3.1. Sintesis
Sintesis dalam konsep perancangan dijabarkan sebagai berikut:
3.1.1. Tujuan Visualisasi
Tujuan visualisasi dari pembuatan film independen dengan tema petualangan ini adalah untuk menunjukkan bahwa di Indonesia masih banyak daerah wisata alam yang kurang mendapat perhatian. Tingkat kualitas dari daerah tersebut untuk dijadikan wisata alam tidak kalah dengan daerah wisata yang sudah resmi dan diminati banyak orang. Daerah wisata yang menjadi lokasi utama pembuatan film ini dimaksudkan agar lebih diminati oleh masyarakat yang belum mengenalnya. Film dikemas dalam tema petualangan dengan jenis film beralur atau bercerita, karena saat ini di media televisi sudah banyak tayangan tentang wisata di Indonesia dengan format dokumenter. Petualangan jenis yang cerita ini merupakan suguhan baru bagi masyarakat tidak mengurangi minat pada film ini.
Selain memperkenalkan Pulau Sempu sebagai latar dari film ini, tujuan lain yang ada pada cerita film ini adalah mengingatkan kita tentang makna kehidupan yang mungkin mulai luntur di masyarakat. Kebersamaan, persaudaraan, dan saling menghargai, beberapa masa ini mulai terkikis sehubungan dengan banyaknya perkelahian, peperangan antar saudara, dan demonstrasi yang berakhir ricuh.
Selain tujuan di atas, film ini juga sebagai media hiburan di tengah-tengah kacaunya keadaan negara yang cenderung tidak menentu dan juga dukungan terhadap dunia perfilman di Indonesia yang mulai bangkit kembali.
3.1.1.1.Visualisasi Petualangan
Film ini memakai pendekatan petualangan. Petualangan mempunyai visual untuk menunjukkan lingkungan yang dilalui. Pendekatan visual ini memacu penonton untuk ikut merasakan dan terlibat dalam setiap kejadian yang ada di film ini. Film ini sangat cocok dengan visual petualangan karena tujuan utama dari proyek film ini adalah memperkenalkan Pulau Sempu yang mempunyai kondisi alam sekitar hutan. Dalam sebuah petualangan, hutan merupakan salah satu gambaran yang lengket di dalamnya. Selain memperlihatkan kondisi alam sekitar,
petualangan juga menunjukkan sebuah perjalanan dari awal hingga akhir untuk melewati dan menjelajah, dalam film ini adalah Pulau Sempu.
Sebuah visual dari petualangan memberikan gambaran akan sesuatu yang baru, dalam hal ini adalah Pulau Sempu. Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil yang mempunyai keadaan alam hutan. Pengambilan gambar mulai dari penyeberangan memakai perahu dan perjalanan jalan kaki menuju “Segoro Anak”
dan “Pasir Panjang” merupakan sumber visual utama dalam petualangan ini.
Dalam adegan penyeberangan memberikan suguhan visual pemandangan sekeliling yaitu deretan pantai kecil dan perahu-perahu nelayan. Ketika mulai masuk Pulau Sempu hingga “Segoro Anak”, memberikan suguhan visual sebuah kondisi hutan belantara yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki selama kurang lebih 45 menit. Kondisi jalan yang keras di tengah-tengah kerumunan pohon yang tinggi-tinggi hingga menutupi cahaya matahari sampai ke tanah membuat jalan basah dan licin. Perjalanan ke “Pasir Panjang” didominasi oleh naik dan turun dari bukit dan tebing pendek yang juga melewati dua pantai pendek. Untuk visualisasi pada daerah itu sendiri sebatas rekreasi pantai, diantaranya berenang, bermain, berburu, dan istirahat dengan ditemani oleh pemandangan alam pantai dan laut serta tebing karang.
3.1.1.2.Visualisasi Berkelompok
Film ini mempunyai beberapa tokoh. Sebuah hubungan persahabatan sesama tokoh membawa alur cerita ke Pulau Sempu. Sebuah hubungan persahabatan sesama tokoh yang mempunyai masa tegang dan masa bahagia selama berada di Pulau Sempu memberikan alur cerita yang menarik sebagai inti pokok permasalahan dalam cerita di film ini. masalah moral dan sifat dasar manusia ditonjolkan dalam tiap adegan memberikan daya tarik khusus sebagai objek human resources.
Film ini bercerita tentang perjalanan Dody sebagai tokoh utama yang mengikuti ajakan teman-temannya untuk menemukan sesuatu yang baru dan alami. Dalam perjalanannya, Dody menemukan makna dari sebuah persahabatan dalam tiap kejadian yang terjadi di Pulau Sempu.
3.1.2. Strategi Visualisasi
Strategi visualisasi dari film petualangan berlatar pulau Sempu adalah:
a. Mengangkat daerah wisata yang masih alami dan kurang dikenal. Diantaranya adalah “Segoro Anak” dan “Pasir Panjang” yang merupakan spot utama yang ada di Pulau Sempu.
b. Tingkat kemenarikan daerah wisata alam ini yang tidak kalah dibandingkan daerah lain
c. Menyajikan film petualangan secara menyeluruh dari awal perjalanan untuk menjelajahi pulau Sempu hingga akhir perjalanan pulang.
Dalam strategi visualisasi ini juga diangkat beberapa aspek dasar dari film ini yaitu:
3.1.2.1.Bentuk Petualangan
Film ini mempunyai bentuk petualangan untuk memacu penonton menikmati lingkungan alam yang ada Pulau Sempu pada bagian-bagian istimewanya antara lain “Segoro Anak” dan “Pasir Panjang”. Petualangan dalam film ini menunjukkan keistimewaan pada Pulau Sempu yang masih baru dan alami, sehingga memacu rasa ingin tahu pada objek yang ada di Pulau Sempu tadi. Dalam sebuah petualangan, sesuatu hal yang baru merupakan konsep atau tujuan utamanya.
3.1.2.2.Bentuk Strategi Banyak Tokoh
Dalam film ini selain memperkenalkan Pulau Sempu, juga ditampilkan beberapa tokoh. Selain tokoh utama, beberapa tokoh dipakai untuk memacu timbulnya konflik yang merupakan bumbu utama sebuah film. Konflik dalam film ini dilakukan beberapa tokoh yang mempunyai sifat khas masing-masing. Dari kekhasan ini, timbul beberapa masalah yang disebabkan oleh tokoh utama yang mempunyai sifat paling ditunjukkan menonjol supaya tidak menimbulkan banyak penafsiran atau membuat bingung penonton tentang tokoh utama dalam film ini.
3.1.3. Tujuan Kreatif
Tujuan kreatif dalam film ini dimulai dengan penyusunan adegan yang berisi dialog dan juga penampilan bahasa tubuh dari pemain, setting yang berupa alam, pencahayaan alami, pengambilan gambar serta pemilihan musik yang
menyertai pada tiap adegannya bertujuan untuk penonton dapat menikmati juga perjalanan dari petualangan yang ada di film ini. Selain itu juga tidak mengesampingkan isi ceritanya, rangkaian cerita, dan alur ceritanya.
Film merupakan eksplorasi kreatifitas yang sangat kompleks sehingga dalam pembuatannya dibutuhkan orang-orang yang terampil untuk menghasilkan sebuah film yang baik. Selain itu juga dibutuhkan kerjasama yang solid dan kompak, serta memiliki visi yang sejalan. Bertolak dari kata Ernest Lindgren
“Produksi film yang normal membutuhkan kooperasi dari beberapa ahli dan teknisi, yang bekerja bersama sebagai satu tim, sebagai satu unit produksi.”
Tujuan utama dalam proyek ini adalah memperkenalkan Pulau Sempu dalam bentuk sebuah film petualangan. Visualisasi petualangan dipilih dalam bentuk film beralur cerita karena sangat efektif untuk menyampaikan pesan dan tujuan dari proyek ini. Dalam film ini dimunculkan beberapa tokoh untuk mendukung kekuatan cerita yang masuk dalam film ini. Disamping menunjukkan alam dari Pulau Sempu, penonton juga diberi hiburan berupa cerita seputar hubungan manusia yang sedih dan gembira.
3.2. Proses Kreatif
Pengolahan berdasarkan pada tujuan kreatif membentuk suatu konsep kreatif dimana kembali pada tujuan utama dari film ini yaitu mengenalkan Pulau Sempu dengan beberapa pertimbangan hingga akhirnya timbul satu pendekatan yaitu film format cerita petualangan yang dikemas dalam durasi 30 menit.
Proses pengambilan gambar yang menyuguhkan suasana alam dan tempat menarik dari Pulau menjadi kebutuhan teknis utama. Angle kamera yang disesuaikan dengan keadaan latar yaitu kondisi alam dari Pulau Sempu itu sendiri.
Fokus utama pada spot yang menarik menjadi tujuan utama dari film ini untuk menimbulkan interest dari penonton. Pengaturan pencahayaan yang baik dan secukupnya menjadi pertimbangan tersendiri dari pengambilan gambar yang sebagian besar adalah outdoor. Reflector menjadi aspek utama dalam tata cahaya.
Gerakan kamera yang dinamis mengingat ini adalah film petualangan yang membutuhkan banyak gerakan komposisi dari gambar yang diambil.
Proses persiapan dalam proyek ini adalah peralatan yang disiapkan sedemikian rupa untuk menghemat biaya tetapi sangat efektif dalam penggunaannya.
Pemberian unsur hiburan dalam film ini menjadi kekhasan utama dalam konsep utama. Unsur cerita yang menarik dikemas dalam tokoh yang didominasi golongan muda memberikan image tersendiri akan semangat petualang. Pemilihan tokoh disesuaikan dengan kebutuhan akan karakter yang diinginkan dan sesuai untuk setiap kejadian dalam film ini. Unsur cerita segar seputar kehidupan sehari- hari kita berhubungan dengan orang lain di sekitar kita memberikan satu masukan khusus dalam cerita ini tanpa menghilangkan tujuan utama proyek ini.
Sebuah film petualangan berlatar daerah wisata alam yang sangat jarang memberikan motivasi utama dalam dunia perfilman mandiri Indonesia. selain unsur hiburan ada juga unsur akan makna kehidupan yang hadir dalam setiap konflik. Memberikan nilai positif tersendiri untuk film ini dalam penyajian yang masih jarang ada di Indonesia untuk kategori film yang memperkenalkan sebuah daerah wisata. Harapan besar akan sebuah tujuan besar dari film ini untuk menjadi pelopor film petualangan di Indonesia.
3.3. Konsep Media
Konsep media dalam perancangan ini dibagi beberapa bagian yaitu:
3.3.1. Tujuan Media
Film dipilih sebagai media dalam upaya penampilan cerita karena film merupakan media yang mampu menampilkan gambar yang bergerak (visual) dan suara (audio) sekaligus. Hal ini membuat film lebih diunggulkan daripada media lainnya seperti iklan media cetak dan komik (visual) ataupun radio yang hanya menampilkan suara saja. Dengan adanya kedua hal tersebut yakni audio dan visual mampu membuat audience menjadi lebih mudah tertarik dalam memperhatikan pesan-pesan yang hendak disampaikan. Dari hal-hal tersebut penulis menggunakan media audio visual dan bukannya media lain seperti poster ataupun komik, karena karya audio visual lebih menarik, lebih diunggulkan dan lebih mampu membuat audience terfokus pada isi pesan dan alur cerita yang hendak disampaikan.
3.3.2. Strategi Media
Format yang digunakan dalam pembuatan film ini adalah menggunakan kualitas AVI dengan media kamera handycam. Setelah proses editing, hasil akhirnya berupa DVD dengan menggunakan format PAL (format standart untuk wilayah Asia Tenggara). Format ini dipilih karena dapat diterima kebanyakan media audio visual yang banyak beredar di masyarakat saat ini. Selain kualitas gambar yang baik, PAL untuk Indonesia merupakan format yang dapat diterima oleh semua media.
3.4. Konsep Kreatif
Dalam merancang sebuah film, seorang produser akan dihadapkan pada lima elemen penting yaitu materi produksi, sarana produksi (equipment), biaya produksi (financial), pelaksanaan produksi dan tahapan pelaksanaan produksi film. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa bagaimana pengembangan gagasan materi produksi dapat menjadi suatu sajian yang menarik, bernilai, dan memiliki makna.
Pembuatan film dengan pengolahan data awal secara efektif. Pengaturan pengambilan gambar disesuaikan dengan tujuan awal yaitu memperkenalkan, dan pengolahan alur cerita berasal dan disesuaikan dengan kondisi lokasi sehingga menjadi suatu kesatuan antara cerita dan tujuan yang akan dicapai.
3.4.2. Strategi Kreatif
Dalam hal ini dikelompokkan ke dalam beberapa aspek, yaitu:
3.4.1.1.Isi Pesan
Menampilkan segala sesuatu tentang keunikan dan kekhasan Pulau Sempu yang ditampilkan dalam pendekatan film cerita. Selain mengangkat Pulau Sempu- nya, juga mengedepankan makna dari cerita yang ada dalam film ini. Makna yang akan disajikan diantaranya adalah makna sosial yang berupa persaudaraan dan kekeluargaan.
3.4.1.2.Bentuk Pesan
Sebagaimana dalam proses produksi film, pesan yang disajikan dibedakan dalam dua bentuk.
a. Unsur gambar/ visual
Pesan yang disampaikan tidak seluruhnya berupa kata-kata melainkan dengan rangkaian kejadian itu sendiri. Hal itu terlihat pada unsur objek dari Pulau Sempu itu sendiri yang sebagian besar adalah pantai, laut, hutan, dan tebing.
Penggabungan objek tersebut memberikan pesan khusus dari situasi yang ada di Pulau Sempu. Selain itu juga pada alur cerita petualangan yang mencapai klimaks saat terjadi perselisihan antar tokoh yang terlihat pada adegan dalam film dimana pesan itu berupa pesan moral.
b. Unsur suara/ audio
• Narasi, yang akan mendukung penjelasan situasi dan perasaan dari tokoh cerita
• Sound effect, sarana pendukung untuk menegaskan gerakan atau peristiwa dalam film yang menimbulkan suara, seperti percikan air, angin kencang, air mengalir, dan suara alam.
• Atmosphere sound, suara asli dari suasana dalam suatu rekaman film.
• Musik/ lagu, menggunakan ilustrasi musik yang mendukung dalam tiap adegan.
• Ending, menggunakan musik yang cocok dan sangat mendukung makna dari pesan yang disampaikan melalui film tersebut.
Dari kedua bentuk tersebut, pesan mengenai Pulau Sempu yang berdasar dari tujuan utama proyek ini akan tercapai. Unsur pesan gambar yang berupa pemandangan alam dan adegan dari kegiatan diselingi unsur dari suara yang memberikan efek khusus alam dari Pulau Sempu dan lagu atau musik akan memberikan daya tarik khusus dan membuat penonton seperti terlibat dalam film ini. Dari hal penggabungan ini maka pesan untuk memperkenalkan Pulau Sempu sebagai daerah wisata yang masih alami dan menarik akan tercapai.
3.4.1.3.Strategi Visual Secara Kreatif
Pengambilan gambar dilakukan dalam bentuk shot per shot dimana pengambilang itu telah dipersiapkan secara rinci terlebih dahulu dalam bentuk shooting script. Penekanan utama pada kondisi alam Pulau Sempu. Sudut pandang yang menarik dan gerakan kamera yang dinamis merupakan dasar iap pengambilan gambar dalam film ini. Gerakan kamera dinamis disesuaikan dengan
genre dari film ini yang merupakan petualangan. Sudut pandang dari tiap pengambilan gambar mengutamakan komposisi pemandangan alam yang menarik dari Pulau Sempu.
3.4.1.4.Strategi Penyampaian Alur Cerita
Alur cerita disampaikan dengan menggunakan diagram Aristoteles sebagai
berikut:
Gambar 3.1. Diagram Aristoteles
EKSPOSISI
1. Pengenalan tokoh
Dalam film ini pengenalan tokoh dilakukan dengan menggunakan percakapan antar tokoh.
PENGGAWATAN 2. Pemunculan konflik
Konflik dalam film ini mulai muncul pada saat perjalanan petualangan dimulai.
3. Konflik antar tokoh
Dimulai ketika rombongan petualang mulai menghadapi medan yang sangat berat untuk sampai tempat tujuan. Kebutuhan untuk saling bantu melawan keegoisan tokoh utama.
Penggawatan
Klimaks
Eksposisi Penyelesaian
KLIMAKS
4. Puncak konflik
Adapun yang menjadi puncak konfliknya adalah ketika tokoh utama secara terus menerus menjadi bahan pembicaraan dan mengalami kesialan secara terus menerus yang disebabkan karena keegoisannya. Karena tindakannya tersebut, rombongan temannya menjadi kurang menghargainya.
PENYELESAIAN
5. Penyelesaian masalah
Terpojoknya posisi dan kedudukan diantara teman petualangnya membuat berpikir dan merenungkan segala kesalahan sehingga membuatnya sadar apa yang telah hilang dalam dirinya selama ini. Perenungan ini membuat sifatnya membaik dan hubungan diantara teman serta istri menjadi baik kembali.
3.4.3. Progam Kreatif
Tema yang diangkat dalam film ini adalah tentang indahnya sebuah kehidupan yang disediakan oleh Tuhan tetapi manusia tidak menyadari dan tenggelam di dalam egonya. Keindahan itu tampak dalam alam sekitar dan orang- orang yang ada di sekitar kita.
3.4.4. Konsep Karakter Tokoh Cerita
Dalam film ini ada 1 tokoh utama dan 4 tokoh pembantu yang inti, yaitu:
3.4.4.1.Aming (tokoh utama)
Seorang suami muda yang bosan dengan kehidupan kesehariannya dan ingin mencari sesuatu yang baru. Dody adalah seseorang yang sangat cukup dalam materi dan kehidupan yang mewah dan elegan. Sombong dan kurang dapat bersosialisasi dalam kehidupan. Mempunyai semboyan dalam hidupnya yaitu selama itu menguntungkan dia, maka ia akan menanggapinya dengan baik juga.
Seseorang yang sedikit keras terhadap segala hal dan suka memandang rendah pada sesuatu yang kecil. Egois merupakan sifat yang paling mencolok dari Dody.
3.4.4.3.Frengky
Frengky merupakan seorang petualang sejati. Kehidupan yang suka bepergian ke daerah pedalaman membuatnya penuh pengalaman akan kehidupan karena berhadapan dengan banyak sifat dari orang. Karakter yang sangat cocok sebagai golongan netral. Pengalamannya pada daerah terpencil membantu Dody dan temannya dapat melewati keadaan alam dari Pulau Sempu. Frengky merupakan teman bermain sejak kecil dari Dody karena kedua orang tua mereka merupakan sahabat.
3.4.4.4.Ervan
Ervan adalah sahabat dekat dari Frengky. Merupakan teman saat kuliah dan dikenalkan pada Dody saat masih duduk di bangku kuliah bersama-sama.
Sifat yang mudah marah dan tersinggung membuat hubungannya dengan Dody kurang baik tetapi mereka tetap teman.
3.4.4.5.Robby
Robby adalah tokoh yang pendiam. Masih saudara Frengky. Hobi merokok dan merenung tetapi sangat suka membantu teman ketika dibutuhkan.
Memasak adalah keahliannya yang tersembunyi.
3.5. Biaya Kreatif
Dalam merencanakan biaya produksi perlu dipertimbangkan sejauh mana produksi itu kiranya dapat memperoleh dukungan dari suatu pusat produksi, karenanya dalam merencanakan biaya produksi dapat didasarkan pada dua kemungkinan, yaitu:
3.4.1. Financial Oriented
Perencanaan biaya produksi yang didasarkan pada kemungkinan yang ada.
Kalau keuangan terbatas berarti tuntutan tertentu untuk kebutuhan produksi harus pula dibatasi, misalnya tidak menggunakan fasilitas transportasi kelas satu yang berarti mahal, akomodasi dan konsumsi tidak terlalu mewah. Segala sesuatu didasari atas kemungkinan keuangan.
3.4.2. Quality Oriented
Perencanaan biaya produksi yang didasarkan atas tuntutan kualitas hasil produksi yang maksimal. Dalam hal ini tidak masalah keuangan. Produksi dengan
orientasi budget semacam ini biasanya produksi prestige. Produksi diharapkan mendatangkan keuntungan besar, baik dari segi nama maupun aktor. Atau produksi yang diharapkan menjadi produksi yang sangat bernilai dan berguna bagi masyarakat. Untuk menghasilkan kualitas yang paling tinggi dari produksi itu, produser boleh melibatkan semua orang nomor satu dibidangnya.
Untuk biaya produksi perancangan film petualangan ini, didasarkan pada financial oriented, dikarenakan proyek pembuatan karya ini dibuat secara mandiri sebatas kemampuan keuangan produser.
Selain itu dalam menentukan biaya produksi pembuatan suatu film ternyata merupakan hal yang cukup rumit. Banyak faktor tak terduga yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Terutama untuk pengambilan gambar yang dilakukan diluar studio (outdoor), dimana faktor alam sangat berpengaruh, seperti cuaca, lingkungan, dan musim. Mundurnya suatu jadwal syuting atau terjadi penundaan, maka akan mengakibatkan biaya produksi jadi semakin membengkak dan menghabiskan banyak waktu.
Biaya sewa atau penggunaan peralatan dan material produksi (kaset video mini DV) termasuk biaya tetap (fixed cost). Sementara itu, untuk tranportasi, akomodasi, dan konsumsi termasuk biaya tak tetap (variable cost). Akomodasi dan konsumsi tergantung dari situasi harga setempat, sementara itu perlu diperhitungkan pula biaya tambahan untuk keperluan yang tidak terduga. Adapun rancangan biaya produksi yang diperlukan dalam pembuatan film ini antara lain:
“Sahabatku dan Sempu”
Pra Produksi:
Production Book (10x@Rp 100.000,-) Rp 1.000. 000,- Peralatan
Video camera (2x@Rp 1.000.000,-) Rp 2.000. 000,- Kaset mini DV (5x@Rp 20.000,-) Rp 100. 000,- Kamera digital (1x@Rp 500.000,-) Rp 500. 000,-
Total Rp 2. 600.000,-
Transportasi
Bahan bakar Rp 200. 000,-
Penyeberangan P. Sempu Rp 100. 000,-
Tiket masuk Rp 100. 000,-
Total Rp 400.000,-
Konsumsi selama 3 hari
10 orang Rp 1.500. 000,-
Total Rp 1.500.000,-
Administrasi
Telepon Rp 500. 000,-
Total Rp 500.000,-
Lain-lain Rp 500.000,-
Total Rp 6. 500.000,-
Produksi:
Peralatan
Video camera (2x@Rp 1.000.000,-) Rp 2.000. 000,- Kaset mini DV (5x@Rp 20.000,-) Rp 100. 000,- Battery Gen-z (2x@Rp 500.000,-) Rp 1.000. 000,- Kamera digital (1x@Rp 500.000,-) Rp 500. 000,- Lighting (3x@Rp 500.000,-) Rp 1.500. 000,-
Total Rp 5. 100.000,-
Transportasi
Bahan bakar Rp 200. 000,-
Penyeberangan P. Sempu Rp 100. 000,-
Tiket masuk Rp 100. 000,-
Total Rp 400.000,-
Konsumsi selama 6 hari
10 orang Rp 3.000. 000,-
Total Rp 3.000.000,-
Administrasi
Telepon Rp 500. 000,-
Total Rp 500.000,-
Lain-lain Rp 500.000,-
Total Rp 9. 500.000,-
Pasca Produksi:
Editing dan Media
Editing dan sinkronisasi media Rp 1.000. 000,-
Mastering Rp 1.000. 000,-
Hardisk Rp 1.000. 000,-
DVD (100x@Rp 5000,-) Rp 500. 000,- DVD Case (100x@Rp 2000,-) Rp 200. 000,- Testing dan Revisi Rp 1.000. 000,-
Total Rp 4. 700.000,-
Desain Grafis
Desain dan ilustrasi Rp 5. 000. 000,-
Cetak media Rp 5. 000. 000,-
Total Rp 10.000.000,-
Sound
Ilustrasi musik Rp 5.000. 000,- Dubbing dan Mixing Rp 5.000. 000,-
Total Rp 10.000.000,-
Lain-lain Rp 500.000,-
Total Rp 25.200.000,-
Grand TOTAL (+PPN 10%) Rp48. 620.000,-