• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Menurut Brigham dan Houston (2006) bahwa salah satu tujuan penting dalam pendirian suatu perusahaan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham, dan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan. Peningkatan nilai perusahaan dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan mencapai laba yang telah ditentukan. Melalui laba yang diperoleh tersebut, perusahaan akan mampu memberikan deviden kepada pemegang saham, meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Kemampuan untuk menghasilkan laba merupakan fokus utama di dalam nilai perusahaan.

Nilai perusahaan dapat ditetapkan dengan melalui kinerja manajemen dan kinerja keuangan perusahaan. Menurut Lestari (2013) bahwa kinerja perusahaan merupakan salah satu ukuran keberhasilan atas pelaksanaan fungsi keuangan yang telah dilakukan oleh perusahaan.

Mengukur baik dan tidaknya kinerja keuangan perusahaan dari laporan keuangan perusahaan yang menjadi tolak ukurnya, karena laporan keuangan dapat menggambarkan situasi dan kondisi kinerja perusahaan di dalam perusahaan tersebut. Setiap perusahaan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas . Laporan tersebut nantinya akan digunakan oleh pengguna informasi, khususnya oleh stakeholders agar memperoleh informasi penting tentang perusahaan yang berguna dalam proses pengambilan keputusan. Saat kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan buruk, para stakeholder akan memakai analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja di masa lalu, posisi perusahaan sekarang serta menilai potensi dan resiko perusahaan di masa mendatang. Sedangkan saat kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan baik maka investor akan tertarik untuk menginvestasikan dana yang mereka miliki kepada perusahaan sehingga

(2)

nilai perusahaan juga akan meningkat. Keadaan ini akan membuat perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi persaingan yang saat ini semakin ketat.

Menurut Hastuti (2005) bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain terkonsentrasi atau tidak terkonsentrasinya kepemilikan, manipulasi laba, serta pengungkapan laporan keuangan.

Kepemilikan yang banyak terkonsentrasi oleh institusi akan memudahkan pengendalian sehingga akan meningkatkan kinerja perusahaan. Suatu perusahaan dengan manajemen yang menerapkan sistem pengelolaan yang baik akan memberikan perlindungan dan jaminan hak kepada para stakeholdersnya. Oleh karena itu, manajemen berkewajiban memberikan

informasi akurat tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya.

Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Salah satu pendekatan yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah menggunakan rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio pasar. Menurut Prasinta (2012) bahwa salah satu rasio yang dinilai bisa memberikan informasi mengenai kebijakan dan keputusan para investor dalam menginvestasikan modalnya ke dalam perusahaan lebih dipengaruhi oleh rasio profitabilitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan rasio lainnya, karena investor menganggap bahwa rasio profitabilitas dapat memberikan gambaran tentang tingkat pengembalian atau keuntungan yang akan diterima oleh investor dari investasinya. Salah satunya ROE (Return on Equity). Dengan mengetahui rasio ROE maka investor dapat mengetahui

atau memprediksi berapa besar keuntungan yang didapat investor jika melaukan investasi di dalam perusahaan tersebut.

Menurut Sukandar (2014) bahwa kinerja perusahaan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan untuk melakukan seluruh kegiatan operasionalnya. Pentingnya penilaian kinerja perusahaan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan telah mempengaruhi pola pikir pemimpin perusahaan bahwa mengelola perusahaan di masa modern

(3)

dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat adalah menjadi hal yang sangat kompleks. Menurut Wijayanti dan Mutmainah (2012) bahwa semakin kompleks aktivitas pengelolaan maka semakin meningkat pula kebutuhan akan prakti tata kelola perusahaan (corporate governance) untuk memastikan bahwa manajemen perusahaan terlaksana dengan baik.

Menurut Indriati (2018) bahwa salah satu sistem yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan menjadi baik adalah tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik. Dalam penelitiannya disebutkan bahwa semakin baik corporate governance yang diterapkan maka akan semakin baik pula kinerja keuangan perusahaan. Jika pelaksanaannya dilakukan dengan baik, maka sistem corporate governance akan memberikan perlindungan efektif kepada para pemegang saham dan kreditur, sehingga menanamkan kepercayaan pihak-pihak tersebut atas investasinya terhadap perusahaan.

Secara umum, good corporate governance (GCG) adalah sistem dan struktur yang baik dalam mengelola perusahaan dengan meningkatkan nilai pemegang saham mengakomodasikan berbagai pihak yang berkepentingan perusahaan (stakeholder), seperti: investor, kreditor, pemasok, asosiasi bisnis, konsumen, pekerja, pemerintah, dan masyarakat luas. Konsep good corporate governance yaitu berhubungan terhadap kepentingan hak

investor terhadap ketepatan informasi yang diberikan perusahaan terkait pengungkapan informasi perusahaan, stakeholder dan kepemilikan yang dilakukan secara akurat, transparan dan tepat waktu. Menurut Ferdiana (2012) bahwa penerapan good corporate governance dalam perusahaan dapat mengurangi resiko, meningkatkan kinerja keuangan perusahaan serta dapat meningkatkan kepercayaan investor . Peningkatan kinerja perusahaan berhubungan dengan penilaian terhadap kinerja. Perusahaan dapat dikatakan baik, tidak hanya dilihat dari kualitas keuangannya, tetapi juga dilihat dari kinerjanya. Kinerja perusahaan yang baik akan menunjukkan seberapa jauh perusahaan mampu melakukan evaluasi dalam meningkatkan kinerja dan penerapan prinsip good corporate governance.

(4)

Memiliki kinerja keuangan yang sehat, berkesinambungan, dan dapat melindungi kepentingan pelanggan maka perlu dikembangkan dengan baik penerapan good corporate governancenya. Penerapan good corporate governance yang baik didasarkan pada asas kewajaran, transparasi,

akuntabilitas, tanggung jawab, dan kemandirian atau independensi.

Penerapan good corporate governance juga dilakukan untuk meningkatkan nilai shareholder, dan memastikan manajer melakukan kinerjanya untuk meningkatkan return bagi pemegang saham. Selain itu juga, diharapkan bahwa penerapan good corporate governance berdampak baik pada kinerja perusahaan. Meskipun, sampai sekarang ini penerapan good corporate governance masih menjadi tantangan bagi perusahaan untuk dapat

menerapkannya.

Menurut Arifani (2013) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan (studi pada perusahaan yang tercatat di bursa efek indonesia).

Di dalam peneltiannya menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara komite audit, kepemilikan institusional, dan komisaris independen terhadap kinerja keuangan. Namun tidak ditemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Menurut Hartono dan Nugrahanti (2014) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh mekanisme corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Di dalam penelitiannya menyatakan bahwa dewan direksi memiliki efek positif terhadap kinerja bank.

Kepemilikan institutional memiliki efek negatif terhadap kinerja bank.

Namun, kepemilikan manajemen, dewan independen dan komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja bank.

Menurut Masitoh dan Hidayah (2018) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja perusahaan (studi empirik pada perusahaan perbankan di bei tahun 2014 – 2016). Di dalam penelitiannya menyatakan bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh positif signifikan terhadap ROE dan proporsi dewan direksi independen berpengaruh negatif signifikan terhadap ROE. Sedangkan

(5)

variabel lain yaitu kepemilikan publik, kepemilikan manajerial, dan proporsi komisaris independen tidak berpengaruh terhadap ROE perusahaan.

Menurut Novitasari, Endiana, dan Arizona (2017) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI pada tahun 2019. Di dalam penelitiannya menyatakan kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan dewan direksi dan komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di PT.

Bursa Efek Indonesia (BEI) di sektor pertambangan periode 2018 – 2019 yang didasarkan pada fenomena yang terjadi di tahun 2018 - 2019. Dilansir dari website Kontan.co.id (2018) menyatakan bahwa pada tahun 2018, PT.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa telah terjadi penurunan indeks perusahaan sektor pertambangan hingga 2,04%. Menurut analisis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mangatakan bahwa sentimen utama yang masih jadi penggerak saham sektor pertambangan adalah dari gejolak harga minyak dan batubara. Sehingga pasar merespons negatif pergerakan harga komoditas di pasar global dengan bereaksi untuk melakukan aksi jual sehingga harga saham menurun.

Tidak hanya itu, dilansir dari website Kontan.co.id pada tahun 2019 indeks perusahaan sektor pertambangan mengalami pertumbuhan negatif 12,83%. Berdasarkan hasil analisis oleh Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia Suryanata, yang menyebabkan indeks perusahaan sektor pertambangan mengalami pertumbuhan negatif adalah turunnya harga batubara sepanjang tahun 2019. Hal ini di akibatkan oleh berlebihannya pasokan (supply) batubara di pasar dunia. Kemudian menurut analisis Artha Sekuritas Nugroho Rahmat Fitriyanto, menilai dari pergerakan indeks perusahaan sektor pertambangan diperberat oleh emiten-emiten batubara, karena harga batubara yang turun secara signifikan pada tahun 2019, sehingga menyebabkan harga jual dan marjin ikut tertekan.

(6)

Berdasarkan fenomena tersebut, dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 – 2019 perusahaan sektor pertambangan mengalami penurunan indeks perusahaan sehingga mengakibatkan turunnya harga saham perusahaan.

Jika harga saham perusahaan turun maka dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan. Apabila kinerja keuangan perusahaan menurun maka akan berpengaruh terhadap keputusan investor untuk melakukan investasi. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan yaitu rasio return on equity (ROE).

Return on equity merupakan rasio yang memperlihatkan seberapa besar laba

atau keuntungan yang diperoleh perusahaan dari investasi para pemegang saham perusahaan. Dengan begitu para investor akan mendapatkan pandangan bagaimana kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber dayanya. Semakin banyak investor yang berinvestasi maka harga saham perusahaan akan naik. Dan kinerja keuangan perusahaan akan lebih maksimal.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, serta adanya perbedaan hasil peneliti - peneliti sebelumnya. Maka peneliti tertarik untuk menguji penelitian dengan mengangkat judul “PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di PT. Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 - 2019)”

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah dewan direksi berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan?

2. Apakah dewan komisaris independen berpengaruh terhadap kinerja keuangan perushaan?

3. Apakah komite audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan?

4. Apakah kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan?

(7)

5. Apakah kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan?

C. Tujuan Masalah

Tujuan penelitian ini searah dengan rumusan masalah dan untuk membuktikan secara empris pengaruh:

Good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan D. Manfaat Masalah

Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkait pengaruh good corprate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan melalui teori agensi,

analisis statistik deskriptif, analisis asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan analisis uji hipotesis. Serta bermanfaat bagi literatur akuntansi khususnya dalam kajian terkait good corporate governance dan kinerja keuangan perusahaan. Sehingga dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi investor maupun pihak pihak yang berkepentingan.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat membantu pengguna laporan keuangan seperti para investor untuk menambah bahan pertimbangan dalam menilai perusahaan melalui nilai perusahaannya sebelum mengambil keputusan berinvestasi.

E. Keterbatasan Masalah

Keterbasatan masalah yang tedapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Dalam pembahasan Good Corporate Governance yang menjadi tolak ukur pengukuran Good Corporate Governance adalah implementasi Good Corporate Governance saja yaitu Dewan Direksi, Dewan Komisaris Independen, Komite Audit, Kepemilikan Manajerial, dan Kepemilikan Institusional.

Referensi

Dokumen terkait

Pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk menguji kembali apakah variabel struktur corporate governance yang terdiri dari kepemilikan institusional, kepemilikan

“PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAN RETURN SAHAM (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Periode

Good Corporate Governance (GCG) atau lebih dikenal dengan tata kelola perusahaan yang baik merupakan alternatif terbaik yang dapat perusahaan lakukan untuk menciptakan

Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan riset mengenai penerapan mekanisme good corporate governance dengan indikator

KEUANGAN DAN STRUKTUR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KEBIJAKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)”. 1.2

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan

Banyak pihak yang mengatakan bahwa penyebab dari penurunan suatu kinerja perusahaan salah satunya adalah masih lemahnya pelaksanaan Good Corporate Governance (tata

Sehingga, membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian kembali guna menguji pengaruh dari komponen good corporate governance dan struktur kepemilikan terhadap