• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 104188 MEDAN KRIO.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 104188 MEDAN KRIO."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN

MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA

DI KELAS IV SD NEGERI 104188 MEDAN KRIO

TAHUN AJARAN 2014/2015

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada

Program Studi Pendidikan Dasar

Oleh :

EKO FEBRI SYAHPUTRA SIREGAR NIM : 8136182014

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

i

ABSTRAK

Eko Febri Syahputra Siregar, 8136182014, Pengaruh Model Project Based Learning dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa di Kelas IV SD Negeri 104188 Medan Krio.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori; (2) Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori; (3) Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori; (4) Interaksi antara Model Project Based Learning dengan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 104188 Medan Krio Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 2014/2015 dengan populasi seluruh siswa kelas IV sebanyak 70 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV A dan Kelas IV B yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Adapun instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar, angket motivasi belajar dan daftar ceklist penilaian proyek. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik ANAVA dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar kelompok siswa yang diajarkan dengan model project based learning lebih tinggi dibandingkan hasil belajar pada kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori dengan nilai FHitung = 6,41 > Ftabel = 3,99; (2) hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan model project based learning lebih tinggi dibandingkan hasil belajar pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori dengan nilai Fhitung = 13.93 > Ftabel = 2.74; (3) hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan model project based learning tidak lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan menggunakan model ekspositori dengan nilai menunjukkan Fhitung = 0.01 < Ftabel = 2.74; (4) terdapat interaksi antara model project based learning dan motivasi belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar siswa dengan nilai FHitung = 4,37 > Ftabel = 3,99.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Project Based Learning, Ekspositori, Motivasi

(3)

ii

ABSTRACT

Eko Febri Syahputra Siregar, 8136182014, The Effect Model Project Based Learning and Motivation Against IPS Student Learning Outcomes in SD Negeri 104188 Medan Krio.

This research aims to find: (1) differences between groups learning outcomes of students who are taught by models of Project Based Learning and groups of students taught using expository models; (2) The difference in learning outcomes between groups of students who have high motivation to learn is taught by models of Project Based Learning and the group of students who have high motivation to learn is taught using expository models; (3) The difference in learning outcomes between groups of students who have low learning motivation taught by models of Project Based Learning and the group of students who have low learning motivation are taught using expository models; (4) The interaction between the Model Project Based Learning with Learning Motivation Students Against Student Results. The research was conducted in primary schools 104 188 Terrain Krio Sunggal Deli Serdang District of School Year 2014/2015 with the entire population of the fourth grade students as many as 70 students. The sample in this study is a class IV A and Class IV B, each of which amounted to 35 students. The method used in this study is a quasi-experimental method with a 2x2 factorial design. The data collection instruments used were the test results of learning, motivation questionnaire and check the list of project appraisal. Data analysis technique used is the technique ANOVA with significance level of 0.05. Results showed (1) the results of the study group of students who were taught with a project-based learning models is higher than the results of study on a group of students who were taught using expository model of Fhit = 6.41> F table = 3.99; (2) the results of the study group of students who have high motivation to learn is taught project-based learning model is higher than the results of study on a group of students who have high motivation to learn is taught using expository models with value of F = 13.93> F table = 2.74; (3) the results of the study group of students who have low learning motivation taught by the model of project-based learning is not higher than the group of students who have low learning motivation are taught using expository models to demonstrate the value of F = 0.01 <F table = 2.74; (4) there is an interaction between the model of project-based learning and student motivation in influencing student learning outcomes with the value of F = 4.37> F table = 3.99.

(4)
(5)
(6)
(7)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat

Rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengaruh

Model Project Based Learning Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa

Di Kelas IV SD Negeri 104188 Medan Krio”. Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan di Program Studi Pendidikan Dasar,

Universitas Negeri Medan.

Banyak hal yang dihadapi penulis selama melakukan penelitian ini terutama

berbagai hal yang mungkin dapat mematahkan semangat penulis. Namun penulis

menghiraukan hal tersebut dan menyadari bahwa hal tersebut sebagai tantangan dan hal

tersebut semakin membuat penulis termotivasi untuk menyelesaikan tesis ini sesuai

dengan yang diharapkan dan memperoleh gelar Magister Pendidikan.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan

yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Restu, M.S. Selaku Dosen Pembimbing I dan

Bapak Dr. Hidayat, M.Si. Selaku Dosen Pembimbing II dengan segala kerendahan hati

telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada

penulis hingga selesainya penulisan tesis ini.

Selain itu tidak lupa juga penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan

penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si. Selaku Rektor Universitas Negeri

(8)

iv

2. Bapak Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd. Selaku Direktur Program Pascasarjana

Universitas Negeri Medan. Bapak Dr. Arif Rahman, M.Pd. Selaku Asisten Direktur

I, Bapak Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd. Selaku Asisten Direktur II.

3. Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si. Selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dasar dan

Ibu Dr. Anita Yus, M.Pd. Selaku Sekretaris Program Studi Pendidikan Dasar.

4. Bapak dan Ibu Dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis selama penulis

belajar di Program Studi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Negeri

Medan. Serta tidak lupa juga seluruh staff pegawai tata usaha Program Pascasarjana

yang telah banyak memberikan bantuan.

5. Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si, Ibu Dr. Reh Bungana Br. Perangin-Angin, M.H,

dan Ibu Dr. Anita Yus, M.Pd. selaku narasumber yang telah banyak memberikan

masukan demi kesempurnaan tesis ini.

6. Kepala Sekolah dan guru-guru di SD Negeri No. 104188 Medan Krio yang telah

memberikan izin melakukan penelitian, serta siswa/siswi SD Negeri No. 104188

Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal.

7. Kedua orang tuaku, Ayahanda Jamaluddin Siregar dan Ibunda Faridah Nasution yang

tidak pernah lelah membimbing dan memotivasi penulis dengan kasih sayang dan

ketulusan hati hingga penulis menyelesaikan pendidikan Magister Pendidikan ini.

8. Kakak terbaik penulis, Farija Rosaini Siregar, S.Pd serta kedua adik yang penulis

sayangi Rahimah Anggi Siregar dan Rika Anida Siregar serta teman terdekat penulis

yang tidak pernah lelah memotivasi penulis disaat penulis menemui kebuntuan dalam

(9)

v

9. Teman-teman seperjuangan di kelas B2 Program Studi Pendidikan Dasar serta para

sahabat di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

10. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan tesis ini yang tidak dapat

saya sebutkan satu persatu terimakasih atas dukungannya.

Pada akhirnya tidak ada hasil kerja yang sempurna karena selalu ada

kekurangan sesuai perkembangan zaman, maka dari itu dibutuhkan suatu proses untuk

menyelesaikan tantangan tersebut. Dan penulis menyadari bahwa sebuah proses itu

ibarat sebuah perjalanan panjang yang selalu diawali dengan langkah awal yang kecil.

Semoga dengan adanya tesis ini dapat dijadikan langkah awal bagi peningkatan proses

pembelajaran sesuai yang diharapkan.

Medan, Juni 2015 Penulis,

(10)

vi

2.1.1.1 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 17

2.1.2 Model Pembelajaran ... 18

2.1.2.1 Model Pembelajaran Project Based Learning ... 19

2.1.2.1.1 Ciri-Ciri Project Based Learning ... 21

2.1.2.1.2 Dukungan Teoritis Project Based Learning ... 23

2.1.2.1.3 Langkah-Langkah Project Based Learning ... 26

2.1.2.1.4 Kelebihan dan Kekurangan Project Based Learning... 30

2.1.2.2 Model Ekspositori... 32

2.1.2.2.1 Prosedur Pelaksanaan Ekspositori ... 34

2.1.2.2.2 Kelebihan dan Kekurangan Model Ekspositori ... 35

2.1.3 Motivasi Belajar ... 37

2.1.3.1 Fungsi Motivasi Belajar... 39

2.1.3.2 Macam-Macam Motivasi Belajar ... 40

2.1.3.3 Motivasi Belajar Tinggi dan Motivasi Belajar Rendah ... 42

2.1.4 Penelitian Yang Relevan ... 43

2.2 Kerangka Berpikir ... 46

(11)

vii BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian... 53

3.2 Populasi dan Sampel ... 53

3.3 Metode dan Desain Penelitian ... 53

3.4 Prosedur dan Pelaksanaan Perlakuan ... 55

3.4.1 Prosedur Perlakuan ... 55

3.4.2 Pelaksanaan Perlakuan ... 55

3.5 Pengontrolan Perlakuan ... 57

3.5.1 Validitas Eksternal ... 57

3.5.2 Validitas Internal ... 58

3.6 Variabel dan Defenisi Operasional ... 58

3.7 Teknik dan Instrumen Penelitian ... 59

3.7.1 Teknik Pengumpulan Data ... 59

3.7.2 Instrumen Pengumpulan Data ... 60

3.7.2.1 Tes Hasil belajar IPS ... 60

3.7.2.2 Instrumen Penilaian Proyek ... 60

3.7.2.3 Angket Motivasi Belajar ... 62

3.8 Uji Coba Instrumen ... 63

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data ... 72

4.1.1 Hasil Belajar Siswa dengan Model Project Based Learning ... 72

4.1.2 Hasil Belajar Siswa dengan Model Ekspositori ... 73

4.1.3 Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar

(12)

viii

4.1.6 Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah pada Kelas yang Diajarkan Dengan Model

Pembelajaran Ekspositori ... 81

4.2 Pengujian Persyaratan Analisis ... 83

4.2.1 Uji Instrumen Penelitian ... 84

4.2.1Uji Normalitas Data ... 88

4.2.2Uji Homogenitas Data ... 89

4.3 Pengujian Hipotesis ... 89

4.3.1 Hipotesis Pertama... 91

4.3.2 Hipotesis Kedua ... 91

4.3.3Hipotesis Ketiga ... 92

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ... 96

4.4.1 Hasil Belajar Kelompok Siswa yang Diajarkan Dengan Model Project Based Learning Lebih Tinggi dibandingkan Hasil Belajar Pada Kelompok Siswa Yang Diajarkan Dengan Menggunakan Model Ekspositori ... 96

4.4.2 Hasil Belajar Kelompok Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi yang diajarkan dengan Model Project Based Learning Lebih Tinggi dibandingkan Hasil Belajar Pada Kelompok Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi yang diajarkan dengan Menggunakan Model Ekspositori ... 99

4.4.3 Tidak Terdapat Perbedaan Hasil Belajar Antara Kelompok Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah yang diajarkan dengan Model Project Based Learning dan Kelompok Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah yang diajarkan dengan Menggunakan Model Ekspositori ... 101

4.4.4 Terdapat Interaksi Antara Model Project Based Learning dan Motivasi Belajar Siswa dalam Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa ... 103

4.5 Keterbatasan Penelitian ... 108

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN ... 110

5.2 IMPLIKASI... 111

5.3 SARAN ... 112

(13)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Nilai Rata-Rata Siswa Kelas V Pada Pelajaran IPS ... 3

Tabel 3.1. Desain Penelitian dengan Faktorial 2 x 2 ... 54

Tabel 3.2. Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar ... 60

Tabel 3.3. Kisi-Kisi Penilaian Proyek ... 61

Tabel 3.4. Kisi-Kisi Penilaian Produk... 62

Tabel 3.5. Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar ... 63

Tabel 4.1. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Siswa yang Diajarkan dengan Menggunakan Model Project Based Learning ... 72

Tabel 4.2. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Siswa yang Diajarkan dengan Menggunakan Model Ekspositori ... 74

Tabel 4.3. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi pada Kelas yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning ... 76

Tabel 4.4. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah pada Kelas yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning ... 78

Tabel 4.5. Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi pada Kelas yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran Ekspositori ... 80

Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah pada Kelas yang Diajarkan Dengan Model Pembelajaran Ekspositori ... 82

Tabel 4.7. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Setiap Kelompok Penelitian... 88

Tabel 4.8. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas ... 89

Tabel 4.9. Data Induk Hasil Penelitian ... 90

Tabel 4.10. Rangkuman Hasil Perhitungan ANAVA Faktorial 2x2 ... 90

(14)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Langkah-langkah Project Based learning ... 28

Gambar 3.1. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Siswa yang

Menerapkan Project Based Learning ... 73

Gambar 3.2. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar IPS Siswa yang

Menerapkan Ekspositori ... 75

Gambar 3.3. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi pada Kelas yang Diajarkan

Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning ... 77

Gambar 3.4. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah pada Kelas yang Diajarkan

Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning ... 79

Gambar 3.5. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Tinggi pada Kelas yang Diajarkan

Dengan Model Pembelajaran Ekspositori ... 81

Gambar 3.6. Histogram Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Siswa yang Memiliki Motivasi Belajar Rendah pada Kelas yang Diajarkan

Dengan Model Pembelajaran Ekspositori ... 83

Gambar 4.1. Pola Interaksi antara Model Pembelajaran dan Motivasi Belajar

(15)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RPP Model Project Based Leaning ... 116

Lampiran 2 RPP Model Ekspositori ... 123

Lampiran 3 Instrumen Tes Hasil Belajar ... 128

Lampiran 4 Teknik Penilaian Proyek ... 133

Lampiran 5 Angket Motivasi Belajar Siswa... 135

Lampiran 6 Uji Validitas ... 137

Lampiran 7 Uji Relibilitas ... 138

Lampiran 8 Uji Daya Beda dan Tingkat Kesukaran Soal ... 139

Lampiran 9 Data Hasil Belajar Siswa ... 140

Lampiran 10 Pengelompokkan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Tingkat Motivasi ... 142

Lampiran 11 Perhitungan Statistik Deskriptif ... 144

Lampiran 12 Uji Normalitas ... 150

Lampiran 13 Uji Homogenitas ... 157

Lampiran 14 Uji Hipotesis Penelitian ... 162

Lampiran 15 Perhitungan Uji Scheff ... 166

Lampiran 16 Tabel Bantu Statistik ... 173

Lampiran 17 Hasil Proyek Siswa ... 176

(16)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 RPP Model Project Based Leaning ... 116

Lampiran 2 RPP Model Ekspositori ... 123

Lampiran 3 Instrumen Tes Hasil Belajar ... 128

Lampiran 4 Teknik Penilaian Proyek ... 133

Lampiran 5 Angket Motivasi Belajar Siswa... 135

Lampiran 6 Uji Validitas ... 137

Lampiran 7 Uji Relibilitas ... 138

Lampiran 8 Uji Daya Beda dan Tingkat Kesukaran Soal ... 139

Lampiran 9 Data Hasil Belajar Siswa ... 140

Lampiran 10 Pengelompokkan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Tingkat Motivasi ... 142

Lampiran 11 Perhitungan Statistik Deskriptif ... 144

Lampiran 12 Uji Normalitas ... 150

Lampiran 13 Uji Homogenitas ... 157

Lampiran 14 Uji Hipotesis Penelitian ... 162

Lampiran 15 Perhitungan Uji Scheff ... 166

Lampiran 16 Tabel Bantu Statistik ... 173

Lampiran 17 Hasil Proyek Siswa ... 176

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah pembelajaran yang

berkenaan langsung dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku

dan kebutuhannya. IPS membahas tentang cara manusia memenuhi kebutuhannya, baik

kebutuhan untuk memenuhi materi, budaya, kejiwaannya, memanfaatkan sumber daya

yang ada dipermukaan bumi, mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya maupun

kebutuhan lainnya dalam rangka mempertahankan kehidupan masyarakat manusia.

Pembelajaran IPS pada setiap jenjang pendidikan dibatasi sesuai dengan

kemampuan siswa, sehingga ruang lingkup pembelajaran IPS pada jenjang pendidikan

dasar berbeda dengan jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pada

jenjang pendidikan dasar, pembelajaran IPS dibatasi sampai pada gejala dan masalah

sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah. Terutama gejala dan masalah

sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar siswa. Pendekatan

interdisipliner atau multidisipliner dan pendekatan sistem menjadi pilihan yang tepat

untuk diterapkan karena IPS menjadi sarana melatih daya pikir dan daya nalar siswa

secara berkesinambungan. Oleh karena itu, pembelajaran IPS harus menggali

materi-materi yang bersumber pada masyarakat.

Bukan saja dalam pembelajaran IPS, pembelajaran yang lainnya dalam

(18)

2

baru yang ada di dunia nyata. Hasil pendidikan yang diharapkan adalah pola kompetensi

dan inteligensi yang dibutuhkan untuk berkiprah pada abad ini.

Menurut Winkel (1996:51) hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan

manusia berubah dalam sikap dan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan

diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Perubahan

tersebut diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik

dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang

sopan menjadi sopan. Sedangkan Hamalik (2010:37) hasil belajar yang utama adalah

pola tingkah laku yang bulat.

Maka dari itu hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang diharapkan

setelah melalui proses belajar. Pendidikan bukan hanya menyiapkan masa depan, tetapi

juga bagaimana menciptakan masa depan. Sehingga produk yang dihasilkan dari

pembelajaran harus mampu bersaing atau lebih hebat lagi apabila dapat menjadi

penguasa kemajuan zaman yang semakin pesat. Mengingat salah satu tujuan pendidikan

adalah membentuk karakter individu yang mampu bersaing di tengah era globalisasi.

Menyikapi hal tersebut, kurikulum pendidikan terus diperbaiki untuk

menghasilkan produk yang diharapkan. Semua proses pembelajaran bermula dari

kurikulum, mengingat kurikulum adalah satuan pendidikan sebagai acuan dalam

melaksanakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran dalam kurikulum terbaru

mengenalkan salah satu pendekatan yang mengajak siswa untuk aktif dalam

pembelajaran yaitu pendekatan saintifik. Hal ini menyikapi pembelajaran di sekolah

yang pada umumnya belum mengajak siswa untuk menerapkan, mengolah setiap

(19)

3

siswa mengevaluasi (berpikir kritis) terhadap konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang

telah dipelajarinya. Sementara itu, aspek keterampilan (psikomotor) dan sikap (attitude)

juga banyak terabaikan.

Pendekatan saintifik mengajak siswa untuk aktif dalam pembelajaran bukan lagi

sebagai pendengar yang budiman di bangkunya masing-masing. Pendekatan ini sangat

sesuai dengan Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 Lampiran IV mengenai proses

pembelajaran yang harus memuat 5M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan

informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

Namun pada kenyataanya pembelajaran IPS di sekolah masih belum maksimal.

Kondisi yang ideal diharapkan dari hasil pembelajaran IPS dianggap belum sesuai. Hal

ini sesuai dengan yang disampaikan oleh guru kelas IV SD Negeri 104188 Medan Krio

Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, bahwa hasil pembelajaran IPS belum

maksimal. Penjelasan guru tersebut terlihat dari nilai rata-rata tiap semester dalam satu

tahun terakhir, yang ditunjukkan oleh tabel berikut.

Tabel 1.1. Nilai Rata-Rata Siswa Kelas IV Pada Pelajaran IPS

Tahun Semester Nilai rata-rata KKM

2013/2014

I (Ganjil) 71

71

II (Genap) 72

Sumber : Data Nilai Siswa Kelas IV SD Negeri 104188 Medan Krio

Berdasarkan tabel tersebut, terlihat jelas nilai rata-rata yang diperoleh masih hanya sekedar pas-pasan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan.

Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS terlihat dari kesulitan siswa

(20)

4

IPS dalam konteks dirinya sebagai bagian masyarakat serta motivasi yang belum terlihat

dari diri siswa. Selama pembelajaran, siswa hanya sekedar belajar tanpa mengetahui

tujuan untuk apa dia belajar dan mengapa materi IPS diajarkan. Dan melihat hal tersebut

pun, guru masih terasa belum peka untuk merangsang siswa. Hal ini dapat dilihat

dengan belum terlihatnya inovasi yang dilakukan oleh guru. Guru masih mendominasi

pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode ceramah.

Menyadari hal tersebut, perlu dicari solusi yang tepat yaitu dengan melakukan

uji coba salah satu model yang ditawarkan oleh pendekatan saintifik, yaitu model

Project Based Learning. Pemilihan model ini dikarenakan materi pokok yang akan

diteliti oleh peneliti adalah Koperasi dan Kesejahteraan Rakyat. Hal ini dilakukan

mengingat di SD Negeri 104188 Medan Krio belum adanya suatu koperasi sekolah dan

yang tampak hanya ada kantin sekolah. Peristiwa ini mungkin tidak hanya terjadi di

sekolah tersebut bahkan di sekolah lainnya. Mengingat usia SD adalah usia yang masih

usia bermain dan siswa belum diberikan tanggung jawab. Padahal jika pihak sekolah

menyadari hal ini dapat dijadikan bahan pelatihan siswa untuk berorganisasi yang

berujung pada pengembangan diri siswa.

Dalam pembelajaran dengan model Project Based Learning siswa akan dibagi

beberapa kelompok untuk berdiskusi memecahkan masalah yang berhubungan dengan

koperasi, khususnya koperasi sekolah. Sehingga pada proyek nantinya siswa dapat

menghasilkan sebuah kepengurusan koperasi sekolah dengan memanfaatkan anggota

kelompok yang ada. Sehingga hal ini dapat merangsang siswa untuk beinovasi dan

(21)

5

belajar bagaimana menghargai pendapat orang lain dalam membentuk kepengurusan

koperasi sekolah.

Model Project Based Learning berkaitan dengan penggunaan inteligensi dari dalam diri individu yang berada dalam sebuah kelompok untuk memecahkan masalah

yang bermakna, relevan, dan kontekstual dan pada akhir pembelajaran siswa dapat

menghasilkan suatu karya (proyek). Inti dari model ini adalah pembelajaran berbasis

proyek. Siswa dapat berinovasi menuangkan hasil pemikiran bersama keompok ke

dalam salah satu proyek yang menggambarkan hasil kerja mereka secara kelompok.

Moeslichatoer (dalam Istarani, 2012:156) Pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan

persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok. Dalam kelompok

siswa diajak berfikir logis menyatukan beberapa pikiran untuk menjawab pertanyaan

yang menjadi inti dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran ini guru memonitor dan memantau perkembangan proyek kelompok-kelompok siswa dan memberikan bimbingan yang dibutuhkan, artinya guru

tidak lagi sebagai sumber belajar, sedangkan siswa melaksanakan seluruh aktivitas

mulai dari persiapan pelaksanaan proyek mereka hingga melaporkannya sementara.

Sehingga dengan model ini merangsang siswa meningkatkan motivasi dalam belajar,

karena mau tidak mau dia harus ikut andil menuangkan pikirannya dalam suatu

kelompok untuk menghasilkan suatu karya sebagai buah dari pembelajaran

berkelompok. Setelah siswa melaporkan hasil proyek yang mereka lakukan, guru

menilai pencapaian yang siswa peroleh baik dari segi pengetahuan (knowledge) terkait

(22)

6

Langkah terakhir adalah guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk

merefleksi semua kegiatan (aktivitas) dalam pembelajaran berbasis proyek yang telah

mereka lakukan agar di lain kesempatan pembelajaran dan aktivitas penyelesaian

proyek menjadi lebih baik lagi.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan

Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Sehingga kreativitas yang menjadi target dari

pendekatan ini dapat menjadi modal bagi setiap siswa agar mampu mengikuti

perkembangan zaman serta mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Karena

kreativitas sangat ditentukan oleh pendidikan dan hanya ada sedikit pengaruh dari gen

yang dimiliki

Selain model pembelajaran, faktor motivasi belajar siswa juga sangat penting untuk diperhatikan. Mengingat motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak

baik dari dalam diri maupun dari luar siswa yang menjamin kelangsungan dan

memberikan arah serta pengaruh pada kegiatan belajar, sehingga apa yang menjadi

tujuan dapat tercapai. Karena mereka benar-benar akan dibuat aktif baik secara hands

on (melalui kegiatan fisik), maupun secara minds on (melalui

kegiatan-kegiatan berpikir/secara mental).

(23)

7

tersebut, peneliti ingin melakukan sebuah penelitian dengan membandingkan dua model

yaitu antara model Project Based Learning yang merupakan salah satu model dari

pendekatan saintifik dengan model yang sering diterapkan guru, yaitu model

ekspositori.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi selama pembelajaran di Kelas IV SD Negeri 104188 Medan Krio, yaitu:

1. Dari data yang diperoleh peneliti, bahwa hasil belajar IPS siswa kelas IV SD

Negeri 104188 Medan Krio masih tergolong rendah karena nilai rata-rata masih

pas-pasan dengan KKM.

2. Model yang digunakan guru masih kurang tepat sehingga pembelajaran masih

monoton yang menyebabkan kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

3. Motivasi belajar belum terlihat dalam diri siswa, selama pembelajaran siswa

melakukan pembelajaran hanya sekedar belajar tanpa mengetahui tujuan untuk apa

dia belajar dan mengapa materi IPS diajarkan.

4. Guru masih terasa belum peka untuk merangsang siswa, karena hanya

menggunakan metode ceramah tanpa adanya suatu inovasi dalam pembelajaran.

5. Siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri dalam pembelajaran

(24)

8

1.3 Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah dalam penelitian ini mengingat keterbatasan waktu dan dana yang dimiliki

peneliti. Adapun yang menjadi pembatasan masalah, yaitu penerapan Project Based

Learning untuk mempengaruhi hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang dipilih

adalah model pembelajaran Project Based Learning dan model pembelajaran

ekspositori. Bersamaan dengan itu, diteliti juga pengaruh motivasi belajar siswa yang

dibagi dua, yaitu motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap hasil

belajar siswa kelas IV SD

1.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Apakah hasil belajar antara kelompok siswa yang diajarkan dengan model Project

Based Learning lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori ?

2. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki

motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan

kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori ?

3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki

(25)

9

kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori?

4. Apakah terdapat interaksi antara Model Project Based Learning dengan Motivasi

Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa ?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dilakukannya penelitian

ini adalah untuk mengetahui :

1. Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang diajarkan dengan model

Project Based Learning dan kelompok siswa yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori.

2. Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar

tinggi yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan kelompok

siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori.

3. Perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar

rendah yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan kelompok

siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan

menggunakan model ekspositori.

4. Interaksi antara Model Project Based Learning dengan Motivasi Belajar Siswa

(26)

10

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dunia

pendidikan sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa selama proses belajar

mengajar berlangsung. Adapun secara rinci adalah sebagai berikut :

1. Siswa

Dengan menggunakan model Project Based Learning, siswa akan lebih aktif dan

dapat mengembangkan kreativitasnya terhadap materi yang sedang dipelajari.

2. Guru

Dengan menggunakan model Project Based Learning, guru dapat lebih mudah

mengajarkan materi, karena guru hanya sebagai fasilitator yang dapat mengawasi

dan memotivasi siswa.

3. Sekolah

Penggunaan model Project Based Learning merupakan masukan bagi pihak

sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikannya dan memperoleh produk karya

(27)

110

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN 1.1 KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka

kesimpulan yang diambil oleh peneliti adalah :

1. Hasil belajar kelompok siswa yang diajarkan dengan model Project Based

Learning lebih tinggi dibandingkan hasil belajar pada kelompok siswa yang

diajarkan dengan menggunakan model Ekspositori dengan nilai FHitung yang

diperoleh lebih besar dari Ftabel (FHitung = 6,41 > Ftabel = 3,99) pada taraf signifikansi

5%.

2. Hasil belajar kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan

dengan model Project Based Learning lebih tinggi dibandingkan hasil belajar pada

kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi yang diajarkan dengan

menggunakan model Ekspositori dengan nilai FHitung lebih besar dari Ftabel (Fhitung =

13.93 > Ftabel = 2.74) pada taraf signifikansi 5%.

3. Tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang memiliki

motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan model Project Based Learning dan

kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah yang diajarkan dengan

menggunakan model Ekspositori dengan nilai FHitung lebih besar dari Ftabel (Fhitung =

0.01 < Ftabel = 2.74) pada taraf signifikansi 5%.

4. Terdapat interaksi antara model Project Based Learning dan motivasi belajar siswa

dalam mempengaruhi hasil belajar siswa dengan nilai FHitung lebih besar dari Ftabel

(28)

111

1.2 IMPLIKASI

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang diawali dengan

pemberian masalah sudah sangat tepat diterapkan di masa sekarang ini. Hal ini terbukti

selama kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan kondusif, siswa sangat

antusias, media yang lebih kreatif sehinggga kesemuanya itu dapat meningkatkan

motivasi siswa untuk belajar hingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar

siswa. Salah satu model pembelajaran yang termasuk ke dalam pendekatan saintifik

yaitu model Project Based Learning yang menjadi pusat penelitian peneliti. Terlihat

perbedaan hasil belajar kedua kelompok model yang ditawarkan. Dimana hasil belajar

pada kelompok siswa yang diajarkan dengan model Project Based Learning lebih tinggi

dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Ekspositori.

Model Project Based Learning membuat siswa lebih aktif dan posisi guru mulai

lebih ringan hanya sebagai fasilitator. Sehingga apabila ada siswa yang kurang paham

barulah guru menjalankan tugasnya. Jadi guru bukan lagi sebagai penguasa kelas.

Melainkan fasilitator dalam kelas. Sehingga siswa dapat lebih mengembangkan

pengetahuannya dalam permasalahan yang ditawarkan oleh pada awal pembelajaran.

Merujuk pada hal ini sebaiknya para guru memiliki pengetahuan yang selalu

terbaru tentang model, strategi, media ataupun segala sesuatunya yang berhubungan

dengan kegiatan pendidikan. Hal ini perlu dilakukan oleh para guru, mengingat zaman

yang terus maju dengan tawaran teknologi yang semakin canggih. Maka dari itu guru

harus terus memperbaharui pengetahuannya agar mampu menciptakan lulusan yang

mampu bersaing di zaman yang akan datang bahkan sebagai pencipta masa depan dan

(29)

112

1.3 SARAN

Setelah melakukan penelitian ini pada akhirnya peneliti memiliki beberapa saran

yaitu sebagai berikut :

1. Bagi Dinas Pendidikan, sebaiknya mempertimbangkan hasil penelitian ini sebagai

bahan acuan dalam pengambilan kebijakan pendidikan dan pengajaran dalam

rangka peningkatan mutu guru dan peningkatan keaktifan serta kreativitas siswa

dalam pembelajaran melalui pembelajaran berbasis masalah.

2. Bagi pihak sekolah, sebaiknya lebih melengkapi sarana prasarana yang dapat

memberikan pengaruh besar dalam menimbulkan semangat siswa untuk belajar.

Salah satu contohnya adalah penyediaan infocus. Hal ini terlihat dengan sangat

antusiasnya siswa dalam mengikuti pembelajaran dan guru pada akhirnya dapat

lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran.

3. Bagi guru sebaiknya mengetahui beberapa langkah-langkah model pembelajaran.

Agar pembelajaran tidak terfokus pada model konvensional. Hal ini mengingat

terus terjadinya perubahan kurikulum guna meningkatkan lulusan yang berkualitas.

4. Bagi Siswa, sebaiknya siswa lebih menanamkan motivasi yang tinggi untuk

mengikuti pembelajaran sehingga dapat menerima pembelajaran dengan baik dan

memperoleh hasil yang memuaskan.

5. Bagi peneliti yang akan meneliti variabel yang relevan dengan penelitian ini,

sebaiknya dapat memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam penelitian ini

(30)

113

DAFTAR PUSTAKA

Anita Lie. (2007). Kooperatif Learning (Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas). Jakarta: Grasindo.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2010. Jakarta: Rineka Cipta

Aryanto, Muhammad.2012. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Materi Sistem Saraf pada Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa SMA N 1 Batangan Pati. Universitas Negeri Semarang.

Diakses di http://lib.unnes.ac.id/14320/

Bell, Stephanie. 2010. Project-Based Learning for the 21st Century: Skills for the Future. The Clearing House, 83: 39–43, Copyright C_ Taylor & Francis Group, LLC ISSN: 0009-8655 print. DOI: 10.1080/00098650903505415 (online)

Dahar, Ratna Wilis. 2006. Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Erlangga

Depdiknas. 2006. Bunga Rampai Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (SMA, SMK, dan SLB). Jakarta: Depdiknas.

Dewi, Ni Kt Nik Aris Sandi, dkk. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 8 Banyuning. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Diakses di http://ejournal.undiksha.ac.id

Dimyati, dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Florin, Suzanne. A Brief Introduction To Project Based Learning.

http://m.brighthubeducation.com/teaching-methods-tips/90553-brief-introduction-to-project-based-learning/ (online)

Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Haraharp, Syarifah Ainun. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita di Kelas VIII MTsN 2 Medan. Medan: Universitas Negeri Medan (Tesis)

Hasnimar. 2010. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap hasil Belajar Bahasa Indonesia. Medan: Universitas Negeri Medan (Tesis)

(31)

114

Http://www.m-edukasi.web.id/langkah-langkah-project-based-learnnig

Ibrahim.2013.Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD Negeri 105355 Sukamulia Kabupaten Deli Serdang TP. 2012/2013. Medan: Universitas Negeri Medan (Tesis)

Istarani.2012. 58 Model Pembelajaran inovatif.Medan: Media Persada

Kamayani, I.A Diah, dkk. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantuan Media Tiga Dimensi Terhadap Hasil Belajar IPA di SD Gugus IX Kecamatan Buleleng. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Diakses di http://ejournal.undiksha.ac.id

Kemdikbud. 2013. Salinan Lampiran Permendikbud No. 81 A Tahun 2013. Jakarta: Kemdikbud

Kemdikbub. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. BPSDMPK dan

PMP:Jakarta

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan . 2014. Model Pembelajaran Berbasis Proyek/ Project Based Learning.

Marni, dkk. 2014. Effect of Application of Model Project Based Learning (PBL) Against the Results of Studying Biology Class XI Students of SMAN 1 Jujuhan Muaro Bungo. Universitas Bung Hatta

Online diakses di www.ejurnal.bunghatta.ac.id

Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Nurgayah. 2011. Strategi & Metode Pembelajaran. Bandung: Citrapustaka Media Perintis

Permendiknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013, Implementasi Kurikulum, Lampiran IV. Pedoman Umum Pembelajaran.: Jakarta

. Project Based Learning

http://edutechwiki.unige.ch/en/Project-based_learning (Online)

(32)

115

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Prenada Media Group

Sardiman.2011. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press

Setiawan, Deny. 2013. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Medan: UNIMED Press

Siregar, Devi Anriani. 2012. Pengaruh Model Project Based Learning Dengan Menggunakan Macromedia Flash Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa Pada Pokok Bahasan Sistem Koloid. Universitas Negeri Medan.

Diakses di http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED

Slameto. 2010. Belajar & Faktor – faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Usman, Moh Uzer dan Lilis Setiawati. 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wahidmurni, Alifin Mustikawan, dan Ali Ridho. 2010. Evaluasi Pembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.

Gambar

Gambar 2.1.  Langkah-langkah Project Based learning ...................................................
Tabel 1.1. Nilai Rata-Rata Siswa Kelas IV Pada Pelajaran IPS

Referensi

Dokumen terkait

Karya Ilmiah sangat berguna untuk Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil

Pengisian dokumen medis merupakan perilaku kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam mengisi dokumen rekam medis berisi tentang

Definition 53 (XCall abstraction relation) The abstraction relation for the disk driver driverSIM ′ tt pt i c i alloc asm D pt x c x xpt specMap takes as parameters the description

Pada Gambar 6 dinyatakan pengaruh perubahan tebal diafragma sekat terhadap nilai deformasi maksimum untuk setiap variasi model sekat.. Pada Model 1, 2, dan 3

Pengendalian biaya yang dimaksud adalah biaya pemasaran yang meliputi biayabiaya yang dapat dikelompokkan kedalam fungsi pemasaran yaitu : biaya menurut fungsi penjualan,

Inti dari sebuah pendidikan adalah pembelajaran, dimana pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik (mahasiswa) dengan pendidik (dosen). Interaksi tersebut

Sebagai bahan masukan bagi manajemen koperasi dalam mengevaluasi dan melihat tingkat kesehatan koperasi khususnya pada unit simpan pinjam yang dimiliki

Penelitian ini dilakukan di perumahan Dusun Parimono Desa PlandiKecamatan Jombang Kabupaten Jombang dan pengujian bakteri Escherichia coli pada air PDAM siap minum