57
DAFTAR PUSTAKA
Ali Khomsan. 2004. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan Ed 1. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Almatsier S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ashworth, A. 2009. Simplifying the WHO Guidelines for Managing Severe Malnutrition.Indian Pediatric, 46(2), 2–3.
Ashworth, A., Chopra, M., Mccoy, D., Sanders, D., Jackson, D., Karaolis, N., &
Sogaula, N. 2004. WHO Guidelines for Management of Severe Malnutrition in Rural South African Hospitals : Effect on Case Fatality and The Influence of Operational Factors, 363, 1110–1115
Bernal, Ã. C., Vela, C., Alcaraz, G., & Botero, Ã. J. 2008. Treatment of Severe Malnutrition in Children : Experience in Implementing the World Health Organization Guidelines in Turbo , Colombia. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 46, 322–328.
Brown, M., Wieringa, F. T., Nga, T. T.., Hoang, M., Maalouf-Manasseh, Z., Lu’u, T. T. M., Nguyễn, M. T. H., et al. 2015. Acceptability of Two Ready-to- Use Therapeutic Foods among HIV-Positive Patient in Vietnam. Food and Nutrition Bulletin, Vol. 36, No. 2, hlm 102-110
Collins, S., Dent, N., Binns, P., Bahwere, P., Sadler, K., & Hallam, A. 2006.
Management of Severe Acute Malnutrition in Children, 368, 1992–2000.
Cox, D. N., Hendrie, G. A., & Carty, D. 2016. Sensitivity , Hedonics and Preferences for Basic Tastes and Fat Amongst Adults and Children of Differing Weight Status : A Comprehensive Review, 48, 359–367.
Donabedian,A. 1979. Aspect of Medical Administration : Specifying Requirements for Health Care. Cambridge : Harvard University Press.
58
Dian Kholika Hamal, 2011. Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan Orangtua serta Pola asuh dengan Status Gizi Balita di Kota dan KabupatenTangerang Banten.
Deen, J. L., Funk, M., Guevara, V. C., Saloojee, H., Doe, J. Y., Palmer, A., &
Weber, M. W. 2003. Implementation of WHO Guidelines on Management of Severe Malnutrition in Hospitals in Africa. Bulletin of World Health Organization, 81(02), 237–246.
Dent, N., Binns, P., Sadler, K., Hallam, A., Collins, S., Dent, N., … Hallam, A.
2007. Management of Severe Acute Malnutrition in Children. The Lancet, 6736 (August 2014), 1992–2000.
Departemen Kesehatan RI. 2005. Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pennggulangan Gizi Buruk 2005-2009.
Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Penanganan dan Pelacakan Balita Gizi Buruk. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan RI. 2009. Pedoman Penanganan dan Pelacakan Balita Gizi Buruk. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Pedoman Penanganan dan Pelacakan Balita Gizi Buruk. Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
Departemen Kesehatan RI. 2011. Pedoman Pelayanan Gizi Buruk. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI.
Deritana, N, Kombong,M,& yuristianti, GA.2000. Gizi Untuk Pertumbuhan Dan Perkembangan.
Drewnowski, A. 1997. TastePreference and Food Intake. Ann Rev Nutr 17:237–
253.
Ebewore, S. O., Ovharhe, O. J., & Emaziye, P. O. 2015. Acceptability of Bush Meat as a Source of Animal Protein in Delta State , Nigeria : Implication for Extension Services. Journal of Northeast Agricultural University, 22(3), 67–78.
59
El-Radhi, A. S., Carroll, J., Klein, N., & Abbas, A. 2009. Fever. In El-Radhi, A.S., Carroll, J., & Klein, N (Eds.), Clinical Manual of Fever in Children, page 1-23. Heidelberg: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.
Fardhiasih Dwi Astuti, 2011. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Anak Prasekolah dan Sekolah Dasar di Kecamatan Godean. Universitas Ahmad Dahlan
Handono, N,. P,. 2010, Hubungan Tingkat Pengetahuan Pada Nutrisi, Pola Makan, dan Energi Tingkat Konsumsi Status Gizi Anak Usia Lima Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Selogiri, Wonogiri. Jurnal Keperawatan; 1 (1), 1-7.
Hartoyo et al. 2001. Identifikasi Faktor yang Berpengaruh terhadap Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita KEP di Kota Bogor. Media Gizi dan Keluarga tahun XXV No 1; 11-18.
Hawkey, C. J. 2009. Addressing Severe Acute Malnutrition Where It Matters, 374, 94–96.
Husaini. 1989. Membangun Sumberdaya manusia Berkualitas.Bogor.IPB.
Issanchou, S. dan Nicklaus, S. 2015. Sensitive Periods And Factors In The Early Formation Of Food Preferences. In M.L. Frelut (Ed.), The ECOG’s eBook on Child and Adolescent Obesity. Diterima pada tanggal 14 April 2016 dari ebook.ecog-obesity.eu
Iuel-brockdorf, A., Aase, T., Ritz, C., Fabiansen, C., Cichon, B., Brix, V., … Friis, H. 2016. Evaluation of The Acceptability of Improved Supplementary Foods for The Treatment of Moderate Acute Malnutrition in Burkina Faso Using A Mixed Method Approach, 99, 34–45.
Jafar, Nurhaedar. 2009. Pengenlan Formula WHO dalam Penanganan Gizi Buruk pada Keluarga Balita dan Kader Posyandu di Kabupaten Maros. Lembaga Pengabdian Masyarakat. Universitas Hasanuddin.
John, C., H. Abdu, P. Ukata. 2012. Severe Acute Malnutrition in a Tertiary hospital in North-Central Nigeria, A Review of Hospitalizwd Cases.
Journal of Medicine in the Tropics, 14 (2).
60
Kusharto, C.M., dan Sa’diyah, N.Y. 2008. DiktatPenilaian Konsumsi Pangan.
Bogor: Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.
Kurniah, I. 2009. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Daya Terima Makan Siang Karyawan di RS Brawijaya Women and Children Kebayoran Baru Jakarta Selatan.Universitas Braijaya.
Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Laureati, M., Pagliarini, E., Gallina, T., & Monteleone, E. 2015. Research challenges and methods to study food preferences in school-aged children : A review of the last 15 years. Food Quality and Preference, 46, 92–102.
Leandro-Merhi, V. A., Srebernich, S. M., Goncalves, G. M. S., & de Aquino, J. L.
B. 2015. In-hospital Weight Loss, Prescribed Diet, and Food Acceptance.
Arc Bras Cir Dig, Vol. 28, No. 1, hlm 8-12
Manasik, Arina 2011. Konsumsi Energi dan Zat Gizi serta Status Gizi Pasien Lansia di Ruang Gayatri Rumah Sakit Dr. Marzoeki Mahdi Bogor. FEM.
IPB.
Ma’Rifat. 2010. Analisis Hubungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan dengan Status Gizi Anak Batita. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor : Bogor.
Muninjaya,G. 2001. Managemen Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran.
Murwati, Tuti Devianti. 2016. Peningkatan Status Gizi Balita dengan Gizi Buruk melalui Pemberian Formula 100. Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan
Meiselman, HL. 1996. The Contextual Basis for Food Acceptance, Food Choice, and Food Consumption: The Food, The Situation, The Individual.
Glasgow: Blackie Academic and Professional.
Moehyi, S. 1992. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Jakarta:
Bhatara Press.
Moehyi, S 1997. Pengaturan Makan dan Diit Untuk Penyembuhan Penyakit.
Gramedia, Jakarta.
61
Notoatmojo, S. 2003. Pengantar Pendididkan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Edisi Pertama, Yogyakarta.
Puspitasari, L., Sartono, A., Mufnaetty. 2015. Hubungan Daya Terima Makanan dengan Status Gizi Anak di Panti Asuhan Darunajah Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang Vol. 4, No. 2 (2015).
Rudatin, L. 1997. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Daya Terima Makan Pasien Rawat Inap Lanjut Usia di Rumah Sakit Umum Bakti Yudha Depok. Skripsi.Universitas Indonesia.
Rodas-moya, S., Pengnonyang, S., & Kodish, S. 2017. Psychosocial factors influencing preferences for food and nutritional supplements among people living with HIV in Bangkok , Thailand. Appetite, 108, 498–505.
Sari, L. P., & Sartono, A. (n.d.). Hubungan Daya Terima Makanan Dengan Status Gizi Anak Di Panti Asuhan Darunajah Semarang.Universitas Muhamadyah Semarang.
Supariasa,I.D.N,Bakri, B, & Fajar,I. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta:EGC Supariasa. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta:EGC
Setyaningsih.N. 2013. Perbedaan Status Gizi dan Kepatuhan Kunjungan Balita ke Posyandu di Daerah Penerima dan Bukan Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Skripsi.
Soekirman.1999. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat.
Jakarta: Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional.
Sholehah, H., & Sartono, A. 2009. Hubungan Daya Terima Makanan dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Protein Taruna di Asrama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.Universitas Muhamadyah Semarang.
Tampubolon, E. 2009. Analisis Implementasi Program Penanggulangan Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2008. Universitas Sumatera Utara.
UNICEF. 1997. Strategy for Improved Nutrition of Children and Women in Developing Countries. New York: UNICEF
62
Waspadji, S. 2003. Pengkajian Status Gizi: Studi Epidemiologi. Jakarta : FK UI.
Winarno, F.G. 2002.Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
West, B. and Wood, L. 2008. Food Service in Institutions, Thirteenth Edition.
New York: Macmillian Publishing Company.
World Health Organization.1990. Evaluasi Program Kesehatan. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
World Health Organization. 1999. Management of Severe Malnutrition : a manual for Physicians and Other Senior Health Workers. World Health Organization. Geneva.
World Health Organization. 2003. Guidline for The Inpatient Treatment ofSeverly Malnourished Children.
WHO, FAO, & UNU. 1991. Energy and Protein Requirements. Geneva: WHO Yamborisut, U,. et al,. 2006. Factors Associated with Dual Form of Malnutrition
in Children in Nakhon Pathom and Bangkok. J Med Assoc; 89 (7),1012- 23.