• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan pada penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif untuk mengetahui pengaruh antara variabel Social Media Addiction terhadap Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) pada Generasi Z di Kota Salatiga.

Menurut Azwar (2005:5) penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan pada data angka yang diolah secara statistika. Pendekatan kuantitatif mempunyai realitas tunggal dan konkrit serta dapat dilihat oleh panca indera manusia. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini yaitu positivisme yang memandang realitas dengan nilai dan mempunyai hubungan gejala yang bersifat kausal.

3.2 Variabel dan Indikator Penelitian

Variabel independen (X) merupakan variabel bebas atau yang menjadi sebab perubahan variabel dependen. Variabel dependen (Y) merupakan variabel terikat yang menjadi akibat karena variabel independen. Variabel (X) yaitu Social Media Addiction dan variabel (Y) yaitu Nomophobia (No Mobile Phone Phobia).

Indikator dalam Social Media Addiction sebagai variabel independen (X) pada penelitian ini menurut Cengiz Sahin, yaitu:

a. Virtual Tolerance

Menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk mendapatkan lebih banyak kesenangan.

b. Virtual Communication

Menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pengguna lain secara virtual daripada di kehidupan nyata.

c. Virtual Problem

(2)

24

Mengabaikan pekerjaan, studi, olahraga, kegiatan rekreasi, keluarga, teman dan kegiatan yang lainnya.

d. Virtual Information

Kecenderungan untuk mencari informasi melalui media sosial.

Indikator dalam Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) sebagai variabel dependen (Y) pada penelitian ini menurut, yaitu:

a. Tidak mampu berkomunikasi

Kecemasan yang terjadi ketika seseorang tidak dapat berkomunikasi.

b. Kehilangan keterhubungan

Ketakutan bahwa seseorang mengalami kehilangan koneksi ke smartphone dan gangguan identitas online seseorang.

c. Tidak mampu mengakses informasi

Mencerminkan gangguan hilangnya informasi melalui smartphone, ketidakmampuan untuk menerima informasi melalui smartphone.

d. Menyerah pada kenyamanan

Kenyamanan memiliki smartphone dan keinginan untuk menggunakan smartphone.

3.3 Desain Penelitian

Gambar 3.7 Desain Penelitian

(3)

25 3.4 Lokasi Penelitian

Lokasi dalam penelitian ini yaitu di Kota Salatiga. Berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat Tahun 2020, perbandingan antara Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali yang dilihat melalui persentase anggota rumah tangga berusia 5 tahun keatas menurut karakteristik dan penggunaan teknologi informasi tahun 2020, Kota Salatiga menjadi wilayah dengan persentase mengakses internet kategori SMP keatas paling tinggi.

3.5 Unit Amatan dan Unit Analisa

Unit analisa merupakan pokok utama yang akan diteliti berupa orang, keluarga, organisasi, wilayah (Ihalauw, 2013). Unit analisa dalam penelitian ini yaitu pengaruh Social Media Addiction terhadap Nomophobia. Sedangkan unit amatan merupakan sumber untuk mendapatkan data yang bertujuan menjelaskan mengenai sesuatu analisis (Ihalauw, 2013). Unit amatan penelitian ini yaitu Generasi Z yang berusia 20-24 tahun di Kota Salatiga yang menggunakan Facebook, Instagram dan Twitter.

3.6 Populasi dan Sampel

Populasi merupakan sasaran utama dalam objek penelitian dan sumber data penelitian (Bungin, 2010:99). Pada penelitian ini, populasi yang akan diteliti yaitu Generasi Z rentang usia 20-24 tahun di Kota Salatiga yang menggunakan media sosial Facebook, Instagram dan Twitter. Berdasarkan Kota Salatiga dalam Angka 2020, jumlah penduduk dengan rentang usia 20-24 tahun di Kota Salatiga pada tahun 2020 yaitu 15.063 jiwa18.

Peneliti menggunakan teknik purposive random sampling untuk mengambil sampel yang memakai kriteria tertentu. Berikut merupakan kriteria- kriteria tersebut:

1. Responden berumur 20-24 tahun

18 Badan Pusat Statistik Kota Salatiga. 2021. Kota Salatiga Dalam Angka 2020. Data diambil dari https://salatigakota.bps.go.id/publication/2021/02/26/58491a13f785f0972ffd0810/kota-salatiga- dalam-angka-2021.html (16 Maret 2021)

(4)

26 2. Responden tinggal di Kota Salatiga

3. Responden pengguna Facebook, Instagram dan Twitter

Sproull mengartikan sampel yaitu sebagian dari objek yang lebih luas atau populasi (Subagyo, 2004:225). Sampel dari penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 99 responden.

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁 𝑑2 Keterangan:

n : jumlah sampel yang dicari N : jumlah populasi

d : nilai presisi (taraf signifikansi yaitu 0,1)

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁 𝑑2

𝑛 = 15.063

1 +15.063 (0,1)2

𝑛 = 15.063

1 + 150,63 𝑛 =15.063

151,63

n = 99,3404999 = 99 responden

3.7 Metode Pengumpulan Data 3.7.1 Sumber Data

Data primer merupakan data yang didapatkan secara langsung dari sumber data pertama (Bungin, 2005:132). Dalam penelitian ini, sumber data primer yaitu Gen Z rentang usia 20-24 tahun di Kota Salatiga yang menggunakan sosial media Facebook, Instagram dan Twitter serta data akan diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada calon responden dan data primer yang diperoleh merupakan sumber pertama yang dihasilkan dari sumber pertama.

(5)

27

Data sekunder merupakan data yang didapatkan dari sumber kedua dari data yang kita butuhkan (Bungin, 2005:132). Data sumber kedua ini biasanya didapatkan dari koran, buku, jurnal, data sensus atau data yang relevan dengan penelitian yang dapat digunakan sebagai acuan penelitian.

3.7.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kuesioner. Daftar pertanyaan yang dirangkai secara teratur dan disebarkan kepada responden (Bungin, 2005:133). Kuesioner terdiri dari bagian pendahuluan yang berisi petunjuk pengisian kuesioner. Kemudian bagian identitas yang berisi identitas responden seperti nama, umur, jenis kelamin dan sebagainya.

Bagian isi yang berisi daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden.

Jenis kuesioner dalam penelitian ini berupa kuesioner online menggunakan google form secara langsung dan tertutup supaya membantu proses penyebaran kuesioner yang lebih cepat. Responden akan menjawab pertanyaan atau pernyataan yang sudah disediakan dan memilih salah satu jawaban yang sudah diberikan.

3.8 Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan selanjutnya yang dilakukan setelah data diambil dari responden. Dalam analisis data, kegiatan yang dilakukan yaitu mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis (Sugiyono, 2018:147). Terdapat dua macam teknik analisis data yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.

3.8.1 Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa adanya

(6)

28

maksud membuat kesimpulan yang bertindak untuk umum. Analisis ini terdapat penyajian data melalui grafik, tabel, pictogram, diagram lingkaran, modus, median, mean, desil, persentil, penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta persentase (Sugiyono, 2018:148). Dalam penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk menjabarkan karakteristik responden.

3.8.2 Statistik Inferensial

Statistik inferensial merupakan analisis yang merupakan pengambilan kesimpulan yang berlaku untuk populasi (Sugiyono, 2018: 148). Analisis ini digunakan untuk uji regresi dengan persamaan, sebagai berikut:

Keterangan:

Y = variabel dependen (Nomophobia (No Mobile Phone Phobia)) X = variabel independen (Social Media Addiction)

a = nilai intercept (konstan) atau nilai Y bila X=0

b = koefisien regresi adalah angka naik turunnya variabel dependen yang berdasar pada variabel independen. Apabila b (+) artinya terdapat kenaikan dan apabila b (-) artinya terdapat penurunan.

Nilai a dihitung dengan rumus:

Nilai b dihitung dengan rumus:

Y = a + b X

(7)

29 3.9 Skala Pengukuran

Skala pengukuran merupakan acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang digunakan sebagai alat ukur untuk pengukuran hasil data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran yaitu Skala Likert yang digunakan untuk mengukur pendapat, sikap, dan persepsi individu atau kelompok orang mengenai fenomena sosial. (Sugiyono, 2018:93).

Dalam penggunaan Skala Likert ini, responden akan memilih jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Pilihan jawaban yang akan dipilih yaitu:

Sangat Setuju = 4

Setuju = 3

Tidak Setuju = 2 Sangat Tidak Setuju = 1

Tabel 1. Pengukuran Skala Likert

Pengukuran Skala Likert Favorable Unfavorable

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4

Tidak Setuju (TS) 2 3

Setuju (S) 3 2

Sangat Setuju (SS) 4 1

3.10 Hubungan Antara Variabel Penelitian, Indikator Penelitian, Skala Pengukuran

Variabel Indikator

Item instrumen Skala

Pengukuran Favorable Unfavorable

(8)

30 Social

Media Addiction

Virtual tolerance (menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk mendapatkan lebih banyak kesenangan)

1. Saya selalu ingin membuka media sosial

2. Koneksi internet menjadi hal yang penting bagi saya 3. Hal pertama yang

saya lakukan setelah bangun tidur adalah membuka media sosial

4. Media sosial menjadi hiburan saya dari dunia nyata

5. Tanpa media sosial saya merasa hampa

Ordinal

Virtual communication (menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pengguna lain secara virtual daripada di kehidupan nyata)

1. Persahabatan di media sosial lebih asik daripada di dunia nyata 2. Saya lebih percaya

diri ketika berinteraksi di media sosial daripada di dunia nyata

3. Saya ingin terlihat seperti yang saya tampilkan di media sosial

4. Saya lebih suka komunikasi melalui media sosial

5. Saat sendirian saya menghabiskan waktu untuk

8. Saya

mengabaikan orang disekitar saya ketika membuka media sosial

9. Aktivitas saya terganggu karena terlalu sering membuka media sosial

Ordinal

(9)

31

membuka media sosial

6. Komunikasi melalui media sosial lebih menyenangkan daripada komunikasi langsung

7. Saya asyik sendiri membuka media sosial saat kumpul bersama teman Virtual problem

(mengabaikan pekerjaan, studi, olahraga, kegiatan rekreasi, keluarga, teman, dll)

1. Pekerjaan rumah saya terbengkalai karena sering membuka media sosial

2. Berada di media sosial membuat saya bahagia 3. Terlalu sering

membuka media sosial

menimbulkan perselisihan dengan keluarga saya

4. Dunia media sosial yang misterius selalu menarik perhatian saya 5. Saya merasakan

mata perih, pusing atau mual saat membuka media sosial

9. Saya merasa biasa saja jika sehari tidak membuka media sosial

Ordinal

(10)

32

6. Saya meluangkan waktu khusus untuk membuka media sosial 7. Saya lupa waktu

jika sudah membuka media sosial

8. Produktivitas saya menurun karena sering membuka media sosial Virtual information

(kecenderungan mencari informasi melalui media sosial)

1. Saat berkendara, saya

menyempatkan diri untuk melihat informasi di media sosial

2. Saya

menggunakan media sosial untuk terus mendapat informasi tentang apa yang terjadi 3. Media sosial

menjadi pilihan tepat saya untuk mendapatkan informasi 4. Saya

menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk melihat beberapa pengumuman khusus (misalnya

Ordinal

(11)

33

lowongan pekerjaan) 5. Selalu aktif di

media sosial untuk mendapat

informasi yang berkaitan dengan pekerjaan atau kegiatan saya 6. Saya aktif di media

sosial untuk mendapat

informasi yang dibagikan oleh teman atau keluarga saya Nomophobia

(No Mobile Phone Phobia)

Tidak dapat berkomunikasi (kecemasan ketika individu tidak dapat berkomunikasi)

1. Saya takut jika kehabisan baterai di smartphone saya 2. Saya panik jika kehabisan kuota internet

3. Saya cemas jika kehilangan jaringan sinyal

Ordinal

Kehilangan keterhubungan (Ketakutan bahwa seseorang

mengalami

kehilangan koneksi ke smartphone dan gangguan identitas online seseorang terutama di media sosial)

1. Saya akan cemas jika tidak dapat berkomunikasi dengan teman atau keluarga saya

2. Saya akan khawatir jika teman atau keluarga saya tidak dapat

Ordinal

(12)

34

menghubungi saya

3. Saya akan gelisah jika saya tidak bisa berhubungan dengan teman atau keluarga saya

Tidak dapat mengakses

informasi (Mencerminkan gangguan hilangnya informasi melalui smartphone, ketidakmampuan untuk menerima informasi melalui smartphone)

1. Saya merasa tidak nyaman jika tidak bisa mengakses informasi melalui

smartphone saya 2. Saya gugup jika tidak bisa mendapatkan berita (misalnya kejadian atau cuaca) di smartphone 3. Saya kesal jika

tidak bisa mendapatkan informasi ketika sedang

membutuhkan

Ordinal

Menyerah pada kenyamanan (kenyamanan memiliki

smartphone dan keinginan untuk menggunakan smartphone)

1. Saya mencuri-curi waktu untuk membuka media sosial saat sedang mengejar deadline 2. Saat ke kamar

mandi, saya selalu membawa

Ordinal

(13)

35

smartphone untuk membuka media sosial

3. Saya merasa aneh jika saya tidak tahu harus berbuat apa

3.11 Uji Validitas dan Reliabilitas

Validitas adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur seberapa cermat alat ukur untuk menguji skor item dengan skor total item (Azwar, 1997:120). Gays mengungkapkan instrumen dapat dikatakan valid jika dapat mengukur sesuatu yang akan diukur oleh instrumen tersebut (Sutriyono, dkk, 2014:332). Dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment-Pearson. Rumus korelasi Product Moment- Pearson adalah sebagai berikut:

2 2 2 2

( )( )

( ) ( )

N XY XY Y rxy

N X X N Y Y

 −  

=   −      −  

Keterangan:

rxy : koefisien korelasi antara X dan Y

X : nilai variabel bebas atau antara (prediator Y) Y : nilai variabel terikat

∑XY : jumlah produk dari X dan Y

Dalam menentukan item pertanyaan yang valid dan tidak valid berdasarkan korelasi r hitung dan r tabel yaitu:

● Apabila r hasil + serta r hasil > dari r tabel maka valid

● Apabila r hasil - serta r hasil < r tabel maka tidak valid

● Nilai r tabel diperoleh dari df = N – 2 = 30 – 2 = 28 (0,478 berdasarkan taraf signifikansi 10%)

(14)

36

Setelah dilakukan uji validitas dengan teknik Product Moment- Pearson hasilnya sebagai berikut:

Tabel 2. Uji Validitas Variabel Social Media Addiction

Variabel Indikator Nomor

butir r Hasil r Tabel Keterangan

Social Media Addiction

Virtual Tolerance

1 0,795 0,478 VALID

2 0,781 0,478 VALID

3 0,755 0,478 VALID

4 0,848 0,478 VALID

5 -0,283 0,478 TIDAK VALID

Virtual Communication

6 -0,152 0,478 TIDAK VALID

7 0,652 0,478 VALID

8 0,546 0,478 VALID

9 0,634 0,478 VALID

10 0,393 0,478 TIDAK VALID

11 0,538 0,478 VALID

12 0,618 0,478 VALID

13 0,814 0,478 VALID

14 -0,225 0,478 TIDAK VALID

Virtual Problem

15 0,829 0,478 VALID

16 0,358 0,478 TIDAK VALID 17 0,363 0,478 TIDAK VALID

18 0,571 0,478 VALID

19 0,469 0,478 TIDAK VALID

20 0,497 0,478 VALID

21 0,776 0,478 VALID

22 0,841 0,478 VALID

23 0,486 0,478 VALID

24 0,504 0,478 VALID

(15)

37 Virtual Information

25 0,726 0,478 VALID

26 0,754 0,478 VALID

27 0,641 0,478 VALID

28 0,773 0,478 VALID

29 0,727 0,478 VALID

Sumber: Analisis Data Primer, Tahun 2021

Tabel 3. Uji Validitas Variabel Nomophobia (No Mobile Phone Phobia)

Variabel Indikator Nomor

butir r Hasil r Tabel Keterangan

Nomophobia (No Mobile

Phone Phobia)

Tidak dapat berkomunikasi

30 0,905 0,478 VALID

31 0,899 0,478 VALID

32 0,882 0,478 VALID

Kehilangan keterhubungan

33 0,929 0,478 VALID

34 0,874 0,478 VALID

35 0,936 0,478 VALID

Tidak dapat mengakses

informasi

36 0,886 0,478 VALID

37 0,721 0,478 VALID

38 0,788 0,478 VALID

Menyerah pada kenyamanan

39 0,549 0,478 VALID

40 0,837 0,478 VALID

41 0,774 0,478 VALID

Sumber: Analisis Data Primer, Tahun 2021

Uji reliabilitas merupakan ketepatan alat ukur. Suatu instrumen dapat dikatakan reliabel jika jawaban dari seseorang adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Purnomo, 2013). Penelitian ini menggunakan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Rumus Alpha Cronbach yaitu sebagai berikut:

(16)

38 ά = 2





 − +2

2 2 2

1 1

Sx S S

Keterangan:

α : koefisien reliabilitas alpha

S12 dan S22: varian skor belahan 1 dan varian skor belahan 2 Sx2 : varian skor skala

Tabel 4. Uji Reliabilitas

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.785 41

Sumber: Analisis Data Primer, Tahun 2021

Dari tabel diatas menunjukan bahwa variable Social Media Addiction terhadap Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) Pada Generasi Z di Kota Salatiga memiliki nilai Cronbach Alpha 0,785 lebih besar dari nilai r-tabel (0,478) sehingga dapat dikatakan hasil pengujian ini reliabel.

Gambar

Gambar 3.7 Desain Penelitian
Tabel  1. Pengukuran Skala Likert
Tabel  2. Uji Validitas Variabel Social Media Addiction
Tabel  3. Uji Validitas Variabel Nomophobia (No Mobile Phone  Phobia)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Gujarati, 2008 dijelaskan bahwa penggunaan model logit seringkali digunakan dalam data klasifikasi, dalam penelitian ini kategori yang digunakan adalah kategori

Zat ini diklasifikasikan sebagai sama berbahayanya dengan debu mudah terbakar oleh Standar Komunikasi Bahaya OSHA 2012 Amerika Serikat (29 CFR 1910.1200) dan Peraturan Produk

Sebagai perbandingan bangunan fasilitas cottage, ada beberapa kawasan wisata dengan fasilitas akomodasinya yang memanfaatkan lingkungan sekitarnya sehingga fasilitas wisata

Terdapat 3 media komunikasi yang dapat digunakan untuk proses pengambilan data meter yaitu melalui komunikasi antara PC/Laptop dengan meter menggunakan media

Implikasi yuridis penerapan persentase ambang batas permohonan dalam pengajuan sengketa hasil pemilihan kepala daerah adalah tidak dapat diterima permohonan

dideskripsikan dan diinterpretasi sesuai dengan data yang telah terkumpul (Sugiyono, 2015:89). Berikut merupakan tahapan dari pengolahan data. 1) Membaca kembali dan

(2) Ketentuan ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terhadap anggota Direksi diatur oleh Menteri Keuangan, sedangkan terhadap pegawai Perusahaan diatur oleh Direksi

Pemberian pupuk organik cair urin sapi untuk pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus tricolor L) sebanyak 10% dan setara dengan urea.. Saran- saran yang dapat digunakan sebagai