• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Transportasi

Transportasi merupakan sektor tersier, yaitu sektor yang menyediakan jasa pelayanan kepada sektor-sektor lain (pertanian, perindustrian, perdagangan, pertambangan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan lainnya) karena sektor-sektor lain tersebut membutuhkan transportasi untuk mengangkut barang (bahan baku dan hasil produksi) dan manusia (petani, pedagang, karyawan, guru, murid, dokter, wisatawan dan lainnya.

Menurut Sakti Adji Adisasmita (2011:1) Transportasi merupakan kegiatan pemindahan atau mengangkut muatan (barang dan manusia) dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu tempat asal (origin) ke tempat tujuan (destination).

Menurut Fidel Miro (2005:4) Transportasi dapat diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat yang lain, dimana ditempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu.

2.2 Konsep Dasar Sistem 2.2.1 Pengertian Sistem

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013:1) sistem dengan pendekatan prosedur, yaitu suatu urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Prosedur adalah rangkaian operasi, yang melibatkan beberapa benda (seperti ALU(Aritmatic Logical Unit),Control Unit) didalam satu atau lebih komponen (seperti memori dan CPU, jika dalam sistem computer) yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari aktivitas-aktivitas pengolahan yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegeiatan pengolahan data tertentu.

(2)

7

Dalam mendefinisikan sistem terbagi menjadi dua kelompok pendekatan sistem, yaitu :

1. Sistem yang lebih yang menekankan pada prosedur dan elemennya.

Prosedur didefinisikan sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaiman mengerjakannya.

2. Sistem yang lebih menekankan pendekatan elemen mendefinisikan sistem sebagai bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroprasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.

Menurut Rudy (2012:1) sistem adalah entitas atau satuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem (sistem yang lebih kecil) yang saling berhubungan dan terkait untuk mencapai tujuan.

Menurut Indrajani (2011:48), sistem secara sederhana dapat didefinisikan sebagai sekelompok elemen yang saling berhubungan atau berinteraksi hingga membentuk suatu persatuan.

2.3 Konsep Dasar Informasi 2.3.1 Pengertian sistem informasi

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013:13), sistem informasi dapat didefiniskan sebagai berikut:

1. Suatu sistem manusia yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambilan keputusan atau mengendalikan organisasi.

3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat menejerial, dan kegiatan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan

(3)

8

Menurut Rudy (2012:2) menyebutkan bahwa “Sistem informasi adalah cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukan dan memproses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol dan melaporkannya sehingga dapat mendukung perusahan atau organisasi mencapai tujuan”.

Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling terhubung yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi yang berguna bagi pengguna.

2.4 Pengembangan Sistem Informasi

Sebuah pengembangan sistem informasi bisa dikatakan berjalan dengan baik tentu dengan pengelolaan pelaksanaan yang baik. Di dalam sistem informasi dan dalam penggembangan sistem informasi ada metode yang paling umum digunakan dikenal dengan istilah SDLC (System Development Life Cycle). Inilah acuan untuk bisa membangun dan mengelola sebuah sistem informasi dengan baik.

2.4.1 Pengertian SDLC (System Development Life Cycle)

Menurut Alan Dennis (2012:6) SDLC atau System Development Life Cycle adalah proses yang menentukan bagaimana suatu sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang sistem, membangun sistem, dan memberikan kepada pengguna.

SDLC diawali pada pertengahan tahun 1960-an dimana terjadi kegagalan yang sangat besar dalam penerapan aplikasi EDP (Electronic Data Processing) untuk sistem – sistem besar, dalam mengembangkan sistem skala usaha besar secara fungsional untuk para konglomerat pada zaman itu. Sistem – sistem yang akan dibangun dapat mengelola informasi dengan kegiatan dan rutinitas dari perusahaan – perusahaan yang berpotensi memiliki data yang besar dalam pengembangan sistem tersebut. SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan – tahapan yang secara garis besarnya terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu planning, analysis,

(4)

9

design, dan implementation. Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melaui tujuan (purpose), hasil kegiatannya (deliverable), serta mencakup kebutuhan (reqquirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain, impplementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan menghasilkan sistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur teknologi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan selanjutnya. Ada beberapa model SDLC, model yang populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Teori model ini juga dikemukakan dalam buku Systems Analysis & Design With UML merupakan salah satu buku karangan Alan Dennis, Barbara Haley Wixom dan David Tegarden, yang menggambarkan proses pengembangan software mengikuti skema air terjun atau disebut the waterfall model. Model SDLC air terjun sering juga disebut model sekuensial linier (Sequential Liniear) atau alur hidup klasik (Classic Life Cycle).

Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013:13), daur hidup pengembangan sistem/ SDLC (System Development Life Cycle) berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan-tahapan yang secara garis besar menjadi tiga kegiatan utama, yaitu:

1. Analysis

Tahapan analisis digunakan oleh analis sistem untuk memuat keputusan.

Apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara baik dan hasil analisanya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem. Seorang analis perlu mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang akan ditanganinya, perlu memahami sistem yang sedang berjalan saat ini dan dapat melakukan identifikasi terhadap masalah yang muncul dan mencari solusinya dengan professional.

(5)

10

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisa ini adalah sebagai berikut:

a. Deteksi masalah (Problem Detection).

b. Penelitian/investigasi awal (Initial Invetigation).

c. Analisa Kebutuhan sistem (Requirement Analysis).

d. Mensortir kebutuhan sistem (Generation of System Alternatives).

e. Memilih sistem yang baik (Selection of proper System).

2. Perancangan / Design

Tahapan perancangan (design) memiliki tujuan untuk men-design sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari memilih alternatif sistem yang terbaik.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini meliputi perancangan output, input dan file.

3. Implementation

Tahap implementation memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logical kedalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya, lalu mengimplementasikan sistem tersebut kedalam satu bahasa pemrograman yang paling sesuai. Pada tahapan ini juga harus dijamin bahwa sistem baru berjalan secara optimal. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah pembuatan pemrogram dan test data, pelatihan, dan penggantian sistem

2.4.2 Perancangan SDLC (Model Waterfall)

Terdapat empat langkah fase dalam siklus SDLC. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Berikut adalah fase – fase yang digambarkan dalam metode waterfall sebagai berikut :

(6)

11

Gambar 2.1 Metode Waterfall Development (Alan Dennis : 2012:51)

1. Planning

Dalam tahapan perencanaan adalah proses dasar untuk memahami mengapa sistem informasi harus di bangun, dan menentukan bagaimana tim proyek akan membangun sistem tersebut serta menjelaskan dan mengumpulkan informasi tentang permasalahan serta persyaratanya, kemudian menentukan kriteria dan pembatasan permasalahan serta memberikan alternatif jalan keluarnya. Pembuatan tahapan perencanaan ini bukan langkah yang mudah, karena untuk mengestimasi beban kerja dan durasi dari masing – masing tahapan dibutuhkan pengalaman yang cukup banyak, karena kesalahan pada tahap ini akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh tidak maksimal bahkan bisa mendapatkan kerugian. Pada tahap ini peran dari manajemen sistem informasi berpengalaman sangat dibutuhkan.

2. Analysis

Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisa yang lebih menekan kan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan digunakan. Tujuan utama dari tahap analisis adalah untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis dan persyaratan proses dari sistem yang baru, serta menganalisa kebutuhan sebagai bahan dalam membuat spesifikasi di tahap selanjutnya.

Planning

Analysis

Design

Implementati on

System

(7)

12 3. Design

Sedangkan pada proses perancangan lebih menekankan pada begaimana sistem akan berjalan, mendesain user interface, serta mencari solusi permasalahan yang didapati dari tahap analis. Jika pada tahapan analis (from requirement to specification), maka tahapan desain adalah (from specification to implementation). Jadi, bagaimana membuat spesifikasi yang detail untuk bisa di implementasikan.

4. Implementation

Tahap terakhir dalam SDLC adalah tahap implementasi, dimana sistem sebenarnya dibangun atau dibeli, dalam hal desain paket perangkat lunak. Ini adalah fase yang biasanya mendapat perhatian yang besar, karena bagi sebagian besar sistem itu adalah yang terpanjang dan paling mahal bagian dari proses pembangunan, karena disini kita mulai berurusan dengan pemilihan perangkat keras dan penyusunan pernagkat lunak aplikasi (pengkodean/coding), dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

2.5 UML (Unified Modeling Language) 2.5.1 Pengertian UML

Menurut Verdi Yasin (2012:194),Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk memvisuali, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak.

UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model merancang model sebuah sistem.

Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, atau VB.Net.

Walaupunn demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi

(8)

13

procedural dalam VB dan C. Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan syntax/simentik. Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan.

Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya.

2.5.2 Diagram-diagram UML

Beberapa literatur menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, namun kesembilan diagram ini tidak mutlak harus digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, semuanya dibuat sesuai dengan kebutuhan. Diagram yang sering digunakan adalah Diagram Use Case, Diagram Aktivitas (Activity Diagram), Diagram Sequence, Diagram Class.

2.5.2.1 Use Case Diagram

Menurut Indrajani (2011:30), use case diagram merupakan suatu diagram yang berisi use case, actor, serta relationship diantaranya. Use case diagram merupakan titik awal yang baik dalam memahami dan menganalisis kebutuhan sistem pada saat perancangan. Use case diagram dapat menentukan kebutuhan apa saja yang yang diperlukan oleh sistem.

Menurut Verdi Yasin (2012:198), use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah

“apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Use case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalkan login ke sistem, meng- create sebuah daftar belanja,dan sebagainya. Seorang/ sebuah actor (actor) adalah entitas manusia atau mesin yang berinteaksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

Komponen pembentuk diagram use case adalah :

1. Aktor (actor), menggambarkan pihak – pihak yang berperan dalam sistem.

2. Use case, aktifitas / sarana yang disiapkan oleh bisnis / sistem.

(9)

14

3. Hubungan (link), aktor mana saja yang terlibat dalam use case, dan bagaimana hubungan use case dengan use case lain. Hubungan antar use case digolongkan menjadi 2 yaitu : extend digambarkan dengan keterangan <<extend>>, dan include digambarkan dengan keterangan

<<include>>, berikut perbedaanya

Tabel 2.1 Perbedaan antara include dengan extend

Use case biasanya disertai dengan penjelasan narasi yang dirangkum dalam tabel yaitu disebut Use Case Description. Use case Description merupakan tabel yang digunakan untuk membuat dan mmenjelaskan keterangan terperinci mengenai tiap – tiap use case.

Terdapat istilah pre condition dan post condition, fungsinya adalah memberikan informasi penting mengenai keadaan sistem sebelum dan sesudah use case. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan singkat berupa use case.

Tabel 2.2 Simbol Dalam Pemodelan Use Case Diagram [Indrajani 2011:31]

Simbol Nama Simbol Keterangan

Actor Seseorang yang berinteraksi oleh sistem

Use Case Menggambarkan bagaimana seseorang akan menggunakan sistem

Subjek Boundary

Merupakan nama sistem atau proses bisnis individual

Include Extend

Use case terpanggil (included use case) selalu diperlukan oleh use case dasar

Use case ekstensi tidak selalu dibutuhkan oleh use case dasar Yang memutuskan kapan

dipanggilnya use case included adalah use case dasar

Yang memutuskan kapan dipanggilnya use case extend adalah use case extend itu sendiri Panah hubungan dari use case

dasar ke use case include

Panah hubungan dari use case extend ke use case dasar

SUBJEK

(10)

15 Association Relationship

Penghubung antara aktor dan use case yang saling

berinteraksi Include

Relationship

Include memungkinkan use case untuk menggunakan fungsional yang disediakan oleh use case lainnya

Extend Relationship

Extend memungkinkan suatu use case memiliki

kemungkinan memperluas fungsionalilitas yang disediakan oleh use case lainnya

Generalisasi Digunakan untuk memperlihatkan bahwa beberapa aktor atau use case memiliki sesuatu yang bersifat umum.

Resepsionis

Sistem Informasi Klinik Gigi Specialis Vectoria

Melakukan Login

Melakukan Registrasi dan Mencetak Kartu Pasien

Mencari dan Mengubah data pasien

Melakukan

Pendaftaran Perawatan Dokter

Melihat Medical Record

Memberikan Perawatan

Membuat Struk Pembayaran

Membuat Laporan Pendapatan

Membuat Laporan Perawatan Kasir

Mengubah Data Karyawan

Melakukan Update

Harga Dokter Kepala

Gambar 2.2 Use Case Diagram [Indrajani, 2011:31]

(11)

16 2.5.2.2 Activity Diagram

Menurut Indrajani (2011:32) Activity diagram merupakan diagram yang digunakan untuk menganalisi behaviour dengan usecase yang lebih kompleks dan menunjukkan interaksi-interaksi diantara mereka datu sama lain.

Menurut Verdi Yasin (2012:201), Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang meungkin terjadi, dan bagaiman mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses pararel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagian besar state diagram khusus, dimana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem ( dan interaksi sebuah sistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur- jalur aktivitas dari level atas secara umum. Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh use case atau lebih. Aktifitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case menggambarkan bagaimana actor menggunakan sistem untuk melakukan aktifitas. Decision digunakan untuk menggambarkan behavior pada kondisi tertentu. Untuk mengilustrasikan proses-proses parallel (fork dan join) digunakan titik sinkronisasi yang dapat berupa titik, garis horizontal atau vertical. Activity diagram dapat dibagi menjadi beberapa object swimlane untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab untuk aktifitas tertentu.

(12)

17

Tabel 2.3 Komponen Activity Diagram

Notasi Keterangan Simbol

Initial Activity Initial Activity sebagai awal dari aktivitas modul sistem aplikasi Activity Activity menunjukkan Aktivitas yang

dilakukan

Final Activity Final Activity menunjukkan akhir dari aktivitas

Decisions Decisions menunjukkan aktivitas yang harus dipilih pilihan pertama atau kedua

Signal Signal sebagai pengirim dan penerima pesan dari aktivitas yang terjadi . Signal terdiri dari 2 (dua) Jenis, yaitu signal penerima yang digambarkan dengan polygon terbuka dan signal pengirim yang digambarkan dengan convex polygon.

Concurrent Activities

Concurrent Activities menggambarkan aktivitas yang dilakukan bersamaan atau paralel.

Admin Staff TU Guru Orang Tua

mulai

selesai Kelola Data Siswa

Kelola Data Staff TU

Kelola Data Guru

Kelola Data Jadwal

Kelola Laporan SPP Kelola Absensi Siswa

Kelola Nilai Siswa Lihat Laporan SPP Siswa

Lihat Laporan Absensi Siswa

Lihat Laporan Nilai Siswa

Gambar 2.3 Activity Diagram

(13)

18 2.5.2.3 Sequence Diagram

Menurut Verdi Yasin (2012:202), Scuence diagram menggambarkan interaksi antar objek didalam dan disekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya ) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri antar dimensi vertical (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Squence diagram digunakan untuk menggambarkan scenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respon dari sebuah event untuk mengahasilkan output tertentu.

Diawali dari men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan. Masing-masing objek, termasuk actor, memiliki lifeline vertical. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desaign berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari class.

Activition bar menunjukkan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah message. Untuk objek-objek yang memiliki sifat khusus, standar UML mendefinisikan icon khusus objek boundary, controller dan persistent entity.

Tabel 2.4 Komponen Sequence Diagram [Indrajani,2011:37]

Notasi Simbol Keterangan

Object Lifeline Object Lifeline: menggambar object apa saja yang terlibat

Actor Actor: Menggambarkan actor yang

terlihat

(14)

19

Activation Activation: menggambarkan

hubungan antar object dengan message

Message (call) Message (call): menggambarkan alur message yang merupakan kejadian dari object pengirim lifeline ke objek penerima lifeline.

Message (return)

Message (return): menggambarkan alur pengembalian message ke object pemanggil dan tanda bahwa objek penerima telah menyelesaikan prosesnya.

Gambar 2.4 Sequence Diagram [Verdi Yasin, 2012:203]

(15)

20 2.5.2.4 Class Diagram

Menurut Verdi Yasin (2012:198), class diagram adalah sebuah spesfikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah ojek dan merupakan inti dari pengembangan dan desaign berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut tersebut (metode/fungsi). Class diagram menggamarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containtment, pewarisan, asosiasi dan lain-lain.

Salah satu jenis class diagram UML menunjukkan hal-hal dalam pekerjaan domain user disebut sebagai domain model class diagram. Tipe lain dari notasi class diagram UML digunakan untuk membuat desain class diagram ketika merancang class perangkat lunak. Di class diagram, persegi panjang mewakili kelas, dan garis yang menghubungkan persegi panjang menunjukkan asosiasi antara kelas. Dalam persegi panjang (kotak) terbagi dua, bagian atas berisi nama kelas, dan bagian bawah merupakan atribut kelas. Nama kelas selalu diawali dengan huruf kapital, dan atribut nama selalu diawali dengan huruf kecil. Diagram class digambarkan dengan menampilkan kelas dan asosiasi antara kelas.

(16)

21

Tabel 2.5 Komponen Class Diagram

Gambar 2.5 Class Diagram [Verdi Yasin, 2012:204]

(17)

22 2.5.2.5 Deployment Diagram

Menurut Indrajani (2011,34) Deployment Diagram digunakan untuk membuat model, dimana komponen-komponen terinstal ke dalam sistem- sistem dan bagaimana sistem sistem ini akan berinteraksi satu sama lain.

Sebuah Deployment diagram menunjukkan perangkat keras sistem dan perangkat lunak dalam perangkat keras tersebut. Diagram Deployment berguna ketika solusi perangkat lunak Anda dikerahkan di beberapa mesin dengan masing-masing memiliki konfigurasi yang unik. Deployment Diagram mewakili pandangan pengembangan sistem sehingga akan hanya ada satu deployment diagram untuk satu sistem. Deployment diagram terdiri dari node-node merupakan perangkat keras fisik yang digunakan untuk menyebarkan aplikasi. Deployment diagram banyak di gunakan oleh System Engineer.

Tabel 2.6 Komponen Deployemnt Diagram [Indrajani,2013:34]

Notasi Simbol Keterangan

Node

Node1 Node adalah sebuah unit yang dapat

membentuk sebuah proses

Component Program Component adalah

komponen yang menawarkan fasilitas- fasilitas tertentu bagi komponen lain dan dicirikan oleh sebah interface yang dibuat dari class dan operation yang diimplementasikan oleh Component tersebut.

Dependency Dependency merupakan

penghubung antara komponen diantara client server.

(18)

23

Devices Devices merupakan alat-alat yang

mendukung dalam penggunaan sistem seperti printer.

Active object Object1 Active Object digunakan untuk menghubungkan semua fungsi dengan device yang ada.

Interface Interface menggambarkan sebuah

group dari operasi yang digunakan atau dibuat oleh komponen.

Kasir

U F

AO SI

Server

SI M

printer

Dokter

U F

SI

Resepsionis

U F

AO SI

printer

Gambar 2.5 Deployment Diagram [Indrajani , 2011:34]

(19)

24 2.6 Perangkat Pendukung Sistem

Pada saat ini tersedia berbagai paket perangkat lunak dan tools-tools untuk kebutuhan pengembangan sistem. Dalam perangkat lunak, program yang digunakan telah diuji serta terbukti mampu menghemat waktu dan biaya pengembangan.

2.6.1 PHP (Hypertext Preprocessor)

PHP adalah bahasa pemrograman web – server (server side) yang bersifat open source atau gratis. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahub 1995. Pada saat itu PHP bernama FI (Form Interpreted) adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul – modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Kemudia pada Juni 1998 perusahaan Zend merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rislis tersebut menjadi PHP 3.0 dan dari versi 3 lah singkatan PHP muncul yaitu Hypertext Preprocessor.

Akhirnya pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interperter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0.

Dalam versi ini, inti dari interperter PHP mengalami perubahan besar dan dikenalkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemograman kearah pemrograman berorientasi objek (Rulianto, 2010:2).

(20)

25 2.6.2 Menggunakan PHP

Untuk membuat script atau kode PHP kita dapat mengawalinya dengan pembuka berupa tanda kurang dari dan tanda tanya ( <? ) serta diakhir dengan tanda ( ?> ). Semua data didalamnya akan dianggap sebagai script program PHP. Dalam melakukan pengcodingan ada banyak tools editor yang dapat digunakan untuk pembuatan web seperti Dreamweaver, PHP designer, Delphi for PHP, notepad++, dan nuspherePHP dan masih banyak lagi. Bahasa pemograman ini juga bekerja dibawah beberapa database seperti Oracle, Sybase, PostgreSQL dan MySQL. Secara garis besar teknik penulisan PHP sebagai berikut :

Contoh penulisan PHP 1 :

<?

... isi dari statement yang anda buat

?>

Contoh penulisan PHP 2:

<?php

... isi dari statement yang anda buat

?>

2.7 MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang terkenal. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System), itulah sebabnya istilah seperti table, baris, dan kolom digunakan dalam MySQL (Rulianto Kurniawan, 2010:148). Kepopuleran MySQL disebabkan karena menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu DDL, DML, dan DCL. Selain itu, MySQL bersifat open source jadi tidak perlu membayar untuk menggunakannya.

1. DDL (Data Definition Language), merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk mendefinisikan atribut – atribut database, tabel, atribut (kolom), batasan – batasan terhadap suatu atribut serta hubungan antar tabel.

(21)

26

2. DML (Data Manipulation Language), merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam database, misalnya untuk pengambilan, penyisipan, pengubahan dan penghapusan data.

3. DCL (Data Control Language), berisi perintah – perintah untuk mengendalikan pengaksesan data. Pengendalian dapat dilakukan berdasarkan per-pengguna per-tabel, per-kolom maupun per-operasi yang boleh dilakukan.

Gambar

Gambar 2.1 Metode Waterfall Development (Alan Dennis : 2012:51)
Tabel 2.1 Perbedaan antara include dengan extend
Gambar 2.2 Use Case Diagram [Indrajani, 2011:31]
Tabel 2.3 Komponen Activity Diagram
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pendapat tersebut sesuai dengan karakteristik keterampilan Abad 21 menurut Sutanto (2017:22-23) sebagai berikut. 1) Berpusat pada peserta didik; guru harus lebih banyak

Landas Kontinen suatu Negara pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari daerah di bawah permukaan laut yang terletak di luar laut teritorialnya sepanjang

Adapun tujuan yang ingin di capai dalam perencanaan Bangunan Fasilitas Road Race Game Center adalah untuk mendesain suatu bangunan sirkuit bertaraf nasional dengan mengutamakan

Risiko timbulnya transmisi kuman dari orang dewasa ke anak akan lebih tinggi jika pasien dewasa tersebut mempunyai BTA positif, infiltrat luas atau kavitas pada lobus atas,

Studi ini bertujuan untuk menguji beberapa model indeks vegetasi dan menentukan model yang sesuai bagi vegetasi cengkeh dalam menentukan luas dan kerapatan vegetasi cengkeh di

pemasungan pada klien gangguan jiwa di Desa Sungai Arpat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar berdasarkan karakteristik pekerjaan pada masyarakat yang tidak bekerja

Matakuliah ini mengkaji teori pendukung (rumus kimia dan persamaan reaksi yang membahas tentang lambang unsur, rumus empiris, bilangan oksidasi, rumus struktur dan persamaan

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R 2 sebesar 0.233 atau 23.3% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas, risiko bisnis,