TAHUN 2017 P EM ERI NT AH KABU PATEN
JO MBANG BAPPEDA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenan-Nya sehingga Bappeda Kabupaten Jombang dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2016, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. LAKIP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SAKIP.
Penyelenggaraan SAKIP meliputi Rencana Strategis, Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja dan reviu/evaluasi kinerja.
LAKIP Bappeda Kabupaten Jombang merupakan dokumen bagi pelaporan kinerja dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan tugas fungsi dan pencapaian kinerja. Melalui LAKIP, Bappeda melaporkan kinerjanya yang diukur dari pencapaian kinerja misi, sasaran, program dan kegiatan yang dilakukan pada tahun 2016, sebagaimana tertuang dalam pengukuran pencapaian kinerja. Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kinerja Bappeda dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada tahun 2016.
Besar harapan kami bahwa penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda ini dapat menjadi salah satu pemacu dalam memperbaiki kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien. Kami menyadari bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini masih belum sempurna. Dengan demikian Bappeda Kabupaten Jombang sangat mengharapkan kritik dan saran guna perbaikan laporan di tahun mendatang. Akhir kata, semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Bappeda ini dapat memberikan manfaat dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan informasi guna peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan prima terhadap masyarakat, khususnya di Bappeda Kabupaten Jombang.
Jombang, 9 Pebruari 2017 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN JOMBANG
Drs. EKSAN GUNAJATI, M.Si
Pembina Utama Muda
NIP. 196211091985011003
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR LAMPIRAN ... iv
IKHTISAR EKSEKUTIF ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Dasar Hukum ... 1
1.3. Maksud dan Tujuan ... 3
1.4. Tugas Pokok dan Fungsi ... 3
1.5. Struktur Organisasi ... 11
1.6. Lingkungan Stratejik yang Berpengaruh ... 11
BAB II PERENCANAAN KINERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ... 14
2.1. Visi dan Misi ... 14
2.2. Tujuan dan Sasaran ... 15
2.3. Perencanaan Kinerja ... 18
2.4. Penetapan Kinerja BAPPEDA ... 20
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 23
3.1. Capaian Kinerja Organisasi ... 21
3.2. Realisasi Anggaran ... 54
BAB IV PENUTUP ... 48 LAMPIRAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 iii
DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 Tingkat Pendidikan Pegawai BAPPEDA 2016……….. ... 12
TABEL 1.2 Golongan Pegawai BAPPEDA 2016 ... 13
TABEL 2.1 Misi, Tujuan, Sasaran dan Kebijakan ... 17
TABEL 2.2 Program dan Kegiatan ... 18
TABEL 3.1 Pencapaian Kinerja Tahun 2016 ... 21
TABEL 3.2 Perbandingan Realisasi Kinerja ... 29
TABEL 3.3 Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Akhir Periode Renstra ... 30
TABEL 3.4 Alokasi Pada Tiap Sasaran Pembangunan ... 32
TABEL 3.5 Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2016 ... 34
TABEL 3.6 Efisiensi Penggunaan Anggaran Tahun 2016 ... 49
TABEL 3.7 Faktor Pendorong dan Penghambat Pencapaian Kinerja ... 52
TABEL 3.8 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Tahun Anggaran 2016 ... 54
TABEL 3.9 Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2016 ... 57
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 iv
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN I Rencana Strategis Tahun 2014-2018 LAMPIRAN II Perjanjian Kinerja Tahun 2016 BAPPEDA LAMPIRAN III Rencana Kinerja Tahunan
LAMPIRAN IV Penetapan Kinerja
LAMPIRAN V Pengukuran Kinerja BAPPEDA
LAMPIRAN VI Indikator Kinerja Utama (IKU) Renstra BAPPEDA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 v
IK I KH H TI T IS SA AR R E EK K SE S EK KU U TI T IF F
Salah satu implementasi dari tata kepemerintahan yang baik adalah akuntabilitas.
Lakip merupakan dokumen laporan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Bappeda Kabupaten Jombang menyusun Lakip Bappeda Tahun 2016 adalah untuk mewujudkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Pelaporan kinerja Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2016 merupakan bagian dari sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. Bappeda mengemban 3 sasaran strategis daerah dalam RPJMD Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018 yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan dan tata ruang. Untuk mewujudkan sasaran tersebut telah disusun Renstra Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 terdokumentasi dalam rencana kerja yang ditujukan untuk mencapai tahapan maupun target kinerja yang telah ditetapkan dalam Renstra maupun RPJMD. Operasionalisasi rencana kerja tersebut melalui rencana kerja dan anggaran sebagaimana tertuang dalam dokumen anggaran dan belanja daerah tahun 2016.
Hasil Lakip tahun 2016 secara umum telah mencapai target yang telah ditetapkan, capaian tertinggi pada sasaran ke dua dan sasaran ke tiga indikator kinerja ke dua yang mencapai 125%. Semua pelaksanaan kegiatan dalam mencapai target telah mengedepankan asas efisiensi dengan tingkat efisiensi dikisaran 2-28%. Penyerapan anggaran tahun 2016 dari sisi belanja langsung mencapai 95,76% dan belanja tidak langsung sebesar 93,92%.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian kinerja Bappeda pada tahun 2016, masih dijumpai beberapa kekurangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Untuk itu sinkronisasi dan keterpaduan kebijakan pemerintah pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten diperlukan guna mengeliminir kendala terkait regulasi. Selain itu, kompetensi dan integritas sumberdaya aparatur perencana daerah cukup berperan dalam mendukung keberhasilan kinerja perencanaan pembangunan, sehingga perlu semakin dioptimalkan kualitasnya di masa mendatang.
Pada akhirnya, semoga laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan informasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Jombang pada umumnya dan Bappeda Kabupaten Jombang pada khususnya.
Jombang 9 Pebruari 2017 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN JOMBANG
Drs. EKSAN GUNAJATI, M.Si Pembina Utama Muda
NIP. 196211091985011003
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam rangka penyelenggaraan good governance, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi.
Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang disampaikan kepada atasan masing-masing, lembaga-lembaga pengawasan, dan penilai akuntabilitas.
Laporan tersebut menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Pemerintah Daerah maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah diwajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
Atas dasar hal tersebut diatas, untuk mempertanggungjawaban mengenai kinerja satuan kerja perangkat daerah serta Pemerintah Daerahnya sesuai dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada setiap tahunnya, maka Bappeda Kabupaten Jombang menyusun media pertanggungjawaban kinerja yang dituangkan dalam bentuk LAKIP Bappeda Kabupaten Jombang Tahun 2016 yang diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi guna peningkatan kinerja dan memberikan informasi mengenai kinerja Bappeda Kabupaten Jombang bagi Bupati, serta pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).
1.2. Dasar Hukum
Beberapa ketentuan perundang-undangan yang menjadi dasar penyusunan LAKIP Tahun 2016 antara lain:
a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
2 b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
d. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
e. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
f. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
g. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
h. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);
i. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
j. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
k. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
l. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;
m. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
n. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
3 o. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
p. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
r. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014- 2019;
s. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok- Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
t. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jombang Tahun 2005-2025;
u. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 21 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jombang Tahun 2009-2029;
v. Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 10 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014-2018.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan LAKIP BAPPEDA Kabupaten Jombang Tahun 2017 adalah sebagai pelaporan atas pelaksanaan dokumen rencana daerah tahun 2016 sesuai dengan ketentuan terkait laporan penyelenggaraan pemerintahan.
Tujuan Penyusunan LAKIP BAPPEDA Kabupaten Jombang Tahun 2017 adalah untuk mempertanggungjawabkan pencapaian hasil pelaksanaan misi BAPPEDA dalam mencapai tujuan dan sasaran tahun 2016 yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik.
1.4. Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas pokok fungsi Bappeda pada tahun 2017 mengalami perubahan terkait dengan adanya perubahan tugas pokok dan fungsi serta perubahan kewenangan yang terkait dengan urusan dengan mendasarkan pada Peraturan Bupati Jombang Nomor 49 Tahun 2016. Sedangkan tugas pokok dan fungsi pada tahun 2016 masih mengacu pada Peraturan Bupati Jombang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
4 Kabupaten Jombang, bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang berkedudukan sebagai unsur perencana penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Jombang yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Tugas pokok Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan, penelitian, pengembangan dan statistik daerah.
Dalam melaksanakan tugas tersebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan;
b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan daerah;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah;
d. Pelaksanaan pengkajian, penelitian dan pengembangan pembangunan daerah;
e. Penyelenggaraan urusan statistik daerah;
f. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati.
Selanjutnya tugas pokok pada BAPPEDA Kabupaten Jombang diuraikan kedalam masing-masing sub unit kerja, yaitu:
1. Kepala Badan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang mempunyai tugas pokok dan fungsi memimpin, merumuskan, mengatur,membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggung jawabkan kebijakan teknis penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan statistik.
2. Sekretariat
Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan sebagaian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah meliputi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, penyusunan program dan pelaporan. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud , sekretariat mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pelaksana koordinasi pengumpulan data dan informasi dalam rangka Penyusunan Kebijakan Teknis dan Operasional Badan;
b. Pelaksana Koordinasi pelaksanaan tugas-tugas Organisasi Badan;
c. Pengumpulan data dan informasi dalam rangka penyusunan Program Kerja, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan kegiatan Badan;
d. Pengendalian administrasi kepegawaian, pelaksanaan, pembinaan, peningkatan disiplin dan pengembangan karier serta upaya peningkatan kesejahteraan pegawai;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
5 e. Penyiapan bahan dalam rangka penyusunan anggran, pelaksanaan penata
usahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan;
f. Pelaksanaan urusan administrasi umum, rumah tangga/ keprotokolan dan perlengkapan, ketatalaksanaan (surat menyurat) dan kearsipan
g. Penyusunan Standar Pelayanan Minimal lingkup Unit Kerja;
h. Penyiapan data dan informasi kepustakaan, pelaksanaan hubungan masyarakat dan inventarisasi asset;
i. Pelaksanaan koordinasi kegiatan dengan instansi tekait, perangkat daerah dan pihak ketiga;
j. Pelaksanaan sistem pengawasan melekat;
k. Penyusunan dan pelaksanaan sistem informasi lingkup Badan;
l. Pelaksanaan kebersihan, keindahan dan keamanan;
m. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat.
Sekretaris membawahi:
o Kepala Sub Bagian Umum, mempunyai tugas:
a. Menyiapkan data dan informasi guna penyusunan kebijakan teknis dan operasional;
b. Melaksanakan administrasi kepegawaian, melaksanakan pembinaan, peningkatan disiplin dan pengembangan karier serta upaya peningkatan kesejahteraan pegawai;
c. Melaksanakan urusan administrasi umum, rumah tangga/ keprotokan, perjalanan dinas dan perlengkapan, ketatalaksanaan (surat menyurat) dan kearsipan;
d. Menyusun Standar Pelayanan Minimal Badan;
e. Menyusun rencana dan melaksanakan keindahan, kebersihan, dan keamanan kantor;
f. Melaksanakan kegiatan pengawasan melekat dalam lingkup badan;
g. Menyusun rencana kebutuhan barang, mengatur dan mengelola barang- barang inventaris kantor;
h. Melaksanakan kegiatan kehumasan dan kepustakaan Badan;
i. Menangani pengaduan masyarakat terkait dengan pelaksanaan tugas;
j. Membantu sekretaris dalam melaksanakan koordinasi terkait dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi dan tata laksana aparatur;
o Kepala Sub Bagian Keuangan, mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Melaksanakan penatausahaan keuangan, meliputi pengelolaan anggaran, penyusunan neraca, pelaksanaan akuntansi/ pembukuan, pertanggung jawaban dan verifikasi serta penyusunan perhitungan anggaran;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
6 b. Melaksanakan pengurusan biaya perjalanan dinas, perpindahan pegawai
dan ganti rugi, gaji pegawai dan pembayaran hak-hak keuangan lainnya;
c. Menyusun, melaksanakan dan mempertanggung jawabkan anggaran Badan;
d. Melaksanakan upaya peningkatan kesejahteraan pegawai.
o Kepala Sub Bagian Penyusunan Program dan Pelaporan, mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menghimpun, mengolah, mengkaji dan meneliti data dalam rangka penyusunan rencana program dan anggaran;
b. Melaksanakan kegiatan perencanaan dan penyusunan dokumen pembangunan bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
c. Melaksanakan koordinasi perencanaan program, kegiatan dan anggaran bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
d. Melaksanakan koordinasi dengan unit terkait dalam rangka analisis dan penilaian pelaksanaan program dan anggaran;
e. Melaksanakan kebijakan pembinaan,pengawasan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
f. Mengkoordinir dan evaluasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Perencanaan Pembangunan Daerah;
g. Melaksanakan pembuatan umpan balik hasil penyusunan dan penetapan anggaran guna perencanaan program dan anggaran untuk tahun berikutnya;
h. Mengelola, mengembangkan data dan Sistem Informasi lingkup SKPD;
i. Melaksanakan supervisi, pelaporan, evaluasi dan monitoring pelaksanaan tugas.
3. Bidang Sosial Budaya
Bidang Sosial Budaya dipimpin oleh Kepala Bidang Sosial Budaya untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di bidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan, pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Bidang Sosial Budaya mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang sosial budaya;
b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang sosial budaya.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
7 Kepala Bidang Sosial Budaya membawahi:
o Kepala Sub. Bidang Kesejahteraan Rakyat, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah bidang kesehatan, kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana dan keluarga sejahtera, sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kebudayaan dan pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan desa.
o Kepala Sub Bidang Pendidikan Mental Spiritual dan Pemerintahan, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
8 urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang pendidikan, kepemudaan dan olah raga, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, otonomi daerah, penyerahan urusan, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian, kearsipan dan perpustakaan;
4. Bidang Ekonomi
Bidang Ekonomi dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan: pembinaan dan pelaksanaan tugas peencanaan pembangunan daerah diibidang ekonomi. Dalam melaksanakan tugas pokok, bidang ekonomi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang ekonomi;
b. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan di bidang ekonomi;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang ekonomi.
Kepala Bidang Ekonomi, membawahi:
o Kepala Sub. Bidang Pengembangan Ekonomi Wilayah, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian, dan pariwisata;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang kehutanan, peternakan, perikanan, pertanian dan pariwisata.
o Kepala Sub. Bidang Pengembangan Dunia Usaha, mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan,
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
9 perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industry;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan, dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, penanaman modal, perdagangan, perindustrian, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, kerjasama antar daerah dan fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha dan industri;
5. Bidang Fisik Prasarana
Bidang fisik prasarana dipimpin oleh kepala bidang fisik prasarana untuk melaksanakan sebagaian tugas Badan perencanaan Pembangunan Daerah di bidang perumusan kebijakan teknis perencanaan, pengkoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan, pembinaan dan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasarana. Untuk melaksanakan tugas pokok, bidang fisik prasarana mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan di bidang fisik prasarana;
b. Pengkoodinasian penyusunan perencanaan pembangunan di bidang fisik prasarana:
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasaana;
d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang fisik prasarana.
Kepala Bidang Fisik Prasarana, membawahi:
o Kepala Sub. Bidang Perencanaan Umum Sarana dan Prasarana Wilayah, yang mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah bidang komunikasi dan informatika, pekerjaan umum, perhubungan dan perumahan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
10 o Kepala Sub. Bidang Perencanaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan,
mempunyai tugas:
a. Merumuskan kebijakan teknis perencanaan bidang energi, dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan;
b. Mengkoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan:
c. Melaksanakan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan;
d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah di bidang energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup dan pertanahan.
6. Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik
Bidang penelitian, pengembangan dan statistik yang memimpin adalah Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Statistik untuk melaksanakan sebagian tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di bidang pengkajian, penelitian dan pengembangan pembangunan daerah serta penyelenggaraan urusan statistik daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik mempunyai fungsi:
a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan dan kerjasama di bidang penelitian, pengembangan serta distribusi hasil penelitian dan pengembangan;
b. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data dan informasi pembangunan daerah;
c. Penyelenggaraan kerjasama pengembangan statistik umum, dasar, dan sektoral.
Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik, membawahi:
o Kepala Sub. Bidang Penelittian dan Pengembangan, mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Merumuskan kebijakan teknis bidang penelitian dan pengembangan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah;
b. Menyusun program kebijakan operasional penelitian dan pengembangan;
c. Melaksanakan penelitian dan pengembangan Bidang Pemerintahan, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bidang Kemasyarakatan dan Bidang Pengembangan Teknologi dan Informasi;
d. Melaksanakan pengembangan hasil penelitian dan pengembangan dalam rangka pelaksanaan penelitian dan pengembangan;
e. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dan pihak ketiga dalam rangka pelaksanaan penelitian dan pengembangan;
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
11 f. Melaksanakan sosialisasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan
kawasan stakeholder yang terkait.
o Kepala Sub. Bidang Statistik, mempunyai tugas:
a. Melakukan pengumpulan dan pengolahan data-data statistik untuk keperluan perencanaan
b. Melaksanakan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah;
c. Menyelenggarakan kerjasama antar lembaga untuk mengembangkan statistik umum, dasar dan sektoral.
7. Kelompok Jabatan Fungsional
Pengaturan tugas pokok dan fungsi kelompok jabatan fungsional diatur lebih lanjut.
1.5. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri dari:
1.6. Lingkungan Stratejik yang Berpengaruh a. Sarana Pendukung Organisasi
Keberadaan sarana pendukung akan berpengaruh terhadap laju gerak suatu organisasi. Mutu tingkat sumberdaya manusia yang dimiliki, yang didukung dengan adanya sarana yang memadai akan sangat berpengaruh pada kinerja dari organisasi. Demikian pula sebaliknya, sebaik apapun sarana pendukung yang ada tanpa didukung oleh personil dengan kapabilitas yang memadai akan menambah deretan barang inventaris organisasi yang tidak efektif.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
12 Untuk membantu tugas pokok dan fungsi yang harus diemban, sarana kerja yang terdapat di Bappeda Kabupaten Jombang sudah sangat baik. Artinya bahwa sarana yang ada sudah mampu mendukung beban kerja yang ada, walaupun belum secara optimal.
b. Metode Organisasi
Untuk mencapai tujuan dari organisasi (dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan di daerah), maka pelaksanaan koordinasi (baik tingkat internal maupun eksternal) terus diupayakan. Penyebab kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan yang terkait dengan perencanaan, sebagian besar disebabkan karena lemahnya tingkat koordinasi. Untuk itu koordinasi harus selalu dilaksanakan dalam rangka mendapatkan suatu keputusan atau kebijakan yang tepat dan konsisten dengan melaksanakan pertemuan-pertemuan koordinasi, baik dalam sektor-sektor tertentu maupun lintas sektor. Guna meminimalisir kekurangan serta kendala yang terjadi, maka diperlukan adanya standar metode kerja. Hal ini dituangkan dalam dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dilakukan review terakhir kali pada tahun 2015. Standar tersebut menginformasikan terkait langkah, pelaksanaan dan prosedur pelaksanaan administrasi kegiatan yang dilaksanakan di Bappeda. Untuk meningkatkan pelayanan kepada publik, maka pada tahun 2016 direncakan dilakukan penyusunan Standar Pelayanan Publik (SPP). Akan tetapi kegiatan ini belum bisa terlaksana dikarenakan adanya penyesuaian prioritas pendanaan.
c. Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia merupakan unsur dinamisator yang terpenting dalam suatu organisasi. Kemampuan sumberdaya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat pendidikan. Sebagai gambaran tingkat pendidikan sumber daya manusia pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah sebagai berikut:
TABEL 1.1.
TINGKAT PENDIDIKAN PEGAWAI BAPPEDA TAHUN 2016
No. TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH (orang)
1.
2.
3.
4.
Pasca Sarjana
Sarjana (S1) atau sederajat Sarjana Muda (Amd)
Sekolah Menengah Umum atau yang sederajat
14 24 1 4
Jumlah 43
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
13 Berdasar tabel tingkat pendidikan pegawai terlihat bahwa tingkat pendidikan personil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang yang terbanyak berpendidikan Sarjana (S1). Sedangkan untuk jabatan struktural rata-rata tingkat pendidikan adalah pasca sarjana. Jabatan struktural eselon IV pada suatu instansi merupakan supervisor atau baris pelaksana dari suatu kebijaksanaan. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya tingkat pemahaman terhadap suatu perintah atau bentuk pendelegasian dan juga penguasaan teknis, baik pada tingkat konsep maupun aplikasi di lapangan.
Sedangkan tingkat golongan pegawai Bappeda pada tahun 2016 sebagaimana tersaji pada tabel berikut:
TABEL 1.2.
GOLONGAN PEGAWAI BAPPEDA TAHUN 2016
No. URAIAN JUMLAH (orang)
1.
2.
3.
4.
5.
Golongan IV Golongan III Golongan II Golongan I
Tenaga Kontrak Daerah
7 32
3 - 1
Jumlah 43
Berdasar tabel tingkat golongan dapat dipahami, bahwa tingkat golongan dari personil Bappeda yang terbanyak adalah golongan III, sebanyak 32 orang atau 74,41% dari seluruh staf Bappeda.
Meskipun tingkat pendidikan dan golongan cukup secara umum mampu menangani kegiatan perencanaan pembangunan di Kabupaten Jombang, namun masih diperlukan adanya tambahan tenaga pelaksana teknis perencanaan, khususnya yang memiliki kemampuan teknis dalam perencanaan pembangunan daerah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
14
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
2.1. Visi dan Misi
a. Visi Bappeda Kabupaten Jombang
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana suatu organisasi harus dibawa dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, aspiratif, inovatif dan produktif. Visi tersebut menentukan arah dan tujuan perencanaan Kabupaten Jombang sekaligus menggambarkan kondisi yang ingin dicapai dan menjadi komitmen seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan perencanaan tersebut.
Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dalam bernegara. Oleh karena itu, diperlukan penyelenggaraan pemerintahan yang berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Visi BAPPEDA dirumuskan dengan memperhatikan visi Bupati Jombang yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2014–2018 yaitu:
“Jombang Sejahtera untuk Semua”.
Berdasarkan pada visi di atas serta memperhatikan tugas pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam menjawab tantangan lingkungan strategis yang akan dihadapi sebagai suatu institusi perencana daerah, maka menetapkan visi Bappeda Kabupaten Jombang untuk periode tahun 2014-2018 adalah:
“TERWUJUDNYA PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG SINERGIS, PARTISIPATIF, INOVATIF, DAN BERKUALITAS
MENUJU JOMBANG SEJAHTERA”
Rumusan visi tersebut dapat dimengerti melalui makna yang terkandung pada konsep-konsep sebagai berikut :
1. Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif maksudnya adalah bahwa proses perencanaan pembangunan harus mampu mengakomodir secara objektif berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menghasilkan kesepakatan bersama dan diterima semua pihak. Oleh sebab itu dalam setiap proses perencanaan pembangunan memerlukan keterlibatan masyarakat.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
15 Partisipasi aktif tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan pembangunan.
2. Perencanaan Pembangunan yang Sinergis maksudnya proses perencanaan pembangunan yang lebih mengoptimalkan integrasi dan sinkronisasi keragaman sumber daya sesuai dengan porsi masing-masing.
3. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Inovatif dimaksudkan bahwa proses perencanaan pembangunan yang menekankan hadirnya prosedur/model, gagasan, praktek/cara yang baru untuk diterapkan sebagai sarana perbaikan/pengembangan sistem, guna menghadapi tantangan perubahan di masa datang, sehingga mampu mewujudkan perencanaan yang lebih baik dan produktif.
4. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berkualitas adalah apabila perencanaan yang disusun memenuhi kriteria antara lain dapat diimplementasikan dan mencapai target yang telah ditetapkan, disusun berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta mendukung perencanaan pembangunan nasional.
5. Sejahtera untuk Semua merupakan muara dari seluruh makna pernyataan nilai misi yang telah dijelaskan karena perencanaan adalah alat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna menjadi masyarakat yang lebih sejahtera.
b. Misi Bappeda Kabupaten Jombang
Sedangkan upaya untuk mewujudkan visi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tersebut, maka dirumuskan misi sebagai berikut:
1. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah;
2. Penguatan Peran Penelitan dan Pengembangan dalam Perumusan Perencanaan Pembangunan Daerah;
3. Mewujudkan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Kewilayahan Yang Berkelanjutan.
2.2. Tujuan dan Sasaran
a. Tujuan Bappeda Kabupaten Jombang
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan masalah dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan jangka menengah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Sinergitas Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yang aspiratif;
2. Mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas berbasis data dan kajian ilmiah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
16 3. Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah berdasarkan rencana tata
ruang, unsur kelestarian lingkungan dan daya dukung sumber daya alam;
b. Sasaran Bappeda Kabupaten Jombang
Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Perumusan sasaran memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Bappeda serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Untuk lima tahun mendatang, Bappeda menetapkan sasaran sebagai berikut:
1. Terakomodasinya aspirasi masyarakat dan sinergitas perencanaan pembangunan daerah;
2. Meningkatnya pemanfaatan dokumen hasil perencanaan pembangunan sektoral, penelitian dan pengembangan dalam perencanaan pembangunan daerah;
3. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan guna meningkatkan keterpaduan pengendalian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang.
c. Indikator dan Target Sasaran Bappeda Kabupaten Jombang
1. Tingkat aspirasi masyarakat melalui musrenbang yang terakomodir dalam dokumen RKPD 100%;
2. Tingkat keselarasan RPJMD dengan RKPD 100%;
3. Tingkat Integrasi data SKPD Yang Terpadu 100%;
4. Persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah 100%;
5. Persentase dokumen perencanaan tata ruang yang ditindaklanjuti 57,14%;
6. Persentase pelayanan rekomendasi izin pemanfaatan ruang sesuai dengan SOP 80%.
Rumusan misi, tujuan, sasaran sampai dengan kebijakan tersaji dalam tabel berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
17 TABEL 2.1.
MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN KEBIJAKAN
No. MISI
TUJUAN DAN SASARAN
ARAH KEBIJAKAN
TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA SASARAN TARGET
2016 1 Memantapkan
Penyelenggaraan Sistem
Perencanaan Pembangunan Daerah
Meningkatkan Sinergitas Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yang aspiratif
Terakomodasinya aspirasi masyarakat dan sinergitas perencanaan
pembangunan daerah
Tingkat aspirasi massyarakat melalui musrenbang yang terakhomodir dalam dokumen RKPD
100% Peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan
Tingkat keselarasan RPJMD dengan RKPD 100%
Tingkat Integrasi data SKPD Yang Terpadu 100%
2 Penguatan Peran Litbang dalam Perumusan Perencanaan Pembangunan Daerah
Mendukung Perencanaan Pembangunan Yang Berkualitas berbasis Data dan Kajian iImiah
Meningkatnya pemanfaatan dokumen hasil perencanaan pembangunan sektoral, penelitian dan pengembangan dalam perencanaan pembangunan daerah
persentase dokumen penelitian dan pengembangan yang ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan daerah
80% Peningkatan kualitas hasil penelitian dan
pengembangan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
3 Mewujudkan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Kewilayahan Yang Berkelanjutan
Mewujudkan perencanaan pembangunan daerah berdasarkan rencana tata ruang, unsur kelestarian lingkungan dan daya dukung sumber daya alam
Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan guna meningkatkan keterpaduan pengendalian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang
Persentase dokumen perencanaan tata ruang yang ditindaklanjuti
57,14% Peningkatan kualitas hasil perencanaan tata ruang yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Persentase pelayanan rekomendasi izin
pemanfaatan ruang sesuai dengan SOP
80%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
18 2.3. Perencanaan Kinerja Tahun 2016
Perencanaan kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis melalui berbagai kegiatan tahunan. Didalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan penyusunan rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran.
Untuk tahun kerja 2016, Bappeda Kabupaten Jombang melaksanakan 15 program dan 48 kegiatan, yaitu:
TABEL 2.2.
PROGRAM DAN KEGIATAN
No. PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 686.705.470,- a. Penyediaan pelayanan administrasi perkantoran 686.705.470,- 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 230.140.000,- a. Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor 169.500.000,- b. Pemeliharaan rutin/berkala/sedang/berat sarana dan
prasarana gedung kantor
26.100.000,- c. Pemeliharaan rutin/berkala/sedang/berat kendaraan
dinas/kendaraan operasional
34.540.000,-
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur 11.500.000,- a. Pengadaan pakaian dinas dan pakaian khusus lainnya 11.500.000,- 4. Program Perencanaan Strategis dan Pelaporan
Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
30.000.000,-
a. Penyusunan rencana kerja SKPD 10.000.000,-
b. Penyusunan laporan capaian kinerja SKPD 10.000.000,- c. Penyusunan laporan keuangan SKPD 10.000.000,- 5. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik
Daerah
745.629.150,- a. Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 142.100.000 b. Penyusunan Nilai Tukar Petani (NTP) 128.847.500
c. Penyusunan Data Inflasi Daerah 213.999.800
d. Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Sektoral Kabupaten Jombang
92.765.450 e. Penyusunan Data dan Informasi Makro Ekonomi
Daerah Kabupaten Jombang
103.736.400 f. Updating Data Sistem Informasi Pembangunan Daerah 64.180.000 6. Program Kerjasama Pembangunan 104.795.000,- a. Fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha/lembaga 104.795.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
19
No. PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)
7. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 125.475.000,- a. Fasilitasi/koordinasi pemanfaatan ruang 125.475.000,- 8. Program Perencanaan Tata Ruang 445.350.000,- a. Pengembangan Infrastruktur Data Spasial 30.000.000 b. Analisis Data Spasial RDTR Perkotaan Jombang 50.000.000 c. Analisis Data Spasial RDTR Perkotaan Diwek 50.000.000
d. Revisi RTRW Kabupaten Jombang 315.350.000
9. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah
10.000.000,- a. Penyusunan naskah akademis sistem perencanaan
pembangunan daerah
10.000.000,-
10. Program Perencanaan Pembangunan Daerah 1.024.056.830,-
a. Penyusunan rancangan RKPD 472.836.280,-
b. Koordinasi penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)
186.350.000,-
c. Penyusunan KUA dan PPAS 179.934.550,-
d. Pemeliharaaan SIPPD 184.936.000,-
11. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi 831.205.200,- a. Penyusunan indikator ekonomi daerah 386.636.600,- b. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang
Ekonomi
149.191.800,- c. Penyusunan Study Kelayakan Sarana Dan Prasarana
Ekonomi Wilayah
175.000.000,- d. Monitoring, evaluasi dan pelaporan pengembangan
kawasan agropolitan SKPP I
120.376.800,-
12 Program Perencanaan Sosial dan Budaya 1.035.000.000,- a. Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial
Dan Budaya
171.150.000,- b. Fasilitasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 160.000.000,- c. Pengembangan sistem informasi manajemen
penanggulangan kemiskinan
137.850.000,- d. Koordinasi/fasilitasi aksi PPK (Pencegahan dan
pemberantasan korupsi)
6.000.000,- e. Penyusunan profil gender dan profil anak 100.000.000,- f. Penyusunan Indikator Kesejahteraan Daerah 50.000.000,- g. Evaluasi MDG's dan Persiapan SDG 275.000.000,- h. Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi
(RAD-PG)
85.000.000,- i. Studi Kelayakan Sarana dan Prasarana Pemerintahan
Daerah (Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Tembelang)
50.000.000,-
13 Program Penelitian dan Pengembangan 361.650.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016
20
No. PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp.)
a. Koordinasi Penelitian dan Pengembangan 128.700.000,- b. Anugerah Kreatifitas dan Inovasi Masyarakat
Kabupaten Jombang di Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah
47.000.000,-
c. Penyusunan Riset Unggulan Pendukung Perencanaan Pembangunan Daerah
65.000.000,- d. Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah (SIDA)
Kabupaten Jombang
120.950.000,- 14 Program Perencanaan Prasarana Sarana Wilayah dan
Sumber Daya Alam
429.404.500,- a. Koordinasi Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana 144.830.000,- b. Koordinasi Perencanaan sanitasi permukiman dan air
minum
80.912.000,- c. Penyusunan Rencana Pembangunan Investasi Jangka
Menengah
40.825.000,- d. Fasilitasi Peningkatan Pengelolaan Sistem Irigasi
Partisipatif
89.687.500,- e. Fasilitasi Peningkatan Pengelolaan Sistem Irigasi
Partisipatif (Pendampingan Program WISMP)
73.150.000,- 15. Program Pengendalian Evaluasi Kinerja Program 104.958.400,- a. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 104.958.400,-
JUMLAH 6.175.869.550,-
Keseluruhan program dan kegiatan tersebut, pada awal anggaran 2016 dialokasikan sebesar Rp. 6.991.331.980,- dan terdapat perubahan anggaran seiring berjalannya waktu menjadi sebesar Rp. 6.175.869.550,-. Secara struktur anggaran, keseluruhan alokasi anggaran Bappeda terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp.
6.175.869.550,- dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 3.243.486.407,- Rencana Kinerja Tahunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2016 untuk mendukung sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan lampiran III.
2.4. PENETAPAN KINERJA BAPPEDA JOMBANG TAHUN 2016
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, maka perlu disusun suatu penetapan kinerja pada suatu pemerintahan. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, kami sajikan Penetapan Kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang sesuai dengan Lampiran IV.
21 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran kinerja organisasi adalah suatu alat manajemen yang digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan organisasi sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Hasil pengukuran capaian kinerja sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan Bappeda Kabupaten Jombang adalah sebagaimana tabel 3.1. berikut:
Tabel 3.1.
Pencapaian Kinerja Sasaran Tahun 2016
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian 1 Terakomodasinya
aspirasi masyarakat dan sinergitas perencanaan pembangunan daerah
1.1. Tingkat aspirasi masyarakat melalui musrenbang yang terakhomodir dalam dokumen RKPD
100% 99,34% 99,34%
1.2. Tingkat keselarasan RPJMD dengan RKPD
100% 99,31% 99,31%
1.3. Tingkat Integrasi data SKPD Yang Terpadu
100% 100% 100%
2 Meningkatnya pemanfaatan dokumen hasil perencanaan pembangunan sektoral, penelitian dan pengembangan dalam perencanaan pembangunan daerah
2.1. Persentase dokumen penelitian dan
pengembangan yang ditindaklanjuti dalam perencanaan
pembangunan daerah
80% 100% 125%
3 Tersedianya dokumen
perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan guna meningkatkan keterpaduan
pengendalian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang
3.1. Persentase dokumen perencanaan tata ruang yang ditindaklanjuti
57.14% 57.14% 100%
3.2. Persentase pelayanan rekomendasi izin
pemanfaatan ruang sesuai dengan SOP
80% 100% 125%
Sumber data: Bappeda
22
Dari tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan BAPPEDA Kabupaten Jombang menetapkan sasaran strategis sebagai berikut:
1. Sasaran strategis terakomodasinya aspirasi masyarakat dan sinergitas perencanaan pembangunan daerah dengan indikator sasaran:
1.1. Tingkat aspirasi masyarakat melalui musrenbang yang terakhomodir dalam dokumen RKPD
Pencapaian indikator sasaran tingkat aspirasi masyarakat melalui musrenbang yang terakomodir dalam dokumen RKPD dapat terealisasi 99,34% dengan tingkat capaian kinerja 99,34% dari target 100% usulan program dari aspirasi masyarakat dapat terakomodasi. Usulan program aspirasi masyarakat hasil musrenbang belum semuanya mampu diakomodasi dalam RKPD mengingat adanya keterbatasan anggaran dan juga kesesuaian usulan program dengan kewenangan SKPD.
Guna mencapai indikator kinerja sasaran diatas, dilaksanakan melalui program perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan dengan perpedoman pada Permendagri 54 Tahun 2010 dengan tahapan- tahapan perencanaan sesuai dengan mekanisme yang diamanatkan oleh perundang-undangan. Tahapan-tahapan ini diantaranya yaitu:
a. Persiapan penyusunan RKPD;
b. Penyusunan rancangan awal RKPD;
c. Penyusunan Rancangan RKPD;
d. Pelaksanaan Musrenbang RKPD;
e. Perumusan Rancangan akhir RKPD;
f. Penetapan RKPD.
Untuk mencapai sasaran tersebut, maka tahapan pertama dalam penyusunan perencanaan diawali dengan pelaksanaan Musrenbang RKPD yang dimulai dari desa, kecamatan dan kabupaten berperan penting dalam pengumpulan aspirasi dari masyarakat/stakeholder. Untuk meningkatkan peran serta masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan stimulan dengan PID (Pagu Indikatif Desa) yaitu sejumlah patokan batas minimal anggaran APBD yang dilaksanakan di wilayah desa yang penentuan alokasi belanjanya secara partisipatif melalui mekanisme musrenbang desa dengan berdasar pada RPJM Desa serta selaras dengan program SKPD yang berdimensi strategis kewilayahan. Pilihan usulan yang akan dilaksanakan sudah ditentukan oleh Bappeda dengan memperhatikan kebijakan, kewenangan, target daerah, provinsi, nasional dan skala prioritas serta hasil review tahun sebelumnya. Usulan desa juga
23
harus memperhatikan kebutuhan desa dan hasil musyawarah desa yang dilaksanakan sebelum acara musrenbang di kecamatan. Usulan Desa pada saat musrenbang kecamatan dilaksanakan verifikasi oleh SKPD Teknis pelaksana kegiatan PID berserta BAPPEDA dan dapat dilakukan perubahan apabila secara teknis tidak sesuai.
1.2. Tingkat keselarasan RPJMD dengan RKPD
Pencapaian indikator sasaran kinerja tingkat keselarasan RPJMD dengan RKPD dapat terealisasi sebesar 99,31 % dari target 100%
program RKPD selaras dengan program dalam RPJMD. Hal ini disebabkan pada RKPD adanya tambahan 2 program di SKPD dinas Pekerjaan Umum Pengairan sebagai konsekuensi adanya kelembagaan baru.
Sehubungan dengan adanya perubahan kelembagaan tersebut dan juga hasil evaluasi pencapaian indikator kinerja sasaran maka pada tahun 2016 Bappeda telah melakukan upaya perubahan RPJMD dan telah dilakukan pembahasan dan juga telah disetujui oleh DPRD serta telah disampaikan kepada Gubernur melalui Bappeda Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi. Perubahan RPJMD ini dasarkan atas beberapa landasan diantaranya:
1. Adanya SKPD baru pada tahun 2014 dan penambahan program kegiatan yang akan dijadikan dasar oleh SKPD baru dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra SKPD);
2. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat beberapa indikator dan target yang telah tercapai sehingga target yang ada dalam RPJMD sudah tidak relevan;
3. Adanya perubahan metode perhitungan, sehingga target yang ditetapkan pada RPJMD 2014-2018 tidak mungkin dapat dicapai;
4. Adanya perubahan kebijakan terkait dengan perubahan OPD baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.
Berdasarkan dokumen perubahan RPJMD yang telah disampaikan kepada Gubernur untuk selanjutnya dapat dilakukan evaluasi. Atas evaluasi yang telah dilakukan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum bisa menetapkan perubahan RPJMD Kabupaten Jombang dengan pertimbangan bahwa akan ada perubahan struktur organisasi perangkat daerah pada bulan Agustus 2016. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Jombang
24
dapat mengajukan kembali perubahan RPJMD dengan penyesuaian OPD baru.
Implementasi target lima tahunan RPJMD dijabarkan dalam sasaran dan program tahunan yang dimuat dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Penyusunan RKPD Tahun 2017 telah dilaksanakan pada tahun 2016 dengan memperhatikan ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2016 Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2017. Dokumen RKPD Tahun 2017 ditetapkan dengan Peraturan Bupati Jombang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2017. Pelaksanaan target sasaran maupun program dalam RKPD dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) SKPD. Program dan kegiatan yang disusun dalam Renja SKPD selaras dengan program dan kegiatan pada RKPD. Dokumen RKPD dan Renja SKPD sebagai dasar penyusunan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD.
Pada pelaksanaan APBD sampai dengan semester I tahun anggaran 2016 terdapat beberapa kebijakan maupun kerangka pendanaan yang harus ditindaklanjuti untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi pelaksanaan RKPD Tahun 2016, antara lain:
a. Peraturan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor: Per- 4/PK/2016 tentang Tata Cara Pemotongan Atas Lebih bayar Dana Bagi Hasil Pada Tahun Anggaran 2016;
b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 47/PMK.07/2016 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau menurut Provinsi/Kabupaten/
Kota Tahun Anggaran 2016;
c. Surat edaran Nomor: SE-10/MK.07/2016 tentang pengurangan/
pemotongan dana alokasi khusus fisik secara mandiri tahun anggaran 2016;
d. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 75 Tahun 2015 tentang Perkiraan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau kepada Propinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun anggaran 2016
Selain itu, pada tahun 2016 telah keluar kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan ditindaklanjuti oleh Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016 tentang Tindak Lanjut Peraturan
25
Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah untuk menyesuaikan dokumen rencana pembangunan daerah sesuai kelembagaan perangkat daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Instruksi tersebut mengandung makna bahwa RKPD Tahun 2017 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Bupati sebelum terbentuknya peraturan daerah tentang organisasi perangkat daerah harus disesuaikan.
Dengan berdasar beberapa ketentuan perundangan tersebut diatas dan dari hasil evaluasi pelaksanaan APBD sampai dengan semester I tahun 2016 dipandang perlu melakukan perubahan atas dokumen RKPD Kabupaten Jombang Tahun 2016 ini. Hasil evaluasi pelaksanaan APBD atas kinerja pelaksanaan program dan kegiatan sampai dengan triwulan kedua tahun 2016 yang layak dijadikan dasar pertimbangan untuk melakukan perubahan RKPD tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Faktor lain yang mengakibatkan perlunya dilakukan pergeseran kegiatan antar SKPD, perubahan lokasi dan/atau kelompok sasaran, dan penghapusan kegiatan;
2. Pergeseran kegiatan antar SKPD, penghapusan kegiatan, penambahan kegiatan baru/kegiatan alternatif, penambahan atau pengurangan target kinerja dan pagu kegiatan, serta perubahan lokasi dan kelompok sasaran kegiatan;
3. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan; dan/atau
4. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan, prioritas dan sasaran pembangunan, rencana program dan kegiatan prioritas daerah.
Dokumen yang ditargetkan disusun pada tahun 2016 untuk pedoman penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah sebagaimana ketentuan sejumlah 8 (delapan) dokumen. Realisasi penyusunan dokumen tersebut pada tahun 2016, yaitu:
1. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang Tahun 2017 yang selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 13 Tahun 2017;
2. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang Tahun 2017 Penyesuaian yang selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 53 Tahun 2017;