• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PROSEDUR PERAWATAN GIGI PADA MAHASISWA DI BERBAGAI PROGRAM STUDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PROSEDUR PERAWATAN GIGI PADA MAHASISWA DI BERBAGAI PROGRAM STUDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ix ABSTRAK

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PROSEDUR PERAWATAN GIGI PADA MAHASISWA DI BERBAGAI

PROGRAM STUDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

Kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap individu. Perkembangan rasa kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi terjadi antara usia 18 dan 26 tahun serta dianggap sudah menjadi mahasiswa.

Mahasiswa kesehatan sudah dibekali dengan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut baik dari ilmu dasar ataupun lebih spesifik. Dengan pengetahuan yang cukup dimiliki maka diharapkan mahasiswa kesehatan tidak merasa cemas ketika melakukan perawatan gigi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada mahasiswa di berbagai program studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan rancangan studi deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan total sampel 107 mahasiswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yaitu The Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) untuk mengetahui tingkat pengetahuan, tingkat kecemasan serta prosedur perawatan gigi yang paling dicemaskan mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi (80%) cenderung mengalami kecemasan ringan hingga sedang.

Sedangkan dengan tingkat pengetahuan rendah (20%) mahasiswa cenderung mengalami hingga kecemasan berat. Mahasiswa perempuan cenderung lebih cemas dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki.

Simpulan dari penelitian ini adalah rata-rata mahasiswa FK UNUD cenderung merasa cemas ketika melakukan perawatan gigi ke praktik/klinik dokter gigi.

Kata kunci: Kecemasan, tingkat pengetahuan, prosedur perawatan gigi

(2)

x ABSTRACT

OVERVIEW OF ANXIETY LEVEL OF DENTAL CARE PROCEDURE IN STUDENTS OF MEDICAL FACULTY

UDAYANA UNIVERSITY

Anxiety about dental procedures is a natural thing experienced by every individual. The development of anxiety about dental procedures occur between ages of 18 and 26 years old, which has considered as a college student. Medical student is already equipped with knowledge about oral health science, both basic science or more specific one. With enough knowledge, it is expected that medical students do not feel anxious when performing dental treatment.

The aim of this study is to describe the level of anxiety about dental procedures to students in Medical Faculty, Udayana University. This study is a quantitative descriptive study with cross-sectional approach. The 107 samples was obtained using simple random sampling. Data were collected by using The Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) questionnaire to determine the level of knowledge, the level of anxiety and dental procedures that the student most-worried about.

The results showed that the student with high level of knowledge (80%) are likely to experience mild to moderate anxiety. Whereas student with low level of knowledge (20%) tend to experience up to severe anxiety. Women tend to be more anxious than men.

Conclusions from this research is most student in Medical Faculty, Udayana University tend to feel anxious when performing dental treatments.

Keywords : Anxiety, level of knowledge, dental care prosedure

(3)

xi DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM... ... i

PRASYARAT...ii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN... ... iii

LEMBAR PENGUJI ... iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ... v

KATA PENGANTAR... ... vi

ABSTRAK... ... ix

ABSTRACT... ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR... ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR SINGKATAN ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian... 5

1.3.1 Tujuan Umum ... 5

1.3.2 Tujuan Khusus ... 5

1.4 Manfaat Penelitian... 5

1.4.1 Manfaat Teoritis ... 5

1.4.2 Manfaat Praktis ... 6

1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecemasan ... 7

2.1.1 Definisi Kecemasan ... 7

2.1.2 Tanda dan Gejala Kecemasan ... 8

2.1.3 Rentang Respon Kecemasan ... 9

2.2 Kecemasan Terhadap Prosedur Perawatan Gigi ... 12

2.2.1 Definisi ... 12

2.2.2 Dampak Kecemasan Terhadap Prosedur Perawatan Gigi ... 12

2.2.3 Prevalensi dan Kejadian ... 12

(4)

xii

2.2.4 Etiologi ... 15

2.2.5 Faktor Pemicu ... 17

2.3 Skala Pengukuran Tingkat Kecemasan ... 23

2.3.1 Definisi Skala Pengukuran ... 23

2.3.2 Corah Dental Anxiety Scale (CDAS) ... 23

2.4 Skala Pengukuran Tingkat Pengetahuan ... 25

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1 Kerangka Berpikir ... 27

3.2 Konsep Penelitian ... 28

3.3 Variabel dan Definisi Operasional ... 29

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian ... 30

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 30

4.2.1 Lokasi Penelitian ... 30

4.2.2 Waktu Penelitian ... 30

4.3 Populasi dan Sampel ... 31

4.3.1 Populasi Penelitian ... 31

4.3.1.1 Populasi target ... 31

4.3.1.2 Populasi terjangkau ... 31

4.3.2 Sampel Penelitian... 31

4.3.2.1 Kriteria inklusi ... 31

4.3.2.2 Kriteria eksklusi ... 32

4.3.2.3 Besar Sampel ... 32

4.3.2.4 Teknik Pengambilan Sampel ... 33

4.4 Pengumpulan Data ... 34

4.4.1 Jenis Data ... 34

4.4.1.1 Data Primer ... 34

4.4.1.2 Data Sekunder ... 34

4.4.2 Metode Pengumpulan Data ... 34

4.5 Teknik Analisis Data... 35

BAB V HASIL PENELITIAN ... 28

5.1 Gambaran Karakteristik Responden ... 36

5.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden... 37

5.3 Gambaran Tingkat Kecemasam Responden ... 39

5.4 Gambaran Tingkat Kecemasan Berdasarkan Tingkat Penegtahuan yang dimiliki ... 42

(5)

xiii BAB VI PEMBAHASAN

6.1 Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden Berdasarkan Program Studi ... 43 6.2 Gambaran Tingkat Kecemasan Responden Berdasarkan Program Studi ... 44 6.3 Gambaran Tingkat Kecemasan Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 45 6.4 Gambaran Tingkat Kecemasan Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan yang dimiliki ... 47 6.5 Keterbatasan Penelitian ... 48 BAB VII PENUTUP

7.1 Simpulam ... 49 7.2 Saran ... 50 DAFTAR PUSTAKA ... 52 LAMPIRAN

(6)

xiv DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sebelum pengondisian dalam “Classical Conditioning” ... 16

Gambar 2.2 Pengondisian dalam “Classical Conditioning” ... 16

Gambar 2.3 Setelah pengondisian “Classical Conditioning” ... 16

Gambar 3.1 Konsep penelitian ... 28

Gambar 3.2 Varabel penelitian dan definisi operasional ... 29

Gambar 5.1 Lima prosedur perawatan gigi yang paling dicemaskan ... 41

(7)

xv DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Karakteristik Kecemasan Ringan ... 9

Tabel 2.2 Karakteristik Kecemasan Sedang... 10

Tabel 2.3 Karakteristik Kecemasan Berat ... 11

Tabel 2.4 Karakteristik Kecemasan Sangat Berat ... 11

Tabel 2.5 Corah Dental Anxiety Scale (CDAS)... 24

Tabel 2.6 Pertanyaan Tingkat Pengetahuan ... 26

Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Program Studi ... 36

Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 37

Tabel 5.3 Tingkat Pengetahuan Responden ... 37

Tabel 5.4 Lima Topik Pengetahuan yang kurang dipahami responden ... 38

Tabel 5.5 Tingkat Kecemasan Responden Berdasarkan Program Studi ... 39

Tabel 5.6 Tingkat Kecemasan Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 40

Tabel 5.7 Frekuensi Kecemasan Berdasarkan Tingkat Pengetahuan... 42

(8)

xvi

DAFTAR SINGKATAN

CDAS : Corah Dental Anxiety Scale

CR : Conditioned Response

CS : Conditioned Stimulus

DAS : Dental Anxiety Scale

PSPD : Program Studi Pendidikan Dokter PSIK : Program Studi Ilmu Keperawatan

PSIKM : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat PSPDG : Program Studi Pendidikan Dokter Gigi

UCR : Unconditioned Response

UCS : Unconditioned Stimulus

(9)

xvii DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Inform Consent Lampiran II : Kuesioner Penelitian Lampiran III : Data Excel Skripsi Lampiran IV : Hasil Output SPSS Lampiran V : Dokumentasi Penelitian Lampiran VI : Ethical Clearance

(10)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kecemasan merupakan perasaan takut yang tidak menyenangkan yang disertai dengan meningkatnya kegelisahan dan ketegangan fisiologis serta dianggap sebagai suatu dorongan yang menjadi perantara antara suatu situasi yang mengancam dan perilaku menghindar (Kring dkk., 2013). Kecemasan biasanya ditandai dengan kekhawatiran, keprihatinan, dan rasa takut yang terkadang dialami seseorang dalam tingkat yang berbeda-beda. Terdapat berbagai macam tingkat kecemasan yang berkisar mulai dari rasa cemas yang ringan hingga berat atau panik. Segala bentuk situasi yang mengancam kesejahteraan suatu organisme dapat menimbulkan kecemasan seperti konflik, ancaman fisik, ancaman terhadap harga diri, tekanan untuk melakukan sesuatu di luar kemampuan, dan bentuk frustasi lainnya yang merupakan sumber timbulnya kecemasan (Atkinson dkk., 2004).

Kecemasan dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja, tidak terkecuali dalam dunia kedokteran gigi. Dalam dunia kedokteran gigi, kecemasan dikenal dengan istilah dental anxiety/kecemasan dental yang diartikan sebagai kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi (Ali dkk., 2015). Ali dkk., melaporkan bahwa kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi memiliki prevalensi hingga 20%.

Karena prevalensi kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi yang tinggi, pasien sering menunda untuk melakukan perawatan gigi kecuali pada keadaan darurat, misalnya pada kasus pulpitis reversible, pulpitis irreversible, nekrosis pulpa, abses periapikal, dan lain sebagainya. Hal tersebut menyebabkan kesehatan gigi dan

(11)

2

mulut memburuk sehingga diperlukannya perawatan gigi yang lebih kompleks.

Selain itu, dapat menimbulkan ancaman berat pada kesehatan umum pasien seperti terjadi septikemia, sepsis, sinusitis, dan osteomielitis (Ali dkk., 2015).

Kecemasan yang dialami oleh pasien perlu mendapat perhatian karena kecemasan dapat mempengaruhi pasien dan dokter giginya. Pasien yang merasa cemas akan menghindar untuk melakukan kunjungan berkala ke dokter gigi atau pembatalan kunjungan, terlambat datang, tidak kooperatif dan tidak mampu melaksanakan atau mengingat instruksi pasca perawatan, sehingga dapat menurunkan efisiensi pelayanan kesehatan gigi. Kecemasan pada pasien juga dapat menyebabkan diagnosa yang tidak tepat dari masalah yang sebenarnya dan sering kali mempengaruhi tanda-tanda vital tubuh seperti terjadinya peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan respirasi selama tindakan perawatan gigi dilaksanakan (Al- Omari&Al-Omiri, 2009).

Beberapa faktor yang dapat memicu atau mempengaruhi terjadinya kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi yaitu umur, jenis kelamin, keadaan fisik, sosial budaya, tingkat pendidikan, serta tingkat pengetahuan seseorang (Lestari, 2015).

Dalam penelitian Mohammed dkk. (2014) menyatakan bahwa prevalensi kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi di Visakhapatnam, India dari kelompok usia muda (15-25 tahun dan 25-35 tahun) secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok usia yang lebih tua (> 55 tahun). Hal tersebut juga diungkapkan oleh Marya dkk., (2012) bahwa tingkat kecemasan dari kelompok usia muda (<20 tahun dan 20-30 tahun) secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok usia yang

(12)

3

lebih tua (51-60 tahun dan > 60tahun) dan kecemasan terlihat secara signifikan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Appukuttan dkk. (2015) kecemasan yang timbul pada pasien sebelum atau pada saat dilakukan tindakan perawatan gigi antara lain 49% pasien merasa tidak terlalu cemas ketika duduk diruang tunggu, 76% pasien cemas karena merasa akan dilakukan pengeburan pada gigi atau penyuntikan anestesi lokal dan kecemasan pasien meningkat 11,4% ketika akan menerima penyuntikan anestesi lokal. Dari 82,6% sampel, sebanyak 18,7%

merasa sangat cemas ketika akan dilakukan pencabutan gigi.

Hasil yang serupa juga ditemukan di Indonesia mengenai kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Rahmayani (2014) diperoleh bahwa tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin paling banyak dijumpai pada responden perempuan daripada laki-laki. Kecemasan paling banyak dijumpai pada responden laki-laki maupun perempuan pada saat akan diberikan anastesi lokal, diikuti saat tindakan manipulasi pencabutan gigi dan saat menunggu di ruang tunggu.

Menurut hasil studi dari Hoem dkk. (2012) mengenai kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi yaitu dengan meneliti pasien sampai dengan umur 26 tahun ditemukan bahwa 16,5% dari pasien mulai mengalami perkembangan rasa kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi antara usia 18 dan 26 tahun. Rentang usia ini dianggap seseorang tersebut sudah berada pada tingkat perguruan tinggi atau sudah menjadi seorang mhasiswa dimana mahasiswa dinilai memiliki tingkat

(13)

4

intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak.

Mahasiswa kesehatan dianggap memiliki kesadaran yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa non-kesehatan untuk menjaga kesehatan dirinya salah satunya yaitu kesehatan gigi dan mulut. Alasannya karena mahasiswa kesehatan sudah dibekali dengan pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut baik dari ilmu dasar ataupun lebih spesifik. Dengan pengetahuan yang cukup dimiliki maka diharapkan mahasiswa kesehatan tidak merasa cemas atau memiliki kecemasan yang rendah ketika melakukan perawatan gigi karena kecemasan dapat terjadi pada individu dengan tingkat pengetahuan yang rendah, disebabkan karena kurangnya informasi yang diperoleh (Lestari, 2015). Apabila dilihat berdasarkan faktor tingkat pengetahuan seseorang, mahasiswa kedokteran gigi dan mahasiswa kedokteran umum memiliki tingkat kecemasan yang rendah dibandingkan dengan mahasiswa non-medis (Sghaireen dkk., 2013)

Berdasarkan dari laporan tersebut peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai tingkat kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada mahasiswa di berbagai program studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut:

“Bagaimanakah tingkat kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada mahasiswa di berbagai Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana?”.

(14)

5

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada mahasiswa di berbagai program studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

1.3.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai tindakan perawatan gigi yang dilakukan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

2. Untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa ketika melakukan perawatan gigi di praktek dokter gigi.

3. Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan berdasarkan tingkat pengetahuan mahasiswa.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis

Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber data untuk penelitian-penelitian lanjutan yang terkait dengan kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi serta nantinya dapat memberikan solusi untuk mengatasi kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi agar kunjungan ke prakter dokter gigi dilakukan lebih rutin guna mencegah dilakukannya perawatan gigi yang lebih kompleks .

(15)

6

1.4.2 Manfaat Praktis

Setelah diketahui hasil dari penelitian ini, diharapkan agar tenaga kesehatan terutama dokter gigi dan perawat gigi dapat menaggulangi atau menangani pasiennya agar tidak cemas melakukan perawatan dan selalu rutin ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti tingkat kecemasan terhadap prosedur perawatan gigi pada mahasiswa di berbagai program studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Peneliti dan asisten peneliti adalah mahasiswa semester VII dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bidang kajian penelitian mengacu pada ilmu Konservasi Gigi dan Psikologi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2016 dan desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif cross-sectional.

Referensi

Dokumen terkait

The purpose of this research was to determine the effect of local dependency ratio, independence of the region ratio, efficiency ratio, and fiscal space ratio of allocation

Maya Sari di Kelurahan Pasar Melintang di Kota Bengkulu : Memperhatikan kebutuhan serta selalu berorentasi kepada konsumen, dan selalu menjalin hubungan yang baik dengan

Dalam manajemen nstru pemeliharaan, cara tersebut dikenal dengan pemeliharaan tak terencana atau darurat (emergency maintenance). Pada umumnya metode yang digunakan dalam

Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat serta menciptakan lulusan sebagai subyek penyedia lapangan kerja, Direktorat

Pemrograman web 1 merupakan salah satu mata pelajaran wajib dasar pada dasar program keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Berdasarkan struktur kurikulum mata

Pada hari ini Rabu tanggal lima Bulan April Tahun dua ribu tujuh belas, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB, Pokja/ ULP Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi

[r]

Predikat LAKIP Jum lah jenis pelaporan capaian kinerja dan keuangan yang dilaksanakan t epat w akt u. Subbag Keuangan, Perencanaan dan