EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI MAN 2 TANJUNG PURA
LANGKAT T.P. 2013/2014
Oleh :
Ali Ihsanul Huda NIM. 4103341001
Program Studi Pendidikan Biologi
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
D r s . L a z u a r d i , M . S i NIP 19600423 198902 1 001
ii
RIWAYAT HIDUP
Ali Ihsanul Huda dilahirkan di Desa Pante Raya Kabupaten Bener Meriah
Aceh, pada tanggal 07 Juni 1993. Ibu bernama Dra. Suarti, M.A dan ayah
bernama Drs. Muslim dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pada
tahun 1998 penulis masuk SD Negeri 4 Tanjung Pura dan lulus pada tahun 2004.
Pada tahun 2004 penulis melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Tanjung Pura dan
lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2007 penulis melanjutkan sekolah di MAN 2
Tanjung Pura dan lulus pada tahun 2010. Pada tahun 2010 penulis diterima di
Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan dan lulus ujian pada tanggal 19 Juni
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, atas segala rahmat
dan karunia-Nya yang tiada hentinya diberika kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “Efektivitas
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Pada Manusia di MAN 2 Tanjung Pura Langkat T.P. 2013/2014” disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs.
Lazuardi, M. Si selaku Pembimbing Skripsi yang dengan tulus telah memberi
bimbingan dan pengarahan yang begitu besar kepada penulis sehingga skripsi ini
dapat diselesaikan dengan baik, Bapak Drs. Zulkifli Simatupang, M. Pd, Bapak
Drs. Hudson Sidabutar, MS dan Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M. Si selaku Dosen
Penguji yang telah memberikan masukan, saran dan bimbingannya, Bapak Prof.
Dr. Herbert Sipahutar, M.S, M. Sc selaku Dosen Pembimbing Akademik,
Bapak/Ibu dosen staff pegawai di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam yang sudah banyak membantu selama penulis menjadi
mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada Bapak Sugiono, MA selaku Pimpinan Sekolah MAN 2 Tanjung Pura,
Bapak Drs. Zulfaruddin Matondang, Ibu Desriawita, S. Pd yang telah banyak
membantu penulis sewaktu melaksanakan penelitian.
Teristimewa ucapan terima kasih yang tak terhitung besarnya penulis
sampaikan kepada Ibunda Dra. Suarti, MA dan Ayahanda Drs. Muslim yang
dengan penuh cinta membesarkan, merawat, dan mendidik penulis serta dengan
penuh pengorbanan memenuhi kebutuhan penulis, kepada Nenek Hj. Nurjannah,
Ibu Nahariyah, kakak Sastri Wani, Adik Irham Rizki, Adik Nazlil Khaira dan
seluruh keluarga besar yang telah memberikan sumbangan moril, materil dan
Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada sahabat tercinta
Musdalifah Nur, kak Lia Purwanti, kak Putri Sari Mayang Harahap, kak
Nikmaturridha, kak Siti Kesuma dan Teman-teman PPL atas bantuan dan
dukungannya, dan khususnya buat someone yang sudah memberi semangat dan
perhatian buat penulis. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini
memberikan manffat bagi kita semua dan menjadi bahan masukan bagi dunia
pendidikan.
Medan, Juni 2014
Penulis
Ali Ihsanul Huda
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI MAN 2 TANJUNG PURA
LANGKAT T.P 2013/2014
Ali Ihsanul Huda (4103341001) ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa, ketuntasan belajar siswa dan ketercapaian tujuan pembelajaran khusus (TPK), dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada materi sistem ekskresi pada manusia di kelas XI IPA 2 MAN 2 Tanjung Pura tahun pembelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah jenis penelitian Pra-eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAN 2 Tanjung Pura tahun pembelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 3 kelas. Sampel yang digunakan adalah satu kelas yang dipilih secara acak yaitu kelas XI IPA 2 yang terdiri dari 35 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk pilihan berganda. Sebelum tes diberikan kepada siswa terlebih dahulu diuji kelayakannya di luar sampel yang meliputi uji validitas, uji realibilitas, tingkat kesukaran soal dan daya beda soal.
Hasil analisis data diperoleh untuk tingkat penguasaan siswa, tidak ada siswa yang hasil belajarnya rendah (0%), sedangkan 17 siswa hasil belajarnya cukup (48,57%), 13 siswa hasil belajarnya tinggi (37,14%) dan 5 siswa hasil belajarnya sangat tinggi (14,28%). Ada 4 siswa yang belum tuntas dan 31 siswa yang sudah tuntas, namun untuk ketuntasan klasikalnya sudah terpenuhi karena terdapat 88,57% dari 35 siswa dan 31 siswa telah mencapai nilai lebih atau sama dengan 75. Untuk ketercapaian tujuan pembelajarang khusus (TPK), ke enamindikator prnelitian ini sudah tercapai dengan rincian indikator pertama 98,57%, indikator kedua 86,14%, indikator ketiga 80,95%, indikator ke empat 85,71%, indikator kelima 84,76% dan indikator ke enam 75,25%.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Biologi dengan menggunakan kooperatif tipe NHT pada materi sistem ekskresi manusia dapat memenuhi tingkat penguasaan siswa secara individual, memenuhi tingkat ketuntasan belajar secara individual dan klasikal, dan memenuhi tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran khusus (TPK). Maka pembelajaran Biologi dengan menggunakan kooperatif tipe NHT pada materi Sistem Ekskresi Pada Manusia di kelas XI IPA 2 MAN 2 Tanjung Pura tahun pembelajaran 2013/2014 dinyatakan efektif.
THE EFFECTIVENESS OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF
TYPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) IN HUMAN’S
EKSKRESI SYSTEM TOPIC IN MAN-2 TANJUNG PURA LANGKAT T.P 2013/2014
Ali Ihsanul Huda (NIM 4103341001) ABSTRACT
This research used as an effort to learned students’ Mastery level, completeness study, achievement of specific learning objectives (TPK) with used Cooperative Learning Model of Type Numbered Head Together (NHT) in
Human’s Ekskresi System Topic in Class XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura in
2013/2014 academic year. The method of this research was Pra-experiment method. The population of the research is all of students in class XI IPA MAN-2 Tanjung Pura in 2013/2014 academic year which have three class. The sample was choose by random sampling, class XI IPA 2 which are there 35 students. The data were collected by using test (multiple choise) which have been get the validity, reliability, discrimation power, and the different of the test before.
The result of the research showed for the Mastery level only one student which had a low achievement (0%) as for 17 students had medium achievement (48,57%), 13 students had high achievement (37,15%) and 5 students had very high achievement (14,28%). For the completeness of study, there are 4 students was not complete and 31 students had complete, but for the clasical completeness had already complete because there are 88,57% from 31 students had got the better or as like as 75 point. For the achievement of specific learning objectives, all of indicator in this research had been complete. First indicator 98,57%, second indicator 86,14%, third 88,89%, fourth indicator 85,71%, fifth indicator indicator 84,76% and 75,25% for the six
Based on the result of the research, We can conclude descriptively that by using Cooperative Learning Model of Type Numbered Head Together (NHT) in
Human’s Ekskresi System Topic can meet students’ Mastery level individually,
completeness study individually and classical and achievement of specific learning objectives. Accordingly The learning of biology by using Cooperative Learning Model of Type Numbered Head Together (NHT) in Human’s Ekskresi System Topic in Class XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura in 2013/2014 academic year declared effective.
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif 14
Tabel 3.1. Desain Penelitian 33
Tabel 3.2. Kegiatan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 35
Siklus I
Tabel 3.3. Kegiatan Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 37
Siklus II
Tabel 3.4. Kisi-Kisi Penyebaran Soal 40
Tabel 3.5. Pedoman Tingkat Penguasaan Siswa 44
Tabel 4.1 Persentase Penguasaan Siswa saat Pre-Test 49
Tabel 4.2 Persentase Penguasaan Siswa saat Post-Test 49
Tabel 4.3 Ketercapaian Indikator Pada Setiap Indikator 52
Pembelajaran
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Sistem Ekskresi Manusia 19
Gambar 2.2. Struktur Ginjal 21
Gambar 2.3. Struktur Kulit 23
Gambar 2.4. Struktur Hati 26
Gambar 2.5. Struktur Paru-Paru 26
Gambar 3.1. Prosedur Penelitian Tahapan I Tindakan Pembelajaran 34
pada PTK
Gambar 3.2. Prosedur Penelitian Tahapan II Tindakan Pembelajaran 36
pada PTK
Gambar 4.1. Grafik Perbandingan Tingkat Penguasaan Siswa saat 50
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Silabus 63
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 66
Lampiran 3 Wacana Sistem Ekskresi Manusia 80
Lampiran 4 Instrumen penelitian 87
Lampiran 5 Kunci Jawaban Instrumen Penelitian 94
Lampiran 6 Tabel Perhitungan Validitas Soal 95
Lampiran 7 Perhitungan Validitas Soal 96
Lampiran 8 Tabel Perhitungan Realibilitas Soal 99
Lampiran 9 Perhitungan Realibilitas Soal 100
Lampiran 10 Tabel Perhitungan Taraf Kesukaran Soal 102
Lampiran 11 Perhitungan Taraf Kesukaran Soal 103
Lampiran 12 Tabel Perhitungan Daya Beda Soal 105
Lampiran 13 Perhitungan Daya Beda Soal 106
Lampiran 14 Rekapitulasi Jawaban Siswa Terhadap Soal Pre-Test 108
Lampiran 15 Rekapitulasi Jawaban Siswa Terhadap Soal Post-Test 109
Lampiran 16 Tingkat Penguasaan Siswa Berdasarkan Hasil Pre-Test 110
Lampiran 17 Tingkat Penguasaan Siswa Berdasarkan Hasil Post Test 111
Lampiran 18 Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa Berdasarkan Hasil 112
Pre-Test
Lampiran 19 Tingkat Ketuntasan Belajar Siswa Berdasarkan Hasil 113
Post-Test
Lampiran 20 Tabel Ketercapaian Indikator 114
Lampiran 22 Lembar Observasi Kegiatan Siswa Dalam Proses 116
Belajar Mengajar
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia
yang dinamis dan sarat perkembangan. Pendidikan yang mampu mendukung
perubahan masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan
potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan
memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya (Trianto, 2009).
Belajar merupakan suatu proses suatu kegiatan dan bukan hasil atau
tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni
mengalami. Belajar merupakan upaya sadar yang dilakukan individu untuk
memperoleh berbagai macam kemampuan (competencies), keterampilan (skills),
dan sikap (attitudes) melalui serangkaian proses belajar yang ada pada akhirnya
akan menghasilkan perubahan tingkah laku pada individu tersebut. Perubahan
tingkah laku yang diperoleh melalui proses belajar secara keseluruhan meliputi
aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun dalam prakteknya, proses
pembelajaran disekolah lebih cenderung menekankan pada pencapaian perubahan
aspek kognitif (intelektual) yang dilaksankan melalui berbagai bentuk pendekatan,
strategi, dan model pembelajaran tertentu. Permasalahan yang dihadapi ialah
bagaimana mengemas proses pembelajaran agar dapat memberikan pengalaman
yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran yang bermutu tentunya memberikan
bekas yang sangat dalam bagi peserta didik, sehingga pembelajaran itu akan
terekam dalam jangka waktu yang lama. Menurut teori pembelajaran
konstruktivitas (Contructivist Theorist of Learning) siswa harus membangun
sendiri pengetahuan di dalam benaknya (Trianto, 2007).
Ketika siswa bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kelompok, mereka
sering kali berusaha untuk memberikan informasi, dorongan, atau anjuran pada
teman satu kelompoknya yang membutuhkan bantuan. Apalagi, siswa pada
umumnya cenderung lebih sadar pada masalah yang tidak dipahami oleh siswa
masalah tersebut, mereka sering kali dapat menjelaskan masalah itu dengan cara
yang sudah mereka pahami. Selain itu, saat berinteraksi bersama, siswa memiliki
kesempatan untuk menunjukkan keterampilan berpikir dan pemecahan
masalahnya satu sama lain, menerima feedback, dan mampu mengkontruksi
pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan yang baru. Ketika mereka harus
menjelaskan gagasannya pada orang lain, mereka akan tertuntut untuk
merumuskan kembali pemahamannya sehingga penjelasan mereka dapat mudah
dipahami. Bahkan, dengan interaksi ini mereka dapat memahami masalah dengan
lebih baik daripada sebelumnya dan hal ini tentu saja akan berpengaruh signifikan
terhadap performa dan gaya belajar mereka sendiri (Huda, 2011).
Studi pendahuluan telah dilakukan penulis di MAN 2 Tanjung Pura
melalui wawancara kepada guru Biologi di sekolah tersebut, dengan mengamati
proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas saat berdiskusi. Hasil
yang didapatkan adalah aktivitas siswa pembelajaran siswa dalam berdiskusi
kelompok masih sangat rendah. Dari 35 siswa, antusiasme siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran hanya 29%, interaksi siwa dengan guru 14%, interaksi
siswa dengan siswa 29%, dan partisipasi siswa dalam menyimpulkan materi dari
kelompok hanya 3%.
Model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together)
adalah suatu model pembelajaran yang dikembangkan untuk melibatkan lebih
banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran. Setiap
individu diharapkan mampu mengemukakan ide pikirannya masing-masing.
Model pembelajaran ini menumbuh kembangkan sifat selalu membantu antara
sesama siswa dalam kelompok sehingga siswa lebih bersemangat dalam belajar,
rajin bertanya dan berani mengajukan pendapat. Kelebihan dari model
pembelajaran kooperatif tipe NHT ini adalah memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berpikir bersama, kemudian saling membagikan ide-ide atau atau
menyatakan pendapatnya terhadap jawaban pertanyaan itu dan
mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Dengan demikian setiap individu
dalam kelompok merasa mendapat tugas dan tanggung jawab sendiri. Menurut
baik pada siswa yang berprestasi rendah maupun yang berprestasi tinggi yang
berkerja sama menjelaskan tugas-tugas pelajaran, siswa yang berprestasi tinggi
akan menjadi tutor bagi siswa yang berprestasi lebih rendah.
Dalam penelitian Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) Dengan Tipe
TPS (Think Pair Share) Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Pada Manusia di
Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Babalan (Kesuma, 2013), diperoleh nilai hasil belajar
akhir dari siswa nilainya lebih tinggi pada model NHT (Numbered Head
Together) daripada TPS (Think Pair Share), sehingga penulis juga ingin
membuktikan bahwa dengan Model NHT (Numbered Head Together) ini dapat
meningkatkan hasil belajar siswa MAN 2 Tanjung Pura. Berdasarkan survei awal
yang dilakukan, diperoleh hasil belajar siswa pada saat ini masih relative sangat
rendah. Hasil belajar yang masih rendah disebabkan oleh metode pembelajaran
yang diterapkan masih menggunakan metode konvensional. Untuk mengatasi
masalah tersebut maka diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
Menurut penuturan Ibu Desriawita, S.Pd, guru biologi di sekolah tersebut
mengatakan bahwa siswa umumnya sedikit sulit memahami materi sistem
Ekskresi karena banyaknya ulasan materi yang harus mereka baca dan ingat,
ditambah lagi harus memahaminya dalam waktu yang singkat. Sehingga
terkadang waktu yang tersedia tidak mencukupi untuk menuntaskan materi ini
secara keseluruhan. Oleh karena itu, peneliti bermaksud menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe NHT, karena metode ini siswa di tuntut secara aktif.
Pada penelitian kali ini, penulis memilih MAN 2 tanjung Pura, karena
berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis, maka diperlukan
upaya perbaikan dalam peningkatan hasil belajar siswa dalam berdiskusi dan
membutuhkan penelitian. : “ Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi
1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka
identifikasi masalah dalam penilitian ini sebagai berikut:
a. Masih rendahnya penguasaan guru terhadap metode yang diterapkan dalam
proses belajar.
b. Rendahnya hasil belajar siswa.
c. Siswa kurang paham terhadap materi pelajaran khususnya materi sistem
ekskresi pada manusia.
1.3.Batasan Masalah
Sesuai dengan ruang lingkup yang dibahas dalam penelitian ini, maka
penulis membatasi masalah penelitian pada hal-hal berikut:
a. Rancangan pembelajaran biologi yang diterapkan pada penelitian ini dibatasi
pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head
Together).
b. Hasil belajar siswa dibatasi hanya pada materi sistem ekskresi pada manusia.
c. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura
Tahun Pembelajaran 2013/2014.
1.4.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah :
a. Bagaimana tingkat penguasaan siswa pada materi sistem ekskresi pada
manusia setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di
kelas XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran 2013/2014?
b. Bagaimana ketuntasan belajar siswa pada materi sistem ekskresi pada
manusia setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT kelas
XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran 2013/2014 ?
c. Bagaimana ketercapaian indikator pada materi sistem ekskresi pada manusia
setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di kelas XI
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa pada materi sistem ekskresi pada
manusia setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di
kelas XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran 2013/2014 .
b. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada materi sistem ekskresi pada
manusia setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di
kelas XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran 2013/2014 .
c. Untuk mengetahui ketercapaian indikator pada materi sistem ekskresi pada
manusia setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT di
kelas XI IPA 2 MAN-2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran 2013/2014
1.6.Manfaat Penelitian
Manfaat yang akan diharapkan dari penelitian ini adalah:
a. Sebagai bahan masukan bagi penulis dalam proses belajar mengajar nantinya
dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan suatu materi
pokok, sehingga siswa memperoleh hasil belajar yang optimum.
b. Sebagai bahan masukan bagi guru-guru biologi dalam memberikan strategi
belajar yang sesuai dengan materi pokok sehingga memperoleh hasil belajar
yang optimum.
1.7.Defenisi Operasional
1. Efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang
ditimbulkan membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha
atau tindakan, dalam hal ini efektivitas dapat dilihat dari tercapai tidaknya
tujuan instruksional khusus yang telah direncanakan. Metode pembelajaran
dikatakan efektif jika tujuan instruksional khusus yang direncanakan lebih
banyak tercapai.
2. Efektifitas metode pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan
dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Kriteria
keefektifan dalam penelitian ini mengacu pada :
a.) Ketuntasan belajar klasikal, pembelajaran dapat dikatakan tuntas apabila
sekurang-kurangnya 85 % dari jumlah siswa telah memperoleh nilai =
75 dalam peningkatan hasil belajar, b). Model pembelajaran
dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik
hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara
pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran, c). Model
pembelajaran dikatakan efektif jika dapat meningkatkan minat dan
motivasi apabila setelah pembelajaran siswa menjadi lebih termotivasi untuk
belajar lebih giat dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
3. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses
belajar mengajar. Kegiatan – kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang
mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat,
mengerjakan tugas – tugas, dapat menjawab pertanyaan guru dan bisa
bekerjasama dengan siswa lain, serta tanggung jawab terhadap tugas yang
diberikan.
4. Adapun indikator dari aktivitas belajar adalah sebagai berikut:
a). Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, b). Interaksi
siswa dengan guru, c). Interaksi siswa dengan siswa, d). Kerjasama kelompok,
e). Aktivitas belajar siswa dalam diskusi kelompok, f). Aktivitas siswa dalam
melaksanakan pembelajaran, g). Keterampilan siswa dalam menggunakan alat
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat dismpulkan bahwa:
1. Tingkat Penguasaan Siswa pada materi sistem ekskresi pada manusia dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together
(NHT) memiliki nilai rata-rata 83 dengan rincian untuk 14,28% yang
termasuk dalam kategori sangat tinggi, 34,28% dalam kategori tinggi dan 18
siswa 51,42% dalam kategori cukup.
2. Ketuntasan Belajar pada materi sistem ekskresi pada manusia dengan
menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together
(NHT) adalah sebesar 88,57% .
3. Ketercapaian Indikator pada materi sistem ekskresi pada manusia dengan
menggunakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered
Head Together (NHT) telah tercapai dengan rincian indikator pertama sebesar
98,57%, pada indikator kedua 86,14%, pada indikator ketiga 80,95%, pada
indikator ke empat 85,71%, pada indikator kelima 84,76%, dan pada indikator
ke enam 75,25%.
Pembelajaran Biologi dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada materi sistem ekskresi
pada manusia di kelas XI IPA 2 MAN 2 Tanjung Pura Tahun Pembelajaran
2013/2014 dinyatakan efektif karena dapat memenuhi Tingkat Penguasaan
Siswa secara Individual, memenuhi Tingkat Ketuntasan Belajar secara
individual dan klasikal, dan memenuhi Ketercapaian Indikator, serta adanya
perubahan aktivitas siswa menjadi lebih aktif yang terjadi dalam proses
5.2. Saran
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian maka diuraikan saran penelitian:
1. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat
dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran Biologi pada materi sistem
ekskresi pada manusia.
2. Kepada guru-guru Biologi untuk mencoba menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran Biologi
pada sistem ekskresi pada manusia.
3. Peneliti selanjutnya agar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Numbered Head Together (NHT) tidak hanya pada materi sistem ekskresi
pada manusia, tetapi juga pada materi lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiawan, Yadi,dkk, (2013), Efektivitas Model Kooperatif Tipe NHT Dengan PMR Dan Model Kooperatif Tipe GI Dengan PMR Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Siswa. Skripsi FMIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.
Arikunto, S., (2011), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Arikunto, S., (2007), Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan Edisi Revisi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Depdiknas, (2000), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit balai pustaka, Jakarta.
Depdiknas, (2004), Kurikulum Berbasis Kompetensi. Depdiknas: Jakarta.
Dimyati Dan Mudjiono, (2002), Belajar dan Pembelajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Hergenhahn, B.R Olson, Matthew H, (2009), Theoris Of learning, Penerbit Prenada Media, Jakarta.
Ibrahim, M., (2000), Pembelajaran Kooperatif, Penerbit University Press, Surabaya.http://www.tuanguru.net/2011/12/penerapan-modelpembelajaran Kooperatif.html (diakses 2 Desember 2013).
Kardi, S. Dan Nur, M., (2000), Pengajaran Langsung, University Press, Surabaya.
Kesuma, Siti, (2013). Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Head Together) dengan Tipe TPS (Think Pair Share) Pada Materi Pokok Sistem Ekskresi Pada Manusia di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Babalan, Skripsi FMIPA, Universitas Negeri Medan, Medan. (tidak di publikasikan)
Kotta, A.F., (2013). Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Mata Pelajaran PKN. Jurnal Penelitian pendidikan.
Kunandar, (2007), Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Kusumojanto,D. D. (2009). Penerapan pembelajaran Kooperatif Model NHT (Numbered Head Together) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Manajemen Perkantoran Kelas X APK di SMK Arjduna 01 Malang. Jurnal Penelitian Pendidikan. 19 (1):91-108.
Miftahul, H., (2011), Cooperative Learning, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Nawawi, DR. H. Hadari, (1982), Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas, PT. Gunung Agung, Jakarta.
Nurkancana, W., (1988), Evaluasi Pendidikan, Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.
Oemar, H., (2003), Proses Belajar Mengajar. Bandung , Bumi Aksara
Pujianto, S., (2008), Biologi 2 Untuk Kelas XI SMA dan MA, Penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Jakarta.
Putra, B., (2013). Cooperative Learning Tipe NHT dengan Media Grafis Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar. Jurnal Skripsi. 1-7
Rooijakkers, A.D., (2003), Mengajar dengan Sukses Petunjuk Merencanakan dan Menyampaikan pengajaran, Penerbit Grasindo, Jakarta.
Rusman, (2011), Model-Model Pembelajaran mengembangkan Profesionalisme Guru, Penerbit PT RajaGrafindo, Jakarta.
Sapri, (2010), http://alvyanto.blogspot.com/2010/01/sistem-ekskresi-manusia.html (diakses 27 Desember 13)
Sardiman, A.M., (2006), Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Penerbit PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit Rineka Cipta Jakarta.
Sukmadinata, N.S., (2003), Landasan Psikologis Proses Pendidikan, Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Suprijono, A., (2010), Cooperative Learning, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Suryosubroto, (2007), Proses Belajar Mengajar Di Sekolah, rineka cipta , Jakarta.
Trianto, (2009), Mendesain Model Pembelajaran Inofatif Progresif, Penerbit Prenada Media, Jakarta.
Trianto, (2007), Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontrusktivistis, Penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta.
Uno, H.B., (2008), Orientasi Baru Dalam Psikologis Pembelajaran, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Usman, U., (2000), Menjadi Guru Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
Wahidah, Nur., (2013), Pengaruh Penerapan Metode Numbered Head Together (NHT) Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Biologi IPA Siswa di MTS N Maguwoharjo, Skripsi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.