• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

8

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web

Perkembangan teknologi pada saat ini merupakan kemajuan globalisasi, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi andalan masyarakat di dunia. Hal ini disebabkan oleh perkembangan yang sangat pesat pada bidang teknologi terutama komputer. Pada bab ini dijelaskan beberapa konsep dan dasar teori yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas penulis sebagai pemahaman dalam mengimplementasikan konsep-konsep tersebut semua kegiatan perancangan website ini.

Contoh teori konsep dasar program:

A. Website

Menurut Azis (2013:75) mengemukakan bahwa “website adalah halaman informasi yang disediakan melelui jalur internet sehingga bisa diakses diseluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet .Website merupakan komponen atau kumpulan komponen yang terdiri dari teks, gambar, suara animasi sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk dikunjungi”.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti. Dalam pengelompokan jenis web, lebih diarahkan berdasarkan kepada fungsi, sifat atau style dan bahasa pemrograman yang digunakan.

Jenis-jenis web berdasarkan sifat atau style-nya:

(2)

1. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyediakan conten atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasa pemrograman yang digunakan antara lain PHP, ASP, .NET dan memanfaatkan database MySQL atau MS SQL.

Misalnya website www.artikel-it.com, www.detik.com, www.technomobile.co.cc, www.polinpdg.ac.id.

2. Website Statis , merupakan website yang conten-nya sangat jarang diubah. Bahasa pemrograman yang digunkan antara lain HTML, dan belum memanfaatkan database. Misalnya: web profile organisasi, dan lain-lain.

Di dalam sebuah website, ada beberapa komponen pendukung agar sebuah website dapat diakses oleh pemakai, diantaranya:

1. E-Booking

Menurut Turban (2013:5) mengemukakan bahwa “E-Booking adalah sebuah aplikasi yang membantu sistem pemesanan dalam industri pariwisata ataupun yang lainnya melalui internet. Dengan menggunakan aplikasi ini pengunjung akan mengakses informasi yang disediakan secara bebas dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu”.

2. Web Server

Menurut Sadeli (2014:75) mengemukakan bahwa “Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML”.

Untuk itu, diperlukan program khusus agar website yang kita buat dapat diterima dengan baik oleh klien. Ada beberapa software yang bisa digunakan baik yang gratis (open source) maupun yang komersil, diantaranya: Netscape Server, Microsoft IIS, Xitami, WebStar, Apache, dan lain – lain.

(3)

3. Web Browser

Menurut Kristianto (2014:3) mengemukakan bahwa “Web Browser adalah software untuk menampilkan halaman website”. Cara kerja browser adalah menerjemahkan kode program HTML ke dalam bentuk visual sesuai dengan apa yang di rancang oleh pembuat website.

Sejarah Web Browser dimulai pada tahun 1991 saat tim Barners-Lee membuat aplikasi Web Browser pertama pada komputer NeXT dengan nama World Wide Web Browser. Kemudian ditahun 1993 NCSA (National Center Super Computing Application) mengembangkan Web Browser grafis bernama NCSA Mosaic, yang kemudian dilanjutkan pada tahun 1994 menulis Netscape Navigator dan pada tahun 1998 berubah menjadi Mozilla Fifefox Microsoft Corp ikut meramaikan perkembangan Web Browser dengan menulis Internet Explorer pada tahun 1995, dan diikuti oleh Opera ditahun 1996. Tidak ketinggalan Apple Inc juga ikut meramaikan pasa Web Browser dengan menulis safari pada tahun 2003, dan ditahun 2008 Google Inc merilis Web Browser dengan nama Google Crome.

4. Internet

Menurut Hidayatullah (2014:1) mengemukakan bahwa “Internet adalah jaringan global yang menghubungkan komputer-komputer seluruh dunia”. Dengan internet semua komputer bisa mengakses data yang terdapat pada komputer lain di benua berbeda.

Pendek kata bahwa internet menjalin informasi global antara manusia atau pengguna internet diseluruh dunia tanpa batas institusi, dimensi ruang dan waktu bahkan dapat menembus birokrasi dan protokoler. Dengan demikian keberadaan

(4)

internet ini telah menjadikan hidup manusi lebih berarti bahkan dapat mempengaruhi pola pikir tingkah laku hidup manusia bahkan gaya hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan internet tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia, sehingga perlu dipelajari dan dipahami dalam kehidupan kita.

Internet merupakan suatu komunitas dan komunikasi antar komputer yang paling besar di dunia. Dengan demikian keberadaannya sangat besar manfaatnya bagi manusia.

B. Bahasa Pemrograman

Adapun bahasa pemrograman yang penulis gunakan dalam pembuatan website ini sebagai berikut:

1. PHP (Personal Home Page)

Menurut Madcom (2013:19) mengemukakan bahwa “PHP adalah bahasa pemrograman yang bekerja dalam sebuah web server, script-script PHP harus tersimpan dalam sebuah server dan dieksekusi atau diproses dalam server tersebut”.

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdrof pada tahun 1995, pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI) yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web. Pada November 1997 dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis 2.0 ini Interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Didalam rilis ini juga ikut disertakan modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan, dan pada tahun ini sebuah perusahaan Zend menulis ulang Interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan mrilis Interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi

(5)

akronim berulang PHP:Hyperling Preprocessing. Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis Interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21.

Pada Juni 2004 Zend merilis PHP 5.0, dalam versi ini inti Interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukan model pemrograman berorientasi objek kedalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma perorientasi objek.

2. HTML (HyperText Markup Language)

Menurut Winarno, dkk (2015:27) mengemukakan bahwa “HTML sendiri adalah bahasa pemrograman yang bebas yang artinya tidak dimiliki siapapun, pengembangannya dilakukan oleh banyak orang dibanyak negara dan dikatakan sebagai sebuah dasar bahasa yang dikembangkan bersama-sama secara global”.

Dokumen HTML terdiri dari komponen yaitu Tag, Elemen, dan Atribut.

Tag adalah awal < dan tanda akhir > yang digunakan sebagai pengapit suatu elemen. Tag pada elemen pembuka elemen diawali dengan tanda < dan diakhiri dengan tanda >. Sedangkan untuk elemen penutup diawali dengan tanda < dan / kemudian diakhiri dengan tanda >.

Elemen adalah nama penanda yang diapit oleh tag yang memiliki fungsi dan tujuan tertentu pada dokumen HTML.

Atribut adalah property elemen yang digunakan untuk mengkususkan suatu elemen. Elemen dapat memiliki atribut yang pada tiap masing-masing pendefinisian nilai atribut hanya dapat dilakukan pada elemen pembuka. Untuk elemen dari tag yang yang memiliki atribut yang sama dengan induknya, namun nilai atribut tidak

(6)

didefinisikan secara implasif maka nilai atribut elemen tersebut sama dengan nilai atribut pada tag induk atau istilah lainnya inherit.

3. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Winarno, dkk (2015:69) mengemukakan bahwa “CSS adalah merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet. CSS berfungsi mendefinisikan bagaimana elemen HTML ditampilkan. Style sendiri mulai diperkenalkan sejak vesi HTML 4.0 untuk menentukan style dokumen”.

CSS saat ini dikembangkan oleh World Wide Web Consurtrium (W3C). (W3C) adalah sebuah konsorsium/gabungan dari pemilik web, Universitas, perusahaan seperti Microsoft, Netscape, Apple, Opera, Mozilla, dan Macromedia serta juga para ahli dalam bidang Web.

Tujuan utama diciptakan CSS adalah untuk membedakan konten dari dokumen dan tampilan dari dokumen, jadi secara umum yang dilakukan oleh CSS adalah untuk pengaturan Layout, kerangka, teks, gambar, warna, table, dan form. CSS sekarang sudah mencapai versi ke-3, dimana setiap pengembangannya selalu ada peningkatan dalam hal mendesain halaman web.

4. JavaScript

Menurut Winarno dan Ali Zaki (2014:129) mengemukakan bahwa “JavaScript adalah bahasa scripting client side yang sangat popular, karena bisa dipakai di HTML, web, untuk server, PC, laptop, tablet, ponsel, dan lainnya”. Hampir semua programmer web menggunakan JavaScript untuk memberi efek pemrograman di halaman. JavaScript tidak hanya berdiri sendiri, tapi JavaScript juga menjadi dasar yang bisa digunakan untuk teknologi lainnya seperti Ajax, Jquery, dan Jquery Mobile.

(7)

Java Script mempunyai Library-Library siap pakai yang disebut Framework JavaScript seperti Jquery, Mootols, dan Yui. Dengan semakin berkembangnya Framework dari javascript, otomatis memudahkan para Developer web dalam membangun setiap aplikasinya.

5. JQuery

Menurut Bekti (2015:59) mengemukakan bahwa “JQuery merupakan suatu librari yang memungkinkan anda untuk membuat program web pada suatu halaman web tanpa harus menambahkan event atau pun property pada halaman web tersebut”.

Dengan jQuery, suatu halaman web yang menjadi aplikasi web, jika dilihat source-nya akan terlihat seperti dokumen HTML biasa dalam artian tidak ada kode Javascript yang terlihat langsung yang bisa disebut sebagai unobstrusive JavaScript programming. jQuery merupakan salah satu liberari yang membuat program web di sisi klien, tidak terlihat sebagai program JavaScript biasa, yang harus secara eksplisit disisipkan pada dokumen web. Pada teknik pemrograman sisi klien dengan menggunakan JavaScript biasa, setiap elemen yang akan memiliki event, akan secara eksplisit terlihat ada event yang dilekatkan pada elemen tersebut.

6. Macromedia Dreamweaver

Menurut Sadeli (2013:2) mengemukakan bahwa “Dreamweaver merupakan suatu perangkat lunak web editor keluaran Adobe System yang digunakan untuk membangun dan mendesain suatu website dengan fitur-fitur yang menarik dan kemudahan dalam pengunaannya’’.

(8)

C. Basis Data

Menurut Sukamto dan M.Shalahuddin (2015:43) mengemukakan bahwa

“Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Menurut Aryanto (2016:17) mengemukakan bahwa “database (basis data) secara umum dapat diartikan sebagai kumpulan dari berbagai macam data”. Data tersebut dapat berupa text, gambar, suara, video dan berbagai multimedia lainnya.

Secara khusus Database didefinisikan sebagai kumpulan dari berbagai macam Object data yang masuk didalamnya kumpulan Form, Table, Image, Report, Query dan lain- lain.

1. MySQL

Menurut Supono (2016:96) mengemukakan bahwa “MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini”.

Sistem Database MYSQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multiuser, dan SQL database manajemen sistem (DBMS). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, andal dan mudah digunakan.

Saat ini, MySQL banyak digunakan di berbagai kalangan untuk melakukan penyimpanan dan pengolahan data, mulai dari kalangan akademis sampai ke industri, baik industri kecil, menengah, maupun besar.

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2015:46) mengemukakan bahwa “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data

(9)

pada RDBMS”. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus.

SQL mulai berkembang pada tahun 1970an. SQL mulai digunakan sebagai standar yang resmi pada tahun 1986 oleh ANSI (American National Standards Institute) dan pada tahun 1987 oleh ISO (International Organization for Standardization) dan disebut sebagai SQL-86. Pada perkembangannya, SQL beberapa kali dilakukan revisi. Berikut ini sejarah perkembangan SQL sampai saat ini:

Tabel II.1.

Sejarah Perkembangan SQL

No. Tahun Nama

1 1986 SQL-86

2 1989 SQL-89

3 1992 SQL-92

4 1999 SQL:1999

5 2003 SQL:2003

6 2006 SQL:2006

7 2008 SQL:2008

8 2011 SQL:2011

Sumber : Sukmanto dan Shalahuddin (2015:46)

Meskipun SQL diadopsi dan diacu sebagai bahasa standar oleh hampir sebagian besar RDBMS yang beredar saat ini, tetapi tidak semua standar yang tercantum dalam SQL diimplementasikan oleh seluruh DBMS tersebut. Sehingga kadang-kadang ada perbedaan perilaku (hasil yang ditampilkan) oleh DBMS yang berbeda padahal query yang dimasukkan sama.

(10)

2. PhpMyadmin

Menurut Rahman (2013:21) mengemukakan bahwa “PHPMyadmin adalah sebuah software berbasis pemrograman php yang dipergunakan sebagai administrator MYSQL melalui browser (web) yang digunakan untuk managemen database”.

PHPMyadmin mendukung berbagai aktivitas MYSQL seperti pengelolan data, table, relasi antar tabel, dan lain sebagainya.

D. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2015:28-30) mengemukakan bahwa

“model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”.

Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun:

Sistem Rekaya Informasi

Analisis Desain Pengodean Pengujian

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2015:29)

Gambar II.1.

Ilustrasi model waterfall

2.2 Teori Pendukung

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menggunakan beberapa teori pendukung yang digunakan yaitu:

(11)

A. Struktur Navigasi

Menurut Andriansyah (2016:61) mengemukakan bahwa “alur dari suatu program yang menggambarkan rancangan hubungan antar area yang berbeda sehingga memudahkan proses pengorganisasian seluruh elemen website”.

Ada empat macam bentuk dasar navigasi, yaitu:

1. Strukur Navigasi Berurutan (Linier)

Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya.

Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelummya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.

Sumber : ( Andriansyah 2016:61-62 )

Gambar II.2.

Struktur Navigasi Linier 2. Struktur Navigasi Tidak Berurutan (Non-Linier)

Struktur navigasi non-linier merupakan pengembang dari struktur navigasi linier.

Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang. Percabangan yang dibuat pada struktur non-linier ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, karena pada percabangan non-linier ini walaupun terdapat percabangan tetap tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama yaitu tidak ada Master Page dan Salve

(12)

Page, pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat jalur yang sudah ditentukan sebelummya.

Sumber: ( Andriansyah 2016:62 )

Gambar II.3.

Struktur Navigasi Non Linier 3. Struktur Navigasi Hirarki

Struktur dasar ini disebut juga struktur linier dengan percabangan karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.

Sumber: (Andriansyah 2016:62 )

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Hirarki

(13)

4. Strukrur Navigasi Campuran (Composite)

Struktur navigasi jenis ini pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non-linier), tetapi terkadang dibatasi presentasi linier film atau informasi penting dan pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hirarki.

Sumber : ( Andriansyah 2016:63 )

Gambar II.5.

Strukur Navigasi Campuran

B.

ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Yanto (2016:32) mengemukakan bahwa “ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suatu basis data relasional’’. ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas. Sebagai contoh jika membuat ERD dari Sistem Perpustakaan maka bahan sebagai objek ERD bisa berupa anggota, buku, peminjaman, pengembalian, dan sebagainnya.

Menurut Sukamto dan M.Shalahuddin (2014:53) menjelaskan bahwa “ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional”. ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika. ERD memiliki

(14)

beberapa aliran notasi seperti notasi Chen (dikembangkan oleh Peter Chen), Barker (dikembangkan oleh Richard Barker, Ian Palmer, dan Harry Ellis), notasi Crow’s Foot, dan beberapa notasi lain. ERD biasanya memiliki hubungan binary (satu relasi menghubungkan dua buah entitas). Beberapa metode perancangan ERD menoleransi relasi ternary ( satu relasi menghubungkan tiga buah entitas) atau N-ary (satu relasi menghubungkan banyak entitas), tetapi banyak metode perancangan ERD yang tidak mengijinkan hubungan ternary atau N-ary. Berikut adalah contoh bentuk hubungan relasi dalam ERD:

Tabel.II.2.

Contoh bentuk hubungan relasi dalam ERD

Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2014:53)

(15)

Binary adalah satu buah relationship yang menghubungkan dua buah entity. Ternary adalah satu buah relationship menghubungkan tiga buah entity. N-Ary adalah satu relasi menghubungkan banyak entitas.

Beberapa metode perencanaaan ERD memberikan solusi untuk perencanaan ERD yang tidak binary diubah sebagai berikut:

E1 R1 E4

E3

E2

R1

R2

Sukamto dan M.Shalahuddin (2014:53)

Gambar II.6.

Cara Menghindari Relasi Ternary

Sumber : Andriansyah (2016:23)

Gambar II.7.

Rancangan ERD Produk dan Penjualan

(16)

Pada penggambaran ERD diatas, Simbol relasi (belah ketupat) antara tabel produk dan tabel penjualan dapat diisi dengan antribut no_penjualan, kode_produk, jml_pesan, dan subtotal. Sementara pada tabel penjualan dapat diisi dengan atribut no_penjualan, tgl_penjualan, dan total_penjualan.

1. Derajat Relasi (kardinalitas)

Menurut Fathansyah (2015:78) mengemukakan bahwa “Kardinalitas Relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain”.

Kardinalitas Relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa:

a. Satu ke Satu (One to One)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

Sumber: Fathansyah (2015:79)

Gambar II.8.

Kardinalitas Relasi Satu ke Satu

(17)

b. Satu ke Banyak (One to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

Sumber: Fathansyah (2015:80)

Gambar II.9.

Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak c. Banyak ke Satu (Many to One)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

ENTITAS 2 ENTITAS 1

ENTITAS 3 ENTITAS 2

ENTITAS 1

ENTITAS 3 ENTITAS 4 ENTITAS 5

Sumber: Fathansyah (2015:80)

Gambar II.10.

Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu

(18)

d. Banyak ke Banyak (Many to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

Sumber: Fathansyah (2015:81)

Gambar II.11.

Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak

(19)

Berikut adalah contoh implementasi dari ERD:

ERD

Kuliah Pengajaran

Kuliah

Kapasitas

Nama_rua Kode_rua

Kode_rua Waktu

Nama_dos Kode_kul

Kode_kul Nama_dos

Dosen

Sumber: Fathansyah (2015:98)

Gambar II.12.

Implementasi ERD

Pada Diagram E-R di atas, himpunan entitas Ruang dibentuk karena data ruang juga memiliki entitas-entitas dengan sejumlah atribut khusus (kode_rua, nama_rua, dan kapasitas. Selanjutnya, relasi yang kemudian terbentuk dari ketiga himpunan entitas di atas tentu saja akan memiliki key yang berasal dari ketiganya (yaitu kode_kul dari himpunan entitas kuliah, nama_dos dari himpunan entitas dosen dan kode_rua dari himpunan entitas Ruang).

Yang menjadi tidak jelas pada Relasi demikian adalah Derajat aslinya. Sebagai mana telah kita ketahui, Derajat relasi mengacu pada seberapa besar tingkat korespondensi antara sebuah himpunan entitas dengan himpunan entitas yang lain. Dalam relasi N-

(20)

ary, himpunan entitas yang lain itu ada lebih dari satu. Karena itu, dapat saja diputuskan untuk tidak menunjukkan Derajat Relasi untuk relasi N-ary seperti di atas.

2. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Andriansyah (2016:53) mengemukakan bahwa “LRS merupakan transformasi dari penggambaran ERD dalam bentuk yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami”. Penggambaran LRS hampir mirip dengan penggambaran normalisasi file, hanya saja tidak digambarkan simbol asterik (*) sebagai simbol primary key (kunci utama) dan foreign key (kunci tamu).

Sumber : Andriansyah (2016:23)

Gambar II.13.

Rancangan LRS Produk dan Penjualan

C. Pengujian Web

Menurut Sukamto dan M.Shalahudin (2014:275) mengemukakan “menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode

(21)

program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan”.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari jenis testing ini antara lain Kesalahan dari perangkat lunak ataupun bug seringkali ditemukan oleh komponen tester yang berasal dari pengguna. Beberapa teknik testing yang tergolong dalam Black Box Testing ialah:

a. Equivalence Partitioning

Pada teknik ini, tiap inputan data dikelompokan ke dalam grup tertentu yang kemudian dibandingkan Outputnya.

b. Boundary Value Analysis

Merupakan teknik yang sangat umum digunakan pada saat awal sebuah perangkat lunak selesai dikerjakan. Pada teknik ini, dilakukan inputan yang melebihi dari batasan sebuah data.

c. Cause Effect Graph

Dalam teknik ini, dilakukan proses testing yang berhubungan sebab dari sebuah inputan dan akibat output yang dihasilkan.

d. Random Data Selection.

Seperti namanya, teknik ini berusaha melakukan proses input data dengan menggunakan nilai acak. Dari hasil inputan tersebut kemudian dibuat sebuah table yang menyatakan validasi dari output yang dihasilkan.

e. Feature Test

Pada teknik ini, dilakukan proses testing terhadap spesifikasi dari perangkat lunak yang telah selesai dikerjakan.

Gambar

Tabel II.1.
Gambar II.1.
Gambar II.2.
Gambar II.3.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel ukuran pemerintah daerah dengan proksi total aset, variabel

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetap tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada

LP2M UIN Maulana Malik IbrahimMalang sebagai lembaga yang memiliki tugas dan fungsi dalam memfasilitasi proses penelitian dan pengabdian masyarakat, pada tahun 2015 ini

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada

Penelitian dilakukan di desa jabon kabupaten Kediri. Alasan memilih lokasi ini karena masyarakat khususnya komunitas murtitomo waskito tunggal yang sering melaksanakan

(3) Tambahan Penghasilan Pegawai berdasarkan pertimbangan objektif lainnya berupa uang penunjang pengelola keuangan/barang SKPD/Unit Kerja yang diterima oleh PNSD dan/atau

Pada aplikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Penyebaran Raskin (Baras Miskin) Pemerintah Daerah Kota Karawang dengan Menggunakan ArcView ini struktur navigasi yang digunakan