• Tidak ada hasil yang ditemukan

NURMIATI.A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NURMIATI.A"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DOWN TIME PRODUKSI DI (PT. DELTA PASIFIC INDOTUNA)

SKRIPSI

OLEH

NURMIATI.A 12 222 27

PROGRAM STUDI AGROINDUSTRI DIPLOMA

4

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKAJENE DAN KEPULAUAN 2016

(2)

i HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS DOWN TIME PRODUKSI DI (PT. DELTA PASIFIC INDOTUNA)

SKRIPSI

OLEH : NURMIATI.A NIM.12 222 27

Sebagai salah Satu Persyaratan Untuk Menyelesaikan Studi Pada Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Telah Diperiksa dan Disetujui :

Pembimbing 1

Dr. A. Ridwan M , S.T, M.Si.M.Sc NIP. 19750626 20011 2 001

Pembimbing 2

Fifi Arfini, S.TP., M.Si NIP.19751107 2 00812 1 001

Diketahui Oleh :

Ketua Jurusan Ketua Prodi

Ir. Nurlaeli Fattah S.TP,.M.Si Zulfitriany Dwiyanti Mustaka SP. MP NIP. 19680807 199512 2 001 Nip. 19760810 200912 2 002

Direktur

Dr.Ir. Darmawan, M.P NIP.19670202 199803 1 002

Tanggal Lulus :

(3)

ii HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI

Judul : Analisis Down Time Produksi di (PT. Delta Pasific Indotuna)

Nama Mahasiswa : NURMIATI.A

NIM : 12 222 27

Program Studi : Agroindustri Sarjana Terapan Tanggal lulus :

Disahkan Oleh : Tim Penguji

1. Dr. Andi Ridwan Makkulawu S.T, M.Si, M.Sc. (...)

2. Fifi Arfini S.Tp., M.Si (...)

3. Ir. Muhammad Fitri M, Si (...)

4. Ilham Ahmad ST., MT (...)

(4)

iii SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama Mahasiswa : NURMIATI.A

NIM : 12 222 27

Program Studi : Agroindustri Sarjana Terapan

Perguruan Tinggi : Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Skripsi yang saya tulis dengan Judul : Analisis Down Time Produksi di (PT. Delta Pasific Indotuna).

adalah benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa sebagian atau keseluruhan Skripsi ini hasil karya orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Pangkep, 2016 Yang Menyatakan

( Penulis )

(5)

iv ABSTRACT

NURMIATI.A. "Analysis of Production Down Time (PT. Delta Pacific Indotuna)". under the guidance of Andi Ridwan Makkulawu, and Fifi Arfini.

Down Time is the amount of time in which a device / machine can not operate due to damage (failure), but the plant can still operate because there is still a tool / another machine that can replace the function so that the production process can still run.

The purpose of this study is Knowing how to minimize down time on the productivity of the fish canning company.

Outlain tuna canning production process, production calculation analysis results, results for each production down time analysis, analysis of individual activities, methods of work and down time process. For the down time manpower of the entire area prosuksi obtained the highest manpower 12.5 on the receiving while in the case up got the lowest score of -8.5, which means exceeding the standard of work enterprise.

calculation analysis results down time for the machine on the whole area of the obtained amount of production down time highest engine that is in the area of Case Up as much as 375 hours / month. While on the label obtained the lowest value of 175 hours / month.

Keywords: Down time, Manpower, Outlain production process, Productivity

(6)

v

RINGKASAN

NURMIATI.A. “Analisis Down Time Produksi di (PT. Delta Pasific Indotuna)“.

dibawah bimbingan Andi Ridwan Makkulawu,dan Fifi Arfini.

Down Time adalah jumlah waktu dimana suatu alat/mesin tidak dapat beroperasi disebabkan adanya kerusakan (failure), namun pabrik masih dapat beroperasi karna masih adanya alat/mesin lain yang bisa menggantikan fungsi sehingga proses produksi masih bisa berjalan.

Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui bagaimana cara meminimalkan down time terhadap produktivitas pada perusahaan pengalengan ikan.

Outlain proses produksi pengalengan ikan tuna, Hasil analisis perhitungan produksi, Hasil analisis down time tiap produksi, Analisis kegiatan individual, Metode proses kerja dan Down time. Untuk hasil down time manpower dari keseluruhan area prosuksi didapatkan manpower tertinggi yaitu 12,5 pada bagian receiving sedangkan pada bagian case up didapatkan nilai terendah -8,5 yang berarti melebihi dari standar kerja perusahaan.

hasil analisis perhitungan down time untuk mesin pada keseluruhan area produksi didapatkan jumlah down time mesin tertinggi yaitu pada area Case Up sebanyak 375 jam/bulan. Sedangkan pada bagian label didapatkan nilai terendah 175 jam/bulan.

Katakunci : Down Time, Manpower, Outlain Proses Produksi, Produktivitas

(7)

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Analisis Down Time Produksi di (PT. Delta Pasific Indotuna)”. Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan Delta Pasific Indotuna, Bitung, Sulawesi Utara. Sejak bulan Maret sampai April 2016. Penulis ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya Kepada orang tua tersayang terkhususnya buat ibunda Nursia dan kakak tercinta Nurlina, yang tak henti-hentinya memberikan dukungan materi maupun moril, serta semangat, motifasi yang sangat besar terhadap penulis dan juga kepada Ayahanda Amir. Tak luput juga penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Andi Ridwan Makkulawu ST. M.Si, M.Sc. selaku pembimbing I, dan Fifi Arfini S.Tp.,M.Si selaku pembimbing ke II, yang telah memberikan arahan maupun bimbingan dalam penyusunan skripsi.

2. Bapak Dr.Ir. Darmawan, M.P. Selaku Direktur Polteknik Pertanian Negeri Pangkep, beserta seluruh jajarannya.

3. Ir. Nurlaeli Fattah M.Si. selaku ketua jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.

4. Ibu Zulfitriany Dwiyanti Mustaka SP.MP selaku ketua program studi agroindustri.

5. Bapak kholid Bawazier. Selaku pemilik perusahaan PT. Delta Pasific Indotuna.

6. Ir. Abdul Khalid, MDA, Selaku jendral manager PT. Delta Pasific Indotuna 7. Bapak Basmi Said SE, M. Si selaku pembimbing lapangan, yang telah

memberikan bimbingan maupun arahannya selama kegiatan magang berlangsung.

8. Ibu Ashyura selaku kepala QA. Dan Seluruh Staf Bagian produksi PT. Delta Pasific Indotuna, Nurjannah Syam, Rendy, Jefri minanga, Aco muhaji, Yathi,

(8)

vii Prima, Akmal, Saeful, Haerul, Asrul, dan atas dukungan maupun perhatiannya selama penulis berada dilokasi magang.

9. Seluruh Staf, dan teknisi agroindustri yang tak henti-hentinya memberikan dukungan serta semangat.

10. Saudara-saudara, kakak maupun adik, atas semangat dan dukungannya.

11. Sahabat-sahabat seperjuangan yang selalu memberi motivasi dan selalu ada saat susah maupun senang Muhammad Amran, Ernawati, Darmasari Intan, Hatirah, Aminah, Riswan, Faisal Ammar, Syahrul Islam, Farid Narju, Awaluddin, Chinda

12. Teman-teman seperjuangan agroindustri angkatan XXV atas kebersamaan, kerjasama, dan dukungan selama penulis melaksanakan studi di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih terdapat kekurangan, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk memperbaiki skripsi ini. Penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terhususnya di bidang perikanan.

Wassalamu alaikum wr.wb

Pangkep, Agustus 2016

Penulis

(9)

viii

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN BIMBINGAN ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

ABSTRAK ... iv

RINGKASAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR……….. Ix DAFTAR LAMPIRAN……….. xi

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Manfaat Kegiatan ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Ikan Tuna ... 3

2.2 Pengertian Produktivitas……….. 4

2.3 Deskripsi Down Time ……….. .... 5

2.2 Pemecahan Masalah Down Time ... 6

III. METODE PENELITIAN 3.1 Prosedur /Diagram Alir Penelitian……… 7

3.2 Waktu dan Tempat /Lokasi……… 7

3.3 Metode Pelaksanaan……….. 7

3.4 Kerangka Pikir Penelitian………. 8

3.5 Outline Proses Produksi Pengalengan Ikan Tuna……….. 9

3.6 Perhitungan Produktivitas ... 12

3.7 Perhitungan Down Time ... 13

3.8 Kegiatan Individual ... 14

3.9 Prosedur Kerja dan Proses Pergantian Produk ... 14

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Analisis Perhitungan Produktivitas ... 15

(10)

ix

4.2 Hasil Analisis Perhirungan Down Time Manpower……….. 16

4.3 Hasil Analisis Perhirungan Down Time Mesin………. 28

4.4 Analisis Kegiatan Individual……….. 32

4.5 Metode Proses Kerja………... 34

V. PENUTUP 5.1 Simpulan... 36

5.2 Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA ... 37 RIWAYAT HIDUP

(11)

x

DAFTAR TABEL

No. Teks Halaman

1. Perhitungan Produktivitas ... 15

2. Perhitungan Down Time Manpower : a. Perhitungan Down Time Aera Receiving ... 16

b. Perhitungan Down Time Aera Precooking……… 17

c. Perhitungan Down Time Aera Skinning……… . 18

d. Perhitungan Down Time Aera Loining………. . 19

e. Perhitungan Down Time Aera Paking………... 20

f. Perhitungan Down Time Aera Inkjet/Cnd feed……… 21

g. Perhitungan Down Time Aera Vacum……….. 22

h. Perhitungan Down Time Aera Retort……… 23

i. Perhitungan Down Time Aera Case Up………. 24

j. Perhitungan Down Time Aera Sanitasi……….. 25

k. Perhitungan Down Time Aera Cold Storage……… 26

l. Perhitungan Down Time Aera Fishmeal……… 27

3. Perhitungan Down Time Mesin : a. Perhitungan Down Time Aera Fishmeal……… 28

b. Perhitungan Down Time Aera Paking……… 29

c. Perhitungan Down Time Aera Retort……… 30

d. Perhitungan Down Time Aera Case Up……… 31

4. Kegiatan Individual ... 32

5. Prosedur Kerja dan Proses Pergantian Produk ... 33

(12)

1 I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam penghadapi era pasar bebas saat ini, dimana terjadi banyak persaingan yang sangat ketat, maka perusahaan dituntut untuk dapat menciptakan produk dengan berbagai kreasi dan kualitas yang baik. Namun pada perusahaan pengalengan ikan biasanya terjadi penurunan tingkat produktivitas salah satunya yakni terjadi down time dalam proses produksi yang disebabkan oleh faktor manpoerwer, mesin dan jumlah produksi atau jumlah bahan baku. ikan tuna dan sejenisnya sampai saat ini masih mendominasi ekspor produk perikanan Indonesia, perkembangan perikanan tuna diikuti dengan berkembangnya industri pengolahan ikan tuna, terutama di lokasi-lokasi sentra pendaratan tuna, seperti muara baru-jakarta, pelabuhan Ratu-Jawa Barat, Cilacap-Jawa Tengah dan Bitung-Sulawesi Utara.

Pada umumnya tuna dipasarkan sebagai produk segar (didinginkan) dalam bentuk utuh disiangi (frozen whole gilled and gutted), dan produk dalam kaleng (canned tuna) (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2005).

Salah satu produk yang terdapat pada perusahaan pengalengan ikan yaitu pengalengan ikan tuna, jenis bahan baku yang dihasilkan oleh PT. Delta Pasific Indotuna yaitu Yellowfin (Thunnus albacares) dan Skipjack (Katsuwonus Pelamis). tentunya dalam memproduksi pengalengan ikan tuna menggunakan alat-alat atau mesin yang dapat menunjang proses produksi agar berjalan dengan lancar serta mempunyai kualitas yang baik pula.

Salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu industri pengalengan ikan ditentukan oleh kelancaran proses produksi. Sehingga bila proses produksi lancar, penggunaan mesin dan peralatan produksi yang efektif akan menghasilkan produk berkualitas. Proses tersebut tergantung dari kondisi sumber daya yang dimiliki seperti manusia, mesin ataupun sarana penunjang lainnya, dimana kondisi yang dimaksud adalah kondisi siap pakai untuk menjalankan operasi produksinya, baik ketelitian, kemampuan ataupun kapasitasnya.

1.2 Rumusan Masalah

(13)

2 Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah yang dapat diangkat yaitu Bagaimana meminimalkan Down time terhadap produktivitas yang dimiliki oleh perusahaan pengalengan ikan ?

1.3 Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah yang telah diketahui maka tujuan dari skripsi ini Untuk mengetahui bagaimana cara meminimalkan down time terhadap produktivitas pada perusahaan pengalengan ikan.

1.4 Manfaat Kegiatan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka terdapat beberapa manfaat bagi mahasiswa diantaranya:

1. Menambah wawasan mahasiswa mengenai pengaruh proses down time 2. Mahasiswa dapat mengetahui beberapa kendala maupun masalah yang

terdapat dalam sebuah proses produksi

(14)

3 II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ikan Tuna (Yellowfin)

Aneka jenis tuna : albakora, tuna sirip biru atlantik, cakalang, madidihang, tuna mata besar.

 Klasifikasi Ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Perciformes Famili : Skombride Bangsa : Thunnini

Tuna memiliki bentuk tubuh yang sedikit banyak mirip dengan torpedo, disebut fusiform, sedikit memipih di sisi-sisinya dan dengan moncong meruncing.

Sirip punggung (dorsal) dua berkas, sirip punggung pertama berukuran relative kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal) terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebut finlet.

Sirip ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas samping berukuran kecil, yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas samping yang lebih besar. Tubuh kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet), yakni bagian di belakang kepala dan di sekitar sirip dada yang ditutupi oleh sisik-sisik yang tebal dan agak besar. Bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau tanpa sisik. Tulang-tulang belakang (vertebrae) antara 31-66 buah.

(15)

4 2.2 Pengertian Produktivitas

Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran (output) dengan masukan (input). Produktivitas dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri atau UKM dalam menghasilkan barang atau jasa. Sehingga semakin tinggi perbandingannya berarti semakin tinggi produk yang dihasilkan. Ukuran-ukuran produktivitas biasa bervariasi, tergantung pada aspek-aspek output atau input yang digunkan sebagai agregat dasar.

Produktivitas kerja merupakan perilaku yang ditampakkan oleh individu atau kelompok, yang menurut siagian (1895), dikatakan bahwa “ditinjau dari segi keprilakuan, kepribadian seseorng sering menempatkan dirinya dalam berbagai bentuk sikap, cara berfikir dan cara bertindak berbagai hal yang mempengaruhi kepribadian seseorang/organisasional yang tercermin kepada perilakunya yang pada akhirnya berpengaruh kepada kinerjanya. Sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.

Produktivitas kerja adalah dikatakan produktif apabila kemampuan karyawan mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat atau tepat.

Menurut George J. Washin. Produktivitas mengandung dua konsep utama yaitu efisiensi dan efektivitas, efisiensi mengukur tingkat sumber daya manusia baik manusia, keuangan maupun alam yang dibutuhkan untuk memenuhi tingkat pelayanan yang dikehendaki, efektivitas mengukur hasil mutu pelayanan yang dicapai.

Produktivitas adalah ”keinginan (the will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan di segala bidang”. Sedarmayanty (1996).

Riyanto “produktivitas secara tidak langsung menyatakan kemajuan dari proses transformasi sumber daya menjadi barang atau jas, peningkatan berarti perbandingan yang naik antara sumber daya yang dipakai (input) dengan jumlah barang yang dihasilkan (output)”.

(16)

5 Menurut Herjanto produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal.

Produktivitas adalah perbandingan antara output (hasil)dengan input (masukan). Jika produktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efisiensi (waktu-bahan-tenaga) dan system kerja, teknik produksi dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerja.Hasibuan (1996).

2.3 Deskripsi Down Time

Down Time adalah jumlah waktu dimana suatu alat/mesin tidak dapat beroperasi disebabkan adanya kerusakan (failure), namun pabrik masih dapat beroperasi karna masih adanya alat/mesin lain yang bisa menggantikan fungsi sehingga proses produksi masih bisa berjalan.

Proses produksi tentunya mempunyai losses yang mempengaruhi keberhasilannya, losses tersebut oleh Nakajima (1988) di kelompokkan menjadi 6 besar yaitu:

Downtime Losses. Jika pengeluaran produksinya nol dan sistem tidak memproduksi apapun, segmen waktu yang tidak berguna dinamakan downtime losses. Downtime losses terdiri dari :

1. Breakdown losses, kerugian ini terjadi dikarenakan peralatan mengalami kerusakan, tidak dapat digunakan dan memerlukan perbaikan atau penggantian. Kerugian ini diukur dengan seberapa lama waktu selama mengalami kerusakan hingga selesai diperbaiki.

2. Reduce speed losses, yaitu pengurangan kecepatan produksi dari kecepatan desain peralatan tersebut. Pengukuran kerugian ini dengan membandingkan kapasitas ideal dengan beban kerja aktual. Defect or quality losses, Jika ouput produksi yang dihasilkan tidak memenuhi spesifikasi kualitas maka disebut quality lossess, yang terdiri dari dua hal berikut: Rework and quality defect, kerugian ini terjadi karena terjadi kecacatan produk selama produksi. Produk yang tidak sesuai spesifikasi perlu dibuat scrap. Diperlukan tenaga kerja untuk melakukan proses scrap dan material yang diubah menjadi scrap juga merupakan kerugian bagi perusahaan.

(17)

6 3. Yield lossess, terjadi dikarenakan bahan baku terbuang. Kerugian ini dibagi menjadi dua, yaitu kerugian bahan baku akibat desain produk dan metode manufakturing serta kerugian penyesuaian karena cacat kualitas produk yang diproduksi pada awal proses produksi.

2.4 Pemecahan Masalah Down Time

Pemecahan masalah Down time proses produksi di PT. Delta Pasific Indotuna, dapat dilakukan dengan mengamati dan menganalisis persiapan proses produksi yang dilakukan oleh setiap bagian diantaranya:

1. proses Paking terdapat mesin pengisian daging, medium dan mesin penutupan kaleng

2. Proses Retort terdapat mesin pencucian kaleng, mesin sterilisasi 3. Proses Case Up terdapat mesin Hidrolik

4. Proses Label terdapat mesin Inkjet Printer (pengkodean),mesin pelabelan, mesin Penimbangan.

Persiapan proses ini adalah persiapan-persiapan yang perlu dilakukan untuk menunjang kegiatan, mengetahui lama waktu pengerjakan pekerjaan, mengawasi pengerjaan, mengetahui hambatan-hambatan, kerusakan-kerusakan yang mungkin timbul dan kemungkinan adanya terjadi perubahan (Reksohadiprodjo 1976).

Dalam persiapan proses ada beberapa hal yang perlu dikaji diantaranya: lama waktu mengerjakan kegiatan yang meliputi leat time yaitu seluruh waktu yang diperlukan untuk mendapatkan bahan-bahan termasuk waktu persediaanya juga standar-standar gerak dan waktu (meliputi kegiatan individu), peningkatan efektifitas standar kerja, pelatihan kerja, dan pemeliharaan mesin.

Semua proses persiapan ini dilakukan untuk memperlancar jalannya alur proses produksi, meliputi persiapan bahan-bahan sampai pembentukan standar waktu dan gerak selama proses, untuk pemecahan masalah masalah pada tiap-tiap bagian proses produksi. Bila perlu dilakukan perbaikan, serta dilakukan pembentukan prosedur kerja yang jelas dan terperinci.

(18)

7 III. METODE PENELITIAN

3.1 Prosedur/ Diagram Alir Penelitian

Penelitian diawali dengan adanya kegiatan agroindustri perikanan yang berpotensi meningkatkan kwalitas produksi dengan memproduksi ikan kaleng.

Identifikasi awal dilakukan pada tahapan proses produksi, persiapan bahan baku, pengecekan alat/mesin, serta menganalisis pengaruh kehilangan down time pada proses produksi. Langkah selanjutnya adalah dengan mengidentifikasi sumber penyebab timbulnya down time pada proses produksi pengalengan ikan. Hasil produktivitas kemudian dianalisis pengaruhnya secara keseluruhan dengan potensi pengaruh kehilangan down time terhadap produktivitas perusahaan pengalengan ikan.

3.2 Waktu dan Tempat /Lokasi

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 hingga April 2016 di perusahaan perikanan pengalengan ikan PT Delta Pasific Indotuna dan dilanjutkan di Kampus Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

3.3 Metode Pelaksanaan

Penelitan ini dilaksanakan dengan beberapa metode : a. Wawancara

Dilakukan wawancara berupa tanya jawab secara langsung dengan para pegawai dan karyawan di PT. Delta Pasific Indotuna.

b. Metode observasi

Yaitu dengan cara pengamatan langsung pada objek penelitian, data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu:

1. Data Primer

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian ini.

(19)

8 2. Data Sekunder

Pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku dan pustaka lain yang mendukung data primer.

3.4 Kerangka Pikir Penelitian:

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian.

Outlain proses produksi pengalengan ikan tuna

Hasil analisis perhitungan produksi

Hasil analisis downtime tiap produksi

Analisis kegiatan individual

Metode proses kerja

Down time

(20)

9 3.5 Outline Proses Produksi Pengalengan Ikan Tuna

Proses produksi pengalengan ikan tuna meliputi: Cold storage, Receiving, Skinning, Paking, Loining, Retort, Case Up dan Label.

 Penanganan bahan baku

Setiap bahan baku yang diterima harus diperiksa mutunya paling tidak secara sensori atau dilakukan pengecekan fisik, pengecekan suhu dan pengambilan sampel untuk uji histamin. Bahan baku yang sesuai dengan standar perusahaan untuk ikan segar memiliki suhu 0-2˚C dan untuk ikan beku memiliki suhu -18˚C. Jenis bahan baku yang digunakan yaitu yellowfin (Thunnus albacares), skipjack (katsuwonus pelamis). ikan yang tidak memenuhi persyaratan bahan baku harus ditolak. Kesegaran ikan dalam pengalengan memegang peranan sangat penting, sebab bila ikan sudah tidak segar lagi maka mutu ikan kaleng pun menurun. Hal ini sesuai dengan pendapat Moeljanto (1992), yang menyatakan bahwa bahan mentah yang datang harus menggunakan container atau truk yang tertutup rapat untuk memperpanjang kesegaran ikan dengan menghindari kontak langsung dengan sinar matahari sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroba penyebab kerusakan.

 Cold storage

Cold storage terdapat beberapa bagian diantaranya:

1. Receiving (Penerimaan bahan baku)

Bahan baku berasal dari berbagai daerah, langsung dilakukan Proses Pembongkaran, jumlah penerimaan bahan baku 30 ton/hari ikan harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati untuk mencegah terjadinya peningkatan suhu pada tulang belakang BBT (Backbone Temperatur) ikan, kerusakan fisik, dan kontaminasi mikroba tidak terjadi dan suhu pada ikan harus tetap -18oC. Setelah itu setiap ikan yang masuk dilakukan pengujian histamine untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada ikan.

(21)

10 2. Weighing I (Penimbangan)

Timbangan harus diperiksa sebelum digunakan, penimbangan dilaksanakan secepat dan setepat mungkin untuk mengetahui berat dari ikan, suhu ikan harus dipertahankan pada suhu -18oC

3. Cold Storage (Ruang penyimpanan dingin)

Suhu pada ruang penyimpanan dingin harus dilakukan pada suhu -18oC.

Udara dingin harus mengalir secara merata dalam ruang penyimpanan dingin.

4. Weighing II (penimbangan)

Sebelum digunakan timbangan harus diperiksa, Penimbangan harus dilakukan dengan seteliti mungkin untuk mengetahui berat ikan sebelum diolah.

5. Thawing (pelelehan)

Proses pelelehan ikan dilakukan dengan merendam ikan beku kedalam bak dengan menggunakan air bersih dan mengalir setiap jam dilakukan pergantian air agar ikan menjadi soft (lembek) lalu di bongkar untuk area selanjutnya, Suhu tulang belakang ikan setelah pelelehan sudah selesai harus berada pada kisaran - 2oC sampai dengan 2oC.

 Receiving

Receiving meliputi Proses butchering yang hanya dilakukan untuk size besar Butchring bertujuan untuk menghilangkan organ-organ yang menjadi sumber mikroba patogen/pembusuk.

 Skinning

Proses skinning meliputi beberapa bagian diantaranya:

1. Beheading ( penghilangan kepala ikan)

Beheading dilakukan secara manual untuk mengeluarkan kepala ikan tersebut, kepala ikan yang telah dipisahkan dari badan ikan kemudian dipindahkan dari meja proses ke keranjang penampung limbah yang telah disediakan di bawah meja proses. Proses pembuangan kepala (heading) bertujuan untuk memisahkan kepala/tulang kepala dengan badan ikan.

(22)

11 2. Skinning ( penghilangan kulit ikan )

Proses pembersihan kulit (skinning) adalah bertujuan untuk membersihkan kulit daging ikan yang masih melekat pada tubuh ikan. Skinning harus dilakukan secara hati-hati agar daging putih ikan tidak banyak yang terbuang, kulit harus dipindahkan dari meja kewadah penampung untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Pada proses ini harus diperhatikan kebersihan daging putih ikan agar tidak banyak yang terbuang.

 Loining

Loining meliputi Proses pemisahan daging putih dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan daging putih dari daging merah dan tulang.

 Paking

Proses paking menyangkut tentang Pendeteksian logam adalah suatu kegiatan mendeteksi adanya benda asing terutama dari logam pada produk seperti kawat penggosok. Pendeteksian ini dilakukan dengan melewatkan produk yang sudah dibersihkan ke atas ban konveyor mesin pendeteksi logam.

 Retort

Retort berhubungan dengan Sterilisasi atau yang dikenal dengan istilah

“processing”, merupakan operasi yang paling penting dalam pengalengan bahan pangan. Sterilisasi tidak hanya bertujuan untuk menghancurkan mikroba pembusuk dan patogen, tetapi juga berguna untuk membuat produk menjadi cukup masak, yaitu dilihat dari penampakan, tekstur dan citarasa sesuai dengan yang diinginkan.

 Up

Case up meliputi penyusunan kaleng serta memasukkan kaleng dalam incubator yang bertujuan untuk mengetahui adanya mikroorganisme yang terdapat pada produk.

(23)

12

 Label

Pada proses label terdapat beberapa bagian diantaranya:

1. Coding (Pengkodean)

Pengkodean penutup harus tercetak dengan jelas dan terang yang menunjukkan perusahaan, jenis isi kaleng, hari, bulan, dan tahun produksi. Label harus diperiksa untuk ketepatan ukuran dan cetakannya serta menghindari tercampur dengan merk lain.

2. Labeling (Pelabelan)

Sebelum pemasangan label, ikan kaleng harus disortir untuk dipisahkan kaleng bagus dengan yang rusak, kembung, berkarat, dan kotor. Semua ikan harus dilabel dengan mencantumkan Negara asal produk, merek, nama produk, berat bersih, tanggal kadaluarsa, nilai gizi dan lain-lain.

3. Cartooning (Pengartonan)

Pengartonan harus baik, rapidan pekerjaannya harus cepat. Produk dikemas atau dimasukkan ke kotak karton. Kotak karton harus dalam kondisi baik dan bersih. Pengartonan dilakukan sesempurna mungkin untuk mencegah produk dari kontaminasi dan kerusakan fisik. Label atau tulisan pada bahan kemasan karton harus jelas dan mudah untuk dipahami. Proses pengepakan dilakukan untuk menghindari produk jadi agar tidak terkontaminasi dari luar dan menghindari kerusakan fisik pada ikan kaleng, sehingga penyusunan ikan kaleng dalam karton harus dilakukan dengan rapi.

3.6 Perhitungan Produktivitas

Apabila ukuran keberhasilan produksi selama ini hanya dipandang dari sisi output saja maka produktivitas dipandang dari dua sisi sekaligus yaitu, sisi input dan output. Dengan demikian, dapat dikatakan produktivitas berkaitan dengan efisiensi penggunaan input dalam memproduksi output (barang atau jasa).

Rumus yang digunakan untuk menghitung produktivitas Aktual dan produktivitas standar sebagai berikut:

(24)

13 1. Produktivitas aktual

2. Produktivitas standar

Produktivitas aktual dan standar digunakan untuk mengukur perubahan efisiensi dari kegiatan operasi. Untuk mengukur perubahan produktivitas total dalam suatu periode waktu, semua faktor yang berkaitan dengan kuantitas output dan input yang dipakai selama periode tadi diperhitungkan.

3.7 Perhitungan Down Time

Perhitungan Down time adalah jumlah perhitungan yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas (aktual dan standar). Adanya down time tentunya akan menyebabkan volume produksi yang dicapai akan berkurang/dibawah nilai standar.

Produktivitas Standar= Volume Produksi Aktual Lab Hour Standar Produktivitas Standar= Volume Produksi Aktual

Lab Hour Aktual

(25)

14 Rumus yang digunakan untuk menghitung Down time sebagai berikut:

3.8 Kegiatan Individual

Kegiatan individual meliputi bagian, jumlah operator, jenis kegiatan, dimana Kegiatan ini mencakup beberapa bagian dari proses yang memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran produktivitas dari suatu perusahaan.

3.9 Prosedur Kerja dan Proses Pergantian Produk

Prosedur kerja dan proses pergantian produk adalah Rangkaian aktivitas, proses yang dijalankan melalui serangkaian pekerjaan yang menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan suatu produk. Sebuah prosedur biasanya mengakibatkan sebuah perubahan.

Jam Kerja – Efektivitas kerja

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi masing-masing perlakuan dilakukan dengan membuat lubang dangkal berbentuk lingkaran yang mengelilingi pohon karet yang terserang JAP dengan jarak sekitar 1 meter

Menurut data yang dihimpun Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyu-wangi pada tahun 2011 lalu, jenis industri kerajinan informal jauh lebih

PT. Beringin Indah Bondowoso dalam pengukuran pendapatan menggunakan nilai tunai sebagai ukuran dalam penentuan pendapatan yang diakui yaitu sebesar nilai kontrak

Amalina (2011:7) menyatakan daya tarik iklan memberikan pengaruh yang besar terhadap minat beli konsumen. Hal tersebut dapat terjadi karena melalui periklanan

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas segala petunjuk, berkat dan rahmat- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Identifikasi Gambaran

Pertama-tama, orang harus mengeluarkan uang yang banyak, termasuk pajak yang tinggi, untuk membeli mobil, memiliki surat ijin, membayar bensin, oli dan biaya perawatan pun

kategori baik menjadi sangat baik yaitu dari persentase 69,44% menjadi 85,29%; (2) Aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching adalah aktif dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dekonstruksi atas gagasan dominan mengenai gender yang mengkonstruksi karakteristik laki-laki sebagai memiliki sikap maskulin