• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH ARIEF BUDIMAN HALIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH ARIEF BUDIMAN HALIM"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014–2016

OLEH

ARIEF BUDIMAN HALIM 140503108

PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)
(3)
(4)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN

Telah diuji pada Tanggal 27 April 2018

PANITIA PENGUJI SKRIPSI

Ketua Penguji : Drs Hasan Sakti Siregar, M.Si., Ak.

Penguji : Drs. Hotmal Ja’far, M.M., Ak.

Pembanding : Drs. Rustam, M.Si., Ak.

(5)

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna menyelesaikan beban akademik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dan plagiat dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, 9 April 2018 Yang Membuat Pernyataan

Arief Budiman Halim NIM 140503108

(6)

ABSTRAK

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014–2016

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover terhadap profitabilitas pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Populasi penelitian ini adalah 47 perusahaan property dan real estate. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga diperoleh total amatan 141 perusahaan. Pengolahan data dilakukan dengan alat bantu program statistik SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) secara simultan, current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh signifikan (secara statistika) terhadap profitabilitas, (2) Current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, (3) Debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, (4) Long term debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, (5) Total asset turnover berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas.

Kata kunci: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Long Term Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Return On Equity

(7)

ABSTRACT

ANALYSIS THE EFFECT OF FINANCIAL RATIO ON PROFITABILITY OF PROPERTY AND REAL ESTATE COMPANY THAT

LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD 2014-2016

This study aims to determine the effect of current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, and total asset turnover on profitability of property and real estate company that listed in Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2016. The study population is 47 property and real estate companies.

The sampling method used is saturated sampling with total 141 companies in the observation. Data processing was performed by SPSS. The results of this study shows that (1) simultaneously, current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, and total asset turnover have a significant effect on profitability (statistically), (2) current ratio partially have a negative and significant effect on profitability, (3) debt to equity ratio partially have a positive and significant effect on profitability, (4) long term debt to equity ratio partially have a negative and significant effect on profitability, (5) total asset turnover partially have a positive and insignificant effect on profitability.

Keywords: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Long Term Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Return On Equity

(8)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar dan tepat waktu. Penulisan skripsi ini merupakan satu diantara syarat penyelesaian pendidikan Strata 1 pada Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, S.E., M.S. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, M.A.F.I.S., Ak., CPA. selaku Ketua Departemen/Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Syahrul Rambe, M.M., Ak. selaku Sekretaris Departemen/

Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si., Ak. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

(9)

5. Bapak Drs. Hotmal Ja’far, M.M., Ak. selaku dosen penguji dan Bapak Drs.

Rustam, M.Si., Ak. selaku dosen pembanding yang telah memberikan saran dan arahan bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

6. Kepada orang tua penulis, Drs. Halim dan Elizabeth Ratna Hoesinsyah, dan saudari penulis, Imelda Halim. Terima kasih atas segala curahan kasih sayang melalui perhatian, doa, dukungan, dan pengorbanan yang selama ini telah diberikan, motivasi utama bagi penulis untuk dapat terus berprestasi dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.

7. Kepada sahabat, teman seangkatan 2014, dan semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini baik secara langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini juga masih banyak terdapat kekurangan yang disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis.

Namun, penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang memerlukan dan penulis terbuka untuk menerima saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

Medan, 9 April 2018 Penulis,

Arief Budiman Halim

NIM 140503108

(10)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRACT ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 6

1.3. Tujuan Penelitan ... 6

1.4. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori ... 8

2.1.1. Teori Keagenan ... 8

2.1.2. Profitabilitas ... 8

2.1.2.1. Return On Equity (ROE) ... 9

2.1.3. Rasio Keuangan ... 10

2.1.4. Likuiditas ... 11

2.1.4.1. Current Ratio ... 12

2.1.5. Solvabilitas ... 13

2.1.5.1. Debt to Equity Ratio ... 14

2.1.5.2. Long Term Debt to Equity Ratio ... 15

2.1.6 Rasio Aktivitas ... 16

2.1.6.1. Total Asset Turnover ... 16

2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 17

2.3. Kerangka Konseptual... 21

2.4. Hipotesis Penelitian ... 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian ... 24

3.2. Jenis dan Sumber Data ... 24

3.3. Metode Pengumpulan Data ... 24

3.4. Populasi dan Sampel Penelitian ... 25

3.4.1. Populasi Penelitian ... 25

3.4.2. Sampel Penelitian ... 25

3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian ... 25

3.5.1 Variabel Independen ... 25

3.5.2 Variabel Dependen ... 25

3.5.3 Definisi Operasional ... 26

(11)

3.6. Metode Analisis Data ... 27

3.6.1 Uji Asumsi Klasik ... 27

3.6.1.1. Uji Normalitas ... 28

3.6.1.2. Uji Multikolinearitas ... 29

3.6.1.3. Uji Heteroskedastisitas ... 30

3.6.1.4. Uji Autokorelasi ... 31

3.7. Analisis Regresi Linear Berganda ... 32

3.8. Uji Hipotesis ... 33

3.8.1. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 33

3.8.2. Uji F ... 34

3.8.3. Uji t ... 35

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Penelitian ... 36

4.2. Hasil Penelitian ... 36

4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif ... 36

4.2.2. Uji Asumsi Klasik ... 39

4.2.2.1. Uji Normalitas ... 40

4.2.2.2. Uji Multikolinearitas ... 42

4.2.2.3. Uji Heteroskedastisitas ... 44

4.2.2.4. Uji Autokorelasi ... 45

4.2.3. Uji Regresi Linear Berganda ... 46

4.2.4. Uji Hipotesis ... 48

4.2.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 48

4.2.4.2. Uji F ... 50

4.2.4.3. Uji t ... 51

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian ... 52

4.3.1. Pengaruh Current Ratio terhadap Profitabilitas... 52

4.3.2. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Profitabilitas ... 54

4.3.3. Pengaruh Long Term Debt to Equity Ratio terhadap Profitabilitas ... 55

4.3.4. Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Profitabilitas ... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 58

5.2. Keterbatasan ... 58

5.3. Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA ... 60

LAMPIRAN ... 63

(12)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 17 3.1

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8

Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel ....

Statistik Deskriptif ...

Uji Kolmogorov Smirnov ...

Hasil Uji Multikolinearitas ...

Hasil Uji Autokorelasi ...

Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda ...

Hasil Uji Koefisien Determinasi ...

Hasil Uji F ...

Hasil Uji t ...

26 36 40 43 45 46 48 50 51

(13)

DAFTAR GAMBAR

No Gambar Judul Halaman

1.1 Rata-rata Profitabilitas (ROE) Perusahaan Property

dan Real Estate Periode 2014-2016 ... 2

2.1 Kerangka Konseptual ... 21

4.1 Grafik Histogram... 41

4.2 Grafik Normal P-Plot of Standardized Residual ... 42

4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 44

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

No Lampiran Judul Halaman

1 Tabel Rata-rata Profitabilitas (ROE) Perusahaan

Property dan Real Estate Periode 2014-2016 ... 63

2 Sampel dan Populasi Perusahaan Property dan Real Estate Periode 2014-2016 ... 65

3 Tabel Current Ratio ... 67

4 Tabel Debt to Equity Ratio ... 69

5 Tabel Long Term Debt to Equity Ratio... 71

6 Tabel Total Asset Turnover ... 73

7 Tabel Return On Equity ... 75

8 Output SPSS ... 77

9 Tabel Durbin-Watson ... 81

10 Tabel Uji F ... 82

11 Tabel Uji t ... 83

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada umumnya, perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan kepada manajemen, investor dan pihak-pihak lainnya setiap tahunnya.

Laporan keuangan yang disajikan perusahaan berisi informasi yang penting dan berguna baik untuk manajemen perusahaan maupun pemegang saham.

Semua elemen laporan keuangan akan menunjukkan kondisi perusahaan. Hal ini akan memudahkan berbagai pihak untuk menilai kinerja perusahaan.

Penilaian kinerja perusahaan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan memakai rasio-rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Analisis rasio keuangan digunakan untuk melihat kondisi kesehatan keuangan dan baik buruknya kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Setiap perusahaan didirikan dengan berbagai tujuan. Begitu pula dengan perusahaan property dan real estate yang tidak luput dalam mencapai tujuan tersebut. Namun ada satu tujuan yang diinginkan dalam pendirian suatu perusahaan yaitu mendapatkan tingkat profitabilitas yang tinggi.

Perusahaan akan berusaha dengan keras untuk terus memperoleh laba yang tinggi agar dapat mempertahankan kelangsungan operasionalnya. Tanpa memperoleh laba, perusahaan manapun akan sulit mempertahankan

(16)

kelangsungan operasionalnya, pertumbuhan terus-menerus (going concern) dan tidak dapat berkembang.

Tinggi rendahnya profitabilitas yang dihasilkan suatu perusahaan dapat mempengaruhi investor dalam investasi yang akan dilakukan. Profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan bagi perusahaan. Semakin tinggi profitabilitas suatu perusahaan, semakin terjamin pula kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Berikut adalah rata-rata profitabilitas (ROE) perusahaan property dan real estate periode 2014-2016.

Sumber: www.idx.co.id (data diolah)

Gambar 1.1

Rata-Rata Profitabilitas (ROE) Perusahaan Property dan Real Estate Periode 2014-2016

Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa rata–rata profitabilitas perusahaan property dan real estate dari tahun ke tahun cenderung

12,23%

8,68%

6,57%

0,00%

2,00%

4,00%

6,00%

8,00%

10,00%

12,00%

14,00%

2014 2015 2016

Profitabilitas

Profitabilitas

(17)

mengalami penurunan. Pada tahun 2014, rata–rata profitabilitas adalah 12,23%. Pada tahun 2015, rata–rata profitabilitas menurun tajam menjadi 8,68% dan rata–rata profitabilitas tahun 2016 menjadi 6,57%.

Pada umumnya, teori tentang laba yang dipelajari menyebutkan bahwa laba menurun karena penjualan. Pada kenyataannya, laba yang menurun tidak dapat disimpulkan karena penjualan yang menurun saja. Laba yang menurun dapat disebabkan beberapa faktor lain seperti: perlambatan pertumbuhan ekonomi sehingga menyebabkan kemampuan membeli menurun, penggunaan modal kerja yang tidak efektif, beban meningkat, kenaikan penjualan lebih kecil daripada kenaikan beban, kenaikan beban jauh lebih besar daripada pendapatan yang diterima, kenaikan harga pokok dan kenaikan biaya operasional.

Perusahaan terus menerus melakukan pembangunan dan tentu diperlukan sumber dana yang besar. Sumber dana dapat berasal dari internal ataupun eksternal. Sumber dana internal berupa laba ditahan sedangkan sumber dana eksternal diperoleh dari hutang. Perusahaan yang melakukan pinjaman dalam bentuk hutang namun tidak mampu membayar, akan mengakibatkan beban bunga perusahaan semakin meningkat sehingga laba menurun dan akan mengakibatkan profitabilitas yang diperoleh perusahaan menjadi rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas perusahaan. Pada penelitian ini, likuiditas diukur dengan menggunakan current ratio. Solvabilitas diukur dengan debt to equity ratio

(18)

dan long term debt to equity ratio. Aktivitas diukur dengan total asset turnover.

Alasan peneliti memilih perusahaan property dan real estate pada penelitian ini adalah karena perusahaan property dan real estate merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam ekonomi Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan property dan real estate yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat saat ini seiring berjalannya waktu karena pemerintah Indonesia semakin giat membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lainnya. Pembangunan yang banyak menandakan terdapat pangsa pasar yang besar bagi sektor ini. Perusahaan property dan real estate dibutuhkan karena jumlah penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat namun lahan yang tersedia terbatas.

Dalam tahun–tahun sebelumnya, banyak penelitian yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas terhadap profitabilitas. Penelitian yang dilakukan justru menunjukkan kesimpulan yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan hasil yang inkonsistensi. Menurut penelitian yang dilakukan Hantono (2015:29), hasil penelitiannya menunjukkan current ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return on equity sedangkan menurut hasil penelitian Sari (2015:45) menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap return on equity.

(19)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Tambing (2016:73), hasilnya menunjukkan debt to equity ratio mempunyai hubungan negatif dan signifikan terhadap return on equity sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Hantono (2015:29), hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, debt to equity ratio mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap return on equity. Menurut penelitian yang dilakukan Pratama (2014:21), hasil penelitian menunjukkan long term debt to equity ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return on equity sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Ali dkk (2015:18) menunjukkan hasil bahwa long term debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on equity. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pongrangga dkk (2015:7), total asset turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on equity sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Pratiwi (2013:59), total asset turnover berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return on equity. Hasil yang inkonsistensi membuat penulis termotivasi sehingga perlu melakukan penelitian lebih lanjut.

Dari fenomena dan uraian di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014–2016”.

(20)

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh terhadap profitabilitas baik secara simultan maupun parsial pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014–2016?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh terhadap profitabilitas baik secara simultan maupun parsial pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan peneliti sendiri khususnya mengenai pengaruh current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover terhadap profitabilitas.

2. Bagi perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam mengelola rasio, khususnya perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(21)

3. Bagi investor

Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk memberikan gambaran mengenai profitabilitas pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi investor dalam melakukan investasi.

4. Bagi peneliti selanjutnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi tambahan di masa yang akan datang dalam melakukan penelitian sejenis yang berkaitan dengan profitabilitas.

(22)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori

2.1.1. Teori Keagenan

Jensen dan Meckling (1976:305) menyatakan bahwa, “Agency relationship as a contract under which one or more person (the principals) engage another person (the agent) to perform some service on their behalf which involves delegating some decision making authority to the agent”.

Dalam hubungan keagenan, manajer sebagai pihak yang memiliki akses langsung terhadap informasi perusahaan memiliki asimetris informasi terhadap pihak eksternal perusahaan, seperti kreditor dan investor. Selain itu, ada informasi yang tidak diungkapkan oleh pihak manajemen kepada pihak eksternal perusahaan, termasuk investor. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan tentang keputusan yang diambil sehingga cenderung mementingkan kepentingan individu.

2.1.2. Profitabilitas

Menurut Gitman (2003:591), “Profitability is the relationship between revenues and cost generated by using the firm’s asset- both current and fixed-in productive activities.” Menurut Munawir (2004:152), profitabilitas (profitability) atau rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba.

(23)

Menurut Sugiyarso dan Winarni (2005:118), profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri.

Hofstrand (2009:1) menyatakan bahwa

Profitability is the primary goal of all business ventures. Without profitability the business will not survive in the long run. So measuring current and past profitability and projecting future profitability is very important. Profitability is measured with income and expenses. Income is money generated from the activities of the business. For example, if crops and livestock are produced and sold, income is generated. However, money coming into the business from activities like borrowing money do not create income. This is simply a cash transaction between the business and the lender to generate cash for operating the business or buying assets.

Dari pengertian tersebut, sasaran utama yang dicari perusahaan adalah laba. Oleh karena itu, profitabilitas merupakan faktor yang harus mendapat perhatian penting dari pihak yang berkepentingan karena untuk dapat melangsungkan hidupnya, perusahaan harus berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Tanpa adanya keuntungan, perusahaan akan sangat sulit menarik modal dari luar. Para kreditur, pemilik perusahaan, dan pihak manajemen akan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan keuntungan karena laba itu penting.

2.1.2.1. Return On Equity (ROE)

Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan Return On Equity (ROE) sebagai rasio profitabilitas yang digunakan.

Menurut Harahap (2008:305), Return On Equity (ROE) merupakan perbandingan antara laba bersih sesudah pajak

(24)

dengan total ekuitas. Return On Equity merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas modal yang diinvestasikan di dalam perusahaan sedangkan menurut Sawir (2009:20), Return On Equity (ROE) adalah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan mengelola modal sendiri (net worth) secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan. Rumus untuk menghitung Return On Equity (ROE) adalah:

( )

Rasio ini menunjukkan berapa persen laba bersih yang diperoleh bila diukur dari modal sendiri. Selain itu, rasio ini menunjukkan seberapa efisien penggunaan modal sendiri.

Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik karena menunjukkan posisi pemilik perusahaan semakin kuat.

2.1.3. Rasio Keuangan

Menurut Sawir (2009:6), rasio keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Tujuan analisis rasio keuangan adalah melakukan penilaian bagaimana berbagai pos dalam laporan keuangan saling berhubungan satu sama lain. Selain itu,

(25)

untuk mengevaluasi keefektifan kebijakan yang diterapkan perusahaan.

Analisis rasio keuangan menggunakan data laporan keuangan yang telah ada sebagai dasar penilaiannya. Pada umumnya, jenis rasio keuangan yang sering digunakan yaitu: rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.

2.1.4. Likuiditas

Riyanto (2010:25) menyatakan likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Menurut Hanafi dan Abdul (2014:75), likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan terhadap utang lancarnya. Likuiditas yang tinggi dapat menyebabkan perusahaan melunasi kewajibannya dengan cepat (dalam waktu kurang dari setahun).

Likuiditas yang buruk akan berdampak pada keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Bagi pemegang saham, likuiditas yang buruk dapat mengindikasikan bahwa pemilik perusahaan kehilangan kendali atau mengalami kerugian dalam berinvestasi di perusahaan tersebut sedangkan bagi kreditur, buruknya likuiditas dapat menyebabkan pembayaran bunga dan pokok pinjaman menjadi tertunda dan bahkan tidak dapat ditagih kembali. Hal ini berimplikasi pada ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajibannya dan hubungan

(26)

dengan pelanggan dan pemasok menjadi tidak harmonis.

(Subramanyam dan John, 2010:241)

2.1.4.1. Current Ratio

Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah current ratio. Current ratio digunakan karena merupakan rasio yang paling umum digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar utang dalam jangka pendek. Menurut Prihadi (2012:256), current ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Menurut Kasmir (2008:134), current ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.

Current ratio juga dapat dijadikan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) untuk perusahaan. Rumus untuk menghitung current ratio adalah:

(27)

2.1.5. Solvabilitas

Selain rasio likuiditas, rasio lain yang dapat digunakan adalah rasio solvabilitas atau leverage. Menurut Munawir (2004:32), solvabilitas menunjukkan kapasitas atau kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Menurut Sutrisno (2003:15), solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut Kasmir (2008:151), rasio solvabilitas atau leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Solvabilitas berarti berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).

Perusahaan menggunakan financial leverage dengan tujuan agar keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya assets dan sumber dananya, dengan demikian akan meningkatkan keuntungan pemegang saham. Sebaliknya leverage juga meningkatkan variabilitas (risiko) kerugian karena jika perusahaan ternyata mendapatkan keuntungan yang lebih rendah dari biaya tetapnya maka penggunaan

(28)

leverage akan menurunkan keuntungan pemegang saham. Konsep leverage tersebut sangat penting terutama untuk menunjukkan kepada analis keuangan dalam melihat trade-off antara risiko dan tingkat keuntungan dari berbagai tipe keputusan finansial. (James et al, 2005:182)

Menurut Brigham dan Houston (2006:101), pembiayaan dengan utang atau leverage memiliki tiga implikasi penting yaitu:

Pertama, memperoleh dana melalui utang membuat pemegang saham dapat mempertahankan pengendalian atas perusahaan dengan investasi yang terbatas. Kedua, kreditur melihat ekuitas atau dana yang disetor pemilik untuk memberikan margin, sehingga jika pemegang saham hanya memberikan sebagian kecil dari total pembiayaan maka risiko perusahaan sebagian besar ada pada kreditur. Ketiga, jika perusahaan memperoleh pengembalian yang lebih besar atas investasi yang dibiayai dengan dana pinjaman dibanding pembayaran bunga, maka pengembalian atas modal pemilik akan lebih besar.

Perusahaan yang menggunakan hutang lebih banyak daripada modal sendiri menyebabkan solvabilitas menurun. Hal ini disebabkan karena beban bunga yang ditanggung semakin bertambah dan menyebabkan profitabilitas menurun.

2.1.5.1. Debt to Equity Ratio

Menurut Darsono dan Ashari (2010:54-55), Debt to Equity Ratio (DER) merupakan salah satu rasio leverage atau solvabilitas. Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Rasio ini juga disebut dengan

(29)

rasio pengungkit (leverage) yaitu menilai batasan perusahaan dalam meminjam uang.

Brealey et al. (2001:490) menyatakan bahwa “Leverage ratio is measure how much financial leverage the firm has taken on debt to equity. Debt to equity is long term debt of the firm dividing equity”. Financial leverage menunjukkan seberapa efisien perusahaan memanfaatkan ekuitas pemilik dalam rangka mengantisipasi hutang perusahaan. Rumus untuk menghitung debt to equity ratio adalah:

Rasio ini sering digunakan analis dan investor untuk melihat seberapa besar hutang perusahaan jika dibandingkan modal yang dimiliki oleh perusahaan atau pemegang saham.

Bila debt to equity ratio tinggi, akan timbul efek domino yang negatif pada perusahaan seperti beban yang meningkat, mengalami ketergantungan dana dari pihak luar (kreditur), risiko likuiditas perusahaan semakin besar sehingga akan mengurangi laba yang diperoleh.

2.1.5.2. Long Term Debt to Equity Ratio

Menurut Warsono (2003:239), long term debt to equity ratio adalah rasio yang memperbandingkan proporsi utang jangka panjang dengan ekuitas. Tujuannya adalah untuk

(30)

mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan hutang jangka panjang. Rumus untuk menghitung long term debt to equity ratio adalah:

Jika long term debt to equity ratio semakin rendah, rasio ini akan semakin aman bagi kreditur jangka panjang. Jika rasionya semakin tinggi, risiko yang ditanggung akan semakin besar.

2.1.6. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang menentukan berapa tingkat aktiva pada tingkat kegiatan tertentu (Hanafi dan Halim 2014:78). Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya kelebihan dana yang ada pada aktiva-aktiva tersebut.

Ada beberapa rasio aktivitas yaitu: rata-rata umur piutang, perputaran persediaan, perputaran aset tetap, dan perputaran total aset. Dalam penelitian ini, rasio yang digunakan adalah total asset turnover.

2.1.6.1. Total Asset Turnover

Menurut Kasmir (2008:185), total asset turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.

Menurut Syamsuddin (2011:62), total asset turnover

(31)

menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan keseluruhan aktiva perusahaan di dalam menghasilkan volume penjualan tertentu.

Kesimpulan yang diperoleh adalah total asset turnover merupakan cara perusahaan memanfaatkan semua aset yang dimiliki perusahaan secara efisien dengan menciptakan penjualan untuk menghasilkan laba. Rumus untuk menghitung total asset turnover adalah:

2.2. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya namun dengan variabel-variabel yang berbeda. Penelitian yang berhubungan dengan current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, total asset turnover, dan profitabilitas (Return on Equity) adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian

1. Saleem dan Ramiz (2011)

Variabel independen:

Current ratio, quick ratio, dan liquid ratio Variabel dependen:

Return On Equity

Secara simultan, current ratio, quick ratio, dan liquid ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return on equity.

2. Pratama (2014)

Variabel independen:

Current ratio, long term debt to equity ratio, net profit margin, inventory

Secara simultan, current ratio, long term debt to equity ratio, net profit margin, dan inventory turnover berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity.

(32)

turnover

Variabel dependen:

Return On Equity

Secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity, long term debt to equity ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity, net profit margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity, dan inventory turnover berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity.

3. Ali dan Sasi (2015)

Variabel independen:

Debt ratio, debt to equity ratio, long term debt to assets ratio, long term debt to equity ratio Variabel dependen:

Return On Equity

Secara simultan, debt ratio, debt to equity ratio, long term debt to assets ratio, dan long term debt to equity ratio mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Equity.

Secara parsial, masing-masing variabel yaitu debt ratio, debt to equity ratio, long term debt to assets ratio, dan long term debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity.

4. Hantono (2015)

Variabel independen:

Current ratio, debt to equity ratio

Variabel dependen:

Return On Equity

Secara simultan, current ratio dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity.

Secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity dan debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity.

5.

Pongrangga dan Saifi (2015)

Variabel independen:

Current ratio, total asset turnover, debt to equity ratio

Variabel dependen:

Return On Equity

Secara simultan, current ratio, total asset turnover, dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity.

Secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity, total asset turnover, dan debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity.

(33)

6.

Sari (2015)

Variabel independen:

Current ratio, debt to equity ratio

Variabel dependen:

Return On Equity

Secara simultan, current ratio dan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity.

Secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity sedangkan debt to equity ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity.

7.

Tambing (2016)

Variabel Independen:

Debt to equity ratio, debt to total assets ratio Variabel dependen:

Return On Equity

Secara parsial, debt to equity ratio dan debt to total assets ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity.

Sumber: Penulis, 2017

Penelitian-penelitian terdahulu menggunakan variabel-variabel yang berbeda dan menunjukkan hasil yang berbeda. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saleem dkk (2011:95) adalah secara simultan, current ratio, quick ratio, dan liquid ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pratama (2014:21) adalah secara simultan, current ratio, long term debt to equity ratio, net profit margin, dan inventory turnover berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity sedangkan secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity, long term debt to equity ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity, net profit margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity, dan inventory turnover berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ali dkk (2015:18) adalah secara

(34)

simultan, debt ratio, debt to equity ratio, long term debt to assets ratio, long term debt to equity ratio mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On Equity sedangkan secara parsial, masing-masing variabel yaitu debt ratio, debt to equity ratio, long term debt to assets ratio, dan long term debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hantono (2015:29) adalah secara simultan, current ratio dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity sedangkan secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Equity dan debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pongrangga dan Saifi (2015:7) adalah secara simultan, current ratio, total asset turnover, dan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity sedangkan secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity, total asset turnover dan debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Equity. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (2015:45) adalah secara simultan, current ratio dan debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity sedangkan secara parsial, current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity dan debt to equity ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Return On Equity. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tambing (2016:73) adalah secara parsial, debt to equity ratio, dan debt to

(35)

total assets ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Equity.

2.3. Kerangka Konseptual

Berdasarkan pada tinjauan teoritis dan penelitian terdahulu, maka variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah profitabilitas (ROE). Current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover digunakan sebagai variabel independen.

Kerangka penelitian digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Current ratio yang terlalu rendah mempunyai pengaruh tidak baik terhadap Return On Equity (ROE). Tingkat current ratio yang rendah akan mempengaruhi tingkat pengembalian atas ekuitas perusahaan (Return On Equity) karena dari tingkat current ratio yang rendah, dapat diartikan perusahaan kurang memiliki kemampuan dalam menghasilkan profitabilitas yang baik. Current ratio yang tidak baik menandakan risiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya semakin besar

Total Asset Turnover (X4) Current Ratio (X1)

Debt to Equity Ratio (X2)

Profitabilitas (Return On Equity) (Y) Long Term Debt to Equity

Ratio (X3)

H1

H2

H3

H4

H5

(36)

sehingga risiko yang ditanggung pemegang saham juga semakin besar.

Peneliti menduga bahwa current ratio berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.

Debt to equity ratio yang rendah akan mempengaruhi tingkat pencapaian Return On Equity (ROE) yang diperoleh perusahaan. Jika biaya yang ditimbulkan oleh pinjaman (cost of debt) lebih kecil daripada modal sendiri (cost of equity), maka sumber dana yang berasal dari pinjaman atau hutang akan lebih efektif dalam menghasilkan laba sehingga return on equity meningkat. Hutang dapat berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan karena tingkat hutang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan dan kinerja perusahaan menurun.

Semakin tinggi debt to equity ratio menunjukkan beban perusahaan semakin besar terhadap pihak luar. Hal ini dapat menurunkan kinerja dan profitabilitas perusahaan karena tingkat ketergantungan dengan pihak luar semakin tinggi.

Peneliti menduga bahwa debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.

Penggunaan hutang jangka panjang (long term debt to equity ratio) akan mempengaruhi tingkat pengembalian atas ekuitas perusahaan (return on equity) karena hutang umumnya akan menimbulkan keterikatan yang tetap bagi perusahaan dalam bentuk kewajiban membayar bunga serta cicilan kewajiban pokoknya secara periodik. Perusahaan yang mendapatkan laba akan menggunakan laba tersebut untuk pelunasan hutang sehingga akan mempengaruhi tingkat profitabilitas (Return On Equity) yang didapat

(37)

perusahaan. Long term debt to equity ratio yang tinggi akan mengakibatkan risiko yang ditanggung perusahaan semakin besar. Peneliti menduga bahwa long term debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.

Total asset turnover merupakan rasio perbandingan antara penjualan yang dihasilkan dengan total aset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi perputaran suatu aset perusahaan, maka perusahaan akan semakin efektif dalam mengelola aset dan tingkat efisiensi penggunaan aset dalam menunjang penjualan semakin baik sehingga mendapat laba yang maksimal. Peneliti menduga bahwa total asset turnover berpengaruh positif terhadap profitabilitas.

2.4. Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini yaitu: current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh terhadap profitabilitas baik secara simultan maupun parsial pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016.

(38)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal. Menurut Erlina (2011:20), penelitian kausal bertujuan untuk menguji hipotesis dan merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.

3.2. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data penelitian ini merupakan data yang diperoleh dalam bentuk lengkap yang sudah jadi sehingga tidak memerlukan pengolahan lebih lanjut, yaitu laporan keuangan perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2016. Data diperoleh dari website resmi yakni www.idx.co.id.

3.3. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data sekunder untuk perusahaan property dan real estate yang dipublikasikan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2016 berupa laporan keuangan dengan cara diunduh dari situs www.idx.co.id.

(39)

3.4. Populasi dan Sampel Penelitian 3.4.1. Populasi Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014-2016 berdasarkan data yang diperoleh melalui situs www.idx.co.id.

3.4.2. Sampel Penelitian

Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan sampel jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi perusahaan property dan real estate yang berjumlah 47 perusahaan dengan total amatan sebanyak 141 perusahaan selama tiga tahun.

3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian 3.5.1. Variabel Independen

Menurut Erlina (2011:37), variabel independen atau yang sering disebut juga sebagai variabel bebas merupakan variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan current ratio, debt to equity ratio, long term debt to equity ratio, dan total asset turnover sebagai variabel independen.

3.5.2. Variabel Dependen

Menurut Erlina (2011:36), variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel

(40)

sebab atau variabel bebas. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan profitabilitas (Return On Equity) sebagai variabel dependen.

3.5.3. Definisi Operasional

Menurut Erlina (2011:48), definisi operasional adalah definisi yang menjelaskan karakteristik dari obyek ke dalam elemen-elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dan dioperasionalkan ke dalam penelitian. Definisi operasional dari masing- masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1.

Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel

Variabel Penelitian

Definisi Operasional

Indikator Skala

Pengukuran

Profitabilit as (Return On Equity) (Y)

Rasio untuk mengukur

kemampuan perusahaan menghasilkan laba atas modalnya sendiri.

Rasio

Current Ratio (X1)

Rasio yang digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki.

Rasio

Debt to Equity Ratio (X2)

Rasio yang menghitung perbandingan antara total hutang dengan total modal sendiri yang

Rasio

(41)

mencerminkan struktur modal perusahaan.

Long Term Debt to Equity Ratio (X3)

Rasio untuk mengukur bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.

Rasio

Total asset turnover (X4)

Rasio yang menghitung perbandingan antara penjualan dengan total aset.

Rasio

Sumber: Penulis, 2017

3.6. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik. Alat analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif yakni untuk mendeskripsikan variabel-variabel dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solutions).

Metode dan teknik analisis data dilakukan dengan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Uji asumsi klasik yang digunakan antara lain: uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

Untuk uji hipotesis, dilakukan dengan koefisien determinasi, uji F, dan uji t.

3.6.1. Uji Asumsi Klasik

Tujuan pengujian asumsi klasik adalah untuk memberikan suatu kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten. Pengujian asumsi klasik diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas dari adanya gejala heteroskedastisitas,

(42)

gejala multikolinearitas, dan gejala autokorelasi. Model regresi akan dapat dijadikan alat estimasi yang tidak bias jika telah memenuhi persyaratan BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) yakni tidak terdapat heteroskedastisitas, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat autokorelasi.

3.6.1.1. Uji Normalitas

Ghozali (2013:110) mengemukakan bahwa uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual terdistribusi normal atau tidak yaitu:

1. Analisis Grafik

Uji normalitas diperlukan untuk melakukan pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Untuk menguji apakah suatu data berdistribusi normal atau tidak, dapat diketahui dengan menggunakan grafik normal plot.

Dasar pengambilan keputusan:

a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

(43)

b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

2. Analisis Statistik

Selain dengan uji grafik, dapat pula dilakukan dengan uji statistik. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan dalam mengamati grafik secara visual. Untuk mendeteksi normalitas data, dapat dilakukan dengan analisis statistik Kolmogorov-Smirnov Test (K-S). Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis:

H0 = Data residual terdistribusi normal.

H1 = Data residual tidak terdistribusi normal.

Jika signifikansi lebih kecil dari 0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan sehingga data tersebut dikatakan tidak normal sedangkan jika signifikansi lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan yang berarti data normal.

3.6.1.2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2013:105). Model regresi yang baik

(44)

seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.

Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel- variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang memiliki nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi dapat dilihat dengan:

a. Nilai tolerance:

1. Apabila nilai tolerance lebih besar dari 0,10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas.

2. Apabila nilai tolerance lebih kecil dari 0,10 maka dapat disimpulkan terjadi multikolinearitas.

b. Nilai VIF (Variance Inflation Factor):

1. Jika nilai VIF lebih dari 10, maka disimpulkan bahwa data yang diuji memiliki multikolinearitas.

2. Jika nilai VIF dibawah 10, maka kesimpulan yang diperoleh adalah data yang diuji tidak memiliki multikolinearitas.

3.6.1.3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2013:

105). Jika variance dari residual satu pengamatan ke

(45)

pengamatan lain berbeda maka disebut heteroskedastisitas sedangkan bila variance dari residual tetap sama disebut homoskedastisitas.

Dasar untuk mengambil suatu keputusan dalam uji heteroskedastisitas adalah sebagai berikut:

1. Jika ada pola tertentu seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit) maka mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas, titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.6.1.4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (Erlina, 2011:106). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang tahun yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Masalah ini timbul karena residual atau kesalahan penganggu tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu atau time series karena gangguan pada kelompok/individu

(46)

cenderung mempengaruhi gangguan pada kelompok/individu yang sama untuk periode berikutnya.

Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi, dapat dilakukan dengan melakukan pengujian Durbin-Watson (DW). Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut:

1. Bila nilai Durbin-Watson (DW) terletak antara batas atas atau Upper Bound (DU) dan 4 – DU, maka koefisien sama dengan nol, berarti tidak autokorelasi.

2. Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah atau Lower Bound (DL), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari nol, berarti ada autokorelasi positif.

3. Bila nilai DW lebih besar dari pada (4 – DL), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol, berarti ada autokorelasi negatif.

4. Bila nilai DW terletak diantara batas atas (DU) dan batas bawah (DL) atau DW terletak antara (4-DU) dan (4-DL), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.

3.7 Analisis Regresi Linear Berganda

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan metode analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linier berganda adalah teknik statistik yang

(47)

digunakan untuk meramal bagaimana keadaan atau pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model persamaan regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y = a +b1X1 + b2X2 +b3X3 + b4X4 + e Dimana:

Y = Profitabilitas (Return On Equity) a = Konstanta

b1 b2 b3 b4 = Koefisien regresi X1 = current ratio X2 = debt to equity ratio

X3 = long term debt to equity ratio X4 = total asset turnover

e = Error

3.8. Uji Hipotesis

3.8.1. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tujuan dari pengujian ini adalah menunjukan seberapa besar variabel independen mempengaruhi dan dapat menjelaskan variabel dependennya dalam persamaan yang dibuat secara cermat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan

(48)

variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Jika adjusted R² = 0 maka variabel independen tidak dapat memberikan bukti bahwa prediksi pengaruh terhadap variabel dependen benar.

3.8.2. Uji F

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat. Terdapat dua cara untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan dalam uji F. Cara pertama adalah membandingkan F hitung dengan F tabel.

Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

a. Jika F hitung < F tabel, maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

b. Jika F hitung > F tabel, maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Cara kedua adalah membandingkan nilai signifikansi hasil output SPSS. Dasar pengambilan keputusannya adalah:

a. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel bebas independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

(49)

3.8.3. Uji t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2013:98).

Dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

1. Jika t-hitung < t-tabel, maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak).

2. Jika t-hitung > t-tabel, maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima).

Uji t juga dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing-masing variabel pada output hasil regresi menggunakan SPSS dengan signifikansi level 0,05 (α=5%). Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak, yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari α maka hipotesis diterima, yang berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

(50)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014–2016 yang berjumlah 47 perusahaan. Berdasarkan rentang waktu selama tiga tahun, jumlah amatan keseluruhan adalah 141 perusahaan (47 perusahaan selama 3 tahun). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh. Sampel perusahaan dapat dilihat dalam lampiran 2.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi meliputi nilai rata-rata (mean), nilai maksimum, nilai minimum, dan standar deviasi. Berikut adalah hasil statistik deskriptif yang dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 4.1 Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation CR 141 ,207727 30,375770 3,10800257 4,050748736 DER 141 ,031421 3,600691 ,75025403 ,600569264 LDER 141 ,000841 1,599389 ,36818380 ,376722290 TATO 141 ,012305 6,668405 ,27792493 ,602810288 ROE 141 -,148883 ,452040 ,09162908 ,095441629 Valid N

(listwise) 141

Sumber: Data diolah peneliti, 2018

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rasio keuangan (current ratio, debt to equity ratio, total asset turnover, dan gross profit margin).. berpengaruh

Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Long Term Debt to Total Asset Ratio (LDAR) dan Long Term Debt to Equity (LDER) terhadap Earning Per Share (EPS) pada

Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Menguji dan menganalisis return on asset, return on equity, growth, long term debt , debt equity ratio, debt to total asset, current

Secara simultan Likuiditas (Current Ratio), Manajemen Aset (Total Asset Turnover), Perputaran Kas (Cash Turnover) dan Struktur Modal (Debt to Equity Ratio)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio , debt to equity ratio, total asset turnover dan inventory turnover terhadap return on equity

Data variabel Net Profit Margin, Return On Equity, Debt To Equity Ratio,Debt Ratio, Total Asset Turnover, Fixed Asset Turnover, Current Ratio tahun 2008-2013 perusahaan..

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah leverage keuangan dengan indikator debt to total asset ratio (DAR), debt to equity ratio (DER), long term debt to total

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Total Asset Turnover, Fixed Asset Turnover, Inventory Turnover, Current Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Debt to