• Tidak ada hasil yang ditemukan

Provinsi di Indonesia LEVEL ASESMEN SITUASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Provinsi di Indonesia LEVEL ASESMEN SITUASI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

14.09.2021

Provinsi di Indonesia

(2)

Level asemen situasi penanggulangan covid-19 berasal atau dibentuk dari 2 kategori yaitu tingkat penularan dan kapasitas respon. Masing-masing kategori ini dibentuk oleh indikator. Kategori tingkat penularan dibentuk oleh indikator kasus konfirmasi, perawatan dan kematian, sedangkan kapasitas respon dibentuk oleh indikator testing, tracing dan treatment.

Tingkat penularan mempunyai kelas mulai dari tidak ada kasus sampai tingkat penularan komunitas 4, sedangkan kapasitas respon mempunyai kelas memadai, sedang dan terbatas.

Asesmen situasi mempunyai dari level 0-4, dan untuk menentukan level situasi diambil nilai terjelek dari indikator pada tingkat penularan dan kapasitas respon

Level asesmen situasi penanggulangan covid-19 berasal atau dibentuk dari 2 kategori yaitu tingkat : No. TINGKAT PENULARAN

KAPASITAS RESPON

Memadai Sedang Terbatas

1. Tidak ada kasus 0 0 1

2. Kasus Impor/Sporadis 0 1 1

3. Kasus Kluster 1 1 2

4. Komunitas – TK 1 1 2 2

5. Komunitas – TK 2 2 2 3

6. Komunitas – TK 3 2 3 3

14. Komunitas – TK 4 3 3 4

Berikut range angka untuk Indikator laju penularan dan kapasitas respon

INDIKATOR LAJU PENULARAN DAN KAPASITAS RESPON

Asesmen Situasi

(3)

Pada 14 September 2021 level asesmen situasi Indonesia berada pada level 2 dimana tingkat penularan pada TK2 dan kapasitas respon pada kategori sedang.

Level situasi 14 September 2021 ini dibentuk dari angka berikut:

KAPASITAS RESPON

TINGKAT PENULARAN Memadai Sedang Terbatas

Tidak ada kasus 0 0 1

Kasus Impor/Sporadis 0 1 1

Kasus Kluster 1 1 2

Komunitas-TK1 1 2 2

Komunitas-TK2 2 2 3

Komunitas-TK3 2 3 3

Komunitas-TK4 3 3 4

Level Asesmen Situasi Indonesia

(4)

Dalam penentuan level asesmen ini ditentukan dengan melihat variable dari indikator transmisi komunitas dimana level terendah adalah level 2 dan indikator kapasitas respon terendah adalah sedang, maka asesmen level Indonesia menjadi level 2.

Level asesmen ini perlu diperbaiki oleh masing-masing daerah dan tidak hanya berfokus pada indikator lain yang diangap lebih mudah dicapai.

KAPASITAS RESPON

TINGKAT PENULARAN Memadai Sedang Terbatas

Tidak ada kasus 0 0 1

Kasus Impor/Sporadis 0 1 1

Kasus Kluster 1 1 2

Komunitas-TK1 1 2 2

Komunitas-TK2 2 2 3

Komunitas-TK3 2 3 3

Komunitas-TK4 3 3 4

(5)

Periode 14 September 2021 mulai terlihat hasil upaya yang dilaksanakan dan terjadi perbaikan level, dimana level 4 menjadi 0% level 3 sebanyak 62,86% dan mulai terlihat adanya level 2 yaitu 2,66%.

Periode 14 September di Provinsi Aceh bila dibandingkan dengan periode minggu sebelumnya jumlah level 4 mengalami sedikit penurunan demikian juga level 3, sementara level 2 mulai bertambah proporsinya menjadi 21,7%.

Level Asesmen Situasi Provinsi

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Aceh

t

(6)

Pada periode 14 September 2021 di Sumatera Utara mulai terjadi perbaikan dimana level 4 menurun terus, disini telihat bahwa level 4 berubah menjadi level 3. Sampai periode ini telah ada wilayah yang masuk ke level 1 sebanyak 3%.

Periode pemantauan 14 September 2021 kab/kota level 4 sudah nol persen, level 3 sebanyak 42,1%

dan level 2 sebanyak 57,9%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sumatera Utara Tt sebelumnya

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sumatera Barat

(7)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 mulai nampak perbaikan di provinsi Riau bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Pada periode pemantaun 14 September 2021 nampak perbaikan dimana level 4 menjadi 0%, level 3 menurun menjadi 18,2 % dan level 2 sebanyak 81,8%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Riau tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Jambi

tt

(8)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah pada level 4 dan level 3, semua wilayah berada pada level 2.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 jumlah kab/kota level 4 masih sama jumlahnya level 3 berkurang menjadi 20% dan level 2 semakin bertambah menjadi 80% namum belum ada yang mencapai level 1.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sumatera Selatan tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Bengkulu

tt

(9)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 perbaikan dapat dilihat dimana minggu sebelumnya kab kota pada level 4 sebanyak 6,7%, level 2 sebanyak 13,3% dan level 2 menjadi 80%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 mulai ada perbaikan level asesemen wilayah di Bangka Belitung. Saat ini 28,6% wilayah berada pada level 3 dan 71,4 berada di level 2.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Lampung tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Bangka Belitung

tt

(10)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 telah terlihat perbaikan dimana tidak ada lagi kab kota yang berada di level 4, level 3 menjadi 85,7%, level 2 sebanyak 14,3%.

Di Provinsi DKI Jakarta pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah pada level 4 dan wilayah level 3 menjadi 16,7% danlevel 2 sebanyak 83,3%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kep. Riau tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di DKI Jakarta

tt

(11)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 masih terjadi fluktuasi perubahan level, dimana minggu sebelumnya tidak ada lagi level 4 namun pada minggu ini Kembali ada wilayah pada level 4.

Pada pemantauan 14 September 2021 sama seperti wilayah lain di Jawa, status level masih berfluktuasi, pada minggu ini wilayah pada level 4 kembali bertambah bila dibangdingkan dengan minggu sebelumnya.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Jawa Barat tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Jawa Tengah

tt

(12)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 masih terjadi j perbaikan DI Jogyakarta, setelah berbulan bulan semua kab/kota berada pada level 4, pada minggu ini Sebagian besar wilayah berada di level 3.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 di Provinsi Jawa Timur ada perbaikan dimana tidak ada lagi kab kota di level 4, level 3 menjadi 7,9%, dan level 1 sebanyak 21.1 %. Saat ini persentase level 1 lumayan meningkat asignifikan.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di DI Yogyakarta tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Jawa Timur

tt

(13)

Pada Periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi kab kota level 4 dan semua wilayah berada di level 3 .

Pada pemantauan 14 September 2021 mulai terlihat adanya perbaikan di Provinsi Bali dimana level 4

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Banten tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Bali

tt

(14)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perbaikan dan berburukan untuk sebagian wilayah. Saat ini semua wilayah berada di level 3.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perubahan dimana tidak ada lagi wilayah di level 4, level 3 sebanyak 27,3%, level 2 sebanyak 68,2% dan 4,5% wilayah berda di level 1.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Nusa Tenggara TImur

tt

(15)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah di level 4, level 3 sebanyak 50%, dan belum ada wilayah mencapat level 1.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perbaikan di Kalimantan Tengah dimana tidak ada lagi kab kota level 4, level 3 sebanyak 42,9% dan terdapat level 2 sebanyak 57,1%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Barat tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Tengah

tt

(16)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah di level 4 dimana 71,4% wilayah level 3 dan level 2 sebanyak 28,6%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perbaikan di Provinsi Kalimantan Timur dimana terjadi penurunan wilayah level 4 menjadi 20%, turun 40% disbanding minggu sebelumnya dan telah ada sebanyak 10% wilayah di level 2.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Barat tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Timur

tt

(17)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 belum terjadi perbaikan bila dibanding dengan minggu sebelumnya.

Kalimantan selatan

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perbaikan bila dibandingkan 1 minggu sebelumnya, dimana tidak ada lagi wilayah di level 4 dan 69,2% wilayah pada level 2.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Utara tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Kalimantan Selatan

tt

(18)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terjadi perbaikan tidak ada lagi wilayah di level 4, sebanyak 46,7% di level 3 dan level 2 sebanyak 53,3%.

Level situasi asesmen di Sulawesi Tengah pada periode pemantauan 14 September 2021 sebanyak 69,2% wilayah di level 3, 30,8% wilayah berada di level 2.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sulawesi Utara tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah

tt

(19)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah di level 4, sebanyak 16,7%

wilayah level 3 dan level 2 menjadi 83,3%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 telah ada perbaikan situasi level di Sulawesi Tenggara, dimana sebanyak 17,6% wilayah telah berada di level 1.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sulawesi Selatan tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara

tt

(20)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 tidak ada lagi wilayah pada level 4, level 3 sebanyak 33,3%, serta level 2 sebanyak 66,7%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 di Sulawesi Tenggaran tidak ada wilayah di level 4, level 3 berkurang menjadi 11,8% dan level 1 sebanyak 17,6%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Gorontalo tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara

tt

(21)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 bila dibandingkan minggu sebelumnya ada perbaikan dimana level 3 menjadi 33,3%dan level 2 sebanyaj 66,7%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 kab/kota pada level 3 masih tetap jumlahnya namun level 2 semakin meningkat menjadi 27,3%.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Maluku

tt

(22)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terus terjadi perbaikan pada kab kota dimana tidak ada lagi yang berada di level 4 dan 3 dan ada level 1 sebanyak 10%.

Pada periode pemantauan 14 September 2021 bila dibanding dengan minggu terjadi sedikit perbaikan dimana tidak ada lagi wilayah pada level 4 namun level 1 masih tetap pda kondisi minggu lalu.

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Maluku Utara tt

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Papua Barat

tt

(23)

Pada periode pemantauan 14 September 2021 terlihat perbaikan di provinsi Papua. Bila dibandingkan dengan 1 minggu sebelumnya telah terjadi perbaikan dimana level 3 menurun drastis menjadi 6,9%, meskipun level 4 masih sama seperti minggu sebelumnya.

KESIMPULAN

• Tidak ada lagi provinsi pada level 4

• Provinsi Jatim saat ini berada pada level 1

• Sampai pada periode pemantauan 14 September terjadi perbaikan terus menerus di setiap wilayah bila dibandingkan dengan minggu seblumnya kecuali provinsi Kalimantan Utara

• Beberapa provinsi yang memiliki kab/kota yang telah berada di level 1 yaitu Sumut, Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Sultra, Maluku, Malut, Papua Barat dan Papua

Perubahan level situasi kabupaten/kota di Papua tt

Daftar Pustaka:

N-COV Adjusting Public Health measure, WHO 2020

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Subakti (2012) yang menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi berpengaruh

Faktor resiko gejala yang berulang sehingga kemungkinan dapat berkembang menjadi asma : sosial ekonomi yang rendah, lingkungan rumah yang tidak sehat, jumlah anggota

3 Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) NTB.07.03 Persen Angka Partisipasi Kasar (APK) Jumlah Siswa yang mendapatkan pendidikan keterampilan/Vokasi

Tingkat penguapan yang terjadi pada penelitian timbunan sampah organik dengan cover (OC) lebih rendah daripada tingkat penguapan yang terjadi pada penelitian

Pada dasarnya AI adalah suatu pengetahuan yang membuat komputer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga komputer dapat melakukan hal-hal yang dikerjakan manusia dimana

Pada pemberian kombinasi vitamin C dan Zinc telah terbukti dapat meningkatkan jumlah spermatozoa mencit dibanding kelompok B yang diberi asap rokok saja, hal ini terjadi

Periode mulai peningkatan kasus sampai diawalinya PPKM darurat pada tanggal 4 Juli 2021 sampai tanggal 10 Agustus 2021 terlihat perburukan level dimana sebelumnya proporsi

tanggal 29 Juni 2021 dan 6 Juli 2021 masih ada kab/kota masih ada kab/kota yang berada pada level 2 namun sejak 13 Juli 2021 hingga 3 Agustus tidak ada kab/kota yang berada