.edu,

2008) ... 19

3.1

3.2

Pre-test And Posttest Control Grup Design………..

Langkah – langkah Penelitian ………..

29

31

3.3 Kisi – kisi Angket Fair Play (Sportivitas) ... 35

3.4 Bobot Skor Untuk Tiap Kategori Penilaian ... 37

4.1 Hasil Perhitungan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Kontrol …... 41

4.2 Hasil Perhitungan Nilai Rata-rata dan Simpangan Baku Eksperimen 42

4.3 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kelompok Ekspermen …………... 43

4.4 Hasil Perhitungan Uji Normalitas Kelompok Kontrol ……… 43

4.5 Hasil Perhitungan Uji Homogenitas (Kesamaan Dua Variansi) Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol ………... 44

(10)

vii

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Surat Keputusan Pembuatan Skripsi Lampiran II Surat Penelitian

Lampiran III Instrumen Penelitian

(11)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Melihat kondisi persepakbolaan di Indonesia, sangat memprihatinkan, dilihat dari beberapa tahun kebelakang dengan prestasi sepakbola Indonesia yang sangat menurun dan tidak berkembang. Hal tersebut tentu menjadi pertanyaan banyak masyarakat Indonesia, bahwa ada yang salah dengan konstruk dan keadaan persepakbolaan Indonesia saat ini, sehingga harus ada yang dibenahi bukan oleh PSSI ataupun pihak terkait lainnya, tentu semua masyarakat yang harus ikut serta membenahi, memperbaiki, serta merehabilitasi persepakbolaan Indonesia. Banyak pemain sepakbola yang berbakat dan terampil dalam bermain sepakbola, namun ketika melihat para pemain Indonesia bermain di lapangan, banyak mereka yang kurang menjunjung fair play, karena fair play merupakan aspek yang sangat penting dan wajib dimiliki setiap pemain sepakbola, dan fair play adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dihilangkan dari semua cabang olahraga didunia.

Fair play merupakan slogan yang selalu dikibarkan dalam persepakbolaan di Indonesia sebelum pertandingan sepakbola dimulai. sebagaimana yang dikemukakan oleh Lutan (Nuryadi (2008) dalam http://repository.upi.edu, 2008) bahwa fair play adalah

(12)

2

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jadi bisa disebut bahwa fair play itu adalah keindahan dalam bermain sepakbola, atau bisa disebut juga kenyamanan bagi para pemain sepakbola jika mereka bisa menjunjung fair play di lapangan

Melihat fakta dilapangan, menjadi suatu permasalahan ketika melihat kondisi klub PSBUM, pada saat game uji coba permainan sepakbola di lapangan FPOK UPI, banyak pemain PSBUM yang bermain kurang sportif, sekalipun dengan rekan sendiri, mereka cenderung bermain keras menjurus kasar. Setelah melihat kondisi PSBUM pada saat latihan, kemudian dilanjutkan melihat kondisi PSBUM pada saat pertandingan kompetisi, PSBUM kebetulan pada saat itu diikut sertakan dalam salah satu kompetisi UPI CUP yang diselenggarakan dilapangan FPOK UPI. dalam sistem pertandingan tersebut adalah sistem bertemu dengan dibagi dengan beberapa grup, tiap grup berisi lima tim, kompetisi ini diikuti beberapa klub di Kota Bandung, tim yang paling diunggulkan salah satunya klub PSBUM FPOK UPI karena kompetisi tersebut diselenggarakan di home PSBUM, setiap pemain dalam kompetisi tersebut pesertanya harus berusia maksimal 10-12 tahun.

(13)

3

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

saat latihan, ternyata banyak dari pemain yang kurang bermain sportif dan kurang paham serta tidak menghargai setiap keputusan wasit yang memimpin di lapangan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencoba memberikan reward dan punishment. Apakah reward dengan melalui kartu hijau dan punishment melalui kartu kuning, dan kartu merah dapat meningkatkan sportivitas pemain PSBUM dilapangan.

Reward sendiri memiliki arti penghargaan dari sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Dalam organisasi ada istilah insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan menjadikan modal motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan – tujuan perusahaan atau organisasi. Menurut Nursalim (2001:9) menyatakan bahwa ada tiga fungsi penting penghargaan (reward) yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan: (1) memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi, (2) memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih, (3) bersifat universal.

Dalam pemberian reward disini, peneliti menggunakan green card (kartu hijau) sebagai penghargaan atau apresiasi terhadap siswa yang bermain sportif. Maksudnya, green card merupakan suatu penghargaan berupa kartu berwarna hijau, yang paling utama diberikan bagi pemain yang menunjukan sikap sportivitas di lapangan.

(14)

4

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(1) sikap fairplay, (2) kepedulian untuk menjaga alam - melambangkan kemurnian green card bagi lingkungan. Kapan green card diberikan oleh wasit kepada pemain didalam lapangan, yaitu ketika pemain tersebut melakukan hal – hal sebagai berikut : (1) membantu pemain cedera, (2) salah satu pemain berjabat tangan meminta maaf dengan sadar diri, mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan kepada tim lawan, (3) jika ada pemain yang cedera, salah satu pemain dari tim lawan segera menendang bola keluar tanpa disuruh oleh wasit, untuk menghentikan permainan sementara, agar pemain yang cedera dapat ditangani medis, (4) menghormati lawan dengan memberikan kembali bola yang ditendang keluar kepada tim yang pemainnya mengalami cedera, (5) menghormati semua keputusan wasit. Green card menandakan tindakan positif dan baik, serta menghargai dan menjaga perilaku yang baik untuk mendorong atau memotivasi sebagai contoh yang baik bagi orang lain yang harus dilakukan oleh setiap individu (anak-anak, orangtua, guru, pejalan kaki, pelatih, peserta, instruktur dll).

Dalam permainan sepakbola juga dikenal dengan adanya punishment yang diartikan sebagai hukuman atau ganjaran adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.Fungsi hukuman (punishment) menurut Nursalim (2001:35) adalah : (1) menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan, (2) bersifat mendidik, (3) memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan.

Dalam aturan sepakbola kartu kuning dan kartu merah yang digunakan sebagai hukuman atau ganjaran. Kartu kuning merupakan peringatan terhadap pelanggaran. Seorang pemain diberi peringatan dengan menunjukan kartu kuning, jika melakukan salah satu dari ke tujuh pelanggaran sebagai berikut menurut (PSSI 2010 dalam laws of the game FIFA) adalah :

(15)

5

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ketika permainan dimulai kembali dengan tendangan sudut atau tendangan bebas atau lemparan kedalam, (6) masuk atau masuk kembali ke lapangan permainan tanpa seijin wasit, (7) sengaja meninggalkan lapangan permainan tanpa seijin wasit.Sedangkan kartu merah merupakan hukuman dengan pengusiran keluar lapangan. Seorang pemain, pemain pengganti atau yang digantikan dikeluarkan dari lapangan permainan, jika ia melakukan salah satu dari tujuh pelanggaran berikut ini: (1) bermain sangat kasar, (2) berkelakuan jahat/kasar, (3) meludahi pemain lawan atau orang lain, (4) menggagalkan gol yang dibuat oleh tim lawan atau menggagalkan peluang terciptanya gol dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan, (5) menggagalkan peluang terciptanya gol oleh pemain lawan yang bergerak kedepan ke arah gawang pemain tersebut, melalui suatu pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas atau tendangan pinalti, (6) menggunakan kata-kata dan isyarat yang menghina, melecehkan atau kasar, (7) menerima peringatan kedua dalam pertandingan yang sama.

Sudah jelas bahwa dalam permainan sepakbola pentingnya reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) adalah agar pemain dapat bermain secara fair play, bertujuan agar pertandingan berjalan dengan lancar. Fair play sangat penting dan harus dijunjung tinggi oleh setiap pemain sepakbola. Bertitik tolak dari latar belakang masalah, pokok pikiran yang telah dipaparkan didepan, maka timbulah salah satu pertanyaan apakah reward dan punsihment dalam pembelajaran sepakbola di SSB PSBUM dapat meningkatkan sportivitas siswa. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik melakukan penelitian eksperimen tentang “Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Di SSB PSBUM FPOK UPI Kota Bandung”.

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Dari latar belakang masalah mengenai Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola SSB PSBUM FPOK UPI yang telah dikemukakan sebelumnya, muncul identifikasi masalah sebagai berikut:

a. Kurang bermain sportifnya siswa pada saat melakukan permainan sepakbola.

(16)

6

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Kurang adanya apresiasi dan kebanggan bagi pemain yang mampu bermain fair play di lapangan.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang masalah, maka perumusan masalah yang akan ditelusuri dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan reward dan punishment terhadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola di SSB PSBUM FPOK UPI?.

D. Tujuan Penelitian

Sebelum suatu kegiatan dilaksanakan, tentunya telah ditetapkan tujuan yang ingin dicapai. Dengan tujuan tersebut akan dapat memberikan arahan-arahan, prosedur serta tahapan – tahapan yang harus dilakukan terhadap permasalahan yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan reward dan punishment dapat berpengaruh terhadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola di SSB PSBUM FPOK UPI.

E. Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian, maka diharapkan penulis melalui penelitian ini adalah manfaat yang dipaparkan sebagai berikut:

1. Manfaat Praktis

a. Sebagai pertimbangan pihak sekolah sepakbola PSBUM untuk mendukung dan memotivasi kegiatan pembelajaran sepakbola, serta peningkatan prestasi klub tersebut.

b. Sebagai acuan siswa, agar pada saat melakukan uji coba bisa lebih menghargai lawan

(17)

7

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Manfaat Teoritis

a. Sebagai tambahan wawasan bagi penulis tentang pentingnya reward dan punishment dalam pembelajaran sepakbola terhadap sportivitas siswa. b. Sebagai bahan acuan untuk penelitian berikutnya.

c. Mengembangkan penelitian ini sebagai pedoman bagi masyarakat bahwa pentingnya bermain secara sportif melalui reward dan punishment.

F. Batasan Penelitian

Untuk menghindari timbulnya penafsiran yang salah dan agar penelitian ini tidak menyimpang dari permasalahan dan tujuan penelitian. Adapun pembatasan ruang lingkup penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini hanya difokuskan pada reward dan punishment dalam pembelajaran sepakbola terhadap sportivitas siswa.

2. Karena sportivitas merupakan fair play, peneliti dalam penjelasannya lebih menggunakan kata fair play.

3. Reward dalam penelitian ini menggunakan green card (kartu hijau), sedangkan punishment menggunakan yellow card (kartu kuning) dan red card (kartu merah).

4. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti sekolah sepakbola PSBUM.

(18)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah sepakbola PSBUM FPOK UPI jalan PHH. Mustopa Nomor 200 Bandung.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan tahap – tahap yang harus dilalui yaitu dari mengajukan proposal hingga penyusunan laporan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2013 sampai dengan bulan Desember 2013.

3. Populasi dan Sampel a. Populasi

Untuk memecahkan suatu masalah penelitian perlu adanya data atau informasi dari objek penelitian yang akan diteliti dalam mendukung ketercapainya suatu tujuan penelitian yang penulis lakukan. Peran populasi dalam suatu penelitian sangat diperlukan untuk mendapatkan data dan informasi yang akan diteliti berdasarkan permasalahan dalam penelitian. Seperti yang dijelaskan oleh

Arikunto (1997:115) bahwa: “Populasi adalah keseluruhan subjek yang akan diteliti”.

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini di SSB PSBUM FPOK UPI yang terdiri dari: (1) kelompok umur 8-10 tahun, (2) kelompok umur 10-12 tahun (3) kelompok umur 12-15 tahun (4) kelompok umur 16-18 tahun. Peneliti mengambil sampel kelompok umur 10-12 tahun.

b. Sampel

(19)

29

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan purposive sampling. Menurut Sugiyono (2009:124) “purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu”. Kemudian pemilihan anggota untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan simple random sampling yang terdiri dari 22 orang. Metode pemilihan kelompok yang digunakan dengan cara: (1) undian (digoncang seperti arisan). Dari hasil undian didapat 11 siswa kelompok eksperimen dan 11 siswa kelompok kontrol.

B. Desain Penelitian

Penelitian eksperimen mempunyai berbagai macam desain. Penggunaan desain tersebut, disesuaikan dengan aspek penelitian serta pokok masalah yang ingin diungkapkan. Atas dasar hal tersebut, maka penulis menggunakan pre-test and post-test control group design sebagai desain penelitiannya.

Untuk mengetahui signifikansi perbedaan peningkatan dilakukan uji signifikansi perbedaan peningkatan. Mengenai desain penelitian ini, Arikunto (2002:84) menggambarkannya dalam pola sebagai berikut :

Tabel 3.I Desain Penelitian

Pre-test and post-test Control Group Design

Keterangan:

E1 adalah kelompok eksperimen E2 adalah kelompok kontrol

E1 O1 X1 O2

(20)

30

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

X1 adalah pembelajaran sepakbola menggunakan reward dan punishment X2 adalah pembelajaran sepakbola non reward dan punishment

O1 dan O3 adalah tes awal atau observasi awal O2 dan O4 adalah tes akhir atau observasi akhir

Dalam desain ini sampel diperoleh dari sebagian populasi, desain penelitian terdiri dari kelompok eksperimen yaitu kelompok yang sengaja diberi pembelajaran sepakbola dengan reward dan punishment, disamping itu ada juga kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberi perlakuan dengan reward dan punishment, siswa yang hanya dibebaskan bermain tanpa reward dan punishment, hanya berupa teguran. Kemudian diadakan tes awal atau pre-test.

Kemudian sampel diberikan perlakuan atau treatment sesuai kelompok dan penerapannya. Sebelum masa perlakuan, pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung peneliti melaksanakan, mengamati, melihat dan mendengar apa yang terjadi di lapangan secara langsung.

Kemudian peneliti mengamati tindakan siswa ketika di lapangan. Setelah masa perlakuan berakhir yaitu sekitar beberapa minggu maka dilakukan tes akhir atau post-test. Setelah data tes awal dan tes akhir terkumpul maka data tersebut disusun, diolah dan dianalisis secara statistik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil perlakuan.

Apakah hasil perlakuan serta test awal (pretest) dan tes akhir (posttest) memiliki pengaruh dari implementasi reward dan punishment terhadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola.

(21)

31

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Tabel 3.2

Langkah-langkah Penelitian

POPULASI

SAMPEL

TES AWAL

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

KESIMPULAN TES AKHIR KELOMPOK EKSPERIMEN:

REWARD DAN PUNISHMENT

(22)

32

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu C. Metode Penelitian

Dalam kamus besar bahasa indonesia definisi metode adalah “cara yang

teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dsb); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Sementara itu, Sudjana (2005: 52)

mengungkapkan bahwa: “metode penelitian merupakan rangkaian cara atau

kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang

dihadapi.” Karena kegiatan tersebut dilakukan setiap melaksanakan penelitian,

maka beberapa ahli menyebutnya sebagai tradisi penelitian (research traditions). Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian berkaitan dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan, sehingga dihasilkan penelitian yang benar – benar ilmiah atas permasalahan - permasalahan penelitian.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini digunakan atas dasar pertimbangan bahwa sifat penelitian eksperimental yaitu mencobakan sesuatu untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari suatu perlakuan atau treatment. Di samping itu penulis ingin mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang diselidiki atau diamati. Mengenai metode eksperimen ini, Arikunto (2002: 4) berpendapat bahwa:

Eksperimen merupakan suatu cara untuk mencari hubungan sebab-akibat (hubungan klausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan menggeliminir atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang bisa mengganggu.

(23)

33

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

true experimental menurut Sugiyono (2009:112) adalah ”bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu”. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random, dengan demikian dikemukakan bahwa penelitian ini ingin meneliti ada tidaknya pengaruh dari implementasi reward dan punishment terhadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola.

D. Instrumen Penelitian

Penelitian pada prinsipnya adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena sosial maupun alam. Dalam pengambilan data variabel penelitian maka diperlukan sebuah instrumen penelitian. Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang dinilai akurat untuk mengumpulkan dan memperoleh data variabel penelitian dari sejumlah populasi dan sampel penelitian yang telah ditentukan.

Arikunto (2002:121) mengungkapkan bahwa: “Instrumen adalah alat pada waktu peneliti menggunakan sesuatu mode”. Instrumen yang digunakan dalam penelitian

ini adalah observasi.

Menurut Sutrisno (1986) dalam Sugiyono (2010:203) mengemukakan bahwa

“observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis”.

Dalam penelitian ini, penulis bertindak langsung sebagai wasit atau pemberi treatment dalam setiap pertandingan, ditambah dengan tiga observer yang terdiri dari satu pelatih yang tidak terlibat langsung mengajar di lapangan dan dua orang observer yang sudah diberi bekal oleh penulis mengenai prosedur menjadi seorang observer dalam penelitian ini. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan dalam tugasnya sebagai observer. Observer hanya datang di tempat penelitian untuk mengamati kegiatan pembelajaran sepakbola siswa, tetapi sama sekali tidak ikut terlibat dengan kegiatan dalam pembelajaran tersebut.

(24)

34

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang didapat dari data kehadiran siswa yang mengikuti SSB. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penulis dan observer mengenali diri siswa pada saat penelitian di lapangan, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran permainan sepakbola di SSB PSBUM FPOK UPI Bandung. Langkah-langkah penyusunan lembar observasi dalam penelitian ini adalah :

1. Membuat kisi-kisi lembar observasi

Pengelompokan data dalam penelitian ini maksudnya adalah membuat indikator-indikator mengenai sportivitas dalam pembelajaran sepakbola. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. suatu lembar observasi membutuhkan suatu bahan perkiraan untuk diteliti, dengan kisi – kisi sebuah instrument observasi mampu untuk menguatkan sebuah acuan penelitian, dengan kisi – kisi membuat apa yang diteliti dapat diketahui perubahan dari sebelum sampai sesudah penelitian. Dalam melakukan pengamatan kisi – kisi dibuat dan ditentukan oleh indikator – indikator dari variabel, dengan meneliti sebuah obyek dalam situasi sosial tertentu yang sebelumnya pertama dilakukan penjelajahan umum dan menyeluruh, melakukan deskripsi semua yang dilihat, didengar dan dirasakan. Adapun yang diobservasi dalam penelitian ini adalah sportivitas siswa dalam permainan sepakbola. Indikator dari sportivitas diambil dari , diantaranya sebagai berikut.

Tabel 3.3

(25)

35

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu keadilan. 2. Tidak mencoba curang Semangat

bermain.

1. Pantang menyerah sebelum permainan selesai

2. Bermain percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki

1. Menganggap lawan sebagai sahabat, bukan musuh.

2. Menghormati keputusan bersama. 3. Menghargai keputusan guru/ketua

kelompok.

4. Percaya pada keputusan yang diambil bersama.

Berjiwa besar walaupun kalah.

1. Mengakui bahwa lawan lebih hebat. 2. Tidak putus asa dengan kekalahan. 3. Mengakui bahwa diri kita masih banyak

kelemahanyang harus diperbaiki. Rendah hati

dalam keadaan menang.

1. Tidak menjadi sombong dengan sebuah kemenangan.

2. Tidak menganggap lawan lebih rendah. 3. Tetap memberikan ucapan selamat

kepada lawan. Sumber : (Nuryadi (2008) http://repository.upi.edu, 2008)

2. Penyusunan lembar observasi

(26)

36

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diamati lebih terpercaya dan sistematis. Lembar observasi berbentuk seperti yang terlampir.

3. Penilaian Lembar Observasi

Pengisian lembar observasi adalah dengan mengisi tiap perilaku yang diamati

dengan tanda (√) pada perilaku siswa yang sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Pengisian tanda check list (√) hanya diberikan pada kolom yang sesuai dengan yang siswa lakukan pada saat pembelajaran, dilihat indikator-indikator yang diamati.

Kategori penilaian diberikan skor berdasarkan skala Likert. Hal ini sesuai

dengan Sugiyono (2008:134) bahwa “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

sosial.” Dari pernyataan di atas, penulis menggambarkan bobot skor untuk

tingkatan kategori sportivitas dalam permainan sepakbola, yang terdapat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.4

Bobot Skor Untuk Tiap Kategori Penilaian

Kategori Skor

Sangat Baik 4

Baik 3

Tidak Baik 2

(27)

37

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu E. Prosedur Pengolahan Data

Penulis melaksanakan pengumpulan data dan selanjutnya melakukan pengolahan data dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Menghitung Rata-rata dan Simpangan Baku

a. Mencari nilai rata-rata

 

X dari setiap kelompok data dengan rumus:

X = n

X

Arti tanda-tanda rumus di atas adalah:

X = nilai rata-rata yang dicari X = skor mentah

n

= jumlah sampel

= jumlah dari

b. Mencari simpangan baku dari setiap kelompok data dengan menggunakan rumus:

Arti tanda-tanda rumus di atas adalah: S = simpangan baku yang dicari

Uji normalitas ini bertujuan mengetahui apakah data dari hasil pengukuran normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah uji normalitas Liliefors, Nurhasan (2002:105) caranya sebagai berikut:

(28)

38

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F (Z) = P (Z ≤ Z)

c. Selanjutnya dihitung proporsi Z1, Z2,…, Zn yang lebih kecil atau sama dengan Z1. jika proporsi dinyatakan oleh S(Z1), maka:

S(Z1) =

d. Hitung selisih F(Zi) - S(Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

e. Ambil harga mutlak yang paling besar. Sebutlah nilai-nilai terbesar ini Lo. f. Untuk menerima atau menolak hipotesis nol, maka kita bandingkan Lo ini

dengan kritis L yang diambil dari daftar nilai kritis L untuk uji Liliefors, dengan taraf nyata 0,05

3. Menghitung Homogenitas

Menghitung prosentase gambaran alternatif jawaban dengan menggunakan rumus:

S : varians dari kelompok 1

2 2

S : varians dari kelompok 2

Kriteria penghitungan homogenitas adalah terima hipotesis jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel distribusi dengan derajat kebebasan = (V1.V2) dengan α 0,05 4. Pengujian Signifikan

Pengujian signifikansi menggambarkan bahwa terdapat perbedaan atau tidak mengenai hasil dengan reward dan punishment dengan non reward dan punishment tehadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola di SSB PSBUM FPOK UPI Bandung, dengan sebagai berikut:

(29)

39

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Uji signifikan pada hipotesis ini menggunakan uji kesamaan rata-rata dengan dua pihak atau uji t satu arah dengan dengan rumus:

t = n S

x 1 1

(30)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Mengacu pada permasalahan penelitian, hasil pengamatan dan pembahasan sebagaimana dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan reward dan punishment berpengaruh secara signifikan terhadap sportivitas siswa dalam permainan sepakbola di SSB PSBUM FPOK UPI Bandung.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran-saran yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut :

1. Bagi pelatih dan pembina olahraga sepakbola, diharapkan penelitian ini menjadi masukan bagi pengembangan pembelajaran permainan sepakbola khususnya penerapan sportivitas siswa.

(31)

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta

_________________ (2008), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Aksara.

Lutan (2000:15) Strategi belajar mengajar penjaskes. Depdiknas

Makmun, Abin Syamsuddin (2002), Psikologi Kependidikan.Bandung. PT. Remaja Rosda karya.

Nurhasan, dkk.(2002). Pengembangan Sistem Pembelajaran Modul Mata Kuliah Statistik. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

__________ & Cholil, H. (2007). Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Nursalim.(2001) Reward Dan Punishment Dalam Kepemimpinan. Jakarta CV Erlangga

PSSI.2010. Kode etik dan Fair Play 2010/2011. Jakarta PSSI.2010. laws of the game FIFA 2010/2011.Jakarta

Rasyidin.(2007).Sistem Pendidikan Nasional.CV Fokus Media Sardiman.(1986). Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Karya.

Subroto, Toto.(2010). Belajar dan pembelajaran penjas. Bandung: FPOK UPI. Sucipto, dkk (2000). Sepakbola, Bandung: FPOK.

Stewart, Aileen Mitchell. (1998) Empowering People. Jakarta.CV Kanisius Sudjana.(2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

(32)

49

Aswin Fauzan Rukmana, 2014

Implementasi Reward dan Punishment Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Wahyono, Teguh.(2004). Sistem Informasi (Konsep Dasar, Analisis, Desain dan Implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu

Universitas Pendidikan Indonesia.(2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press

SUMBER DARI INTERNET http://repository.upi.edu.tesis/Nuryadi/2005-2008/fairplay.

http://syahaman.blogspot.com/2010/06/olahraga-dan-etika-fair-play-html) http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar Pendidikan

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/pengertianeducationpunishment/# http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukuman http://id.pengertian-hukuman.html http//Pengertian%20Sportivitas.html

http//penghargaan-reward-dan-hukuman.html http://id.definisi-pendidikan.html#_

http://penggunaan-kartu-merah-dan –kartu-kuning.html http://myblogmainbola.blogspot.com/

Gambar

Tabel 3.I Desain Penelitian
Tabel 3.2 Langkah-langkah Penelitian
Kisi-kisi Tabel 3.3 Fair Play (Sportivitas)
tabel di bawah ini:

Referensi

Dokumen terkait

Dari program kelompok yang telah dilaksanakan, hampir seluruhnya mendapatkan sambutan yang positif dari warga dan karang taruna Dusun Sambeng 3.. Meskipun beberapa

Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah tertuang dalam Penetapan Kinerja Tahun 2014 sebanyak 33 (tiga puluh tiga), dan dari jumlah tersebut, 30 (tiga puluh) IKU telah

Menimbang bahwa dengan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar telah ditetapkan 92 (sembilan puluh dua) Pulau-Pulau

Deskriptif tentang Kematangan Karir Siswa SMK Negeri 2 Serang Dalam Upaya Pengembangan Program Bimbingan Karir untuk Mempersiapkan Siswa menuju Dunia Kerja.. Tesis

Studi tentang motivasi belajar siswa kelas X TGB pada mata pelajaran kelompok produktif di SMKN 1 Sumedang.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Pada Jaringan Lokal Akses Tembaga Tidak Murni perangkat yang digunakan hampir sama dengan yang digunakan pada Jaringan Lokal Akses Tembaga Murni, yaitu menggunakan Public Switch

Analisis Strategi Pemasaran pada Usaha Souvenir melalui Analisis SWOT (Studi pada Usaha AD Souvenir Banda Aceh).. Medan:

Sesuai dengan perkembangan teknologi tersebut pembuatan majalah on- line PC Mild akan sangat membantu para pembaca mendapatkan berita terbaru mengenai dunia komputer dengan cepat